Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 Artikel Penelitian Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu dan Screen Time dengan Kebiasaan Jajan pada Balita Asweros Umbu Zogara1*. Maria Goreti Pantaleon1. Astuti Nur1. Maria Helena Dua Nita1. Juni Gressilda L. Sine1. Anak Agung Ayu Mirah Adi1 1Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kupang. Nusa Tenggara Timur. Indonesia *Corresponding author: eroz. zogara@gmail. ABSTRACT Background: Consumption of snacks is carried out by all individuals, including toddlers. Excessive consumption of snacks will have an impact on health. Factors related to consumption of snacks in toddlers are mother's nutritional knowledge and screen time. Mothers with good nutrition knowledge tend to provide healthy and nutritious food to their children. Using a long screen time will increase the consumption of snacks. Purposes: to analyze the relationship between mother's nutritional knowledge and screen time with snacking habits in toddlers. Methods: This research was conducted in Kupang City from March to June 2023. The sample in this study was toddlers aged 24-59 months, totaling 366 people. Research data were analyzed using the chi square test. Result: Mother nutritional knowledge is still lacking . 6%) and screen time for toddlers is quite high, namely Ou2 hours per day . 9%). The results of statistical tests show that there is a significant relationship between mother nutritional knowledge and screen time and snacking habits in toddlers . value = 0. Conclusion: There is a significant relationship between mother's nutritional knowledge and screen time and consumption of snacks in toddlers. Keywords: nutrition knowledge, screen time, snacking habit ABSTRAK Latar Belakang: Konsumsi jajanan dilakukan oleh semua individu, termasuk balita. Konsumsi jajanan secara berlebihan akan berdampak pada kesehatan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi jajanan pada balita adalah pengetahuan gizi ibu dan screen time. Ibu berpengetahuan gizi baik cenderung memberikan makanan yang sehat dan bergizi kepada Penggunaan screen time yang lama akan meningkatkan konsumsi jajanan. Tujuan: menganalisis hubungan pengetahuan gizi ibu dan screen time dengan kebiasaan jajan pada Metode: Penelitian ini dilaksanakan di Kota Kupang pada bulan Maret sampai Juni Sampel dalam penelitian ini adalah balita berumur 24-59 bulan berjumlah 366 orang. Data penelitian dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Pengetahuan gizi ibu masih kurang . ,6%) dan screen time pada balita cukup tinggi, yaitu Ou2 jam per hari . ,9%). Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi ibu dan screen time dengan kebiasaan jajan pada balita . value = 0,. Simpulan: Ada hubungan signifikan antara pengetahuan gizi ibu dan screen time dengan kebiasaan jajan pada balita. Kata kunci: kebiasaan jajan, pengetahuan gizi, screen time Disubmit: 30/07/2023 Diterima: 21/03/2024 Dipublikasi: 31/05/2024 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 PENDAHULUAN Makanan jajanan merupakan bagian dari pola makan seseorang. Makanan jajanan dapat didefinisikan sebagai sejumlah kecil makanan atau minuman yang dikonsumsi diantara waktu makan . Penelitian lain menyebutkan makanan jajanan adalah makanan atau minuman yang dikonsumsi diantara waktu makan, serta mengandung energi tinggi dan rendah zat gizi . Konsumsi makanan jajanan pada anak cukup tinggi. Penelitian Wang, et al. menemukan prevalensi konsumsi jajanan mencapai lebih dari 95% di Australia dan Amerika Serikat, yang mana masing-masing menyumbang sepertiga dan seperempat dari total asupan energi. Konsumsi jajanan di Meksiko juga tinggi mencapai 76%, diikuti oleh China 65% . Penelitian di Afrika Barat menemukan 25,7% balita di Nigeria mengkonsumsi minimal 1 jenis makanan jajanan dalam 24 jam terakhir. Prevalensi lebih tinggi ditemukan di negara Burkina Faso . ,5%). Mali . ,9%), dan Pantai Gading . ,4%) . Makanan jajanan dapat mempengaruhi kesehatan seseorang. Makanan jajanan yang sehat meliputi buah dan sayuran yang dapat berdampak positif pada berat badan . Akan tetapi, anak-anak kurang mengkonsumsi sayur dan buah . Anak tidak terlalu tertarik dengan makanan sehat, bahkan cenderung menghindari makanan sehat karena tidak enak . Anak lebih menyukai makanan jajanan yang tidak sehat, yaitu tinggi energi dan sedikit mengandung zat gizi, misalnya kue, biskuit, dan minuman manis . Kondisi ini dapat mengakibatkan masalah kesehatan, seperti obesitas . Anak sangat menyukai makanan jajanan. Beberapa faktor eksternal mempengaruhi anak mengkonsumsi makanan jajanan. Faktor eksternal yang dimaksud, antara lain pengetahuan gizi ibu dan aktivitas anak yang berkaitan dengan layar . creen tim. Pengetahuan gizi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi ibu dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, termasuk saat membelikan anak makanan jajanan, sedangkan screen time akan mempengaruhi anak untuk mengkonsumsi makanan jajanan yang tampilannya menarik dan rasa yang enak. Pengetahuan gizi merupakan pengenalan manfaat makanan dan gizi bagi kesehatan, serta mampu mengingat informasi spesifik tentang gizi . Penelitian di Mesir menemukan pengetahuan gizi orang tua berhubungan dengan konsumsi makanan sehat pada anak . Orang tua yang berpengetahuan gizi tinggi lebih banyak memberikan sayur, buah, dan kacang-kacangan kepada anaknya, serta mengurangi minuman manis dan makanan siap saji . Penelitian Gibson et al. di Eropa menunjukkan orang tua yang berpengetahuan gizi tinggi tentang makanan jajanan sehat memiliki anak yang lebih banyak mengkonsumsi makanan jajanan sehat dibandingkan tidak sehat . Faktor lain yang berhubungan dengan konsumsi makanan jajanan adalah screen time Screen time adalah istilah umum yang biasa digunakan untuk merujuk pada kegiatan sedentari, termasuk menonton televisi, bermain video games, menggunakan komputer, dan penggunaan alat elektronik lainnya, seperti smartphone dan tablet . Pada penelitian Lauricella et al. ditemukan anak paling lama menonton televisi . ,75 ja. dibandingkan alat elektronik lainnya. Penggunaan tablet mencapai 29 menit, komputer 25 menit, dan smartphone 15 menit . Penelitian di China menemukan rata-rata screen time pada balita adalah 1,36 jam dan anak yang menghabiskan waktu di depan layar >1 jam mencapai 54,3% Disubmit: 30/07/2023 Diterima: 21/03/2024 Dipublikasi: 31/05/2024 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 . Penelitian Kabali et al. menunjukkan 96,6% anak menggunakan perangkat seluler dan sebagian besar menggunakannya sebelum usia 1 tahun. Pada usia 2 tahun, sebagian besar anak menggunakan perangkat seluler setiap hari dan waktu yang dihabiskan sebanding dengan menonton televisi. Orang tua memberikan perangkat seluler kepada anak saat melakukan pekerjaan rumah . %), agar anak tetap tenang . %), dan pada waktu tidur . %) . Penelitian Huo, et al . menemukan anak yang lebih lama menghabiskan waktu di depan layar mengkonsumsi makanan jajanan lebih banyak dibandingkan konsumsi sayur dan buah . Anak yang menonton televisi dan menggunakan komputer lebih dari 4 jam sehari mengkonsumsi lebih banyak makanan manis, asin, minuman jus kalengan, dan makanan siap saji . Review yang dilakukan Shqair et al. menunjukkan semakin lama anak menonton televisi atau menggunakan alat berbasis layar maka semakin tinggi konsumsi makanan kariogenik, misalnya jajanan berenergi tinggi atau minuman manis . Anak yang berasal dari keluarga dimana rutinitas makan bersamaan dengan menonton televisi akan lebih banyak mengkonsumsi pizza, makanan jajanan, dan soda . Penelitian Byrnhorst et al . menjelaskan 1 jam tambahan waktu penggunaan media berbasis layar akan meningkatkan konsumsi makanan jajanan yang manis dan berenergi tinggi . Kota Kupang merupakan ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang saat ini perkembangannya cukup pesat. Berbagai informasi, termasuk informasi tentang gizi dan kesehatan, mudah diperoleh oleh masyarakat. Informasi ini seharusnya mampu meningkatkan pengetahuan gizi masyarakat, khususnya ibu balita. Ibu balita perlu meningkatkan pengetahuan gizi agar ibu mengetahui dan mampu memenuhi kebutuhan gizi anaknya. Selain itu, saat ini kesibukan ibu bekerja mengakibatkan ibu kurang mengontrol aktivitas anak berkaitan dengan layar, bahkan kebanyakan ibu memberikan gadget kepada anak agar tidak rewel. Kondisi ini dapat mengakibatkan anak mudah dipengaruhi iklan makanan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan pengetahuan gizi ibu dan screen time dengan kebiasaan jajan pada Hasil pencarian literatur menunjukkan belum ada penelitian di wilayah Kota Kupang yang berkaitan dengan konsumsi jajanan balita sementara berdasarkan studi terkait, konsumsi makanan jajanan pada balita cukup tinggi dan perlu menjadi perhatian semua pihak. METODE Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan dari bulan Maret sampai Juni 2023 di Kota Kupang. Responden dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita berumur 24 sampai 59 bulan dengan jumlah 366 Perhitungan sampel menggunakan rumus dalam aplikasi World Health Organization (WHO) sample size. Kriteria inklusi responden, yaitu memiliki balita berumur 24-59 bulan, bertempat tinggal di Kota Kupang, dan bersedia menjadi responden penelitian, sedangkan kriteria eksklusi responden, yaitu responden sakit dan responden tidak dapat ditemui saat pengumpulan data. Ibu yang memiliki peralatan dengan layar, misalnya televisi, handphone, dan komputer/laptop di rumah dapat menjadi responden dalam penelitian ini. Data karakteristik responden yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah usia ibu dan pendapatan orang tua. Dalam penelitian ini, usia anak tidak diteliti karena usia anak telah Disubmit: 30/07/2023 Diterima: 21/03/2024 Dipublikasi: 31/05/2024 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 dibatasi dalam kriteria inklusi Usia ibu dibagi dalam 2 kelompok, yaitu <20 tahun dan Ou20 Pendapatan orang tua dibagi atas 2 kelompok berdasarkan Upah Minimum Regional (UMR) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2023, yaitu rendah (60% dan kurang, jika nilai O60%. Acuan kategori pengetahuan gizi diambil dari penelitian sebelumnya . Variabel screen time dikumpulkan menggunakan kuesioner yang menanyakan tentang kebiasaan balita melakukan kegiatan yang berhubungan dengan layar dalam 1 . minggu Screen time dibagi dalam 2 kelompok, yaitu <2 jam per hari dan Ou2 jam per hari. Acuan kategori screen time diambil dari penelitian sebelumnya . Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kebiasaan jajan pada balita. Kebiasaan jajan dikumpulkan menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan tentang frekuensi konsumsi makanan jajanan balita. Variabel ini dikelompokkan menjadi 2 kategori, yaitu O3x sehari dan >3x sehari . Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi square dengan p value <0,05. Penelitian ini telah disetujui komisi etik Poltekkes Kemenkes Kupang dengan nomor LB. 03/1/0100/2023. HASIL Tabel 1 menunjukkan mayoritas ibu yang berumur Ou20 tahun . ,7%) dibandingkan ibu berumur <20 tahun . ,3%). Pendapatan orang tua lebih banyak yang 3x sehari . ,7%). Tabel 2 menunjukkan pengetahuan gizi ibu yang kurang menyebabkan banyak balita mengkonsumsi jajanan >3x sehari . ,7%). Ibu berpengetahuan gizi baik memiliki anak yang konsumsi makanan jajanan O3x sehari . ,4%). Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi ibu dengan kebiasaan jajan pada balita . value = 0,. Penelitian ini menemukan balita yang screen time Ou2 jam per hari meningkatkan konsumsi makanan jajan . ,4%) dibandingkan screen time <2 jam . ,4%). Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara screen time dengan kebiasaan jajan pada balita . value = 0,. Disubmit: 30/07/2023 Diterima: 21/03/2024 Dipublikasi: 31/05/2024 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 Tabel 1. Hasil analisis univariat variabel penelitian Variabel Umur ibu <20 tahun Ou20 tahun Pendapatan orang tua 3x sehari Tabel 2. Hasil analisis hubungan antar variabel Kebiasaan jajan Variabel O3x sehari >3x sehari p-value Pengetahuan gizi ibu Baik 82 22,4 77 21,0 0,000 Kurang 58 15,8 149 40,7 Screen time <2 jam per hari 65 17,8 16 0,000 Ou2 jam per hari 75 20,5 210 57,4 PEMBAHASAN Penelitian ini menunjukkan pengetahuan gizi ibu berhubungan dengan kebiasaan jajan Pada penelitian lain diketahui bahwa orang tua yang memiliki pengetahuan gizi yang baik memiliki anak yang lebih banyak mengkonsumsi makanan jajanan sehat . Pengetahuan gizi ibu cukup berperan dalam menentukan konsumsi makanan pada balita. Jika ibu tidak mengetahui pentingnya menyediakan makanan sehat bagi balita, maka makanan tersebut tidak akan diberikan kepada balita, bahkan jika makanan tersebut tersedia di rumah. Ada penelitian yang menemukan ibu tidak memberikan sayuran kepada balita karena menganggap sayuran sulit dicerna dan mengakibatkan perut sakit. Penelitian lain menemukan ibu tidak memberikan daging atau makanan sumber protein hewani kepada anak karena percaya anak tidak dapat mencernanya . Orang tua yang memiliki pengetahuan gizi yang baik lebih sering mempromosikan konsumsi sayur dan buah pada anaknya . Pengetahuan gizi orang tua yang baik dapat meningkatkan pola makan sehat pada anak . Pada penelitian Romanos-Nanclares et al. diketahui bahwa orang tua berpengetahuan gizi baik lebih banyak memberikan anaknya sayuran dan buah. Sebaliknya orang tua yang berpengetahuan gizi kurang lebih banyak memberikan makanan dan minuman kepada anaknya . Pengetahuan ibu tentang pemilihan makanan, pemberian makan, dan pemanfaatan fasilitas kesehatan akan meningkatkan kesehatan dan status gizi anak . Disubmit: 30/07/2023 Diterima: 21/03/2024 Dipublikasi: 31/05/2024 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 Dalam penelitian ini ditemukan adanya hubungan antara screen time dengan kebiasaan jajan pada balita. Penelitian Shang et al. menunjukkan screen time Ou2 jam per hari berkaitan dengan pemilihan jenis makanan yang buruk, meliputi makanan tinggi energi, kurang serat, sayur dan buah . Penelitian lain juga menemukan keluarga yang screen time tinggi, maka konsumsi makanan sehat berkurang . Anak-anak yang menghabiskan waktu sekitar 1 jam untuk bermain dengan layar memiliki prevalensi yang lebih tinggi untuk mengkonsumsi makanan manis dan snack lainnya dibandingkan yang hanya terpapar <1 jam. Jika dibandingkan dengan konsumsi soft drinks dan fast food, waktu paparan layar lebih lama, yaitu sekitar 2 sampai 3 jam. Paparan layar yang lama dapat mengakibatkan perilaku diet yang buruk . Systematic review yang dilakukan Avery et al. menjelaskan banyak penelitian yang menemukan hubungan yang positif antara menonton televisi dengan konsumsi pizza, gorengan, makanan manis, dan snack . Iklan yang disiarkan televisi akan meningkatkan konsumsi makanan dan minuman tidak sehat, serta tinggi energi . Schmidt et al menjelaskan kebiasaan menonton televisi dan penggunaan internet merupakan faktor signifikan yang mempengaruhi anak untuk betah di depan layar. Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh promosi makanan untuk mempengaruhi anak dalam mengkonsumsi snack . Promosi atau pemasaran makanan memberikan pengaruh yang kuat pada anak untuk mengkonsumsi makanan yang Promosi makanan digunakan menggambarkan iklan komersial yang dirancang untuk meningkatkan daya tarik dan konsumsi makanan tersebut . Anak sangat rentan terhadap pesan persuasif yang digunakan dalam komunikasi pemasaran karena perkembangan kognitif yang masih terbatas. Anak cenderung menafsirkan pemasaran sebagai sesuatu yang nyata dan memberikan informasi terkini tentang makanan apa yang tersedia di toko . Paparan iklan makanan tidak sehat kepada anak akan mempengaruhi preferensi anak dan semakin meningkatkan keinginan anak untuk mengkonsumsi makanan tersebut . Hal ini mengakibatkan peningkatan konsumsi makanan tidak sehat pada anak, meliputi makanan tinggi energi atau makanan yang mengandung sedikit zat gizi . SIMPULAN Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi ibu dan screen time dengan kebiasaan jajan pada balita. Orang tua perlu meningkatkan pengetahuan gizi agar mengetahui makanan bergizi bagi anak sehingga mampu mengatur asupan zat gizi anak. Orang tua yang berpengetahuan gizi baik diharapkan mampu menyediakan makanan jajanan yang sehat bagi anak sehingga mengurangi anak membeli jajanan yang tidak sehat, seperti makanan manis dan tinggi energi. Selain itu, orang tua perlu membatasi screen time anak dengan cara memperbanyak aktivitas, terutama bersama orang Aktivitas yang dapat dilakukan oleh anak bersama orang tua, misalnya berolahraga dan Disubmit: 30/07/2023 Diterima: 21/03/2024 Dipublikasi: 31/05/2024 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Poltekkes Kemenkes Kupang yang telah mendukung tim sehingga dapat melaksanakan penelitian ini. Terima kasih juga diucapkan kepada responden yang telah terlibat dalam penelitian ini. KONFLIK KEPENTINGAN Penulis menyatakan tidak memiliki konflik kepentingan terhadap pihak manapun. REFERENSI