849 JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 PENGARUH ATRAKSI WISATA TERHADAP MINAT BERKUNJUNG WISATAWAN DIPANTAI LAKEY KECEMATAN HUAoU KABUPATEN DOMPU Oleh Fitrah1. I Wayan Suteja2. Indrapati3 1,2,3 Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram Email : 1fitrahstp1@gmail. com, 2tejabula@gmail. com, 3indrapati29@gmail. Article History: Received: 19-10-2024 Revised: 21-10-2024 Accepted: 23-10-2024 Keywords: Atraksi Wisata. Minat Berkunjung Wisatawan. Pantai Lekay. Abstract : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh atraksi wisata terhadap minat berkunjung wisatawan di Pantai Lakey Kecamatan HuAou Kabupaten Dompu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan variabel penelitian meliputi atraksi wisata sebagai variabel bebas dan minat berkunjung wisatawan sebagai variabel terikat. Populasi pada penelitian sebanyak 1. wisatawan domestik maupun mancanegara. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan jumlah sampel sebanyak 92 responden dengan purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear sederhana dengan bantuan software aplikasi SPSS versi 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel atraksi wisata memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat berkunjung Hal ini dapat dilihat pada signifikansi sebesar 000 < 0. Selanjutnya memiliki hubungan yang positif dilihat dari nilai R yaitu sebesar 0. 245 atau 24. 5% sedangkan 5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteiliti dalam penelitian ini. PENDAHULUAN Atraksi wisata merupakan suatu hal yang penting dalam menarik wisatawan untuk mengunjungi suatu tempat/daerah wisata. Suatu daerah dapat menjadi tujuan wisata jika kondisinya mendukung untuk dikembangkan menjadi sebuah atraksi wisata, hal ini karena atraksi wisata merupakan modal atau sumber kegiatan pariwisata. Sehingga untuk menemukan dan mengembangkan potensi pariwisata disuatu daerah, perlunya untuk berpedoman pada hal yang dicari oleh wisatawan. Terdapat tiga hal atraksi wisata yang menarik wisatawan untuk berkunjung diantaranya atraksi wisata alam, atraksi wisata budaya dan atraksi wisata buatan manusia itu sendiri. Modal kegiatan pariwisata dapat dikembangkan menjadi atraksi wisata ditempat, dimana modal tersebut ditemukan. Ada modal kegiatan pariwisata yang dapat dikembangkan sehingga dapat menahan wisatawan selama berhari-hari dan dapat berkali-kali dinikmati, atau bahkan pada kesempatan lain wisatawan bisa berkunjung ketempat yang sama. Keberadaan atraksi wisata menjadi alasan serta motivasi wisatawan untuk mengunjungi suatu daya tarik wisata. Saat ini minat berkunjung wisatawan di NTB mengalami peningkatan, hal ini dapat dilihat dari data yang terpublish pada website resmi Dinas Pariwisata NTB, pada data tersebut terlihat peningkatan pada tahun 2022 mulai dari bulan januari sampai pada bulan desember mengalami peningkatan dengan total kunjungan terakhir mencapai 154. 209 wisatawan yang a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Hal ini karena NTB memiliki ragam potensi wisata yang menarik dan terbukti dari jumlah kunjungan wisatawan yang terus mengalami peningkatan. Tabel 1. Data Kunjungan Wisatawan Ke Provinsi NTB Tahun 2022 JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN KE PROVINSI NTB TAHUN 2022 BULAN WISMAN WISNUS JANUARI PEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOPEMBER DESEMBER JUMLAH Sumber: Dinas Pariwisata NTB 2024 Salah satu daerah yang cukup dikenal oleh wisatawan dengan kekayaan potensinya adalah Kabupaten Dompu yang merupakan sebuah kabupaten dibagian tengah pulau Sumbawa. Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki potensi alam, budaya maupun buatan manusia. Menurut Hanafi selaku staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu Cabang HuAou. Kabupaten Dompu mengalami peningkatan jumlah kunjungan wisatawan pada tahun 2023 000 wisatawan domestik dan 380. 800 wisatawan mancanegara. Salah satu daya tarik wisata yang cukup dikenal di Kabupaten Dompu adalah pantai Lakey HuAou yang memiliki beberapa atraksi wisata seperti selancar, melihat sunset, melihat berbagai macam ikan jika air laut surut, berenang, berjalan menyusuri pantai dan selancar Berdasarkan observasi awal yang dilakukan pada tanggal 29 mei 2024, peneliti menemukan beberapa fakta dilapangan yaitu atraksi wisata yang ada di Pantai Lakey masih minim atau kegiatan yang ada di objek tersebut masih terlalu sedikit. Hal ini dapat mengurangi minat wisatawan untuk mengunjungi destinasi tersebut dan berdampak pada perkembangan pariwisata diwilayah tersebut secara keseluruhan. Selain itu, fasilitas penunjang atraksi wisata seperti penyewaan papan surfing telah tersedia dengan lengkap oleh pihak pengelola, terdapat pemandu untuk wisatawan yang ingin menikmati atarksi wisata. Pada atraksi wisata seperti selancar, peneliti menemukan bahwa pihak pengelola tidak menyediakan fasilitas p3k jika terjadi kecelakaan pada saat wisatawan yang melakukan kegiatan selancar. Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan kajian lebih lanjut terkait Pengaruh Atraksi Wisata terhadap Minat Berkunjung Wisatawan di Pantai Lakey Kecamatan HuAou Kabupaten Dompu. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 LANDASAN TEORI Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: Motivasi wisatawan Menurut (Setiadi, 2003:. menyatakan motivasi merupakan komponen yang penting dalam diri wisatawan untuk proses pengambilan keputusan dalam mengunjungi daya tarik wisata yang akan dikunjunginya. Dalam proses motivasi wisatawan akan mempersiapkan daya tarik wisata yang memungkinkan untuk dikunjungi, persepsi ini didapat dari persepsi personal/individual, pengalaman dan informasi yang wisatawan dapatkan. Dengan demikian motivasi wisatawan diartikan sebagai pemberi daya penggerak yang menciptakan dorongan kepada seseorang dalam melakukan kegiatan, dan sebagai penyebab, penyalur, dan dalam bertindak yang terintegrasi dengan segala upaya untuk mencapai kepuasan. Menurut Esichaikal. , . menyatakanya AuMotivation is a state of need or a condition that drives an individual toward certain types of action that are seen as likely to bring satisfactionAy. Motivasi merupakan situasi yang mendorong seseorang terhadap suatu aktivitas serta mungkin akan membawa kepuasan. Seseorang melakukan suatu perjalanan wisata karena dipengaruhi oleh faktor pendorong dan penarik. Faktor pendorong . merupakan faktor yang datang dari diri wisatawan untuk memenuhi waktu senggangnya, sedangkan faktor penarik . adalah faktor yang berasal dari keadaan atau daya tarik wisata yang ingin dikunjungi (Abdillah, 2. Menurut Alghamdi . faktor pendorong yang memotivasi wisatawan untuk berwisata adalah: Escape motiver Motif seseorang untuk melarikan diri dari rutinitas untuk keluar dari rutinitas sehari-hari dan stres dari lingkungan sekitar rumah maupun tempat mereka bekerja. Relaxation Motif seseorang untuk menyegarkan diri secara mental dan fisik dari tekanan sehari-hari. Prestige Motif seseorang secara sosial-psikologi sebagai wisatawan untuk memiliki status tinggi dimata orang lain, untuk mendapatkan rasa hormat orang lain, untuk mempengaruhi orang lain, atau memenuhi impian seseorang untuk mengunjungi sebuah tempat. Family and friend togetherness Motif seseorang melakukan perjalanan wisata untuk beriteraksi dengan keluarga dan teman sehingga meningkatkan hubungan keluargaan. Knowladge Knowledge Motif seseorang melakukan perjalanan wisata untuk meningkatkan pegetahuan dan mendapatkan pengalaman baru. Sport motivations Sport motivations Motif seseorang melakukan perjalanan wisata yang membawa seseorang untuk melakukan kegiatan fisik, untuk menonton kegiatan fisik, atau untuk mengunjungi atraksi yang terkait dengan kegiatan fisik. Adventure Adventure Motif seseorang untuk mendapatkan pengalaman menarik yang beresiko yang tidak diketahui atau bahkan berbahaya sebagai kegiatan rekreasi terutama diluar ruangan sehingga mendapatkan pengalaman baru, menikmati lingkungan unik, atau uji keterampilan Enjoying natural resources a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Enjoying natural resources Motif seseorang melakukan perjalanan wisata untuk menikmati sumber daya alam yang ada dengan melihat pemandangan yang ada. Faktor penarik yang memotivasi wisatawan untuk berwisata adalah: Historical Terdapatnya bangunan dan tempat bersejarah yang menarik perhatian wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata ke tempat wisata tersebut. natural enivorment and weather attraction Faktor lingkungan dan cuaca yang alami pada tempat wisata yang menarik dijadikan tujuan liburan bagi wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata. eskpenditure and low travel cost factor Total pengeluaran yang rendah dalam pembiayan perjalanan wisata menjadi faktor penarik wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata ke tempat tersebut. sport and outdoor activties Adanya olahraga dan aktivitas ruangan pada tempat wisata yang menarik perhatian wisatawan untuk melakukan perjalanan ke tempat wisata agar dapat berpartisipasi dalam aktivitas tersebut. Atraksi Wisata Menurut Roger dan Slinn . dalam Jushendriawati . menyatakan bahwa atraksi wisata adalah segala sesuatu yang terdapat di objek wisata yang menjadi daya tarik sehingga wisatawan berkunjung ke tempat tersebut. Menurut Yoeti . dalam Arrazi dan Nugraha . atraksi wisata adalah salah satu hal penting yang harus ada, something to do . esuatu untuk dilakuka. , something to see . esuatu untuk diliha. , dan something to buy . esuatu untuk dibel. Hal tersebut mengacu pada objek wisata adalah semua hal yang disediakan atau bersumber pada alam yang menarik untuk dilihat dan dirasakan oleh wisatawan. Menurut Yoeti . dalam Arrazi dan Nugraha . , objek wisata yang dapat diminati oleh wisatawan, ditentukan dalam tiga kriteria, yaitu: Something to see, yaitu objek wisata yang harus mempunyai sesuatu yang bisa dilihat atau dijadikan tontonan oleh wisatawan. Maksudnya, objek tersebut harus dapat menarik minat wisatawan yang sedang berada di daerah tersebut. Something to do, yaitu kegiatan yang dapat dilakukan oleh wisatawan agar mendapat rasa senang, relax, ataupun bahagia yang berupa fasilitas rekreasi yang disediakan berupa tempat makan atau arena bermain. Something to buy, yaitu fasilitas yang disediakan untuk wisatawan berbelanja yang pada umumnya adalah ciri khas dari daerah yang dikunjungi berupa oleh-oleh. Adapun indikator atraksi wisata menurut Widyaningrum . Tingkat keunikan Destinasi wisata diperlukannya tingkat keunikan yang dijadikan daya tarik untuk mengundang wisatawan agar bersedia berkunjung ke objek wisata. Tingkat keindahan Keindahan biasanya dikaitkan dengan tolak ukur lain seperti fungsi, efisiensi, yang memberikan kepuasan dan memiliki ciri khas tersendiri. Kegiata rekreasi dalam pariwisata yang memanfaatkan potensi alam, untuk menikmati keindahan alam baik yang masih alami maupun buatan memiliki tingkat keindahan yang berbeda. Ketersediaan lahan Ketersedian lahan adalah tempat yang disediakan khusus oleh objek wisata untuk wisatawan agar bisa bersantai dan tempat untuk menikmati atraksi yang disediakan. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Minat Berkunjung Menurut Kotler dan Keller . menyatakan bahwa minat berkunjung adalah suatu perilaku wisatawan dalam memilih atau memutuskan pilihan berkunjung pada suatu obyek wisata yang berdasarkan pada pengalaman dalam berwisata. Adapun indikator minat berkunjung wisatawan menurut Ferdinand . Minat transaksional Kecenderungan seseorang untuk berkunjung, yang berarti pelanggan telah memiliki minat untuk mengunjungi lokasi tertentu yang ia inginkan. Minat refrensial Kecenderungan seseorang untuk mereferensikan tempat kepada orang lain, berarti bahwa seorang pelanggan yang ingin berkunjung akan merekomendasikan orang terdekatnya untuk juga berkunjung. Minat prefensial Menunjukkan perilaku seseorang yang memiliki preferensi utama terhadap lokasi tertentu, dapat diubah jika terjadi sesuatu dengan lokasi tersebut. Minat eksploratif Minat yang menunjukkan perilaku seseorang yang terus mencari informasi tentang wisata yang diminati untuk mendukung karakteristik positifnya. METODE PENELITIAN Pada penelitian ini akan digunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi yang diteliti yaitu wisatawan yang pernah mengunjungi destinasi wisata Pantai Lakey dengan teknik pengambil sampel yang digunakan adalah purposive sampling, karena pengambilan sampel dilaakukan sesuai dengan kriteria, yaitu wisatawan yang pernah berkunjung di destinasi wisata Pantai Lakey dapat dijadikan sampel. Berdasarkan hasil perhitungan rumus Slovin, didapatkan jumlah sampel 92 responden dengan pengumpulan data menggunakan angket. Data angket tersebut akan diukur menggunakan skala Likert dengan skor nilai atau bobot yang dapat dilihat pada Tabel Tabel 2. Skala Likert Respon Skor Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Netral (N) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Uji Validitas yang bertujuan untuk mengukur apakah data yang telah didapat setelah penelitian merupakan data yang valid atau tidak, dengan menggunakan alat ukur yang digunakan yaitu angket Sugiyono . 7: . Uji Reliabilitas yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran dengan menggunakan objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama Sugiyono . 7: . Uji Normalitas digunakan untuk mengkaji kenormalan variabel yang diteliti apakah data tersebut berdistribusi normal atau tidak. (Sugiyono . Uji Regresi Linear Sederhana bertujuan untuk mengetahuan seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Regresi digunakan untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan memprediksi variabel terikat dengan a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 menggunakan variabel bebas. Uji T digunakan untuk menguji seberapa jauh pengaruh variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini secara individual dalam menerangkan variabel dependen secara parsial. Uji koefisien determinasi, menurut (Ghozali, 2. , uji koefisien determinasi adalah untuk mengukur seberapa jauh model dapat menerangkan variasi dari variabel yang independent. HASIL DAN PEMBAHASAN Responden dalam penelitian sebanyak 94 dengan proses penyebaran angket kepada Berdasarkan hasil pengolahan data, maka diperoleh karakteristik responden berdasarkan usia, yang paling dominan adalah rentan usia 21-30 tahun dengan jumlah 58 Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin yang paling banyak adalah laki-laki sebanyak 49 responden. Sedangkan karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir terbanyak berada pada tingkat pendidikan SMA/SMK dengan jumlah 61 responden. Uji Validitas Berdasarkan hasil uji validitas bahwa seluruh pernyataan angket yang diajukan kepada responden adalah valid. Data dianggap valid apabila diperoleh hasil korelasi lebih besar dari rtabel yaitu 0. 361 pada taraf signifikansi 5%, maka dapat dikatakan bahwa pernyataan yang tersedia dalam angket penelitian ini adalah valid. Uji Reliabilitas Berdasarkan hasil pengujian reliabilitas dalam penelitian ini bahwa semua nilai Cronbach's Alpha pada variabel atraksi wisata (X) memiliki total 0. 570, sehingga dapat dinyatakan reliabel. Selanjutnya variabel minat berkunjung wisatawan (Y) juga dinyatakan reliabel, karena memiliki nilai Cronbach's Alpha sebesar 0. Dari hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel-variabel yang ada dalam penelitian ini dinyatakan reliabel, karena nilai r alpha harus lebih besar dari 0,60. Uji Normalitas Berdasarkan uji normalitas bahwa hasil dari pengujian normalitas Kolmogorov-Smirnov 146 dan nilai tersebut lebih besar dari 0. 05 yang dapat disimpulkan bahwa residual pada test statistic kolmogorov tersebut dapat dikatakan normal. Uji Regresi Sederhana Berdasarkan hasil uji regresi sederhana bahwa nilai koefisien konstan yaitu sebesar 866, koefisien variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) adalah sebesar 0. Sehingga diperoleh model persamaannya sebagai berikut: Y = 13. Berdasarkan persamaan pada uji diatas diketahui bahwa nilai koefisien konstan sebesar 866 yang berarti bahwa jika tidak ada variabel atraksi wisata maka minat berkunjung memiliki Selanjutnya nilai koefisien regresi variabel atraksi wisata terhadap minat berkunjung wisatawan bernilai positif sebesar 0. 429, dimana setiap kenaikan satu-satuan variabel atraksi wisata akan menyebabkan kenaikan minat berkunjung wisatawan 0. Uji Parsial T Berdasarkan hasil uji parsial t menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 5. 403 yang berarti lebih besar dari t tabel, kemudian nilai signifikan yang diperoleh sebesar 0. 000 yang berarti lebih kecil dari 0. 05, maka H0 dalam penelitian ini ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel atraksi wisata terdapat pengaruh yang signifikan terhadap variabel minat berkunjung wisatawan. Koefisien Determinasi (R. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Nilai R Square pada hasil pengujian koefisien determinasi adalah 0. 245 yang bermakna bahwa atraksi wisata mempengaruhi minat berkunjung wisatawan sebesar 24%, sedangkan sisanya 76% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh atraksi wisata terhadap minat berkunjung wisatawan di pantai Lakey. Peneliti telah melakukan pengolahan data sebelumnya, dan pembahasan ini berdasarkan pada pengajuan hipotesi yaitu: Pengaruh atraksi wisata terhadap minat berkunjung wisatawan di panta Lakey. Menunjukkan hasil bahwa H1 dalam penelitian ini diterima dan H0 ditolak, yang berarti bahwa terdapat pengaruh yang siginifikan antara atraksi wisata terhadap minat berkunjung. Hasil tersebut sejalan dengan teori yang dikemukanan oleh Setiadi . menyatakan bahwa motivasi merupakan komponen yang penting dalam diri wisatawan untuk proses pengambilan keputusan dalam mengunjungi daya tarik wisata yang akan dikunjunginya. Artinya tinggi rendahnya motivasi wisatawan terhadap minat berkunjungnya dipengaruhi oleh atraksi wisata yang diminati wisatawan tersebut. Peneliti terdahulu juga telah melakukan peneltian terkait atraksi wisata terhadap minat berkunjung yang dilakukan oleh Ramanda, dkk . hasil penelitian menunjukan bahwa atraksi wisata yang terdapat ditempat wisata Scientia Square Park memiliki pengaruh besar kepada minat berkunjung dan berdasarkan hasil pengujian terdapat pengaruh antara variabel (X) atraksi wisata terhadap variabel (Y) minat berkunjung. Begitupun dalam penelitian ini yang memiliki pengaruh terhadap minat berkunjung. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai atraksi wisata terhadap minat berkunjung wisatawan di Pantai Lakey Kecamatan HuAou Kabupaten Dompu yang telah dikaji menggunakan teori motivasi wisatawan, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa variabel atraksi wisata memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat berkunjung. Hal ini dapat dilihat pada signifikansi sebesar 0. 000 < 0. Selanjutnya memiliki hubungan yang positif dilihat dari nilai R yaitu sebesar 0. 245 atau 24. 5% sedangkan 75. 5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteiliti dalam penelitian ini. Saran Berdasarkan kesimpulan diatas, maka terdapat saran dar peneliti: Kepada pihak pengelola wisata, diharapkan dapat mengembangkan daya tarik wisata dengan cara memperbanyak atraksi wisata di Pantai Lakey, sehingga wisatawan bisa menikmati berbagai atraksi wisata yang ada. Bagi pihak masyarakat yang berada disekitar Pantai Lakey diharapkan bekerja sama dengan pihak pengelola dalam mengembangkan daya tarik wisata dengan cara memperbanyak lagi atraksi wisata di Pantai Lakey. Kepada peneliti selanjutnya, diharapkan dapat melanjutkan penelitian ini dengan memperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi minat berkunjung wisatawan di pantai Lakey. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 DAFTAR PUSTAKA