JSI (Jurnal Sistem Informas. Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma p-ISSN: 2355-9675 e-ISSN: 2541-3228 Perancangan Aplikasi Quality Kuesioner Counter Check-in Officer Citylink Airline Berbasis Desktop di Bandara XYZ Alcianno G. Gani. Hari Mantik Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Localghost2000@gmail. Info Artikel ABSTRAK Histori Artikel: Diajukan: December 20, 2024 Direvisi: December 23, 2024 Diterima: January 2, 2025 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kualitas pelayanan petugas konter check-in maskapai Citylink di Bandara XYZ. Penelitian ini dilakukan terhadap penumpang maskapai Citylink yang menggunakan check-in secara manual di konter check-in. Metode penelitian ini yaitu dengan metode pengembangan sistem menggunakan alur waterfall yang berurutan dari langkah satu ke langkah berikutnya secara berurutan. Perancangan aplikasinya menggunakan Visual studio sebagai program alat bantu untuk menampilkan hasil dan mengisi kuesionernya,kemudian menggunakan SPK (Sistem Pendukung Keputusa. dengan metode SAW(Simple Additive Wightenin. untuk menentukan kualitas pelayanan nya di kategori mana. Setelah mengolah data dan menghitung menggunakan SPK dengan metode SAW di dapatkan hasil kualitas pelayanan petugas konter check-in maskapai Citylink memiliki nilai VAR= 2. 338 dan berada pada tingkat AuCukupAy. Kata kunci: SAW (Simple Additive Weightin. SPK (Sistem Penunjang Keputusa. Kualitas Pelayanan. Konter Check-in Keywords: SAW (Simple Additive Weightin. SPK (Decision Support Syste. Service Quality. Check-in Counter Penulis Korespondensi: Alcianno G. Gani Email: localghost2000@gmail. The aim of this study is determine the service quality of counter check-in officer Citylink airline in XYZ Airport. The study was conducted on XYZ passanggers using manual counter check-in. The study method is development system that use waterfall plot which is sequential from one to the next step. Design oapllication use Visual Studio as program, then use DSS with SAW method. for determining quality of counter check-in officer in the category. After processing the data and calculating using SPK with the SAW method, the results obtained showed that the quality of service of Citylink airline check-in counter officers had a VAR value of 2. 338 and was at the "Sufficient" level. Copyright A 2024 Author. All rights reserved PENDAHULUAN Teknologi berkembang pesat. Salah satunya terjadi pada sektor transportasi. Transportasi sendiri terbagi menjadi tiga bagian yaitu transportasi laut, transportasi darat dan transportasi udara. Transportasi udara dilakukan dengan pesawat terbang. Selain karena terbang lebih efisien dan efektif, banyak orang bepergian dengan pesawat. Bandara ada karena pesawat dapat menjangkau daerahdaerah terpencil yang tidak terjangkau transportasi darat dan laut. Bandar Udara adalah suatu lapangan udara yang digunakan untuk lepas landas pesawat udara, menaiki dan menurunkan pesawat udara, menaikkan dan menurunkan penumpang, bongkar muat barang dan surat, mempunyai fasilitas keselamatan penerbangan, dan digunakan sebagai tempat perpindahan antar berbagai moda transportasi (Wahyuni & Rachmawati, 2. Salah satunya yaitu Bandara XYZ, yang merupakan bagian dari 14 bandara yang dikelolah oleh PT Angkasa Pura II. Bandara XYZ melayani penerbangan komersil & non komersil. Serta melayani ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) aneka macam rute penerbangan menggunakan beberapa maskapai. Maskapai penerbangan komersil yang beroperasi pada Bandara XYZ itu sendiri terdiri dari Citylink. Batik Air, & Wings Air. Bandara XYZ mempunyai aneka macam fasilitas buat menunjang pelayanan yang baik. Seperti konter check-in, e-kiosk, self check-in, mushollah, ruang tunggu, ruang menyusui anak, ruang merokok, toilet, dan lainlain. Di bagian check-in, sering terjadi masalah, seperti penumpang gagal check-in karena antrian penumpang yang padat dan hanya ada beberapa check-in counter. Selain itu, calon penumpang yang sudah mengantri seringkali tidak melakukan check-in karena tidak ada pemberitahuan dari petugas konter check-in bahwa check-in tutup 30 menit sebelum pesawat boarding. II. METODE Metode Simple Additive Weightning (SAW) adalah metode yang paling umum digunakan. Karena algoritmanya yang tidak terlalu kompleks, metode ini juga paling mudah digunakan. Konsep dasar metode SAW, yang sering disebut sebagai metode penjumlahan terbobot, adalah untuk menemukan penjumlahan terbobot dari rating kinerja untuk setiap alternatif pada semua atribut. Untuk mencapai tujuan ini, metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang tersedia (Kusumantara. Mukaromah, & Putra, 2. Metode Simple Additive Weighting (SAW) merupakan salah satu metode pengambilan keputusan multi-kriteria yang sering digunakan karena sederhana dan mudah diterapkan. Beberapa penelitian yang menggunakan metode SAW adalah: AuAnalisis Perbandingan Deviasi Metode SAW - WP - TOPSIS Pada Sembarang Kasus MADMAy (Kusumantara et al. , 2. Penelitian ini membahas tentang sistem pengambilan keputusan dan analisis terhadap perbandingan dalam suatu organisasi. AuSistem Pendukung Keputusan Pemilihan Marketplace dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW)Ay (Sari & -, 2. Penelitian ini membahas tentang sistem pendukung keputusan untuk mengetahui Marketplace mana yang diminati dalam pertumbuhan penggunaan Marketplace sebagai aplikasi berbelanja, didukung dengan factor kebiasaan aktivitas selama pandemic covid-19. AuSistem Pendukung Keputusan Calon Penerima Program Bantuan Sosial (BANSOS) Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW)Ay (Suprapto. Edora, & Pasaribu. Penelitian ini membahas tentang proses identifikasi dan proses pemilihan penerima program bantuan sosial di Kp kaceot peduli2 Kerawang barat. Tabel 1 Penelitian Terkait Nama Peneliti Kusumantara et al. , 2022 Sari & -, 2023 Suprapto. Edora, & Pasaribu. Deskripsi Memfokuskan pada perbandingan deviasi metode SAW - WP - TOPSIS pada pengambilan keputusan dan analisis terhadap perbandingan perangkingan. suatu organisasi Membahas tentang sistem pendukung keputusan untuk mengetahui Marketplace mana yang diminati dalam pertumbuhan penggunaan Marketplace sebagai aplikasi berbelanja, didukung dengan faktor kebiasaan aktivitas selama pandemi covid19 Membahas tentang proses identifikasi dan proses pemilihan penerima program bantuan sosial di Kp kaceot peduli2 Kerawang barat. Menggunakan metode SAW ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Metode dalam Pengumpulan data Metode Observasi Pengamatan dan mengumpulkan data secara langsung tentang infromasi mengenai tentang cara kerja petugas konter check-in maskapai Citylink di Bandara XYZ. Metode wawancara Wawancara dengan petugas konter check-in maskapai Citylink di Bandara XYZ. Metode Studi Pustaka Untuk mempermudah pengumpulan data tambahan yang diperlukan untuk penulisan penelitian, maka digunakan buku-buku referensi dan pencarian internet. Metode Pengembangan Sistem Metode yang digunakan yaitu metode waterfall. Yaitu pengerjaan dari suatu sistem dilakukan secara berurutan atau secara linear. Jadi jika langkah satu belum dikerjakan maka tidak akan bisa melakukan pengerjaan langkah dua, tiga dan seterusnya. Tahapan ke-3 akan dilakukan secara otomatis jika tahap ke-1 dan ke-2 sudah dilakukan. Metode waterfall mempunyai langkah-langkah sebagai Analisa Pada tahap ini, analisis sistem dan prosedur yang umum dilakukan dan penentuan fungsi-fungsi pelayanan dilakukan. Kebutuhan petugas potensial yang secara langsung terlibat dalam sistem, termasuk petugas konter check-in, diidentifikasi secara khusus. Desain Sistem Proses di mana perangkat pemodelan sistem seperti Use Case Diagram dan Entity Relationship Diagram digunakan untuk mengatur dan merancang sistem untuk menyelesaikan masalah saat Code Generation Pada tahap ini, program perancangan sistem sudah mulai dibangun. Sistem ini akan mengubah desain menjadi source code program dengan VB. NET PEMBAHASAN 1 Analisa Sistem Berjalan Prosedur sistem pelayanan petugas konter check-in manual yang sedang berjalan di Bandara XYZ sebagai berikut: Penumpang masuk SCP1. Penumpang memberikan berkas tiket dan data diri kepada petugas Aviation Security. Petugas Aviation Security menerima berkas tiket dan data diri dan mengizinkan masuk. Penumpang memberikan lampiran tiket dan data diri ke petugas konter check-in manual. Petugas konter check-in memasukan data lampiran tiket ke sistem penumpang yang ada. Petugas mencetak boarding pass tiket penumpang. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Penumpang Petugas Aviation Security Petugas Konter Check-in Manual START MASUK SCP 1 Memberikan Lampiran Tiket pesawat dan kartu identitas diri Menerima dan memeriksa lampiran tiket Memasukan data tiket ke sistem yang ada Cetak Boarding pass tiket END Gambar 3. 1 Flowmap Sistem yang Berjalan Use Case Diagram Sistem yang sedang berjalan Usecase diagram sistem yang sedang berjalan mempunyai alur dari penumpang masuk ke SCP1 memberi berkas data tiket dan kartu identitas ke petugas Avsec, petugas Avsec memeriksa ,kemudian penumpang menuju konter check-in petugas konter check-in memasukan data penumpang untuk cetak boarding pass tiket pesawat. masuk scp 1 Memberikan lampiran tiket pesawat dan kartu identitas menerima dan memeriksa lampiran tiket pesawat Petugas Aviation Security Memberikan lampiran tiket pesawat dan kartu Memasukan data lampiran tiket ke Mencetak boarding pass tiket pesawat penumpang yang check-in Petugas check-in Gambar 3. 2 Use Case Diagram yang berjalan ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Permasalahan Yang Dihadapi Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada proses saat petugas konter check-in melakukan pelayanan, maka ditemukan permasalah yaitu: Proses penanganan yang terjadi ketika petugas kurang memberikan informasi kepada penumpang tentang check-in ditutup 30 menit sebelum pesawat boarding. Alternatif pemecahan masalah Alternatif yang dapat digunakan untuk pemecahan masalah tersebut adalah dengan merancang sistem pendukung keputusan untuk mengetahui kualitas pelayanan petugas konter check-in di Bandara XYZ. Use case diagram yang diusulkan Use case diagram digunakan untuk memudahkan dalam menganalisa skenario yang akan kita gunaka pada fase selanjutnya. Berikut merupakan skenario usecase yang diusulkan: Nama Usecase Login Input name <> Login <> Input Password Admin Gambar 3. 3 Usecase Login Aktor : Admin Tujuan : Verifikasi login Tabel 3. 1 Usecase diagram Form Login Admin Sistem Memasukan username dan password Memeriksa valid tidaknya data masukan dengan memeriksa ke tabel user login Menampilkan pesan login tidak valid Memasukan username dan password yang valid Memeriksa Valid tidaknya data masukan dengan memeriksa ke tabel login user Masuk ke aplikasi ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Nama Use case Menampilkan isi data File data menu utama Kuesioner Hasil User Gambar 3. 4 Usecase Menampilkan isi data Aktor : Admin Tujuan : Menampilkan data penumpang Tabel 3. 2 Usecase Menampilkan Isi Data Admin Sistem Masuk ke menu utama Masuk ke file data Menampilkan data penumpang yang telah mengisi data diri Nama Usecase Menampilkan hasil penilaian kuesioner file data Isi data Admin Gambar 3. 5 Usecase Menampilkan hasil penilaian Aktor : Admin Tujuan : Menampilkan hasil pengisian kuesioner ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Tabel 3. 3 Use case Menampilkan hasil kuesioner Admin Sistem Masuk ke menu utama Masuk ke hasil kuesioner Menampilkan data penumpang yang telah mengisi pertanyaan kuesioner Diagram Aktivitas Yang Diusulkan Diagram aktivitas dari sistem yang diusulkan responden harus melakukan login terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan lainnya. Berikut diagram aktivitas diagram yang diusulkan: USER SISTEM DATABASE Mulai Membuka Aplikasi Menampilkan aplikasi Memasukan name dan password Form Login Menampilkan data Data Valid Selesai Gambar 3. 6 Diagram Aktivitas Sequence Diagram yang diusulkan 1 Sequence diagram Login Admin login pada form login yang sudah disediakan, selanjutnya admin memasukkan username dan passwords yang telah diminta oleh sistem, lalu sistem mengirim ke database untuk validasi apakah username dan passwords tersebut valid atau tidak. Setelah valid, maka akan masuk ke tampilan awal ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Gambar 3. 7 Login Sequence Diagran 2 Sequence diagram melihat data diri Admin Menu menampilkan data tbl_penumpang Melihat data Menampilkan data Request nampilin data Gambar 3. 8 Sequence diagram melihat data diri ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) 3 Sequence diagram menampilkan hasil kuesioner Menu hasil kuesioner Admin Melihat hasil kuesioner Request nampilin hasil kuesioner Menampilkan hasil kuesioner Gambar 3. 9 Sequence diagram melihat hasil kuesioner 8 Rancangan database yang diusulkan 1 Entity Relationship Diagram Username Password Login Kode_penumpang MENAMPILKAN Data Diri Kode_penumpang Jawaban 1 Jenis Kelamin Jawaban 2 MENAMPILKAN Jawaban 3 Gambar 3. 10 ERD ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) 2 Tabel Database Database name : informasi 1 Tabel login no Nama Field Username Password Type Varchar Varchar Keterangan PrimaryKey Tabel tbl_penumpang Nama field Kode_penumpang Nama Jenis_kelamin Umur Pekerjaan Alamat Type Varchar Varchar Varchar Varchar Varchar Varchar Keterangan Primary key Tabel kuesioner Nama field Kode_penumpang Jawaban1 Jawaban2 Jawaban3 Jawaban4 Jawaban5 Jawaban6 Jawaban7 Jawaban8 Jawaban9 Jawaban10 Jawaban11 Jawaban12 Jawaban13 Jawaban14 Jawaban 15 Type Varchar Varchar Varchar Varchar Varchar Varchar Varchar Varchar Varchar Varchar Varchar Varchar Varchar Varchar Varchar Keterangan Primary key 9 Implementasi Sistem 1 Analisis Variable . Variable Input Berikut adalah Variabel Input yang digunakan: Nilai yang mengukur kehandalan pelayanan petugas konter check-in maskapai Citylink. Nilai yang mengukur daya tanggap petugas. Nilai yang mengukur jaminan informasi waktu keberangkatan yang petugas berikan. Nilai yang mengukur empati petugas kepada penumpang. Nilai yang mengukur kualitas dan kuantitas penampilan fisik petugas yang melayani Variable Output Alternatif Output yang dihasilkan, diurutkan dari yang tertinggi ke yang terendah, adalah hasil akhir dari penilaian kualitas pelayanan yang dilakukan oleh petugas konter check-in maskapai Citylink. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) 2 Kriteria yang Dibutuhkan . Bobot Penilaian Kriteria dan bobot yang digunakan dalam menilai kualitas pelayanan pada petugas konter checkin maskapai adalah: C1= Keandalan. C2= Daya Tanggap. C3= Jaminan. C4= Empati. C5= Sarana Fisik Setiap kriteria diatas, ditentukan bobotnya dengan menggunakan lima bilangan fuzzy yaitu: . Sangat Buruk, . Buruk, . Cukup, . Baik, dan . Sangat Baik. Bobot Kriteria C1= 0,6. C2= 0,4. C3= 0,8. C4= 0,5. C5= 0,2 10 Kriteria Keandalan Tiga indikator yang menjadi kriteria untuk keandalan yaitu: Kemampuan pelayanan petugas Keakuratan petugas dalam melakukan pelayanan jasanya Konsistensi petugas dalam pelayanan jasa 11 Kriteria Daya Tangkap Tiga indikator yang menjadi kriteria untuk daya tanggap yaitu: Kemampuan dalam mengatasi masalah dengan cepat dan tanggap pada setiap keluhan konsumen. Kemampuan untuk dapat memberikan pelayanan dengan cepat . nformatif dalam komunikas. Petugas dan konsumen dapat bekerjasama dengan baik (Tata Terti. 12 Kriteria Jaminan Tiga indikator yang menjadi kriteria untuk jaminan yaitu: Pengetahuan dan keterampilan petugas dalam menjalankan tugasnya Petugas dapat diandalkan Petugas dapat bekerjasama dengan kosumen (Tata Terti. 13 Kriteria Empati Tiga indikator yang menjadi kriteria untuk empati yaitu: Petugas peduli dengan keingin penumpang Petugas cepat menanggapi keluhan konsumen Petugas sopan dan Ramah saat melayani 14 Kriteria Aspek Fisik Tiga indikator yang menjadi kriteria untuk sarana fisik yaitu: Petugas berpakaian rapi Petugas selalu tersenyum Petugas melayani dengan cepat 15 Bobotan Alternatif untuk Setiap Kriteria Peneliti menghitung nilai atribut alternatif petugas konter check-in maskapai Citylink berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh peneliti terhadap kualitas pelayanan petugas konter check-in setelah meng-observasi. Nilai dari penilaian ini dikonversikan ke dalam tabel bobot untuk setiap kriteria, dan nilai dari atribut alternatif lainnya dihitung oleh peneliti untuk menentukan tingkat kualitas pelayanan petugas konter check-in maskapai Citylink. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Tabel 3. 4 Nilai Setiap Alternatif 16 Normalisasi Setiap Kriteria Normalisasi setiap kriteria dapat dilakukan dengan cara melakukan perhitungan pada Nilai Rating Kinerja Ternormalisasi (Ri. pada altenatif Ai dari atribut Cj. Nilai ini dihitung menggunakan persamaan yang disesuaikan dengan jenis atribut, yaitu atribut biaya/biaya atau atribut keuntungan/benefit. Untuk atribut keuntungan, nilai (Xi. diperoleh dengan membagi nilai Max dari setiap atribut dengan nilai Min dari setiap kolom. Atribut biaya, nilai (Xi. diperoleh dengan membagi nilai Max dari setiap atribut yang memiliki nilai Min dari setiap kolom. Hasil perhitungannya adalah sebagai berikut: Tabel 4. 15 Faktor Ter-normalisasi ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Ditampilkan dalam bentuk matriks: 17 Perhitungan Perhitungan dibuat dengan cara mengalikan tiap-tiap kolom pada tabel yang memiliki bobot kriteria yang telah ditentukan. Dengan menggunakan persamaan sebagai berikut: VAR = . = 0. = 2. = . = 0. = 0. = . 5 X 0. = 0. = 1. = . 2 X 0. = 0. = 1. = . = 0. = 1. = . = 0. = 2. Hasil dari perhitungan tersebut diatas adalah sebagai berikut: VAR= 2. V1= 0. V2= 1. V3= 1. V4= 1. V5= 2. Nilai VAR merupakan hasil dari penilaian yang dilakukan terhadap kualitas pelayanan petugas pada konter check-in maskapai Citylink dan nilai tersebut melampaui Alternatif Cukup (V. dan memiliki nilai dibawah nilai Alternatif Baik (V. Dari hasil perhitungan tersebut dapat diambil ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) kesimpulan yaitu kualitas pelayanan pada konter check-in maskapai Citylink ada pada tingkat AuCukupAy. IV. KESIMPULAN 1 Kesimpulan Kualitas pelayanan pada konter check-in maskapai citylink memiliki nilai VAR= 2. 338 dan berada pada tingkat AuCukupAy. Penelitian ini berhasil membuat aplikasi kuesioner berbasis dekstop untuk mengetahui tingkat kualitas pelayanan petugas konter check-in melalui Sistem Penunjang Keputusan dengan metode SAW. Saran Karena aplikasi ini dirancang berbasis desktop, pengembangannya ke dalam platform berbasis web menjadi rekomendasi strategis. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas, fleksibilitas, dan kenyamanan pengguna dalam melakukan pengisian data, terutama bagi mereka yang membutuhkan akses lintas perangkat. Dengan berbasis web, aplikasi dapat diakses secara lebih luas melalui jaringan internet, sehingga mendukung efisiensi operasional dan produktivitas pengguna. DAFTAR PUSTAKA