Vol. No. 1, 2024 Doi : https://doi. org/10. 70371/jise. Analisis Keputusan Gen Z dalam Menggunakan Qris Sebagai Alat JOURNAL OF INTERDISCIPLINARY Pembayaran Digital SCIENCE AND EDUCATION Farida Ekawati1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Alifa Pringsewu. Indonesia Cik Alamsyah2 AThe Author. 2024 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Alifa Pringsewu. Indonesia Ida Wati3 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Alifa Pringsewu. Indonesia Corresponding Author: Farida Ekawati E-mail : faridaekawati@alifa. Abstract: This study aims to analyze the decision-making process of Generation Z in using QRIS as a digital payment QRIS (Quick Response Code Indonesian Standar. is a standardized payment method based on QR codes developed by Bank Indonesia (BI) and the Indonesian Payment System Association (ASPI). The research adopts a quantitative approach, using a questionnaire distributed to 100 respondents as the sample. Data analysis is conducted using multiple linear regression with the assistance of SPSS software. The results show that, in part, the variables of perceived usefulness, trust, and security risk have a positive and significant impact on Generation Z's decision to use QRIS. Specifically, the greater the perceived benefits and trust in QRIS, the higher the likelihood that Generation Z will choose to use it. However, security risk was found to have a negative effect on the decision to use QRIS. The study concludes that QRIS offers significant convenience and security, but the perceived risks must be managed to enhance adoption by Generation Z. Keywords: Digital Payment Tool. Payment Decision. Generation Z Decision Pendahuluan Mengutip dari Merdeka. com, istilah Gen Z atau Generasi Z merujuk pada individu yang lahir antara tahun 1996 hingga 2012. Kelompok ini merupakan generasi yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, sehingga kehidupan mereka sangat akrab dengan dunia Tak heran jika mereka sudah terbiasa dengan berbagai hal yang berbau digital, termasuk metode pembayaran modern. Transaksi tanpa uang tunai dianggap lebih praktis dan sesuai dengan gaya hidup masa kini. Ungkapan seperti AuJust Scan and PayAy bahkan menambah rasa percaya diri mereka saat bertransaksi. Salah satu bentuk pembayaran digital yang populer saat ini adalah QRIS . ibaca "Kris"). Berdasarkan data dari Bank Indonesia . QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard merupakan sistem standar pembayaran menggunakan QR Code yang dibuat oleh Bank Indonesia untuk menjamin transaksi yang lebih mudah, cepat, dan aman. Standar ini JOURNAL OF INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION dikembangkan bersama dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) sebagai acuan nasional dalam penggunaan QR Code. Sesuai laporan ASPI . , hingga bulan Desember 2022, jumlah pengguna QRIS telah mencapai sekitar 28,76 juta orang. Jumlah ini meningkat 4,6% dibandingkan bulan sebelumnya dan naik 92,5% dibandingkan awal tahun. Kenaikan pengguna ini juga diiringi dengan bertambahnya jumlah pelaku usaha yang menerima pembayaran menggunakan QRIS. Gambar 1. Grafik Pertumbuhan Pengguna QRIS Tahun 2022 Terdapat sejumlah hal yang mempengaruhi keputusan seseorang, khususnya Gen Z, dalam memakai QRIS sebagai metode pembayaran digital. Tiga faktor utama yang mempengaruhinya yaitu manfaat, rasa percaya, dan risiko keamanan. Pertama, dari sisi manfaat. QRIS dinilai mampu mendorong perluasan akses layanan keuangan di Indonesia. Bank Indonesia . menyebutkan bahwa manfaat QRIS terbagi dalam dua kelompok, yaitu untuk pengguna dan untuk pelaku usaha . Bagi pengguna, keunggulannya terletak pada kemudahan dan kecepatan transaksi tanpa perlu membawa uang tunai, serta tidak repot memilih kode QR mana yang harus dipindai. Selain itu, sistem ini juga dianggap aman karena seluruh penyelenggaranya telah terdaftar dan berada di bawah pengawasan Bank Indonesia. Sementara itu, dari sisi merchant. QRIS dapat membantu meningkatkan jumlah transaksi karena dapat menerima berbagai jenis pembayaran berbasis QR, memperkuat citra bisnis, serta lebih efisien karena cukup menggunakan satu kode QR. Pengusaha juga tidak perlu khawatir soal uang palsu atau menyediakan uang kembalian, sebab seluruh transaksi tercatat secara otomatis dan bisa dipantau kapan pun. Dengan begitu, pengelolaan keuangan menjadi lebih rapi karena dana usaha dan pribadi terpisah, mempermudah pencocokan data keuangan, serta bisa mengurangi risiko kecurangan. Bahkan, riwayat transaksi lewat QRIS dapat menjadi dasar dalam membentuk profil kredit yang berguna untuk mengakses pinjaman di kemudian hari. Faktor kedua yang mempengaruhi penggunaan QRIS adalah kepercayaan. Menurut Mahendra dan Indriyani . , minat masyarakat sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan mereka terhadap sistem tersebut. Kepercayaan merupakan keyakinan seseorang terhadap suatu produk atau layanan, yang berperan penting dalam membangun hubungan jangka panjang. Rosidah . menyebutkan bahwa kepercayaan terbentuk ketika kita melihat bukti nyata JOURNAL OF INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION tentang keamanan dan kebenaran suatu sistem atau layanan. Kemudahan penggunaan juga menjadi salah satu alasan seseorang memilih untuk menggunakan sistem tersebut. Faktor terakhir yang diperkirakan mempengaruhi keputusan pengguna QRIS dalam transaksi pembayaran digital adalah risiko keamanan. Meskipun QRIS sudah memiliki jaminan keamanan dan kemudahan dalam penggunaannya, masyarakat tetap merasa khawatir dan menghadapi beberapa kendala saat menggunakannya, yang tentu saja melibatkan potensi risiko (Rosidah, 2. Menurut Schiffman & Kanuk . , risiko adalah ketidakpastian yang dihadapi konsumen saat menggunakan atau memutuskan untuk membeli suatu produk atau jasa, serta konsekuensi yang sulit diprediksi. Dengan latar belakang tersebut, penulis melakukan penelitian dengan judul Analisis Keputusan Gen Z Dalam Menggunakan QRIS Sebagai Alat Pembayaran Digital. Metode Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dengan fokus pada hubungan sebab-akibat. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui bagaimana variabel bebas mempengaruhi variabel Populasi dalam studi ini mencakup seluruh pengguna QRIS dari kalangan Gen Z dalam transaksi digital. Peneliti mengambil sampel sebanyak 100 responden yang dijadikan objek penelitian selama periode satu bulan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyusun kuesioner berisi sejumlah pertanyaan, yang kemudian dibagikan kepada responden melalui Google Form. Penilaian terhadap kuesioner dilakukan berdasarkan parameter-parameter tertentu. Tabel 1. Parameter Penilaian Kuesioner Bagian Pertanyaan Jumlah Pertanyaan Parameter Skor Keputusan Penggunaan Qris (Y) Sangat Berminat Berminat Tidak berminat Sangat tidak berminat Kemanfaatan (X. Sangat Bermanfaat Bermanfaat Tidak Bermanfaat Sangat Tidak Bermanfaat Kepercayaan (X. Sangat Percaya Percaya Tidak Percaya Sangat Tidak Percaya Risiko (X. Berisiko Sangat Rendah Berisiko Rendah Berisiko Tinggi Sangat Berisiko Tinggi Sumber : Data Kuesioner . JOURNAL OF INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION Penelitian ini menggunakan analisis data dengan metode Regresi Linier Berganda, yang dibantu oleh perangkat lunak statistik. Sebelum pengujian hipotesis dilakukan . eliputi uji t, uji f, dan uji RA), terlebih dahulu dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas, serta uji asumsi klasik untuk memastikan bahwa instrumen yang digunakan dalam penelitian ini benar-benar shahih, dapat dipercaya, dan memiliki distribusi data yang normal. Adapun variabel yang dianalisis terdiri dari variabel bebas . emanfaatan, kepercayaan, dan risik. dan variabel terikat, yaitu Keputusan Penggunaan QRIS. Berikut adalah gambar kerangka konseptual dari penelitian ini adalah: Gambar 2. Kerangka konseptual Berdasarkan kerangka konseptual diatas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: = Pengaruh Kemanfaatan (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Penggunaan Qris (Y) = Pengaruh Kepercayaan (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Penggunaan Qris (Y) = Pengaruh Risiko (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Penggunaan Qris (Y) Hasil dan Diskusi Uji Statistik Deskriptif Analisis Tabel 2. Ringkasan Parameter Responden No Parameter Jenis Kelamin Pendidikan Pekerjaan Penghasilan Keterangan Responden Jumlah Persentase Laki-laki Perempuan < = SMA Diploma Strata 1 >= Strata 2 Pelajar dan Mahasiswa Swasta dan PNS Wiraswasta IRT dan Lainnya < 2. 001 Ae 5. 001 Ae 10. JOURNAL OF INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION >10. Kepemilikan Dompet Digital Tidak memiliki Memiliki < 3 Memiliki >3 Frekuensi Penggunaan Qris per bulan Tidak pernah Menggunakan < 10 kali Menggunakan > 10 kali Sumber : Data Kuesioner . Uji Validitas dan Uji Reabilitas Menurut Hair . , untuk menguji validitas digunakan nilai Outer Loading. Dalam penelitian ini, pengujian validitas dilakukan berdasarkan data dari kuesioner yang disebarkan kepada responden dan dianalisis menggunakan metode Confirmatory Factor Analysis (CFA). Sementara itu, untuk mengetahui reliabilitas, digunakan nilai CronbachAos Alpha. Penilaiannya dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Item X1. X1. X1. X1. Kepercayaan (X. X2. X2. X2. Risiko (X. X3. X3. X3. X3. Keputusan Penggunaan Qris (Y) Y. Kemanfaatan (X. Pearson Cor Nilai Signifikan Reliabilitas Keterangan VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID Sumber : Output SPSS . Berdasarkan tabel 3 diatas. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas menunjukan bahwa hasil Uji Validitas dengan skor Pearson Cor > 0,30 dan dengan nilai signifikansi 0. 000<0. 05 yang artinya seluruh instrumen variabel X1,X2,X3 dan variabel Y adalah valid. Untuk uji Reliabilitas, memiliki nilai CronbachAos Alpha reliabilitas diatas degan X1 = 0,659. X2 = 0,700. X3= 0,816 dan Y 0,794 > 0,06, artiya seluruh instrumen variabel adalah reabilitas. Kesimpulan dari data hasil ui diatas maka penelitian ini bisa dilanjutkan uji yang selanjutnya JOURNAL OF INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION Uji Regresi Linier Berganda Tabel 4. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Coefficients Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta Sig 4,002 1,987 5,311 (Constan. Kemanfaatan ,765 ,561 ,639 Kepercayaan ,410 ,873 ,871 Risiko -,542 ,478 -,672 Dependent Variable: Keputusan Penggunaan Qris Sumber : Output SPSS . ,000 ,000 ,000 ,005 Berdasarkan hasil uji Tabel 4 siatas maka didapat persamaan Regresi Linier Berganda yaitu: Y = 4,002 0,765 X1 0,410X2- 0,542X3 e Uji Hipotesis Uji t Parsial merupakan jawaban sementara hipotesis yang menanyakan hubungan dua variabel atau lebih (Sugiyono, 2. Uji t pada penelitian ini adalah: Tabel 5. Hasil Uji T (Parsia. Model Sig 5,311 ,000 (Constan. Kemanfaatan ,639 ,000 Kepercayaan ,871 ,000 Risiko -,672 ,005 Dependent Variable: Keputusan Penggunaan Qris Sumber : Output SPSS . Berdasarkan Tabel 5, hasil pengujian t secara parsial menunjukkan: Hasil analisis pada variabel X1 (Kemanfaata. menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05, dengan nilai t hitung positif sebesar 0,639. Temuan ini menunjukkan bahwa Kemanfaatan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keputusan Gen Z dalam menggunakan QRIS. Selanjutnya, variabel X2 (Kepercayaa. juga menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan t hitung sebesar 0,871. Ini berarti semakin tinggi tingkat kepercayaan terhadap QRIS, maka semakin besar pula kemungkinan pengguna dari kalangan Gen Z memutuskan untuk menggunakannya. Sementara itu, pada variabel X3 (Risik. , diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,005 yang tetap berada di bawah batas 0,05, dengan nilai t hitung negatif -0,672. Hal ini menunjukkan JOURNAL OF INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION bahwa meskipun Risiko berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan penggunaan QRIS, arah pengaruhnya bersifat negatif, yang berarti semakin tinggi persepsi risiko, maka semakin rendah kemungkinan penggunaan QRIS oleh Gen Z. Uji F simultan digunakan untuk melihat apakah seluruh variabel bebas secara bersamasama memiliki pengaruh terhadap variabel terikat (Sugiyono, 2. Uji F yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Tabel 6. Hasil Uji F (Simulta. ANOVAa Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. Regression 171,118 51,027 39,269 . Residual 219,060 69 3,671 Total 390,178 Dependent Variable: Keputusan Penggunaan Qris Predictors: (Constan. Kemanfaatan. Kepercayaan. Risiko Sumber : Output SPSS . Berdasarkan Tabel 6 Uji f diatas, nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai f Hitung 39,269 >t Tabel 4,91, maka variabel Kemanfaatan (X. Kepercayaan (X. dan Risiko (X. secara bersamasama memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Penggunaan Qris (Y). Uji R2 Koefisien Determinasi merupakan uji yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar variabel X atau variabel independen terikat dengan variabel dependen atau Y. Tabel 7. Hasil Uji R2 (Koefisien Determinas. Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Kemanfaatan. Kepercayaan. Risiko Sumber : Output SPSS . Berdasarkan Tabel 7 Uji R2 diatas, diketahui bahwa nilai R adalah 0,59 atau 59%, nilai tersebut artinya mendekati 1, maka variabel dikatakan memiliki hubungan yang kuat. Sedangkan nilai R-Square adalah 0,366 atau 0,36% artinya sebanyak 36% variabel Keputusan Penggunaan Qris dipengaruhi oleh Kemanfaatan. Kepercayaan. Risiko penggunaan Qris sedangkan 64% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain. Pembahasan Hasil pembahasan penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Kemanfaatan (X. Kepercayaan (X. , dan Risiko (X. memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Keputusan Penggunaan QRIS (Y). Pada variabel X1. Kemanfaatan memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 JOURNAL OF INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION yang lebih kecil dari 0,05, serta t hitung positif sebesar 0,639. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar manfaat yang dirasakan dari penggunaan QRIS, maka semakin tinggi pula keputusan generasi Z dalam memilih QRIS sebagai alat pembayaran digital. QRIS dianggap sangat membantu dalam mempermudah transaksi di era digital karena dapat diakses dari mana saja dan terhubung dengan berbagai dompet digital. Konsep Aujust scan and payAy benar-benar dirasakan manfaatnya, karena prosesnya cepat, modern, dan tanpa perlu membawa uang tunaiAicukup menggunakan ponsel. Kemudahan inilah yang menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya penggunaan QRIS oleh generasi Z. Selanjutnya, variabel Kepercayaan (X. juga menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan t hitung sebesar 0,871. Artinya, semakin tinggi tingkat kepercayaan generasi Z terhadap QRIS, maka semakin besar pula kemungkinan mereka untuk menggunakannya. Rasa aman yang dirasakan konsumen dalam menggunakan QRIS menjadi kunci dalam keputusan penggunaan. Keamanan QRIS telah dijamin oleh Bank Indonesia dan telah melalui berbagai pengujian dan sertifikasi, yang membuat pengguna semakin percaya untuk melakukan transaksi digital melalui platform ini. Sementara itu, variabel Risiko (X. menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan QRIS, dengan nilai signifikansi 0,005 dan t hitung sebesar 0,672. Artinya, semakin kecil risiko yang dirasakan dalam menggunakan QRIS, maka semakin tinggi pula keputusan untuk menggunakannya. Walaupun risiko dalam penggunaan QRIS tergolong rendah, seperti potensi penipuan atau penggunaan jaringan yang tidak stabil, risiko tersebut tetap menjadi perhatian. Di sisi lain. QRIS juga dinilai membuat sebagian pengguna menjadi konsumtif karena kemudahan yang ditawarkan. Namun, secara umum, sistem QRIS masih dianggap sebagai salah satu metode transaksi digital yang paling aman, sehingga tetap memberikan pengaruh positif terhadap keputusan penggunaan, khususnya di kalangan generasi Z. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa variabel kemanfaatan (X. memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan QRIS (Y). Artinya, semakin besar manfaat yang dirasakan dari penggunaan QRIS, maka semakin besar pula kecenderungan Generasi Z untuk menggunakannya sebagai metode pembayaran digital. Selain itu, variabel kepercayaan (X. juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan QRIS. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi tingkat kepercayaan Gen Z terhadap keamanan dan kenyamanan penggunaan QRIS, maka semakin kuat pula keputusan mereka untuk Sebaliknya, variabel risiko (X. memberikan pengaruh negatif namun tetap signifikan terhadap keputusan penggunaan QRIS, yang menunjukkan bahwa semakin kecil risiko yang dirasakan dalam penggunaan QRIS, maka semakin besar kemungkinan Gen Z untuk Saran dalam penelitian ini adalah agar pelaku UMKM lebih cermat dalam memeriksa tanggal transaksi saat menggunakan QRIS, guna meminimalkan risiko yang mungkin terjadi. Tanggal transaksi yang digunakan harus sesuai dan terkini agar tidak terjadi kesalahan dalam Selain itu, untuk penelitian selanjutnya disarankan agar dapat membahas perbandingan antara pengguna e-money dan pengguna QRIS, guna melihat apakah kehadiran JOURNAL OF INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION QRIS berdampak negatif terhadap penggunaan e-money atau justru memberikan dorongan positif terhadap perkembangan keduanya. Daftar Pustaka