e-ISSN: 2721-6632 p-ISSN: 2721-6624 Vol 5. No 1. April 2024 . http://sttmwc. id/e-journal/index. php/haggadah Pengaruh Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Anak Usia Dini Terhadap Perkembangan Psikomotorik Anak Pendidikan Anak Usia Dini Anugerah Alukh Bakhu AElda Buana Gurning. AEster Panjaitan. AAldi aSTT Misi William Carey Medan Aeldabuana@gmail. com Aesterpanjaitan88@yahoo. com Aaldinainggolan294@gmail. Abstract: Teacher professional competence is the ability to understand extensive and indepth material is the basis for teachers to guide children in meeting National Education Standards. As a professional PAUD teacher, we are not only competent in mastering teaching materials and using the right methods, but also develop programs in carrying out their functions as teachers, so that teaching procedures and learning get a maximum The influence of a teacher during child development. This study aims to determine how much influence the professional competence of PAUD teachers has on the psychomorphic development of PAUD children. The author uses quantitative descriptive methods to derive values from independent variables and dependent variables. This research data was processed with Static Product and Service Solutions (SPSS) version 23. Based on the test data, this study shows that there is a significant linear relationship between the variables of professional competence of PAUD teachers (X) and the variables of psychomotor development of PAUD children (Y). The bivariate correlation test above, obtained a sig value . -taile. between variables of the influence of professional competence of PAUD teachers on children's psychomotor development of 0. Because the Sig value of 0. 048 O 0. 005 can be obtained a significant relationship between the two The R Square value is known to be 0. 660 or 66. 0%, indicating that about 66. of the child's psychomotor development variable (Y) is influenced by the professional competence of PAUD teachers (X). The remaining 34. 0% were influenced by variables that were not studied in this study. Keywords: Child, teacher, competence. PAUD, developmental, professional, psychomotor. Abstraksi: Kompetensi profesional guru iyalah kemahiran unutuk memahami materi yang ekstentif dan mendalam menjadi dasar bagi guru untuk membimbing anak-anak dalam memenuhi Standar Pendidikan Nasional. Sebagai guru PAUD yang profesional bukan sekadar kompeten dalam menguasai bahan ajar dan menggunakan cara yang benar, namun juga mengembangkan program dalam menjalankan fungsinya sebagai pengajar, sehingga prosedur mengajar belajar beroleh posisi yang maksimal. Pengaruh seorang guru saat perkembangan anak. Penelitian ini bermaksud mengetahui seberapa besar pengaruh kompetensi profesional guru PAUD terhadap perkembangan psikomorik anak PAUD. Penulis menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk mendapat nilai dari variabel bebas dan variabel terikat. Data penelitian ini diolah dengan Statical Product and Service Solutions (SPSS) versi 23. Berdasarkan uji data penelitianini menunjukan bahwa ada hubungan linear secara signifikan antar variabel kompetensiprofesional guru PAUD (X) dengan variabel perkembangan psikomotorik anak PAUD (Y). Uji korelasi bivariate diatas, memperoleh nilai sig . -taile. antara variabel pengaruh kompetensi profesional guru PAUD terhadap perkembangan psikomotorik anak sebesar 0,048. sebab nilai sig 0,048 O 0,005 maka dapat diperoleh hubungan secara signifikan antara kedua variabel. Nilai R Square diketahui ialah 0. 660 ataupun 66. 0% menunjukan sekitar 66. 0% variabel perkembangan psikomotorik anak (Y) dipengaruhi kompetensi profesional guru PAUD (X). Sisanya 34,0% dipengaruhi sebab variabel yang bukan diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci: Anak. Guru. Kompetensi. PAUD. Perkembangan. Profesional. Psikomotorik. CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 30 PENDAHULUAN Pendidikan menjadi sebuah metode yang mengubah kelakuan individu ataupun kelompok untuk menjadi dewasa melalui upaya pengajaran dan bimbingan. Satuan pendidikan yang mengutamakan atas peletakan latar pertumbuhan dan perkembangan manusia yaitu nilai agama dan moral . , fisik . oordinasi motori. , kognitif . aya pikir dan inspiras. , dan bahasa. Melalui tahapan pertumbuhan yang dilalui bagi anak usia Perolehan tumbuh kembang anak yang maksimal memerlukan keterlibatan orang tua, keluarga dan orang dewasa beserta akses terhadap layanan PAUD yang berkualitas. Pengembangan adalah suatu sistem pembelajaran yang bertujuan untuk membantu proses belajar peserta didik, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar yang bersifat internal atau segala upaya untuk menciptakan kondisi degan sengaja agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. PAUD Anugerah Alukh Bakhu belum mempunyai rencana pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum PAUD, sehingga guru kesulitan dalam melaksanakan tugasnya dalam mengajar. Guru bukan hanya menuntun anak untuk belajar menulis dan membaca tetapi juga berperan penting dalam perkembangan dan pertumbuhan anak, guru harus lebih banyak memberikan pembelajaran kepada anak sesuai kemampuan dan usianya. Kemampuan psikomotorik anak pada PAUD Anugerah belum sesuai dengan harapan, karena guru kurang mampu meningkatkan psikomotorik anak, sehingga perkembangan psikomotorik mengalami hambatan, seperti dalam melakukan gerakan dengan motorik kasar seperti berlari, melompat, dan menangkap serta melakukaan gerakan dengan motorik halus seperti melipat kertas, mengikat tali sepatu dan menulis. Mengingat pentingnya perkembangan psikomotorik pada anak maka diperlukan pengembangan potensi secara optimal sehingga kemampuan yang mereka memiliki sebelumnya dapat dikembangkan dan dengan kapasitas tersebut menunjang masa depanya. Sekolah PAUD Anugerah Alukh Bakhu belum mempunyai program yang mengutamakan peningkatan kapsitas guru. Dengan mengadajan penelusuuran informasi perihal kompetensi dan standar kualifikasi akademik yang telah di miliki guru hingga memperoleh informasi mengenai kebutuhan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. Dengan adanya kolaborasi yang baik antara guru dan orang tua maka pengembangan psikomotorik anak juga akan tercapai sesuai dengan keingginan dan prospek yang diinginkan. Secara hukum, manusia dalam melaksanakan usahanya mesti sinkron dengan norma atau aturan yang berlaku dalam kehidupannya. Tujuan yang ingin diperoleh dari presepsi kompetensi adalah tindakan, keahlian, dan wawasan yang merupakan bagian dari munculnya kompetensi seseorang. Kompetensi berkarakter khusus dan bertautan, dan merupakan satu kesatuan yang mendeskripsiskan beraneka ragam potensi. Potensi tersebut yang meliputi wawasan, keterampilan, serta sikap dan nilai-nilai yang dimiliki seseorang terkait dengan profesi terpaut perihal koridor yang dapat dibentuk atau kemampuan untuk menjalankan profesi Dalam UU No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen,syarat sebagai guru harus mempunyai kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikasi, pendidik, sehat jasmani dan rohani, beserta memiliki kemampuan untuk mewujudkan syarat pendidikan nasional. Kompetensi yang dimaksud melingkupi kompetensi profesional, kompetensi sosial kompetensi, kepribadian, dan kompetensi pedagogik yang dicapai sebagai hasil atas pendidikan profesi. Dalam Permendiknas No. 16 tahun 2017 dijelaskan bawah tentang inti dari kompetensi profesional guru yaitu. Remaja Kristen and Jaya Hang. AuPengaruh Konseling Terhadap Pembentukan KarakterAy 2, no. Jonar. Situmorang. Etika dan Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Kristen. (Yogyakarta: PBMR Andi, 2. , 21. Rina. Febriana. Kompetensi Guru. (Bekasi : Bumi Aksara, 2. , 9 CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 31 . Memperlajari subjek, pola, rencana dan pola pikir ilmiah yang mendukung pelajaran yang diampu. Mempelajari standar keterampilan dan kemampuan atas mata pelajaran yang diampu. menguraikan materi pelajaran yang diemban secara kreatif. menumbuhkan profesionalisme secara berkesinambungan dengan melaksanakan kegiatan reflektif. Mengunakan media elektronik dengan berkomunikasi dan mengembangkan diri. Kompetensi profesional adalah kesangupan pengenalan guru dalam wawasan tentang pembelajaran dan moral manusia, bagian pembelajaran yang diampuhnya, aksi yang tepat tentang tempat, dan cara-cara membimbing. 4 Kompetensi adalah kecakapan bahan materi pelajaran secara luas dan mendalam, yang meliputi menguasai materi kurikulum bidang studi di kelas dan esensi keilmuan yang menaungi bahanya, serta keterampilan sistem dan kaidah keilmuannya. Guru PAUD terdiri dari pendamping,dan pendamping muda. Guru PAUD bertugas untuk melaksanakan penumbuh kembangan di TK. TPA. KB, dan SPS. Guru pendamping PAUD bertugas untuk menjadi menjadi pendamping pembina PAUD. Guru pendamping muda bertugas untuk melaksanakan penumbuh kembangan di TPA. Menurut Ali Nurhadi Guru merupakan suatu profesi, sehingga perlu meningkatkan keprofesionalannya dengan cara sebagai berikut: Pengajar hendak bekerja semata-mata untuk mempersembahkan layanan individu dari pada usaha untuk keperibadiaan. Secara hukum pendidik dituntut melaksanakan bermacam ketentuan untuk mendapatakan sertifikasi mendidik serta ketentuan ketat untuk menjadi bagian dari asosiasi guru. Pendidik perlu mempunyai pengertian dan keahlian yang tinggi dalam hal materi ajar, cara, siswa, dan asas kependidikan. Para pengajar dalam lembaga profesi mempunyai publikasi profesional yang bisa melayani para guru agar tidak tertingal dan selalu latah dalam perkembangan. Pendidik diusahakan tetap mengikuti latihan, workshop, edukasi, konferensi dan secara lengkap terlibat dalam berbagai aktivitas. Pendidik benar-benar diakui mutlak selaku karier yang hidup. Guru harus mempunyai nilai dan etika yang bertugas secara nasional dan lokal. Menjadi guru yang efektif harus memenuhi standar dan pengembangan diri termasuk pendidikan lanjutan, berani berinisiatif, berani membayar harga . Timotius 1:. Seorang guru harus memiliki kualitas kepribadian antara lain berkarakter baik, kestabilan emosi, moral yang baik, dan sehat secara fisik dan rohani. Menjadi guru memiliki tanggung jawab profesi seperti mengajar adalah panggilan hidup adanya minat dan ketertarikan terhadap dunia pendidikan memiliki keinginan mengembangan diri dan menunjukan pertumbuhan. Perkembangan ialah peningkata sistem, kewajiban, dan keterampilan individu yang bertambah kompleks atau progresif dan perubahan tanpa henti pada individu sejak dari lahir sampai meningal. Perkembangan dapat diartikan sebagai transformasi mental yang aktif secara perlahan-lahan dan dalam jangka waktu tertentu, dari keahlian yang biasa menjadi kapasitas yang lebih sulit, seperti kecerdasan, tingkah laku, sikap, dan lain Perkembangan hampir dikaitkan dengan perubahan fungsional yang berkelakuan kualitatif dari fungsi tubuh ataupun psikis sebagai akibat dari pengaruh latar belakang. Jonar Situmorang, op. cit, hlm 37-38 Rina. Febriana, op. cit, hlm 12 Tedjawati. JM. Model Pendidikan Anak Usia Dini Satu Tahun Sebelum Sekolah Dasar Kajian Pendidikan Anak Usia Dini. Nonformal dan Informal dan Pendidikan Masyarakat. (Jakarta, 2. , 67. Ali. Nurhadi. Profesi Keguruan: Menuji Pembentukan Guru profesional. (Kuningan: Goresan, 2. , 1819 Maya. Psikologi Perkembangan Anak: Memaksimalkan Pertumbuhan Dan Kemampuan Buah Hati. (Yogyakarta : C-Klik Media, 2. , 21 CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 32 Perkembangan pula mampu disebut sebagai rangkaian perubahan yang berkepribadian teratur, dalam arti saling berpegang dan saling memengaruhi antara faktor fisik atau psikologi merupakan suatu kesatuan yang berpatutan9. Sangat penting bagi orang tua untuk mempelajari perkembangan anak terlebih dahulu agar nantinya pertumbuhan anak maksimal baik fisik maupun psikis. Anak-anak mempunyai dunia dan keunikan sendiri yang sangat jauh berbeda dengan dunia dan karakteristik orang dewasa Program pengembangan di PAUD Indonesia menitikberatkan pada enam faktor perkembangan: fisik atau tubuh, bahasa atau linguistik, kognitif atau kecerdasan, kemampuan sosial dan emosional, seni, moralitas, dan nilai-nilai yang hidup dalm Pertumbuhan fisik/tubuh siswa berbeda antara satu dengan yang satu. Pertumbuhan fisik atau tubuh akan berpengaruh pada cara motorik siswa. Perkembangan motorik iyalah perkembagan pengembangan fisiki melalui pengondisian urat saraf, gerakan pusat saraf, dan otot yang terkoordinasi11. Perkembangan psikomotorik adalah pertumbuhan kepribadian seseorang yang berkaitan dengan tindakan fisik dan otot akibat rangsangan oleh daya pikir, perasaan dan dorongan dalam dari seseorang12. Psikomotorik adalah area yang terkait dengan kemampuan atau keterampilan beraktivitas setelah mendapatkan pengetahuan dan pengalaman tertentu. 13 Menurut Bloom Psikomotorik yaitu pencapaian manusia berupa sebuah keterampilan manipulatif yang meliputi kenerja otot dan seluruh kekuatan fisik. Dalam hal ini berarti seseorang telah mencapai standar yang terukur atau belum. Pada usia 4-6 tahun ini, siswa mengalami perkembangan dan pertumbuhan motorik yang signifikan, atas adanya perubahan badan. Anak-anak menjadi tinggi yang dengan ukuran tubuh pun bertambah. Ukuran kepalanya menjadi sebanding dengan ukuran Pematangan saraf-sarafnya berlangsung di otak dan sum-sum tulang belakang. Kombinasi ini mempengaruhi perubahan tubuh sehingga siswa akan lebih lincah. Tubuhnya yang sebanding dan energik memungkinkan anak bisa melaksanakan aktivitas fisik yang berat dalam waktu yang lama tanpa merasa cepat lelah15. Menurut Maya. S, anak dapat mengalami hambatan dalam pertumbuhan tubuh. Kerusakan atau kecacatan anggota tubuh mengurangi kemampuannya untuk melakukan aktivitas anak normal seperti biasanya16. Artinya, perkembangan anak dalam hal-hal tertentu kelainan yang dimilikinya, contohnya anak yang terlahir dengan cacat kaki akan sulit untuk berlari, berjalan, dan lain sebagainya. Pandangan Alkitab Tentang Profesionalitas Guru Kemampuan atau keterampilan adalah bidang praktik. Seperti ada tertulis AuHai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marahAy (Yakobus 1:. Dalam Amsal 28:9,13 Aumanusia perlu lebih banyak mendengar dan sedikit bicara. Dalam hal ini diperlukan keterampilan dalam mengelola setiap informasi yang didengar, dibicarakan, dan mengendalikan emosi terhadap orang lain, serta kerendahan hati dan kemauan belajar. Ibid. , hlm. Lely. Mariyati. Ika dan Rezania. Vanda. Buku Ajar Psikologi perkembangan Manusia 1. (Sidoarjo: Umsida Press, 2. , 8 Maya. Op. Suharsimi. Arikunto. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , 122 Asef Umar. Fakharuddin,. Panduaan Guru PAUD Berdasarkan Permendikbud No. 137 Tahun 2014. Jakarta: Elex Media Komputindo, 2. , 240 Ferry. Wibowo. Ringkasan Teori-Teori Dasar Pembelajaran. (Bogor: Guepedia, 2. Alzena. Masykouri. Mengasah Ketrampilan Bergerak Anak Usia 4-6 Tahun. (Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional, 2. , 8 Maya. , loc. CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 33 Sebagaimana dikatakan dalam Roma 10:17 AuJadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran Firman KristusAy. AuTuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling kebelakang (Yesaya 50:4-. Kompetensi profesional guru iyalah sebuah faktor yang sangat penting dalam menggembangkan motorik kasar dan motorik halus pada anak usia dini. Artinya guru yang terlibat dalam proses perkembangan motorik anak harus mempunyai kompetensi yang profesional, maka akan mampu meningkatkan motorik anak. Hal ini dapat diartikan karena guru yang berkompetensi profesional mampu mengembangkan motorik anak sehingga anak memiliki perkembangan yang baik. Berdasarkan hal tersebut maka kerangka berpikir penelitian ini adalah pengaruh kompetensi profesional guru PAUD terhadap perkembangan psikomotorik anak. Peneliti ingin menganalisa secara lengkap besarnya pengaruh kompetensi profesional guru PAUD terhadap perkembangan psikomotorik anak PAUD di Alukh Bakhu. METODE PENELITIAN Tujuan penelitian ini untuk menganalisa secara lengkap besarnya pengaruh kompetensi profesional guru PAUD terhadap perkembangan psikomotorik anak PAUD di Alukh Bakhu. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif adalah sebagai metode penelitian yang berlandasakan pada filsafat posistivisme, dilakukan utuk peneliti pada populasi ataupun sampel, pengumpulan data mengunakan instrument penelitian, analisis data bersifat statistik, untuk tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan. 17 Kriteria sampel dalam penelitian ialah orang tua siswa-siswi PAUD Anugerah Alukh Bakhu usia 4 sampai 6 tahun sebanyak 32 orang. Penelitian ini mengunakan teknik pengambilan sampel yaitu sampel secara random Random sampling adalah pemilihan bagian sampel dari suatu populasi dengan secara random tanpa membeda-bedakankan strata ada populasi tersebut. Kisi-kisi instrument penelitian Variabel Dimensi Indikator Jumlah Variabel bebas (X). Mengerti Memahami rancangan dasar IPA, materi, konsep, matematika. IPS, bahasa, seni, agama, pendidikan jasmani, kesehatan dan gizi Kompetensi sebagai sarana perkembangan setiap Profesional bidang pertumbuhan anak TK/PAUD. Guru Dapat menggunakan berbagai sarana PAUD . mata pelajaran yang diampu. sosialemosional, kognitif, sosial budaya, nilai moral dan bahasa anak TK/PAUD. Mengetahui bentuk permainan anak. Mengerti Mengerti kemampuan siswa PAUD disetiap bidang perkembanggan. kompetensi atau 1. Mengerti kemajuan anak pada keahlian siswa terhadap perkembangan anak PAUD. Memahani tujuan dari setiap kegiatan studi yang di Mengembangka 1. Pemilihan materi yang berkembang Sugiyono. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. (Bandung: ALFABETA, 2. , 8 Sugiyono. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. (Bandung: ALFABETA, 2. , 126 CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 34 sesuai dengan tingkat perkembangan pelelajaran yang Mengolah perkembangan dengan kreatif sesuai pengajar secara tingkatperkembangan anak didik. Mengembangka 4. Melakukan refleksi terhadap pekerjaan sendiri secara berkelanjutan. Melaksnakan hasil refleksi untuk meningkatkan keprofesionalisme. Mengerjakan penelitian tindakan kelas Menyelusi perkemabangan zaman denganbelajar dari berbagai sumber. Memanfaatkan 5. Memanfaatkan media elektronik dalam Memanfaatkan media elektronik untuk pengembangan diri. n diri Variabel Motorik Kasar 1. Mensimulasikan gerakan hewan. Terikat (Y). pesawat terbang pohon tertiup angin. Perkembang Melakukan gerakan bergantung Melakukan gerakan berlari dan Psikomotrik melompat yang terkordinasi. Anak Melempar benda dengan terarah Menangkap benda dengan tepat. Melakukan gerakan antisipasi Menendang bola dengan terarah Motrik Halus. Membuat garis lurus keatas,garis datar, miring kiri/kanan, lengkung dan Menulis dengan mencontoh sesuatu Mengyingkronkan mata, tangan untuk gerakan yang rumit Melaksanakan gerakan manipulatif untuk membuat bentuk dengan mengunakan berbagai. Mengekspresikan diri dengan membuat CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 35 karya seni dengan berbagai media. Mengendalikan gerakan tangan yang melibatkan otot halus . engelus, mengepal, mencolek, memelintir, memeras, memilin,) Uji butir pertanyaan dikerjakan dengan mengkorelasi hasil setiap butir pertanyaan dengan hasil totalnya pada taraf siginifikan 5% dimana N=32 untuk mengetahui kevalidtan setiap butir pertanyaan. Validitas Kompetensi Profesional Guru PAUD. Pertanyaan Corrected ItemTotal Correlation Taraf Signifikan . -tabe. Ket Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Validitas Korelasi Perkembangan Psikomotorik Anak Pertanyaan Corrected ItemTotal Correlation Taraf Signifikan . -tabe. Ket Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Uji reliabilitas ini dilakukan pada responden 32 siswa-siswi PAUD Anugerah Alukh Bakhu, dengan melakukan pertanyaan yang telah dinyatakan validits dan akan ditentukan realiabilitas. Mengunkan program SPSS 23. 0, variabel dinyatakan reliabel dengan kriteria berikut: Jika nilai cronbachAos Alpha > 0,6 maka dapat dikatakan reliabel Jika nilai cronbachAos Alpha< 0,6 makadapat dikatakan tidak reliabel. Suatu Variabel dinyatakan baik jika memiliki nilai cronbachAos Alpha > dari 0,6. Dari hasil uji analisis reliabilitas diporoleh dari nilai CronbachAos Alpha 0. 903 bila dibandingkan dengan tabel r Product Moment dengan sampel dengan sampel 32 siswa dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh nilai 0. Maka niali CronchbachAos Alpha 903 > nilai r tabel 0. 2869 maka dapat disimpulkan bahwa instrument penelitian ini reliabel dan handal. Dari hasil uji analisis reliabilitas diperoleh nilai CronbachAos Alpha 0. 903 bila dibandingkan dengan tabel r product moment dengan sampel 32 orang dengan tingkat Duwi. Priyatno. Analisis Korelasi. Regresi dan Multivariate dengan SPSS. (Yogyakarta: Gava Media, 2. 30 CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 36 kepercayaan 95% diperoleh nilai 0. 2869 Maka nilai cronbachAos alpha 0. 903 > nilai r tabel 2869 maka dapat disimpulkan bahwa instrument penelitian ini reliabel dan handal. PEMBAHASAN Dalam penelitian ini peneliti mengerjakan data dalam bentuk angket yang yang terdiri dari 15 item pertanyaan untuk variabel kompetensi profesional guru PAUD atau variabel (X) dan 15 pertanyaan untuk variabel perkembangan psikomotorik anak PAUD atau Variabel (Y). Kuesioner disebarkan kepada 32 orang tua siswa-siwsi PAUD Anugerah Alukh Bakhu usia 4 tahun sampai dengan 6 tahun sebagai sampel penelitian menggunakan linkert summated rating. Kategori Rentang Skor Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Total Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa kompetensi professional guru PAUD Anugerah Alukh Bakhu sebagian besar adalah sangat tinggi yaitu sebanyak 28 responden . 5%) dan tinggi sebanyak 4 responden . 5%). Distribusi Frekuensi Perkembangan Psikomotorik Anak PAUD Anugerah Alukh Bakhu Kategori Rentang Skor Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Total Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa perkembangan psikomotorik anak PAUD Anugerah Alukh Bakhu sebagian besar adalah sangat tinggi yaitu sebanyak 17 responden . 1%), tinggi sebanyak 13 responden . 6%) dan cukup sebanyak 2 responden . 3%). Uji Persyaratan Analisis Uji normalitas data merupakan pemeriksaan data untuk mengetahui apakah residual yang dihasilkan berdistribusi normal. Uji statistik memakai uji shapiro-wilk sebab jumlah sampel < 50. bila nilai signifikan E 0,05 maka residual dapat dikatakan berdistribusi normal, dan bila nilai signifikan C 0,05 maka residual dikatakan berdistribusi tidak normal. Test of Normality Shampiro-wilk Statistic Sig. Kompetensi Profesional Guru PAUD Perkembangan Pasikomotorik Anak PAUD This is a lower bound of the true significance. Sugiyono, op. , 126 CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 37 a. Lilliefors Significance Corretion Tampilan output SPSS diatas, diketahui nilai signifikasi Asymp. -taile. variable kompetensi profesional guru PAUD sebesar 0. 075 yang nilainya E 0. 05 dan variabel perkembangan psikomotorik anak PAUD 0. 560 E 0. 05 sehinga bisa disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi norma. Uji Homogenitas Test of homogeneity of variaces Perkembangan Pasikomotorik Anak PAUD Levene statistic Sig. Bersumber pada hasil diatas tersebut bisa diketahui nilai signifikansi variabel Kompetensi Profesional Guru PAUD (X) berdasarkan variabel Perkembangan Psikomotorik Anak PAUD (Y) sebesar 0,391. Nilai Signifikansi tersebut Ou 0,05 oleh karena itu bisa disimpulkan bahwa data variabel Kompetensi Profesional Guru PAUD (X) berdasarkan variabel kompetensi Perkembangan Psikomotorik Anak PAUD (Y) memiliki varian yang sama atau berasal dari populasi yang homogen. Uji lineartas digunakan untuk mengerti apakah hubungan antara variabel bersifat Pengujian ini dilakukan memakai software SPSS 23. 0 dengan taraf siginifikan5%. Kriteria pengujian jika nilai F hitung C F tabel oleh karena itu hubungan linear yang signifikan antara variabel X dan variabel Y. Hasil uji linearitas yaitu sebagai berikut: Anova Table Sum of Mean Squares df Square Perkemban Between . 958 19 33. Groups Pasikomoto Devation from linearity 801 12 30. rik Anak Within Groups 917 18 25. PAUD * Total Kompetensi Profesional Guru PAUD Berdasarkan nilai signifikan . : dari output SPSS di atas diperoeh nilai devation from linearity sig. 391 Ou 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan linear yang signifikan antara variabel Kompetensi Profesional Guru PAUD dengan variabel Perkembangan Pasikomotorik Anak PAUD. Berdasarkan nilai F: dari output SPSS di atas, dapat diperoleh nilai F hitung adalah 184 < F tabel 2. karena nilai f hitung lebih kecil dari nilai f tabel dengan demikian CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 38 dapat disimpulkan bahwa terdapat ada hubungan variabel linear secara signifikan antara variabel Kompetensi Profesional Guru PAUD dengan variabel Perkembangan Psikomotorik Anak PAUD. nilai f tabel dicari dengan rumus . : within Gorups berdasarkan output SPSS diatas dapat diketahui nilai df adalah . Kemudian kita akan melihat distribusi nilai f tabel pada signifikan 5% atau 0,05 dengan mengaju pada nilai df, maka nilai f tabelnya adalah 2. Uji Hipotesis Penelitian Uji korelasi diperlukan untuk mengetahui kuatnya hubungan variabel (X) dan variabel (Y). Jika variabel independent (X) naik, maka variabel dependent (Y) juga naik, yang berarti sifat hubungannya adalah positif variabel independent (X) naik, maka variabel dependent (Y) menurun yang berarti hubungannya negatif. Apabila kedua variabel tidak memiliki hubungan, maka nilainya akan menunjukkan angka 0 . Untuk menguji korelasi antar variabel, peneliti melihat dari nilai signifikansinya. Correlations Kompetensi Perkembangan Profesional Pasikomotorik Guru PAUD Anak PAUD Kompetensi Pearson correlation Profesional Guru Sig. -taile. PAUD Perkembangan Pearson correlation Pasikomotorik Anak Sig. -taile. PAUD Correlation is significant at the 0. 05 level . -taile. Dari tabel output SPSS pengujian korelasi bivariate di atas,dapat diperoleh bahwa nilai signifikan . -taile. antara variabel pengaruh kompetensi profesional guru PAUD terhadap perkembangan psikomotorik anak sebesar 0. karena nilai signifikansi 0. 005 oleh kerena itu terdapat hubungan secara signifikan antara kedua variabel. Pengujian ini dipakai supaya melihat arah dan kekuatan pengaruh variabel independent (X) terhadap variabel dependent (Y). Pengujian ini dilakukan dengan software SPSS 23. 0 dengan taraf signifikan E 0,05 Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Model Std. Beta 1 . Kompetensi Profesional Guru PAUD Dependent Variable: Perkembangan Pasikomotorik Anak PAUD Berdasarkan pengujian di atas diperoleh nilai 0,409 dengan tanda positif. Berdasarkan hasil tersebut maka diperoleh model persamaan regresi Y=56. 827 049X. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jika nilai kompetensi profesional guru PAUD naik 1 maka nilai perkembangan psikomotorik anak meningkat sebesar 0,409. Model Summary Std. Error of the Model R Square Adjusted R Square Estimate Predictors: (Constan. Kompetensi Profesional Guru PAUD Nilai R Square dapat diketahui yaitu . 660 atau 66. 0% menunjukkan bahwa sekitar 0% variabel Perkembangan Psikomotorik Anak PAUD (Y) dipengaruhi Kompetensi Profesional Guru PAUD (X). Sisanya 34. 0% dipengaruhi oleh vareiabel yang tidak diteliti didalam penelitian ini CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 39 Kompetensi Guru PAUD Berdasarkan hasil penelitian pada di atas dapat dilihat bahwa kompetensi profesional guru PAUD Anugerah Alukh Bakhu sebagian besar adalah sangat tinggi yaitu sebanyak 28 responden . 5%) dan tinggi sebanyak 4 responden . 5%). Guru profesional merupakan guru yang menggutamakan kualitas mutu dan jasa, jasa pengajar harus melengkapi standarisasi kepentingan masyarakat, bangsa dan pengguna, dengan memaksimalkan kemampuan siswa-siswi berdasarkan potensi dan keterampilan yang dimiliki setiap orang. Guru yang profesional yaitu faktor penentu kualitas pendidikan. Dapat dilihat bahwa seorang guru dapat dikatakan berkompetensi profesional jika melengkapi indikator atau kriteria yang telah ditentukan, yaitu. Memiliki keterampilan mengajar yang baik. Memiliki wawasan yang luas. Menguasai kurikulum. Menguasai media pembelajaran. Penguasaan teknologi. Memiliki kepribadian yang baik. Menjadi teladan yang baik. Perkembangan Psikomotorik PAUD Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa perkembangan psikomotorik anak PAUD Anugerah Alukh Bakhu sebagian besar adalah sangat tinggi yaitu sebanyak 17 responden . 1%), tinggi sebanyak 13 responden . 6%) dan cukup sebanyak 2 responden . 3%). Aspek psikomotorik selalu dipunyai oleh orang-orang yang memiliki kemampuan dan keterampilan. Tetapi secara sederhana dapat dikatakan bahwa kategori kemampuan psikomotorik adalah keterampilan yang meliputi otot dan aktivitas tubuh. Jadi tekanan keterampilan yang melibatkan penguasaan tubuh dan gerak. Menguasai keterampilan ini menyangkut gerakan anggota tubuh yang memerlukan koordinasi otot dan saraf yang sederhana dan kasar untuk gerakan yang kompleks dan lancar. Pengaruh Kompetensi Profesional Guru PAUD Terhadap Perkembangan Psikomotorik Anak PAUD Adanya pengaruh variabel kompetensi professional guru (X) terhadap perkembangan psikomotorik anak (Y) ditunjukkan oleh nilai deviation from linearity sig. yaitu: 0. 391 Ou 0,05. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa ada hubungan linear secara signifikan antara variabel Kompetensi Profesional Guru PAUD (X) dengan variabel Perkembangan Pasikomotorik Anak PAUD (Y). uji korerasi bivariate, dapat diketahui bahwa nilai sig. -taile. antara variabel pengrauh kompetensi profesional guru PAUD terhadap perkembangan psikomotorik anak sebesar 0. Karena nilai sig. 048 O 0. oleh karena itu terdapat hubungan secara signifikan kedua variabel. Nilai R Square diketahui adalah 0. 660 atau 66. 0% mengetahui sekitar 66. 0% variabel Perkembangan Psikomotorik Anak PAUD (Y) dipengaruhi Kompetensi Profesional Guru PAUD (X). Selebihnya 34. 0% dipengaruhi oleh variabel lainya yang tidak diteliti dalam dalam penelitian ini. Proses pembentukan kecerdasan psikomotorik anak yang dilakukan oleh guru adalah orang tua dan guru sebaiknya membiasakan anak untuk latihan beribadah dan melakukan hal-hal positif dan lain-lain sejak usia dini. Hal ini akan sangat memungkinkan agar anak secara bertahap mengembangkan rasa senang melakukan ibadah, maka anak akan secara otomatis didorong untuk melakukan tanpa perintah dari luar tetapi dorongan itu dari dirinya sendiri dengan penuh kesadaran. Anak akan berangsur dapat mengabstraksikan, memahami bahwa beribadah itu sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan sendiri, keyakinan atau kepercayaan dengan sadar dan bukan paksaan. Dengan kata lain, anak yang banyak mendapat kebiasaan dan latihan keagamaan dan CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 40 waktu dewasanya akan merasakan pentingnya akan agama dalam kehidupan. Demikian juga orang tua dan guru. Memberikan ilmu, pengetahuan akhlak untuk anak baik dirumah dan disekolah yaitu kesopanan dan kesederhanaan, kedisiplinan, memperingati ketika berbuat salah, membanggakan diri, menjauhi perbuatan yang tercela. PENUTUP Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan data penelitian, ini, maka peneliti memberikan kesimpulan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara kompetensi professional guru terhadap perkembangan psikomotorik anak. Sehingga apabila Kompetensi Profesional Guru PAK tinggi atau meningkat, maka perkembangan psikomotorik anak juga dapat meningkat. Jika nilai kompetensi profesional guru naik 1 maka Perkembangan Psikomotorik Anak PAUD naik sebesar 0. Kepala sekolah PAUD Anugerah Alukh Bakhu diharapkan dapat meningkatkan perhatian dan kontrol terhadap kinerja para guru, senantiasa melaporkan tugas-tugas yang berkaitan dengan pembelajaran sehingga guru dapat bertangung jawabkan tugas yang diberikan. Sekolah seharusnya meningkatkan kompetensi profesional dalam mengembangkan materi pelajaran yang lebih kreatif kepada siswa-siswi. Menambah wawasan ilmu pengetahuan melalui berbagai media yang ada, serta keikutsertaan dalam acara yang berorientasi kompetensi dan menyediakan alat bantu mengajar bagi guru-guru dan memperbaharui sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan proses belajar mengajar. REFERENSI