HUBUNGAN PARIETAS DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DI PUSKESMAS DUM DISTRIK SORONG KEPULAUANKOTA SORONG *Wahyuni Maria Prasetyo Hutomo1 *STIKES Papua (Ilmu Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Papua, Sorong, Indonesia)1 Corresponding Author: yunihutomo92@gmail.com/ 081241868885 Info Artikel Sejarah artikel Diterima : 10.05.2021 Disetujui : 10.05.2021 Dipublikasi : 31.05.2021 Keywords:Parietas; Antenatal Care; Ibu Hamil Trimester III Abstrak Menurut data Dinas Kesehatan Kota Sorong periode tahun 2019 menunjukan bahwa di puskesmas Dum Distrik Sorong Kepulauan Kota Sorong memiliki cakupan kunjungan antenatal care yang masih rendah jika dibandingkan dengan puskesmas sorong timur dan puskesmas malawei distrik manoi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan parietas dengan antenatal care (ANC) di Puskesmas Dum Distrik Sorong Kepulauan Kota Sorong. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua ibu hamil trimester III sebanyak 30 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Tekniksampling yang digunakan yaitu total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan yaitu uji chi- square. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan Parietas (p- value=0,010), dengan kunjungan antenatal care di Puskesmas Dum Distrik Sorong Kepulauan Kota Sorong. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan dan Parietas dengan kunjungan antenatal care di Puskesmas Dum Distrik Sorong Kepulauan Kota Sorong. Diharapkan bagi petugas kesehatan di Puskesmas Dum Distrik Sorong Kepulauan Kota Sorong agar lebih meningkatkan pelayanan terkait antenatal care. Kata kunci: Parietas; Perawatan Antenatal; Ibu Hamil Trimester III Pariety Relationship With Anthenatal Care Visits In Puskesmas Dum District Sorong Kepulauan Sorong City Abstrak According to data from the Sorong City Health Office for the period 2019, it shows that at the Dum Puskesmas, Sorong Islands, Sorong City, the coverage of antenatal care visits is still low when compared to the East Sorong Health Center and the Malawei Puskesmas in the Manoi District. The purpose of this study was to see the relationship between parietas and antenatal care (ANC) at the Dum Puskesmas, Sorong District, Sorong Islands City. This type of research is quantitative with a cross sectional approach. The study population was all 30 trimester III pregnant women. The number of samples in this study were 30 people. The sampling technique used is total sampling. The instrument used was a questionnaire. The statistical test used is the chi-square test. The results showed that there was a relationship between Parietas (p-value = 0.010), with antenatal care visits at the Dum Puskesmas, Sorong District, Sorong Islands, Sorong City. This study concludes that there is a relationship between and Parietas with antenatal care visits at Puskesmas Dum, Sorong District, Sorong Islands, Sorong City. It is hoped that health workers at the Dum Puskesmas, Sorong, Kepulauan Sorong District, should improve services related to antenatal care. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 16 Nomor 2 Tahun 2021 ● eISSN : 2302-2531 61 Pendahuluan Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2017 angka kematian ibu (AKI) di dunia masih sangat tinggi. Setiap hari 830 ibu di dunia meninggal akibat penyakit atau komplikasi yang terjadi pada masa kehamilan dan persalinan. Menurut hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 menunjukan AKI sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini menurun menjadi 305 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015. Namun ini belum berhasil mencapai target Millenium Development Goals (MDGs), target yang harus dicapai yaitu sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup (Kementeriankesehatan, 2018). Berdasarkan hasil utama Riskesdas pada periode tahun 2013-2018 menunjukkan cakupan kunjungan antenatal care di Indonesia sebesar 95,4% dengan target SDKI 2017 yaitu 98%. Dengan kunjungan pemeriksaan kehamilan K1 sebesar 86% dan K4 sebesar 74,1%(3). Secara nasional cakupan K1 adalah 81,6% dan cakupan K4 sebesar 88,4%. Cakupan kunjungan antenatal care di Indonesia pada tahun 2019 adalah K1 sebanyak 82,9% dan K4 88,4%, sedangkan di Papua Barat sendiri cakupan kunjungan K1 dan K4 masih tergolong rendah yaitu K1 sebanyak 60,8% dan K4 48,2% (Kementerian Kesehatan, 2019). Faktor yang mempengaruhi cakupan kunjungan ibu hamil. Menurut teori terdapat faktor predisposisi (umur, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan dan sikap ibu hamil), faktor pemungkin (sarana dan prasarana, transport, penghasilan keluarga, jarak dan fasilitas kesehatan) dan faktor penguat (sikap dan perilaku petugas kesehatan, tokoh agama dan tokoh masyarakat, dukungan suami) yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang termasuk mempengaruhi perilaku ibu hamil dalam melakukan kunjungan ANC (Notoatmodjo, 2016). Cakupan pelayanan ANC dapat dilihat melalui pelayanan kunjungan baru ibu hamil (K1) sesuai standar paling sedikit 4 kali (K4) dengan distribusi sekali pada trimester tiga (Prawirohardjo, 2010). Kunjungan pemeriksaan kehamilan K4 di Indonesia belum memenuhi target yakni hanya 87,10% dari target RENSTRA 95% pada tahun 2015 (Profil Data Kesehatan Indonesia, 2015). Menurut Depkes RI (2012) ada beberapa faktor yang berkaitan dengan kunjungan K1 dan K4 ibu hamil diantaranya adalah faktor dari dalam ibu (paritas dan usia) dan faktor dari luar ibu. Parietas adalah jumlah anak yang pernah dilahirkan hidup yaitu kondisi yang menggambarkan kelahiran sekelompok atau beberapa kelompok wanita selama masa reproduksi (suparyanto,2012). Klasifikasi parietas primipara wanita yang telah melahirkan seorang anak, yang cukup besar untuk hidup didunia luar. Multipara adalah wanita yang pernah melahirkan bati beberapa kali dan grendemultifara adalah wanita yang pernah melahirkan bayi 6 kali ayau lebih hidup atau mati. Parietas yang paling aman di tinjau dari sudut kematian maternal dan perinatal adalah parietas 23. Parietas 1 dan >4 mempunyai angkat kematian meternal lebih tinggi (Wiknjosastro,2012). Menurut data Dinas Kesehatan Kota Sorong periode tahun 2019 menunjukan bahwa di Puskesmas Dum Distrik Sorong Kepulauan Kota Sorong memiliki cakupan kunjungan antenatal care yang masih rendah jika dibandingkan dengan Puskesmas Sorong Timur dan Puskesmas Malawei Distrik Manoi. Cakupan kunjungan antenatal care di Puskesmas Sorong Timur pada tahun 2019 sebanyak 1.414 ibu hamil dengan cakupan kunjungan K1 sebanyak 83,4% dan cakupan kunjungan K4 sebanyak 73,7% dan di Puskesmas Malawei Distrik Manoi sebanyak 1125 ibu hamil dengan cakupan kunjungan K1 sebanyak 85%. Data yang diperoleh dari hasil studi pendahuluan pada tanggal 09 November 2020 di Puskesmas Dum Distrik Sorong Kepulauan Kota Sorong jumlah ibu hamil yaitu sebanyak 44 orang, yang terdiri dari trimester I sebanyak 10 orang, trimester II sebanyak 30 orang, trimester III sebanyak 4 orang. Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Hubungan Parietas Dengan Kunjungan Antenatal care (ANC) Puskesmas Dum Distrik Sorong Kepulauan Kota Sorong”. Bahan dan Metode Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan januari 2021 di puskesmas dum distrik sorong kepulauan kota sorong, Jenis penelitian ini penelitian kuantitatif dengan pendekatan rancangan cross sectional, Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III yang melakukan pemeriksaan antenatal care di Puskesmas Dum Distrik Sorong Kepulauan Kota Sorong sebanyak 30 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang ibu hamil diperoleh dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan Data Penelitian melalui tahap persiapan yang meliputi penyusunan rencana penelitan, pembuatan instrumen penelitian, Tahap kedua yaitu tahap pelaksanaan pengumpulan data yang dilakukan pada masa pandemik covid-19, sehingga peneliti menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan covid-19. Untuk memperoleh informasi dari responden, peneliti menggunakan lembaran kuesioner. Dalam tahap Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 16 Nomor 2 Tahun 2021 ● eISSN : 2302-2531 62 ini peneliti menjelaskan maksud dan tujuan penelitian, kemudian meminta persetujuan responden. Peneliti membagikan kuesioner dan setelah selesai pengisian, peneliti memeriksa kembali kuesioner yang telah diisi oleh responden dan selanjutnya dilakukan pengolahan . Pengolahan Data Analisis Data Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat yang merupakan analisis untuk melihat hubungan Parietas dengan antenatal care. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% didapatkan pvalue < 0,05 (Sugiyono, 2016). Hasil Penelitian 1. Analisis Univariat Tabel 1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Di Puskesmas Dum Distrik Sorong Kepulauan Kota Sorong (n=30) Karakteristik n % Usia < 20 4 13,3 20-35 23 76,7 > 35 3 10,0 Pendidikan 2 6,7 SD SMP 5 16,7 SMA 22 73,3 S1 1 3,3 Berdasarkan tabel 1 diketahui responden terbanyak untuk kategori umur ibu hamil terdapat pada kelompok umur 20-35 sebanyak 23 responden (76,7%), kategori pendidikan terakhir dari ibu hamil terdapat pada kelompok pendidikan sebanyak 22 responden (73,7%). a. Parietas Parietas Nullipara Primipara Multipara Total Tabel 2 Distribusi Parietas Responden Di Puskesmas Dum Distrik Sorong Kepulauan Kota Sorong n % 3 9 18 30 10 30 60 100 Berdasarkan tabel 2 diketahui terdapat 30 responden terbanyak untuk kategori Parietas pada kelompok Multipara & terendah pada kelompok parietas Nullipara. b. Kunjungan Antenatal Care Tabel 3. Distribusi Parietas Responden Di Puskesmas Dum Distrik Sorong Kepulauan Kota Sorong Kunjungan Antenatal Care n % Patuh 16 53.3 Tidak Patuh 14 46.7 Total 30 100 Berdasarkan tabel 3 diketahui terdapat 30 responden untuk kategori Kunjungan Antenatal lebih banyak yang Patuh dalam melakukan Kunjungan Antenatal care. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 16 Nomor 2 Tahun 2021 ● eISSN : 2302-2531 63 2. Analisis Bivariat Parietas Nullipara Primipara Multipara Total Tabel 2 Distribusi Kunjungan Responden Antenatal care di Puskesmas Dum Distrik Sorong Kepulauan Kota Sorong Patuh Tidak patuh p Value n % n % 0 0.0 3 10.0 1 5.0 8 25.0 0,010 15 50.0 3 10.0 16 55.0 14 45.0 Diketahui bahwa dari sebanyak 16 responden (55,0%) yang patuh dalam melakukan kunjungan antenatal care, 15 responden (50,0%) merupakan ibu trimester tiga yang telah melahirkan seorang anak lebih dari satu kali (Multipara). hasil uji chi-square dari hubungan Parietas dengan kunjungan antenatal care diperoleh pvalue = 0,010 atau p-value < 0,05, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti ada hubungan antara sikap dengan kunjungan antenatal care. karena ibu hamil merasa berada pada posisi aman atau umur yang tidak berisiko. Pembahasan Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan Berdasarkan parietas diketahui bahwa dari 30 penelitian Sri Daryanti 2019, yang menyatakan responden, Ibu hamil dengan Parietas Multipara bahwa ada hubungan anatara paritas ibu dengan terlihat lebih patuh dikarenakan mereka sudah pemeriksaan antenatal care di pmb sleman berpengalaman Ibu multipara merasa setiap yogyakarta yang memperlihatkan bahwa justru kehamilan itu berbeda keadaan dan kondisi akan ibu dengan paritas tinggi yang banyak berbedabeda. Pada masa pandemic Covid-19 ibu melakukan pemeriksaan antenatal care tidak multipara merasa pengalaman kehamilan teratur. Hal ini dikarenakan adanya faktor jarak sebelumnya tidak bisa dijadikan ukuran untuk tidak tempat tinggal sehingga mempengaruhi ibu teratur berkunjung ke puskesmas hasil penelitianini melakukan pemeriksaan kehamilan (ANC) menunjukkan ada hubungan antara Parietas dengan secara teratur. kunjungan antenatal care Puskesmas Dum Distrik Menurut hasil penelitian Gita Nirmala dkk Sorong. 2014 , jumlah responden 49 diketahui bahwa dari Menurut peneliti, Parietas sangat 20 responden dengan paritas primipara sebagian mempengaruhi kunjungan antenatal care, karena besar teratur dalam pemanfaatan pelayanan pengalaman kehamilan ataupun kelahiran mampu antenatal yaitu 15 sementara dan dari 29 mendorong dan mempengaruhi perilaku manusia responden dengan parietas multipara sebagian dalam melakukan sesuatu. Hal ini dipengaruhi oleh besar tidak teratur dalam pemanfaatan pelayanan pengetahuan, informasi dan pemahaman yang baik antenatal yaitu 19 orang responden. Hasil dari ibu hamil tentang pentingnya pemeriksaan penelitina menunjukan ada hubungan bermakna kehamilan. Pengalaman yang kuat akan antara Parietas dengan pemanfaatan pelayanan membentuk karakter seseorang yang disebut antenatal. prinsip. Ibu hamil yang memiliki prinsip untuk Terdapat perbedaan hasil penelitian dengan hidup sehat akan selalu mencoba sebaik mungkin hasil penelitian Gita Nirmala dkk 2014, dan melakukan apa saja demi kesehatannya dan perbedaan terdapat pada jumlah responden, keselamatan janin sebagai salah satu bagian dari kepatuhan primipara & multipara, dimana hasil keluarganya. Salah satu yang bisa dilakukan ibu penelitian ini memperlihatkan kepatuhan lebih dimasa pendemi Covid-19 adalah dengan menjaga banyak dilakukan oleh multipara sementara hasil kesehatan dengan melakukan kunjungan antenatal peneliti Gita Nirmala dkk 2014 memperoleh care sesuai dengan standar yang ditetapkan atau kepatuhan lebih banyak pada ibu primipara. melakukan pemeriksaan dengan tepat waktu. Perbedaan juga terletak pada situasi dan keadaan Berdasarkan observasi peneliti di Puskesmas georafis. Peneliti berasumsi parietas tetap Dum Distrik Sorong Kepulauan Kota Sorong memiliki pengaruh pada dalam keputusan untuk terdapat beberapa faktor yang bisa mempengaruhi patuh ataupun tidak patuh dalam kunjungan keputusan ibu hamil untuk tidak patuh dalam antenatal care. melakukan kunjungan antenatal care, salah satunya adalah masa pandemic covid-19, sebagian Kesimpulan dari ibu primipara diawal kehamilan belum berani Terdapat Hubungan Parietas Dengan mengunjungi pelayanan kesehatan, belum Kunjungan Antenatal care (ANC) Puskesmas menerima dan menyerap informasi terkait Dum Distrik Sorong Kepulauan Kota Sorong. pentingnya melakukan pemeriksaan antenatal care. Faktor lainnya adalah faktor umur dimana Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 16 Nomor 2 Tahun 2021 ● eISSN : 2302-2531 64 Saran Diharapkan bagi pelayanan kesehatan di daerah penlitian agar dapat memotivasi masyarakat sekitar terutama kepada ibu dengan parietas untuk melaukan kunjungan anenatal care untuk mengetahui kesehatan secara dini. Kesehatan Papua Sorong dan Puskesmas Dum Distrik Sorong Kepulauan Kota Sorong yang secara berkesinambungan memberikan dukungan untuk melakukan Tridarma perguruan tinggi, Semua Responden ibu hamil di Puskesmas Dum Distrik Sorong Kepulauan Kota Sorong yang bersedia meluangkan waktu dan berpartisipasi. Ucapan Terima Kasih Mengucapkan terima kasih kepada pihakpihak yang telah mendukung: sekolah tinggi ilmu Referensi Asnawati, 2018. Pengaruh Terapi Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia. Skripsi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mandala Waluya Kendari: Anastasi, Widyo, Retno, 2012. Tindakan Slow Stroke Back Massage Dalam Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi. Urnal Stikes RS Baptis Kediri. Diakses pada tanggal 31 juli Beevers, Seri Kesehatan Bimbingan Dokter Pada Tekanan Darah. Jakarta : PT Dian Rakyat Bagus, Rian Satria, 2018. Pengaruh Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Di Desa Jati Blimbing RT 3 RW 1 Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto 2018: bagusriansatria@gmail.com. Christina Febri Sabattani, Machmuda, Mamat Supriyono, 2016. Efektivitas Rendam Kaki Dengan Air Hangat TerhadapPenurunan Tekanan Darah Pada Ibu Hamil Penderita Preeklamsi Di Puskesmas Ngaliyan Semarang. Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang. Dosen Jurusan Keperawatan Universitas Muhammadiyah Semarang. Diakses pada tanggal 7 february Dr. Hasdiana HR, M.Si & dr. Sentot I.S MM, 2014. Patologi Dan PatofisiologiPenyakit. Yogyakarta : Medical Book Dinkes, Prov Sultra, Data kasus Hipertensi. 2016-2017. 2018. Daniel Akbar Wibowo & Laila Purnamasari, 2018. Pemgaruh Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Kualitas Tidur Pada Lansia Di Wilaya Kerja Puskesmas Handapherang Kabupaten Ciamis Tahun 2018. Fakultas ilmu Fitriana Putri, Ns. Luh Titi Handayani, MuhammadAmin Huda, 2017. Pengaruh Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Pemenuhan Tidur Pada Pasien Preoperatif Finseal L. Was, Budi T. Ratang, Jootje M.L. Umboh. Faktor-faktor YangBerhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Puskesmas Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara Periode Desember 201 3-Mei 2014. Diakses pada tanggal 31 juli Gito, Reni Dwi Setyaningsih, Refa Teja Muti. Pengaruh Pemberian Terapi Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi. Program Keperawatan S1.Stikes Harapan Bangsa Purwokerto. Guyton & Hall, 2007. Fisiologi Kedokteran. Jakarta : Buku Kedokteran EGC Lina Dwi, 2016. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Hipertensi Di Wilayah Kera Puskesmas Demak II Miftahul Ulya, 2017. Pengaruh Merendam Kaki Dengan Air Hangat Dan Inhalasi Aroma Terapi Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi. Skripsi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Diakses pada tanggal 7 februari Notoatmodjo Soekidjo, 2012.Metodologi Penelitian. Jakarta : PT Rineka Cipta Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 16 Nomor 2 Tahun 2021 ● eISSN : 2302-2531 65 Ni Made Ferayanti, Rizky Erwanto, Adi Sucipto, 2017. efektivitas Terapi Rendam Kaki Air Hangat Dan Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Tekanan Darah.Universitas Respati Yogyakarta. Jurnal Keperawatan dan Pemikir Ilmia. Diakses pada tanggal 7 februari Rilie Fardya Dedullah, 2013. Hubungan Antar Faktor Risiko Hipertensi Dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Di Kelurahan Motoboi Kecil Kecamatan Kotamobagu Selatan Kotamobagu. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Yora Nopriani, 2018. Efektivitas Kombinasi Relaksasi Otot Progresif dan Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 16 Nomor 2 Tahun 2021 ● eISSN : 2302-2531 66