Transekonomika – Akuntansi Bisnis dan Keuangan Vol 1 No 2, Maret 2021 Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan 1 Henny Novriani Gultom, 2Nurmaysaroh, 3Hadi Ariandy Sitanggang, 4Yas Adu Zakirin Program Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Sumatera Utara 1-4 Article history Received: 12 Jan 2021 Revised: 20 Feb 2021 Accepted: 08 Mar 2021 *Corresponding Author: Henny Novriani Gultom Program Studi Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Sumatera Utara Email: hennynovrianigltom@gmail. com Abstrak: Penelitian ini akan mengungkapkan pengaruh pemberian motivasi terhadap kinerja karyawan di PT. Bank Syariah Mandiri kantor cabang pembantu kampung pajak Kabupaten Labuhanbatu Utara. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan metode kuantitatif. Sampel yang diambil sebanyak 33 orang karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan baik secara simultan maupun parsial. Lingkungan kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu Kampung Pajak Kabupaten Labuhanbatu Utara. Kata Kunci : Pengaruh, Lingkungan Kerja, Kinerja Karyawan PENDAHULUAN Dalam persaingan di dunia kerja saat ini sangat membutuhkan individu yang dapat berfikir untuk maju, cerdas, inovatif, dan mampu berkarya dengan semangat tinggi dalam menghadapi kemajuan zaman dan persaingan bisnis yang semakin ketat. Setiap perusahaan tentunya memiliki tujuannya masing-masing, dan apabila tujuan perusahaan yang telah di tetapkan dapat berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan, maka perusahaan akan tetap eksis di dunia bisnis. Proses pencapaian tujuan ini tentunya tidak hanya bergantung pada seberapa canggih teknologi yang digunakan atau sarana dan prasarana yang dimiliki, tetapi juga bergantung pada aspek sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan. Aspek sumber daya manusia ini merupakan salah satu elemen yang harus diperhatikan mengingat tingginya persaingan di dunia bisnis yang semakin ketat. Hal ini membuat perusahaan harus memiliki sumber daya manusia yang dapat bekerja secara efektif, efisien, dan produktif. Tercapainya tujuan perusahaan yang telah ditetapkan hanya dapat tercapai apabila perusahaan memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu unsur karyawan yang berkualitas yang mampu membantu meningkatkan kinerja karyawan adalah memiliki tingkat disiplin yang tinggi. Lingkungan kerja dalam suatu perusahaan sangat penting untuk diperhatikan manajemen. Sebagaimana menurut Nitisemito (2000) bahwa lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang diembankan. Meskipun lingkungan kerja tidak melaksanakan proses kerja dalam suatu perusahaan, namun lingkungan kerja mempunyai pengaruh langsung terhadap para karyawan yang melaksanakan proses kerja tersebut. Lingkungan kerja adalah sebuah kawasan atau tempat untuk bekerja. Adapun pengertian lingkungan kerja memiliki beberapa definisi yang dikemukakan oleh para pakar diantaranya dikemukakan oleh Render dan Heizer (2001) yang mendefinisikan lingkungan kerja sebagai “tempat bekerja yang mempengaruhi hasil kerja dan mutu kehidupan kerja mereka.” Henny Novriani Gultom et al, 2021 Begitu juga menurut Sedarmayanti (2001) bahwa lingkungan kerja adalah keseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitarnya di mana seseorang bekerja, metode kerjanya, serta pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan maupun sebagai kelompok. Lingkungan didisain sedemikian rupa agar dapat tercipta hubungan kerja yang mengikat pekerja dengan lingkungannya. Lingkungan kerja yang baik yaitu apabila karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal, sehat, aman, dan nyaman Lewa dan Subowo (2005). Lingkungan kerja sangat besar pengaruhnya terhadap kebiasaan-kebiasaan karyawan dalam melakukan pekerjaan yang dibebankan kepadanya. Karena keseluruhan sarana prasarana kerja yang ada disekitar karyawan yang sedang melaksanakan pekerjaan yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan itu sendiri (Saydam, 2000). Fenomena yang terjadi di PT Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu Kampung Pajak Kabupaten Labuhanbatu Utara diantaranya masih kurang baiknya pengelolaan perusahaan terhadap lingkungan kerja. Hal ini terlihat dengan ketidaknyamanan karyawan dalam bekerja, ruangan kerja yang tidak nyaman dengan tata ruang yang kurang jelas (tidak teratur), ruang gerak yang sempit menyebabkan karyawan tidak nyaman dalam bekerja. METODE PENELITIAN Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun lokasi penelitian ini bertempat di PT Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang. Peneliti dalam hal ini mengumpulkan beberapa sampel daari beberapa popilasi. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2017). Adapun populasi dalam penelitian ini adalah karyawan di PT Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu Kampung Pajak, Kabupaten Labuhanbatu Utara yang berjumlah 35 orang. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 33 orang karyawan di PT Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu Kampung Pajak, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda (multiple linier regression method) dengan pengolahan data melalui SPSS (Statistical Package for Social Science). Dengan demikian model analisis adalah sebagai berikut: Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + ε Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu pengumpulan data primer dan pengumpulan data sekunder. Pengumpulan data primer terdiri dari metode wawancara dan kuisioner sedangkan teknik pengumpulan data sekunder terdiri dari studi perpustakaan dan lembaga atau objek penelitian. Setelah itu uji validitas. Pengujian validitas digunakan untuk menguji apakah instrumen yang dipakai cukup layak digunakan sehingga mampu menghasilkan data yang akurat sesuai dengan tujuan pengukurannya. Menurut Ghozali (2013) bahwa pengukuran validitas dapat dilakukan dengan korelasi bivariate antara masing-masing skor indikator dengan total skor konstruk. Perhitungan korelasi bivariate masing-masing skor indikator dengan total skor konstruk dengan menggunakan perangkat lunak SPSS. Henny Novriani Gultom et al, 2021 Uji Asumsi Klasik Dalam penelitian ini untuk menguji hipotesis penelitian menggunakan analisis regresi linier berganda yaitu melihat pengaruh bebas terhadap variabel terikat. Persyaratan dalam analisis regresi adalah uji asumsi klasik. Pengujian asumsi klasik diperlukan untuk mengetahui apakah hasil estimasi regresi yang dilakukan, benar-benar bebas dari adanya gejala heteroskedastisitas, gejala multikolinearitas, gejala autokorelasi dan gejala normalitas. Model regresi akan dapat dijadikan alat estimasi yang tidak bias jika telah memenuhi persyaratan BLUE (Best Linear Unbiased Estimator) yakni tidak terdapat heteroskedastistas, tidak terdapat multikolinearitas, tidak terdapat autokorelasi dan berdistribusi normal. Jika terdapat heteroskedastisitas, maka varian tidak konstan sehingga dapat menyebabkan biasnya standar error. Jika terdapat multikolinearitas, maka akan sulit untuk mengisolasi pengaruh-pengaruh individual dari variabel, sehingga tingkat signifikansi koefisien regresi menjadi rendah. Dengan adanya autokorelasi mengakibatkan penaksir masih tetap bias dan masih tetap konsisten hanya saja menjadi tidak efisien. Oleh karena itu, uji asumsi klasik perlu dilakukan. Pengujian-pengujian yaitu uji multikolinearitas, uji normalitas, uji heteroskedastisitas. Uji Hipotesis Pengujian hipotesis secara parsial dilakukan dengan uji t. Pengujian uji t sig yaitu dengan melihat tingkat pengaruh yang signifikan yang didasarkan pada ρ value < α = 5%. Atau melihat nilai t-hitung harus lebih besar dari t-tabel. Sebaliknya jika t-hitung < dari ttabel maka pengaruh yang terjadi tidak signifikan. Sedangkan untuk menguji ada tidaknya pengaruh dari variabel bebas secara menyeluruh / simultan terhadap variabel terikat dilakukan dengan uji F. Uji ini menggunakan ρ value < α = 5%. Dengan ketentuan, jika F-hitung > dari F-tabel maka hipotesis yang diajukan dapat diterima atau dapat dinilai berdasarkan hasil uji hipotesis yang ditunjukkan oleh tabel koefisien pada kolom signifikansi, yang menunjukkan nilai < α = 5%. Penggujian hipotesis menggunakan aplikasi SPSS version 25. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari angket yang diberikan kepada 33 orang responden, setiap responden menjawab 40 pertanyaan dari variabel bebas dan terikat. Maka penulis mentabulasi hasil jawaban angket untuk masing-masing variabel, dengan rincian skor angket dari tiap-tiap variabel dapat dilihat pada lampiran. Tabel 1. Rekapitulasi Skor Angket Tiap-tiap Variabel Variabel Lingkungan Kerja (X2) Instrumen Frekuensi (dalam persentase) 5 4 3 2 1 Total 1. X21 60.6 39.4 0.0 0.0 0.0 100 2. X22 54.5 42.4 3.0 0.0 0.0 100 3. X23 60.6 36.4 3.0 0.0 0.0 100 4. X24 60.6 39.4 0.0 0.0 0.0 100 5. X25 24.2 60.6 12.1 3.0 0.0 100 Henny Novriani Gultom et al, 2021 Variabel Instrumen Frekuensi (dalam persentase) 5 4 3 2 1 Total 6. X26 15.2 69.7 12.1 3.0 0.0 100 7. X27 15.2 78.8 6.1 0.0 0.0 100 8. X28 45.5 51.5 3.0 0.0 0.0 100 9. X29 15.2 60.6 24.2 0.0 0.0 100 10. X210 18.2 36.4 33.3 6.1 6.1 100 1. Y11 42.4 57.6 0.0 0.0 0.0 100 2. Y12 33.3 57.6 9.1 0.0 0.0 100 3. Y13 45.5 54.5 0.0 0.0 0.0 100 4. Y14 27.3 66.7 6.1 0.0 0.0 100 Kinerja 5. Y15 30.3 36.4 30.3 0.0 3.0 100 Karyawan (Y1) 6. Y16 24.2 54.5 18.2 3.0 0.0 100 7. Y17 36.4 57.6 6.1 0.0 0.0 100 8. Y18 21.2 66.7 6.1 3.0 3.0 100 9. Y19 18.2 78.8 3.0 0.0 0.0 100 10.Y110 24.2 69.7 6.1 0.0 0.0 100 Sumber: Data diolah dengan SPSS, Tahun 2020 Variabel Lingkungan Kerja (X2) Jawaban responden untuk pernyataan No. 1: Lingkungan kerja yang baik sangat penting untuk diperhatikan. Responden yang menjawab sangat setuju 20 orang (60.61%), dan setuju 13 orang (39.39%). Jawaban responden untuk pernyataan No. 2: Kondisi ruangan kerja kantor tertata rapi, asri dan nyaman untuk melaksanakan kerja. Responden yang menjawab sangat setuju 18 orang (54.55%), setuju 14 orang (42.42%), dan kurang setuju 1 orang (3.03%). Jawaban responden untuk pernyataan No. 3: Hubungan kerja yang erat dan saling bantu-membantu antara bawahan dengan atasan akan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Responden yang menjawab sangat setuju 20 orang (60.61%), setuju 12 orang (36.36%), dan kurang setuju 1 orang (3.03%). Jawaban responden untuk pernyataan No. 4: Keadaan yang tenang di dalam ruangan kerja dapat menimbulkan suasana nyaman. Responden yang menjawab sangat setuju 20 orang (60.61%), dan setuju 13 orang (39.39%). Jawaban responden untuk pernyataan No. 5: Temperatur / suhu udara ditempat kerja sudah baik. Responden yang menjawab sangat setuju 8 orang (24.24%), setuju 20 orang (60.61%), kurang setuju 4 orang (12.12%), tidak setuju 1 orang (3.03%). Jawaban responden untuk pernyataan No. 6: Sirkulasi udara ditempat kerja sudah baik. Responden yang menjawab sangat setuju 5 orang (15.15%), setuju 23 orang (69.70%), kurang setuju 4 orang (12.12%), dan tidak setuju 1 orang (3.03%). Henny Novriani Gultom et al, 2021 Jawaban responden untuk pernyataan No. 7: Penerangan diruang kerja sudah baik. Responden yang menjawab sangat setuju 5 orang (15.15%), setuju 26 orang (78.79%), dan kurang setuju 2 orang (6.06%). Jawaban responden untuk pernyataan No. 8: Hubungan kerja yang baik dan harmonis antara sesama rekan kerja sangat mempengaruhi dalam meningkatkan kinerja kerja. Responden yang menjawab sangat setuju 15 orang (45.46%), setuju 17 orang (51.52%), dan kurang setuju 1 orang (3.03%). Jawaban responden untuk pernyataan No. 9: Pemberian warna pada ruang kerja sudah baik. Responden yang menjawab sangat setuju 5 orang (15.15%), setuju 20 orang (60.61%), dan kurang setuju 8 orang (24.24%). Jawaban responden untuk pernyataan No. 10: Musik diruang kerja membantu meningkatkan kinerja karyawan. Responden yang menjawab sangat setuju 6 orang (18.18%), setuju 12 orang (36.36%), kurang setuju 11 orang (33.33%), tidak setuju 2 orang (6.06%), dan sangat tidak setuju 2 orang (6.06%). Variabel Kinerja Karyawan (Y1) Jawaban responden untuk pernyataan No. 1: Saya bekerja sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Responden yang menjawab sangat setuju 14 orang (42.42%), dan setuju 19 orang (57.58%). Jawaban responden untuk pernyataan No. 2: Hasil pekerjaan saya sudah sesuai dengan target. Responden yang menjawab sangat setuju 11 orang (33.33%), setuju 19 orang (57.58%), dan kurang setuju 3 orang (9.09%). Jawaban responden untuk pernyataan No. 3: Saya selalu teliti dalam bekerja. Responden yang menjawab sangat setuju 15 orang (45.45%), dan setuju 18 orang (54.55%). Jawaban responden untuk pernyataan No. 4: Saya selalu tepat waktu dalam penyelesaian pekerjaan. Responden yang menjawab sangat setuju 9 orang (27.27%), setuju 22 orang (66.67%), dan kurang setuju 2 orang (6.06%). Jawaban responden untuk pernyataan No. 5: Saya tidak melakukan pekerjaan lain di waktu jam kerja. Responden yang menjawab sangat setuju 10 orang (30.30%), setuju 12 orang (36.36%), kurang setuju 10 orang (30.30%), dan sangat tidak setuju 1 orang (3.03%). Jawaban responden untuk pernyataan No. 6: Hasil kinerja saya selama ini dijadikan penilaian berhasil atau tidaknya. Responden yang menjawab sangat setuju 8 orang (24.24%), setuju 18 orang (54.54%), kurang setuju 6 orang (18.18%), dan tidak setuju 1 orang (3.03%). Jawaban responden untuk pernyataan No. 7: Saya selalu berdiskusi dengan rekan kerja saat timbul masalah dalam bekerja. Responden yang menjawab sangat setuju 12 orang (36.36%), setuju 19 orang (57.57%), dan kurang setuju 2 orang (6.06%). Jawaban responden untuk pernyataan No. 8: Saya mengerjakan suatu pekerjaan dengan penuh perhitungan. Responden yang menjawab sangat setuju 7 orang (21.21%), setuju 22 orang (66.67%), kurang setuju 2 orang (6.06%), tidak setuju 1 orang ( 3.03%), dan sangat tidak setuju 1 orang (3.03 %). Jawaban responden untuk pernyataan No. 9: Saya memiliki skill sesuai dengan pekerjaan saya. Responden yang menjawab sangat setuju 6 orang (18.18%), setuju 26 orang (78.78%), dan kurang setuju 1 orang (3.03%). Henny Novriani Gultom et al, 2021 Jawaban responden untuk pernyataan No. 10: Saya memiliki kreativitas dalam melaksanakan pekerjaan. Responden yang menjawab sangat setuju 8 orang (24.24%), setuju 23 orang (69.69%), dan kurang setuju 2 orang (6.06 %). Uji Validitas Pengujian validitas instrumen menggunakan Analyst Correlate Bivariate untuk mencari Correlation Coefficient dari Product Moment Pearson dengan SPSS. Kemudian dibandingkan dengan nilai r-tabel untuk α = 0.05 dengan derajat kebebasan (dk = n-2) sehingga didapat r-tabel. Untuk butir pernyataan dengan nilai koefisien korelasi r-hitung > rtabel maka butir pernyataan tersebut dinyatakan valid. Karena jumlah responden yang digunakan untuk uji validitas sebanyak 33 orang, maka nilai r-tabel dapat ditentukan dari: dk = n-2 = 33-2 = 31. Nilai r-tabel dengan dk = 31 adalah 0,344. Jadi, jika r-hitung > 0,344 maka item pertanyaan dinyatakan valid. Uji Reabilitas Setelah melakukan uji validitas baru dilakukan uji reabilitas terhadap data tersebut dan didapatkan nilai Cronbach Alpha seluruh variabel berkisar antara 0 sampai 1 dan lebih cenderung mendekati angka 1, dengan demikian keseluruhan item dalam instrumen pengukuran dapat kategorikan sangat reliabel. Uji Asumsi Klasik Pada output SPSS diketahui bagian normal P-P Plot of Regresion Standardized Residual, dapat dijelaskan bahwa data-data (titik-titik) cenderung lurus mengikuti garis diagonal sehingga data dalam penelitian ini cenderung berdistribusi normal. Tabel 2. Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std. Error (Constant) 7.678 6.826 Lingkungan_Kerja .378 .180 Collinearity t Sig. Beta Statistics Tolerance 1.125 .270 2.107 .044 VIF 1 .387 .512 1.953 a. Dependent Variable: Kinerja Sumber: Data diolah dengan SPSS, Tahun 2020 Pada ouput SPSS bagian tabel Coefficients diatas, semua angka VIF berada dibawah 5, hal ini menunjukan tidak terjadi multikolinearitas. Pola Scatterplot terlihat titk-titik menyebar secara acak, tidak membentuk sebuah pola tertentu yang jelas, serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka nol pada sumbu Y. Hal Henny Novriani Gultom et al, 2021 ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak dipakai. Uji Hipotesis Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda (multiple linier regression method), untuk mempermudah dalam evaluasi data ini, maka penulis mencari nilai-nilai yang dibutuhkan dengan menggunakan perangkat lunak komputer yaitu program SPSS dengan hasil data seperti pada tabel 5.9. diatas maka diperoleh hasil sebagai berikut: Y = 7.678 + 0,378 X ε Sementara itu pada persamaan diatas bahwa koefesien X (lingkungan kerja) memiliki nilai positif yaitu 0,378. Hal ini menunjukan bahwa variabel lingkungan kerja mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja karyawan di PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu Kampung Pajak Kabupaten Labuhanbatu Utara. Hal ini berarti lingkungan kerja karyawan di PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu Kampung Pajak Kabupaten Labuhanbatu Utara telah mampu meningkatkan kinerja karyawan. Sementara itu dari hasil analisi diperoleh hasil variabel lingkungan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Dari hasil penelitian ini disebutkan memiliki kesepahaman pendapat dengan penelitian sebelumnya oleh Kasmawati ditahun 2014. Artinya penelitian yang dilakukan untuk variabel lingkungan kerja memiliki pengaruh yang kuat untuk kinerja karyawan. KESIMPULAN Hasil penelitian ini memberikan sebuah kesimpulan bahwa lingkungan kerja memilikia pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu Kampung Pajak Kabupaten Labuhanbatu Utara. Sehingga perusahaan sangat perlu berperan dalam mengatur lingkungan pekerjaan agar kinerja karyawan berjalan sesuai dengan target yang semestinya. DAFTAR PUSTAKA Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program IBM SPSS. Edisi 7. Semarang : Penerbit Universitas Diponegoro. Lewa dan Subowo. 2005. Pengaruh Kepemimpinan, Lingkungan Kerja Fisik, dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Di PT. Pertamina (PERSERO) Daerah Operasi Hulu Jawa Bagian Barat. Cirebon; Sinergi Edisi Khusus on Human Resources. Nitisemito, Alex. S. 2000. Manajemen Personalia: Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi 3 Jakarta; Ghalia Indonesia. Render dan Heizer. 2001. Prinsip-prinsip Manajemen Operasi. Edisi 1 Jakarta : Salemba Empat. Saydam, Gouzali. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia : Suatu Pendekatan Mikro. Jakarta : Djambatan. Henny Novriani Gultom et al, 2021 Sedarmayanti. 2001. Sumber Daya manusia dan Produktivitas Kerja. Jakarta : Mandar Maju. Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.