KESULITAN BELAJAR DAN FAKTOR PENYEBABNYA PADA SISWA SMP SABILAL AKHYAR KWALA GUMIT Nurhasanah, 2Satriyadi STAI Syekh H. Abdul Halim Hasan Al-Ishlahiyah Binjai Nurhasanah@ishlahiyah. satriyadi@ishlahiyah. Abstrak Kesulitan belajar merupakan suatu kondisi siswa menghadapi hambatan- hambatan tertentu dalam menempuh proses pendidikan serta menggapai hasil belajar secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar yang dihadapi siswa serta mengetahui penyebab siswa mengalami kesulitan dalam belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dimana kami memberikan beberapa kuesioner ataupun pertanyaan kepada siswa-siswa mengenai kesulitan belajar. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah 100 siswa di SMP Sabilal Akhyar Kwala Gumit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan-kesulitan belajar siswa merupakan kesulitan yang bersifat komunal atau kolektif dirasakan oleh sebagian siswa. Kata Kunci: Kesulitan Belajar. Siswa. Abstract Learning is a condition of students facing certain obstacles in taking the educational process and achieving maximum learning outcomes. This study aims to determine the learning difficulties faced and to find out the causes of students experiencing difficulties in learning. The method used in this research is a survey method, where we give several questionnaires or questions to students about learning difficulties. The sample in this study was 100 students at SMP Sabilal Akhyar Kwala Gumit. The results showed that students' learning difficulties were communal difficulties or felt by some students. Keyword: Difficulty learning. Student. PENDAHULUAN Belajar merupakan suatu proses, kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. (Hany, 2. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari pada itu, yaitu mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan melainkan perubahan kelakuan. Belajar dan mengajar merupakan suatu proses yang mengandung tiga unsur yang berkaitan yaitu tujuan pengajaran, proses belajar mengajar, dan hasil belajar. (Wijayanti, 2. Dari ketiga hubungan tersebut proses pengajaran harus diikuti oleh strategi metode pengajaran. Hasil belajar juga ditentukan oleh ada tidaknya kesulitan belajar yang dihadapi siswa, semakin banyak kesulitan belajar siswa maka hasil belajar yang dicapai akan semakin rendah. Kesulitan belajar atau learning disability disebut dengan istilah lain learning disorder atau learning difficulty adalah suatu kelainan yang membuat individu sulit melakukan kegiatan belajar secara efektif (Jamaris, 2. Pengertian kesulitan belajar dalam arti learning disability, learning disorder ataupun learning diffuculty merupakan kesulitan belajar yang berhubungan dengan perkembangan . evelopmental learning disabilitie. yakni kesulitan belajar yang terkait dengan perkembangan yang meliputi gangguan motorik dan persepsi, kesulitan belajar bahasa dan komunikasi, dan kesulitan belajar dalam penyesuaian perilaku Beberapa gejala sebagai pertanda adanya kesulitan belajar antara lain (Hany, 2. Menunjukkan hasil belajar yang rendah . i bawah rata-rata nilai yang dicapai oleh kelompok kela. Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang telah dilakukan. Semisal ada murid yang selalu berusaha untuk belajar dengan giat tetapi nilai yang dicapai selalu rendah. Lambat dalam melakukan tugas-tugas kegiatan belajar. Menunjukkan sikap-sikap yang kurang wajar, seperti acuh tak acuh, menentang, berpura-pura, dusta dan sebagainya. Menunjukkan tingkah laku yang berkelainan, seperti membolos, datang terlambat, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, mengganggu di dalam atau di luar kelas, tidak mau mencatat pelajaran, tidak teratur dalam kegiatan belajar, mengasingkan diri, tersisihkan tidak mau bekerja sama, dan sebagainya. Menunjukkan gejala emosional yang kurang wajar, seperti pemurung, mudah tersinggung, pemarah, tidak atau kurang gembira dalam menghadapi situasi tertentu, misalnya dalam menghadapi nilai rendah tidak menunjukkan adanya perasaan sedih atau menyesal. Kesulitan belajar adalah kondisi dimana siswa menghadapi kendala tertentu dalam mengikuti proses pembelajaran dan memperoleh hasil belajar yang terbaik. (Fatah, 2. Kesulitan belajar yang dikaji dalam penelitian ini dibatasi pada definisi kesulitan belajar akademik yaitu kesulitan siswa untuk menggapai prestasi, hal ini siswa memiliki intelegensi yang baik, namun hasil belajarnya rendah. Ketika siswa mengalami kesulitan belajar yang terus berkelanjutan, maka tujuan pendidikan terancam tidak terpenuhi. Kesulitan yang dihadapi siswa bukan hanya terkait dengan masalah penguasaan materi pelajaran, tetapi juga berkaitan dengan masalah psikologis seperti kurang motivasi, malas, perasaan tidak senang, dan sebagainya. Pendidikan pada hakikatnya merupakan usaha memanusiakan manusia menjadi manusiawi. Pendidikan mengarahkan manusia dari sebelumnya tidak mengetahui banyak hal menjadi tahu banyak, sebelumnya berperilaku kurang baik menjadi baik. Pendidikan juga membuat manusia menjadi dewasa, bertanggungjawab, jujur, beradab, dan berkarakter. Dengan demikian, kesulitan yang dihadapi siswa bukan hanya dalam mempelajari materi pelajaran tetapi juga dalam memahami METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Survey adalah metode riset dengan menggunakan kuisioner sebagai instrumen pengumpulan datanya. Tujuannya untuk memperoleh informasi tentang sejumlah responden yang dianggap mewakili populasi tertentu. Survei ini menggunakan angket yang terdiri dari 10 item pertanyaan yang berkaitan dengan kesulitan belajar. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMP Sabilal Akhyar Kwala Gumit sebanyak 100 orang. Sebanyak 40% siswa mengakui Matematika sebagai mata pelajaran yang Bahasa inggris juga dirasa sebagai mata pelajaran yang sulit oleh 50% siswa, sedangkan HASIL DAN PEMBAHASAN Kesulitan belajar merupakan kondisi yang dirasakan siswa telah menghambat proses belajarnya sehingga hasil belajarnya tidak sesuai dengan harapannya. Dua hal yang menunjukkan adanya kesulitan belajar siswa yaitu subjektivitas siswa yang merasa kesulitan dan hasil belajar yang rendah (Fatah, 2. Kesulitan tampak dari pendapat siswa tentang sejumlah mata pelajaran yang dipandang sulit yaitu Bahasa Inggris. Matematika, dan Bahasa Arab. Hasil survei terhadap 100 siswa SMP Sabilal Akhyar Kwala Gumit menunjukkan adanya sejumlah kesulitan belajar seperti pada tabel: Tabel. 1 Mata Pelajaran yang Dianggap Sulit oleh Siswa Mata Pelajaran Jumlah Jumlah Siswa Persentase (%) Matematika Bahasa Inggris Bahasa Arab Responsen Siswa memiliki alasan mengapa pelajaran tersebut dinilai sebagai pelajaran yang sulit, mereka mengaggap pelajaran tersebut sulit dikarenakan susah di fahami, seperti pelajaran Matematika yang menggunakan rumus-rumus, kemudian pelajaran Bahasa Inggris dan Bahasa Arab dinggap sulit oleh siswa-siswi SMP Sabilal Akhyar dikarenakan bahasa itu jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain dari hasil angket yang kami berikan, kami juga memberikan kuisioner tentang sebab siswa-siswi SMP Sabilal Akhyar merasa kesulitan belajar. Hampir 87% dari sampel yang kami ambil, mereka menyatakan bahwa kesulitan belajar yang sering mereka alami dikarena kan guru mengajar di anggap kurang jelas, dan mereka menganggap guru tersebut tidak asik, sehingga mereka bosan dan akhirnya merasa sulit menerima pelajaran yang disampaikan. Kesulitan belajar selama proses pembelajaran tampak pada perilaku siswa dalam proses belajar mengajar seperti cepat bosan, sulit berkonsentrasi, mudah lupa, malas, mudah lelah. (Fatah. Cepat bosan dapat dilihat pada sikap siswa seperti mengalihkan perhatian ke yang lain pada saat berlangsung aktivitas belajar sehingga siswa tampak berkeberatan untuk menjalankan aktivitas belajar. Kondisi dirasakan siswa karena berbagai sebab di antaranya siswa merasa kurang ada variasi dalam pembelajaran di kelas, guru yang tidak asik. Hal ini menjadikan siswa merasakan bosan dengan kegiatan belajar yang monoton. Kejenuhan belajar merupakan keadaan mental seseorang ketika mengalami kejenuhan dan kelelahan yang dapat mengakibatkan kehidupan yang lesu, kurang semangat dalam kegiatan belajar. Oleh karenanya rasa bosan menjadi salah satu masalah dalam kesulitan belajar anak. Selain itu, mudah lupa dialami oleh sebagian besar siswa yang mengalami kesulitan Keadaan mudah lupa merupakan keadaan pikiran yang tidak lagi dapat mengingat sesuatu yang sebelumnya telah diketahui. Keadaan sebagian siswa yang mudah lupa. AuSebagian siswa mudah lupa. Begitu selesai diterangkan, siswa bisa menjawab, namun beberapa hari kemudian sudah lupa, ini merupakan bagian dari proses kerja memori manusia dalam Berbagai rekaman pengalaman hidup yang disimpan dengan benar di memori terkadang tidak dapat dipulihkan dengan benar ke dalam rekaman sebelumnya yang disebabkan oleh banyak faktor. Dengan munculnya lupa dalam ingatan, kehidupan ini sebenarnya bisa menangkap semacam kebijaksanaan. Lupa adalah pengingat kita untuk senantiasa tawadhuAo dan bersikap santun dalam kehidupan bahwa kita adalah makhluk yang lemah. Sulit konsentrasi merupakan masalah belajar yang umum dihadapi oleh siswa. Perasaan sulit berkonsentrasi secara subjektif dapat dirasakan oleh setiap siswa saat PBM. Secara objektif, sulit konsentrasi dapat dilihat pada sikap siswa saat belajar. Hasil angket mengungkapkan ciri-ciri siswa tidak berkonsentrasi di antaranya tidak menyimak pembicaraan guru, pandangan mata tidak fokus, tampak melamun, diajak bicara tidak memberi respon dengan tepat. Menurut Ljusberg (Fatah, 2. Konsentrasi belajar adalah keadaan dimana adanya fokus daya pikir dan perilaku pada suatu objek yang diamati. Keadaan tidak fokus terjadi tatkala ketika siswa mengalami pikiran bercabang saat kegiatan belajar. Pikiran bercabang bisa terjadi setiap saat tanpa disadari. Siswa akan merasakan kesulitan belajar ketika tidak mampu konsentrasi dalam belajar. Ketika belajar, seringkali siswa sadar dan fokus, akan tetapi sulit menghilangkan pikiran-pikiran lain yang tidak terkait dengan materi yang dipelajari. Keadaan malas merupakan hambatan belajar sehingga siswa mengalami kesulitan Sikap malas terlihat pada perilaku siswa yang enggan untuk melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru. Hasil angket mengungkapkan sikap malas terlihat pada sikap siswa menunda-nunda tugas sehingga tidak menyelesaikan tugas tepat waktu. Hal sama dikemukakan informan penelitian AuSiswa suka menunda-nunda mengerjakan tugas, biasa terlambat mengerjakan tugasAy. Sikap malas merupakan cerminan dari kurang adanya motivasi. Motivasi memegang peranan penting dalam keberhasilan belajar siswa, motivasi yang dihasilkan oleh siswa yang disadari atau tidak disadari, sehingga diharapkan untuk melakukan tindakan. Namun pada hakekatnya motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang melakukan sesuatu. Dalam kegiatan pembelajaran motivasi dapat dikatakan sebagai motivasi keseluruhan bagi siswa dalam meningkatkan secara internal, menjamin keberlangsungan dan membarikan panduan dalam upaya pembelajaran, sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Kesulitan yang hendak dipantau adalah kesulitan yang terjadi pada proses belajar, yaitu kesuliatn materi pelajaran. Menurut Silverius (Kumalasari, 2. proses itu tidak dapat diamati, namun dapat diketahui atau disimpulkan melalui jawaban peserta didik melalui Banyak hal yang menjadi tanda-tanda bahwa seorang siswa tersebut mengalami kesulitan belajar seperti siswa memiliki kesulitan pada kegiatan apersepsi ditunjukan dengan siswa tidak menjawab pertanyaan guru. Kesulitan pada kegiatan inti adalah kesulitan siswa dalam memahami dan menjawab pertanyaan. Kesulitan memahami konsep terutama pada memahami masalah kontekstual. Kesulitan lain yang terjadi adalah kesulitan saat diskusi. Faktor-faktor Penyebab Kesulitan Belajar Banyak hal yang dapat manghambat dan menggangu kemajuan belajar, bahkan sering juga terjadi suatu kegagalan. Faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar pada pokoknya dapat digolongkan menjadi dua faktor Faktor intern dan ekstern. ulistyowati, 2. Faktor Intern, meliputi: faktor biologis, kesehatan. Intelegensi, perhatian, minat, bakat, emosi. Sedangkan Faktor Ekstern yang meliputi: Lingkungan, faktor suasana rumah, faktorn Lingkungan Sekolah. Berikut ini adalah data hasil angket yang kami lakukan untuk mengetahui kesulitan belajar yang di alami siswa. Tabel. 2 Faktor-faktor kesulitan belajar siswa No. Indikator Selalu Tidak Pernah Kadang-kadang Jumlah Minat Belajar Kesehatan Dukungan Orang Tua Sarana Prasarana Perhatian Dari tabel diatas, terbentuklah beberapa faktor kesulitan belajar yang sering dialami siswa-siswi Mts Sabilal Akhyar. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut : Minat Siswa Dari hasil penelitian yang kami lakukan, hanya 10% siswa yang minat belajar, 55% untuk yang merasa kadang-kadang minat, dan 35% siswa yang tidak minat belajar. Ini menjelaskan bahwa hanya sedikit siswa yang memang benar-benar minat belajar. Kondisi ini diperkuat lagi dengan jawaban guru yang diwawancari bahwa banyak siswa yang sekolah hanya karena cinta monyet atau uang jajan. Hal inilah yang menyebabkan siswa sering merasa kesulitan dalam belajar, karena didalam dirinya sendiri tidak ada minat belajar sehingga pelajaran tersebut pun akan susah masuk kedalam otaknya, sebab hatinya tidak tertuju dengan pelajaran tersebut. Usia mereka pun mempengaruhi minat belajar mereka, siswa-siswi tingkatan SMP pada umumnya mengalami masa pubertas, ini juga mempengaruhi minat belajar mereka. Maka dari itu peran guru disini sangat penting untuk menumbuhkan minat belajar siswa agar mereka semakin semangat untuk belajar. Kondisi jasmani siswa sangat berpengaruh terhadap kelancaran siswa pada saat belajar. Siswa dengan kondisi jasmani yang baik akan lebih mudah menyerap materi yang diberikan oleh guru, bila dibandingkan dengan siswa yang sedang sakit. Sebanyak 75% siswa menyatakan bahwa kesehatan sangat berpengaruh pada proses belajar mereka. Apabila mereka sedang sakit atau bahkah karena belum sarapan, mereka akan mengalami kesulitan dalam Pada dasarnya siswa-siswi SMP Sabilal Akhyar Kwala Gumit memiliki kondisi jasmani yang baik pada saat mengikuti pelajaran. Oleh sebab itu, agar dapat mencapai hasil belajar yang optimal, maka siswa hendaknya memanfaatkan kondisi jasmani mereka yang baik untuk belajar secara teratur dan memperhatikan penjelasan yang disampaikan oleh guru pada saat kegiatan belajar berlangsung. Dukungan belajar dari orang tua, serta kondisi belajar yang tenang di rumah sangat berpengaruh terhadap keberhasilan siswa dalam belajar. Dukungan orang tua pada saat siswa belajar dapat mendukung motivasi siswa dalam belajar. Siswa pun menjadi mengerti apabila terdapat hal-hal yang tidak mereka ketahui dan ingin mereka tanyakan. (Hermayawati,2. Kebanyakan siswa-siswi SMP Sabilal Akhyar kurang mendapatkan perhatian dan dukungan dari orang tua mereka, terlebih saat mereka belajar dirumah. Hanya 5% dari mereka yang menyatakan adanya kepedulian orang tua tentang belajar mereka. Hal ini dapat terjadi, karena kesadaran orang tua terhadap pendidikan masih rendah serta kesibukan orang tua mereka sehingga tidak ada waktu khusus untuk mendampingi anaknya pada saat belajar di Salah satu hal yang membuat siswa merasa kesulitan belajar yaitu sarana dan prasarana yang kurang memadai. Ada beberapa pelajaran yang di anggap penting menggunakan media pembelajaran untuk membantu pemahaman siswa, namun sarana dan prasarana disekolah tersebut tidak mendukung. Sehingga mereka merasa kesulitan dalam memahami pelajaran Selain itu mereka juga memiliki keterbatasan buku belajar, ada beberapa mata pelajaran yang tidak menyediakan buku, sehingga mereka tidak bisa belajar dirumah. Hal ini tidak dapat dipungkiri, karena dengan keterbatasan sarana dan prasarana belajar yang dimiliki di rumah, maka konsentrasi belajar serta semangat belajar di rumah pun tidak maksimal. Pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, perhatian siswa terhadap materi yang dijelaskan oleh guru tidak di perhatikan dengan baik. Siswa cenderung mencari kesibukan lain dengan teman sebangku maupun teman di sekitar mereka. Dengan keadaan yang demikian maka materi yang telah disampaikan oleh guru tidak dapat diserap secara optimal. Dari kuisoner yang kami berikan, banyak siswa yang mengaku bosan dengan metode pembelajaran yang begitu-begitu saja sehingga mereka kurang perhatian terhadap guru Selain itu, mereka juga berpendapat bahwa guru pada saat mengajar kurang jelas. Dari jawaban siswa-siswi ini dapat kami simpulkan bahwa mereka mengalami kesulitan menyimak Keterampilan menyimak adalah suatu bentuk berbahasa yang bersifat reseptif. (Nani, 2. Disinilah peran guru juga sangat penting, bagaimana caranya agar siswa memfokuskan perhatian kepada pelajaran, dan membuat siswa tertarik dengan pelajaran tersebut serta guru sebaiknya menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh Dari hasil penelitian yang kami lakukan di SMP Sabilal Akhyar Kwala Gumit, muncullah faktor-faktor penyebab kesulitan belajar seperti yang kami paparkan diatas, berdasarkan faktor-faktor tersebut, ada beberapa penangan yang bisa dilakukan baik dari guru maupun orang tua siswa untuk mendukung kegiatan belajar mereka agar lebih efektif. Kesulitan belajar yang dialami siswa karena kurangnya minat belajar siswa dapat diatasi dengan motivasi dari guru dan orang tua, ataupun guru bisa menggunakan strategi memberikan hadiah kepada siswa sehingga dapat membangkitkan semangat dan minat mereka kembali. Kesulitan belajar yang dialami siswa yang disebabkan karena faktor kesehatan dapat ditangani dengan perhatian orang tua, sebelum sekolah mereka diberi sarapan, karena sarapan sangat penting bagi konsentrasimereka. Sedangkan faktor dukungan keluarga dapat ditangani oleh orang tua siswa itu sendiri, orang tua harus memberikan perhatian tentang pendidikan anak, orang tua juga harus memberikan motivasi dan suport kepada anak agar giat belajar, karena dukungan dari orang tua pun sangat mempengaruhi anak tersebut. Selanjutnya terkait sarana dan prasarana, pihak sekolah yang berperan untuk memfasilitasi kebutuhan belajar siswa agar pembelajaran lebih efektif dan siswa tidak merasa kesulitan dalam belajar. Sedangkan faktor perhatian siswa, disini peran guru yang harus kreatif untuk membuat siswa memperhatikan mereka saar menjelaskan. KESIMPULAN Kesulitan belajar adalah kondisi dimana siswa menghadapi kendala tertentu dalam mengikuti proses pembelajaran dan memperoleh hasil belajar yang terbaik. Ketika siswa mengalami kesulitan belajar yang terus berkelanjutan, maka tujuan pendidikan terancam tidak Kesulitan yang dihadapi siswa bukan hanya terkait dengan masalah penguasaan materi pelajaran, tetapi juga berkaitan dengan masalah psikologis seperti kurang motivasi, malas, perasaan tidak senang, dan sebagainya. Berdasarkan analisis terhadap kesulitan belajar siswa di SMP Sabilal Akhyar Kwala Gumit dapat diambil beberapa kesimpulan. Kesulitan belajar yang dialami siswa SMP Sabilal Akhyar Kwala Gumit adalah: Pertama, kesulitan belajar siswa merupakan kesulitan yang bersifat kolektif dirasakan oleh sebagian siswa. Kedua. Kesulitan belajar selama proses pembelajaran tampak pada perilaku siswa dalam proses belajar mengajar seperti cepat bosan, sulit berkonsentrasi, mudah lupa, malas, mudah lelah. Ketiga, faktor-faktor kesulitan belajar yang dialami oleh siswa-siswi SMP Sabilal Akhyar Kwala Gumit yaitu faktor minat belajar, faktor kesehatan, faktor dukungan keluarga, faktor sarana dan prasarana, faktor perhatian siswa. Kesulitan belajar yang dialami siswa karena kurangnya minat belajar siswa dapat diatasi dengan motivasi dari guru dan orang tua. Sedangkan faktor terkait sarana dan prasarana, pihak sekolah yang berperan untuk memfasilitasi kebutuhan belajar siswa agar pembelajaran lebih efektif dan siswa tidak merasa kesulitan dalam belajar. DAFTAR PUSTAKA