Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Guntur-Humiras-Hermanto_Jul. BIAYA. PENYEBAB DAN MANAJEMEN RISIKO LOKASI BLACKSPOT DI RUAS TOL JATI LUHUR ITC - PADALARANG BARAT KM 84 - KM 120 500 Guntur Galatika Yunistra1. Humiras Hardi Purba2, dan Hermanto Dwiatmoko3 1Prodi Magister Teknik Sipil. Universitas Mercu Buana. Jl. Meruya Selatan. Kec. Kembangan. Jakarta. Email korespondensi: jobguntur@gmail. 2Prodi Magister Teknik Sipil. Universitas Mercu Buana. Jl. Meruya Selatan. Kec. Kembangan. Jakarta. Email : hardipurba@yahoo. 3Prodi Magister Teknik Sipil. Universitas Mercu Buana. Jl. Meruya Selatan. Kec. Kembangan. Jakarta. Email : hermanto. dwiatmoko@mercubuana. ABSTRAK Kecelakaan lalu lintas di jalan tol Purbaleunyi terus berulang, khususnya ruas tol Jati Luhur Itc. - Padalarang Barat (Km 84 s. d Km 120 . yang mengakibatkan banyak korban. Timbul pertanyaan faktor apa saja yang mempengaruhi terjadi nya kecelakaan tersebut. Tujuan penelitian ini mengetahui penyebab, karakteristik, biaya kecelakaan dan memberikan rekomendasi manajemen risiko keselamatan jalan untuk mengurangi kecelakaan pada lokasi Blackspot. Penelitian ini berdasarkan hasil survei lapangan, penggalian informasi para pihak terkait dan data kecelakaan 10 tahun terakhir . ahun 2012 - Juni 2. sumber Representative Office 3. PT Jasa Marga (Perser. Tbk. Analisis data menggunakan metode AEK. BKA dan UCL untuk menentukan lokasi rawan kecelakaan. Analisa data untuk mencari keterkaitan antar variabel berpengaruh dengan metode analisis regresi linear berganda program komputer SPSS. Menghitung kerugian akibat kecelakaan metode The Gross Output (Human Capita. Hasil penelitian untuk lokasi Blackspot di ruas Jati Luhur ITC. - Padalarang Barat pada jalur A dan jalur B terdapat 13 lokasi. Kecelakaan tunggal dominan kecelakaan sendiri dan kecelakaan ganda adalah tabrakan depan-belakang. Jenis kendaraan yang banyak terlibat adalah non golongan I . ini bus, truk berat/tronton dan medium tru. Waktu kejadian dominan terjadi pukul . 00 - 24. , pada hari kerja dan cuaca cerah. Faktor penyebab utama adalah manusia yaitu mengantuk dan kurang antisipasi pengemudi dan faktor kendaraan ban pecah. Besaran biaya kecelakaan dari tahun 2012 s. Juni 2021 adalah Rp 182. Manajemen risiko penanganan lokasi Blackspot melalui penegakan hukum terhadap tindak pidana lalu lintas, memasang alat pengendali kecepatan, memasang perambuan, pengecekan kelayakan kondisi kendaraan dan membuat jalur penyelamat. Kata kunci: Blackspot. BKA. UCL. AEK. ABSTRACT Traffic accidents on the Purbaleunyi toll road keep repeating themselves, especially the Jati Luhur Itc toll road section. - Padalarang Barat (Km 84 to Km 120 . which resulted in many victims. The question arises what factors influence the occurrence of the accident. The purpose of this study is to determine the causes, characteristics, costs of accidents and provide recommendations for road safety risk management to reduce accidents at Blackspot locations. This research is based on the results of a field survey, extracting information from related parties and accident data for the last 10 years . 2 - June 2. from Representative Office 3. PT Jasa Marga (Perser. Tbk. Data analysis used AEK. BKA and UCL methods to determine accident-prone locations. Analysis of the data to find the relationship between the influential variables with the multiple linear regression analysis method SPSS computer program. Calculating losses due to accidents using The Gross Output (Human Capita. The results of the study for the Blackspot location on the Jati Luhur Itc section. - Padalarang Barat on line A and line B there are 13 locations. The predominant 65 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Guntur-Humiras-Hermanto_Jul. 2022 single accident is self-accident and multiple accidents are front-rear collisions. The types of vehicles that are mostly involved are non-class I . ini buses, heavy trucks/trontons and medium The dominant time of the incident occurred at . 00 - 24. , on weekdays and sunny weather. The main causes are humans, namely drowsiness and lack of anticipation of the driver and the vehicle tire factor. The amount of accident costs from 2012 s. June 2021 is IDR 182,574,325,950. Risk management for handling Blackspot locations through law enforcement against traffic crimes, installing speed control devices, installing signs, checking the feasibility of vehicle conditions and making rescue routes. Keywords: Blackspot. BKA. UCL. AEK PENDAHULUAN Segmen jalan tol Cipularang ini . hususnya Purbaleuny. dikelola oleh Badan usaha jalan tolnya adalah PT Jasa Marga (Perser. Tbk dengan masa konsesi 40 tahun, mempunyai panjang ruas jalan 58. 50 Km dengan 2 lajur pada masing-masing jalur dengan lebar 3,60-meter dengan lalu lintas harian rata-rata (LHR) adalah Cipularang 006 kendaraan dan Padaleunyi 34. Jumlah tempat istirahat dan pelayanan (TIP) memiliki 5 . buah yaitu lokasi TIP Km 72 000 A. Km 88 000 A. Km 72 000 B. Km 88 000 B. Km 97 000 B. Segmen jalan tol ini terletak pada daerah perbukitan dan batas kecepatan yang terpasang adalah kecepatan minimum 60 Km/jam dan kecepatan maksimum 80 Km/jam. Peran Jalan Tol Purbaleunyi sebagai jalur utama Ibu Kota Jakarta dengan Ibu Kota Provinsi Jawa Barat penghubung Kota Bandung dengan kotakota di sekitarnya (Karawang. Purwakarta. Soreang. Sumedang. Garu. , sebagai jalur wisata di daerah Kota Bandung. Kabupaten Bandung dan sekitarnya, sebagai jalur utama kawasan pendidikan yang berada di Kota Bandung dan sekitarnya dan mobilitas angkutan logistik dari dan menuju kawasan industri (Bandung Barat. Cianjur. Karawang. Purwakart. Berdampak sangat ramai nya lalu lintas kendaraan pada ruas jalan tol Purbaleunyi kecelakaan lalu lintas yang terjadi khususnya bagi pengguna jalan tol yang menggunakan ruas tol tersebut baik dari Arah Jakarta - Bandung, maupun sebaliknya dari arah Bandung - Jakarta. Kejadian kecelakaan lalu lintas di ruas jalan tol Purbaleunyi terus berulang, khususnya pada ruas Jati Luhur Itc. - Padalarang Barat Km 84 Ae 120 jalur A dan Jalur B yang mengakibatkan korban yang cukup fatal. Dengan berulang nya kejadian pada satu segmen diruas jalan yang sama, maka timbul pertanyaan yaitu kondisi lingkungan seperti apa yang melingkupi tempat terjadi nya kecelakaan dan adakah faktor teknis jalan yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan Tujuan pengurangan jumlah korban yang disebabkan oleh kecelakaan di jalan ditetapkan pada tahun 2011 dengan dimulainya Program Keselamatan Jalan Nasional Umum (RUNK) tahun 2011 Ae . RUNK ditindaklanjuti dengan ditetapkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2013 tentang Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan 2011 Ae 2020. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyebab atau sumber kecelakaan, karakteristik kecelakaan, biaya kecelakaan dan memberikan rekomendasi manajemen risiko keselamatan jalan untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas. TINJAUAN PUSTAKA Kecelakaan lalu lintas Kecelakaan lalu lintas adalah peristiwa atau kejadian di jalan yang tidak diduga dan tidak disengaja yang melibatkan kendaraan, dengan atau tanpa pengguna jalan lain yang menyebabkan korban ataupun cidera manusia dan kerugian materi . Secara umum, ada 3 . yang menjadi faktor 66 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Guntur-Humiras-Hermanto_Jul. 2022 utama penyebab terjadinya kecelakaan. Faktor pengemudi . engguna lalu linta. , transportasi, faktor lingkungan jalan . Sesuai dengan undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan pada pasal 229, kecelakaan lalu lintas dibagi menjadi 3 . golongan, . Kecelakaan Lalu Lintas merupakan kejadian kecelakaan yang menyebabkan kerusakan kendaraan dan/atau barang. Kecelakaan Lalu Lintas merupakan kejadian kecelakaan yang menyebabkan luka ringan dan kerusakan Kendaraan dan/atau barang. Kecelakaan Lalu Lintas berat merupakan kejadian kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia atau luka berat. Lokasi rawan kecelakaan (Blackspo. Lokasi rawan kecelakaan adalah suatu tempat dimana angka kecelakaan tinggi dengan kejadian kecelakaan berulang kali dalam ruang dan periode waktu yang relatif sama yang disebabkan oleh suatu penyebab tertentu . Penentuan blackspot dengan melalui 2 . tahapan proses, yang pertama memberikan nilai atau bobot untuk setiap kejadian kecelakaan dan yang kedua melakukan pemeringkatan berdasarkan jumlah nilai atau bobot dalam suatu lokasi. Accident Equivalent Number (AEK) adalah angka untuk pembobotan kelas kecelakaan, dan angka ini didasarkan pada nilai kecelakaan dengan kerusakan atau kerugian harta benda. Meninggal Dunia (MD) nilai 12. Luka Berat (LB) nilai 3. Luka Ringan (LR) nilai 3. Kecelakaan Kerugian Materi Dalam penetapan titik lokasi rawan kecelakaan memakai metode statistik kendali mutu UCL (Upper Control Limi. persamaan berikut: UCL = yuI . 576 Oo . ) ( yco ) ( 2 yc. Dengan UCL = garis kendali atas, yco = satuan eksposure (K. , yuI = rataAerata tingkat kecelakaan dalam satuan kecelakaan per eksposure (K. Penetapan nilai untuk Batas Kontrol Atas (BKA) dapat dicari dengan menggunakan persamaan berikut: yaAyaya = ya 3Ooya Dengan C = rata-rata angka kecelakaan EAN Tinjauan lapangan ke titik lokasi blackspot sanggat bermanfaat untuk mengetahui kondisi real yang ada di lapangan. Geometri jalan bebas hambatan untuk jalan tol Geometri jalan merupakan dasar dari kenyamanan, keamanan dan keselamatan . Alinyemen proyeksi garis sumbu jalan pada bidang Geometri pada segmen lengkung atau tikungan jalan didesain dimaksudkan untuk menandingi gaya kecepatan rencana . Superelevasi perlu didesain pada semua tikungan, namun untuk pada tikungan yang memiliki radius yang lebih besar dari Rmin dapat tanpa superelevasi . untuk desain pada superelevasi harus direncanakan sesuai dengan kecepatan Untuk Besaran superelevasi maksimum pada tabel Tabel 1. Superelevasi Maksimum Sesuai Tata Guna Lahan dan Iklim Superelevasi Maksimum Kondisi Yang Digunakan Superelevasi Maksimum jalan tol antar kota Superelevasi Maksimum jalan tol antar kota dengan curah hujan tinggi 67 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Guntur-Humiras-Hermanto_Jul. 2022 Superelevasi Maksimum Kondisi Yang Digunakan Superelevasi Maksimum jalan tol perkotaan Superelevasi Maksimum jalan kepadatan tinggi . Alinyemen vertikal jalan terdiri dari segmen jalan lurus dan jalan bagian Penetapan batasan pada kelandaian maksimum dimaksudkan agar masih memungkinkan kendaraan dapat bergerak atau melaju terus tanpa kehilangan kecepatan yang berarti . Kelandaian maksimum pada jalan untuk alinyemen vertikal harus memenuhi tabel berikut: Tabel 2. Kelandaian Maksimum (Km/Ja Kelandaian Maksimum (%) Datara Perbukita Pegununga Manajemen Risiko Kecelakaan Lalu Lintas Salah satu upaya dalam penanganan lokasi rawan kecelakaan lalu lintas dengan manajemen risiko kecelakaan yang terdiri dari identifikasi risiko kecelakaan, analisis Dalam melakukan penanganan terhadap titik lokasi rawan kecelakaan terdapat 4 . tingkatan proses dalam penelitian kecelakaan lalu lintas yaitu: tahap pertama identifikasi kecelakaan, tahap kedua analisis tahap ketiga penentuan untuk metode penanganan kecelakaan, dan tahap keempat monitoring dan evaluasi . Kunci untuk kemampuan untuk memutuskan respon atau tanggapan terhadap risiko tersebut dalam bentuk: Menghindari risiko . Mengurangi risiko . Memindahkan risiko . Menerima risiko . METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, penelitian deskriptif adalah metode survei yang bertujuan untuk menjelaskan subjek atau objek secara objektif, dan bertujuan untuk menjelaskan fakta secara sistematis serta akurat terhadap karakteristik dan frekuensi subjek atau objek . Lokasi Penelitian Jalan tol Purbaleunyi, khususnya pada ruas Jati Luhur Itc. - Padalarang Barat Km 84 s. Km 120 500 jalur A dan Jalur B. Jenis dan Sumber Data A Studi literatur melakukan kajian studi pada penelitian sebelumnya terkait dalam mengidentifikasi lokasi rawan kecelakaan dan penelitian kecelakaan lalu lintas . Referensi penelitian yang digunakan dari sejumlah sumber dari jurnal dan A Data primer berupa data lokasi yang dilakukan langsung melalui survei lapangan pada ruas jalan tol Cipularang. data yang didapatkan . ambu, marka. PJU, median, guard rail, dll. ) yang ada pada jalan tol Cipularang, kondisi perkerasan jalan secara visual, dan situasi kondisi di A Data sekunder pada penelitian ini diantaranya data kecelakaan lalu lintas selama 10 . tahun terakhir dari tahun 2011 Ae Juli 2021 yang bersumber dari Representative Office 3. PT Jasa Marga (Perser. Tbk, data geometri jalan tol Purbaleunyi, 68 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Guntur-Humiras-Hermanto_Jul. 2022 data lokasi kecelakaan, dan data volume lalu lintas kendaraan. Metode Analisa Data A Metode analisis menggunakan teknik regresi linier berganda, dalam hal ini penulis menggunakan bantuan software SPSS (Statistical Package for the Social Scienc. yaitu sebuah perangkat lunak komputer yang digunakan untuk membuat analisis A Nilai bobot standar yang digunakan Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK), adalah angka yang digunakan untuk menilai kategori kecelakaan yang didasarkan pada nilai kecelakaan dengan kerugian atau kerusakan material meninggal dunia (MD) = 12, luka berat (LB) = 3, luka ringan (LR) = 3 dengan menggunakan batas Upper Control Limit (UCL) dan Batas Kontrol Atas (BKA) kecelakaan . A Metode the gross output atau human Metode ini menjelaskan rumus-rumus yang digunakan dalam perhitungan, syarat-syarat dan asumsi-asumsi yang diterapkan pada faktor-faktor untuk menghitung biaya kecelakaan lalu lintas . HASIL DAN PEMBAHASAN Data kecelakaan lalu lintas Total kejadian kecelakaan lalu lintas di lokasi ruas jalan tol Purbaleunyi Km 66 - Km 122 jalur A dan B selama periode tahun 2012 sampai dengan Juni 2021 berjumlah 1010, dari hasil kajian kejadian kecelakaan lalu lintas di lokasi penelitian lebih banyak yaitu ruas Jati Luhur Itc. - Padalarang Barat (Km 84 000 - 120 500 jalur A dan B) sebesar 755 . 8%). Kalihurip Itc. - Sadang Itc (Km. 66 400 - 76 000 jalur A dan B) sebesar 124 . ,3%). Sadang Itc. - Jati Luhur Itc. (Km. 76 000 - 84 000 jalur A dan B) sebesar 113 . 2%). Padalarang BRT Padalarang (Km. 120 500 - 122 400 jalur A dan B) sebesar 17 . 7%) dan sisanya sebesar 0% untuk Sadang Itc. - Sadang (Km. 76 000s - 78 600 jalur A dan B) serta Ramp Jati Luhur. Data kecelakaan lalu lintas yang tercatat sebagaimana disajikan pada gambar pie chat berikut: Gambar 2. Data Kecelakaan Lalu Lintas Ruas Jalan Tol Purbaleunyi Analisis titik lokasi rawan kecelakaan . Titik Lokasi Rawan Kecelakaan Jalur A Berdasarkan data jumlah korban kecelakaan lalu lintas Jalur A selama 10 . tahun terakhir yaitu dari tahun 2012 s. Juni 2021. Data tersebut dianalisa menggunakan metode AEK. BKA dan metode UCL, segmen yang menjadi lokasi rawan kecelakaan antara A Km 81 s. Km 82 sebanyak 9 kejadian kecelakaan. A Km 82 s. Km 83 sebanyak 7 kejadian kecelakaan. A Km 96 s. Km 97 sebanyak 13 kejadian kecelakaan. A Km 97 s. Km 98 sebanyak 14 kejadian kecelakaan. A Km 99 s. Km 100 sebanyak 17 kejadian kecelakaan. A Km 101 s. Km 102 sebanyak 18 kejadian kecelakaan. A Km 106 s. Km 107 sebanyak 14 kejadian kecelakaan. A Km 108 s. Km 109 sebanyak 16 kejadian kecelakaan. 69 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Guntur-Humiras-Hermanto_Jul. Km 110 s. Km 111 sebanyak 12 kejadian kecelakaan. A Km 111 s. Km 112 sebanyak 7 kejadian kecelakaan. A Km 112 s. Km 113 sebanyak 19 kejadian kecelakaan. A Km 113 s. Km 114 sebanyak 15 kejadian kecelakaan. A Km 114 s. Km 115 sebanyak 15 kejadian kecelakaan. A Km 116 s. Km 117 sebanyak 12 kejadian kecelakaan. A Km 117 s. Km 118 sebanyak 13 kejadian kecelakaan. Titik Lokasi Rawan Kecelakaan Jalur B Segmen yang menjadi lokasi rawan kecelakaan Jalur B dari hasil analisis metode AEK. BKA dan metode UCL, sebagai berikut: A Km 70 s. Km 71 sebanyak 11 kejadian kecelakaan. A Km 85 s. Km 86 sebanyak 19 kejadian kecelakaan. A Km 86 s. Km 87 sebanyak 25 kejadian kecelakaan. A Km 87 s. Km 88 sebanyak 10 kejadian kecelakaan. A Km 89 s. Km 90 sebanyak 6 kejadian kecelakaan. A Km 91 s. Km 92 sebanyak 42 kejadian kecelakaan. A Km 92 s. Km 93 sebanyak 35 kejadian kecelakaan. A Km 93 s. Km 94 sebanyak 16 kejadian kecelakaan. A Km 97 s. Km 98 sebanyak 14 kejadian kecelakaan. A Km 100 s. Km 101 sebanyak 22 kejadian kecelakaan. A Km 103 s. Km 104 sebanyak 9 kejadian kecelakaan. A Km 111 s. Km 112 sebanyak 11 kejadian kecelakaan. A Km 114 s. Km 115 sebanyak 9 kejadian kecelakaan. A Km 116 s. Km 117 sebanyak 9 kejadian kecelakaan Analisis penyebab kecelakaan lalu lintas . Analisis Penyebab Kecelakaan Faktor Manusia Analisa penyebab kecelakaan dari faktor Manusia berdasarkan data kecelakaan lalu lintas kecelakaan 10 . tahun terakhir yaitu dari tahun 2012 s. Juni 2021, dapat dilihat pada gambar bar chart berikut: Gambar 3. Bar Chart Penyebab Kecelakaan Faktor Manusia Tabel 3. Nilai Pearson Correlation Variabel Faktor Pengemudi Deskripsi Pearson Correlatio Jumlah Kecelakaan Kurang Antisipasi Lengah Mengantuk Mabuk Tidak Tertib Tabel 4. Hasil Tests Normality Faktor Manusia Deskripsi Kolmogoro v-Smimov (Si. ShapiroWik (Si. Kurang Antisipasi 70 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Guntur-Humiras-Hermanto_Jul. 2022 Deskripsi Kolmogoro v-Smimov (Si. ShapiroWik (Si. Deskripsi Pearson Correlatio Lengah Rem Blong Mengantuk Mabuk Kerusakan Mesin Tidak Tertib Kerusakan Mekanis Kendaraan Berhenti Lain-lain Dari hasil tabel di atas, bahwa korelasi dapat dilihat dari nilai pearson correlation yang paling mendekati angka 1 adalah yang mempunyai korelasi paling kuat dan sesuai tabel Tests Normality, maka dari hasil tersebut variabel yang mempunyai korelasi paling kuat adalah kurang antisipasi dan mengantuk. Analisis Penyebab Kecelakaan Faktor Kendaraan Analisa penyebab kecelakaan dari faktor kendaraan dapat dilihat gambar bar chart Gambar 4. Bar Chart Penyebab Kecelakaan Faktor Kendaraan Tabel 5. Nilai Pearson Correlation Variabel Kendaraan Deskripsi Pearson Correlatio Jumlah Kecelakaan Ban Pecah Slip Tabel 6. Hasil Test Normality Faktor Kendaraan Deskripsi Kolmogoro v-Smimov (Si. ShapiroWik (Si. Ban Pecah Slip Rem Blong Kerusakan Mesin Kerusakan Mekanis Kendaraan Berhenti Lain-lain Dari hasil tabel di atas, nilai pearson correlation yang paling mendekati angka 1 mempunyai korelasi paling kuat dan sesuai tabel Tests Normality, maka dapat disimpulkan bahwa variabel yang mempunyai korelasi paling kuat yaitu ban pecah. Analisis Penyebab Kecelakaan Faktor Lingkungan Fisik Karakteristik kecelakaan berdasarkan faktor lingkungan fisik dapat dilihat pada gambar bar chart berikut berikut: 71 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Guntur-Humiras-Hermanto_Jul. 2022 Gambar 5. Bar Chart Penyebab Kecelakaan Faktor Lingkungan Fisik Seperti hasil yang terlihat pada bar chart di atas, faktor lingkungan fisik sebagai penyebab kecelakaan lalu lintas tidak . Analisis Penyebab Kecelakaan Faktor Jalan Karakteristik kecelakaan berdasarkan faktor jalan dapat dilihat pada tabel Seperti hasil yang terlihat pada tabel diatas, faktor jalan sebagai penyebab kecelakaan lalu lintas tidak berpengaruh terhadap terjadi kecelakaan. Analisis Penyebab Kecelakaan Faktor Geometri Jalan A Alinyemen Horizontal Terdapat superelevasi yang belum meningkatkan potensi terjadinya Seperti superelevasi pada tikungan di Km 92 950 untuk bahu, lajur 1, dan lajur 2 berturut-turut adalah 0,05%, 2,24%, dan 3,1% yang tidak sesuai dengan standar geometri jalan bebas hambatan, yaitu sebesar kurang dari 5% untuk lajur utama dan kurang dari 3% untuk bahu jalan baik di jalur A dan jalur B. Tabel 7. Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas Faktor Jalan Tahu Faktor Jalan Kerus Jalan Perlen Jalan Pemel Jalan Lain Lain Juni Gambar 5. Superelevasi Existing pada Km 92 950 A A Alinyemen Vertikal Dari hasil pengukuran diperoleh grade rata-rata maksimum Km 88 000 Ae Km 98 000, terdapat segmen kurang lebih 3 km mempunyai kemiringan memanjang rata-rata 7%, melebihi dari idealnya 4%. 72 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Guntur-Humiras-Hermanto_Jul. 2022 Gambar 6. Grade Rata-Rata Kondisi Eksisting KM 88 000Ae98 000 Analisis karakteristik kecelakaan lalu . Karakteristik Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan Fatalitas Karakteristik kecelakaan berdasarkan fatalitas kecelakaan yang terjadi, dapat dilihat pada bar chart berikut: Gambar 7. Bar Chart Penyebab Kecelakaan Faktor Lingkungan Fisik Hasil yang terlihat pada bar chart di atas, diperoleh bahwa fatalitas kecelakaan lalu lintas dominan adalah kecelakaan yang menyebabkan luka berat dan kecelakaan luka ringan. Karakteristik Kecelakaan Berdasarkan Jenis Kecelakaan Karakteristik kecelakaan berdasarkan jenis kecelakaan yang terjadi pada ruas jalan tol Purbaleunyi dapat dilihat pada bar chart berikut: Gambar 8. Bar Chart Jenis Kecelakaan Tunggal Seperti hasil yang terlihat pada bar chart di atas, jenis kecelakaan tunggal dominan yaitu kecelakaan sendiri, dan jenis kecelakaan ganda terlihat pada bar chart Gambar 9. Bar Chart Jenis Kecelakaan Ganda Seperti hasil yang terlihat pada bar chart di atas, jenis kecelakaan ganda yang dominan yaitu tipe 63 kecelakaan tabrak depan Ae belakang. Karakteristik Kecelakaan Berdasarkan Waktu Karakteristik kecelakaan berdasarkan waktu . yang terjadi pada ruas jalan tol Purbaleunyi dapat dilihat pada tabel 73 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Guntur-Humiras-Hermanto_Jul. 2022 Tabel 8. Data Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan Jam Tahun Berdasaran Waktu Juni Gambar 10. Pie Chart Jumlah Kendaraan Seperti hasil yang terlihat pada pie chart di atas, diperoleh kecelakaan lalu lintas dominan yang terjadi pada saat hari . Karakteristik Kecelakaan Berdasarkan Cuaca Karakteristik kondisi cuaca saat terjadi kecelakaan lalu lintas dapat dilihat pada bar chart berikut: Tabel 9. Nilai Pearson Correlation Variabel Jam Kecelakaan Deskripsi Pearson Correlatio Jumlah Kecelakaan Dari hasil tabel di atas, nilai pearson correlation yang paling mendekati angka 1 mempunyai korelasi paling kuat, maka dapat disimpulkan bahwa variabel yang mempunyai korelasi paling kuat yaitu pada jam . Karakteristik Kecelakaan Berdasarkan Hari Karakteristik kecelakaan berdasarkan hari yang terjadi pada ruas jalan tol Purbaleunyi dapat dilihat pada pie chart Gambar 11. Bar chart Kondisi Cuaca Seperti yang terlihat pada bar chart di atas, diperoleh kecelakaan lalu lintas dominan yang terjadi pada saat cuaca cerah. Karakteristik Kecelakaan Berdasarkan Jenis Kendaraan Karakteristik kecelakaan berdasarkan jenis kendaraan yang terjadi, dapat dilihat pada bar chart berikut: 74 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Guntur-Humiras-Hermanto_Jul. 2022 Gambar 12. Bar chart Jenis Kendaraan Terlibat Kecelakaan Seperti hasil yang terlihat pada bar chart di atas, jenis kendaraan dominan yang terlibat kecelakaan lalu lintas adalah jenis kendaraan non golongan I . ini bus, truk berat/tronton dan medium truk. Karakteristik Kecelakaan Berdasarkan Jumlah Kendaraan Yang Terlibat Karakteristik Kecelakaan berdasarkan kecelakaan, dapat dilihat pada bar chart Gambar 14. Bar Chart Lokasi Kecelakaan Seperti hasil yang terlihat pada table di atas, diperoleh lokasi kecelakaan dominan yang terjadi yaitu pada lajur kiri Analisis biaya kecelakaan lalu lintas . Besaran biaya korban kecelakaan lalu lintas (BBKO) pada ruas jalan tol Purbaleunyi jalur A dan Jalur B dilakukan berdasarkan data jumlah korban kecelakaan lalu lintas kecelakaan 10 . tahun terakhir yaitu dari tahun 2012 s. Juni 2021 adalah Rp Tabel 10. Data Biaya Korban Kecelakaan Lalu Lintas 10 . tahun terakhir Gambar 13. Bar chart Jumlah Kendaraan Terlibat Kecelakaan Seperti bar chart yang terlihat di atas, kecelakaan lalu lintas adalah kecelakaan dengan melibatkan dua kendaraan. Karakteristik Kecelakaan Berdasarkan Lokasi Kecelakaan Karakteristik kecelakaan lalu lintas yang terjadi berdasarkan lokasi kecelakaan, dapat dilihat pada bar chart berikut: Tahun Biaya Korban Kecelakaan Juni 2021 Rp 107. 75 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Guntur-Humiras-Hermanto_Jul. Besaran biaya kecelakaan lalu lintas (BBKE) yang diperoleh dari hasil perhitungan kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan tol Purbaleunyi Jalur A dan Jalur B dilakukan berdasarkan data kecelakaan lalu lintas kecelakaan 10 . tahun terakhir yaitu dari tahun 2012 s. Juni 2021 adalah Rp Tabel 11. Data Biaya Kecelakaan Lalu Lintas 10 . Tahun Terakhir Deskripsi Pearson Correlatio Keterangan Ban Pecah Faktor Kendaraan Kecelakaan Sendiri Kecelakaan Tunggal Tabrak Depan Belakang Kecelakaan Ganda Hari Kerja Hari . Jam Kecelakaan Tahun Biaya Kecelakaan Lalu Lintas Cerah Cuaca Kendaraan Terlibat Kecelakaan Dua Kendaran dan Kecelakaan Satu Kendaraan Juni 2021 Rp 182. Manajemen risiko penanganan lokasi rawan kecelakaan lalu lintas Berdasarkan hasil analisis dari data-data korelasi antar variabel, berdasarkan nilai Pearson Correlation yang paling mendekati angka 1 adalah yang mempunyai korelasi paling kuat, sehingga dapat disimpulkan variabel yang mempunyai korelasi paling kuat adalah sebagai berikut: Tabel 12. Data Pearson Correlation Jumlah Kecelakaan Dengan Variabel Analisis Deskripsi Pearson Correlatio Keterangan Kurang antisipasi dan Mengantuk Faktor Pengemudi Berdasarkan permasalahan di lokasi rawan kecelakaan dan hasil analisa data kecelakaan lalu lintas di atas, maka manajemen resiko untuk mengurangi terjadi nya kecelakaan berdasarkan Pedoman Pd T-09-2004 B sebagai berikut: Manajemen Risiko Pada Ruas Jati Luhur Itc. - Padalarang Barat (Km. 84 000 120 . Jalur A. A Memasang kembali marka garis yang kabur agar lebih mencolok dan memasang marka garis tepi berprofil (Profiled Edge Lining/tactil. , kalau diperlukan juga untuk garis batas A Meningkatkan penegakan hukum untuk pelanggaran tertib lalu lintas, kecepatan, baik yang kurang dari 60 km/jam maupun yang melebihi 80 km/jam. A Memasang alat-alat pengendali kecepatan . ita penggaduh/rumble strep, rumble area, speed hum. dan memasang rambu batas kecepatan setiap 2 km, kalau diperlukan di duplikasi . i sisi kanan dan kir. dan lebih mencolok. 76 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Guntur-Humiras-Hermanto_Jul. Melakukan pengecekan kelayakan kendaraan yang akan masuk jalan tol Purbaleunyi, baik berat, dimensi khususnya kendaraan besar dan berat, termasuk truk dan bus. A Menambah panjang lajur pendakian pada tanjakan antara Km 97 400 s. Km 99 800 atau memasang perlengkapan jalan yaitu rambu peringatan merging dan marka anak panah merging. A Mengecek kemiringan superelevasi pada tikungan dan memperbaiki apabila ada ketidaktepatan. Manajemen Risiko Pada Ruas Jati Luhur Itc. - Padalarang Barat (Km. 84 000 120 . Jalur B. A Memasang kembali marka garis yang kabur agar lebih mencolok dan memasang marka garis tepi berprofil (Profiled Edge Lining/tactil. , kalau diperlukan juga untuk garis batas A Diusulkan untuk membuat escape ramp/jalur penyelamat karena adanya turunan panjang khususnya dari Km 97 sampai Km 92. A Meningkatkan penegakan hukum terhadap pelanggaran tertib lalu lintas, khususnya pelanggaran batas kecepatan, baik yang kurang dari 60 km/jam maupun yang melebihi 80 km/jam. A Memasang peringatan turunan panjang, dengan papan tambahan panjang turunan, dan diulang tiap km dimulai dari Km 97 dan memasang peringatan dengan katakata AuPeriksa Sistem RemAy. A Memasang alat-alat pengendali kecepatan . ita penggaduh/rumble streep, rumble area, speed hum. dan memasang rambu batas kecepatan setiap 2 km, kalau diperlukan diduplikasi . isisi kanan dan kir. dan lebih mencolok. Melakukan pengecekan kelaikan kendaraan yang akan masuk jalan tol Purbaleunyi, baik berat, dimensi khususnya kendaraan besar dan berat, termasuk truk dan bus. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis data kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan tol Purbaleunyi jalur A dan jalur B selama periode tahun 2012 sampai dengan Juni 2021, umumnya kecelakaan terjadi melibatkan Tiga faktor: faktor manusia, faktor kendaraan, faktor jalan dan lingkungan . , selain itu dapat disampaikan kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas didominasi faktor manusia yaitu mengantuk dan kurang antisipasi kendaraan yaitu ban pecah. Dari hasil menurun di jalur B, khususnya pada Km 98 000 sampai Km 88 000, terdapat segmen cukup panjang A 3 km mempunyai kemiringan memanjang rata-rata 7%, melebihi dari ideal nya 4%, sehingga segmen ini meningkatkan potensi percepatan kendaraan yang dapat menyulitkan mengendalikan kendaraan nya. Selanjutnya terdapat gap kecepatan antara kendaraan berat dan ringan . iferensiasi spee. dari hasil pencatatan kecepatan kendaraan on the spot, memperlihatkan bahwa perbedaan kecepatan cukup tajam yang berkisar antara di atas 100 km/jam dan di bawah 20 km/jam. Mayoritas untuk kecelakaan lalu lintas tunggal dominan yang terjadi adalah kecelakaan sendiri dan kecelakaan lalu lintas ganda adalah dengan tipe 63 . abrakan depan-belakan. Jenis kendaraan yang dominan terlibat dalam kecelakaan tipe kendaraan non . ini berat/tronton dan medium tru. Kecelakaan lalu lintas dominan terjadi 77 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Guntur-Humiras-Hermanto_Jul. 2022 pada hari kerja dan berdasarkan waktu . waktu tersebut merupakan jam kendaraan berat keluar atau waktu tidur dan . 00 - 24. merupakan waktu jam puncak untuk kondisi cuaca cerah. Besaran biaya korban kecelakaan lalu lintas yang diperoleh berdasarkan data jumlah korban kecelakaan lalu lintas kecelakaan 10 . tahun terakhir yaitu dari tahun 2012 s. Juni 2021 791,00 dan jalur B Rp 674,00. Sedangkan besaran untuk biaya kecelakaan lalu lintas nya adalah Rp 182. Usulan manajemen resiko untuk mengurangi terjadi nya kecelakaan akibat faktor kurang antisipasi pengemudi meningkatkan penegakan hukum terhadap pelanggaran tertib lalu lintas, khususnya pelanggaran batas kecepatan, baik yang kurang dari 60 km/jam maupun yang melebihi 80 km/jam dan memasang alat-alat . ita pengaduh/rumble strep, rumble area, road hum. beserta memasang Melakukan pengecekan kelayakan kendaraan yang akan masuk jalan tol Purbaleunyi, baik berat, dimensi maupun kondisi kendaraan, khususnya kendaraan besar dan berat. Memasang marka garis yang kabur agar lebih mencolok dan memasang marka garis tepi berprofil (Profiled Edge Lining/tactil. Membuat ramp/jalur penyelamat karena adanya turunan panjang khususnya dari Km 97 sampai Km 92. DAFTAR PUSTAKA