IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Pengadaan Koleksi Buku Dan Non-Buku Di Perpustakaan Universitas Indonesia (UI). Perpustakaan Universitas Gadjah Mada (UGM). Perpustakaan Harvard University Dan Perpustakaan National University Of Singapore (NUS) Cindi Amalia UIN Raden Fatah Palembang Email: cindiamalia16@gmail. Abstract Academic libraries have a strategic role in supporting the Procurement of book and non-book collections is one of the up-to-date information resources for academics. This study aims to analyze the collection procurement system in two domestic universities, namely the University of Indonesia (UI) and Gadjah Mada University (UGM), as well as two foreign universities, namely Harvard University and the National University of Singapore (NUS). This study compares policies, mechanisms, and challenges in collection procurement in the four universities. Procurement of book and non-book collections is an integral part in supporting academic activities in higher education. This article discusses the collection procurement system in two domestic and two foreign universities, highlighting the policies, procedures, challenges, and strategies used. The research method used is a literature study and analysis of collection procurement policies in the four universities. The results of the study indicate that differences in procurement systems are influenced by regulations, budgets, and academic needs. Keywords: Collection procurement, books, non-books, universities, academic libraries. Abstrak Perpustakaan akademik memiliki peran strategis dalam pengabdian masyarakat. Pengadaan koleksi buku dan nonbuku menjadi salah satu elemen kunci dalam menyediakan sumber daya informasi yang relevan dan mutakhir bagi IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Penelitian menganalisis sistem pengadaan koleksi di dua perguruan tinggi dalam negeri, yaitu Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM), serta dua perguruan tinggi luar negeri, yaitu Harvard University dan National University of Singapore (NUS). Studi ini membandingkan kebijakan, mekanisme, serta tantangan dalam pengadaan koleksi di keempat perguruan tinggi tersebut. Pengadaan koleksi buku dan non-buku merupakan bagian perguruan tinggi. Artikel ini membahas sistem pengadaan koleksi di dua perguruan tinggi dalam negeri dan dua perguruan tinggi luar negeri, dengan menyoroti kebijakan, prosedur, tantangan, dan strategi yang digunakan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dan analisis kebijakan pengadaan koleksi di empat perguruan tinggi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan sistem pengadaan dipengaruhi oleh regulasi, anggaran, dan kebutuhan akademik. Kata Kunci: Pengadaan koleksi, buku, non-buku. IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 PENDAHULUAN Pengadaan koleksi adalah proses seleksi, pembelian, dan bahan pustaka agar tersedia bagi pemustaka. Koleksi perpustakaan tidak hanya terdiri dari buku, tetapi juga mencakup berbagai jenis sumber informasi e-book. Menurut Soemitnah, proses mengumpulkan bahan pustaka yang akan dijadikan Sementara Yulia Yuyu upaya untuk mendapatkannya. Tujuan maupun non-buku, adalah untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna. Proses pengadaan ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti membeli, menukar, menerima hibah, atau menerbitkan secara mandiri. Pengadaan buku : Membeli buku secara langsung di toko buku atau memesannya melalui penerbit Mendapatkan buku melalui hadiah Mendapatkan buku melalui pertukaran dengan perpustakaan lain Mendapatkan buku melalui titipan atau pinjaman Menerbitkan buku sendiri Non-buku: Membeli bahan non-buku melalui produsen atau Mendapatkan bahan non-buku melalui hadiah IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Mendapatkan bahan non-buku melalui pertukaran dengan perpustakaan lain Tujuan pengadaan koleksi buku dan non-buku adalah Menambah koleksi perpustakaan. Meningkatkan pemanfaatan koleksi perpustakaan Mewujudkan minat baca masyarakat Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Perpustakaan mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian Pengadaan koleksi buku dan non-buku harus Sistem koleksi di perguruan tinggi dalam negeri seperti Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) memiliki Harvard University dan National University of Singapore (NUS) pemilihan koleksi. Perkembangan Koleksi mencakup buku cetak, jurnal elektronik, basis data digital, serta koleksi audiovisual dan multimedia lainnya. Perpustakaan perguruan tinggi memiliki peran strategis Salah dalam pengelolaan perpustakaan adalah pengadaan koleksi IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 non-buku Pengadaan koleksi ini mencerminkan kualitas dan relevansi sumber informasi yang tersedia bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti. Dalam era digital, tantangan dalam diversifikasi koleksi. Selain Pengadaan koleksi yang baik akan memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran, terutama di lingkungan akademik. Buku sebagai media utama dalam perpustakaan tetap menjadi sumber informasi yang penting, namun dengan kemajuan teknologi, koleksi non-buku seperti e-book, audiovisual juga semakin banyak dimanfaatkan. Oleh karena itu, perpustakaan harus memastikan bahwa koleksi yang tersedia mencerminkan kebutuhan pengguna, baik dalam hal kuantitas maupun kualitas. Di Indonesia, pengadaan koleksi buku dan non-buku di perguruan tinggi mengikuti regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah dan kebijakan internal masing-masing institusi. Perguruan tinggi negeri dan swasta memiliki pendekatan berbeda dalam proses pengadaan, tergantung pada sumber pendanaan, kebijakan akademik, serta kebutuhan pengguna. Sementara perpustakaan umumnya lebih fleksibel dan berorientasi pada teknologi digital, dengan integrasi yang lebih luas terhadap sumber daya elektronik. IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Menurut Evans merupakan proses Saponaro, seleksi, evaluasi, dan akuisisi bahan pustaka yang dilakukan berdasarkan kebutuhan pengguna koleksi cetak dan Johnson digital agar dapat memenuhi kebutuhan pembelajaran dan penelitian. Dalam konteks pengadaan koleksi, terdapat berbagai metode dan teori yang dapat digunakan untuk memastikan efektivitas dan efisiensi proses tersebut. Secara umum. Metode pengadaan ini harus disesuaikan dengan kebijakan dan kebutuhan spesifik dari masing- perguruan tinggi. Selain itu, teori yang digunakan dalam pengelolaan koleksi, seperti teori pemilihan koleksi dan teori siklus hidup koleksi, menjadi landasan dalam menentukan strategi pengadaan. Dalam metode yang dapat digunakan, seperti pembelian, hibah, tukar-menukar, langganan, serta deposit. Setiap metode memiliki kelebihan dan tantangan tersendiri yang harus dipertimbangkan oleh pengelola perpustakaan. Selain itu, memastikan bahwa koleksi tersebut masih relevan dan sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Evaluasi ini juga berguna dalam menentukan strategi pengadaan selanjutnya agar tetap efektif dan efisien. IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Dengan adanya proses pengadaan yang terencana dan Koleksi meningkatkan kualitas layanan perpustakaan serta menarik lebih banyak pemustaka untuk memanfaatkan fasilitas yang Oleh karena itu, pengadaan koleksi buku dan non-buku merupakan aspek yang tidak dapat diabaikan berorientasi pada kebutuhan pengguna. Jenis Koleksi Perpustakaan: Buku: Koleksi utama perpustakaan yang mencakup buku fiksi, nonfiksi, referensi, dan buku ajarA. Non-Buku: Meliputi bahan pustaka dalam bentuk CD/DVD. Bahan dituangkan tidak dalam bentuk cetak dan tidak pula tertulis seperti buku, koran, dll, melainkan dalam bentuk lain seperti Rekaman Suara Rekaman suara merupakan sarana untuk menyimpan musik Rekaman Video Rekaman video adalah cara penyimpanan yang memadukan gambar dan suara dalam media pita magnetik, berbeda dari film konvensional. Selain merekam tampilan visual, video IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 juga dimanfaatkan untuk menyimpan data ilmiah dan medis, seperti hasil dari alat elektrokardiogram. Kaset Audio Visual Kaset Koleksinya mencakup beragam format seperti CD. CD-ROM, disket, kaset, mikrofilm, mikrofis, piringan hitam, serta video kaset. CD-ROM (Compact Disc Read Only Memor. CD-ROM adalah perangkat penyimpanan berbentuk cakram Meskipun menyerupai disket, kapasitas penyimpanannya jauh lebih Biasanya digunakan untuk menyimpan jurnal atau menggantikan bentuk cetak, contohnya adalah LISA yang memuat literatur tentang ilmu perpustakaan dan informasi dari sekitar 550 jurnal. Jenis Pengadaan Koleksi Buku dan Non-Buku Pembelian, proses memperoleh koleksi melalui dana yang telah dialokasikan oleh perpustakaan. Hibah atau donasi, koleksi yang diperoleh dari individu, lembaga, atau penerbit secara cuma-cuma. Tukar-Menukar, kerjasama antara perpustakaan atau institusi lain untuk saling bertukar bahan pustaka. Deposit, koleksi yang diperoleh berdasarkan peraturan tertentu untuk menyerahkan salinan ke perpustakaan. Langganan. IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 elektronik dan database akademik yang memerlukan pembayaran berlangganan secara berkala Pengadaan bahan pustaka merupakan kegiatan yang Proses faktor, seperti jenis bahan, fungsi, tujuan, serta perencanaan Umumnya, kasus dapat melibatkan kerja sama dengan tenaga pengajar Terdapat pengadaan, seperti pembelian, berlangganan, pertukaran, penerimaan hadiah, maupun melalui karya cipta sendiri. Meski demikian, seluruh proses pengadaan harus mengikuti RUMUSAN MASALAH Bagaimana sistem pengadaan koleksi di UI. UGM. Harvard University, dan NUS? Apa saja tantangan yang dihadapi dalam pengadaan Apa perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri? METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan diterapkan di empat perguruan tinggi yang menjadi objek Data dikumpulkan melalui studi dokumen, jurnal IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 pustakawan dan akademisi terkait. Dua perguruan tinggi dalam negeri yang dikaji adalah Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung, sementara dua perguruan tinggi luar negeri yang dianalisis adalah Harvard University dan University of Oxford. Pemilihan institusi ini didasarkan pada reputasi akademik serta ketersediaan informasi mengenai kebijakan pengadaan koleksi mereka. TEORI Secara teoretis, proses pengadaan koleksi mengacu pada beberapa pendekatan, di antaranya: Teori Pemilihan Koleksi oleh Evans & Saponaro, yang kebutuhan pengguna dalam memilih bahan pustaka. Teori Siklus Hidup Koleksi oleh Gorman & Crawford, yang menjelaskan bahwa koleksi perpustakaan harus terus diperbarui agar tetap relevan. Model Pengelolaan Koleksi Holistik oleh Johnson. mengintegrasikan aspek evaluasi koleksi dalam pengadaan bahan pustaka. IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 HASIL DAN PEMBAHASAN Kebijakan dan Sumber Pendanaan Dalam menggunakan berbagai metode yang disesuaikan dengan kebijakan masing-masing institusi. Beberapa metode yang umum digunakan meliputi: Pembelian langsung, perguruan tinggi mengalokasikan non-buku Donasi pemerintah dan swasta. Pertukaran antarperpustakaan atau lembaga akademik. Akses Digital, koleksi digital melalui langganan database jurnal, ebook, dan repositori digital. Perguruan tinggi di Indonesia umumnya mengandalkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta hibah dari pihak ketiga dalam pengadaan koleksi Universitas Indonesia, fakultas dalam menentukan kebutuhan koleksi. Di sisi lain. Institut Teknologi Bandung desentralisasi, di mana fakultas dan departemen memiliki sumber daya lainnya. Sebaliknya, di Harvard University dan University of IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Oxford, pendanaan perpustakaan sebagian besar berasal dari endowment funds serta donasi alumni dan lembaga Hal ini memungkinkan fleksibilitas lebih besar dalam pengadaan sumber daya digital. Proses Pengadaan Koleksi Indonesia, melibatkan tahap identifikasi kebutuhan, seleksi sumber daya, pengadaan melalui mekanisme lelang atau pengadaan Universitas Indonesia, misalnya, mengadopsi sistem Integrated Library System (ILS) untuk memudahkan pengelolaan koleksi secara Sementara itu, perguruan tinggi di luar negeri cenderung memiliki sistem pengadaan yang lebih berbasis teknologi, dengan pendekatan Evidence-Based Acquisition (EBA) yang memungkinkan perpustakaan untuk memperoleh koleksi berdasarkan pola penggunaan oleh mahasiswa dan University Oxford, platform digital yang memungkinkan akses ke berbagai sumber informasi global. Proses pengadaan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi mencakup beberapa tahapan utama sebagai berikut: Identifikasi Kebutuhan . Dilakukan melalui survei pengguna, rekomendasi dosen, serta analisis tren penelitian dan kurikulum Menggunakan data peminjaman dan penggunaan koleksi sebelumnya untuk menentukan prioritas IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Seleksi dan Evaluasi Sumber . Memilih bahan pustaka berdasarkan relevansi, kualitas, dan kebutuhan akademik. Melakukan evaluasi terhadap penerbit dan vendor untuk memastikan kualitas koleksi yang diperoleh. Perencanaan Anggaran . Mengalokasikan dana berdasarkan kebijakan perguruan tinggi dan ketersediaan anggaran. Menggunakan model pembiayaan seperti dana internal, hibah, atau kerja sama dengan pihak Proses Akuisisi . Pembelian langsung dari penerbit, distributor, atau toko . Hibah dan donasi dari individu atau lembaga. Langganan sumber daya elektronik seperti jurnal daring dan e-book. Pengolahan dan Katalogisasi . Meregistrasi bahan pustaka baru dalam sistem . Melakukan klasifikasi dan katalogisasi untuk memudahkan akses pengguna. Evaluasi dan Pemeliharaan Koleksi . Menilai efektivitas pengadaan koleksi melalui umpan balik pengguna. Melakukan penyiangan koleksi . terhadap bahan pustaka yang usang atau tidak relevan. Faktor yang Mempengaruhi Pengadaan Koleksi Kebutuhan pemustaka, koleksi harus relevan dengan IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 kebutuhan pengguna perpustakaan Ketersediaan dana, anggaran perpustakaan menjadi faktor utama dalam menentukan jumlah dan jenis koleksi yang dapat diperoleh. Perkembangan teknologi, meningkatnya akses ke sumber digital membuat perpustakaan harus beradaptasi dengan koleksi elektronik. Kebijakan perpustakaan, setiap perpustakaan memiliki kebijakan yang mengatur kriteria seleksi dan pengadaan koleksi. Ketersediaan sumber bahan pustaka, ketersediaan buku dan bahan pustaka lainnya di pasar atau penerbit juga mempengaruhi proses pengadaan. kualitas dan kredibilitas sumber, seleksi koleksi mempertimbangkan keakuratan informasi dan reputasi penerbit atau pengarang. kepatuhan terhadap regulasi, pengadaan koleksi harus sesuai dengan regulasi yang berlaku, termasuk hak cipta dan standar nasional perpustakaan Tantangan dan Solusi dalam Pengadaan Koleksi Anggaran memiliki keterbatasan dalam pendanaan. akses digital, biaya langganan basis data akademik tinggi. Hak cipta, pengadaan koleksi digital harus mematuhi regulasi hak Adaptasi membutuhkan investasi besar. Perguruan tinggi dalam negeri menghadapi tantangan utama dalam keterbatasan anggaran dan ketergantungan pada mekanisme birokrasi yang kompleks. Untuk mengatasi IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 hal ini, beberapa institusi mulai menerapkan kerja sama dengan penerbit dan penyedia sumber daya digital guna memperluas akses ke koleksi ilmiah berkualitas tinggi. Di sisi lain, tantangan utama yang dihadapi perguruan tinggi luar negeri adalah tingginya biaya langganan jurnal ilmiah serta kebutuhan akan sistem keamanan data dalam pengelolaan sumber daya digital. Untuk mengatasi hal ini, institusi seperti Harvard University mengembangkan model open-access repository yang memungkinkan akses terbuka ke hasil penelitian. Pengadaan Koleksi Di Perguruan Tinggi Dalam Negeri Pengadaan Koleksi di Universitas Indonesia (UI) . Pengadaan koleksi dikelola oleh Perpustakaan UI . Dana pengadaan berasal dari anggaran universitas, hibah, dan kerja sama dengan . Memiliki kebijakan pemilihan koleksi berdasarkan rekomendasi dosen dan mahasiswa . Berlangganan database internasional seperti Scopus dan ScienceDirect Pengadaan Koleksi di Universitas Gadjah Mada (UGM) . Sistem pengadaan berbasis usulan fakultas dan . Dana pengadaan berasal dari universitas dan donasi . Koleksi digital semakin berkembang dengan repositori . Kerja sama dengan penerbit dalam skema langganan jurnal elektronik . Perpustakaan UGM mengelola koleksi melalui unit pengadaan yang bekerja sama dengan fakultas. IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Sistem pengadaan didukung oleh kebijakan internal yang mengutamakan uku teks, jurnal akademik, dan sumber daya digital seperti e-books dan ejournals. Pengadaan Koleksi Di Perguruan Tinggi Luar Negeri Pengadaan Koleksi di Harvard University . Harvard memiliki anggaran pengadaan yang besar dengan sumber dana dari endowment . Koleksi meliputi buku langka, jurnal elektronik, dan database premium . Menggunakan menjamin pembaruan koleksi secara berkala . Harvard University koleksi yang sangat terstruktur dengan anggaran yang besar. Mereka menggunakan sistem deposit Harvard juga memiliki perjanjian dengan penerbit besar untuk akses ke jurnal premium. Pengadaan Koleksi di National University of Singapore (NUS) . Perpustakaan NUS mengutamakan koleksi digital dan akses terbuka . Menggunakan sistem cetak dan digital . Repository menyimpan hasil penelitian dosen dan mahasiswa Perpustakaan NUS menerapkan kebijakan hybrid dengan mengintegrasikan sumber daya digital dan Mereka mengutamakan akses terbuka dan sistem repository institusional untuk mempermudah akses ke koleksi ilmiah Perbandingan Sistem Pengadaan Koleksi IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Berikut adalah tabel perbandingan sistem pengadaan koleksi di Universitas Indonesia. Universitas Gadjah Mada. Harvard University, dan National University of Singapore. Aspek Universitas Indonesia (UI) Sumber Dana berasal dari hibah dan Universitas Gajah Mada (UGM) Harvard University National University of Singapore (NUS) Dana berasal dari dan donasi Harvard yang besar dana dari Dana dan hibah. eResources, rare books Jenis Mekanisme Buku cetak, ejournal Buku cetak, ejournal Usulan Usulan Dosen/Mahas Fakultas/Pust is wa ak aan Koleksi Librarian Selection Committee Digital Library. Perpustakaan NUS an koleksi digital dan Repository n untuk dosen dan Hybrid System cetak dan IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Menggunak an sistem Repository n untuk dosen dan IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Berikut adalah tabel perbandingan sistem pengadaan koleksi di Universitas Indonesia. Universitas Gadjah Mada. Harvard University, dan National University of Singapore: Aspek Universitas Indonesia (UI) Jenis Koleksi Koleksi yang Koleksi buku yang dapat diakses secara online oleh Karya ilmiah mahasiswa UI sebagai syarat pada jenjang Termasuk khusus yang dimiliki oleh Universitas Gajah Madah (UGM) Harvard University National University of Singapore (NUS) Buku teks, karya akhir, koleksi hibah . isalnya Koleksi Bank Dunia. Koleksi Hatta dan Koleksi Langk. Perpustakaan Harvard memiliki lebih dari 20 juta buku yang disiplin ilmu. Perpustakaan juta item surat-surat pribadi, fotofoto, dan objek lainnya yang sejarah dan Koleksi terbitan dari bank, ejournals, dan ebooks. IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Sistem Katalog Perpustakaan Online Public Access Catalog (OPAC) sebagai sistem OPAC n pengguna untuk mencari koleksi yang yang tersedia di setiap lantai Kerja Katalog online dengan Bank Dunia, memungkinka Yayasan Hatta, institusi lain koleksi secara untuk n koleksi. LINC sebagai OPAC khusus berbagai jenis koleksi seperti e- resources dan database. Layanan Digital Sumber Daya Elektronik: Termasuk akses ke basis data online, . Book. , dan yang dapat diakses oleh akademika UI. DRS untuk digital jangka AMS untuk akses. ILL ILL Akses mobile OPAC, digital Repository online untuk artikel dan akses fulltext terbatas pada jaringan lokal IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Kunjungan Pertukaran Pustakawan: Misalnya, dari Binus University ke Perpustakaan UI untuk inovasi dan n layanan Universitas Indonesia Library Kerja Kolaboras Sama dengan i dan Perpustakaan Kemitraa Lain: Perpustakaan UI terlibat jaringan kerja sama dengan lain, termasuk katalog induk bersama dan pinjam antar (PAP) untuk akses koleksi Kerja sama dengan Bank Dunia. Yayasan Hatta, dan institusi lain n koleksi. Divisi Amerika. Eropa, dan Oseania di Perpustakaan Harvard bekerja sama lain di dalam k an koleksi dan layanan. Perpustakaan Harvard terlibat dalam Google Books, secara global. Harvad dan institusi global untuk penelitian dan Program budaya dan dengan UGM, n arsip IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 , termasuk universitas di Indonesia. Prinsip-Prinsip Pengadaan Koleksi Agar proses pengadaan koleksi berjalan secara efektif, ada sejumlah prinsip dasar yang perlu diperhatikan oleh pustakawan, antara lain: Prinsip Kesesuaian Koleksi yang dimiliki perpustakaan harus mendukung IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 perguruan tinggi. Oleh karena itu, perlu memperhatikan masing-masing unit. Prinsip Berorientasi pada Pengguna Pengadaan mahasiswa, dosen, peneliti, tenaga kependidikan, maupun masyarakat umum di luar institusi perguruan tinggi. Prinsip Kecukupan dan Keragaman Koleksi perkuliahan, tetapi juga harus mencakup berbagai bidang ilmu yang relevan dengan seluruh program studi yang ada. Setiap jenis koleksi perlu diperhatikan secara proporsional sesuai dengan skala prioritas yang telah ditentukan. Prinsip Aktualitas Sumber diperbarui agar selaras dengan perkembangan terkini di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Prinsip Kolaborasi Proses pengadaan koleksi perlu melibatkan berbagai pihak yang membutuhkan informasi, agar pelaksanaannya lebih optimal, efektif, dan efisien. IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Manfaat pengadaan koleksi buku dan non-buku Memenuhi kebutuhan pengguna Meningkatkan layanan perpustakaan Mewujudkan minat baca masyarakat Mendukung tujuan lembaga induknya, seperti sekolah Membantu keterampilan, dan sikap hidup siswa dan guru Membantu perpustakaan berfungsi sesuai dengan fungsinya sebagai tempat mencari informasi Pentingnya seleksi koleksi, hasil pemilihan atau seleksi dalam kegiatan pengadaan bahan pustaka akan menjadi kegiatan-kegiatan Pentingnya pengadaan menjadi istilah-istilah yang saling melengkapi. Tujuannya adalah untuk menambah koleksi perpustakaan yang baik dan seimbang IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 KESIMPULAN Pengadaan non-buku relevan dan bermanfaat bagi pengguna. Dengan mengikuti proses yang sistematis dan mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi pengadaan, perpustakaan dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat. Perguruan tinggi dalam negeri perlu meningkatkan akses ke koleksi digital melalui kerja sama dengan penerbit dan Harvard NUS menunjukkan model pengadaan yang lebih maju dengan dukungan anggaran besar dan teknologi digital. Perguruan tinggi dalam negeri dapat mengadopsi model pengadaan hybrid untuk meningkatkan efisiensi koleksi perpustakaan. Perguruan serta memanfaatkan teknologi digital secara lebih luas, sementara perguruan tinggi dalam negeri masih menghadapi kendala birokrasi dan keterbatasan anggaran. Sebagai rekomendasi, perguruan tinggi di Indonesia perlu mengembangkan model dengan penerbit internasional, serta mengadopsi sistem berbasis teknologi seperti EBA Selain itu, perlu adanya kebijakan yang mendorong akses guna meningkatkan kualitas penelitian dan pendidikan tinggi di Indonesia. IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Pengadaan koleksi buku dan non-buku bertujuan untuk memenuhi kebutuhan informasi, pendidikan, penelitian, dan rekreasi bagi pengguna perpustakaan. Keberagaman koleksi kebutuhan dan minat pengguna. Proses pemilihan koleksi harus didasarkan pada kriteria yang jelas, seperti relevansi, keakuratan, dan kebaruan informasi. Evaluasi berkala terhadap koleksi juga diperlukan untuk memastikan koleksi tetap relevan dan mutakhir. Koleksi dapat diperoleh melalui pembelian, hibah, tukarmenukar, atau donasi. Kerja sama dengan penerbit, toko buku, dan lembaga lainnya dapat membantu memperoleh koleksi yang berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Penggunaan sistem otomasi perpustakaan dan katalog online dapat membantu dalam proses seleksi, pemesanan, serta pengelolaan koleksi. Koleksi digital juga semakin berkembang sebagai bagian dari pengadaan koleksi non-buku. Pengadaan koleksi harus memperhatikan efisiensi anggaran dan ketersediaan sumber jawab atas pemilihan dan pengelolaan koleksi. IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 1 Mei 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 DAFTAR PUSTAKA