KESKOM. : 83-89 JURNAL KESEHATAN KOMUNITAS ( J O U R N A L O F C O M M U N I T Y H E A LT H ) http://jurnal. Stigma pada Orang dengan Skizofrenia: Penelitian Pengembangan Media Promosi Kesehatan bagi Keluarga dan Masyarakat Schizophrenia Stigma: a Research & Development of H e a l t h P r o m o t i o n M e d i a f o r Fa m i l i e s a n d Communities HelA Agustin1. Nur Syarianingsih Syam2 Universitas Ahmad Dahlan ABSTRACT ABSTRAK People with Schizophrenia o en get the s gma of being a madman, even from family, neighbors and health provider. fact, social support is needed by them to prevent relapse. This study aims to design health promo on media to eliminate the s gma to people with schizophrenia. This is a research and development level 3, uses the theory of Borg and Gall. This study was gather informa on, planning, ini al product development, and ini al Aeld tes ng. Informa on gathering for product planning was carried out by in-depth interviews with people with schizophrenia and families, literature studies, discussions with community mental nursing experts. The results of data collec on were analyzed and it was concluded that there was a need for developing educa onal videos to eliminate the s gma as a mad In the planning and product development stage, the video material developed was an educa on that schizophrenia is not a disgrace, people with schizophrenia need social support, so give them the support. We tested the video a er the video was produced by assessing the aspects of the feasibility of the content, the use of language. We also presented the video material by assessing the aspects of the media content. material and prac cality. The results showed a good content feasibility aspect with an average score 21. The measurement of the language aspect is good category with an average score 20, and the material presenta on aspect is good category with an average score 22. The results of the measurement of the media content aspect is good category with a score of 26, the aspect of media materials is good category with a score 24, and the prac cality aspect of the media is good category with a score 4. Conclusion: the measurement results of the material test and media test are good category. Orang Dengan Skizofrenia (ODS) sering mendapatkan s gma diberi label sebagai orang gila, bahkan dari keluarga, tetangga dan tenaga kesehatan. Padahal dukungan dari lingkungan sangat dibutuhkan bagi ODS untuk mencegah kekambuhan . Peneli an ini bertujuan untuk merancang media promosi kesehatan untuk mencegah s gma pada ODS. Peneli an ini adalah peneli an Research and Development level 3, yang menggunakan teori Borg and Gall. Diawali dengan pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan produk awal, dan pengujian lapangan awal. Pengumpulan informasi untuk perencanaan produk dilakukan dengan indepth interview terhadap ODS dan keluarga, studi literatur, diskusi dengan ahli keperawatan jiwa masyarakat. Hasil pengumpulan informasi dianalisis dan disimpulkan ada kebutuhan pengembangan video edukasi untuk menghilangkan s gma Auorang gilaAy pada ODS. Pada tahap perencanaan dan pengembangan produk, materi video yang dikembangkan adalah edukasi penyakit skizofrenia bukan aib, dukungan dari keluarga dan lingkungan terhadap ODS. Setelah video diproduksi, video diuji validasi. Pada tahap pengujian awal dinilai aspek kelayakan isi, penggunaan bahasa, dan aspek penyajian materi video. Penilaian materi pengembangan video dilakukan dengan menilai aspek kandungan media. bahan media dan keprak san. Hasil pengukuran aspek kelayakanan isi berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 21. Pengukuran aspek bahasa berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 20, dan aspek penyajian materi berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 22. Hasil pengukuran aspek kandungan media berada pada kategori baik dengan skor 26, untuk pengukuran aspek bahan media berada pada kategori baik dengan skor 24, dan aspek keprak san media berada pada kategori baik dengan skor 4. Kesimpulan hasil pengukuran uji materi dan uji media berada pada kategori baik Keywords : Family. People with Skizophrenia. Research and Development. S gma . Kata Kunci :Keluarga. Orang dengan Skizofrenia. Research and Development. S gma. Correspondence : HelA Agus n Email : helA. agus n@ikm. id, 085274554097 A Received 01 Maret 2021 A Accepted 28 Maret 2021 A p - ISSN : 2088-7612 A e - ISSN : 2548-8538 A DOI: h ps://doi. org/10. 25311/keskom. Vol7. Iss1. Copyright @2017. This is an open-access ar cle distributed under the terms of the Crea ve Commons A ribu on-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 Interna onal License . p://crea vecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. which permits unrestricted non-commercial used, distribu on and reproduc on in any medium Keskom. Vol. No. 84 April 2021 PENDAHULUAN Kesehatan mental merupakan salah satu dimensi dari deAnisi sehat menurut World Health Organiza on (WHO). Seseorang dikatakan sehat jika seluruh dimensi sehat (Asik, mental, spiritual, dan sosial berada dalam keadaan yang op mal agar individu tersebut dapat produk f secara ekonomi. Gangguan kesehatan mental dapat menurunkan produk vitas seseorang dalam jangka panjang, sehingga dapat berdampak pada penambahan beban Negara (Ayuningtyas and Rayhani, 2. Menurut WHO, prevalensi depresi dan gangguan jiwa di dunia adalah 322 juta atau dengan proporsi 4,4% dari penduduk dunia (WHO, 2. Berdasarkan Disability Adjusted Life Years (DALY. , depresi mayor unipolar, salah satu jenis masalah gangguan jiwa menduduki peringkat ke 4 penyebab utama beban penyakit di Pada tahun 1990, naik menjadi peringkat kedua, dan pada tahun 2030 diprediksi menjadi penyebab utama beban penyakit (Haryatno, 2. Berdasarkan data Badan Peneli an dan Pengembangan Kesehatan (Litbangke. tahun 2013, penderita gangguan mental emosional dan depresi di Indonesia adalah 6 per 100 dari jumlah populasi yaitu 16 juta jiwa, sedangkan prevalensi gangguan jiwa berat . sikosis/skizofreni. rata-rata 1,7 per 1000 penduduk. Daerah Is mewa Yogyakarta merupakan provinsi dengan prevalensi gangguan jiwa berat paling nggi dari 34 propinsi yang ada di Indonesia, yaitu 2,7 per 1000 penduduk. Angka ini jauh di atas rata-rata kasus nasional. Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di D. Yogyakarta berjumlah 21. 206 kasus (Haryatno, 2. Rata-rata kunjungan R. jiwa Ghrasia sehari sekitar 136 pasien dan rawat inap sejumlah 1687 kasus. Tingginya masalah kesehatan jiwa di D. Y dan terbatasnya daya tampung RS. menjadi beban berat bagi manajemen rumah sakit ke ka sirkulasi pasien dak berjalan sebagaimana semes nya (Tris ana et al. , 2. Masalah gangguan kesehatan jiwa membutuhkan penyelesaian yang melibatkan par sipasi berbagai pihak. Model pendekatan holis k dalam keperawatan gangguan jiwa menawarkan konsep pemberdayaan masyarakat. Konsep keperawatan holis k memperha kan semua komponen biopsiko-sosial-spritual pasien. Salah satu contoh situasi masyarakat yang kurang mendukung kesembuhan Orang Dengan Skizofrenia (ODS) adalah pasca perawatan di rumah sakit, keluarga belum siap memberi dukungan sehingga kepercayaan diri ODS untuk hidup lebih mandiri. Kurangnya dukungan social terhadap ODS karena masih ada s gma terhadap ODS dan aturan keluarga yang berlebihan atau sebaliknya pengabaian menyebabkan terjadinya kekambuhan serta perburukan penyakit (Yusuf et al. Beberapa peneli an menemukan masalah yang sering muncul dalam perawatan komunitas pasien jiwa justru datang h p://jurnal. dari penolakan keluarga dengan berbagai alasan misalnya takut ODS mengamuk (Yusuf. Tris ana and Ms, 2017. Hidayat and Mumpuning as, 2. , dak ada yang mengurus (Sulistyowa . KNi et al. , 2015. Surahmiya . Yoga and Hasanbasri, 2017. Rosdiana, 2. , dan malu karena ada keluarga yang mengalami Salah satu cara untuk meningkatkan keterlibatan keluarga dalam rehabilitasi adalah dengan mengedukasi keluarga dan kerabat ODS untuk meningkatkan pemahaman realitas pasien sehingga lebih supor f dan dak menghakimi pasien skizofrenia setelah kembali ke rumah (Hidayat and Mumpuning as, 2018. Rahmayani and Hanum, 2. Setelah kembali ke rumah, keluarga mempunyai peran yang besar sebagai sis m support bagi orang dengan skhizophrenia (Avasthi. Keberhasilan pemulihan pasien skizofrenia yang telah dipulangkan sangat dipengaruhi oleh sikap penerimaan keluarga dan tetangga/teman. Studi pendahuluan terhadap rata-rata mondok ulang terjadi pada pasien ODS sekitar 2-3 kali dengan rata-rata waktu perawatan 14, 35 hari. Hasil diskusi awal dengan pegawai keperawatan komunitas dan promosi kesehatan rumah sakit jiwa Ghrasia, kepedulian keluarga dan peran komponen masyarakat masih rendah, yang mengakibatkan terjadinya mondok ulang karena pasien yang telah dipulangkan mengalami kekambuhan. Begitu pula dengan diskusi bersama petugas perawatan komunitas puskesmas yang dilaksanakan oleh RS Ghrasia yang mengharapkan adanya media promosi kesehatan dalam bentuk audio visual mengenai skizofrenia bagi masyarakat. Menurut informasi perawat bagian promosi kesehatan rumah sakit dan keperawatan komunitas RS Ghrasia telah memiliki program edukasi keluarga pasien yang membutuhkan video sebagai audio visual aids (AVA). Tujuan peneli an ini adalah untuk mengembangkan sebuah media edukasi video yang menyenangkan dan informa ve. Pengaplikasiannya berfungsi untuk mengedukasi keluarga dan masyarakat yang masih memiliki s gma terhadap ODS. Penggunaan media video diharapkan akan lebih menarik karena merupakan media yang dapat mens mulasi indera pendengaran dan penglihatan. Peneli an R & D ini dapat memberikan andil dalam peningkatan keterlibatan keluarga dan memperkuat sis m support keluarga dan masyarakat yang saat ini umumnya masih lemah dalam permasalahan kesehatan jiwa ODS, sehingga secara dak langsung dapat menurunkan beban manajemen RSJ dari perawatan ODS. METODE Peneli an ini merupakan peneli an Research and Development (R&D) level 3. Peneli an R&D level 3 hanya sampai pada uji lapangan awal oleh ahli materi dan ahli media ( dak diuji lapangan kepada penggun. Peneli an ini dilakukan pada bulan April Ae Oktober 2020. Langkah kerja R & D menggunakan teori HelA Agus n, et al Schizophrenia S gma: a Research & Development of Health Promo on Media S gma pada Orang dengan Skizofrenia: Peneli an Pengembangan Media Promosi Kesehatan Borg and Gall yaitu diawali dengan pengumpulan informasi, perencanaan . , pengembangan produk awal . evelop preliminary produc. , dan pengujian lapangan awal . reliminary Aeld tes n. (Sugiyono, 2. Pengumpulan informasi untuk perencanaan produk dilakukan dengan indepth interview terhadap ODS dan keluarga, studi literature, mempelajari kanal youtube tentang skizofrenia dan ODS, serta diskusi dengan ahli keperawatan jiwa masyarakat. Data kemudian dianalisis secara kualita f dengan menggunakan analisis isi . ontent analysi. Setelah pengembangan produk awal, maka penilaian media dilakukan dengan menilai aspek kelayakan isi, penggunaan bahasa, dan aspek penyajian materi. Penilaian materi dilakukan dengan menilai aspek kandungan media. bahan media dan keprak san. Penilaian materi dilakukan oleh seorang dokter spesialis dan seorang perawat komunitas, sementara penilaian media dilakukan oleh dosen komunikasi kesehatan yang sebelumnya diberikan informed consent sebagai bentuk persetujuan menilai media edukasi yang diajukan. Validator memberikan nilai terhadap se ap indikator menggunakan skala likert yang yakni skala 1 untuk parameter yang dinilai sangat dak baik, skala 2 jika media dinilai dak Baik, skala 3 jika cukup, dan skala 4 jika baik, skala 5 jika sangat baik. HASIL Peneli an ini menggunakan langkah kerja Research and Development (R&D) Borg and Gall, 1989 . Langkah pertama adalah melakukan research and informa on collec on. Pada tahap ini peneli mengumpulkan informasi tentang jenis media dan materi yang akan disajikan dengan memper mbangkan kesesuaiannya dengan sasaran. Pengumpulan informasi dimulai dengan melakukan pengambilan data primer melakukan wawancara mendalam terhadap ODS dan keluarga, telaah literatur dari hasil peneli an-peneli an terdahulu yang terkait dengan dukungan keluarga terhadap ODS, faktor yang mempengaruhi relaps pada ODS, konsep kesehatan jiwa dan gangguan kejiwaan. Selain itu peneli melakukan pencarian di youtube kanal skizofrenia dari pakar dokter jiwa/psikolog, youtube kanal Yayasan Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI), youtube kanal beberapa penyintas/survival ODS serta diskusi dengan pengelola program kesehatan jiwa masyarakat. Hasil analisis dari studi awal terhadap berbagai sumber tersebut, adalah didapatnya suatu kesimpulan bahwa 1. S gma ODS sebagai Auorang gilaAy sangat melekat di masyarakat, 2. Kebingungan keluarga bagaimana menghadapi salah satu anggota keluarga yang mengalami ODS karena minimnya informasi tentang hal-hal yang dibutuhkan untuk meningkatkan keyakinan ODS dan keluarga saat berobat, saat relaps, dan masa Sedikitnya perha an masyarakat yang ditandai dengan: membicarakan skizofrenia dak sebiasa membicarakan penyakit HIV dan kanker, dan lain-lain, 4. kurangnya perha an menyebabkan kurangnya dukungan terhadap ODS, 5. Keinginan survival ODS untuk dimenger oleh kerabat dan dak men-cap mereka sebagai orang gila, 6. Angka prevalensi masalah kesehatan jiwa termasuk skizofrenia yang cenderung meningkat di dunia dan di Indonesia sehingga menurunkan kualitas hidup dan berdampak pada penurunan produk Atas manusia utk jangka panjang yang akan menjadi beban Negara. Media edukasi tentang skizofrenia dak banyak jumlah dan jenisnya. Langkah kedua yaitu merencanakan video . Edukasi kepada keluarga ODS dan Masyarakat sangatlah pen ng utk menghilangkan s gma dan dan pencegahan sekunder dan ter er agar ODS dak sering relaps. Perencanaan video dilakukan berdasarkan per mbangan bahwa dari berbagai jenis media promkes (Audio aids dan AVA). AVA merupakan media yg paling cocok dan lebih bermanfaat bagi keluarga ODS dan masyarakat karena: 1. karakteris k orang Indonesia yg minat bacanya rendah dan lebih suka menonton, 2. mens mulasi indera pendengaran dan penglihatan, 3. Penggunaan hp dan media social yang meluas di masyarakat, video pendek dapat dimanfaatkan untuk program edukasi keluarga dan kerabat ODS . etangga dan tema. Cakupan media sosial dalam menyebarkan informasi sangat luas. Langkah ke ga adalah mengembangkan produk awal . evelop preliminary produc. Sebelum membuat video edukasi, peneli mengembangkan m pembuatan video yang terdiri dari pembuat naskah verba m . dan alur cerita . cript wri n. , pengambil gambar video, pengisi suara, pemeran tokoh, serta video edi ng. Semua proses tersebut melibatkan mahasiswa dan dosen. Pembuatan video dan pengisian suara dilaksanakan di kampus UAD. Video diedit menggunakan tools adobe premier. Video berdurasi 4 menit 35 de k. Berikut adalah potongan gambar yang digabungkan dalam video edukasi pada peneli an ini. Gambar 1. Potongan video derita ODS dan s gma yang Video yang ditampilkan pada gambar 1 berada pada menit 29 ini memperlihatkan seorang ODS yang ba- ba mengalami gejala kekambuhan di tengah keramaian pasar. Situasi pasar yang riuh dan ramai mens mulasi rasa dak nyaman ODS. Pada bagian ini narator kemudian menjelaskan s gma yang sering dialami j u r n a l KESEHATAN KOMUNITAS Keskom. Vol. No. 86 April oleh ODS yaitu sebutan sebagai orang gila, penelantaran dan pemasungan terhadap ODS karena dianggap sebagai sampah Gambar 2. Potongan video struktur anatomi otak yang menjadi faktor risiko skizophrenia Video yang ditampilkan pada gambar 2 berada pada menit Pada bagian ini narator menjelaskan tentang penyebab skizofrenia secara medis. Sama halnya dengan penyakit-penyakit lain yang mbul karena ke daknormalan salah satu fungsi organ Jika penderita Diabetes mellitus yang dak normal adalah o rga n p a n k re a s d a l a m m e m p ro d u ks i i n s u l i n , m a ka ke daknormalan organ tubuh pada ODS ada pada struktur, fungsi dan kimia otaknya. Ke daktahuan masyarakat tentang skizofrenia mengakibatkan kurangnya perha an dan empa masyarakat terhadap ODS, inilah yang menimbulkan s gma bagi ODS. Juga menceritakan gejala awal yang dirasakan oleh ODS pada saat relaps. Gambar 3 Potongan video hal yang dapat dilakukan oleh keluarga untuk mendukung ODS Video yang ditampilkan pada gambar 3 berada pada menit 20 dimana narator menjelaskan pen ngnya peran keluarga dalam memberikan dukungan kepada ODS. Dukungan tersebut bisa dalam bentuk menciptakan rasa nyaman, dukungan emosional dengan memberi kebebasan untuk melakukan ak vitas yang disukai serta membantu mengingatkan ODS untuk mengkonsumsi obat secara teratur selama proses perawatan dan membawa ke pelayanan kesehatan jika dibutuhkan. Narator juga menyarankan tetangga atau teman untuk memingkatkan pemahaman mengenai skizofrenia dan membentuk kader kesehatan jiwa atau komunitas peduli skizofrenia untuk meningkatkan perha an masyarakat terhadap ODS. Dengan cara h p://jurnal. tersebut maka tumbuh rasa empa terhadap ODS yang dapat menghilangkan s gma. Langkah keempat . adalah melakukan uji coba lapangan awal . reliminary Aeld tes n. Yang dilakukan dalam tahap uji coba lapangan awal merupakan penilaian produk pengembangan oleh ahli materi dan ahli media. Validasi materi dilakukan oleh psikiater dan keperawatan jiwa /health promotor rumah sakit. Validasi media dilakukan oleh dosen promosi kesehatan UAD terkait dengan penilaian teknik video, penggunaan bahasa dan daya tarik video. Evaluasi terhadap produk menggunakan instrumen berupa angket. Validasi materi terdiri dari penilaian terhadap 3 aspek antara lain aspek kelayakan isi, aspek Bahasa dan aspek penyajian materi. Penilaian dilakukan dengan menggunakan skala likert, yang terdiri dari komponen Sangat Tidak Baik . Tidak Baik . Cukup . Baik . Sangat Baik . Berikut adalah hasil penilaian validasi materi yang dilakukan oleh dua penilai Tabel 1. Hasil Penilaian Materi Pengembangan Video Edukasi ODS Dari hasil tabel 1 diketahui pengukuran aspek kelayakan isi memperoleh nilai skor rata-rata 21,5, dengan kategori baik. untuk pengukuran aspek Bahasa skor rata-rata 20, dengan kategori baik, dan aspek penyajian materi skor rata-rata 22, dengan kategori baik. Validasi materi terdiri dari penilaian terhadap 3 aspek antara lain aspek kandungan media, bahan media dan akses media. Penilaian dilakukan dengan menggunakan skala likert, yang terdiri dari komponen Sangat Tidak Baik . Tidak Baik . Cukup . Baik . Sangat Baik . Berikut adalah hasil penilaian validasi materi yang dilakukan oleh satu penilai HelA Agus n, et al Schizophrenia S gma: a Research & Development of Health Promo on Media S gma pada Orang dengan Skizofrenia: Peneli an Pengembangan Media Promosi Kesehatan Tabel 2. Hasil Penilaian Media Pengembangan Video Edukasi ODS Dari hasil tabel 2 diketahui pengukuran aspek kandungan media skor 26 dengan kategori baik, untuk pengukuran aspek bahan media skor 24 dengan kategori baik, dan aspek keprak san media skor 4 dengan kategori baik. PEMBAHASAN Kesehatan Jiwa adalah kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara Asik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produk f, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya (Kementerian Kesehatan RI, 2. Dalam peneli an ini masalah kesehatan jiwa yang diangkat adalah Skizofrenia. Skizofrenia merupakan sekelompok reaksi psiko k yang mempengaruhi cara berpikir dan komunikasi, menerima dan menginterprestasikan realitas, merasakan dan memajukan emosi serta perilaku dengan sikap yang dak bisa diterima secara sosial oleh seseorang (Rosdiana. Beberapa faktor yang memengaruhi kekambuhan penderita skizofrenia, antara lain melipu ekspresi emosi keluarga, pengetahuan keluarga, ketersediaan pelayanan kesehatan, dan kepatuhan minum obat (Hendrawa , 2. Seringkali karena ke daktahuan membuat keluarga akhirnya mengambil keputusan untuk memasung ODS karena keluarga khawa r ODS akan membahayakan keluarga dan masyarakat (Yusuf. Tris ana and Ms, 2017. Hidayat and Mumpuning as. Yunita et al. , 2. Pemberian pengetahuan kepada keluarga yang memiliki anggota keluarga skizofrenia dapat dilakukan dengan literasi kesehatan mental. Literasi kesehatan mental dideAnisikan sebagai pengetahuan dan keyakinan mengenai gangguangangguan mental yang membantu rekognisi, manajemen, dan Aspek-aspek literasi kesehatan mental antara lain pengetahuan tentang bagaimana mencegah gangguan mental, pengakuan kapan suatu gangguan berkembang, pengetahuan tentang opsi pencarian pertolongan dan perawatan yang tersedia (Handayani. Ayubi and Anshari, 2. Keterlibatan keluarga sangat dibutuhkan untuk mendukung kekambuhan ODS (Dirik et , 2. Adanya perha an masyarakat dalam bentuk dukungan materi juga dapat meningkatkan kepercayaan diri orang dengan gangguan jiwa (Surahmiya . Yoga and Hasanbasri, 2. Pemberian pengetahuan atau literasi kesehatan mental dalam bentuk psiko edukasi juga terbuk dapat membantu orangorang yang mengalami gangguan jiwa berat seper ODS (SarAka. Putri and Fernandes, 2017. Mo aghipour and Tabatabaee. Pemberian edukasi terhadap ODS dapat menggunakan alat bantu media, salah satunya media video. Oleh karena itu pada peneli an ini dilakukan pengembangan media edukasi video yang dapat memberikan pengetahuan kepada keluarga dan lingkungan sekitar orang dengan skizofrenia. Penilaian media pengembangan video dilakukan dengan menilai aspek kelayakan isi, penggunaan bahasa, dan aspek penyajian materi. Penilaian materi pengembangan video dilakukan dengan menilai aspek kandungan media menarik. bahan media dan keprak san. Penggunaan bahasa dan kesesuaian dengan sasaran merupakan sub komponen penggunaan bahasa pada penilaian materi dan sub komponen bahan media pada penilaian media. Sub komponen penggunaan bahasa dinilai baik oleh ahli media dan materi. Dalam menentukan substansi/isi materi promosi kesehatan harus dibuat sesederhana mungkin sehingga mudah dipahami oleh Bila perlu buat menggunakan gambar dan bahasa setempat sehingga sasaran mau melaksanakan isi pesan Lebih lanjut, dari hasil peneli an pengguna, bahasa, tulisan, pemilihan music latar, suara narrator, durasi, pada penilaian media mendapatkan nilai dengan kategori baik. Berdasarkan peneli an terdahulu untuk menilai efek vitas media Alm dalam promosi kesehatan diketahui jenis Alm yang efek f untuk menyampaikan pesan kesehatan harus memiliki 9 . komponen pendukung yaitu tujuan pembuatan Alm, tema Alm, konten atau isi pesan, alur cerita yang jelas, konCik yang terjadi dalam cerita Alm, bahasa Alm, durasi penayangan Alm, tata ar s k yang dikemas nyata untuk menarik dan menguatkan cerita serta penokohan yang ditampilkan dalam cerita Alm. Pada akhirnya remaja sebagai target penonton dapat tertarik dan antusias untuk melihat Alm tersebut dan dapat memperoleh pengetahuan yang lengkap, jelas dan benar, yang berujung pada peningkatan sikap serta menumbuhkan mo vasi (Saleh et al. Terkait durasi, peneli an terdahulu juga menjelaskan bahwa video dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu karean dengan durasi yang singkat, video dapat memberi gambaran dengan efek f. Berbeda dengan pembelajaran di sekolah, penyuluhan kepada masyarakat dak bisa dilakukan dengan ru n, mengingat waktu dan tenaga penyuluh yang terbatas (Mawa. Indriwa and Suhadi, 2. Oleh sebab itu, kehadiran media sangat pen ng untuk menunjang proses belajar j u r n a l KESEHATAN KOMUNITAS Keskom. Vol. No. 88 April masyarakat, dan media video sangat baik karena dak hanya dapat digunakan sebagai media, tetapi juga sumber belajar secara mandiri Dari hasil peneli an pengembangan media edukasi berbentuk video diketahui skor untuk penilaian materi dan penilaian media berada kategori baik, yang ar nya video layak untuk dijadikan media edukasi. Hal ini sejalan dengan hasil peneli an terdahulu untuk menilai Kelayakan Rancangan media Audio Visual Persiapan pesalinan Sebagai Media Promosi Kesehatan Pada Ibu Hamil, diperoleh hasil penilaian media dan materi berada kategori baik, dimana hal tersebut juga dapat dikategorikan sangat layak digunakan sebagai media promosi kesehatan (Haerunisa et al. , 2. Efek vitas peningkatan pengetahuan dan sikap sasaran yang mengarah ke perubahan perilaku kesehatan lebih nggi dengan menggunakan media video dibandingkan dengan media leaCet (Buang. Rahmalia and Arneliwa , 2. Media video dalam memberikan pendidikan kesehatan yang tepat dan menarik dalam menyampaikan informasi mempengaruhi hasil dari pendidikan kesehatan. Media video menampilkan gambar yang bergerak, tulisan, dan terdapat suara yang menjelaskan mengenai gambar yang ditampilkan, sehingga dapat menarik perha an dari sasaran pendidikan kesehatan (Mulyadi et al. , 2. Mengingat peneli an ini hanya sampai pada tahap uji kelayakan terbatas oleh validator materi dan validator media, maka perlu peneli an lanjutan untuk melakukan uji khalayak. Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan oleh peneli maupun peneli lain adalah melakukan uji kelayakan publik untuk memas kan efek Atas media dalam mengedukasi masyarakat agar menghilangkan s gma pada orang dengan skizofrenia (ODS). Saran bagi peneli lain adalah memperbanyak media edukasi tentang ODS KESIMPULAN Media edukasi terkait orang dengan skizofrenia dari hasil uji materi untuk aspek kelayakan, bahasa dan aspek penyajian berada pada kategori baik yang ar nya media ini tergolong mudah dipahami. Hasil uji media terdiri dari aspek media, bahan media dan keprak san berada pada kategori baik, yang ar nya tergolong prak s serta menarik sebagai media edukasi kepada Keluarga, teman dan tetangga perlu meningkatkan pengetahuan tentang skizofrenia dan bergabung dalam komunitas peduli skizofrenia agar lebih memahami dan berempa terhadap ODS. Cara inilah satu-satunya yang dapat menghilangkan s gma kepada ODS. Tanpa s gma ODS bisa bangkit lebih awal dan bisa berkarya di masyarakat. Ucapan Terima Kasih Ucapan terimakasih peneli tujukan kepada Lembaga Peneli an dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan yang telah memberikan support pendanaan sehingga peneli an pengembangan ini dapat dilakukan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Widya Adiningsih. Wahyu Grajang. Muhammad. Mirza Nurraihan. Zaidan Nurrahman Permana yang banyak membantu dalam pengambilan gambar, edit video, pengisi suara, serta menjadi pemeran tokoh dalam video promosi kesehatan DAFTAR PUSTAKA