Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Bimbingan Dan Konseling Terhadap Kinerja Guru Sebagai Konselor Dalam Mewujudkan Kedisiplinan Siswa Helda Pratiwi1. Muhammad Ali Ramdhani2. Hanny Latifah3 Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam. Universitas Garut Program Studi Teknik Informatika. UIN Sunan Gunung Djati 1, 3 24092117044@uniga. aliramdhani@uinsgd. hannylatifah@uniga. Abstrak Tujuan penulisan artikel ini yaitu untuk mengkaji pengaruh pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling terhadap kinerja guru sebagai konselor dalam mewujudkan kedisiplinan siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survei. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian adalah analisis statistik dengan model analisis jalur . ath analysi. Lokasi penelitian adalah di Madrasah Aliyah Negeri 2 Garut, dengan jumlah responden 58 orang. Hasil pengujian hipotesis utama dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru sebagai konselor dalam mewujudkan kedisiplinan Adapun hasil pengujian sub-sub hipotesis menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru sebagai konselor. Pengaruh pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling tidak signifikan terhadap kedisiplinan siswa. Kinerja guru sebagai konselor berpengaruh signifikan terhadap kedisiplinan siswa. Kata Kunci: Pelaksanaan Kebijakan. Bimbingan dan Konseling. Kinerja. Konselor. Disiplin. Pendahuluan Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna dengan segala kelebihannya dan kemuliaannya tidak akan terlepas dari dunia pendidikan, kegiatan belajar atau berfikir merupakan refleksi dari akal fikiran yang merupakan refresentasi dari kelebihannya dan pengetahuan yang merupakan visualisasi dari kemuliaan. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang dapat menjawab semua kebutuhan manusia yang sesuai dengan keadaan zaman, tempat dan budaya dengan berpedoman pada ajaran agama, norma-norma masyarakat dan bangsa. Pendidikan bukan hanya proses pentrasferan pengetahuan terhadap peserta didik akan tetapi harus bisa mentransformasikan pengetahuan tersebut sehingga dapat di aplikasikan pada kehidupan yang nyata. Tantangan arus globalisasi kedepan semakin kompleks dan semakin beragam sehingga tidak dapat dihindarkan lagi, oleh karena itu kompetensi dan profesionalitas harus ditingkatkan agar kita dapat menyesuikan dengan keadaan tersebut. Pratiwi, et. Khazanah Akademia Vol. No. Untuk menjawab tantangan tersebut dibutuhkan sebuah pendidikan yang merefleksikan nilai-nilai agama, budaya dan bangsa yang memiliki ciri khas dan karakter yang kuat. Menurut Darajat . AuPendidikan adalah mengajak orang untuk beriman dan beramal serta berakhlak baik sesuai ajaran Islam dengan berbagai metode dan pendekatanAy. Maka di sinilah peran pendidik untuk senantiasa memberikan pendidikan yang baik, menjadi panutan bagi peserta didik guna menjadikan peserta didik insan kamil. Tujuan pendidikan berdasarkan Undang-undang No 20 Tahun 2003 yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. TuAou . 4: . Di dalam dunia pendidikan, sekolah-sekolah masih perlu meningkatkan kedisiplinan nya. Pada umumnya, orang tua cenderung mengirimkan anakanaknya ke sekolah yang mempunyai disiplin baik. Dengan disiplin yang baik, akan berdampak baik pula bagi perubahan perilaku dan prestasi siswa. Apabila disiplin sekolahnya baik, maka akan mempengaruhi perubahan perilaku dan prestasi siswa menjadi lebih baik. Salah satu cara yang ditempuh sekolah dalam menegakkan disiplin siswa yaitu dengan melaksanakan kebijakan bimbingan dan konseling melalui kinerja guru sebagai konselor. Berdasarkan hasil observasi awal di MAN 2 Garut, dapat diketahui bahwa sebagian siswa telah memiliki kedisiplinan dalam belajar. Namun sebagian lainnya masih terlihat memiliki perilaku disiplin yang masih rendah. Terdapat dugaan bahwa fakta-fakta pada fenomena masalah tersebut memiliki hubungan sebab akibat yang harus diteliti lebih jauh. Sehubungan dengan itu, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul AuPengaruh Pelaksanaan Kebijakan Bimbingan dan Konseling Terhadap Kinerja Guru Sebagai Konselor Dalam Mewujudkan Kedisiplinan Siswa (Penelitian Di Madrasah Aliyah Negeri 2 Garu. Ay. Metodologi Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. (Iskandar, 2018: mengemukakan bahwa penelitian deskriptif ada hubungannya dengan pemaparan suatu fenomena atau hubungan antara dua atau lebih fenomena. Teknik penelitian ini menggunakan teknik survei, yaitu penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok untuk mengkaji gejala atau fenomena yang diamati. Dengan demikian metode dan teknik penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, diharapkan dapat memberikan jawaban terhadap pemecahan masalah melalui pengumpulan informasi data lapangan yang menggambarkan faktor-faktor yang berhubungan antara fenomena yang diteliti, yaitu mengenai variabel-variabel pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling, kinerja guru sebagai konselor, dan kedisiplinan siswa. Analisis fakta-fakta hasil penelitian diklarifikasi dengan literatur yang relevan, sesuai dengan rekomendasi yang diberikan oleh Ramdhani & Ramdhani . , dan Ramdhani, et. Pratiwi, et. Khazanah Akademia Vol. No. Untuk melihat kondisi objektif pada objek penelitian. Peneliti menetapkan operasionalisasi variabel penelitian, yang disusun untuk memudahkan langkah-langkah dalam menjaring dan mengumpulkan data yang diperoleh dari responden sesuai dengan teori-teori, konsep-konsep, proposisi-proposisi, dan asumsi-asumsi dari variabel-variabel penelitian penelitian yang Adapun operasionalisasi variabel penelitian ini sebagai berikut: Tabel 1. Operasionalisasi Variabel Penelitian Variabel Dimensi Pelaksanaan Kebijakan 1. Komunikasi Bimbingan Konseling (X) (Edward i dalam (Alifuddin. Sumber daya Kinerja Guru Sebagai 1. Konselor (Y) (Prayitno. Indikator Variabel Sosialisasi tujuan dan manfaat kebijakan (Transmis. Kejelasan Kebijakan Konsistensi Jumlah SDM yang terlibat Dukungan Fasilitas Disposisi Sikap Pelaksana Kebijakan Tindakan Struktur birokrasi a. Pelaksanaan SOP (Standard Operational Procedur. Fragmentasi (Penyebaran tanggung jawa. Pengumpulan Mengabsen Data Siswa memulai pelajaran baru Mendata Perilaku siswa yang baik dan yang kurang baik Pelaksanaan dan a. Pengenalan awal terhadap kasus Monitoring Pemahaman terhadap kasus Evaluasi Pelaporan Penanganan kasus Penyikapan terhadap kasus/ tindak lanjut dan a. Peran dan tanggung jawab Pencatatan dan pelaporan Perilaku Disiplin Siswa 1. Disiplin menaati a. Menaati tata tertib sekolah (Z) (Cece Wijaya dan tata tertib sekolah b. Mempunyai jadwal pelajaran Tabrani Rusyan . Menggunakan Seragam Sekolah sesuai aturan Masuk kelas tepat pada Disiplin Duduk tertib mengikuti seluruh pembelajaran dan Mendengarkan penjelasan guru Mencatat pelajaran Pratiwi, et. Khazanah Akademia Vol. No. Bertanya mengenai pelajaran bekerja demi dirinya Mengerjakan tugas di kelas Mengerjakan pekerjaan rumah Responden dalam penelitian ini adalah guru-guru mata pelajaran di Madrasah Aliyah Negeri 2 Garut, yaitu berjumlah 58 orang. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Penelitian ini menguji fakta empiris tentang pengaruh pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling terhadap kinerja guru sebagai konselor dalam mewujudkan kedisiplinan siswa. Paradigma penelitian yang dianalisis disajikan pada Gambar 1. Gambar 1. Paradigma Penelitian Hasil penelitian menyajikan hasil perhitungan statistika, yang dapat diwakili dalam bentuk tabel sebagaimana tersaji pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Perhitungan Hipotesis Utama Pengaruh pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling terhadap kinerja guru sebagai konselor dalam mewujudkan kedisiplinan Sub Hipotesis Pengaruh pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling terhadap kinerja guru sebagai Pengaruh pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling terhadap kedisiplinan siswa Pengaruh kinerja guru sebagai konselor terhadap kedisiplinan siswa Koefisien Jalur Fhitung Ftabel Determinan Koefisien Jalur Determinan Makna Hubungan Signifikan Makna Hubungan Signifikan Tidak Signifikan Signifikan Pratiwi, et. Khazanah Akademia Vol. No. Pembahasan Fenomena masalah mengenai kedisiplinan siswa berdasarkan pengamatan peneliti memiliki keterkaitan dengan beberapa faktor lain, diantaranya faktor internal siswa dan faktor eksternal Hal ini sesuai dengan pendapat (Tu'u, 2. yang mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang dapat berpengaruh terhadap pembentukan disiplin individu antara lain, teladan, lingkungan berdisiplin dan latihan berdisiplin. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa kedisiplinan merupakan perilaku yang sangat penting bagi setiap individu khususnya siswa. (Tu'u, 2. mengatakan apabila siswa menerapkan perilaku disiplin dengan baik, konsisten dan konsekuen akan berdampak positif bagi kehidupan dan perilaku hidupnya. Disiplin dapat mendorong siswa untuk belajar secara konkret dalam praktik hidup di sekolah, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat. 1 Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Bimbingan Dan Konseling Terhadap Kinerja Guru Sebagai Konselor Dalam Mewujudkan Kedisiplinan Siswa Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh nilai koefisien jalur sebesar 0. 6661, berada pada rentang 60 Ae 0. 79 dan memiliki kriteria kuat, artinya secara kualitatif gambaran hubungan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling, kinerja guru sebagai konselor dan kedisiplinan siswa memiliki hubungan yang kuat dan saling mempengaruhi. Kemudian berdasarkan pengujian hipotesis keberartian determinasi total, diperoleh nilai f hitung = 6. 6230, dalam kaidah keputusan dapat dilihat bahwa tolak H0 jika f hitung> ftabel dan terima H1. Berdasarkan pengujian, diperoleh fhitung = 6. 6230 > ftabel = 2. 0049, dari nilai tersebut diperoleh keputusan H0 ditolak dan menerima H1, artinya terdapat pengaruh variabel pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling terhadap kinerja guru sebagai konselor dalam mewujudkan kedisiplinan siswa. Signifikansi nilai hasil pengujian di atas, didukung pula oleh nilai koefisien determinasi R2 sebesar 0,4437 yang juga menunjukkan besarnya kontribusi variabel pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling terhadap kinerja guru sebagai konselor dalam mewujudkan kedisiplinan siswa sebesar 44. 37 %. Sedangkan sisanya sebesar 0,5563 atau sebesar 55. 63% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diamati dalam penelitian ini. Faktor lain di luar penelitian yang diduga mempengaruhi kinerja guru sebagai konselor dan kedisiplinan siswa antara lain interaksi antar pelaksana, iklim organisasi, lingkungan eksternal, faktor internal siswa dan faktor eksternal siswa. 2 Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Bimbingan Dan Konseling Terhadap Kinerja Guru Sebagai Konselor Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh keputusan Ho ditolak, karena t hitung =5. 2066 > t tabel =2. 0049, sehingga variabel pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling berpengaruh terhadap kinerja guru sebagai konselor. Adapun besar pengaruh pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling terhadap kinerja guru sebagai konselor adalah sebesar 32. Hal ini diduga karena adanya dimensi-dimensi dalam pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling yang belum dilaksanakan dengan optimal, misalnya pada dimensi sumber daya yaitu sekolah tidak memberikan surat tugas formal kepada guru dalam melaksanakan bimbingan dan konseling. Kemudian signifikansi nilai hasil pengujian di atas juga didukung oleh besaran nilai epsilon 38%, di mana kinerja guru sebagai konselor diduga dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling. Pratiwi, et. Khazanah Akademia Vol. No. 3 Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Bimbingan Dan Konseling Kedisiplinan Siswa Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh keputusan Ho diterima, karena t hitung =1. 3078 < t tabel =2. 0049, sehingga variabel pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling tidak berpengaruh terhadap kedisiplinan siswa. Adapun dari hasil analisis data terdapat pengaruh langsung antara variabel pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling terhadap kedisiplinan siswa namun hanya sebesar 2. 62%, dan pengaruh tidak langsungnya 5. Hal ini terjadi karena ada beberapa dimensi dalam variabel pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling yang belum terealisasi dan belum dilaksanakan secara optimal. Pada variabel pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling didapatkan beberapa persentase terendah pada dimensi sumber daya yaitu sekolah tidak mengeluarkan surat tugas formal kepada guru dalam melaksanakan kebijakan bimbingan dan konseling dengan persentase sebesar 70. 69% dan sekolah menugaskan guru sebagai pelaksana kebijakan bimbingan dan konseling dengan persentase 79%, selanjutnya terdapat pula persentase terendah pada dimensi disposisi yakni guru melaksanaka kebijakan bimbingan dan konseling sesuai prosedur yang ada dengan persentase 4 Pengaruh Kinerja Guru Sebagai Konselor Terhadap Kedisiplinan Siswa Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh keputusan Ho ditolak, karena t hitung =4. 1826 > t tabel =2. 0049, sehingga variabel kinerja guru sebagai konselor berpengaruh terhadap kedisiplinan Adapun besar pengaruh kinerja guru sebagai konselor terhadap kedisiplinan siswa adalah Hal ini diduga karena adanya dimensi-dimensi dalam kinerja guru sebagai konselor yang belum dilaksanakan dengan optimal, misalnya pada dimensi pelaksanaan dan monitoring butir item guru melakukan assesment terhadap siswa, dan guru mengetahui kasus apa saja yang sedang dihadapi siswa. Kemudian signifikansi nilai hasil pengujian di atas juga didukung oleh besaran nilai epsilon sebesar 63,42%, di mana kinerja guru sebagai konselor diduga dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling. Kesimpulan Hasil pengujian hipotesis utama dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru sebagai konselor dalam mewujudkan kedisiplinan siswa. Adapun pengujian pada sub-sub hipotesis menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja guru sebagai konselor. Pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling tidak berpengaruh terhadap kedisiplinan siswa. Kinerja guru sebagai konselor memiliki pengaruh signifikan terhadap kedisiplinan siswa. Mengingat terdapat beberapa temuan penting pada penelitian serta keterbatasan dalam penelitian ini maka diharapkan pada masa yang akan datang berbagai pihak dapat meneliti lebih lanjut faktor lain (Epsilo. dari variabel-variabel penelitian ini. Penelitian lanjutan lain yang disarankan diantaranya mengenai kepemimpinan kepala sekolah, manajemen bimbingan dan konseling, kebijakan kesiswaan, manajemen kesiswaan, manajemen pembelajaran yang efektif, peran dan fungsi partisipasi orang tua, dan strategi pembelajaran dalam mewujudkan perilaku disiplin siswa. Pratiwi, et. Khazanah Akademia Vol. No. Daftar Pustaka