Kelola: Journal of Islamic Education Management April 2025. Vol. 10 No. 1 Hal 114 - 125 P-ISSN : 2548 Ae 4052 E-ISSN : 2685 Ae 9939 A2019 Manajemen Pendidikan Islam. https://ejournal. id/index. php/kelola IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM MENGHADAPI TANTANGAN PENDIDIKAN ABAD 21 1Ratna, 2Besse Herlina, 3Hj. Syamsinar, 4Marlina Abbas, 5Juniati, 6Nursaidah, 7Bayani, 8Rahma Darwis, 9Susanti Gunawan Universitas Puangrimaggalatung Sengkang E-mail: ratnabasir84@gmail. com, besseherlina23@gmail. syamsiarsulaiman69@gmail. Abstract The transformational leadership of the principal must be able to play a role in changing the paradigm of education, technological changes, curriculum in facing 21st century learning so that the principal can identify the main areas that need to be addressed in implementing transformational leadership to face 21st century learning in schools. The purpose of writing this article is to understand, explain, and analyze the implementation of transformational leadership in facing the challenges of 21st century education. This article uses a literature study/literature study. The required data were collected through text research and analyzed using content analysis techniques. Based on the literature study, it shows that transformational leadership is needed as a strategy that is able to anticipate and overcome changes that occur rapidly in the world of education. Thus, the implementation of transformational leadership with 4I (Idealized influence. Inspirational motivation. Intellectual Stimulation, and Individual Consideratio. is effective in facing various complex 21st century education challenges. short, transformational leadership is the key to creating a dynamic, innovative, and studentcentered learning environment. With strong leadership, educational organizations can produce graduates who are ready to face future challenges. Keywords: implementation of transformational leadership, challenges of 21st century Abstrak Kepemimpinan transformasional kepala sekolah harus mampu berperan dalam perubahan paradigma pendidikan, perubahan teknologi, kurikulum dalam menghadapi pembelajaran abad 21 sehingga kepala sekolah dapat mengidentifikasi area utama yang perlu ditangani dalam menerapkan kepemimpinan transformasional untuk menghadapi pembelajaran abad 21 di Sekolah. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memahami, menjelaskan, dan menganalisis implementasi kepemimpinan transformasional dalam menghadapi tantangan pendidikan abad 21. Penulisan artikel ini menggunakan studi kepustakaan/studi literatur. Data yang diperlukan dikumpulkan melalui penelitian teks dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Berdasarkan studi literature menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional diperlukan sebagai strategi yang mampu mengantisipasi dan mengatasi perubahan yang terjadi dengan cepat di dunia pendidikan. Dengan demikian, implementasi kepemimpinan transformasional dengan 4I (Idealized influence. Inspirational motivation. Intelectual Stimulation, dan Individual Concideratio. efektif untuk menghadapi berbagai tantangan pendidikan abad 21 yang kompleks. Singkatnya, kepemimpinan transformasional adalah kunci untuk menciptakan lingkungan belajar yang dinamis, inovatif, dan berpusat pada siswa. Dengan kepemimpinan yang kuat, organisasi pendidikan dapat menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan masa depan. Kata Kunci: implementasi kepemimpinan transformasional, tantangan pendidikan abad 21 Vol 10. No. April 2025 Implementasi Kepemimpinan Transformasional . PENDAHULUAN Perkembangan zaman yang semakin pesat membawa perubahan besar dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Abad ke-21 menuntut adanya transformasi mendasar dalam sistem pendidikan, di mana siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai pengetahuan akademik, tetapi juga harus memiliki keterampilan abad 21 seperti kreativitas, berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Begitupun dengan kemajuan TIK, telah merubah system guru dalam melakukan proses Saat ini, teknologi menjadi alat yang sangat krusial dalam mengakses dan meningkatkan proses pembelajaran. Murniayudi menghubungkan dunia tanpa batas, meskipun terpisah oleh kondisi Dalam konteks inilah, kepemimpinan transformasional muncul sebagai salah satu pendekatan yang dianggap efektif untuk menghadapi tantangan pendidikan abad 21. Kepemimpinan transformasional memiliki potensi untuk menginspirasi dan memotivasi para pendidik dan siswa, serta menciptakan lingkungan belajar yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan Meskipun kepemimpinan transformasional dianggap sebagai solusi yang menjanjikan, implementasinya dalam dunia pendidikan masih menghadapi berbagai tantangan. Harapannya, dengan menerapkan kepemimpinan transformasional, kualitas pendidikan dapat ditingkatkan secara signifikan. Pemimpin transformasional diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif, memotivasi siswa untuk mencapai potensi maksimalnya, dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks. Namun, dalam kenyataannya, implementasi kepemimpinan transformasional masih menghadapi berbagai kendala, seperti kurangnya dukungan dari pihak terkait, resistensi dari para pendidik, dan kurangnya sumber daya yang memadai. Penelitian tentang kepemimpinan transformasional dalam pendidikan telah banyak dilakukan. Namun, masih terdapat celah penelitian yang perlu digali, terutama terkait dengan konteks pendidikan abad 21 yang terus Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dengan mengkaji secara mendalam bagaimana kepemimpinan transformasional dapat diterapkan secara efektif dalam menghadapi tantangan-tantangan spesifik yang dihadapi oleh lembaga pendidikan saat Pemegang peran penting dalam memberikan pendidikan secara langsung kepada siswa adalah guru, artinya tantangan bagi guru agar siap memberikan gambaran dan cara meningkatkan berbagai kompetensi siswa. Hassan menjelaskan pada Era digital ini para guru dituntut menjadi ahli, mampu beradaptasi dengan teknologi baru dan tantangan global. Guru yang Murniayudi. Reciprocal teaching: Sebuah inovasi pembelajaran abad 21 untuk meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa PGSD. Premiere Educandum. Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran. Vol. No. Vol 10. No. April 2025 116 | Ratna dkk. profesional kini menjadi kunci suksesnya pendidikan yang bermutu. Sebagaimana yang disebutkan Kristiawan dan Rahmat bahwa pentingnya guru yang profesional sebagai kunci peningkatan mutu pendidikan. Selanjutnya Danim dan Khairil mengemukakan sebagai pendidik profesional tugas guru dimulai dari perencanaan pembelajaran, proses pengarahan, hingga pengevaluasian hasil belajar siswa, dimana efektifitas tersebut dipengaruhi oleh profesionalitas guru yang tecermin dari kompetensi dan keterampilan yang dimilikinya berdasarkan standar mutu pendidikan yang Dengan memahami dunia digital melalui interpretasi informasi dan penggunaan media digital, siswa menjadi bagian dari generasi milenial. Informasi menyebar dengan cepat, luas, dan bebas tanpa batas, yang pada akhirnya membawa perubahan nilai-nilai sosial baik positif maupun negatif. Perubahan tersebut menuntut guru untuk mendidik siswa mengolah dan menyikapi informasi dengan bijak. Penanaman karakter menjadi salah satu cara guru untuk membekali siswa memperkuat jati dirinya sebagai bangsa Indonesia yang sopan, santun, dan berbudaya pada era digital. Menghadapi revolusi 4. 0 banyak negara yang membuat roadmap negaranya agar mampu bertahan di tengah perubahan yang dinamis. Indonesia mencetuskan making Indonesia 4. 0 sebagai roadmap yang terintegritasi untuk mengimplementasi strategi-strategi sebagai upaya Guna mewujudkan hal tersebut maka seluruh kompenen harus bekerja sama demi mencapai tujuan, tak terkecuali dibidang Pendidikan. Abad ke-21 merupakan abad dimana diperlukan sumber daya manusia berkualitas tinggi yang disediakan oleh lembaga-lembaga khusus untuk mencapai hasil yang luar biasa. Persyaratan yang benar-benar baru memerlukan berbagai terobosan dalam pemikiran, desain konseptual, dan Dengan kata lain dibutuhkan suatu paradigm baru dalam menghadapi tantangan-tantangan yang baru. Sebagaimana sudah diketahui dalam abad 21 ini sudah berubah total baik masyrakat maupun dunia Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi kepemimpinan transformasional dalam menghadapi tantangan pendidikan abad 21, dan merumuskan strategi untuk mengatasi tantangan tersebut dan meningkatkan efektivitas kepemimpinan transformasional. 2Kristiawan. , & Rahmat. Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Inovasi Pembelajaran. Jurnal IqraAo : Kajian Ilmu Pendidikan, 3. , 373Ae390 3 Danim. , & Khairil. Profesi Kependidikan. Bandung: Alfabeta. 4 Yuni Wijaya. Sudjimat, dan nyoto, 2016. Transformasi Pendidikan Abad 21 Sebagai Tuntutan Pengembangan Sumber Daya Manusia Di Era Global. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika 1 . , 263-278. Kelola: Journal of Islamic Education Management Implementasi Kepemimpinan Transformasional . METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode studi kepustakaan . ibrary researc. Studi pustaka merupakan serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan metode pengumpulan berbagai data, membaca literatur dan mencatat, serta melakukan pengolahan bahan 5 Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis permasalahan adalah dengan meninjau berbagai literatur untuk mendukung analisis yang dilakukan. Disamping itu, proses analisis deskriptif juga dilakukan dengan mengaitkan pemikiran para ahli tentang kepemimpinan transformasional dan tantangan pendidikan abad 21. Melalui pendekatan analisis studi pustaka, akan ditemukan gambaran yang mengaitkan tentang bagaimana kepemimpinan transformasional memiliki dampak dalam menghadapi tantangan pendidikan pada abad 21. Sekaitan dengan hal tersebut, metode studi pustaka juga merupakan sebuah metode yang dilakukan dengan mengelaborasi beragam literatur baik berupa jurnal, buku, serta literatur lain yang relevan dengan tulisan. KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ABAD 21 Kepemimpinan transformasional kepala sekolah dapat diartikan sebagai gaya atau bentuk yang diterapkan kepala sekolah dalam memberi pengaruh terhadap bawahannya . rang tua peserta didik, guru, siswa, dan tenaga administras. untuk mencapai keinginan yang dicita-citakan. Berdasarkan pendapat tersebut dapat diketahui bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah merupakan bentuk kepemimpinan yang mendorong semua unsur yang ada di sekolah . taf TU, guru, siswa, dan staf lainnya, masyarakat, orang tua siswa, dan stakeholder lainny. agar bersedia bekerjasama, berpartisipasi secara optimal dalam rangka mewujudkan visi, tanpa ada unsur paksaan, dan bergotong-royong membangun masa depan dan menuju perubahan yang lebih baik terhadap suatu lembaga Pemimpin transformasional mampu mengubah keyakinan, sikap, dan tujuan pribadi masing-masing bawahan demi mencapai tujuan, bahkan melampaui 6 Dalam penelitian Mahdinezhad menjelaskan kepemimpinan tranformasional adalah berfokus pada hubungan yang terbentuk antara pemimpin dan pengikutnya. Terdapat empat faktor untuk menuju kepemimpinan tranformasional, yang dikenal sebutan 4 I, yaitu: idealized influence, inspirational motivation. Mann. The Oxford Guide to Library Research. New York: Oxford University Press. 6 Ismail. The Mediating Effect of Empowerment In The Relationship Betwen Transformational Leadership and Service Quality. International Journal of Business and Management. Vol. No. 7 Maryam Mahdinezhad. Transformational. Transactional Leadership Styles and Job Performance of Academic Leaders. nternational Education Studies. Vol. No. Vol 10. No. April 2025 118 | Ratna dkk. intellectual stimulation, dan individual consideration. Idealized influence: kepala sekolah adalah sosok ideal yang dapat dijadikan teladan bagi guru dan staf, dapat dipercaya, dihormati dan mampu mengambil keputusan demi kepentingan terbaik sekolah. Inspirational motivation: kepala sekolah dapat memotivasi seluruh guru dan karyawannya untuk memiliki komitmen terhadap visi organisasi dan mendukung semangat team dalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan di sekolah. Intellectual Stimulation: kepala sekolah dapat mendorong kreativitas dan inovasi di kalangan guru dan staf dengan mengembangkan pemikiran kritis dan keterampilan pemecahan masalah yang akan membawa sekolahnya ke arah yang lebih baik. Individual consideration: kepala sekolah dapat bertindak sebagai pelatih dan penasihat bagi guru dan staf. Menurut Danim indikator kepemimpinan transformasional sebagai berikut: . pembaruan sistem, . meneladani, . memberi semangat dalam kemampuan kerja bawahan, . menyesuaikan dengan lingkungan kerja, . mengupayakan tanggung jawab bawahan, . memberi semangat atas sistem nilai, . pantang menyerah dan terus berusaha, dan . mampu mengatasi Salah satu peran penting dalam mewujudkan sekolah yang bermutu adalah kepiawanan kepala sekolah dalam memimpin. Menurut Inayatullah ada beberapa hal yang di rekomendasikan yang berkaitan dengan komiten yaitu : pertama, motivasi atau keterbukaan dalam meningkatkan mutu, kedua. Tanggung Jawab dalam meningkatkan mutu. Ketiga kepercayaan meliputi, kepercayaan para guru dan karyawan non edukatif terhadap kepala sekolah. Menurut pendapat Normianti & Suhaimi bahwa Kepala sekolah harus mampu mencapai kinerja dan komunikasi seperti kreativitas, tiba di sekolah tepat waktu dan pulang sekolah tepat waktu, kualitas hasil kerja yang tinggi, kepala sekolah harus tanggap dan harus mampu cepat mengatasi permasalahan yang kompleks. 10 Sekolah berupaya memecahkan masalah ini dengan mempertemukan seluruh pengajar, guru, dan manajemen untuk bertemu dan mencari solusi bersama untuk menjadikan masa depan lebih Artinya keberhasilan suatu organisasi terutama ditentukan oleh gaya kepemimpinannya, dengan menggunakan kepemimpinan yang ideal dalam situasi dimana kinerja kepemimpinan dapat didukung dan dicapai dalam arti nasehat dan bimbingan. 11 Adapun Ismail mengemukakan gaya 8 Robbins. Stephen P. dan Timothy A. Judge. Organizational Behavior. New Jersey: Pearson Education Inc. Danim. Manajemen dan Kepemimpinan Transformasional Kekepalasekolahan . isi dan strategi sukses era teknologi, situasi kritis, dan Internal Pendidika. Jakarta: Rineka Cipta. Hal. 10 Normianti. & Suhaimi. Relationship of Transformational Leader of Principal Teacher Motivation. Teacher Organization Commitments with Performance of Primary School Teachers in Labuan Amas Selatan Indonesia. European Journal of Education Studies. Vol. 11 Susilo. Refleksi Nilai-Nilai Pendidikan Ki Hadjar Dewantara Dalam Upaya Upaya Mengembalikan Jati Diri Pendidikan Indonesia. Jurnal Cakrawala Pendas, 4. Kelola: Journal of Islamic Education Management Implementasi Kepemimpinan Transformasional . kepemimpinan ialah pola pola perilaku pemimpin yang digunakan untuk mempengaruhi aktivitas orang-orang yang dipimpin untuk mencapai tujuan dalam suatu situasi organisasinya yang dapat berubah. Kepala sekolah menjadi seorang pembaru dengan melakukan berbagai perbaikan dari segala hal misalnya perubahan kurikulum, perbaikan sarana prasaran meliputi memperbaiki perpus, perbaikan ruang kelas, perbaikan ruang wakasek, perbaikan ruang loby tamu, perbaikan ruang TU, dan lain-lain. Perubahan system secara besar-besaran telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan membuat setiap sistem lebih Dalam meningkatkan mutu dan perbaikan SDM maka kepala sekolah melakukann perbaikan dengan cara menginstruksikan para guru dan karyawan melalui kegiatan pelatihan, workshop dengan mendatangkan narasumber yang sudah ahli dalam bidangnya Hal ini juga sesuai dengan pendapat para ahli tentang Kepemimpinan transformasional dapat dikatakan berupaya menggiring SDM yang dipimpin ke arah tumbuhnya sensitivitas pembinaan dan pengembangan organisasi, pengembangan visi secara bersama, pendistribusian kewenangan kepemimpinan, dan membangun kultur organisasi sekolah yang menjadi keharusan bagi perbaikan perolehan belajar pada siswa. Xenikou menjelaskan bahwa upaya yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan gaya kepemimpinan transformasional adalah melalui keteladan, kewibawaan, peningkatan pemberian motivasi, memantapkan kemampuan dan keterampilan komunikasi, delegasi, pemberdayaan, dan pembinaan. TANTANGAN PENDIDIKAN ABAD 21 Konsep belajar mengajar yang ideal harus selaras dengan perubahan pemahaman guru sebagai respon terhadap perubahan tren tersebut. Hal ini disebabkan karena pengenalan konsep pendidikan menyebabkan terjadinya perubahan tingkah laku dari tidak mengetahui dan memahami menjadi mampu memahami. Guru mempunyai kendali atas apa yang siswa dapat Pada abad 21guru perlu memahami berbagai jenis media dan sumber belajar serta fungsi masing-masing media tersebut. Pemahaman akan fungsi media sangatlah penting, karena satu media belum tentu cocok untuk semua materi pembelajaran. Individu terlahir untuk menjadi pelaku perubahan dalam hidupnya dan membangun bagi masyarakatnya. Lebih lanjut, melalui kinerja paedagoginya, guru dapat berperan lebih aktif dalam menciptakan tatanan social yang lebih adil dan manusiawi. Saat ini, pendidikan berada di era pengetahuan . nowledge ag. dengan pertumbuhan 12 Ismail. The Mediating Effect of Empowerment In The Relationship Betwen Transformational Leadership and Service Quality. International Journal of Business and Management. Vol. No. Nadur. Eduardus Sepryanto. Implementasi Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Dalam Membentuk Budaya Sekolah Pada Konteks Pendidikan Di Indonesia. Jurnal Penelitian, 21 . , 48-61. Vol 10. No. April 2025 120 | Ratna dkk. mengalami percepatan yang pesat. Percepatan peningkatan pengetahuan ini didukung oleh penerapan media dan teknologi digital yang disebut dengan information super highway. Gaya kegiatan pembelajaran pada masa pengetahuan . nowledge ag. harus disesuaikan dengan kebutuhan pada masa pengetahuan . nowledge ag. Materi pembelajaran hendaknya menawarkan desain pemecahan masalah yang lebih otentik dimana siswa dapat bekerja sama untuk menemukan solusi terhadap masalah Pemecahan masalah menghasilkan pertanyaan, dan siswa dapat mencari jawaban dan menemukan kemungkinan solusi. Guru sebagai tokoh penting dalam pembelajaran berperan penting dalam meningkatkan prestasi Sebab itu, menjadi guru yang profesional adalah salah satu caranya. Temuan Indira menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas guru merupakan tanggung jawab dan komitmen berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan individu guru itu sendiri. Hal ini sejalan dengan pernyataan Danim dan Khairil terkait empat ranah . pengembangan profesionalitas guru tentang kesadaran untuk menghasilkan guru yang profesional, dimana dari penjelasan Danim dan dapat disimpulkan bahwa guru yang profesional hadir dari hasil kontribusi pemerintah . elalui penyedian guru berbasis perguruan tingg. , lembaga pendidikan . aik sekolah maupun lembaga lai. , dan motivasi diri . rofesional berbasis individ. 14 Pada motivasi diri juga berpengaruh dalam pengembangan profesional gurupermasalahan dalam konteks pembelajaran menggunakan sumber daya informasi yang tersedia. Lebih lanjut menyatakan profesionalisme guru tergantung pada sistem pendidikan dan proses evaluasi serta verifikasi yang tepat, hal ini dibenarkan oleh bahwa penetapan kualifikasi akademik minimal S1/D-IV dan bersertifikat pendidik. 15 Sedana juga menjelaskan prinsip-prinsip profesionalitas yang dimiliki guru adalah guru harus berwawasan luas terutama terkait studi yang diampu, komitmen dalam pekerjaan, dan selalu aktualisasi diri melalui berbagai pendidikan dan pelatihan, yang mana pernyataan tersebut selaras dengan UU RI No 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen pada pasal 7 ayat 1 menjelaskan mengenai prinsip profesionalitas guru baik dalam komitmen, kompetensi, dan pengembangan profesionalitasnya, serta prinsip yang lainnya. Guru sebagai pendidik profesional memiliki tugas dimulai dari perencanaan pembelajaran, proses pengarahan, hingga pengevaluasian hasil belajar siswa, dimana efektifitas tersebut dipengaruhi oleh profesionalitas guru yang tecermin dari kompetensi dan skill yang dimilikinya berdasarkan tolok ukur mutu pendidikan yang ada. Dalam penelitian Afrianto dikemukakan bahwa kompetensi dan keterampilan tersebut tercermin pada keterampilan guru yang profesional di era Revolusi Industri 4. Artinya mengadaptasi program, termasuk mengadaptasi isi kurikulum. , menerapkan 14 Danim. , & Khairil. Profesi Kependidikan. Bandung: Alfabeta. 15 Danim. , & Khairil. Profesi Kependidikan. Bandung: Alfabeta. Kelola: Journal of Islamic Education Management Implementasi Kepemimpinan Transformasional . model pembelajaran berbasis digital, dan memiliki keterampilan abad 21. Selain itu tecermin juga dari motivasinya dalam keterampilan mengembangkan konten, proses, media, sumber belajar, dan penilaian pembelajaran pada pendidikan era Revolusi Industri. Permasalahan yang sering muncul dalam pembinaan dan pengembangan guru menurut adalah kurang motivasi guru untuk meningkatkan kompetensinya. Selanjutnya selain motivasi, menurut Hasibuan kepemimpinan kepala sekolah juga berpengaruh. Berbagai organisasi berusaha mengembangkan berbagai jenis kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi abad ke21. Namun, penting untuk dicatat bahwa mendidik generasi muda di abad ke-21 tidak dapat dicapai melalui satu pendekatan saja. Wagner mengidentifikasi kompetensi dan keterampilan bertahan hidup yang dibutuhkan siswa untuk menghadapi kehidupan, pekerjaan, dan kewarganegaraan di abad ke-21, dengan menekankan tujuh keterampilan: Keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah, . kolaborasi dan kepemimpinan, . keterampilan dan kemampuan beradaptasi, . inisiatif dan kewirausahaan, . kemampuan berkomunikasi secara efektif baik lisan maupun tertulis, . akses terhadap informasi, dan . rasa ingin tahu dan Abad ke-21 juga dikenal sebagai abad pengetahuan. Di era ini, segala alternatif upaya pemenuhan kebutuhan hidup dalam berbagai situasi lebih berbasis pengetahuan. Upaya pemenuhan kebutuhan bidang pendidikan berbasis pengetahuan . nowledge based educatio. , pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan . nowledge based economi. , pengembangan dan pemberdayaan masyarakat berbasis pengetahuan . nowledge based social empowerin. , dan pengembangan dalam bidang industri pun berbasis pengetahuan . nowledge based industr. Menyikapi perkembangan pendidikan pada abad ke-21, setidaknya ada tiga konsep dalam pendidikan abad ke21 adalah 21st Century Skills, scientific approach, dan authentic assesment. Pendidikan di abad 21 harus mampu mengembangkan manusia menjadi manusia yang cerdas, kritis, kreatif, beretika dalam pergaulan, dan berkarakter dalam kehidupan. Artinya bahwa pendidikan pada era abad 21 memacu manusia sebagai actor utama dalam kehidupan di dunia untuk capakat dalam berbagai bidang. Generasi muda masa depan harus bisa bekerja menggunakan otaknya, bukan 16 Fawwazi. Abdulkarim. , & Komalasari. Teacher Competency in Civic Education Learning to Encounter Industrial Revolution 4. 0 (Case Study at Sekolah Menengah Pertama 2 Bandun. Journal of International Conference Proceedings, 3. , 107Ae 17 Hasibuan. Organisasi dan Motivasi : Dasar Peningkatan Produktivitas. Jakarta. Bumi aksara, 2015. 18 Abidin. Pembelajaran Multiliterasi: Sebuah Jawaban atas Tantangan Pendidikan Abad Ke-21 dalam Konteks Keindonesiaan. Bandung: PT Refika Aditama, 1. Vol 10. No. April 2025 122 | Ratna dkk. Hal ini mengubah paradigma bahwa satu keterampilan saja tidak keterampilan/multidimensi. Atas dasar ini, pendidikan dapat menjadi garda terdepan dalam mengembangkan dan melatih generasi muda Indonesia yang memiliki beragam keterampilan dan kemampuan. Pendidikan adalah dasar kemerdekaan bagi tiap-tiap orang untuk mengatur hidupnya sendiri. Apabila diterapkan pada sistem pendidikan, merupakan upaya mendidik peserta didik agar berpikir, merasakan, dan bekerja secara mandiri untuk mencapai tujuan perkembangan alamiahnya. Dalam konsep Ki Hadjar Dewantara ada dua hal yang harus dibedakan yaitu sistem AupengajaranAy dan AupendidikanAy yang harus bersinergis satu sama lain. Mengajar adalah membebaskan manusia dari aspek kehidupan lahiriah . emiskinan dan kebodoha. Pada saat yang sama, pendidikan membebaskan masyarakat dari aspek kehidupan batinnya . tonomi berpikir dan pengambilan keputusan, martabat dan semangat demokras. Kepemimpinan Transformasional: Kunci Menghadapi Tantangan Pendidikan Abad 21 Pendidikan abad 21 dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks, seperti pesatnya perkembangan teknologi, globalisasi, dan tuntutan akan keterampilan abad 21. Dalam konteks ini, kepemimpinan transformasional muncul sebagai salah satu pendekatan yang paling relevan untuk membawa perubahan positif dalam dunia pendidikan. Kepemimpinan transformasional menekankan pada inspirasi, motivasi, dan pengembangan potensi individu. Para pemimpin transformasional tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga mampu membangkitkan semangat dan komitmen dari semua anggota komunitas Dalam konteks pendidikan abad 21, kepemimpinan transformasional sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang inovatif, responsif terhadap perubahan, dan berpusat pada siswa. Salah satu keterkaitan yang kuat antara kepemimpinan transformasional dan tantangan pendidikan abad 21 adalah dalam hal pengembangan kurikulum. Pemimpin transformasional dapat menginspirasi guru untuk merancang kurikulum yang relevan dengan kebutuhan siswa di era digital. Mereka juga dapat mendorong penggunaan teknologi dalam pembelajaran dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih fleksibel dan personal. Mengembangkan Model pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran abad 21 sangat penting bagi pengalaman belajar siswa. Selain itu, kepemimpinan transformasional juga penting dalam membangun budaya sekolah yang positif. Pemimpin transformasional dapat menciptakan lingkungan yang inklusif, menghargai perbedaan, dan mendorong kolaborasi. Budaya sekolah yang positif akan memotivasi siswa untuk belajar dan mencapai potensi maksimal mereka. Dalam menghadapi tantangan pendidikan abad 21, kepemimpinan transformasional berperan sebagai katalisator perubahan. Dengan 19 Susilo. Refleksi Nilai-Nilai Pendidikan Ki Hadjar Dewantara Dalam Upaya Upaya Mengembalikan Jati Diri Pendidikan Indonesia. Jurnal Cakrawala Pendas, 4. Kelola: Journal of Islamic Education Management Implementasi Kepemimpinan Transformasional . menginspirasi visi yang jelas, memberdayakan guru, dan melibatkan seluruh komunitas sekolah, pemimpin transformasional dapat menciptakan sekolah yang siap menghadapi masa depan. KESIMPULAN Kepemimpinan transformasional terbukti menjadi pendekatan yang efektif dalam menghadapi tantangan pendidikan abad 21. Kemampuan pemimpin transformasional dalam menginspirasi, memotivasi, dan mendorong inovasi sangat krusial dalam menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dan relevan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemimpin transformasional memiliki peran sentral dalam mengatasi tantangan seperti globalisasi, perkembangan teknologi, dan keragaman siswa. Dengan menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan transformasional, sekolah dapat menciptakan budaya belajar yang positif, meningkatkan prestasi siswa, dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan masa depan yang lebih kompleks. Melalui penerapan empat komponen utama, yaitu Idealized Influence. Inspirational Motivation. Intellectual Stimulation, dan Individual Consideration, kepemimpinan transformasional mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi pengembangan potensi siswa. DAFTAR PUSTAKA