BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. PENGARUH PENALARAN SISWA TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS DESKRIPSI DALAM PEMBELAJARAN PjBL Hilman Yusra Universitas Jambi, hilman_yusra@unja. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji . pengaruh model PJBL terhadap kemampuan menulis teks deskriptif siswa, . pengaruh model PJBL terhadap kemampuan menulis teks deskriptif siswa bernalar tinggi, . pengaruh PJBL terhadap kemampuan menulis teks deskriptif siswa bernalar. rendah, . pengaruh penalaran terhadap kemampuan menulis teks deskriptif siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, yang dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen semu dengan melibatkan dua variabel. Penentuan sampel dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes pilihan ganda kemampuan penalaran dan tes unjuk kerja keterampilan menulis teks deskriptif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji beda . -tes. Hasil penelitian ini menunjukkan . ada pengaruh model PJBL terhadap kemampuan menulis teks deskriptif siswa, . ada pengaruh model PJBL terhadap kemampuan menulis teks deskriptif siswa yang bernalar tinggi , . ada pengaruh PJBL terhadap kemampuan menulis teks deskriptif pada siswa. yang bernalar rendah, . ada pengaruh bernalar terhadap kemampuan menulis teks deskriptif siswa. Model PJBL lebih baik dari model konvensional dalam hasil belajar, sehingga peneliti menyarankan untuk menggunakan model PJBL dalam pembelajaran menulis deskripsi. Kata Kunci: model pembelajaran berbasis proyek, penalaran, menulis teks deskriptif. How to Cite: Yusra. Hilman. PENGARUH PENALARAN SISWA TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS DESKRIPSI DALAM PEMBELAJARAN PjBL. Bahtera Indonesia. Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7. , 446Ae455. https://doi. org/10. 31943/bi. DOI: https://doi. org/10. 31943/bi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia secara jelas dan terperinci sehingga pembaca PENDAHULUAN Kurikulum 2013 menuntut perubahan seolah-olah turut merasakan atau mengalami Ay Menengah melukiskan suatu kondisi atau objek tertentu. Permendikbud (SMP) Dalam Pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Pertama Teks memiliki empat tujuan utama yang tertuang kecermatan pengamatan dan ketelitian. Hasil dalam kompetensi inti . memiliki sikap dari pengamatan secara cermat dan teliti itu religius, . memiliki sikap sosial, . kemudian dituangkan oleh penulis dengan memiliki pengetahuan yang memadai tentang menggunakan kata-kata yang kaya akan berbagai genre teks bahasa Indonesia sesuai nuansa dan bentuk. Seorang penulis harus dengan jenjang yang ditempuh, dan . memiliki keterampilan membuat berbagai melalui rangkaian kata-kata yang penuh arti Setiap dan kekuatan sehingga pembaca dapat pengetahuan tentang berbagai genre teks menerima seolah-olah melihat, mendengar, bahasa Indonesia harus diimplementasikan merasakan, menikmati sendiri objek tersebut. Teks deskriptif merupakan karangan yang pengetahuan tersebut harus bermanfaat untuk lebih menonjol aspek pelukisan sebuah benda meningkatkan keterampilan siswa dalam sebagaimana adanya. membuat karya sesuai dengan genre teks yang Kenyataannya. Indonesia. Kurikulum ini menyebabkan perubahan pembelajaran keterampilan menulis teks konsep, metode, komitmen, strategi, dan deskriptif saat ini guru terlalu banyak memberikan teori kepada siswa sehingga berbasis teks. Artinya siswa dituntut untuk tidak diberikan kesempatan yang banyak mampu memproduksi sebuah teks melalui keterampilan menulis. dimilikinya ke dalam sebuah teks. Akibatnya. Salah satu jenis teks yang diajarkan siswa menjadi kurang bersemangat dalam kepada peserta didik SMP pada Kurikulum Dengan pendekatan seperti itu siswa 2013 adalah menyusun teks deskriptif. (Dalman, 2. menyatakan AuKarangan menemukan ide dan akhirnya siswa merasa kesulitan dalam menulis teks deskriptif. melukiskan atau menggambarkan suatu objek Seharusnya atau peristiwa tertentu dengan kata-kata merupakan suatu pembelajaran yang Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menyenangkan, siswa diberikan kesempatan Pemilihan model pembelajaran juga harus untuk mengaplikasikan hasil pemikirannya disesuaikan dengan karakteristik siswa. melalui teks. Fenomena ini memang harus Setiap segera diselesaikan agar permasalahan ini perbedaan karakter, khususnya menulis teks tidak akan terjadi kepada generasi-generasi deskriptif yakni terhadap tinggi rendahnya penalaran yang dimiliki siswa. Siswa yang Berdasarkan pengamatan di kelas VII memiliki penalaran tinggi maka keterampilan SMP Negeri 11 Muaro Jambi, pembelajaran menulis teks deskriptif juga akan semakin mencapai maksimal, baik dari minat maupun penalaran rendah diduga akan menghasilkan proses pembelajaran yang diterapkan. Salah tulisan yang rendah juga. Hal ini sejalan apa satu faktor utama rendahnya kemampuan menulis teks deskriptif ini adalah model yang . Dirinya Suriasumantri menggunakan model konvensional. Padahal makhluk yang berfikir, merasa, bersikap, dan metode ceramah menuntut konsentrasi yang Sikap dan tindakannya yang terus menerus, membatasi partisipasi siswa, bersumber dari pengetahuan yang didapatkan sehingga siswa akan merasa jenuh dan bosan. lewat merasa atau berpikir sehingga apa yang Keterampilan menulis teks deskriptif hendak ditulis sangat berpengaruh dengan apa selama ini yang diajarkan di sekolah yang didapatkan melalui apa yang dipikirkan menggunakan model konvensional. Peran dan dirasakan. Sama halnya menurut Fadjar guru sangat mendominasi dalam proses Shadiq . mengatakan Aupenalaran Siswa kurang aktif dan sering merupakan suatu kegiatan, suatu proses atau kali metode ini menimbulkan kebosanan. suatu aktivitas berpikir untuk menarik suatu Melalui metode yang demikian juga siswa kesimpulan atau membuat suatu pernyataan merasa tertekan dan tidak bisa mengeluarkan baru yang benar berdasar pada beberapa apa yang ada dipikirannya untuk dituangkan dalam teks yang hendak ditulis. Untuk dibuktikan atau diasumsikan sebelumnya. mengatasi hal tersebut, diperlukan model Berdasarkan dihadapi siswa dan karakter materi yang akan pembelajaran dan mengubah hubungan guru pembelajaran yang efektif. Salah satu model berhubungan dengan aktivits dasar siswa. pembelajaran yang dapat diaplikasikan adalah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia model Pembelajaran Berbasis Proyek yang langsung dengan masalah untuk dipecahkan dikenal dengan model PjBL. PjBL memiliki ciri khas, yaitu melibatkan para siswa dalam berjudul Penerapan Model Project Based pengalaman yang memberi perluasan waktu Learning Dalam Penulisan Cerpen Smp kepada para siswa untuk bekerja secara Negeri PjBL mempunyai nilai keaslian di menunjukkan hasil penelitian telah terjadi Seperti penelitian (Nani et al. , n. Lau. Kabupaten Maros peningkatan proses dan pembelajaran prestasi melaksanakan, dan menyajikan hasil dari menggunakan penelitian Tindakan kelas. proyek yang dilakukan. PjBL diterapkan Begitu juga penelitian (Sunarsih, 2. untuk memotivasi siswa lebih aktif dan berjudul Penerapan Model Pembelajaran berinisiatif untuk memperoleh hal-hal yang Project mereka inginkan baik pada sisi pengetahuan. Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks pemahaman, dan keterampilannya. Selain itu. Berita Pada Siswa Kelas Vi SMP Negeri 16 PjBL juga mengkondisikan dan memaksa Singkawang. Hasil penelitian menunjukkan siswa mencari solusi pemecahan masalah bahwa hasil pembelajaran menulis teks berita dalam menyelesaikan proyeknya. Model mengalami dengan menggunakan model PjBL, siswa akan terbantu dan lebih mudah pembelajaran Project Based Learning. Hasil menulis teks deskiptif. Siswa tidak lagi keterlakasanaan mencapai nilai 94,45 dengan mengalami kesulitan dalam mendaftar hal-hal kategori sangat baik. Data rataa-rata aktivitas yang perlu ditulis berdasarkan topik yang siswa menunjukkan perilaku negative sebesar dipilih, menyusun kerangka tulisan dan 6,13% dan perilaku positif sebesar 93,84%. mengembangkan kerangka menjadi sebuah Data respon siswa menunjukan penggunaan teks yang utuh. Dalam PjBL dihasilkan model pembelajaran PjBL menunjukkan sebuah produk yang hasilnya ditampilkan respon positif yaitu 88,74% dan negatif atau dipresentasikan. Produk yang dihasilkan 11,25%. Based Learning (PjBL) siswa dalam PJBL adalah berupa hasil tulisan Dari penelitian yang relevan, dalam yang kemudian akan dipresentasikan secara penelitian ini peneliti mengarahkan pada pengaruh penalaran terhadap kemampuan memberikan proyek yang berupa tugas menulis teks deskripsi dalam pembelajaran kepada siswa, tetapi siswa dihadapkan PjBL. Model peneltian yang digunakan Guru adalah kuantitatif dengan desain eksperimen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Instrumen yang digunakan dalam METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian penelitian ini adalah tes objektif berupa pilihan ganda untuk mengetahui kemampuan Desain yang digunakan yaitu desain kuasi penalaran siswa, dan tes unjuk kerja untuk Menurut (Sugiyono, metode penelitian eksperimen merupakan Teknik analisis data menggunakan metode penelitian yang digunakan untuk metode statistik yaitu dilakukan dengan mencari pengaruh pada sesuatu yang diberi menguraikan kondisi kemampuan siswa perlakuan terhadap yang lain dalam kondisi yang dapat dikendalikan yakni dengan pelaksanaanya, pengolahan data dilakukan dengan bantuan program SPSS 22. Setiap kelompok menggunakan bahan pembelajaran yang sama. Kelompok PjBL, sedangkan kelompok kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Dalam HASIL PEMBAHASAN Rata-rata tes awal menulis teks deskripsi pada kelas kontrol lebih tinggi dari pada kelas eksperimen. Rata-rata kemampuan siswa menulis teks deskripsi pada kelas Penelitian ini dilaksanakan di kelas kontrol 72,14. Sedangkan kelas eksperimen VII SMP Negeri 11 Muaro Jambi yang 70,70. Nilai maksimum kemampuan menulis beralamat di Jalan Ki. Muhammad Agus, teks deskripsi siswa pada kelas kontrol juga Desa Mudung Darat. Kecamatan Maro Sebo, tinggi dibandingkan kelas eksperimen, pada Kabupaten Muaro Jambi. Provinsi Jambi. kelas kontrol 80 sedangkan kelas eksperimen Jarak sekolah ini dari pusat kota Kabupaten Selanjutnya standar deviasi yaitu jarak Muaro Jambi 20 KM. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP Negeri Muarojambi kelompok, pada rata-rata kelas kontrol 4,509 lebih kecil dibandingkan kelas eksperimen 5,858. mengunakan siswa kelas VII F sebagai kelas Setelah diberikan perlakuan pada kelas eksperimen yang berjumlah 21 siswa, terdiri eksperimen dengan menggunakan model dari 12 siswa laki-laki dan 9 siswa PjBL rata-rata nilai tes akhir menulis teks perempuan, sedangkan untuk kelas kontrol deskripsi pada kelas eksperimen lebih tinggi menggunakan siswa kelas VII A yang dibandingkan dengan kelas kontrol. Rata-rata berjumlah 21 siswa, terdiri dari 10 siswa laki- kemampuan siswa menulis teks deskripsi pada laki dan 11 siswa perempuan. kelas eksperimen 76,81. Sedangkan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 73,57. Nilai Kelompok kemampuan menulis teks deskripsi siswa penalaran rendah, kelas eksperimen lebih kelas eksperimen juga tinggi dibandingkan tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. kelas kontrol, pada kelas eksperimen 85 Siswa dengan penalaran rendah pada kelas sedangkan kelas kontrol 82. Selanjutnya eksperimen dengan nilai rata-rata 74,43 standar deviasi yaitu jarak antara nilai individu dengan rata-rata kelompok, pada maksimum kelompok penalaran rendah pada kelas eksperimen 82 dan kelas kontrol 77. dibandingkan kelas kontrol 5,437. Hal ini Sedangkan nilai minimum kelas eksperimen berarti distribusi hasil tes kemampuan menulis 66 dan kelas kontrol 67. Standar deviasi teks deskripsi dengan menggunakan model kelompok siswa yang memiliki penalaran PjBL lebih baik dibandingkan dengan model rendah, pada kelas eksperimen 4,350 lebih pembelajaran konvensional. kecil dari kelas kontrol 5,827. Hal ini berarti Ditinjau dari 5,418 Rata-rata tes akhir kemampuan menulis teks deskripsi kelompok siswa yang memiliki panalaran tinggi di kelas eksperimen 71,38. Nilai distribusi skor hasil tes siswa yang memiliki eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. lebih tinggi dari kelas kontrol, pada kelas Uji hipotesis pengaruh penerapan eksperimen 78,71 sedangkan kelas kontrol model PjBL terhadap kemampuan siswa 76,38. Nilai maksimum dan minimum siswa menulis teks deskripsi diperoleh thitung = yang memiliki penalaran tinggi pada kelas 6,623 > ttabel =1,682. Berdasarkan kriteria, eksperimen juga lebih tinggi dibandingkan maka hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis dengan kelas kontrol. Kelas eksperimen nilai alternatif (H. Artinya, uji statistik maksimum 85 dan minimum 67, pada kelas menyatakan terdapat pengaruh model PjBL kontrol nilai maksimum 81 dan minimum 62. terhadap kemampuan menulis teks deskripsi. Selanjutnya untuk standar deviasi penalaran yaitu kemampuan menulis teks tanggapan tinggi pada kelas eksperimen 4,811 lebih kecil deskripsi di kelas eksperimen memperoleh dari kelas kontrol 6,523. Hal ini berarti hasil rata-rata 76,81 tidak sama dengan distribusi skor hasil tes yang memiliki kemampuan menulis teks deskripsi dengan panalaran tinggi pada kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol. konvensional di kelas kontrol yakni 73,57 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Uji hipotesis pengaruh penerapan Pengaruh signifikan model PJBL model PjBL terhadap kemampuan menulis terhadap hasil belajar dibuktikan dengan teks deskripsi pada siswa yang memiliki landasan teori yang digunakan yakni (Abidin, kemampuan penalaran tinggi diperoleh nilai 2. dimana model PjBL merupakan model thitung 5,611 > ttabel =1,717 . Dari tabel di atas sesuai dengan kriteria, maka hipotesis nol melibatkan siswa dalam proses pembelajaran (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. Berarti terdapat pengaruh model mengerjakan dan menyelesaikan suatu proyek PjBL terhadap kemampuan menulis teks pembelajaran tertentu. deskripsi siswa yang memiliki penalaran Model PjBL yang diterapkan di kelas eksperimen yakni mempersiapkan siswa pada Uji hipotesis pengaruh penerapan situasi melakukan percobaan. Pembelajaran model PjBL terhadap kemampuan menulis ini memberikan kesempatan kepada siswa teks deskripsi pada siswa yang memiliki untuk melakukan proses kegiatan belajar yang kemampuan penalaran rendah menunjukkan Siswa bahwa telah sesuai dengan kriteria, maka hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis percobaan hingga membuat kesimpulan. alternatih (H. Sehingga terdapat Dengan demikian, model PjBL dapat melatih pengaruh model PjBL terhadap kemampuan kemampuan siswa menulis teks deskripsi. menulis teks deksripsi siswa yang memiliki Siswa yang menerapkan model PjBL menjadi penelaran rendah. aktif jika dibandingkan dengan siswa yang Uji kemampuan menulis teks deskripsi melalui uji penalaran terhadap kemampuan menulis teks Hal ini dapat dilihat bahwa t-hitung Kemampuan Penalaran Pengaruh Kemampuan Tinggi Menulis Teks Deskripsi Rata-rata menulis teks deskripsi siswa yang memiliki PEMBAHASAN Model Pengaruh Model PjBL dan =7,573 > t-tabel =1. Pengaruh penalaran tinggi pada kelas eksperimen PJBL Terhadap Kemampuan Menulis Teks Deskripsi sebanyak 14 siswa dan kelas kontrol 8 siswa. Nilai rata-rata perbedaan besar antara kelas eksperimen dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia kelas kontrol dengan siginifkansi 0,05. Hasil Melalui uji hipotesis menunjukkan bahwa model peneliti, siswa yang memiliki penalaran pembelajaran yang diterapkan siswa yang memiliki penalaran tinggi berpengaruh secara Rendahnya penalaran siswa dalam menulis Hasil tersebut disebabkan karena memilik kemampuan logika yang tinggi dalam memahami apa yang akan ditulis, membuat hasil penulisan melalui hasil pengamatan menjadi lebih baik. Begitu juga dalam proses diskusi, siswa yang memiliki penalaran tinggi mampu aktif menyanggah pendapat temannya yang tidak sependapat melalui hasil pengamatan yang ditemukan. suatu proses berpikir dengan menghubunghubungkan bukti, fakta, petunjuk atau eviden, menuju kepada suatu kesimpulan. Semakin tinggi penalaran sehingga akan menghasilkan konsep dan pengertian. teks deskripsi disebabkan kurang aktif dan peka terhadap pengamatan yang dilakukan, sehingga menyulitkan siswa untuk melakukan pengembangan tulisan. Hal ini sejalan apa yang dikemukakan oleh 2. bahwa (Suriasumantri, merupakan makhluk yang berfikir, merasa. Sikap pengetahuan yang didapatkan lewat merasa atau berpikir. Hal ini mendukung teori yang dikemukakan oleh (Keraf, 1. penalaran merupakan Dengan memiliki penalaran rendah dapat mengikuti proses pembelajaran yang diajarkan dengan model PjBL dengan baik. Siswa dituntut mengikuti tahapan-tahapan PjBL sehingga kemampuan menulis teks deskripsi dapat Selama proses pembelajaran, siswa Pengaruh Model PJBL dan Kemampuan dibimbing untuk lebih aktif dan mengamati Penalaran Rendah terhadap Kemampuan langsung temuan serta melakukan diskusi Menulis Teks Deskripsi kelompok, selanjutnya dituangkan dalam Siswa rendah dilihat dari hasil hipotesis dengan nilai rata-rata penalaran, siswa yang termasuk penalaran rendah pada kelas eksperimen berjumlah 7 siswa dan kelas kontrol 13 siswa. hasil tulisan membuat kemampuan menulis dan pengembangan teks akan menjadi baik. Bimbingan dan kerja sama ini mendorong siswa yang memiliki penalaran rendah berbasis proyek terhadap kemampuan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia penalaran rendah dapat berpengaruh. Pengaruh Penalaran mata pelajaran menulis teks deskripsi sangat Terhadap Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Tingkat penalaran berpengaruh besar terhadap kemampuan menulis teks deskripsi. Hasil ini disebabkan karena siswa yang berkamampuan menulis teks deskripsi yang tinggi memiliki tingkat penalaran yang juga tinggi, sedangkan siswa yang memiliki kemampuan menulis teks deskripsi rendah merupakan siswa yang memiliki penalaran terhadap hasil penulisan. Hal ini sesuai dengan pendapat (Bakry, 1. yang menyatakan bahwa penalaran merupakan suatu konsep yang paling umum menunjuk pada salah satu proses pemikiran untuk sampai pada suatu kesimpulan sebagai pernyataan baru dari beberapa pernyataan lain yang telah diketahui melalui pengamatan. SIMPULAN Hasil pengamatan bahwa tingginya Berdasarkan hasil penelitian dan penalaran siswa dikarenakan sudah terjadi pembahasan dalam penelitian ini, secara umum dapat disimpulkan bahwa terdapat pengamatan dan diskusi kelompok dengan menggunakan model PjBL yang diterapkan di proyek dan penalaran terhadap kemampuan kelas eksperimen. Sebaliknya, rendahnya menulis teks deskripsi siswa. Secara umum penalaran siswa diakibatkan kurang aktifnya siswa dan hanya menerima pelajaran dari guru tampa adanya timbal balik antara guru dan siswa. Terdapat bukti, fakta, atau petunjuk melalui hasil Terdapat terhadap kemampuan menulis teks berpikir siswa dengan menguhubungkan Penalaran siswa merupakan proses Dengan kata lain, siswa berpikir terhadap kemampuan menulis teks secara sistematis dan logis dalam memperoleh kesimpulan dari hasil temuan yang dilakukan. penalaran tinggi. Oleh sebab itu, melalui model PjBL untuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. Terdapat BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. Alfabet. terhadap kemampuan menulis teks penalaran rendah. Terdapat pengaruh penalaran terhadap kemampuan menulis teks deskripsi. DAFTAR PUSTAKA Abidin. Desain Sistem Pembelajaran Konteks Kurikulum 2013. Refika. Sunarsih. Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Berita Pada Siswa Kelas Vi SMP Negeri 16 Singkawang. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1, 65Ae67. Suriasumantri. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Pustaka