Vol. No. Mei 2025, hal, 44-51 https://doi. org/10. 54214/efada. Vol2. Iss01. Penyuluhan Kemasyarakatan untuk Meningkatkan Jenjang Pendidikan Warga Dusun Warak dan Krambil. Desa Girisekar. Kabupaten Gunungkidul Muhammad Dimas Prasetyo. Muhammad Khalif Threenanta. Oscar Wardhana Windro Saputro. 1,2,. Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya. Indonesia E-mail: dimasprasetyo1112@gmail. com, . nnanta171@gmail. com, . wardhana@staiali. Info Artikel Kata kunci : Penyuluhan Pendidikan Investasi Pendidikan Motivasi Pelatihan Keterampilan Penulis Koresponden : Muhammad Dimas Prasetyo E-mail: dimasprasetyo1112@gmail. ABSTRAK Pendidikan merupakan elemen krusial dalam meningkatkan kualitas hidup manusia dan memberdayakan masyarakat untuk menghadapi tantangan kehidupan. Namun, di Dusun Warak dan Krambil. Desa Giri Sekar. Kabupaten Gunungkidul banyak anak yang hanya mampu menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SMP dan kemudian terjun langsung ke dunia kerja. Penyuluhan pendidikan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka panjang yang dapat membuka peluang hidup yang lebih baik. Proses penyuluhan mengidentifikasi beberapa masalah utama, seperti kurangnya motivasi untuk melanjutkan pendidikan, keterbatasan ekonomi, dan terbatasnya informasi mengenai peluang pendidikan lanjutan. Solusi yang ditawarkan dalam penyuluhan ini termasuk pemberian motivasi tentang pentingnya pendidikan, pendidikan adalah investasi jangka panjang, informasi tentang beasiswa, jalur pendidikan non-formal, dan pelatihan keterampilan yang dapat meningkatkan keterampilan praktis peserta. Hasil dari penyuluhan menunjukkan bahwa meskipun ada perubahan dalam pemahaman peserta, tantangan terkait faktor ekonomi dan akses pendidikan masih tetap ada. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan akses dan motivasi masyarakat agar pendidikan menjadi prioritas utama dalam mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Penyuluhan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih luas dalam jangka panjang. PENDAHULUAN Kemajuan teknologi suatu negara sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan tinggi yang membantu suatu negara mencapai kemajuan teknologi melalui adaptasi dan inovasi. Oleh karena itu, peranan pendidikan tinggi di Indonesia adalah kunci dan sangat vital dalam menentukan kemampuan bangsa Indonesia untuk terus mencapai kemajuan dan menciptakan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. Peranan pendidikan tinggi yang berkualitas dan mampu mencetak manusia yang terdidik dan terpelajar, memiliki intelegensia dan keterampilan yang mampu Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Muhammad Dimas Prasetyo. Muhammad Khalif Threenanta. Oscar Wardhana Windro Saputro menciptakan kemajuan di segala bidang dengan profesional dan integritas adalah suatu hal yang harus menjadi perhatian bersama (Indra dkk, 2. Menurut Murdiyatmoko . Pendidikan adalah sesuatu yang tidak pernah selesai dibicarakan, karena hampir setiap orang merasa berkepentingan dengan pendidikan. Pendidikan merupakan faktor kunci dalam membangun kualitas hidup manusia dan memberikan kesempatan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Namun, di banyak desa di Indonesia, termasuk Dusun Warak dan Krambil. Desa Giri Sekar. Kabupaten Gunungkidul tingkat partisipasi pendidikan masih Dusun Warak dan Krambil adalah dua kawasan yang terletak di Desa Giri Sekar, memiliki kondisi pendidikan yang cukup beragam. Sebagian besar masyarakat di kedua dusun ini hanya menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SD, sebagian lagi menyelesaikan SMP, dan banyak yang langsung terjun ke dunia kerja setelah itu. Hal ini menunjukkan adanya tantangan besar dalam hal pendidikan, baik dari segi akses, pemahaman, maupun motivasi untuk melanjutkan pendidikan lebih Di Dusun Warak dan Krambil, sebagian besar penduduk mengandalkan pertanian sebagai sumber mata pencaharian utama. Pendidikan dianggap sebagai sesuatu yang penting, namun tidak selalu menjadi prioritas utama. Banyak anak setelah tamat SD atau SMP langsung bekerja untuk membantu keluarga mereka di bidang pertanian atau pekerjaan lainnya yang tidak memerlukan pendidikan formal lebih lanjut. Kondisi ini membuat banyak penduduk yang memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan, sehingga seringkali tidak memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Penyuluhan pendidikan di dusun ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendidikan yang berkelanjutan. Melalui penyuluhan yang tepat, masyarakat dapat diberikan pemahaman tentang manfaat pendidikan bagi masa depan mereka, baik dalam hal pengembangan diri, peluang kerja yang lebih baik, maupun peningkatan taraf hidup. Selain itu, penyuluhan ini juga perlu fokus pada penguatan motivasi orang tua agar mendukung pendidikan anak-anak mereka, dengan cara menunjukkan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang memberikan dampak positif tidak hanya bagi individu tetapi juga untuk masyarakat secara keseluruhan. Bagi anak-anak muda di dusun ini, penting untuk diberikan informasi tentang pentingnya melanjutkan pendidikan setelah SD maupun SMP, serta berbagai peluang yang ada meskipun mereka tidak langsung terjun ke dunia kerja. Penyuluhan tentang jalur pendidikan nonformal dan pelatihan keterampilan juga perlu diperkenalkan, agar mereka bisa memperoleh keterampilan yang dapat digunakan untuk bekerja, sekaligus terus mengembangkan diri melalui pendidikan yang lebih tinggi. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Penyuluhan Kemasyarakatan untuk Meningkatkan Jenjang Pendidikan AA. METODE PENGABDIAN Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah pendekatan partisipatif dan interaktif. Audiens utama adalah anak-anak berusia 12 hingga 18 tahun yang telah menyelesaikan pendidikan dasar atau SMP, dan ibu-ibu muda. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan dalam bentuk ceramah, diskusi kelompok, tanya jawab, dan presentasi interaktif untuk menjelaskan manfaat pendidikan serta bagaimana pendidikan dapat membantu mereka mencapai impian. Langkah-langkah Penyuluhan: Proses Persiapan Proses persiapan penyuluhan dimulai dengan observasi mengenai rendahnya minat pendidikan di kalangan anak-anak di Dusun Warak dan Krambil, serta rendahnya peran orang tua dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka. Hal ini terlihat dari kebiasaan anak-anak yang berhenti sekolah setelah menyelesaikan SMP dan langsung bekerja untuk membantu ekonomi Observasi dilakukan melalui wawancara dengan Kepala Dukuh Warak. Bapak Sudarisman, dan Kepala Dukuh Krambil. Bapak Sidik, yang memberikan gambaran tentang masalah yang dihadapi di tingkat komunitas. Dalam wawancara. Bapak Sudarisman menyatakan bahwa sebagian besar orang tua di wilayah mereka lebih memprioritaskan bekerja di sektor pertanian daripada melanjutkan pendidikan anak-anak mereka. Hal serupa juga diungkapkan oleh Bapak Sidik, yang mengatakan bahwa meskipun pendidikan dianggap penting, banyak keluarga yang terbentur masalah ekonomi dan tidak memahami bahwa pendidikan dapat menjadi investasi jangka panjang bagi anak-anak mereka. Selain wawancara dengan kedua kepala dusun tersebut, beberapa masyarakat setempat, termasuk orang tua dan remaja, juga diinterview untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang masalah yang mereka hadapi terkait pendidikan. Penyusunan Materi Setelah melakukan observasi dan wawancara, materi penyuluhan disusun berdasarkan hasil temuan, dengan penekanan pada pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka panjang, serta berbagai alternatif pendidikan dan pelatihan keterampilan yang dapat diakses oleh masyarakat dengan keterbatasan ekonomi. Berdasarkan hasil survei, materi penyuluhan disusun dengan mengutamakan beberapa topik utama yang relevan, antara lain: Pentingnya Ilmu Secara Umum dan Ilmu Agama: Menekankan bahwa ilmu adalah kunci untuk membuka peluang kehidupan yang lebih baik, serta pentingnya ilmu agama dalam membentuk karakter dan akhlak. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Muhammad Dimas Prasetyo. Muhammad Khalif Threenanta. Oscar Wardhana Windro Saputro Pendidikan sebagai Investasi Jangka Panjang: Menjelaskan bahwa meskipun pendidikan memerlukan waktu dan biaya, manfaat jangka panjang dari pendidikan lebih besar, baik dari sisi ekonomi, keterampilan, dan pengembangan karakter. Peluang Pendidikan Lanjutan dan Non-Formal: Memberikan informasi tentang berbagai jalur pendidikan lanjutan, beasiswa, dan pendidikan non-formal seperti pelatihan keterampilan yang lebih mudah diakses. Pelatihan Keterampilan dan Beasiswa: Memberikan informasi mengenai program pelatihan keterampilan yang dapat membantu meningkatkan daya saing dan beasiswa yang dapat membantu meringankan beban biaya pendidikan. Selain itu, metode yang akan digunakan dalam penyuluhan dipersiapkan secara matang, dengan pendekatan interaktif melalui ceramah, diskusi kelompok, dan Proses Pelaksanaan Penyuluhan Penyuluhan dilakukan pada hari Minggu sore, tanggal 26 Januari 2025, di lantai dua gedung TPA Ponpes Darush Sholihin, yang terletak di Dusun Warak. Peserta yang hadir berjumlah sekitar 350 orang, terdiri dari remaja perempuan tingkat SMP dan SMA, serta ibu-ibu muda. Materi yang disampaikan dalam penyuluhan meliputi: Pentingnya Pendidikan Sebagai Investasi Jangka Panjang: Menjelaskan manfaat pendidikan dalam membuka peluang kehidupan yang lebih baik. Alternatif Pendidikan Lanjutan: Memberikan informasi tentang jalur pendidikan yang bisa ditempuh setelah SMP, baik melalui jalur formal maupun non-formal. Beasiswa dan Pelatihan Keterampilan: Menyediakan informasi mengenai beasiswa yang dapat meringankan beban biaya pendidikan, serta pelatihan keterampilan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan kerja tanpa harus melanjutkan pendidikan formal. Motivasi dan Pengembangan Diri: Menekankan pada pentingnya motivasi untuk melanjutkan pendidikan dan bagaimana pendidikan dapat meningkatkan kualitas hidup dan membuka lebih banyak peluang pekerjaan. Setelah penyuluhan selesai, peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi mengenai materi yang telah disampaikan. Sesi tanya jawab menjadi sarana yang efektif untuk menggali lebih dalam permasalahan yang dihadapi peserta dan memberikan solusi konkret bagi mereka. Diskusi dan Analisis Kasus Diskusi kelompok dilakukan untuk mendalami berbagai tantangan yang dihadapi oleh masyarakat dalam mengakses pendidikan dan mencari solusi praktis yang bisa diterapkan dalam konteks lokal. Evaluasi Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Penyuluhan Kemasyarakatan untuk Meningkatkan Jenjang Pendidikan AA. Setelah penyuluhan selesai, dilakukan evaluasi terhadap pemahaman peserta mengenai materi yang telah disampaikan. Evaluasi ini dilakukan melalui kuis singkat untuk menilai tingkat pemahaman peserta. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil penyuluhan, banyak peserta yang mulai menyadari pentingnya pendidikan sebagai jalan untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Beberapa peserta memberikan kesan positif setelah mengikuti penyuluhan, seperti yang diungkapkan oleh Ibu Mursi, salah satu ibu muda yang hadir dalam penyuluhan. Ia menyatakan, "Saya merasa semakin paham bahwa pendidikan itu penting, dan saya akan mendukung anak-anak saya untuk terus belajar, meskipun kondisi ekonomi kami tidak selalu mendukung. " Kesan serupa juga disampaikan oleh beberapa remaja yang mengatakan bahwa mereka mulai menyadari bahwa pendidikan bukan hanya sekadar untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga untuk membangun masa depan yang lebih baik. Wawancara dengan Ibu Mursi dilakukan setelah kegiatan penyuluhan selesai, di tempat yang sama, yaitu pada tanggal 26 Januari 2025, di Ponpes Darush Sholihin. Ibu Mursi menjelaskan bahwa meskipun banyak tantangan, ia merasa lebih termotivasi untuk mencari tahu lebih banyak tentang peluang pendidikan untuk anak-anaknya. Secara umum, penyuluhan ini berhasil memberikan wawasan baru kepada masyarakat setempat tentang pentingnya melanjutkan pendidikan dan berbagai pilihan yang dapat ditempuh meskipun ada keterbatasan. Namun, tantangan terkait masalah ekonomi dan keterbatasan akses pendidikan masih menjadi isu utama yang perlu terus diatasi melalui program pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Masalah dan Solusi: Masalah 1: Kurangnya Motivasi untuk Melanjutkan Pendidikan Banyak anak-anak di Dusun Warak dan Krambil yang merasa pendidikan tidak lagi penting setelah tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP), karena mereka melihat langsung bagaimana dunia kerja lebih cepat memberikan hasil ekonomi. Hal ini mengurangi motivasi mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Solusi: Penyuluhan yang dilakukan berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang manfaat jangka panjang dari pendidikan. Untuk mengatasi masalah ini, penyuluhan menekankan pada contoh-contoh nyata, seperti tokoh yang berhasil mengubah hidup mereka melalui pendidikan. Selain itu, penyuluhan juga menunjukkan bagaimana pendidikan dapat meningkatkan kualitas hidup dan membuka lebih banyak peluang pekerjaan yang lebih baik. Masalah 2: Keterbatasan Ekonomi Keluarga Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Muhammad Dimas Prasetyo. Muhammad Khalif Threenanta. Oscar Wardhana Windro Saputro Faktor ekonomi menjadi salah satu alasan utama mengapa banyak anak-anak di Dusun Warak dan Krambil terpaksa berhenti sekolah. Keluarga mereka merasa bahwa biaya pendidikan akan membebani keuangan mereka, apalagi dengan kebutuhan hidup yang semakin meningkat. Solusi: Penyuluhan memberikan informasi tentang berbagai program beasiswa yang tersedia untuk anak-anak yang berprestasi namun memiliki keterbatasan ekonomi, seperti Beasiswa Bidikmisi dan beasiswa dari berbagai lembaga sosial. Selain itu, penyuluhan juga menekankan pada pentingnya pendidikan non-formal dan pelatihan keterampilan yang lebih terjangkau, sehingga anak-anak tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan memperoleh keterampilan meskipun tidak melanjutkan ke pendidikan formal. Masalah 3: Terbatasnya Akses ke Pendidikan Lanjutan Meskipun Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tersedia, banyak anak-anak di Dusun Warak dan Krambil tidak memiliki akses yang cukup untuk melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Banyak dari mereka yang merasa tidak ada pilihan lain selain bekerja setelah tamat SMP. Solusi: Penyuluhan mencakup informasi tentang berbagai peluang pendidikan lanjutan yang dapat diakses, baik melalui jalur formal maupun non-formal. Salah satunya adalah program pendidikan vokasi yang tidak hanya memfokuskan pada pendidikan teori tetapi juga memberikan keterampilan Selain itu, penyuluhan juga memberikan informasi mengenai sekolah-sekolah yang menawarkan program beasiswa dan jalur masuk yang lebih terjangkau. Masalah 4: Minimnya Pemahaman tentang Pendidikan Non-Formal dan Pelatihan Keterampilan Banyak anak-anak di Dusun Warak dan Krambil tidak mengetahui bahwa pendidikan nonformal atau pelatihan keterampilan juga bisa menjadi jalan untuk meraih masa depan yang lebih Sebagian besar dari mereka beranggapan bahwa pendidikan hanya terbatas pada sekolah Solusi: Penyuluhan berhasil memperkenalkan berbagai pilihan pendidikan non-formal dan pelatihan keterampilan kepada anak-anak, seperti kursus komputer, pelatihan menjahit, dan keterampilan lainnya yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Dengan memberikan informasi tentang pelatihan keterampilan yang dapat diakses tanpa biaya besar, masyarakat mulai menyadari bahwa pendidikan bukan hanya tentang sekolah, tetapi juga tentang memperoleh keterampilan yang berguna untuk bekerja dan membuka peluang usaha. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Penyuluhan Kemasyarakatan untuk Meningkatkan Jenjang Pendidikan AA. Pembahasan: Dari hasil penyuluhan yang dilakukan di Dusun Warak dan Krambil, dapat dilihat bahwa terdapat beberapa masalah utama yang menghambat anak-anak di sana untuk melanjutkan pendidikan setelah tamat SMP, yaitu kurangnya motivasi, keterbatasan ekonomi, terbatasnya akses pendidikan lanjutan, dan minimnya pemahaman mengenai pendidikan non-formal dan pelatihan Kurangnya Motivasi untuk Melanjutkan Pendidikan: Banyak anak di Dusun Warak dan Krambil yang merasa pendidikan setelah SMP tidak lagi penting karena mereka melihat dunia kerja langsung memberikan hasil ekonomi yang lebih cepat. Penyuluhan yang dilakukan berhasil menggugah kesadaran mereka bahwa pendidikan memiliki manfaat jangka panjang yang tidak bisa didapatkan di dunia kerja dalam waktu singkat. Dengan menyajikan contoh nyata tokoh-tokoh yang berhasil mengubah hidup melalui pendidikan, peserta penyuluhan mulai menyadari betapa pentingnya pendidikan dalam meningkatkan kualitas hidup mereka dan membuka peluang kerja yang lebih baik. Keterbatasan Ekonomi Keluarga: Masalah utama lainnya adalah keterbatasan ekonomi keluarga yang membuat banyak anak di Dusun Warak dan Krambil tidak melanjutkan pendidikan. Mereka merasa beban biaya pendidikan akan semakin memberatkan, apalagi dengan kebutuhan hidup yang semakin meningkat. Penyuluhan memberikan solusi dengan menginformasikan adanya program beasiswa untuk anak-anak berprestasi yang memiliki keterbatasan ekonomi, serta menekankan pentingnya pendidikan non-formal dan pelatihan keterampilan yang lebih terjangkau. Hal ini memberikan alternatif bagi anak-anak untuk tetap memperoleh pengetahuan dan keterampilan tanpa membebani ekonomi keluarga. Terbatasnya Akses ke Pendidikan Lanjutan: Meskipun pendidikan dasar dan menengah pertama tersedia, banyak anak yang tidak memiliki akses untuk melanjutkan ke SMA atau SMK, baik karena biaya maupun jarak. Penyuluhan memberikan informasi tentang jalur pendidikan alternatif seperti pendidikan vokasi dan sekolah-sekolah yang menawarkan program beasiswa dan jalur masuk yang lebih terjangkau. Hal ini membuka peluang lebih luas bagi anak-anak di Dusun Warak dan Krambil untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus khawatir dengan biaya atau akses yang terbatas. Minimnya Pemahaman tentang Pendidikan Non-Formal dan Pelatihan Keterampilan: Banyak anak di Dusun Warak dan Krambil yang tidak menyadari bahwa pendidikan non-formal dan pelatihan keterampilan bisa menjadi alternatif untuk memperoleh masa depan yang lebih baik. Penyuluhan memperkenalkan berbagai pilihan pendidikan non-formal, seperti kursus komputer, pelatihan menjahit, dan keterampilan lainnya yang relevan dengan pasar kerja. Dengan memberikan Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Muhammad Dimas Prasetyo. Muhammad Khalif Threenanta. Oscar Wardhana Windro Saputro informasi ini, anak-anak dan keluarga mereka mulai memahami bahwa pendidikan bukan hanya sebatas di sekolah formal, melainkan juga bisa diperoleh melalui keterampilan yang dapat langsung diterapkan di dunia kerja. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Penyuluhan yang dilakukan di Dusun Warak dan Krambil telah memberikan dampak positif terhadap pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendidikan dan berbagai alternatif untuk melanjutkan pendidikan meskipun ada keterbatasan. Beberapa masalah utama seperti kurangnya motivasi, keterbatasan ekonomi, terbatasnya akses pendidikan lanjutan, dan minimnya pemahaman mengenai pendidikan non-formal berhasil diatasi dengan memberikan informasi yang lebih luas dan Dengan penekanan pada manfaat jangka panjang pendidikan dan peluang beasiswa serta pelatihan keterampilan, masyarakat Dusun Warak dan Krambil semakin menyadari bahwa pendidikan adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup dan membuka berbagai peluang kerja. Secara keseluruhan, kegiatan penyuluhan ini berhasil memberikan pemahaman baru yang dapat mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat, serta memberikan alternatif solusi bagi anakanak yang memiliki keterbatasan dalam melanjutkan pendidikan formal. DAFTAR PUSTAKA