Journal of Medicine and Health (JMH) Vol. 7 No. 1 February 2025 e-ISSN: 2442-5257 https://doi. org/10. 28932/jmh. Research Article Skrining Aktivitas Antibakteri dan Sitotoksik Fungi Endofit Daun Tanaman Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pa. Screening of Antibacterial and Cytotoxic Activities from Endophytic Fungi of Red Betel Plant Leaves (Piper crocatum Ruiz & Pa. Dwi DA Bakhtra1*. Aried Eriadi1,Gita Julianti2. Ulvah Azli2 1Departemen Biologi Farmasi. Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFARM) Padang 2Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFARM) Padang Jl. Kurao Pagang. Dalam. Kec. Nanggalo. Kota Padang. Sumatera Barat 25147 *Penulis korespondensi Email: dwidinni89@gmail. Received: June 28, 2024 Accepted: February 12, 2025 Abstrak Fungi endofit adalah salah satu mikroorganisme yang dapat hidup di pada bagian dari suatu jaringan tanaman. Metabolit sekunder yang diproduksi oleh fungi endofit memiliki berbagai aktivitas biologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan bioaktivitas antibakteri serta sitotoksik fungi endofit dari daun tanaman sirih merah (Piper crocatu. Proses isolasi fungi endofit dengan media SDA dan diperoleh 5 fungi yang berbeda. Fungi endofit dikultivasi pada medium beras dan ekstraksi dilakukan scara berulang dengan etil asetat secara maserasi. Ekstrak etil asetat dari fungi endofit diuji bioaktivitas dengan teknik difusi kertas cakram dan metode BSLT. Hasil skrining aktivitas antibakteri, ekstrak etil asetat fungi endofit memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. aeruginosa dan Bacillus sp. Zona inhibisi yang didapatkan dari 5 isolat fungi bervariasi dengan rentang diameter hambat ke 5 fungi adalah 11,54 mm - 17, 96 mm. Hasil skrining aktivitas sitotoksik, 4 ekstrak etil asetat fungi endofit bersifat toksik (LC50 < 1000 g/mL), dan 1 fungi endofit bersifat sangat toksik (JDS. dengan nilai LC50 17,94 g/mL. Hasil metabolit sekunder menunjukkan fenol, flavonoid, steroid dan kelompok triteroid. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa fungi endofit dari tanaman daun sirih merah berpotensi untuk dikembangkan menjadi sumber alternatif penghasil senyawa antibakteri dan sitotoksik. Kata kunci: antibakteri. Piper crocatum Ruiz & Pav. fungi endofit How to Cite: Bakhtra DDA. Eriadi A. Julianti G. Azli U. H Skrining aktivitas antibakteri dan sitotoksik fungi endofit daun sirih merah . iper crocatum ruiz & pa. Journal of Medicine and Health. : 59-68. DOI: https://doi. org/10. 28932/jmh. A 2025 The Authors. This work is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License. J Med Health. :59-68 Journal of Medicine and Health (JMH) Vol. 7 No. 1 February 2025 Skrining Aktivitas Antibakteri dan. e-ISSN: 2442-5257 Research Article Abstract Endophytic fungi are microorganisms that can live in parts of plant tissue. Secondary metabolites produced by endophytic fungi have various biological activities. The purpose is to determine the antibacterial and cytotoxic bioactivity of endophytic fungi from red betel leaves (Piper crocatu. The process of isolating endophytic fungi with SDA media and obtaining 5 different fungi. Endophytic fungi were cultivated on rice media and extraction was carried out repeatedly with ethyl acetate by maceration. Ethyl acetate extracts from endophytic fungi were tested for bioactivity using disc paper diffusion techniques and the BSLT method. The results of antibacterial activity screening, ethyl acetate extracts of endophytic fungi have antibacterial activity against P. aeruginosa and Bacillus sp. The inhibition zones obtained from five fungi isolates varied with a range of inhibition diameters for the 5 fungi at 11. 54 mm - 17. 96 mm. The results of cytotoxic activity screening, four ethyl acetate extracts of endophytic fungi are toxic (LC50 <1000 g/mL), and 1 endophytic fungus is very toxic (JDS. with an LC 50 value of 17. g/mL. The results of secondary metabolites showed phenols, flavonoids, steroids, and terpenoid groups. From the results of the study, it was concluded that endophytic fungi from red betel leaf plants have the potential to be developed into an alternative source of antibacterial and cytotoxic compounds. Keywords: antibacterial. Piper crocatum Ruiz & Pav. endophytic fungi Pendahuluan Indonesia adalah negara tropis yang kaya keanekaragaman hayati, berpotensi untuk pengembangan metabolit sekunder dalam terapi pengobatan salah satunya daun dari tanaman sirih merah. Secara empiris, daun sirih merah digunakan sebagai terapi alternatif pengobatan dari alam untuk berbagai penyakit. Biasanya cara penggunaan daun dari tanaman sirih merah tanpa pengolahan, pengeringan . dan ekstrak Tanaman ini yang dibuat dalam bentuk sediaan menghasilkan golongan senyawa flavonoid, minyak atsiri, alkaloid, saponin, tanin. 1,2 Daun sirih merah memiliki bioaktivitas sebagai antioksidan, antidiabetik, sitotoksik, dan antiinflamasi. Mikroorganisme endofit terdapat di jaringan tanaman, hidup berkoloni pada jaringan dan bersimbiosis secara komensalisme pada tanaman. 9 Fungi endofit diisolasi dari semua bagian Fungi endofit sangat unik, berbeda tempat tumbuh tanaman dapat menghasilkan fungi endofit yang berbeda spesies karena host dari fungi endofit akan mempengaruhi metabolit Mikroorganisme endofit sangat berpotensi untuk dieksplorasi dan menemukan senyawa aktif yang berasal dari alam serta bermanfaat pada kesehatan. Fungi endofit menghasilkan metabolit sekunder yang bermanfaat seperti dalam berbagai bidang medis, pertanian, dan industri. Beberapa fungi endofit yang diisolasi dari tanaman berpotensi menghasilkan metabolit sekunder yang memberikan bioaktivitas. 11-12 Ekstrak etil asetat fungi endofit dari daun tanaman sirih merah menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dan E. coli11, menghambat pertumbuhan B. coli dan S. aureus, dan memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel J Med Health. :59-68 Journal of Medicine and Health (JMH) Vol. 7 No. 1 February 2025 Skrining Aktivitas Antibakteri dan. e-ISSN: 2442-5257 Research Article WiDr dan T47D. 13-14 Tempat hidup host yang berbeda akan memiliki perbedaan dari fungi endofit serta berbeda aktivitas dan kandungan kimianya. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian adalah untuk skrining aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi dan sitotoksik menggunakan metode BSLT dari fungi endofit yang diisolasi dari bagian daun tanaman sirih Metode Sampel bagian daun segar tanaman sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav. diidentifikasi pada Herbarium Universitas Andalas (ANDA). Isolasi dan Pemurnian Fungi Endofit: Daun sirih merah dibilas dengan aquadest, digerus dalam lumpang steril, masukkan ke dalam erlenmeyer 10 gram lalu ditambahkan 100 mL aquadest. Buat pengenceran sampai konsentrasi 10 -6. Fungi endofit pada media SDA dimurnikan dengan memisahkan antara koloni fungi ke media baru, dan diinkubasi pada suhu ruang . -25A C). Pertumbuhan dapat diamati pada hari ke 5 sampai hari ke 7. Koloni yang memiliki bentuk koloni berbeda . entuk dan warn. dapat dianggap sebagai isolat yang Proses pemurnian dilakukan hingga didapatkan koloni tunggal dari fungi endofit. Identifikasi Makroskopis dan Mikroskopis: Karakterisasi fungi endofit dilakukan secara makroskopis . entuk kolon. Pengamatan makroskopis dilakukan secara visual terhadap bentuk koloni fungi. Pengamatan koloni secara makroskopis dan mikroskopis, dilakukan berdasarkan kriteria bentuk visual koloni, dan mikroskopis dengan menggunakan lactophenol blue dan amati di bawah mikroskop. Kultivasi Dan Ekstraksi Fungi Endofit: Fungi dikultur pada medium beras pada 100 gram beras, tambahkan 110 mL aquadest. 15 Hasil kultivasi dimaserasi dengan etil asetat, dan maserat diuapkan secara in vacuo. Skrining Aktivitas Antibakteri: Skrining aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi dengan kertas cakram. Kloramfenikol disc sebagai kontrol positif dan Dimetil Sulfoksida sebagai kontrol negatif. Ekstrak fungi endofit dibuat dengan konsentrasi 10%. Bakteri yang digunakan adalah P. aeruginosa dan Bacillus sp. inkubasi dilakukan 24 jam pada temperatur 12,16 Uji Aktivitas Sitotoksik: Telur artemia salina diinkubasi dengan 500 mL menggunakan air laut steril pada suhu 27 A 2AC selama 48 jam. Uji aktivitas sitotoksik menggunakan konsentrasi uji 1000. 10 g/mL. Pembuatan larutan untuk pengujian aktivitas sitotoksik dengan memipet masing-masing 500. 5 AAL dari larutan induk menggunakan pipet mikro. J Med Health. :59-68 Journal of Medicine and Health (JMH) Vol. 7 No. 1 February 2025 Skrining Aktivitas Antibakteri dan. e-ISSN: 2442-5257 Research Article Setiap konsentrasi ditambahkan DMSO 50 AAL yang bertujuan untuk melarutkan ekstrak fungi, dilakukan 3 kali pengulangan. Kontrol negatif menggunakan DMSO 50 L. Skrining metabolit sekunder: Skrining metabolit sekunder untuk mengidentifikasi kandungan fenol, alkaloid, steroid dan terpenoid dari ekstrak etil asetat fungi endofit tanaman sirih merah. Hasil Hasil identifikasi di ANDA diketahui spesies sampel adalah Piper crocatum Ruiz & Pav dengan family Piperaceae. Hasil isolasi fungi endofit diperoleh 5 fungi berbeda secara makroskopis dan mikroskopis yang bersimbiosis dengan tanaman sirih merah (Tabel . Dari 100 gram media kultivasi didapatkan berat ekstrak fungi endofit bagian daun tanaman sirih merah dengan bobot bervariasi (Tabel . Tabel 1 Makroskopis dan Mikroskopis Fungi Endofit Bagian Daun P. Kode Fungi JDS1 Makroskopis JDS2 Mikroskopis Kode Fungi JDS4 Makroskopis Mikroskopis JDS5 JDS3 Tabel 2 Berat Ekstrak Etil Asetat Fungi Endofit Daun Daun P. Kode Sampel JDS1 JDS2 JDS3 JDS4 JDS5 J Med Health. :59-68 Berat Ekstrak Etil Asetat . Journal of Medicine and Health (JMH) Vol. 7 No. 1 February 2025 Skrining Aktivitas Antibakteri dan. e-ISSN: 2442-5257 Research Article Dari hasil skrining aktivitas antibakteri, fungi endofit daun sirih merah berpotensi dalam menghasilkan senyawa yang memiliki aktivitas antibakteri (Tabel . Ekstrak JDS4 merupakan ekstrak fungi endofit yang potensial, karena memiliki zona hambat yang lebih tinggi pada P. aeruginosa dan Bacillus (Gambar . Dari hasil skrining aktivitas sitotoksik dengan metode BSLT, fungi endofit daun sirih merah dapat menginduksi kematian larva Artemia salina yang dilihat dari persentase kematiannya (Tabel . dan memiliki aktivitas sitotoksik (Gambar . Dari hasil skrining kandungan metabolit sekunder, ekstrak fungi endofit daun tanaman sirih merah mengandung beberapa metabolit sekunder yang potensial sebagai antibakteri dan sitotoksik, yaitu flavonoid, fenolik dan steroid (Tabel . Tabel 3 Aktivitas Skrining Aktivitas Antibakteri Fungi Endofit Ekstrak Etil Asetat JDS1 JDS2 JDS3 JDS4 JDS5 Kontrol positif Kontrol negatif Diameter Zona Inhibisi . A SD 12,53 A 1,7 11,84 A 1,0 14,80 A 2,2 11,54 A 1,4 13,37A 1,6 13,01 A 0,9 17,96 A 5,3 16,45 A 3,8 17,15 A 3,5 16,99 A 3,7 24,47 23,64 Gambar 1 Hasil Uji Antibakteri terhadap . Pseudomonas aeruginosa. Bacillus sp J Med Health. :59-68 Journal of Medicine and Health (JMH) Vol. 7 No. 1 February 2025 Skrining Aktivitas Antibakteri dan. e-ISSN: 2442-5257 Research Article Tabel 4 Persentase Kematian Larva Artemia salina Ekstrak Etil Asetat JDS1 JDS2 JDS3 JDS4 JDS5 Konsentrasi . /mL) Kematian Larva (%) Nilai LC50 (Ag/mL) JDS1 JDS2 JDS3 JDS4 JDS5 Ekstrak etil asetat jamur endofit Gambar 2 Nilai LC50 Ekstrak Fungi Endofit Daun P. Tabel 5 Hasil Skrining Fitokimia Ekstrak Etil Asetat Fungi Endofit Daun P. Ekstrak Fungi JDS1 JDS2 JDS3 JDS4 JDS5 J Med Health. :59-68 Fenol Metabolit Sekunder Alkaloid Steroid Flavonoid Journal of Medicine and Health (JMH) Vol. 7 No. 1 February 2025 Skrining Aktivitas Antibakteri dan. e-ISSN: 2442-5257 Research Article Gambar 3 Hasil Uji Kromatografi Lapis Tipis Ekstrak Etil Asetat Isolat Fungi ( . Diskusi Tanaman sirih merah merupakan tanaman dengan bioaktivitas bervariasi menghasilkan senyawa golongan alkaloid, saponin, tanin dan flavonoid. 17 Fungi endofit merupakan jenis fungi yang identik dan hidup pada jaringan tanaman. Tanaman sirih merah adalah memiliki fungi endofit. 12,14 Fungi endofit hasil isolasi berpotensi dalam menghasilkan senyawa metabolit sekunder. Dari hasil penelitian, fungi endofit yang berhasil diisolasi yang mempunyai bentuk makroskopis dan mikroskopis yang berbeda dianggap fungi yang berbeda, sehingga berhasil mengelompokkan 5 koloni fungi yang berbeda. Isolat tunggal fungi endofit dikultivasi pada media beras karena beras memiliki nutrisi yang lebih kompleks dari media agar lainnya, dan harga yang terjangkau. Pada proses kultivasi, fungi diinkubasi selama 30-40 hari. Terdapatnya beberapa kondisi yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba seperti besar inokulum, nutrisi substrat, air, pH serta temperatur selama proses inkubasi. Hasil kultivasi di maserasi dengan menggunakan etil asetat. Maserasi digunakan untuk mencegah terjadinya penguraian zat aktif akibat pemanasan selama proses ekstraksi. Dari proses ekstraksi didapatkan berat ekstrak yang berbeda-beda, hal ini disebabkan karena kemampuan fungi endofit berbeda-beda dalam menghasilkan metabolit sekunder. Dari penelitian terdahulu, berbeda spesies fungi endofit akan menghasilkan bioaktivitas yang berbeda-beda. 16,20 Dari hasil skrining aktivitas antibakteri, ekstrak etil asetat fungi endofit memiliki aktivitas terhadap bakteri P. aeruginosa dan Bacillus sp, ekstrak etil asetat fungi endofit JDS4 merupakan ekstrak fungi endofit yang potensial di antara ekstrak fungi yang lainnya, pada aeruginosa memiliki zona inhibisi yang paling luas dan pada Bacillus sp juga memberikan zona inhibisi yang cukup besar. Fungi endofit daun sirih merah menghambat pertumbuhan J Med Health. :59-68 Journal of Medicine and Health (JMH) Vol. 7 No. 1 February 2025 Skrining Aktivitas Antibakteri dan. e-ISSN: 2442-5257 Research Article subtilis dan E. 14 Selain itu, fungi endofit daun sirih merah juga mempunyai aktivitas antibakteri kategori kuat pada S. Secara umum keseluruhan ekstrak etil asetat fungi endofit daun tanaman sirih merah memiliki zona inhibisi lebih luas pada Bacillus sp. Bakteri gram positif sangat responsif dibanding gram negatif karena morfologi kompleks yang dimiliki dinding sel bakteri gram negatif yang terdiri dari tiga lapis sedangkan bakteri gram positif memiliki morfologi dinding sel lapisan tunggal. Dari hasil skrining aktivitas sitotoksik, nilai LC 50 menentukan jenis aktivitas sitotoksik dengan menggunakan metode BSLT. Kategori penentuan LC50 yaitu sangat toksik (<30 g/mL), toksik . -1000 g/mL) dan tidak toksik (> 1000 g/mL)18. Berdasarkan hasil yang didapatkan dari lima ekstrak etil asetat fungi endofit tanaman sirih merah, kategori toksik dimiliki 4 ekstrak yaitu dengan kode JDS1. JDS2. JDS3. JDS4, dan 1 ekstrak bersifat sangat toksik yaitu ekstrak etil asetat JDS5. Semakin kecil nilai LC50 suatu senyawa, maka semakin berpotensi senyawa tersebut dikembangkan dalam pencarian sumber pengobatan baru dalam terapi kanker. Dari hasil skrining fitokimia, semua ekstrak fungi endofit mengandung senyawa fenol. Mekanisme golongan fenol sebagai antibakteri yaitu dengan denaturasi proteien sehingga menyebabkan berhentinya proses metabolisme sel bakteri. Berhentinya proses metabolime disebabkan semua aktivitas metabolisme dari sel bakteri dikatalis oleh enzim. Penghentian proses metabolisme memicu terjadinya kematian sel bakteri. 19 Golongan steroid mempengaruhi bagian fosfolipid yang terdapat pada membran, karena permeabel terhadap senyawa yang bersifat lipofilik menyebabkan penurunan dari integritas membran dan terjadinya gangguan secara morfologis pada membran. Mekanisme yang terjadi antara senyawa kimia dengan bakteri melalui teori khelat (Chelation theor. , menurunnya polaritas dari ion-ion logam akibat berikatan dengan ligan karena terjadinya ketidakstabilan berbagai orbital ligan dan memberikan sebagian muatan positif ion logam dengan gugus donor sehingga lipofilitasnya meningkat dan kompleksnya dapat berpenetrasi sehingga masuk ke dalam membran bakteri. Penelitian ini merupakan penelitian dasar dalam penemuan dan pengembangan senyawa bioaktif dengan melibatkan mikroba yang diisolasi dari tanaman. Disarankan peneliti selanjutnya untuk menggali respon senyawa bioaktif yang dihasilkan mikroba endofit terhadap berbagai bakteri dan melakukan pengujian aktivitas sitotoksik dengan menggunakan berbagai macam sel kultur dari kanker. J Med Health. :59-68 Journal of Medicine and Health (JMH) Vol. 7 No. 1 February 2025 Skrining Aktivitas Antibakteri dan. e-ISSN: 2442-5257 Research Article Simpulan Fungi endofit yang diisolasi dari daun sirih merah menunjukkan aktivitas antibakteri dan sitotoksik yang signifikan. Ekstrak etil asetat dari fungi endofit ini menunjukkan bioaktivitas sebagai antibakteri yang lebih potensial pada bakteri gram positif, dengan mekanisme kerja yang melibatkan denaturasi protein dan gangguan integritas membran sel. Senyawa bioaktif yang dihasilkan oleh fungi ini berpotensi menjadi sumber aktivitas antibakteri dan sitotoksik yang bernilai tinggi. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam penemuan lead compound untuk pengembangan obat berbasis bahan alam. Diperlukan penelitian lanjutan yang lebih mendalam dan spesifik untuk mengeksplorasi bioaktivitas fungi endofit dari daun tanaman sirih merah secara lebih komprehensif. Daftar Pustaka