Volume VII, Nomor 2, AGUSTUS 2024 : 115-124 JURNAL PERSEDA https://jurnal.ummi.ac.id/index.php/perseda Analisis Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Minat Baca Siswa di Perpustakaan SD Negeri 1 Kelekar 1 Elin Suryati, 2 Farhan Yadi, 3 Henni Riyanti 1,3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Palembang 2 Pendidikan Teknik Mesin, FKIP, Universitas Sriwijaya, Palembang 1 elinsuryati1904@gmail.com, 2 Farhan@unsri.ac.id , 3 henniriyanti@univpgri-palembang.ac.id Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan rendahnya minat membaca siswa di perpustakaan SD Negeri 01 Kelekar. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini yaitu siswa di SD Negeri 01 Kelekar. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu wawancara, angket dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan cara mereduksi, display dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi minat baca siswa. Faktor eksternal meliputi faktor lingkungan keluarga yang kurang mendukung dan memberikan motivasi terhadap membaca siswa, lingkungan sekolah kurang kondusif seperti tidak menyediakan tempat membaca selain perpustakaan, faktor infrastruktur masyarakat yang kurang mendukung peningkatan minat membaca yang memberi contoh lebih memilih pergi ke tempat hiburan daripada pergi ke toko buku, faktor keberadaan dan kejangkauan bahan bacaan seperti buku pelajaran yang dicari siswa belum lengkap dan buku diperpustakaan belum beranekaragam. Sedangkan faktor internal meliputi kemampuan membaca siswa yakni terdapat siswa yang mengalami kesulitan membaca, masih banyak siswa yang belum memahami isi bacaan, siswa membaca buku atas perintah guru, siswa membaca buku tidak atas kebutuhannya seperti siswa lebih memilih membaca buku dongeng, cerita dan puisi ketimbang membaca buku pelajaran serta siswa menyelesaikan tugas melihat internet dari pada buku. Kata Kunci : Minat Membaca, Siswa Sekolah Dasar, Perpustakaan Abstrack This study aims to determine what factors cause the low reading interest of students in the SD Negeri 01 Kelekar library. The research problem is what are the external and internal factors that cause students' low reading interest in the SD Negeri 01 Kelekar library. This research method will use descriptive qualitative research. The object of this research is students at SD Negeri 01 Kelekar. Data collection techniques used in this study were interviews, questionnaires and documentation. The data obtained is then analyzed by reducing, displaying and concluding. The results showed that there were several factors that influenced students' reading interest. External factors include family environmental factors that do not support and motivate students to read, curriculum and school education factors that are not conducive such as not providing a place to read other than the library, community infrastructure factors that do not support increasing interest in reading which gives examples of preferring to places of entertainment Instead of going to a bookstore, the factor of availability and accessibility of reading materials such as textbooks is incomplete, the collection of books students are looking for is also incomplete and the books in the library are not yet diverse. While internal factors include students' reading ability, namely there are students who have difficulty reading, there are still many students who do not understand the contents of the reading, students read books JURNAL PERSEDA VOL. VII, NO. 2, AGUSTUS 2024 | 115 at the behest of the teacher, students read books not according to their needs, such as students prefer to read fables, stories and poetry rather than reading textbooks as well as students completing assignments looking at the internet instead of books. Keywords: Causal Factors, Interest in Reading, Elementary School Students PENDAHULUAN Pendidikan merupakan proses untuk meningkatkan, memperbaiki, mengubah pengetahuan, keterampilan, dan sikap serta tatalaku seseorang atau kelompok dalam usaha mencerdaskan kehidupan manusia melalui kegiatan bimbingan pengajaran dan pelatihan. Dalam Undang- Undang No. 20 Tahun 2003 tentang tujuan sistem pendidikan nasional (sisdiknas) yang menjelaskan pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yangdemokratis serta bertanggung jawab. Dalam dunia pendidikan salah satu kegiatan yang wajib dilakukan oleh siswa yaitu membaca. Membaca merupakan suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis (Tarigan, 2015, p. 7). Membaca adalah suatu kegiatan atau proses kognitif yang berupaya untuk menemukan informasi yang terdapat dalam tulisan (Dalman, 2017, p. 5). Kegiatan membaca akan lebih banyak dan sering dilakukan oleh siswa pada saat pembelajaran. Membaca dianggap sebagai kegiatan yang penting karena dengan membaca seseorang akan memperoleh wawasan yang berguna untuk meningkatkan kecerdasannya, sehingga mereka siap dalam menghadapi tantangan ke depan (Sari, 2018). Kegiatan membaca bagi siswa dilakukan tidak hanya pada saat belajar di kelas, tetapi juga pada waktu senggang di perpustakaan sekolah. Membaca juga dapat dilakukan di rumah jika diinstruksikan oleh orang tua. Memperkenalkan siswa pada kegiatan membaca memang tidak mudah, agar siswa terbiasa dengan kegiatan membaca maka dibutuhkan minat membaca pada diri siswa itu sendiri. Minat baca merupakan merupakan dorongan untuk memahami kata dan isi yang terkandung dalam teks bacaan (Dalman, 2017, p. 141). Minat baca yang rendah akan berpengaruh pada rendahnya tingkat pengetahuan dan wawasan siswa, sedang siswa yang mempunyai itensitas membaca yang tinggi akan memiliki tingkat pengetahuan dan wawasan yang luas (Wibowo dan Susanti, 2018, p. 182). Di Indonesia, minat membaca sangatlah rendah. Hal ini diperkuat dari United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organiztion (UNESCO) minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,01%, yang tentu sangat rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain (Mumpuni dan Nurbaiti, 2019). Program for International Student Assesment (PISA) menyebutkan tingkat literasi Indonesia pada tahun 2015 masih berada pada urutan ke 64 dari 72 negara, sedangkan dari The United Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menyebutkan Indonesia berada diurutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca masyarakat sangat rendah (Rahmawati, 2020). Dilihat dari penelitian terdahulu banyak faktor yang menjadi penyebab rendahnya minat baca siswa di Indonesia. Penelitian Solahudin, Misdaliana dan Novianti (2022) menunjukkan bahwa terdapat dua faktor yang menjadi penyebab rendahnya minat baca siswa yaitu faktor internal merupakan faktor yang berasal dari diri siswa yaitu kemampuan membaca, memahami makna yang terkandung dalam bacaan, membaca buku atas perintah guru. Faktor eksternal merupakan yang disebabkan oleh diri siswa sendiri yaitu lingkungan sekolah kurang mendukung, budaya membaca yang kurang dilingkungan sekolah, program literasi belum berjalan maksimal, mading sekolah yang tidak pernah diperbaharui peran perpustakaan sekolah yang belum maksimal. Selanjutnya penelitian Amelia dan Kurniawan (2020) menunjukkan faktor-faktor yang memengaruhi minat baca siswa terdiri atas faktor lingkungan keluarga, faktor kurikulum dan pendidikan sekolah yang kurang kondusif, faktor infrastruktur masyarakat yang kurang mendukung peningkatan minat baca masyarakat dan faktor keberadaan dan kejangkauan bahan bacaan. Dan penelitian oleh Hikmah (2020) menunjukkan bahwa rendahnya minat membaca siswa diperpustakaan JURNAL PERSEDA VOL. VII, NO. 2, AGUSTUS 2024 | 116 sekolah dipengaruhi oleh faktor internal yaitu kemampuan membaca, kebutuhan psikologi, sikap, usia, jenis kelamin, dan juga dipengaruhi oleh faktor eksternal yaitu orang tua, guru, televisi dan film, pengaruh teman sebaya dan belum tersedia bahan bacaan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan penjaga perpustakaan di SD Negeri 01 Kelekar yang dilaksanakan pada bulan Januari 2023 ditemukan permasalahan yaitu minat membaca siswa di SD Negeri 01 Kelekar masih rendah terkhusus pada kelas III, hal ini ditunjukkan bahwa dari 20 siswa hanya 5-10 siswa berkunjung di perpustakaan hanya untuk membaca maupun meminjam buku. Hasil wawancara dengan Ibu Suci selaku guru Bahasa Indonesia diketahui bahwa siswa kelas III belum memiliki inisiatif untuk membaca buku pelajaran atas kemauannya sendiri, biasanya siswa baru ingin membaca ketika diperintahkan oleh Guru. Dan hasil wawancara dengan siswa, siswa malas ke perpustakaan sekolah karena membaca adalah hal yang paling membosankan sehingga siswa lebih senang apa bila mereka berkumpul bersama teman sebaya di tempattempat yang mereka anggap lebih menyenangkan dari pada perpustakaan sekolah. Minat baca tidak datang dengan sendirinya pada diri siswa, akan tetapi terdapat beberapa faktor yang memengaruhi minat siswa untuk membaca. Dari penelitian terdahulu rendahnya minat baca siswa disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor internal maupun faktor ekternal. Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab rendahnya minat membaca pada siswa maka dapat dicari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut agar kedepannya siswa mempunyai minat membaca buku. METODE Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2020, p. 2). Pada penelitian ini metode yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif ialah suatu rumusan masalah yang memandu penelitian untuk mengeksplorasi atau memotret situasi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, luas dan mendalam. Penelitian ini digunakan untuk menggambarkan secara sistemik, fakta serta karakteristik. Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang sebenarnya. Penelitian ini mendeskripsikan mengenai faktor-faktor penyebab rendahnya minat baca di perpustakaan SD Negeri 01 Kelekar. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data kualitatif. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini yaitu sumber data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan semua pihak sekolah baik itu guru maupun siswa dan data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dari objek yang diteliti yang didapatkan melalui studi literatur, arsip/laporan dan kepustakan. Sumber data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini berupa dokumen profil sekolah, data siswa. Teknik pengumpulan data adalah cara atau langkah terpenting yang diperoleh untuk mendapatkan data penelitian (Sugiyono, 2020, p. 296). Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu wawancara, angket dan dokumentasi. Teknik keabsahaan data dalam penelitian kualitatif, data yang dapat dinyatakan valid yaitu ketika tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan yang sebernarnya terjadi pada obyek yang diteliti. Data yang didapat oleh peneliti harus benar dan sesuai dengan realita yang ada di lapangan. Oleh karena itu, keabsahan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini menggunakan yaitu: Triangulasi sumber Triangulasi sumber untuk mengulangi kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Triangulasi sumber yang dilakukan peneliti adalah dengan mewawancarai guru dan siswa mengenai analisis faktor-faktor yang menjadi penyebab rendahnya minat membaca siswa di perpustakaan. Sumber data tersebut akan dideskripsikan, dikategorisasikan, mana pandangan yang sama, yang berbeda dan mana spesifik dari tiga sumber data tersebut. Data yang telah dianalisis oleh peneliti sehingga menghasilkan suatu kesimpulan selanjutnya dimintakan (member check) dengan tiga sumber data tersebut (Zulmiyetri, 2019, p.66). Triangulasi waktu juga sering memengaruhi kredibilitas data. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar, belum banyak masalah, akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel. Untuk itu, dalam rangka pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan wawancara, observasi atau teknik lain dalam waktu atau situasi JURNAL PERSEDA VOL. VII, NO. 2, AGUSTUS 2024 | 117 yang berbeda. Maka peneliti melakukan penelitian menggunakan teknik pengumpulan data trianguasi waktu dengan mewawancarai guru pada pagi hari lalu mewawancarai di siang hari, bila hasil uji menghasilkan data yang berbeda, maka dilakukan secara berulang-ulang sehingga sampai ditemukan kepastian datanya (Zulmiyetri, 2019, p.66). Teknik analisis dalam proses pengelohan data pada penelitian ini berupa analisis deskriptif kualitatif. Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data kedalam unit-unit, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudah diambil oleh diri sendiri maupun orang lain. Langkah analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Reduksi data berarti merangkum, memilih halhal pokok, memfokuskan pada hal-hal penting dan membuang yang tidak penting dalam penelitian, lalu dicari tema dan polanya (Sugiyono, 2020, p.154). Redaksi data dalam penelitian ini yaitu data yang diperoleh langsung dari wawancara. Setelah melakukan wawancara, analisis data dimulai dengan membuat transkip hasil wawancara, dengan memutar kembali rekaman hasil wawancara mendengarkan dengan seksama kemudian menulisnya dengan kalimat kata yang sesuai dengan apa yang ada direkaman tersebut. Adapun data-data yang diperoleh berupa analisis faktor-faktor yang menjadi penyebab rendahnya minat baca di perpustakaan SD Negeri 01 Kelekar. Penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat, hubungan antar kategori, dan sejenisnya yang sering digunakan dalam penyajian data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif (Sugiyono, 2020, p.154). Setelah data direduksi, langka selanjutnya adalah mendisplay data. Dalam penelitian kualitatif data dapat disajikan berbentuk tabel, grafik, gambar yang dapat mendukung penelitian ini sehingga dapat menghasilkan informasi yang akurat. Melalui penyajian data tersebut maka data terorganisasi, tersusun dan terpola sehingga mudah untuk dipahami. Data yang disajikan berupa faktor-faktor yang menjadi penyebab rendahnya minat baca di perpustakaan SD Negeri 01 Kelekar sehingga dapat menghasilkan informasi yang dapat ditarik kesimpulannya. Penarikan kesimpulan dan memaparkan hasil penelitian lapangan yang sudah dinarasikan (Sugiyono, 2020, p.156). Setelah semua data terkumpul, langkah berikutnya adalah menjelaskan objek permasalahan secara sistematis serta memberikan analisis terhadap objek kajian tersebut. Selanjutnya langkah ke tiga dalam analisis kualitatif yaitu penarikan kesimpulan. Kesimpulan dari data yang telah di analisis untuk menjawab rumusan masalah penelitian. Kesimpulan yang dibuat dalam penelitian ini berupa hasil pembahasan dari analisis berupa faktor-faktor yang menjadi penyebab rendahnya minat baca di perpustakaan SD Negeri 01 Kelekar. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Analisis data digunakan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan membuat kesimpulan, data yang dianalisis yaitu hasil dari observasi wawancara dan angket yang telah dikumpulkan. Reduksi Data Faktor yang mempengaruhi rendahnya minat membaca siswa kelas III SD Negeri 1 Kelekar dibagi menjadi 2 faktor yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal yang mempengaruhi minat baca meliputi (a) faktor lingkungan keluarga, (b) faktor kurikulum dan pendidikan sekolah, (c) faktor infrastruktur masyarakat, (d) faktor keberadaan dan kejangkauan bahan bacaan. Faktor lingkungan keluarga dari data yang dilakukan meliputi (1)dengan mefalisitasi buku (2) budaya membaca di keluarga (3) melakukan untuk membaca dan belajar. Faktor kurikulum dan pendidikan sekolah data yang di lakukan meliputi : (1) budaya membaca di lingkungan sekolah (2) guru melibatkan siswa membaca. Faktor inftrastruktur masyarakat data yang dilakukan dengan ketertarikan masyarakat ke took buku. Faktor sarana perpustakaan dan kejangkauan bahan bacaan, data observasi yang di lakukan meliputi: (1) kondisi perpustakaan (2) ketersediaan kebutuhan buku siswa, sedangkan dari data wawancara meliputi: (1) budaya membaca di lingkungan sekolah (2) pelayanan perpustakaan (3) koleksi buku di perpustakaan (4) buku yang di butukan siswa (5) ketersediaan buku diperpustakaan. Faktor internal yang mempengaruhi minat membaca siswa di perpustakaan meliputi (a) kemampuan membaca siswa, (b) mahami makna yang terkadung dalam bacaan, ,(c) membaca buku atas perintah guru, (d) siswa membaca buku tidak JURNAL PERSEDA VOL. VII, NO. 2, AGUSTUS 2024 | 118 atas kebutuhanya (e) siswa menyelesaikan tugas melihat internet atau membaca buku. Faktor kemampuan membaca,data observasi yang dilakukan meliputi : membaca bacaan variatif, sedangkan data wawancara meliputi:(1)lancar dalam membaca (2)kesulitan dalam membaca. Faktor memahami makna yang terkandulng dalam bacaan,meliputi tujuan teks bacaan. Faktor membaca buku atas perintah guru, data yang dilakukan meliputi: kesadaran diri siswa untuk meluangkan waktu untuk membaca. Faktor siswa membaca buku tidak atas kebutuhanya, data yang dilakukan meliputi: (1) buku pembelajaran (2) buku cerita atau dongeng (3) puisi. Faktor siswa menyelesaikan tugas melihat internet, data yang dilakukan meliputi: guru melibatkan siswa membaca dari internet. Penyajian Data Setelah data direduksi, langkah selanjutnya adalah mendisplay data. Dalam penelitian ini data disajikan berbentuk tabel. Melalui penyajian data tersebut maka data terorganisasi, tersusun dan terpola sehingga mudah untuk dipahami. Data yang disajikan berupa faktor-faktor yang menjadi penyebab rendahnya minat baca di perpustakaan SD Negeri 01 Kelekar sehingga dapat menghasilkan informasi yang dapat ditarik kesimpulannya. Setelah data direduksi, langkah selanjutnya adalah mendisplay data. Dalam penelitian ini data disajikan berbentuk tabel. Melalui penyajian data tersebut maka data terorganisasi, tersusun dan terpola sehingga mudah untuk dipahami. Data yang disajikan berupa faktor-faktor yang menjadi penyebab rendahnya minat baca di perpustakaan SD Negeri 01 Kelekar sehingga dapat menghasilkan informasi yang dapat ditarik kesimpulannya. Observasi dilakukan dengan mengamati kegiatan siswa saat berada di perpustakaan sekolah SD Negeri 1 Kelakar. Berdasarkan hasil dari kegiatan observasi yang telah dilakukan peneliti, meunjukkan bahwa pada aspek siswa mengunjungi perpustakaan untuk membaca, secara keseluruhan siswa tidak sering mengunjungi perpustakaan namun ada beberapa siswa yang mengunjungi perpustakaan pada saat jam kosong maupun jam istrirahat, siswa mengunjungi perpustakaan untuk membaca atau meminjam buku. Pada aspek kedua yaitu membaca bacaan yang variatif, siswa yang mengujungi perpustakaan siswa membaca buku yang bermacam-macam. Pada aspek ketiga yaitu membaca bacaan yang mereka butuhkan, siswa sangat rajin membaca buku lain selain pembelajaran, siswa membaca buku sesuai dengan kebutuhannya seperti membaca didongeng. Pada aspek keempat yaitu membaca bacaan yang mereka anggap penting, rata-rata siswa yang mengunjungi perpustakaan untuk mencari buku pembelajaran dan mencari buku yang dianggapnya penting. Pada aspek kelima yaitu kondisi perpustakaan, perpustakaan di SD Negeri 1 Kelekar sudah cukup layak digunakan siswa, sehingga siswa sangat nyaman berada diperpustakaan. Pada aspek terakhir yang diamati yaitu ketersediaan kebutuhan buku siswa, keperluan siswa dalam buku pembelajaran tidak selalu di perpustakaan, buku diperpustakaan belum lengkap. Wawancara dilakukan dengan guru kelas III, siswa kelas III dan petugas perpustakaan mengenai faktor yang menjadi penyebab rendahnya minat baca di perpustakaan SD Negeri 1 Kelekar. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas III sesuai indikator menurut Dalman (2017, p. 142) menjelaskan bahwa minat baca ditentukan oleh beberapa faktor eksternal yakni faktor lingkungan keluarga, faktor kurikulum dan pendidikan sekolah yang kurang kondusif, faktor infrastruktur masyarakat yang kurang mendukung peningkatan minat baca, faktor keberadaan dan kejangkauan bahan bacaan dan menurut Solahudin, Misdaliana dan Novianti (2022) menjelaskan bahwa minat baca ditentukan oleh beberapa faktor internal yakni kemampuan membaca siswa, kemahami makna yang terkadung dalam bacaan, kurang membiasakan membaca, membaca buku atas perintah guru, Siswa jarang mencari buku atau bahan bacaan sesua dengan kebutuhannya dan siswa yang menyelesaikan tugas melalui internet tanpa membaca. Pada faktor lingkungan keluarga yaitu menurut guru orang tua siswa jarang untuk membelikan buku. Pada faktor kurikulum dan pendidikan sekolah yang kurang kondusif, guru mengatakan bahwa untuk budaya membaca untuk setiap jam pelajaraan kosong siswa diarahkan untuk keperpustakaan untuk mencari referensi pembelajaran yang ada didalam kelas, setiap kali pembelajaran akan dimulai siswa melakukan budaya membaca selama 5 menit, guru juga sering mengajak siswa ke perpustakan karena untuk mencari referensi tentang pembelajaran. Pada faktor infrastruktur masyarakat yang kurang mendukung peningkatan minat baca yaitu guru mengatakan bahwa untuk dilingkungan mayarakat, kurangnya wali siswa yang mendukung JURNAL PERSEDA VOL. VII, NO. 2, AGUSTUS 2024 | 119 membei buku paket maupun membeli buku referensi yang lain untuk menunjang pembelajaran disekolah. Pada faktor keberadaan dan kejangkauan bahan bacaan yaitu guru mengatakan bahwa bahan bacaan sudah ada namun belum lengkap, siswa membutuhkan bahan bacaan tentang makhluk hidup mungkin, teknologi , budaya lingkungan sekitar, siswa juga tertarik cerita-cerita orang dan dongeng-dongeng. Pada faktor kemampuan membaca siswa, guru mengatakan bahwa banyak yang sudah lancar ada beberapa yang belum lancar membaca secara keseluruhan sudah bisa membaca, ada juga beberapa siswa yang mengalami kesulitasn saat membaca. Pada faktor pemahami makna yang terkadung dalam bacaan, guru mengatakan bahwa sebagian siswa sudah paham sebagian belum bisa memahami makna yang terkandung dalam bacaan. Pada faktor kurang membiasakan membaca yaitu guru mengatakan bahwa beberapa siswa tidak membiasakan untuk membaca. Pada faktor membaca buku atas perintah guru yaitu guru mengatakan bahwa siswa membaca atas kemauannya sendiri seperti pada saat jam kosong maupun istrirahat. Pada faktor siswa jarang mencari buku atau bahan bacaan sesuai dengan kebutuhannya, guru mengatakan tidak juga. Pada faktor siswa yang menyelesaikan tugas melalui internet tanpa membaca, guru mengatakan bahwa ada beberapa siswa yang mencari pembelajaran lewat internet, buku media lain. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa kelas III menurut Dalman (2017, p. 142) menjelaskan bahwa minat baca ditentukan oleh beberapa faktor eksternal yakni faktor lingkungan keluarga, faktor kurikulum dan pendidikan sekolah yang kurang kondusif, faktor infrastruktur masyarakat yang kurang mendukung peningkatan minat baca, faktor keberadaan dan kejangkauan bahan bacaan dan menurut Solahudin, Misdaliana dan Novianti (2022) menjelaskan bahwa minat baca ditentukan oleh beberapa faktor internal yakni kemampuan membaca siswa, mahami makna yang terkadung dalam bacaan, kurang membiasakan membaca, membaca buku atas perintah guru, Siswa jarang mencari buku atau bahan bacaan sesuai dengan kebutuhannya dan siswa yang menyelesaikan tugas melalui internet tanpa membaca. Pada faktor lingkungan keluarga, siswa mengatakan bahwa budaya membaca dikeluarga siswa sangatlah kurang, keluarganya juga jarang membaca buku dan membelikan buku. Pada faktor kurikulum dan pendidikan sekolah yang kurang kondusif yaitu siswa mengatakan bahwa guru selalu melibatkan siswa untuk membaca, sering dikasih tugas membaca namun guru tidak pernah mengajak untuk belajar di perpustakaan. Faktor infrastruktur masyarakat yang kurang mendukung peningkatan minat, yaitu siswa mengatakan bahwa masyarakat mereka lebih suka pergi ketempat hiburan, pergi ke toko buku karna ada perlu saja. Faktor keberadaan dan kejangkauan bahan bacaan, siswa mengatakan bahwa kondisi perpustakaan di sekolah ini cukup nyaman untuk digunakan, petugasnya juga melayani dengan baik, namun koleksi buku yang dibutuhkan siswa masih kurang lengkap, diperpustakaan sudah tersedia buku pelajaran, dongeng, puisi dan lainnya. Faktor kemampuan membaca siswa, siswa menjawab bahwa ia sudah lancar membaca dan mampu memaknai yang terkadnung dalam bacaan. Faktor membaca buku atas perintah guru, siswa mengatakan bahwa membaca buku atas kemauannya sendiri tanpa harus diperintah guru. Faktor siswa jarang mencari buku atau bahan bacaan sesuai dengan kebutuhannya, siswa mengatakan bahwa ia jarang mencari buku sesuai kebutuhan. Pada menyelesaikan tugas melalui internet, siswa mengatakan bahwa mengerjakan tugas melihat di buku dan tidak melalui internet. Berdasarkan hasil wawancara dengan petugas perpustakaan sesuai indikator menurut Dalman (2017, p. 144) menjelskan indikator minat baca yaitu frekuensi dan kuantitas membaca siswa dan faktor keberadaan dan kejangkauan bahan bacaan. Petugas perpustakaan mengatakan bahwa siswa sering mengunjungi perpustakaan pada saat setiap jam istrirahat ataupun waktu luangnya, siswa mengujungi perpustakaan untuk meminjam maupun membaca buku dan juga mencari byku sesuai kebutuhan mereka. Kondisi diperpustakaan sekolah juga bagus dan nyaman digunakan siswa untuk membaca, koleksi buku dierpustakaan sekolah juga cukup lengkap namun belum beranekaragam, siswa suka mencari buku dongen dan puisi, guru juga sering mengajak siswa untuk belajar diperpustakaan. Angket dilakukan mengenai faktor yang menjadi penyebab rendahnya minat baca diperpustakaan pada siswa kelas III SD Negeri 1 Kelekar yang berjumlah 22 siswa. Hasil angket disajikan pada tabel 1 dibawah ini: Tabel 1 Hasil Analisis Angket JURNAL PERSEDA VOL. VII, NO. 2, AGUSTUS 2024 | 120 Indikator No STS TS S SS Faktor Eksternal 1 2 6 10 2 2 4 1 8 7 3 4 4 9 3 4 1 2 13 4 5 13 1 4 2 6 3 2 12 3 7 18 1 0 1 8 4 2 0 14 9 5 1 10 4 10 11 2 3 4 11 1 15 1 3 12 4 4 8 4 13 7 8 5 0 14 5 5 8 2 15 9 4 7 0 16 2 2 2 14 17 5 13 0 2 18 1 2 3 14 19 14 4 2 0 20 2 3 7 7 21 3 2 7 9 22 7 1 1 11 Faktor Internal Sumber: Data diolah peneliti, 2023 Berdasarkan hasil analisis angket siswa diatas menunjukkan bahwa minat baca siswa kelas III di SD Negeri 1 Kelekar dipengaruhi oleh faktor internal dan ekternal. Dari 20 siswa kelas III minat membaca semua siswa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Penarikan Kesimpulan Berdasarkan pemaparan dan hasil penelitian yang dilakukan di SD Negeri 1 Kelekar pada siswa kelas III, hasil yang diperoleh peneliti menyimpulkan bahwa ada dua faktor yang menjadi penyebab minat membaca siswa yakni faktor eksternal dan faktor internal. Hasil observasi meunjukkan bahwa minat membaca di pengaruhi oleh faktor internal yaitu siswa mengunjungi perpustakaan untuk membaca, siswa membaca bacaan yang variatif, membaca bacaan yang mereka butuhkan, membaca bacaan yang mereka anggap penting dan dipengaruhi faktor eksternal yaitu kondisi perpustakaan dan ketersediaan kebutuhan buku siswa.] Hasil wawancara menunjukkan bahwa minat membaca siswa dipengaruhi oleh faktor eksternal yaitu faktor lingkungan keluarga, faktor kurikulum dan pendidikan yang kurang konduktif, faktor masyarakat yang kurang mendukung dan faktor keberadaan dan kejangkauan bahan bacaan. Faktor internal yaitu kemampuan membaca siswa, pemahaman makna bacaan, kurang membiasakan membaca, membaca atas perintah guru, siswa jarang mencari buku atau bahan bacaan sesuai dengan kebutuhannya dan mengerjakan tugas melalui internet. Hasil angket menunjukkan dari 20 siswa kelas III minat membaca semua siswa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian mengenai faktor penyebab rendahnya minat membaca siswa kelas III di perpustakaan sekolah di SD Negeri 1 Kelekar yang dilakukan peneliti selama enam hari dari tanggal 22 Mei 2023 sampai 27 Mei 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya minat baca siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan internal. Hasil penelitian ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Prasetyono dalam Sari (2018) yang menjelaskan bahwa rendahnya minat membaca pada siswa disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor internal dan faktor eksternal siswa, faktor eksternal yaitu faktor yang menyebabkan rendahnya minat baca siswa yang berasal dari luar diri siswa, sedangkan faktor internal yang berasal dari diri siswa itu sendiri. Menurut Grolnick dalam Amelia & Kurniawan (2020), lingkungan keluarga berdampak pada minat membaca siswa, ketidak terlibatan orang tua dalam aktivitas membaca mengakibatkan minat membaca pada anak tetap rendah. Oleh karena itu, sangat penting peran orang tua dalam membimbing anaknya untuk rajin membaca. Berdasarkan hasil analisis angket siswa diatas menunjukkan bahwa minat baca siswa kelas III di SD Negeri 1 Kelekar dari 20 orang siswa sebanyak 12 siswa dengan minat baca sedang dan 8 orang siswa dengan minat baca rendah, dengan minat membaca keseluruhan siswa rata-rata 62,2% dengan katagori sedang. Berikut uraian faktor yang menyebabkan rendahnya minat membaca pada siswa yakni sebagai berikut: 1. Faktor Eksternal a. Faktor Lingkungan Keluarga Faktor lingkungan keluarga sangat berpengaruh terhadap minat membaca siswa karena keluarga yang rajin dan melakukan JURNAL PERSEDA VOL. VII, NO. 2, AGUSTUS 2024 | 121 b. c. d. kegiatan membaca setiap hari akan mendorong pertumbuhan minat membaca pada siswa. Wawancara dengan guru bahwa wali siswa jarang membelikan anaknya buku pembelajaran, wawancara dengan siswa bahwa budaya membaca dikeluarga sangatlah kurang, dirumah siswa juga sering memaninkan hanphone dari pada membaca. Faktor kurikulum dan pendidikan sekolah yang kurang kondusif. Lingkungan sekolah merupakan wadah siswa menempuh pendidikan, budaya membaca yang kurang di lingkungan sekolah akan mepengaruhi minat membaca siswa karena siswa memanfaatkan waktu luang ataupun istrirahat untuk bermain maupun jajan dari pada membaca buku. Wawancara dengan guru bahwa untuk budaya membaca untuk setiap jam pelajaraan kosong siswa diarahkan untuk keperpustakaan untuk mencari referensi pembelajaran yang ada didalam kelas, setiap kali pembelajaran akan dimulai siswa melakukan budaya membaca selama 5 menit, siswa juga sering diarahkan ke perpustakaan karena untuk mencari referensi tentang pembelajaran yang sedang berlangsung jadi mereka bisa. Faktor infrastruktur masyarakat yang kurang mendukung peningkatan minat Kurangnya masyarakat yang memberikan contoh, memotivasi siswa dalam membaca, tidak adanya perpustakaan untuk membaca di lingkungan masyarakat, dan juga lebih suka pergi ketempat hiburan daripada pergi ketoko buku. Masyarakat dilingkungan tempat tinggal siswa memiliki kebiasaan membaca atau kebiasaan membaca itu tergolong tinggi maka dapat menjadi dorongan juga untuk diri seseorang agar membaca sebaliknya jika masyarakat dilingkungan rumah siswa tidak membiasakan membaca maka dapat menjadi penyebab rendahnya minat baca siswa. Faktor keberadaan dan kejangkauan bahan bacaan Faktor penyebab selanjutnya adalah keterbatasan buku/bahan bacaaan, dari hasil penelitian diketahui bahwa ketersedian buku yang dibutuhkan dan menarik minat siswa masih kurang lengkap. Wawancara dengan guru, siswa dan petugas perpustakaan bahwa diperpustakaan SD Negeri 1 Kelekar buku yang dibutuhkan dan yang tersedia siswa belum lengkap. Namun keadaan perpustakaan sudah cukup nyaman digunakan siswa untuk membaca. 2. Faktor Internal a. Kemampuan membaca siswa Kemampuan membaca yang rendah akan membuat siswa tersebut menjadi malas untuk membaca, siswa yang belum mempunyai kemampuan membaca yang baik tentunya akan terganggu dalam proses membaca sehingga dapat mengurangi minat dalam membaca. Wawancara dengan guru, kemampuan siswa kelas III dalam membaca yakni banyak yang sudah lancar membaca namun ada beberapa yang belum lancar membaca, secara keseluruhan siswa kelas III sudah lancar membaca. b. Pemahami makna yang terkadung dalam bacaan. Memahami makna yang terkandung dalam bacaan yang rendah dapat membuat siswa tidak suka membaca karena merasa bosan sehingga siswa . Wawancara dengan guru bahwa sebagian siswa kelas III sudah dapat memahami makna yang terkandung dalma bacaan, namun sebagian belum dapat memahami makna yang terkandung dalam bacaan. c. Membaca buku atas perintah guru Wawancara dengan guru bahwa ada beberapa siswa membaca atas kemauannya sendiri tidak harus diperintahkan guru, wawancara dengan siswa, siswa membaca oleh kesadarannya sendiri karena suka membaca. Pentingnya kesadaran diri siswa dalam membaca tidak harus diperintahkan guru, namun masih banyak siswa yang tidak memiliki kesadaran diri dan membaca hanya perintah guru. d. Siswa jarang mencari buku atau bahan bacaan sesuai dengan kebutuhannya. Siswa jarang mencari buku yang berkaitan dengan pembelajaran, siswa kebanyakan mencari buku cerita. Wawancara dengan siswa dan petugas perpustakaan bahwa siswa suka membaca atau meminjam buku dongeng-dongeng, cerita, puisi ketimbang buku pelajaran. e. Siswa yang menyelesaikan tugas melalui internet tanpa membaca JURNAL PERSEDA VOL. VII, NO. 2, AGUSTUS 2024 | 122 Siswa banyak mencari jawaban dari internet dari pada mencari jawabannya dibuku pembelajaran. Wawancara dengan guru bahwa ada beberapa siswa yang mengerjakan tugas melalui internet dari pada melihat referensi dari buku. Hasil penelitian sejalan degan penelitian Solahudin, Misdaliana dan Novianti (2022) menunjukkan bahwa terdapat dua faktor yang menjadi penyebab rendahnya minat baca siswa yaitu faktor internal merupakan faktor yang berasal dari diri siswa yaitu kemampuan membaca, memahami makna yang terkandung dalam bacaan, membaca buku atas perintah guru. Faktor eksternal merupakan yang disebabkan oleh diri siswa sendiri yaitu lingkungan sekolah kurang mendukung, budaya membaca yang kurang dilingkungan sekolah, program literasi belum berjalan maksimal, mading sekolah yang tidak pernah diperbaharui peran perpustakaan sekolah yang belum maksimal. Selanjutnya penelitian Amelia dan Kurniawan (2020) menunjukkan faktor-faktor yang memengaruhi minat baca siswa terdiri atas faktor lingkungan keluarga, faktor kurikulum dan pendidikan sekolah yang kurang kondusif, faktor infrastruktur masyarakat yang kurang mendukung peningkatan minat baca masyarakat dan faktor keberadaan dan kejangkauan bahan bacaan. Hasil penelitian berbeda dengan penelitian oleh Hikmah (2020) menunjukkan bahwa rendahnya minat membaca siswa diperpustakaan sekolah dipengaruhi oleh faktor internal yaitu kemampuan membaca, kebutuhan psikologi, sikap, usia, jenis kelamin, dan juga dipengaruhi oleh faktor eksternal yaitu orang tua, guru, televisi dan film, pengaruh teman sebaya dan belum tersedia bahan bacaan. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada orangku Bapak dan Ibu yang telah mendoakan, mendukung dan memberikan semangat serta motivasinya yang tiada henti terus mendoakan yang terbaik agar selalu diberikan kemudahan dan kesehatan selama ini untuk mencapai kesuksesan dan dapat membuat kalian berdua bangga. PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan penelitian yang didapat dari observasi, wawancara dan angket, peneliti menarik kesimpulan mengenai rendahnya minat membaca siswa kelas III di perpustakaan SD Negeri 1 Kelekar bahwa terdapat dua faktor yang menjadi penyebab rendahnya minat baca siswa yakni faktor eksternal meliputi faktor lingkungan keluarga yang kurang mendukung dan memberikan motivasi terhadap membaca siswa, faktor kurikulum dan pendidikan sekolah yang kurang kondusif seperti tidak menyediakan tempat membaca selain perpustakaan, faktor infrastruktur masyarakat yang kurang mendukung peningkatan minat membaca yang memberi contoh lebih memilih pergi ke tempat hiburan daripada pergi ke toko buku, faktor keberadaan dan kejangkauan bahan bacaan seperti buku pelajaran belum lengkap, koleksi buku yang dicari siswa juga belum lengkap dan buku diperpustakaan belum beranekaragam. Sedangkan faktor internal meliputi kemampuan membaca siswa yakni terdapat siswa yang mengalami kesulitan membaca, masih banyak siswa yang belum memahami isi bacaan, siswa membaca buku atas perintah guru, siswa membaca buku tidak atas kebutuhannya seperti siswa lebih memilih membaca buku dongeng, cerita dan puisi ketimbang membaca buku pelajaran serta siswa menyelesaikan tugas melihat internet dari pada buku. Saran Berdasarkan hasil pembahasna dan kesimpulan diatas, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut: 1) Bagi keluarga siswa khususnya orang tua agar lebih rajin memberikan motivasi dan membimbing anaknya untuk membaca dan sering membelikan buku untuk anaknya agar anak lebih rajin membaca. 2) Bagi petugas perpustakaan, agar dapat memperhatikan ketersedia bahan bacaan yang belum ada di perpustakaan dan terus memperhatikan fasilitas dan kenyamanan perpustakaan. 3) Bagi sekolah, agar dapat menyediakan bahan bacaan beraneka ragam sehingga siswa lebih tertarik untuk membaca diperpustakaan. DAFTAR PUSTAKA Amelia & Kurniawan. 2020. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Baca Siswa SD Negeri 125 Pekan Baru. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Dalman. 2017. Keterampilan Membaca . Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Hikmah. 2020. Analisis Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Minat Membaca Siswa di Perpustakaan Sekolah SMAN 1 Tapung (Studi Kasus Kelas IV). Skripsi. Program Studi JURNAL PERSEDA VOL. VII, NO. 2, AGUSTUS 2024 | 123 Pendidikan Akuntasi. Universitas Islam Riau Pekan Baru. Mumpuni & Nurbaiti. 2019. Analisa Faktor yang Mempengaruhi Minat Baca Mahasiswa PGSD. Jurnal Riset Pedagogik. Rahmawati. 2020. Komunitas Baca Rumah Luwu Sebagai Inovasi Sosial Untuk Meningkatkan Minat Baca Di Kabupaten Luwu. Jurnal BENING, Vol 4, No 2. Sari. 2018. Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Minat Membaca Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Padas Kecamatam Karanganom Kabupaten Klaten. Jurnal Universitas Negeri Yogyakarta. Solahudin, Misdalina & Noviati. 2022. Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Minat Baca Pada Siswa Kelas 5 SD Negeri 4 Tanjung Lago. Jurnal Pendidikan dan Konseling. Sugiyono. 2020. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan RnD. Bandung: Alfabeta. Tarigan. 2015. Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. Wibowo & Susanti. 2018. Analisis Minat Membaca Siswa pada Kelas Tinggi di Sekolah Dasar Negeri 01 Belitang. Jurnal Pendidian Dasar Perkhasa. Zulmiyetri, Nurhastuti, & Safaruddin. 2019. Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Kencana. JURNAL PERSEDA VOL. VII, NO. 2, AGUSTUS 2024 | 124