AL-UJRAH Volume 3. Nomor 1. Juni 2025, 12-21 ISSN 3021-8756 https://jurnal. id/index. php/alujrah/index PENGARUH PENGGUNAAN QUICK RESPONSE INDONESIA STANDARD (QRIS) DAN CASH TERHADAP KEPUTUSAN BELANJA DI ALFAMART GAMBUT KALIMANTAN SELATAN Lisda Aisyah 1Insitut Agama Islam Darussalam Martapura Lisdaaisyah33@gmail. Abstract This study aims to examine the effect of using QRIS and Cash on a consumer's shopping decision. A total of 43 respondents were involved as research samples selected using the incidental sampling The data were analyzed using quantitative methods including validity tests, reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, and hypothesis testing through t and f tests and the coefficient of determination test (R2 Tes. Data that meets the criteria for validity, reliability and classical assumption tests are processed using SPSS software, obtaining the following regression equation: Y = -2. 531 X1 0. 436 X2 with variable use of QRIS (X. Cash (X. and Shopping Decisions (Y). the results of hypothesis testing show that if the use of QRIS and Cash has a positive and significant effect on shopping decisions. The coefficient of determination (R. 519 indicates that 51. 9% of shopping decisions at Alfamart are influenced by the variables studied, while the remaining 48. 1% is caused by other variables not analyzed in this Keywords: QRIS. Alfamart. Use. Cash Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dari penggunaan QRIS dan Cash terhadap keputusan belanja seorang konsumen. Sebanyak 43 responden dilibatkan sebagai sampel penelitian yang dipilih menggunakan metode incidental sampling. Data dianalisis menggunakan metode kuantitatif yang meliputi uji validitas, uji reabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, serta pengujian hipotesis melalui uji t dan f serta uji koefisien determinasi (Uji R. Data yang sesuai kriteria uji validitas, reabilitas dan uji asumsi klasik diolah menggunakan software SPSS, memperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y= -2,325 0,531 X1 0,436 X2 dengan variabel penggunaan QRIS (X. Cash (X. dan Keputusan Belanja (Y). haasil uji hipotesis menunjukkan jika penggunaan AL-UJRAH Volume 3. Nomor 1. Juni 2025, 12-21 ISSN 3021-8756 https://jurnal. id/index. php/alujrah/index memiliki pengaruh QRIS dan Cash berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan belanja. Nilai koefisien determinasi (R. sebesar 0,519 menunjukkan bahwa 51,9% keputusan belanja di Alfamart dipengaruhi oleh variabel yang diteliti, sementara sisanya, sebesar 48,1 % disebabkan oleh variabel lain yang tidak dianalisis dalam penelitian ini. Kata Kunci : QRIS. Alfamart. Penggunaan. Cash PENDAHULUAN Teknologi tumbuh dan berkembang dengan sangat pesat hingga menjadi sesuatu yang tak terhindarkan, karena kemajuan teknologi berjalan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Perkembangan teknologi yang pesat menuntut masyarakat untuk segera menyesuaikan diri dalam menghadapi berbagai perubahan yang terjadi. Salah satu sektor yang telah berhasil mengikuti arus perkembangan ini ialah sector keuangan, yang kemudian menciptakan sebuah pembaruan bernama sachless society, dimana transaksi konvensional berbasis uang tunai beralih ke transaksi non-tunai. 1 Kemajuan teknologi di sector industry berlangsung secara perlahan, memberi waktu kepada masyarakat untuk terbiasa dengan transaksi keuangan berbasis digital, khususnya dalam hal pembayaran internal yang dikenal dengan Financial Technology. Dalam beberapa tahun belakangan, pertumbungan transaksi non-tunai seperti uang elektronik (E-Mone. menunjukkan kemajuan yang pesat. Dengan semakin majunya dan mudahnya penggunaan teknologi dalam pembayaran digital, muncullah layanan baru yang disebut dengan dompet digital . -walle. yang merupakan penerus dari uang elektronik atau emoney. 2 Masyarakat semakin banyak menggunakan mobile payment sebagai alat pembayaran karena perkembangan internet dan teknologi digital baru yang membuat pertukaran informasi menjadi lebih cepat. Saat ini Indonesia mulai mengadopsi budaya transaksi non-tatap muka, metode yang memungkinkan konsumen dan penjual untuk bertransaksi tanpa perlu bertemu langsung. Untuk mendukung hal tersebut Indonesia telah meluncurkan system pembayaran daring yang dikenal sebagai Quick Response Indonesian Standard (QRIS). Metode pembayaran ini menawarkan berbagai manfaat, seperti proses transaksi H Husain et al. AuE-Bisnis Solusi Inovatif Penggerak Ekonomi Masyarakat Pandemi Covid 19,Ay Prosiding Seminar Nasional Riset Dan Information Science (SENARIS) 2020 2 . : 100Ae104. Nur Aeni and Maya Tri Lestari. AuPengaruh Label Halal. Citra Merek Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Wardah,Ay Jurnal Ekonomi Bisnis. Manajemen Dan Akuntansi (JEBMA) 1, no. : 117Ae26, https://doi. org/10. 47709/jebma. 2 Edwin Walter Kemmerer. Gold and The Gold Standard: The Story of Gold Money Past. Present and Future 1st Edition (New York: McGraw-Hill Book Company, 1. 3 A Hafiz Anshary. Rohana Faridah B, and Muhammad Qamaruddin. Positive Attitudes Towards Digital Wallets in Banjarmasin. Indonesia (Atlantis Press SARL, 2. , https://doi. org/10. 2991/978-2-38476-052-7. AL-UJRAH Volume 3. Nomor 1. Juni 2025, 12-21 ISSN 3021-8756 https://jurnal. id/index. php/alujrah/index yang lebih cepat dan sederhana, keamanan dari risiko peredaran uang palsu, kemudahan bagi pelaku UMKM dalam mencatat transaksi. QRIS merupakan standak nasional untuk kode respons cepat yang ditetapkan sebagai inovasi strategi pembayaran oleh bank Indonesia sejak januari 2020 (Hutagalung et al. , 2. Keputusan belanja dipengaruhi oleh banyak hal tidak hanya Semakin banyaknya penggunaan QRIS dan juga cash, namun ada banyak factor lain yang dapat menjadi alasan dalam keputusan belanja. Berdasarkan pernyataan tersebut peneliti menjadi tertarik untuk memastikan berapa besar pengaruh keputusan belanja yang dapat dihasilkan dari penggunaan QRIS dan cash dengan melakukan penelitian yang penting untuk dibuktikan. PEMBAHASAN Quick Response Indonesian Standard (QRIS) QRIS disahkan oleh Bank Indonesia sebagai Langkah untuk mendukung kegiatan pembayaran elektronik di Indonesia agar lebih terfasilitasi dan terintegritasi. Pengembangan QRIS dilakukan Bersama oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), tujuannya menciptakan standar QR Code yang aman untuk pembayaran digital, mendukung pertumbuhan ekonomi dan memaksimalkan akses masyarakat terhadap fasilitas keuangan berbasis digital. QR Code pada QRIS dirancang untuk mempermudah segala bentuk transaksi digital agar dapat dilakukan dengan lebih efisien. Sebelum mengimplementasikan QRIS, pedagang harus menyiapkan berbagai aplikasi pembayaran di toko mereka, sementara konsumen yang ingin bertransaksi secara nontunai harus memastikan bahwa aplikasi pembayarannya didukung oleh penjual (Rahadi et al. , 2. Penggunaan QRIS memberikan kemudahan dalam proses pembayaran, sehingga terbukti memiliki hubungan yang cukup erat dengan keputusan belanja konsumen dalam sebuah bisnis. Cash (Tuna. Pembayaran dengan cash artinya penggunaan uang tunai sebagai alat pembayarannya. Indonesia sendiri menggunakan mata uang resmi berupa rupiah baik uang logam ataupun kertas sebagai instrument pembayaran tunainya. Masyarakat Indonesia masih memanfaatkan instrumen ini terutama untuk transaksi pembayaran. 4 Sri Anugrah Natalina. Arif Zunaidi, and Risa Rahmah. AuQuick Response Code Indonesia Standard (QRIS) Sebagai Strategi Survive UMKM Di Masa Pandemi Di Kota Kediri,Ay ISTITHMAR : Jurnal Pengembangan Ekonomi Islam 5, no. : 43Ae62, https://doi. org/10. 30762/itr. Gretchen Kirby et al. AuWhat Do Quality Rating Levels Mean? Examining the Implementation of QRIS Ratings to Inform Validation,Ay Early Childhood Research Quarterly . 291Ae305, https://doi. org/10. 1016/j. AL-UJRAH Volume 3. Nomor 1. Juni 2025, 12-21 ISSN 3021-8756 https://jurnal. id/index. php/alujrah/index Pemakaian cash masih sangat dibutuhkan untuk sehari-hari di masa Keputusan Belanja Keputusan belanja ialah proses dimana konsumen mempertimbangkan berbagai alasan dalam memilih produk yang cocok dengan kebutuhan, keinginan atau harapan mereka. Kegiatan ini menghasilkan rasa puas atau tidak puas terhadap produk yang dibeli dipengaruhi oleh sejumlah aspek, termasuk factor keluarga, harga, pengalaman sebelumnya serta kualitas produk. METODE Populasi pada sample ini ialah konsumen alfamart yang ada di Banjarmasin. Sampel ialah bagian dari populasi dengan pemilihan yang dilakukan berdasarkan pertimbangan tertentu. 7 Dalam penelitian ini pengambilan sampel yang digunakan ialah accidental sampling, salah satu pendekatan dalam Teknik non-probability sampling. Teknik ini memilih sampel berdasarkan kebetulan, dimana siapa aja yang secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti dan dianggap sesuai sebagai sumber data akan dijadikan sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkab menggunakan Gform, dengan skala likert 1-5. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda dengan pengolahan data dilakukan melalui aplikasi SPSS. ANALISIS DAN HASIL Uji Validitas Uji validitas merupakan alat untuk mengukur tingkat ketepatan instrument yang digunakan dalam penelitian, sehingga poin=poin yang dijadikan pertanyaan ataupun pernyataan dapat dianggap mewakili keabsahan kuesioner tersebut. Berikut adalah hasil uji validitas pada kuesioner penelitian. Kelvin Lee Yong Ming et al. AuFactor Affecting Adoption of E-Wallet in Sarawak,Ay International Journal of Academic Research in Accounting. Finance and Management Sciences 10, no. , https://doi. org/10. 6007/ijarafms/v10-i2/7446. Academy Rpa. AuFactors Influencing the Use of E-Wallet as a Payment Method among Malaysian Young Adults,Ay Journal International Business Management, https://doi. org/10. 37227/jibm-2020-2-21/. Siti Muflichah. AuImplementation and Protection of Legal Law on Cash Waqf Toward Tabung Wakaf Indonesia of Dompet Dhuafa Jakarta,Ay Jurnal Dinamika Hukum . https://doi. org/10. 20884/1. 6 Muhammad Abdan Nur and Difi Dahliana. AuPengaruh Customer Review Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Muslim Shopee Di Banjarmasin,Ay Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam 9, no. : 1797, https://doi. org/10. 29040/jiei. 7 Syofian Siregar. Metode Penelitian Kuantitatif: Dilengkapi Dengan Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS (Jakarta: Kencana, 2. 8 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif. Dan R&D (Bandung: Alfabeta CV. AL-UJRAH Volume 3. Nomor 1. Juni 2025, 12-21 ISSN 3021-8756 https://jurnal. id/index. php/alujrah/index Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel Item X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. Hitung R tabel 0,901 0,3008 0,825 0,3008 0,808 0,3008 0,765 0,3008 0,848 0,3008 0,835 0,3008 0,901 0,3008 0,786 0,3008 0,658 0,3008 0,798 0,3008 0,842 0,3008 0,786 0,3008 0,658 0,3008 0,798 0,3008 0,842 0,3008 0,786 0,3008 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data diolah. SPSS 26 Uji Reabilitas Pengujian ini digunakan untuk mengukur kekuatan atau ketangguhan sebuah instrumen dalam penelitian kuantitatif. Uji ini dimanfaatkan untuk mengukur kadar kepercayaan instrumen sehingga terbebas dari galat pengukuran. Penilaiannya dapat dilakukan dengan melihat nilai CronbatchAos Alpha. Berikut ini hasil uji reabilitas pada penelitian ini. Tabel 2. Hasil Uji Reabilitas Variabel CronbachAos Alpha Keterangan 0,787 Reliabel 0,807 Reliabel 0,761 Reliabel Sumber: Data diolah. SPSS 26 Merujuk pada tabel diatas diketahui nilai CronbachAos Alpha dari masing-masing variabel ialah > 0,60 yang berarti seluruh variabel bersifat reliabel. Sebaliknya, apabila cronbatch Alpha berada > 0,60 maka akan dikatakan tidak reliabel. Pada penelitian AL-UJRAH Volume 3. Nomor 1. Juni 2025, 12-21 ISSN 3021-8756 https://jurnal. id/index. php/alujrah/index ini, ketiga variabel tersebut dinyatakan kuat sebagai alat ukur instrumen penelitian. Uji Asumsi Klasik Pengujian ini manfaatkan untuk membuktikan jika model regresi memenuhi syarat tertentu, seperti tidak adanya normalitas residual, multikolinieritas, autokorelasi dan heteroskedastisitas. Pemenuhan asumsi ini diharuskan agar estimasi model regresi bebas dari kecondrongan dan dapat diandalkan. Uji Normalitas Pengujian ini bertujuan untuk mengetahuai apakah data yang dikumpulkan terdistribusi normal atau berasal dari populasi yang terdistribusi normal. Beberapa model statistic yang sering digunakan untuk uji ini meliputi Chi Square dan Kolmogorov Smirnov: Tabel 3. Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov Test Asymp Sig 0,200 Sumber: Data diolah. SPSS 26 Dilihat pada table 3 diperoleh nilai Asyimp. Sig 0,200>0,05 menyatakan pengujian data terdistribudi normal karena nilainya melebihi dari taraf signifikan 0,05. Uji Multikolinearitas Multikolinieritas timbul ketika adanya hubungan linier yang sempurna atau hamper sempurna antarvariabel independent. Pengujiannya dapat dilihat dengan menggunakan nilai Variance Inflation Faktoc (VIF) dan Tolerance, jika nilai VIF menyentuh angka 1-10 maka tidak terjadi multikolinieritas, sementara pada nilai tolerance <0,10 maka dapat dikatakan terbebas dari multikolinierita. Tabel 4. Hasil Uji Multikolinieritas Variabel Tolerence VIF 0,973 1,028 0,973 1,028 Sumber: Data diolah. SPSS 26 Merujuk dari hasil pengujian diatas, ditemukan bahwasanya nilai VIF dari masing-masing variabel X1 dan X2 bernilai 1 < 1,028 < 10 dan nilai tolerance di angka 0. 0,10 yang artinya tidak ditemukan gejala multikolinieritas. Uji Heteroskedastisitas AL-UJRAH Volume 3. Nomor 1. Juni 2025, 12-21 ISSN 3021-8756 https://jurnal. id/index. php/alujrah/index Uji ini dilaksanakan untuk memeriksa kesamaan varians dari residu dalam penelitian. Gejala heteroskedastisitas bisa terdeteksi dengan memperhatikan pola yang terbentuk pada scatter plot. Apabila persebaran berbentuk acak maka tidak terjadi gejala, sebaliknya jika berbentuk teratur maka terjadi gelaja heteroskedastisitas. Gambar 1. Hasil Heteroskedastisitas Sumber: Data diolah. SPSS 26 Dilihat dari gambar, bahwa titik-titik terlihat menyebar secara acak ke atas dan baeah maka bisa ditarik kesimpulan tidak adanya heteroskedaastisitas pada penelitian ini. Uji Regresi Linier Berganda Tabel 5. Uji Statistik Variabel Unstandardized Coefficients Constanta -2,325 0,531 0,436 Sumber: data diolah, 2025 Merujuk pada tabel tersebut maka persamaan regresi linier berganda seperti berikut: Y=a bX1 bX2 e Y= -2,325 0,531 Penggunaan QRIS 0,436 Penggunaan Cash 0,05 Nilai konstanta -2,325 mengindikasikan bahwa jika nilai penggunaan QRIS (X. dan penggunaan Cash (X. sebesar 0 maka nilai Keputusan Belanja (Y) adalah -2,325. Sementara itu, nilai 0,531 pada penggunaan QRIS (X. mengindikasikan bahwa semakin tinggi nilai penggunaan QRIS dengan spekulasi variabel lain bersifat tetap, maka keputusan belanja ikut Adapun nilai 0,436 pada penggunaan Cash mengindikasikan bahwa semakin meningkat nilai penggunaan cash dengan spekulasi variabel lain tetap, maka keputusan belanja akan mengalami peningkatan. AL-UJRAH Volume 3. Nomor 1. Juni 2025, 12-21 ISSN 3021-8756 https://jurnal. id/index. php/alujrah/index Uji Hipotesis Uji Simultan (Uji F) Hasil pengujian simultan diperoleh dari output anova analisis regresi linier berganda dengan memakai tingkat signifikansi sebesar 0,05 dan derajat keyakinan 95%. Adapun dfl . dalam hal ini ialah . =2 dan df . = 40 sehingga nilai Ftabel adalah 3,23. Berikut output pengijian penelitian ini. Tabel 6. Uji F 21,566 Sig 0,00 Sumber: Data diolah, 2025 Output diatas menampilkan nilai signifikan 0,000 < 0,05 atau Fhitung 21. 566 > Ftabel 3,23 yang berarti Ha diterima dan H0 Sehingga diketahui bahwasanya variabel penggunaan QRIS (X. dan Cash (X. berpengaruh positif terhadap keputusan belanja (Y). Hal ini membuktikan bahwasanya hipotesis 3 yaitu adanya pengaruh penggunaan Quick Response Indonesian Standart (QRIS) dan Cash terhadap keputusan belanja di Alfamart. Uji Parsial Temuan dari pengujian parsial (Uji T) dalam penelitian ini diperoleh dari hasil analisis regresi linier berganda dengan memakai tingkat signifikansi sebesar 0,05. Adapun df . = 40 sehingga nilai Ttabel adalah 1,68385. Berikut ini hasil pengujian parsial. Tabel 7. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Variabel Constanta -0,830 6,189 3,190 Sumber: Data diolah. SPSS 26 Output uji T menunjukkan bahwa penggunaan QRIS (X. dengan nilai Thitung 6,189 > Ttabel 1,68385 yang artinya Ha diterima dan H0 ditolak. Artinya hipotesis 1 terkait adanya pengaruh penggunaan Quick Response Indonesian Standart (QRIS) terhadap keputusan belanja dapat diterima atau Sementara itu, variabel penggunaan Cash (X. memiliki nilai Thitung 3,190 > Ttabel 1,68385 artinya Ha diterima dan AL-UJRAH Volume 3. Nomor 1. Juni 2025, 12-21 ISSN 3021-8756 https://jurnal. id/index. php/alujrah/index H0 ditolak. Karena itu, hipotesis 2 terkait adanya pengaruh penggunaan Cash terhadap keputusan belanja di Alfamart dapat dikatakan berpengaruh secara parsial. Uji Koefisien Determinan Pengujian determinasi dilakukan untuk menggambarkan kecocokan model dan efektivitas variabel dependen dalam memprediksi hasil variabel dependen dan sebaliknya. Berikut ini adalah hasil determinasi penelitian. Tabel 8. Hasil Modal Summary R Square 0,519 Sumber: Data diolah. SPSS 26 Nilai 0,519 pada R-Square menunjukkan bbahwa terdapat hubungan yang cukup kuat antara penggunaan Quick Response Indonesian Standart (QRIS) dan Cash terhadap keputusan belanja di Alfamart. Sehingga kedua variabel tersebut dinyatakan berpengaruh sebesar 51,9 % sedangkan sisanya 48,1% dipengaruhi oleh variabel lain. KESIMPULAN Merujuk pada temuan penelitian di atas, dapat disimpulkan hal-hal berikut: Terdapat pengaruh secara simultan antara penggunaan Quick Response Indonesian Standart (QRIS) (X. dan Cash (X. terhadap keputusan belanja di Alfamart. Hal ini dilihat dari besarnya nilai Fhitung dibanding Ftabel yang bermakna bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Terdapat pengaruh secara parsial anatara Quick Response Indonesian Standart (QRIS) (X. dan Cash (X. terhadap keputusan belanja di Alfamart. Dilihat dari besarnya T hitung dibandingkan dengan Ttabel yang bermakna Ha diterima dan H0 DAFTAR PUSTAKA