Lilis susanti PEMINATAN KELUARGA BERENCANA (KB) PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS 1 ULU PALEMBANG Lilis susanti Program Studi Di Kebidanan. Institut ilmu kesehatan dan teknologi Muhammadiyah Palembang. Jl. Jend. Yani 13 Ulu Palembang Email : Lilissusanti043@gmail. Abstrak Keluarga Berencana ( K B ) a d a l a h proses yang disadari oleh pasangan untuk memutuskan jumlah dan jarak anak serta waktu kelahiran untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak serta pengendalian pertumbuhan penduduk Indonesia, khususnya di masa Pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran peminatan keluarga berecana pada masa pandemi Covid-19. Metode penelitian ini menggunakan desain survei deskriptif, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampel. Yaitu 3367 peserta kb aktif. Alat pengumpulan data menggunakan dokumentasi hasil pencapaian keluarga berencana. Hasil penelitian menunjukan peserta keluarga berencana aktif pada masa Pandemi Covid-19 mengalami kenaikan pada peserta KB aktif sekitar . ,55%), kenaikan pada semua jenis kontrasepsi peserta KB aktif yaitu peserta KB Aktif (MKJP) untuk IUD naik . ,15%) MOP tidak ada kenaikan . %) MOW naik . ,10%) dan Implan naik . ,15%). Untuk Akseptor KB Aktif (Non MKJP) yaitu Suntik naik . ,2%) Pil naik . ,28%) dan Kondom naik . ,9%). sedangkan peserta KB Baru mengalami penurunan sekitar . ,48%) sementar hasil pencapaian penggunan macam-macam alat kontrasepsi pada KB Baru yang mengalami penurunan pada peserta KB Baru (MKJP) yaitu IUD turun . ,12%). MOW . ,1%) dan yang mengalami kenaikan yaitu Implan naik . ,32%), peserta KB Baru (Non MKJP) yang turun yaitu Suntik turun . ,36%) Pil turun . ,1%) dan Kondom turun 0,2%. Dan MOP tetap 0% tidak ada penambahan peserta baru. jika dibandingkan dengan Target melebihi target pada peserta KB Aktif dan peserta KB Baru kurang dari target. Kata kunci : Peminatan. Keluarga Berencana. Covid-19 Abstract Family Planning (KB) is a process that is realized by couples to decide the number and spacing of children and the time of birth to improve the welfare of mothers and children and control Indonesian population growth, especially during the Covid-19 Pandemic. to describe the interest in family planning during the Covid-19 pandemic. This research uses a descriptive survey design, the sampling technigue uses a total sample. Namey 3367 active family planning participants. The data collection tool uses family planing. achievent decumentation. the results of the study showed that active family planning participants during the Covid-19 pandemic experienced an increase in active family planning participants . 55%), an increase in all types of contraceptives for active family planning participants, participants, namely the IUD decreased . 12%). MOW . 1 %) and those that experienced and increase were Implants increased . 32%). New KB (Non MKJP) participants decreased, namely injections decreased . 36%). Pills decreased . 1%) and Condoms decreased And MOP remains 0%, no new participants added. when compared to the Target exceeds the target for Active KB participants and new KB participants are less than the target Keywords: Specialization. Family Planning. Covid-19 Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Lilis susanti PENDAHULUAN Pandemi COVID-19 dampak terhadap banyak hal diantaranya terjadinya pengurangan kunjungan masyarakat pada fasilitas kesehatan. Fenomena ini juga berakibat pada penurunan jumlah peserta KB aktif, maupun peserta KB baru yang ingin mendapatkan pelayanan keluarga berencana melalui fasilitas kesehatan. Meningkatnya risiko kehamilan yang tidak diinginkan, dikesampingkan dan kekerasan berbasis . onfensi pres BKKBN 2. Laju Indonesia memiliki kecenderungan menurun dari tahun ke tahun. Kebijakan pemerintah untuk menekan angka pertumbuhan penduduk dengan program Keluarga Berencana (KB) menunjukan hasil yang bagus untuk menekan Namun merebaknya wabah Covid-19 menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya jumlah kelahiran akibat pandemi Covid-19. (BKKBN,2. Kepala Badan nasional penanggulangan Bencana menyatakan bahwa Corona Virus Disease 19 (Covid-. melalui Keputusan nomor 9 A Tahun 2020 diperpanjang melalui Keputusan nomor 13 A tahun 2020 sebagai Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia. Sampai tanggal 7 November 2021 Covid-19 telah menginfeksi 165 penduduk Indonesia, dengan jumlah kasus sembuh 4. 795 kasus, meninggal, 143. 545 sebagian besar kasus terkonfirmasi dari usia produktif sebesar Dalam menghadapi wabah bencana Covid-19 ini dilakukan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk pencegahan Covid-19. Kondisi ini menyebabkan dampak terhadap kelangsungan kesehatan masyarakat, termasuk pelayanan KB dan kesehatan reproduksi (Kemenkes, 2. Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia. Sampai tanggal 7 November 2021 Covid-19 telah menginfeksi penduduk Indonesia, dengan jumlah kasus 795 kasus, meninggal, 143. sebagian besar kasus terkonfirmasi dari usia produktif sebesar 44%. Dalam menghadapi wabah bencana Covid-19 ini dilakukan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk pencegahan penularan Covid-19. Kondisi ini menyebabkan dampak terhadap kelangsungan kesehatan masyarakat, termasuk pelayanan KB dan kesehatan reproduksi (Kemenkes, 2. Pelayanan Keluarga Berencana (KB) dalam situasi Pandemi Covid-19 Tunda kehamilan sampai kondisi berakhir. Akseptor KB sebaiknya tidak datang ke petugas Kesehatan, kecuali yang mempunyai keluhan, dengan syarat membuat perjanjian terlebih dahulu dengan petugas Kesehatan. Bagi akseptor IUD/Implan yang sudah habis masa pakainya, jika tidak memungkinkan untuk datang ke petugas Kesehatan dapat menggunakan kondom yang dapat diperoleh dengan menghubungi petugas PLKB atau kader melalui telfon. Apabila tidak tersedia bisa menggunakan cara . antang senggama terputu. Bagi Suntik diharapkan datang ke kesehatan sesuai jadwal dengan membuat Jika kondom yang dapat diperoleh dengan menghubungi petugas PLKB atau kader melalui telfon. Apabila tidak tersedia bisa menggunakan cara tradisional . antang berkala atau senggama terputu. Bagi Pil menghubungi petugas PLKB atau kader atau Petugas Kesehatan via telfon untuk mendapatkan Pil KB. Ibu yang sudah menggunakan KB Pasca Persalinan (KBPP). Materi Komunikasi. Informasi, dan Edukasi (KIE) konseling terkait KB dapat secara online atau konsultasi via telpon. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019 menurut BKKBN menyatakan angka 961 jiwa. Dilihat dari Angka kelahiran 2019 sebesar 18,1% dan 17,9% per 1000 penduduk. Maka angka kelahiran kasar pada 2020 17,7% Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Lilis susanti kelahiran per 1000 penduduk saja. Namun perkiraan pertambahan 400-500 ribu kelahiran pada tahun 2020 hingga awal 2021 akibat menurunnya penggunaan kontrasepsi selama pandemi Covid-19. (Profil Kesehatan Indonesia 2. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2020 tercatat jumah pendudukan kota Palembang sebanyak 1,67 juta jiwa (BPS). Kepala BKKBN, dr. Hasto Wardoyo. Sp. OG(K) AuTerjadinya penurunan akses terhadap layanan fasilitas kesehatan selama pandemi. dampak akan berakibat terjadinya unwanted pregnancy dan mistimed pregnancy atau kehamilan tidak dikehendaki, karena sebelum pandemi angkanya rata-rata sudah 17,5% dan di kota besar kecenderungannya lebih tinggi, juga terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, perceraian, stunting, kematian ibu dan bayi. (BKKBN). Berdasarkan data BKKBN Propinsi Sumatera Selatan jumlah pasangan usia suber (PUS) sebanyak 301 008 PUS pada tahun 2019 dan terjadi peningkatan menjadi 304 544 PUS pada tahun 2020, dan peserta KB aktip pada tahun 2019 sebanyak 231 594 peserta sedangakan pada 2020 sebanyak 235 075 peserta kb aktif artinya penguna kb ada tahun 2020 mengalami peningaktan dibanding tahun Dari seluru alat kontrasepsi yang ada alat/obat kontrasepsi MOP 1083 peserta paling sdikit digunakan, sedangkan alat konrasepsi yang paling banyak di minati alat kontrasepsi suntik sebanyak 81486 peserta. Rendahnya partisipasi suami menjadi peserta KB disebabkan karena kurangnya kesadaran suami untuk menjadi peserta KB dan menganggap bahwa KB adalah urusan wanita serta terbatasnya pilihan alat kontrasepsi disediakan bagi pria . ( BPS 2. Berdasarkan data dari kecamatan seberang ulu I jumlah penduduk tahun 2020 122 jiwa terdiri laki-laki 496 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 46. 626 jiwa. Sedangan Jumlah wanita usia subur (WUS) di puskesmas kelurahan 4 ulu berjumlah 6. jiwa dan jumlah penguna peserta KB aktif tahun 2020, 259 jiwa. Artinya masih konrasepsi, dan pada tahun 2021 terjadinya penurunan pengena kb aktif menjadi 3113 Namun jika kita melihat dari data puskesmas pada tahun 2021 terjainya penurunan pengunan kB. Dan jikan peserta kb aktif terjadinya penurunan terus menerus makan jumlah penduduk di kelurahan 4 ulu akan terjainya peningkatan, karenan masih ada PUS. yang belum mengunakan KB, dimana tujuan KB itu sendiri untuk menekan laju pertumbuhan penduduk semangkin padat. Dari data tersebut maka peneliti mau meneliti peminatan keluarga berencana (KB) pada mas pandemi covid-19 di puskesmas 1 ulu palembang. Tujuan penelitian penelitian ini adalah untuk mengetahui peminat program keluarga berencana (KB) pada masa pandemi Covid-19 di Puskesmas 1 METODE Penelitian ini menggunakan desain deskriptif survei. Deskriptif survei merupakan suatu cara penelitian deskriptif yang dilakukan terhadap sekumpulan objek yang biasanya cukup banyak dalam waktu tertentu. Informasi yang didapatkan biasanya berhubungan dengan prevalensi, distribusi dalam suatu populasi dan tidak ada intervensi. Selain itu, deskriptif survei dapat digunakan untuk menyusun perencanaan perbaikan dari suatu program (Kartika, 2. Penelitian yang akan dilakukan ini menggunakan desain deskriptif survei. Deskriptif survei merupakan suatu cara penelitian deskriptif yang dilakukan terhadap sekumpulan objek yang biasanya cukup banyak dalam waktu tertentu. Informasi yang didapatkan biasanya berhubungan dengan prevalensi, distribusi dalam suatu populasi dan tidak ada intervensi. Selain itu, deskriptif survei dapat digunakan untuk menyusun perencanaan perbaikan dari suatu program (Kartika, 2. Penelitian yang akan dilakukan ini mengambil hasil dokumentasi data pencapaian KB pada masa pandemi Covid-19 di Puskesmas 1 ulu. Populasi dalam dokumentasi data pencapaian KB pada masa pandemi Covid-19 Tahun 2021 di Puskesmas 1 ulu. Teknik pengambilan sampel ialah total sampling atau sampel jenuh yaitu. pengambilan sampel dengan mengambil Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Lilis susanti semua anggota populasi untuk dijadikan sampel pada penelitian tersebut yaitu data KB di Puskesmmas 1 ulu Pelembang yang berjumlah 3367 peserta KB aktif. data dalam penelitian ini menggunakan jenis data sekunder, data sekunder merupakan data yang diperoleh atau dikumpulkan peneliti dari berbagai sumber yang telah ada berupa data dokumentasi atau laporan . Tabel 4. Hasil Pencapaian Penggunaan Macam-Macam Alat Kontrasepsi (Non MKJP) KB Aktif Jenis Suntik Pil Kondom HASIL Hasil Pencapaian Akseptor KB Aktif tahun 2020 dan 2021 Keterangan IUD MOP MOW Implan 7,19 % 0,24 % 5,73 % 7,34 % 0,34 % 5,88 % Naik 0,15% Naik 0,% Naik 0,10% Naik 0,15% Hasil Pencapaian Penggunaan Macam-Macam Alat Kontrasepsi (Non MKJP) KB Aktif Keterangan Naik 0,2% Naik 0,28% Naik 0,9% Akseptor peserta KB baru Tabel 5. Hasil Pencapaian peserta KB baru Peserta KB 2,19% Hasil Pencapaian Penggunaan Macam-Macam Alat Kontrasepsi (MKJP) KB Aktif Jenis Jenis 76,97 % 76,77 % 8,24 % 7,96 % 2,24 % 2,15 % Hasil Pencapaian peserta KB baru tahun 2020 dan 2021 Akseptor KB Aktif Tabel 4. Hasil Pencapaian Akseptor KB Aktif di puskesmas 1 ulu Peserta KB Peserta KB Keterangan 86,25 %, 86,80 % Naik 0,55% Tabel 4. Hasil Pencapaian Penggunaan Macam-Macam Alat Kontrasepsi (MKJP) KB Aktif Peserta KB 1,71% Keterangan Turun 0,48% Macam- Macam Alat Kontrasepsi (MKJP) KB Baru Tabel 5. Penggunaan Macam- Macam Alat Kontrasepsi (MKJP) KB Baru Puskesmas 1 Ulu Keterangan IUD 6,12% 5,0% Turun 1,12 % MOP 0 % Tetap 0,% MOW 9% Turun 0,1% Implan 3,8% 4,40% Naik 1,32% Pencapaian penggunaan macammacam Alat Kontrasepsi (Non MKJP) KB Baru Tabel 5. Pencapaian penggunaan macam- macam Alat Kontrasepsi (Non MKJP) KB Baru Puskesmas 1 Ulu Jenis Suntik Pil Kondom Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Keterangan 78,11% 76,75% Turun1,36% 20,34 % 19,24% Turun 1,1 % Turun 0,2% Lilis susanti Hasil perbandingan pencapaian akseptor KB aktif dengan target pencapaian masa pendemik covid 19 pada tahun 2020 dn 2021. Akseptor /peserta KB aktif Tabel 6. Perbandingan capaian peserta KB aktif dengan target Puskesmas 1 Ulu Tahun Peserta KB Aktif 75,25 %, 80,80 % Target Keterangan Lebih dari Target Lebih dari Target Selisih Target 5,25% 5,80% Hasil pencapaian penggunaan alat kontrasepsi (MKJP) baru Tabel 4. Hasil pencapaian penggunaan alat kontrasepsi (MKJP) baru Jenis Tahun Perbandingan IUD MOP MOW Implan 6,1% 0,8% 3,8% Akseptor 0,40% Target Kurang Kurang Kurang Kurang Keterangan 6,2% Selisih Target 4,9% 0,4% 0,9% 4,40% Akseptor 0,40% Target Kurang Kurang Kurang Kurang Keterangan 5,6% Selisih Target 4,9% 0,4% Hasil pencapaian penggunaan alat kontrasepsi (Non MKJP) baru Tabel 4. Hasil pencapaian penggunaan alat kontrasepsi (NonMKJP) baru Jenis Tahun Perbandingan Suntik PIl Kondom 78,97 20,34% 1,5% Akseptor Target 70,15% 2,5% Lebih Kurang Kurang Keterangan Selisih Target Keterangan 8,97% 76,97 % 70,15% Lebih 19,66% 22,34% Kurang 1,3% 2,5% Kurang Selisih Target 6,97% 17,66% 1,2% Akseptor Target Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Lilis susanti PEMBAHASAN Hasil Pencapaian Akseptor KB Aktif tahun 2020 dan 2021 Akseptor KB/peserta KB adalah pasangan usia subur yang suami/isterinya sedang memakai atau menggunakan salah satu alat/cara kontrasepsi moderen pada tahun pelaksanaan pendataan keluarga. Dalam pengertian ini tidak termasuk cara cara kontrasepsi tradisional seperti pijat urut, jamu dan juga tidak termasuk cara cara KB alamiah seperti pantang berkala, senggama terputus dan sebagainya. Sedangkan peserta KB Aktif pasangan PUS yang pada saat ini sedang alat/obat . ttp://aplikasi. Pencapaian akseptor/peserta KB pada pandemi (Covid- . 2020 dan masa pandemi (Covid-. 2021 di Puskesmas 1 ulu kecamtan Sebrang Ulu 1 yaitu pada tahun 2020 akseptor/peserta KB aktif sekitar 3339 . ,25%,) menjadi 3367. ,80%) pada tahun 2021 dilihat dari jumlah ini menunjukan adanya kenaikan sekitar 0,55%. Hasil Peserta KB aktif di Puskesas 1 Ulu dapat dibagi menjadi dua yaitu MKJP dan Non MKJP. Hasil pencapaian dari penggunaan macam-macam alat kontrasepsi (MKJP) pada KB aktif pada masa pandemi (Covid. tahun 2020 dan masa pandemi (Covid-. tahun 2021 di Puskesmas 1 Ulu kecamatan seberang Ulu I yaitu penggunaan alat kontrasepsi jenis IUD pada Akseptor/peserta KB aktif dari sekitar 7,19% pada tahun menjadi sekitar 7,34% pada tahun 2021, penggunaan alat kontrasepsi MOP dari sekitar 0,30% pada tahun 2020 menjadi sekitar 0,10 % pada tahun 2021 Penggunaan kontrasepsi MOW dari sekitar 0,24% menjadi 0,34% pada tahun 2020. Penggunaan alat kontrasepsi jenis Implan dari sekitar 5,73% menjadi sekitar 5,88%, hal ini menunjukan adanya kenaikan pada pencapaian penggunaan alat kontrasepsi (MKJP) KB aktif, yaitu IUD naik sekitar 0,15%. MOP naik sekitar 0,26%. MOW naik sekitar 0,14 % dan Impan naik sekitar 0,15%. Sedangkan hasil pencapaian dari penggunaan macam-macam alat kontrasepsi (Non MKJP) pada KB aktif saat masa pandemi (Covid-. 2020 dan masa pandemi (Covid-. 2021 di Puskesmas 1 Ulu yaitu penggunaan alat kontrasepsi jenis Suntik pada peserta KB aktif dari sekitar 75,97% pada tahun 2020 menjadi sekitar 75,77% pada Penggunaan alat kontrasepsi Pil dari sekitar 8,24% pada tahun 2020 menjadi sekitar 7,96% pada tahun Penggunaan kontrasepsi Kondom dari sekitar 2,24% menjadi sekitar 2,15 % pada tahun 2021. hal ini menunjukan adanya kenaikan pada pencapaian penggunaan alat kontrasepsi (MKJP) KB aktif, yaitu Suntik naik sekitar 0,2%. Pil naik sekitar 0,28%, dan Kondom naik sekitar 0,09%. Dari data yang didapat peserta KB aktif pada tahun 2020 dan 2021di Puskesmas I Ulu secara keseluru ada Sedangkan pencapaian perserta kb nasional pada tahun 2020 . ttp://bapped. id/dataku/data_dasar/index/371-jumlahpeserta-program-kb-aktif?id_skpd=49 Hasil Pencapaian peserta KB baru tahun 2020 dan 2021 Peserta KB baru iyalah pasanggan usia subur yang pertama kali menggunakan kontrasepsi setelah mengalami kehamilan yang berakhir dengan keguguran atau persalinan. Pencapaian peserta KB baru p a d a masa pandemi (Covid-. 2020 dan masa pandemi (Covid-. 2021 di Puskesmas 1 Ulu yaitu pada tahun 2020 peserta KB baru sekitar 2,19%, menjadi sekitar 1,71% pada tahun 2021 dilihat dari jumlah ini menunjukan adanya penurunan sekitar 0,48% pada peserta KB baru. Hasil pencapaian dari penggunaan macammacam alat kontrasepsi (MKJP) pada KB Baru saat masa pandemi (Covid-. tahun 2020 dan masa pandemi (Covid-. tahun 2021 di Puskesmas 1 Ulu kec seberang ulu I yaitu penggunaan alat kontrasepsi jenis IUD pada peserta KB Baru dari sekitar 6,0% pada menjadi sekitar 7,12% pada tahun 2021, penggunaan alat kontrasepsi MOP dari sekitar 0,8% pada tahun 2021 Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Lilis susanti menjadi sekitar 0,9% pada tahun 2021 Penggunaan kontrasepsi MOW dari sekitar 8% menjadi sekitar 0,9% pada tahun 2021. Penggunaan alat kontrasepsi jenis Implan dari 8% menjadi sekitar 4,40%. kenaikan dan penurunan pada akseptor KB Baru yaitu yang mengalami penurunan kontrasepsi jenis MOP sekitar 0,% dan kontrasepsi jenis Impant naik sekitar 0%. Sedangkan yang mengalami penurunan yaitu kontrasepsi jenis IUD sekitar 1,12% dan kontrasepsi jenis MOW sekitar 0,1%. Sedangkan angka pengunaan metode jangka (MKJP) nasional mengalami peningkatan dari 38,32 pada tahun 2020 menjadi 41,49 pada tahun 2021. Hasil perbandingan pencapaian akseptor KB aktif dengan target pencapaian masa pendemik covid 19 pada tahun 2020 dn 2021. Berdasarkan hasil pencapaian dari penggunaan macam-macam alat kontrasepsi ( Non MKJP) pada KB Baru saat sebelum masa pandemi (Covid-. tahun 2020 dan masa pandemi (Covid-. tahun 2021 di Puskesmas 1 Ulu kec Seberang Ulu I yaitu penggunaan alat kontrasepsi jenis suntik pada peserta KB Baru dari sekitar 78,11% pada tahun 2020 menjadi sekitar 76,75% pada tahun 2021, penggunaan alat kontrasepsi pil dari sekitar 20,34% pada tahun 2020 menjadi sekitar 19,24% pada tahun 2021. Penggunaan kontrasepsi kondom dari sekitar 5% menjadi sekitar 1. 3% pada tahun Dari data diatas menunjukan adanya penurunan dan penaikan penguna alat Hasil perbandingan pencapaian peserta KB aktif dan target Pencapaian penggunaan alat Kontrasepsi tahun 2020 dengan tahun 2021 Dan hasil perbandingan pencapaian macam-macam alat kontrasepsi (MKJP) dengan target tahun 2020 dan masa pendemik tahun 2021 dibandingkan dengan target yang di tentukan di puskesmas 1 ulu terkait peserta KB aktif pertahun menyatakan masih ada yang kurang dari target yang harus dicapai. Hasil perbandingan pencapaian macammacam alat kontrasepsi (Non MKJP) dengan target sebelum pandemi (Covid-. yaitu tahun 2020 dan masa pandemi Covid-. tahun 2021 dibandingkan dengan target yang telah ditentukan dari puskesmas 1 ulu yang harus dicapi terkaid peserta KB pertahun, menyatakan bahwa di Puskesmas 1 ulu kecamatan Sebrang Ulu I ada yang melebihi target dan ada yang masih kurang. Tahun 2020 Pada jenis kontrasepsi yang melebihi dari target yaitu Suntik selisih 8,97%. Sedangkan yang masih kurang yaitu jenis kontrasepsi yaitu Pil selisih sekitar 19,66% dan Kondom selisih sekitar Pada tahun 2021 jenis kontrasepsi yang melebihi dari target yaitu Suntik 6,97% masih kurang yaitu jenis kontrasepsi yaitu Pil selisih 17,66% . Kondom selisih 1,2% . SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN Penelitian dilakukan untuk mengetahui peminatan masyaraka mengunakan alat Keluarga Berencana Penelitian dilakukan untuk mengetahui peminatan masyaraka mengunakan alat Keluarga Berencana. Hasil pencapaian peserta KB tahun 2020 dan 2021 tercatat hasil yang di dapatkan untuk akseptor KB aktif . asa Covid-. penurunan sekitar 1% Pada IUD, tidak ada peserta baru untuk MOP 0,%, sedangakan MOW naik 0,1% , dan Implan naik 0,6%. Non MKJP yaitu Suntik naik 1. Pil naik 1,3% dan Kondom turun 0,2%. Sedangkan untuk akseptor KB baru mengalami penurunan pada jenis kontrasepsi MKJP penurunan pada peserta KB baru pada jenis kontrasepsi ( MKJP) ada kenaikan yaitu kontrasepsi jenis IUD sekitar 1,% dan kontrasepsi jenis MOW tdak ada kenaikan 0%. Dan juga terjadi penurunan pada peserta KB baru jenis kontrasepsi ( Non MKJP) penurunan yaitu jenis kontrasepsi Suntik turun sekitar 1,41%, pada kontrasepsi kontrasepsi Pil naik sekitar 2 %. Kondom turun sekitar 0,2% bahkan tidak menunjukan adanya pencapaian pada tahun 2021 mengingat masa pandemi masyarakat membatasi kegiatan diluar rumah termasuk Paskes dimana Kondom bisa dibeli di apotek tanpa resep dan tidak tercatat karena di jual dengan bebas penggunaanya pun tidak perlu pendampingan tenaga kesehatan. Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Lilis susanti SARAN Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar penelitian selanjutnya, karena masa panddemi Covid-19 masih belum tau sampai kapan sehingga diharapkan pada penelitian selanjutnya dapat menggali lebih kompleks dan masyarakat khususnya PUS tetap menggunakan KB di masa pandemi Covid-19 ini dengan datang mendatangi temapat temapat pelayanan kesehatan yang terdekat dengan mematuhi protokol kesehatan mencuci tanga an memakai masker, menjaga jarak dan tiak berkerumun. DAFTAR PUSTAKA