p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 132-140 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 Analysis of Syntactic Errors in English Writing by Advanced Students in the Faculty of Economics and Business Rismala Sri Hariaty. *). Akhmad Subkhi Ramdani. Irwan Zulkifli. Mutmainatul Mardiyah. Pendidikan Bahasa Inggris. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Universitas Mohammad Husni Thamrin Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Mohammad Husni Thamrin Correspondence author : rismalarchive24@gmail. DOI: https://doi. org/10. 37012/jipmht. Abstract English is crucial for university students because it provides access to a wide range of academic resources and global This study aims to analyze the types and frequency of syntactic errors in English writing by advanced students at the Faculty of Economics and Business. The research method used was a combination of qualitative and quantitative descriptive methods, with an error analysis approach. Data were obtained from academic essays written by 30 final-year students. The analysis showed that the most frequent syntactic errors were errors in the use of complex sentence structures, subject-verb imbalances, tense errors, and inappropriate use of conjunctions. The main factors causing these errors were a lack of in-depth understanding of English grammar rules and the influence of the structure of their first language (Indonesia. Furthermore, most students lacked formal experience in academic writing training, so they tended to translate directly from Indonesian and use tools such as Google Translate. Although some students made improvements, such as rereading their writing or using grammar-checking applications, these efforts were not consistently implemented. These findings are expected to provide evaluation material for academic English teaching, particularly in strengthening grammar aspects at the university level. This study also recommends error analysis-based learning strategies to improve students' writing skills. Keywords: Syntactic Errors. Academic Writing. Advanced Students. Second Language ABSTRAK Bahasa Inggris sangat penting bagi mahasiswa karena memberikan akses ke berbagai sumber daya akademik dan pengetahuan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan frekuensi kesalahan sintaksis dalam penulisan bahasa Inggris oleh mahasiswa tingkat lanjut di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Metode penelitian yang digunakan adalah kombinasi deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan pendekatan analisis kesalahan. Data diperoleh dari esai akademik yang ditulis oleh 30 mahasiswa tingkat akhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesalahan sintaksis yang paling sering muncul adalah kesalahan dalam penggunaan struktur kalimat kompleks, subjek-predikat yang tidak seimbang, kesalahan tense, serta penggunaan kata sambung yang tidak tepat. Faktor utama penyebab kesalahan adalah kurangnya pemahaman mendalam terhadap aturan tata bahasa Inggris secara mendalam dan pengaruh struktur bahasa pertama . ahasa Indonesi. Selain itu, sebagian besar mahasiswa belum memiliki pengalaman formal dalam pelatihan menulis akademik, sehingga mereka cenderung menerjemahkan secara langsung dari bahasa Indonesia dan menggunakan alat bantu seperti Google Translate. Meskipun beberapa mahasiswa telah melakukan upaya perbaikan seperti membaca ulang tulisan atau menggunakan aplikasi pengecek grammar, upaya tersebut belum dilakukan secara konsisten. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam pengajaran bahasa Inggris akademik, khususnya dalam penguatan aspek tata bahasa pada tingkat universitas. Penelitian ini juga merekomendasikan strategi pembelajaran berbasis analisis kesalahan untuk meningkatkan keterampilan menulis Keywords: Analisis Kesalahan. Struktur Kalimat. Mahasiswa Tingkat Lanjut. Bahasa Kedua https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2793/2489 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 132-140 PENDAHULUAN Bahasa Inggris sangat penting bagi mahasiswa karena memberikan akses ke berbagai sumber daya akademik dan pengetahuan global. Sebagian besar literatur, jurnal ilmiah, dan buku teks utama ditulis dalam bahasa Inggris, sehingga penguasaan bahasa ini memungkinkan mahasiswa memperkaya wawasan dan pengetahuan di bidang studi mereka. Selain itu, banyak program pertukaran pelajar, beasiswa, dan konferensi internasional menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, yang memungkinkan mahasiswa untuk berkolaborasi dengan akademisi serta mahasiswa dari berbagai negara, memperluas perspektif mereka, dan membuka peluang belajar di luar negeri. Penguasaan bahasa Inggris juga meningkatkan daya saing mahasiswa di dunia kerja. Di banyak perusahaan multinasional, kemampuan berbahasa Inggris adalah syarat utama, terutama pada posisi dengan lingkup internasional. Selain itu, banyak sumber pembelajaran daring berkualitas yang tersedia dalam bahasa Inggris, yang memungkinkan mahasiswa untuk terus mengembangkan keterampilan tambahan yang mendukung karier mereka di masa depan. Dengan menguasai bahasa Inggris, mahasiswa tidak hanya memiliki akses yang lebih luas terhadap ilmu pengetahuan tetapi juga lebih siap menghadapi tantangan di era globalisasi. Berbicara tentang menulis, beberapa ahli mengungkapkan definisi dari menulis. Menulis ialah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang-orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu (Tarigan, 2008, hlm. Menurut Semi . 7, hlm. , menulis adalah suatu proses kreatif memindahkan gagasan ke dalam lambang-lambang tulisan. Dari kedua pernyataan tersebut, penulis dapat menyimpulkan bahwa menulis merupakan kegiatan yang produktif juga kreatif bertujuan untuk menyampaikan pesan kepada pembaca. Menulis merupakan bentuk komunikasi tidak langsung. Dalam komunikasi tulis yang didukung oleh wacana tulis, diperlukan unsur penulis dan pembaca (Djajasudarma, 2008, hlm. Keterampilan menulis tidak diperoleh secara alamiah, melainkan melalui proses pelatihan dan pembelajaran. Untuk itu, salah satu keterampilan berbahasa yang diajarkan pada pembelajaran Bahasa Indonesia adalah pembelajaran menulis. Penulisan dalam bahasa Inggris memerlukan pemahaman yang baik tentang sintaksis atau struktur Semakin tinggi tingkat pembelajaran, semakin diharapkan bahwa siswa mampu menghasilkan tulisan yang lebih kompleks dan terstruktur dengan baik. Di tingkat lanjutan, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menghindari kesalahan dasar, tetapi juga diharapkan mampu https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2793/2489 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 132-140 menulis dengan ketepatan sintaksis yang lebih tinggi. Namun, meskipun mereka telah mencapai level yang lebih maju, mahasiswa sering kali masih membuat kesalahan sintaksis, terutama dalam penulisan akademis yang melibatkan kalimatkalimat panjang dan kompleks. Faktor-faktor seperti transfer negatif dari bahasa ibu serta kurangnya pemahaman mendalam tentang aturan sintaksis bahasa Inggris berperan dalam munculnya kesalahan ini. Pentingnya meneliti kesalahan sintaksis ini adalah untuk memahami penyebab spesifik dari kesalahan-kesalahan tersebut dan mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan dalam pengajaran bahasa Inggris. Dengan adanya data mengenai jenis dan frekuensi kesalahan, pengajar dan lembaga pendidikan dapat merancang kurikulum atau modul pelatihan yang lebih terarah untuk meningkatkan keterampilan menulis mahasiswa. Selain itu, penelitian ini dapat membantu mahasiswa lebih memahami aturan bahasa Inggris dan meminimalkan kesalahan yang berulang dalam tulisan mereka, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas komunikasi tertulis mereka di berbagai konteks akademik dan profesional. Error analysis merupakan suatu analisis yang terfokus pada analisis bentuk . pembelajar dan mengkaji bahasa pembelajar berdasarkan tipe kesalahan yang ditemukan (Dulay et al. , 1. James . menambahkan bahwa analisis kesalahan merupakan sebuah proses dalam menentukan kesalahan dalam memproduksi bahasa, mengidentifikasi jenis kesalahan, dan konsekuensi dari pembelajaran bahasa yang tidak sukses (James, 1. Kesalahan grammatikal merupakan kesalahan-kesalahan yang menyimpang dari aturan grammatikal yang dapat diterima pada suatu bahasa (Brown,2. Tata bahasa . berperan penting dalam penyampaian pesan atau teks untuk membuat teks bermakna karena grammar merupakan suatu sistem yang mengatur hubungan antar kata untuk membentuk suatu kalimat yang bermakna sehingga pesan dapat tersampaikan dengan baik (Brown, 2. Kesalahan pengunaan bahasa dapat dibagi menjadi dua, yaitu kesalahan pada tingkat kalimat . entence level error. dan kesalahan pada tingkat wacana . iscourse level error. Namun, kesalahan gramatikal dapat dikelanli pada tingkat kalimatnya. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis kesalahan menulis secara mendalam, sedangkan pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengukur prevalensi kesalahan. Penelitian ini https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2793/2489 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 132-140 dilakukan di Universitas Mohammad Husni Thamrin Kampus C, yang berlokasi di Jl. Salemba Tengah No. 5 Jakarta Pusat. Waktu penelitian dilaksanakan mulai dari bulan Desember - Mei 2025. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh dari kuesioner akan dianalisis secara statistik deskriptif. Penelitian ini diambil dengan menggunakan kuesioner, hasil dari kuesioner akan peneliti jabarkan untuk mengetahui berbagai maca permasalahn atau kesulitan mahasiswa ketika menulis teks dalam bahasa inggris. Data yang diperoleh dari kuesioner akan dianalisis secara statistik deskriptif, sedangkan analisis teks akan dilakukan dengan mengelompokkan kesalahan berdasarkan kategori yang telah HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini melibatkan mahasiswa tingkat lanjut dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang telah menempuh mata kuliah Bahasa Inggris akademik, jumlah total responden yang mengisi kuesioner sebanyak 111 mahasiswa. Responden terdiri dari program studi manajemen dan akuntansi. Mereka memiliki pengalaman belajar bahasa inggris yang bervariasi, mulai dari < 1 tahun hingga > 6 tahun. Ini menunjukkan bahwa mereka telah memiliki paparan yang cukup lama terhadap bahasa Inggris, meskipun belum tentu secara intensif. Dalam hal frekuensi menulis dalam bahasa Inggris, responden menunjukkan variasi yang menarik: sebagian menulis setiap hari, sebagian lainnya hanya beberapa kali seminggu atau sebulan. Sebagian besar jenis teks yang ditulis berupa media sosial atau pesan singkat (A70%), sedangkan teks akademik seperti esai masih sedikit ditulis. Sebagian besar responden menyatakan belum pernah mendapatkan pelatihan menulis formal dalam bahasa Inggris. Hal ini berpotensi menyebabkan kurangnya pengetahuan mendalam mengenai struktur kalimat yang tepat dalam tulisan berbahasa Inggris. Ketika ditanya bagian tersulit dalam menulis, mayoritas menyebutkan tata bahasa . dan struktur kalimat . sebagai tantangan utama, diikuti dengan pengorganisasian ide. Responden juga ditanya apakah mereka pernah mengalami kesulitan dalam struktur kalimat. Hasilnya, sebagian besar menjawab Aukadang-kadangAy, yang menunjukkan adanya ketidakpastian atau kurangnya keyakinan terhadap pemahaman sintaksis mereka. Dari hasil survei, dapat diidentifikasi beberapa jenis kesalahan sintaksis yang sering dilakukan A Penggunaan tenses yang salah Ae merupakan kesalahan paling sering terjadi. https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2793/2489 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 132-140 Penggunaan artikel yang salah . /an/th. Ketidaksesuaian subjek dan predikat Ae misalnya. AuShe go to schoolAy seharusnya AuShe goes to schoolAy. Urutan kata yang keliru dalam kalimat . ord orde. Penggunaan konjungsi yang tidak tepat Ae contohnya: penggunaan AubecauseAy dan AubutAy dalam satu kalimat tanpa struktur yang jelas. Beberapa contoh kesalahan nyata dari responden antara lain: AuI go to the store yesterdayAy Ie seharusnya: AuI went to the store yesterdayAy A AuYour going to love this movieAy Ie seharusnya: AuYou're going to love this movieAy A AuI no like itAy Ie seharusnya: AuI donAot like itAy Kesalahan ini mencerminkan ketidaktahuan terhadap aturan dasar struktur kalimat bahasa Inggris, bahkan di kalangan mahasiswa tingkat lanjut. Hasil Penelitian Berdasarkan Dimensi Untuk memperoleh gambaran menyeluruh tentang kesalahan sintaksis yang dilakukan oleh mahasiswa, peneliti membagi hasil kueisoner ke dalam empat dimensi utama yaitu: Pengalaman belajar Bahasa Inggris Kesulitas & Jenis Kesalahan Sintaksis Upaya perbaiakn kesalahan Pandangan terhadap pengajaran Bahasa Inggris Gambar 1. Rata-Rata Skor per Dimensi https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2793/2489 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 132-140 Tabel 1. Bagian yang Paling Sulit dalam Menulis Bahasa Inggris Bagian Tersulit Jumlah Responden Tata bahasa . Struktur kalimat . Kosa kata (Vocabular. Ide dan Pengorganisasian Tabel 2. Jenis Kesalahan Sintaksi yang Sering dialami Mahasiswa Jenis kesalahan sintaksis Jumlah responden Penggunaan tenses yang salah Urutan kata yang tidak tepat Ketidaksesuaian subjek dan predikat Penggunaan Conjuction yang salah Penggunaan article yang salah Kalimat tidak lengkap Kalimat terlalu panjang/ tidak terstruktur Lainnya/ tidak dijawab Syntactical error yang ditemukan pada kuesioner mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dalam pertanyaan mengenai jenis kesalahan sintaksis yang pernah dialami, responden diberi pilihan untuk memilih lebih dari satu jenis kesalahan. Berdasarkan hasil pengolahan data, jenis kesalahan yang paling sering dialami oleh mahasiswa adalah kesalahan penggunaan tenses, artikel, serta ketidaksesuaian subjek dan predikat. Kendala yang dihadapi mahasiswa dalam menulis teks dalam bahasa inggris Dalam menulis teks bahasa inggris, mahasiswa menghadapi beberapa problematika yang kerap mereka hadapi ketika menulis, lemahnya penguasaan tenses membawa pengaruh perbedaan makna dalam tulisan mahasiswa. Apabila tenses yang digunakan dalam tes tidak tepat maka maknanya pun akan bergeder tidak sesuai dengan konten dari teks yang ditulis. Masalah kedua yang mahasiswa hadapi ketika menulis adalah kurangnya penguasaan kosakata. Mahasiswa sangan kurang sekali dalam menentuka leksika yang tepat ketiak menulis sebuah teks berbahasa inggris. Mahasiswa masih kesulitan dalam menuliskan teks bahasa inggris secara langsung tanpa ada teks bahasa indonesia terlebih dahulu. Mahasiswa pun juga masih sering https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2793/2489 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 132-140 menggunakan google translate untuk membuat kalimat bahasa inggris. Masalah selannjutnya yaitu, kendala mahasiswa daam menulis teks bahasa inggris yaitu mahasiswa masih mengikuti struktur kalimat bahasa indonesia. Berdasarkan data yang telah dianalisis, dapat dilihat bahwa mahasiswanya memiliki pengalaman belajar bahasa inggris yang cukup, namun masih mengalami kesulitan dalam menyusun struktur kalimat yang benar. Hal ini terbukti dari tingginya frekuensi kesalahan pada aspek-aspek sintaksis seperti tenses dan struktur subjek-predikat. Meski sebagian besar mahasiswa melakukan upaya perbaikan secara mandiri, upaya tersebut belum sepenuhnya konsisten. Di sisi lain, mahasiswa menilai bahwa pengajaran bahasa Inggris cukup membantu mereka dalam memahami sintaksis, walaupun masih terdapat ruang untuk perbaikan, khususnya dalam pendekatan praktik menulis. Hasil ini sejalan dengan beberapa penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa pembelajar EFL (English as a Foreign Languag. sering kali melakukan kesalahan sintaksis karena pengaruh bahasa ibu, keterbatasan kosakata, dan kurangnya latihan menulis akademik secara intensif. Penyebab Kesalahan Sintaksis Ketika ditanyakan tentang penyebab utama kesalahan mayoritas responden mengaku bahwa mereka kurang memahami aturan sintaksis bahasa inggris. Selain itu, beberapa responden menyebutkan kebiasaan menerjemahkan langsung dari bahasa Indonesia sebagai penyebab utama. Proses penerjemahan langsung ini seringkali menghasilkan struktur kalimat yang tidak alami atau salah secara tata bahasa. Upaya Mengurasi Kesalahan Sintaksis Beragam strategi digunakan oleh mahasiswa untuk mengurangi kesalahan antara lain: Membaca ulang tulisan setelah selesai A Belajar dari kesalahan sebelumnya A Menggunakan alat bantu grammar checker . eperti grammarl. A Meminta bantuan teman/dosen untuk merevisi tulisan Namun, belum semua responden memiliki kebiasaan memeriksa ulang tulisan secara konsisten. Hanya sebagian kecil yang menyatakan selalu mendeteksi dan memperbaiki kesalahan sebelum menyerahkan tulisan. Saat ditanya mengenai efektivitas pengajaran bahasa Inggris di kampus, respon bervariasi: Sekitar 25% merasa pengajaran sudah sangat membantu. https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2793/2489 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 132-140 A40% menganggapnya Autidak terlalu membantuAy. Sisanya merasa cukup terbantu tetapi menyarankan adanya peningkatan pendekatan Beberapa saran dari responden mencakup: Lebih banyak latihan menulis. Fokus pada pemahaman aturan daripada hafalan. Menggunakan kalimat autentik dan konteks nyata dalam pembelajaran Metode Efektif untuk Mengurangi Kesalahan Responden mayoritas percaya bahwa pembelajaran sintaksis lebih lanjut secara sistematis dapat membantu mengurangi kesalahan mereka. Disarankan juga untuk mengombinasikan pembelajaran teori dengan praktik langsung, seperti: Penugasan menulis mingguan. Peer-review antar mahasiswa. Workshop KESIMPULAN Simpulan dari penelitian ini mengenai Analisis Kesalahan Sintaksis dalam Penulisan Bahasa Inggris oleh Mahasiswa Tingkat Lanjut di Fakultas Ekonomi dan Bisnis adalah sebagai berikut: Mahasiswa memiliki pengalaman belajar bahasa Inggris yang bervariasi, dengan sebagian besar telah belajar selama lebih dari tiga tahun. Meskipun demikian, masih banyak yang mengalami kesulitan dalam menulis kalimat berstruktur benar dalam bahasa Inggris. Kesalahan sintaksis yang paling sering terjadi meliputi penggunaan tenses yang salah, kesalahan artikel, dan ketidaksesuaian subjek-predikat. Hal ini menunjukkan bahwa aspek dasar sintaksis masih menjadi tantangan utama dalam menulis bahasa Inggris formal. Mahasiswa melakukan upaya perbaikan terhadap kesalahan sintaksis yang mereka buat, seperti membaca ulang tulisan dan belajar dari kesalahan sebelumnya. Namun, upaya ini masih belum optimal dan dilakukan secara tidak konsisten. Pandangan mahasiswa terhadap pengajaran sintaksis di kampus cukup positif. Mayoritas merasa bahwa pembelajaran yang diberikan telah membantu, tetapi masih diperlukan peningkatan dalam aspek praktik dan penerapan langsung dalam menulis. https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2793/2489 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 132-140 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 DAFTAR REFERENSI Brown. Principles of Language Learning and Teaching . th ed. Pearson Education. Brown. HD, & Lee. H . Principles of language learning and teaching: A course in second https://books. com/books?hl=en&lr=&id=XlNQEQAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA2003 &dq=second language&ots=Vp8HJProUT&sig=eFrUXdUDbqWM0AxbdRJJEXo_QRE Corder. Error Analysis and Interlanguage. Oxford University Press. Dulay. Burt. , & Krashen. Language Two. Oxford University Press. Ellis. Second Language Acquisition. Oxford University Press. Gass. , & Selinker. Second Language Acquisition: An Introductory Course . rd Routledge. Harmer. How to Teach Writing. Pearson Education Limited. Hummel. KM . Introducing second language acquisition: Perspectives and practices. https://books. com/books?hl=en&lr=&id=ffYLEaQBAJ&oi=fnd&pg=PR13&d q=second language&ots=AAHXP-yItT&sig=FSPc_v6qJwwKWAgmsfDgPrQOkWY Hyland. Second Language Writing. Cambridge University Press. James. Errors in Language Learning and Use: Exploring Error Analysis. Longman. Mitchell. Myles. F, & Marsden. E . Second language learning theories. com, https://doi. org/10. 4324/9781315617046 Nunan. Practical English Language Teaching. McGraw-Hill. Richards. , & Renandya. Methodology in Language Teaching: An Anthology of Current Practice. Cambridge University Press. Saville-Troike. Introducing Second Language Acquisition. Cambridge University Press. Spada. N, & Lightbown. PM . Second language acquisition. An introduction to applied linguistics, taylorfrancis. com, https://doi. org/10. 4324/9780429424465-7 https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2793/2489