Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN 2654-8100 https://gk. com/gk Volume 17. Nomor 2. Desember 2025 KOMBINASI MASSAGE EFFLEURAGE DAN MUSIK KLASIK TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA 1 Vita Triani Adi Puteri1. Lestari Puji Asuti1. Asih Nur A. Prodi Sarjana Terapan Kebidanan Universitas Karya Husada Semarang. Jl. Kompol R. Soekanto No. Semarang. Indonesia. Kodepos : 50276 Info Artikel: Disubmit: 24-11-2025 Direvisi: 16-12-2025 Diterima: 17-12-2025 Dipublikasi: 27-12-2025 Penulis Korespondensi: Email: vita@stikesyahoedsmg. Kata kunci: Nyeri Persalinan. Massage Effleurage. Musik Llasik DOI: 10. 47539/gk. ABSTRAK Nyeri persalinan adalah kejadian sensasi fisik yang terkait dengan kontraksi uterus, dilatasi dan penipisan serviks, serta penurunan janin selama persalinan. Nyeri persalinan mulai muncul pada persalinan kala I fase laten saat pembukaan 0-3 cm, nyeri tersebut menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan, saat pembukaan 47 cm yang dirasakan nyeri agak menusuk dan saat pembukaan 7-10 cm yang dirasakan nyeri menjadi lebih hebat, menusuk dan kaku. Salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat digunakan dalam mengurangi nyeri persalinan yaitu massage effleurage dan musik Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Kombinasi Massage Effleurage Dan Musik Klasik Terhadap Nyeri Persalinan Kala 1 Di Puskesmas Kandeman Kabupaten Batang. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasy experimental dengan one group pretest posttest Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang yang diberikan perlakuan massage effleurage dan terapi musik klasik. Penelitian ini menggunakan uji wilcoxon. Dari uji Wilcoxon didapatkan hasil ada pengaruh kombinasi massage effleurage dan musik klasik terhadap nyeri persalinan kala I. Dalam penelitian ini rata-rata nilai pre test nyeri persalinan adalah 5 dan rata-rata nilai post test nyeri persalinan adalah 3 sedangkan nilai p value nya adalah 0,000. Sehingga hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh kombinasi massage effluerage dan musik klasik terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif di Puskesmas Kandeman Kabupaten Batang. ABSTRACT Labor pain is a physiological response associated with uterine contractions, cervical dilation and effacement, and fetal descent during childbirth. Pain typically begins in the latent phase of the first stage of labor at cervical dilation of 0Ae3 cm and progressively intensifies as dilation increases. During the active phase . Ae7 c. , pain is perceived as sharper, and it becomes more intense and rigid at dilation of 7Ae10 cm. One nonpharmacological approach to reduce labor pain is the combination of effleurage massage and classical music This study aimed to examine the effect of combining effleurage massage and classical music on labor pain during the first stage of labor at Kandeman Community Health Center. Batang Regency. A quasiexperimental study with a one-group pretestAeposttest design was conducted. The sample consisted of 30 women in labor who received effleurage massage combined with classical music therapy. Labor pain intensity was measured before and after the intervention and analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. The results showed a significant reduction in labor pain following the intervention. The mean pain score decreased from 5 in the pretest to 3 in the posttest, with a statistically significant difference . < 0. Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN 2654-8100 https://gk. com/gk Volume 17. Nomor 2. Desember 2025 conclusion, the combination of effleurage massage and classical music therapy has a significant effect in reducing labor pain during the active phase of the first stage of labor at Kandeman Community Health Center. Batang Regency. Keywords: Classical Music. Effleurage Massage. Labor Pain PENDAHULUAN Persalinan normal merupakan proses keluarnya janin pada usia kehamilan 37-42 minggu. Janin lahir spontan dengan presentasi oksipital terjadi dalam waktu 18 jam tanpa komplikasi. Nyeri persalinan adalah kejadian sensasi fisik yang terkait dengan kontraksi uterus, dilatasi dan penipisan serviks, serta penurunan janin selama persalinan. Respon fisiologis pada nyeri meliputi peningkatan tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, keringat, diameter pupil, dan ketegangan otot (Nengsih L. Ciptiasrini U, 2. Rasa nyeri pada persalinan umum terjadi dan melibatkan fisiologis dan psikologis ibu. Sebanyak 90% persalinan disertai rasa nyeri pada 2. 700 ibu bersalin, diantaranya 15% nyeri ringan, 35% nyeri sedang, 30% nyeri hebat dan 20% nyeri sangat hebat (Effendi PI. Oktaviyana C, 2. Nyeri pada kala I persalinan diakibatkan pembukaan servik dan kontraksi uterus. Nyeri persalinan mulai muncul pada persalinan kala I fase laten saat pembukaan 0-3 cm. Nyeri tersebut menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan, saat pembukaan 4-7 cm yang dirasakan nyeri agak menusuk dan saat pembukaan 7-10 cm yang dirasakan nyeri menjadi lebih hebat, menusuk dan kaku. Penyebaran nyeri kala I persalinan yaitu nyeri punggung bawah yang dirasakan ibu diakibatkan oleh tekanan kepala janin pada tulang belakang. Beberapa cara menangani nyeri persalinan kala 1 yaitu secara farmakologis dengan obat analgetik atau non farmakologis tanpa obat. Salah satu nonfarmakologi yang sering digunakan dalam mengurangi nyeri persalinan yaitu massage. Salah satu massage yang banyak digunakan yaitu massage Massage effleurage merupakan gerakan usapan lembut, lambat dan panjang tanpa henti. Massage ini dilakukan dengan posisi ibu miring, tujuannya membuat perasaan relaksasi dan kenyamanan. Tujuan effleurage untuk meningkatkan sirkulasi darah, menghangatkan otot perut serta relaksasi fisik dan Metode ini aman, mudah dilakukan, tidak memerlukan biaya, tidak ada efek samping dan bisa dilakukan sendiri atau dibantu orang lain (Bohari NH. Khatimah H. Sumarni S. Erniawati E, 2. Metode nonfarmakologi lainnya dengan terapi musik klasik. Terapilmusikladalah menggabungkan antara aspek penyembuhan musik itu sendiri dengan kondisi dan situasi baiklfisik, emosi,l mental, kognitif, spiritual danl kebutuhan sosial. Terapi musik klasik sangat bermanfaat untuk menurunkan nyeri persalinan karena membantu meredakan kecemasan, melepaskan hormon endorfin . enghilang nyeri alam. , menenangkan sistem saraf, dan mengurangi ketegangan otot, sehingga mempercepat fase awal persalinan dan membuat prosesnya lebih lancar (Wijayanti I, 2. Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN 2654-8100 https://gk. com/gk Volume 17. Nomor 2. Desember 2025 Berdasarkan studi sebelumnya menunjukanl bahwa skala nyeri responden yang belumldiberi massagge effleurage yaitu 3. 29 kemudian diberi massagge effleurage yaitu 2. Disimpulkanlbahwa massage effleurage berpengaruh menurunkan tingkat nyeri persalinan kala I, dengan nilai p-value yang signifikan . <0,. (Bohari NH. Khatimah H. Sumarni S. Erniawati E, 2. Berdasarkan hasil penelitianl (Fitria A. Herawati I, 2. menunjukan bahwa skala nyeri responden yanglbelum diberi massagge effleurage yaitu 9,47 denganl standar deviasi 0,51, kemudian diberi massagge effleurage yaitu 7,13 dengan standar deviasi 0,74. Hasil data yangl didapatkan hasil statistikl signifikan pl 0,000. a=0,05. Disimpulkan bahwa massage effleurage berpengaruh menurunkan nyeri persalinan pada ibulbersalin di PMB Bidanl Lilisl Kota Tangerang. Berdasarkan hasil penelitian (Wijayanti I, 2. menunjukan bahwalada pengaruh yang signifikanlantaralintensitas nyerilsebelum dan sesudah diberi terapilmusiklpada ibu bersalin kala I fasel aktif denganl p-valuel= 0,000l (<0,. Hal ini menunjukkan bahwa terapi musik efektif dalam mengurangi nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwalterapi musikldapatldigunakan sebagai cara untuklmengurangi rasal nyeri selama persalinan (Wijayanti I, 2. Penggabungan effleurage massage dan musik klasik sangat penting karena bekerja sinergi, effleurage memblokir sinyal nyeri melalui teori gate control dan memicu endorfin alami, sementara musik klasik menenangkan sistem saraf, mengurangi stres, dan mengalihkan fokus dari nyeri, menciptakan relaksasi mendalam yang mempercepat proses persalinan dan mengurangi ketegangan otot serta kecemasan ibu (I Gusti Ayu Trisna Ambara Dewi, 2. Hasil studi pendahuluan yangldilakukanlpeneliti kepadalibu bersalin yang ada di Wilayah Puskesmas Kandeman melalui wawancara diketahuilibu merasakanlnyeri di bagian perut, pinggang dan perineum. Puskesmas Kandeman selamalini telah memberikan penatalaksanaanl nyeri persalinan denganlrelaksasi nafas dalamlataulmelibatkan suamildalam mendampingi persalinanl untuk mencegah terjadinya komplikasi akibat nyeri persalinan seperti partus lama, tetapi hasilnya masihl kurang efektif. Menurutltenaga medis, puskesmas Kandeman dalam upaya menurunkan rasa nyeri pada ibu bersalin belum menerapkan non farmakologi dengan kombinasi massage effleurage dan musik klasik terhadap nyeri persalinan. Research gap dalam penelitian ini adalah penelitian terdahulu terapi musik yang digunakan adalah terapi musik religi sementara penelitian ini menggunakan terapi musik klasik dan untuk penelitian sebelumnya menggunakan metode pre test post test with control group sedangkan untuk penelitian ini menggunakan metode one group pretest posttest design. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa pengaruh kombinasi massage effleurage dan musik klasik terhadap nyeri persalinan kala 1. METODE Penelitian dilakukan di puskesmas Kandeman Kabupaten Batang mulai bulan Juli-Agustus 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimental with one group Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN 2654-8100 https://gk. com/gk Volume 17. Nomor 2. Desember 2025 pretest posttest design. Pemberian perlakuan dilakukan pada ibu bersalin kala I fase aktif. Selanjutnya tingkat nyeri diukur sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang bersalin di puskesmas Kandeman Kabupaten Batang pada bulan Juli 2025 sebanyak 42 orang. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah ibu bersalin kala 1 fase aktif. Ibu bersalin dengan usia reproduksi sehat . -35 tahu. , ibu bersalin dengan paritas 1-4, ibu bersalin dengan nyeri ringan dan sedang. Kriteria eksklusinya adalah ibu bersalin dengan masalah kesehatan lainnya atau dengan kasus patologi maupun resiko tinggi, ibu bersalin dengan nyeri hebat atau berat. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang bersalin di puskesmas Kandeman Kabupaten Batang pada bulan Juli 2025 sebanyak 30 orang yang diterapkan hanya dalam satu kelompok yang dihitung berdasarkan rumus slovin. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini yaitu pemberian massage effleurage dan musik klasik serta nyeri persalinan Teknik massage effleurage dilakukan pada area punggung dilakukan selama 20 menit. Pemberian terapi dilakukan sendiri oleh peneliti dan intervensi dilakukan kepada semua sampel. Instrumen penelitian menggunakan lembar Numeric Rating Scale (NRS). SOP kombinasi massage effleurage dan terapi musik Musik klasik dengan karya Beethoven dengan judul AuMoonlight SonataAy, minyak pijat dan lembar Musik Beethoven dipilih untuk terapi persalinan karena karakteristik musik klasiknya yang menenangkan, membantu melepaskan endorfin . ereda nyeri alam. , mengurangi kecemasan dan ketegangan, serta mengalihkan fokus dari rasa sakit, menciptakan suasana relaksasi yang mendukung proses persalinan lebih nyaman. Musik klasik secara umum . ermasuk Beethove. terbukti efektif mengurangi intensitas nyeri dan memperbaiki mood, menjadikannya modalitas non-farmakologis yang baik. Pemberian musik klasik juga dilakukan selama 20 menit. Penelitian ini sudah mendapatkan etik dengan nomor 146/KEP/UNKAHA/SLE/VI/2025 yang diterbitkan oleh Universitas Karya Husada Semarang. Ha dalam penelitian adalah ada pengaruh kombinasi massage effleurage dan musik klasik terhadap nyeri persalinan kala 1 di puskesmas Kandeman Kabupaten Batang. HASIL Penelitian ini dilakukan pada 8 Juli sampai 8 Agustus 2025. Hasil penelitian disajikan pada Tabel 1 Tabel 1 menunjukkan bahwa nilai rata-rata nyeri persalinan kala I fase aktif sebelum diberikan kombinasi massage effluerage dan musik klasik sebesar 5 . yeri sedan. dengan nyeri terendah 4 dan nyeri tertinggi 6 sedangkan rata-rata nyeri persalinan kala I fase aktif setelah diberikan kombinasi massage effluerage dan musik klasik sebesar 3 . yeri ringa. dengan nyeri terendah 2 dan nyeri tertinggi 5. Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN 2654-8100 https://gk. com/gk Volume 17. Nomor 2. Desember 2025 Tabel 1 Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Sebelum dan Setelah Diberikan Kombinasi Massage Effluerage dan Musik Klasik . Sebelum dan Setelah Diberikan Kombinasi Massage Effluerage dan Musik Klasik Nyeri persalinan kala I fase aktif . re tes. Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif . ost tes. Mean Min-Maks A 0. A 0. Tabel 2 menunjukkan hasil uji wilcoxon diperoleh A value sebesar 0,000 berarti ada pengaruh kombinasi massage effluerage dan musik klasik terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif di Puskesmas Kandeman Kabupaten Batang. Tabel 2 Pengaruh Kombinasi Massage Effluerage dan Musik Klasik Terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif . Massage Effluerage dan Musik Klasik Terhadap Nyeri Persalinan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif . re tes. Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif . ost tes. Mean p-value A 0. A 0. BAHASAN Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Sebelum dan Setelah Diberikan Kombinasi Massage Effleurage dan Terapi Musik Klasik Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa nilai rata-rata nyeri persalinan kala I fase aktif sebelum diberikan kombinasi massage effluerage dan musik klasik sebesar 5 . yeri sedan. dengan nyeri terendah 4 dan nyeri tertinggi 6 sedangkan rata-rata nyeri persalinan kala I fase aktif setelah diberikan kombinasi massage effluerage dan musik klasik sebesar 3 . yeri ringa. dengan nyeri terendah 2 dan nyeri Nyeri sedang pada ibu bersalin kala I fase aktif cukup mengganggu dan berisiko menimbulkan kelelahan, rasa takut dan stres dalam menghadapi persalinan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa ibu membutuhkan intervensi manajemen nyeri non farmakologis untuk membantu ibu lebih nyaman. Nyeri persalinan membutuhkan penatalaksanaan seperti non farmakologis. Salah satu penatalaksanaan non farmakologis nyeri persalinan adalah massage effleurage dan musik klasik. Mekanisme penghambat nyeri persalinan dengan effleurage berdasarkan teori Gate Control mengatakan bahwa stimulasi serabut taktil kulit dapat menghambat sinyal nyeri dari area tubuh yang sama atau area lainnya. Selama kontraksi berlangsung, impuls nyeri berjalan dari uterus sepanjang serabut saraf C untuk ditransmisikan ke Substansia Gelatinosa di Spinal Cord dan disampaikan ke Cortex Cerebri untuk diterjemahkan sebagai nyeri. Stimulasi taktil dengan massage effleurage menghasilkan pesan yang sebaliknya dikirim lewat serabut saraf yang lebih besar (Serabut A Delt. Serabut A Delta akan menutup gerbang sehingga Cortex Cerebri tidak menerima pesan nyeri karena telah diblokir oleh stimulasi dengan massage effleurage. Sebagai teknik relaksasi, massage effleurage mengurangi ketegangan otot. Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN 2654-8100 https://gk. com/gk Volume 17. Nomor 2. Desember 2025 meningkatkan sirkulasi area yang sakit dan mencegah terjadinya hipoksia. Massage dan sentuhan membantu ibu lebih rileks dan nyaman selama persalinan (Liana, 2. Penelitian yang dilakukan (Gulo, 2. menyatakan bahwa skala nyeri persalinan kala I sebelum dilakukan intervensi pemberian massage effleurage di Klinik Vera Simalingkar B Tahun 2018 yang berjumlah 20 orang diperoleh mayoritas sebanyak 19 orang mengalami skala nyeri sedang 95%. Sementara penelitian (Taubatul. Sintia, 2. menyatakan bahwa rata-rata nyeri persalinan sebelum dilakukan intervensi sebesar 6,75 dan rata-rata nyeri persalinan sesudah diberikan intervensi sebesar 4,80. Penelitian (Rahman. Handayani. Maryam. Sumarni. Mallongi, 2. menyatakan bahwa terjadi penurunan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikannya metode effleurage massage terhadap intensitas nyeri kala 1 fase aktif. Demikian pula dengan penelitian (Wulan. Soejoenoes. Hidayat. Widyawati. , & Gurusinga, 2. yang menyebutkan bahwa penurunan nilai nyeri ditemukan secara signifikan lebih besar pada kelompok massage efflurage dibandingkan dengan kelompok Musik klasik adalah komposisi musik zaman klasik . dengan komposer paling terkenal adalah Wolfgang Amadeus Mozart dan Ludwig Van Beethoven. Musik klasik mampu menciptakan suasana damai dan menenangkan sehingga membawa pendengarnya ke dalam aliran meditasi (Apriliana WM, 2. Musik dipercaya dapat meningkatkan pengeluaran hormon endorphin. Endorphin adalah ejektor dari rasa rileks dan ketenangan yang timbul, kemudian midbrain mengeluarkan Gama Amino yang berfungsi menghambat hantaran impuls listrik dari suatu neuron ke neuron lainnya oleh neurotransmiter di dalam Midbrain mengeluarkan enkephalin dan beta endorphin dan zat tersebut dapat menimbulkan efek rileks yang akhirnya mengeliminasi neurotransmiter perasaan yang tidak nyaman pada otak sehingga efek yang bisa muncul adalah rileks dan tenang (Rosiana, 2. Yetti . menyebutkan musik merupakan seni suara yang indah dan banyak memberikan manfaat bagi setiap orang yang mendengar misalnya untuk relaksasi mengistirahatkan tubuh dan pikiran, meningkatkan kecerdasan, meningkatkan motivasi, pengembangan diri, meningkatkan kemampuan, kesehatan jiwa, mengurangi rasa sakit, menyeimbangkan tubuh (Sari DP. Rufaida Z, 2. Penelitian (Mawaddah, 2. menyebutkan bahwa pemberian terapi musik lebih efektif menurunkan intensitas nyeri pada ibu inpartus kala I fase aktif dibandingkan pemberian terapi essential oil mawar. Penggunaan penatalaksanaan non farmakologis dalam mengontrol nyeri persalinan kala I fase aktif pembukaan 4-8 cm karena lebih aman, tidak memiliki efek samping bagi ibu maupun janin. Penelitian ini memberikan intervensi berupa kombinasi massage effluerage dan musik klasik pada ibu bersalin kala I fase aktif pembukaan 4-8 Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ibu bersalin mengalami penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif sesudah diberikan kombinasi massage effluerage dan musik klasik. Hal ini dikarenakan massage effluerage memberikan pijatan ringan dengan gerakan melingkar pada abdomen atau punggung. Pemijatan Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN 2654-8100 https://gk. com/gk Volume 17. Nomor 2. Desember 2025 memberikan stimulasi mekanik pada kulit yang akan menutup pintu nyeri di medulla spinalis sehingga transmisi impuls nyeri ke otak berkurang dan memberikan efek rileksasi pada otot, yang dapat mengurangi ketegangan dan memberikan kenyaman, sehingga nyeri berkurang. Pemberian terapi musik klasik, yang memiliki tempo lambat . -80 bp. , dengan harmonisasi yang lembut mampu menurunkan aktivitas sistem saraf simpatis. Terapi musik klasik dapat menurunkan kecemasan, meningkatkan produksi endorphin serta mengalihkan perhatian pada nyeri. Musik klasik terutama juga dapat menstimulasi relaksasi fisiologis seperti penurunan ketegangan otot, sehingga dapat menurunkan nyeri persalinan. Pengaruh Kombinasi Massage Effluerage dan Musik Klasik Terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Hasil uji normalitas ShapiroAeWilk menunjukkan bahwa data nyeri persalinan kala I fase aktif pada pengukuran pretest dan posttest tidak berdistribusi normal . < 0,. Oleh karena itu, analisis data dilanjutkan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,001, sehingga hipotesis alternatif (H. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari kombinasi effleurage massage dan musik klasik terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif di Puskesmas Kandeman. Penurunan intensitas nyeri persalinan dapat dijelaskan melalui mekanisme kerja musik klasik yang mampu merangsang pelepasan hormon endorfin, sehingga memberikan efek relaksasi dan analgesik alami. Temuan penelitian ini sejalan dengan penelitian (Qurniasih N, 2. yang melaporkan adanya perbedaan tingkat nyeri persalinan kala I fase aktif sebelum dan sesudah pemberian kombinasi effleurage massage dan terapi musik klasik pada kelompok perlakuan. Hasil serupa juga dilaporkan oleh (Wijayanti I, 2. , yang menyatakan bahwa terapi musik memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan intensitas nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif. Kombinasi effleurage massage dan musik klasik efektif dalam menurunkan nyeri persalinan karena memberikan efek sinergis pada aspek fisiologis dan psikologis secara simultan. Effleurage massage bekerja pada aspek fisiologis melalui stimulasi sensorik dan motorik, sedangkan musik klasik berperan dalam memengaruhi aspek psikologis, seperti emosi dan kognisi, sehingga meningkatkan relaksasi dan menurunkan persepsi nyeri. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah pelaksanaan intervensi yang sepenuhnya dilakukan oleh peneliti tanpa bantuan enumerator, sehingga berpotensi memengaruhi efisiensi pelaksanaan intervensi di Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN 2654-8100 https://gk. com/gk Volume 17. Nomor 2. Desember 2025 SIMPULAN DAN SARAN Nyeri persalinan kala I fase aktif sebelum pemberian kombinasi effleurage massage dan musik klasik berada pada rerata skor 5 . yeri sedan. Setelah intervensi, rerata nyeri persalinan menurun menjadi skor 3 . yeri ringa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi effleurage massage dan musik klasik berpengaruh signifikan dalam menurunkan nyeri persalinan kala I fase aktif di Puskesmas Kandeman. Tenaga kesehatan disarankan menjadikan kombinasi effleurage massage dan musik klasik sebagai terapi nonfarmakologis alternatif dalam standar operasional prosedur (SOP) penatalaksanaan nyeri persalinan kala I fase aktif karena bersifat aman, mudah diterapkan, dan berbiaya rendah. Selain itu, diperlukan peningkatan keterampilan bidan dalam terapi komplementer berbasis alami agar intervensi nonfarmakologis dapat diimplementasikan secara tepat dan efektif pada ibu bersalin. Ibu bersalin dianjurkan untuk memanfaatkan kombinasi effleurage massage dan musik klasik selama proses persalinan guna membantu mengurangi nyeri dan mendukung kelancaran persalinan. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan penelitian ini dengan mempertimbangkan kriteria sampel yang lebih homogen, seperti pembatasan pada usia reproduksi sehat atau berdasarkan paritas, guna meminimalkan potensi bias dan meningkatkan validitas hasil penelitian. RUJUKAN