Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI DI UPTD PUSKESMAS HILISIMAETANO KECAMATAN MANIAMOLO KABUPATEN NIAS SELATAN Alfandi Zagoto Mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nias Raya alfandizagoto@gmail. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Prestasi Kerja Pegawai, untuk mengetahui Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Pegawai dan Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Pegawai di UPTD Puskesmas Hilisimaetano Kecamatan Maniamolo Kabupaten Nias Selatan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 42 pegawai. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara menyebarkan kuesioner kepada pegawai. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Pegawai. Dalam penelitian ini diperoleh persamaan regresi linear berganda yaitu: Y = 12,828 0,265X1 0,366X2 dan diperoleh nilai thitung untuk variabel kepemimpinan . > ttabel . dengan tingkat signifikan 0,003 < 0,05 sedangkan nilai thitung untuk variabel motivasi kerja . > ttabel . dengan tingkat signifikan 0,001 < 0,05. Kemudian diperoleh nilai Fhitung . > Ftabel . dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Berpengaruh Signifikan Terhadap Prestasi Kerja Pegawai di UPTD Puskesmas Hilisimaetano Kecamatan Maniamolo Kabupaten Nias Selatan. Kata Kunci: Kepemimpinan. Motivasi Kerja. Prestasi Kerja Pegawai. Abstract The purpose of this study was to determine the effect of leadership on employee performance, to determine the effect of work motivation on employee performance and the influence of leadership and work motivation on employee performance at the UPTD Hilisimaetano Health Center. Maniamolo District. South Nias Regency. The type of research used in this research is quantitative The sample in this study amounted to 42 employees. This study uses data collection techniques by distributing questionnaires to employees. The data analysis method used in this study is multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that there is an influence of leadership and work motivation on employee performance. In this study, we obtained multiple linear regression equations, namely: Y = 12. 265X1 0. 366X2 and obtained the t count value for the leadership variable . > t table . with a significant level of 0. 003 < 0. while the t count value for the work motivation variable . > t table . with a significant level of 0. 001 < 0. Then the value of F count . > F table . is obtained with a significant level of 0. 000 < 0. So it can be concluded that leadership and work motivation have a significant effect on employee performance at the UPTD Hilisimaetano Health Center. Maniamolo District. South Nias Regency. https://jurnal. id/index. php/JIM Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Keywords: Leadership. Work motivation. Employee Performance. Pendahuluan Sumber daya manusia merupakan sebagai penggerak dan tercapainya suatu tujuan organisasi, karean SDM yang mengelola dan menjalankan kegiatan suatu Setiap organisasi selalu ada tantangan dalam menghadapi suatu sesuatu hal yang akan dilakukan dalam mencapai suatu kesuksesan tersebut Namun dalam menghadapi tantangan tersebut membutuhkan namanya sdm yang mampu memiliki kemampuan yang menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Dengan demikian organisasi yang memiliki SDM yang bisa menjalankan suatu kegiatan maka tujuan suatu orgnisasi tentunya tercapai dengan baik. Dalam membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kualitas dalam menghasilkan pekerjaannya dan efektif dan bekerja sesuai dengan cara kerja yang telah ditetapkan suatu organisasi tersebut. Kepemimpinan harus mampu membangun sebuah hubungan atau relasi yang baik terhadap anggotanya yang saling menghargai dan membantu sama satu sama lain. Seorang pemimpin yang memiliki kemampuan harus memiliki menjadi handal dan panutan di dalam suatu organisasi untuk menjalankan suatu kegiatan titik seorang pemimpin harus berpikir secara karismatik. Salah satu cara kepemimpinan yang baik dalam suatu organisasi yaitu Membangun hubungan relasi atau komunikasi yang baik terhadap Setiap memiliki suatu rencana atau yang harus dicapai, untuk itu organisasi harus bias mencapai suatu visi misi dan tujuan tersebut dengan memperoleh SDM yang bias menjalankan suatu kegiatan tersebut https://jurnal. id/index. php/JIM dalam suatu organisasi. Sehingga dengan adanya sdm yang bias bekerja dengan baik maka tujuan suatu orgnisasi tentunya tercapai dengan baik. Kepemimpinan yang efektif dalam hal ini yaitu pemimpin yang mampu anggotanya serta para anggotanya untuk mau bekerja dengan baik sehingga menghasilkan kerja yang lebih optimal dan efektif dalam hal yang lebih baik untuk menunjang kesuksesan suatu organisasi. Kesuksesan suatu organisasi tergantung Bagaimana seorang pemimpin mengelola tenaga kerja dan mampu mempengaruhi para pegawainya dengan baik. Pemimpin kepemimpinan yang mampu membangun sebuah hubungan atau relasi yang baik menghargai dan membantu sama satu sama lain. Seorang pemimpin yang memiliki kemampuan harus memiliki menjadi handal dan panutan di dalam suatu organisasi untuk menjalankan suatu kegiatan titik seorang pemimpin harus berpikir secara karismatik. Salah satu cara kepemimpinan yang baik dalam suatu organisasi yaitu Membangun hubungan relasi atau komunikasi yang baik terhadap Motivasi merupakan suatu dorongan pekerjaannya sehingga suatu organisasi itu bisa mencapai tujuan dengan baik titik dukungan ataupun dorongan dari atasan tentunya kan pegawai akan memiliki semangat atau gairah dalam melakukan pekerjaannya sehingga mencapai hasil kerja yang optimal. Dalam suatu organisasi Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kualitas dalam menghasilkan pekerjaannya dan efektif dan bekerja sesuai dengan cara kerja yang telah ditetapkan suatu organisasi tersebut. Kepemimpinan harus mampu membangun sebuah hubungan atau relasi yang baik terhadap anggotanya yang saling menghargai dan membantu sama satu sama lain. Seorang pemimpin yang memiliki kemampuan harus memiliki menjadi handal dan panutan di dalam suatu organisasi untuk menjalankan suatu kegiatan titik seorang pemimpin harus berpikir secara karismatik. Salah satu cara kepemimpinan yang baik dalam suatu organisasi yaitu Membangun hubungan relasi atau komunikasi yang baik terhadap Setiap memiliki suatu rencana atau yang harus dicapai. Tanpa adanya dorongan yang diberikan suatu organisasi tersebut tidak akan melakukan pekerjaannya dengan baik karena seseorang yang mau bekerja di dalam organisasi membutuhkan suatu dorongan dari atasan atau dukungan yang diberikan atasan kepada para bawahannya dalam melakukan pekerjaannya maka hal ini berdampak pada hasil kerja yang Prestasi kerja adalah seseorang di dalam suatu organisasi sesuai dengan bekerja sesuai tingkat kemampuannya Prestasi Kerja akan meningkat bila ada dukungan dari suatu organisasi Salah kepemimpinan yang baik dari atasan titik adanya kepemimpinan dan dorongan yang telah diberikan atasan Prestasi kerja seseorang sangat diharapkan oleh suatu organisasi pada umumnya karena Prestasi Kerja ini dapat menunjang suatu keberhasilan atau https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X kesuksesan suatu organisasi dengan baik karena organisasi yang memiliki hasil kerja yang lebih efektif tentunya hasil kerja pegawai diperoleh dengan baik. Prestasi Kerja akan meningkat bila ada dukungan dari suatu organisasi Salah satunya yaitu menciptakan suatu lingkungan kerja motivasi dan kepemimpinan yang baik dari atasan titik dengan adanya kepemimpinan dan dorongan yang telah diberikan atasan. Pada Organisasi mempunyai suatu tujuan atau harapan yang akan diinginkan atau direncanakan sebelumnya dengan demikian untuk mencapai suatu keinginan atau Rencana tersebut membutuhkan tenaga kerja yang memiliki prestasi kerja yang tinggi dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan di UPTD Puskesmas Hilisimaetano bahwa tingkat Prestasi Kerja pegawai rendah. Hal ini disebabkan karena menyelesaikan suatu pekerjaannya dengan baik kurangnya komunikasi yang baik antara pemimpin dengan bawahan, kurangnya motivasi pada diri pemimpin dalam pemimpin suatu organisasi tersebut. Kurangnya bismillah ataupun pemimpin dalam menyelesaikan suatu pekerjaannya atau tidak menjadi teladan bagi para Kurangnya fasilitas kerja yang disediakan oleh suatu organisasi sehingga pekerjaannya dengan baik. Kurangnya dorongan yang diberikan atasan kepada bawahannya sehingga pegawai kurang membersihkan pekerjaannya. Hal ini dapat berdampak pada pekerjaan para pegawai yang tidak selesai dengan baik kurangnya kualitas pekerjaan dan kuantitas kerja pekerjaannya dengan baik titik pegawai tidak menyelesaikan suatu pekerjaannya Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 dengan tepat waktu sesuai dengan apa yang diharapkan oleh suatu organisasi. Tujuan Penelitian Untuk Mengetahui Pengaruh Kepemimpinan Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Pegawai di UPTD Puskesmas Hilisimaetano Kecamatan Maniamolo Kabupaten Nias Selatan. Konsep Kepemimpinan (X. Menurut Wijono dalam Purwanggono Aukepemimpinan mempengaruhi orang lain sedemikian rupa sehingga orang lain itu mau melakukan pemimpinAy. Selanjutnya. Kawiana Aukepemimpinan memotivasi dan membuat orang lain mampu memberikan kontribusinya demi efektivitas dan keberhasilan organisasiAy. Kemudian menurut Farida dan Hartono Aukepemimpinan keseluruhan aktivitas dalam rangka mempengaruhi orang lain agar bekerja mencapai tujuan dan sasaranAy. Konsep Motivasi Kerja (X. Kepemimpinan adalah kemampuan yang bisa mengarahkan seseorang supaya pegawai tersebut mau bekerja dengan baik (Masri, 2013:. Kepemimpinan merupakan suatu keahlian yang dimiliki seseorang yang bisa mempengaruhi orang lain untuk mau bekerja dengan baik, (Priyono, 2010:. Selanjutnya, menurut Farida Hartono kepemimpinan adalah sesuatu hal yang bisa mengarahkan dan berbeda dengan anggota kerja yang lainnya. Konsep Prestasi Kerja Pegawai (Y) Menurut Agustini . Aumotivasi kerja adalah suatu kemampuan tyang dimiliki pegawai dalam melakukan https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X pekerjaannya dan untuk mau mengarahkan kemampuan yang dimiliki seorang dalam bekerja dengan baikAy. Selanjutnya, menurut Silaen dkk . Aumotivasi kerja sebagai sesuatu kekuatan yang dimiliki seseorang untuk mau melaksanakan suatu kegiatan di tersebutAy. Kemudian, menurut Duha . menyatakan bahwa Aumotivasi kerja sebagai hal yang diberikan seorang atasan atau suatu organisasi kepada pegawai supaya pegawai mau melakukan pekerjaannya dengan memiliki semangat kerja yang tinggiAy. Faktor-Faktor Mempengaruhi Kepemimpian Menurut Afandi . 8:115-. faktorfaktor yang mempengaruhi kepemimpinan Kematangan emosional yaitu seorang pemimpin harus mampu mengendalikan emosinya tanpa mengambil keputusan yang cepat dan terburu-buru dalam mengambil sebuah tindakan. Komunikatif yaitu Pemimpin harus melakukan komunikasi yang baik bagi para pembawaannya supaya dalam dimengerti oleh para pegawai lainnya. Memberi keputusan yaitu seorang atasan harus berani mengambil suatu tindakan dalam menyelesaikan suatu masalah ataupun memutuskan segala sesuatu. Mengawasi yaitu seorang atasan mampu mengawasi para pembawaannya apakah dalam melakukan pekerjaannya sesuai dengan yang telah ditetapkan. Evaluasi yaitu seorang atasan harus Apakah menghasilkan kerja sesuai dengan apa yang diharapkan. Motivasi yaitu seorang atasan harus memberikan semangat kepada para Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 menghasilkan kinerja yang lebih efektif. Tanggung jawab yaitu seorang atasan anggotanya dan mengambil sebuah tindakan yang tepat. Kewibawaan yaitu seorang atasan harus memiliki jiwa kepemimpinan yang bisa disegani hormati dan ditaati oleh para Selanjutnya, menurut Purwanggono . faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan yaitu: Kepribadian pengalaman masa lalu dan harapan pemimpin, yaitu pemimpin harus mampu memiliki pengalaman yang sangat baik dan memiliki jiwa kepemimpinan yang memiliki kharisma dalam memimpin suatu organisasi. Harapan dan perilaku, yaitu pemimpin harus memiliki perilaku yang baik terhadap anggotanya. Karakteristik dan harapan, di mana seorang pemimpin harus memiliki karakter yang bersifat baik dalam mengambil sebuah tindakan memimpin suatu organisasi tersebut. Kebutuhan tugas setiap pegawai bekerja tentunya sangat dipengaruhi atau sangat pemimpin memiliki gaya kepemimpinan yang baik. Iklim, di mana seorang pemimpin harus menerapkan kebiasaan-kebiasaan dan perilaku pegawai yang baik dalam suatu Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Menurut Agustini . faktorfaktor yang mempengaruhi motivasi kerja Usia atau kematangan pribadi, yaitu pulau yang memiliki usia yang lebih tua menyelesaikan pekerjaannya sebaliknya jika usia seseorang lebih mudah https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X tentunya memiliki semangat kerja yang lebih tinggi. Tingkat pendidikan, seseorang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi tentunya dengan baik. Kebutuhan, kebutuhan yang dalam mencukupi suatu keutuhannya tersebut maka ia akan menyelesaikan suatu pekerjaannya. Kelurahan dan kebesaran, seseorang pekerjaannya sangat mengharapkan motivasi kerja dalam Pancasila suatu Kompenisasi yang memadai, pegawai yang menerima imbalan sesuai dengan hasil prestasi kerjanya akan mendorong seseorang untuk lebih bersemangat lagi dalam menyelesaikan pekerjaannya. Supervisi yang baik, pemimpin harus melakukan pengawasan yang baik dan efektif terhadap para pegawai. Adanya penghargaan atas prestasi, harus memberikan penghargaan bagi para pegawai memiliki prestasi kerja yang Budaya organisasi, di dalam suatu organisasi harus menetapkan budaya atau kebiasaan seseorang yang bersifat keberhasilan suatu organisasi tersebut. Selanjutnya. Silaen . faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja yaitu: Kebutuhan masa depan, yaitu seorang pemimpin yang mengharapkan masa depan yang memiliki masa depan yang cerah dia akan melakukan pekerjaannya dengan lebih baik. Kebutuhan pekerjaannya dengan motivasi yang Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 tinggi dalam diri seorang dalam sehingga menghasilkan pekerjaan yang Kebutuhan pengakuan prestasi kerja, seorang pegawai sangat mengharapkan pengakuan atau pujian dari seorang atasan tentang prestasi kerja yang telah dihasilkannya sehingga kedepannya seorang pegawai akan bekerja lebih semangat lagi. Kebutuhan, kebutuhan yang dalam mencukupi suatu keutuhannya tersebut maka ia akan menyelesaikan suatu pekerjaannya. Kelurahan dan kebesaran, seseorang pekerjaannya sangat mengharapkan motivasi kerja dalam Pancasila suatu Kompenisasi yang memadai, pegawai yang menerima imbalan sesuai dengan hasil prestasi kerjanya akan mendorong seseorang untuk lebih bersemangat lagi dalam menyelesaikan pekerjaannya. Supervisi yang baik, pemimpin harus melakukan pengawasan yang baik dan efektif terhadap para pegawai. Indikator Kepemimpinan (X. Menurut Affandi . indikator kepemimpinan yaitu: Dapat memecahkan masalah dengan kreatif. Pemimpin adalah seorang yang bisa mengendalikan para bawahannya dengan baik dan mampu memecahkan suatu masalah yang ada dengan cepat bertindak menyelesaikan masalah sehingga dikatakan seorang pemimpin yang bisa menyelesaikan segala sesuatunya. Mempunyai Pemimpin yang efektif dan efisien harus menjalin hubungan yang baik terhadap para bawahannya dengan menjalin komunikasi yang baik https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X kepada para pegawai sehingga dalam menyampaikan informasi pemimpin pegawai dapat mudah dimengerti. Memiliki motivasi yang kuat dalam memimpin, pemimpin harus memberikan dorongan kepada para bawahannya terlebih dahulu harus memberikan dorongan yang kuat pada memimpin atau mengarahkan para anggotanya untuk mendorong supaya dapat bekerja dengan lebih baik. Disiplin, pemimpin harus bekerja baik datangnya ke kantor dan pulangnya jam kerja sesuai dengan waktu yang telah disesuaikan dan menjadi teladan bagi para anggotanya mengikutinya dengan baik. Indikator Motivasi Kerja (X. Menurut Affandi . 8:29-. indikator motivasi kerja yaitu: Kondisi kerja. kerja yang sesuai dengan kemampuan seseorang maka pegawai terebut akan termotivasi dalam melakukan pekerjaannya dengan baik. Fasilitas kerja. Fasilitas kerja dapat mempengaruhi motivasi kerja karena dengan adanya fasilitas kerja maka dapat mendukung atau selesainya suatu pekerjaan para pegawai dengan baik sehingga memiliki tingkat motivasi yang tinggi. Pengakuan dari atasan. Pegawai harus menerapkan motivasi yang diberikan oleh para atasan dimana para dukungan yang baik para pegawainya dalam mencapai suatu tujuan hasil yang lebih baik. Indikator Prestasi Kerja Pegawai (Y) Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 Menurut Agustini . indikator kinerja pegawai yaitu: Target. Target pencapaian pegawai yang dicapai Hasil tersebut dalam menyelesaikan suatu kepadanya di mana menghasilkan kerja sesuai dengan tingkat harga yang telah ditetapkan suatu organisasi. Kualitas. Seorang pegawai dapat bekerja dengan lebih baik dan sehingga dapat menghasilkan kualitas hasil kerja yang lebih efektif dan efisien. Waktu penyesuaian, seorang pegawai dengan tepat waktu apabila pegawai tersebut mau bekerja dengan baik seperti yang telah ditetapkan oleh suatu Selanjutnya, menurut Dewi dan Harjoyo . indikator prestasi kerja pegawai yaitu: Hasil kerja. Seorang pegawai dapat menghasilkan hasil pekerjaannya apabila dia bekerja lebih dengan efektif dan efisien sehingga dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap suatu organisasi tersebut. Pengetahuan pekerjaan. Seorang yang pekerjaan telah diberikan kepadanya maka dapat menghasilkan pekerjaan yang lebih efektif dan memiliki kualitas dan kuantitas kerja yang lebih efektif dan efisien. Inisiatif. Seorang melakukan pekerjaannya dengan efektif dan efisien dapat tercapai dengan baik sehingga suatu tujuan organisasi dapat dimengerti dengan baik. Sikap, seorang pemimpin yang memiliki sikap yang baik dan berperilaku positif maka dalam melaksanakan pekerjaannya dapat sesuai dengan apa yang telah ditetapkan suatu organisasi https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Ketepatan waktu, pegawai dapat bekerja sesuai dengan tepat waktu yang telah ditetapkan organisasi sehingga suatu pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik sesuai dengan apa yang telah diharapkan oleh suatu organisasi Metode Penelitian Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif. Jenis dan Sumber Data Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan data primer yaitu, data yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada suluruh pegawai di UPTD Puskesmas Hilisimaetano Kecamatan Maniamolo Kabupaten Nias Selatan. Populasi dan Sampel Sugiyono . Aupopulasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunayi kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudia ditarik kesimpulannyaAy. Populasi dan sampel dalam penelitian ini seluruh UPTD Puskesmas Hilisimaetano berjumlah 42 orang. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, teknik angket . Dalam kuesioner kepemimpinan, motivasi kerja dan prestasi Hasil pengumpuln data primer dari responden berupa jawaban dari kuesioner, selanjutnya dilakukan penentuan nilai skor total dari alternatif jawaban dengan Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 Skala Likert. Dalam mengukur setiap pendapat tersebut dapat (Sugiyono, 2012:. Sangat Tidak Setuju (STS) = 1 Tidak Setuju (TS) Ragu-Ragu (RR) Setuju (S) Sangat Setuju (SS) Uji Instrumen Uji Untuk instrumen penelitian ini digunakan Product Moment, penelitian digunakan rumus statistika koefisien korelasi, dengan rumus sebagai berikut, (Sugiyono, 2012:. E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Uji Normalitas. Jika hasil KolmogorovSminorv menunjukkan nilai signifikan di atas 0,05 maka data residual terdistribusi dengan normal. Uji Multikolinieritas. Menurut Janie . Auuji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi yang tinggi atau sempurna antara variabel indenpendenAy. Cara mendeteksi dengan menggunakan nilai VIF (Variance Inflation Fakto. dan nilai TOL (Toleranc. Uji Heteroskedastisitas. Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi adanya ketidaksamaan varian dan residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Keterangan: = Koefisien determinasi = Jumlah responden = Skor setiap item (OcX) = Kuadrat jumlah skor item OcX2 = Jumlah kuadrat skor item Uji Reliabilitas. Menurut Sugiyono . Aupengujian reliabilitas dapat dilakukan secara eksternal dan internalAy. Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah dengan metode konsistensi internal . nternal consistenc. , dalam hal ini digunakan koefisien Cronbach Alpha (G). Rumus yang digunakan yaitu, (Sugiyono, 2012:. Keterangan: = reliabel instrument = jumlah item dalam instrument = mean skor total = varians total Uji Hipotesis Uji t. Menurut Sugiyono . Aunilai thitung digunakan untuk menguji apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel tergantung atau tidakAy. Suatu variabel akan memiliki pengaruh yang berarti nilai thitung > ttabel. Untuk menghitung besarnya nilai thitung digunakan rumus sebagai Keterangan: = nilai thitung = koefisien regresi = kesalahan baku koefisien regresi Uji Simultan (Uji F). Menurut Suliyanto . Aunilai Fhitung digunakan untuk menguji ketepatan model atau goodness of fit, apakah model yang terbentuk dalam kriteria good of fit atau tidak. Untuk menghitung besarnya Fhitung digunakan rumus sebagai berikut: Uji Asumsi Klasik Keterangan: https://jurnal. id/index. php/JIM Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X = nilai Fhitung = koefisien determinasi = jumlah variabel bebas = jumlah pengamatan . kuran Koefisien Determinasi. Koefisien mengetahui tingkat presentase nila Y sebagai variabel terikat yang dapat dijelaskan oleh garis regresi melalui nilai X sebagai variabel bebas. Untuk menghitung uji R2 digunakan alat bantu SPSS 21. 0 for windows. Formula untuk determinasi yaitu sebagai berikut, (Suliyanto 2018:. R2 = Keterangan: = koefisien dterminasi Oc(Y= kuadrat selisih nilai Y rill dengan nilai Y prediksi Oc(Y= kuadrat selisih nilai Y rill dengan nilai Y rata-rata. Metode Analisis Data Dalam menganalisis data untuk kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap prestasi kerja pegawai di UPTD Puskesmas Hilisimaetano Kecamatan Maniamolo Kabupaten Nias Selatan, menggunakan analisis regresi linear berganda dan menggunakan alat bantu perangkat lunak program SPSS 21. 0 for Maka persamaan yang digunakan yaitu, (Janie, 2012:. Y = a b1X1 b2X2 e Keterangan: = Prestasi Kerja Pegawai = konstanta b1b2 = koefisien regresi variabel = Kepemimpinan = Motivasi Kerja https://jurnal. id/index. php/JIM = error Nilai koefisien regresi dan konstanta dapat dihitung dengan rumus sebagai b0 = Y Ae y1X1 Ae y2X2 = nilai rata-rata Y = nilai rata-rata X1 = nilai rata-rata X2 = konstanta b1b2 = koefisien regresi yang = selisih nilai Y dengan nilai = selisih nilai X1 dengan nilai = selisih nilai X2 dengan 2 Hasil Penelitian dan Pembahasan Uji Instrumen Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Data. Berdasarkan perhitungan maka dapat disimpulkan bahwa sampel yang diambil dari populasi terdistribusi normal karena nilai Kolmogorov-Sminorv sebesar 0,647 dan Asymp. Sig. -taild. sebesar 0,797 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data residual terdistribusi normal. Uji Multikolinieritas. Pada perhitungan diperoleh nilai VIF (Variance Inflation Facto. sebesar 1,013 < 10 dan nilai TOL (Toleranc. 0,987 > 0,10 untuk semua variable bebas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah multikolinieritas antara variable bebas dalam model regresi. Uji Heteroskedastisitas. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan diperoleh hasil tidak terdapat adanya heteroskedastisitas karena gambar di atas, tidak menunjukkan ada suatu pola tertentu atau teratur dan titik yang ada. Maka Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 memenuhi asumsi klasij dasar bahwa residual sama untuk pengamatan telah Uji Heteroskedastisitas Sumber: hasil olahan peneliti 2023, dengan SPSS 21. 0 For Windows Pengujian Hipotesis `Uji Parsial (Uji . Untuk variabel kepemimpinan diperoleh nilai thitung sebesar 3,284 dan tingkat signifikan 0,003 sedangkan nilai ttabel pada taraf signifikan 0,05 dengan degrre of fredoom . n-k-1 . -1-. = 30 maka ttabel sebesar 1,697 (Lampiran . Karena nilai thitung . > . menyimpulkan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja pegawai di UPTD Puskesmas Hilisimaetano. Untuk variabel motivasi kerja diperoleh nilai thitung sebesar 3,553 dan tingkat signifikan 0,001 sedangkan nilai ttabel pada taraf signifikan 0,05 dengan degrre of fredoom . n-k-1 . -1-. = 30 maka ttabel sebesar 1,697 (Lampiran . Karena nilai thitung9 . > ttabel . sehingga peneliti menyimpulkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja pegawai di UPTD Puskesmas Hilisimaetano Uji Simultan (Uji F). Pada hasil penelitian diperoleh nilai Fhitung sebesar . > nilai Ftabel . dan taraf signifikan Fhitung sebesar 0. 000 < 0. Karena nilai Fhitung > nilai Ftabel maka secara bersamasama variabel kepemimpinan dan https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X motivasi kerja berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai di UPTD Puskesmas Hilisimaetano. Koefisien Determinasi (R. Dari hasil pengolahan data diperoleh R Square sebesar 0,476 atau 47,6% sehingga dapat ditunjukkan bahwa 47,6% keragaman variabel terikat . restasi kerja pegawa. dan dapat dijelaskan variabel bebas . epemimpinan dan motivasi kerj. sedangkan sisanya 52,4% dipengaruhi oleh variabel lain. Analisis Regresi Berdasarkan hasil pengujian diperoleh motivasi kerja berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai. Berdasarkan kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap prestasi kerja pegawai di UPTD Puskesmas Hilisimaetano, dapat dijelaskan dengan persamaan regresi pada table dibawah: Model Unstandardi Coefficients Std. Error Standardiz Coefficient Beta (Constan. Kepemimpi Motivasi 1 Kerja Sumber: hasil olahan peneliti 2023, dengan SPSS 21. 0 For Windows Y = 12,828 0,265X1 0,366X2 Berdasarkan hasil persamaan regresi linear, diperoleh koefesien regresi untuk . sebesar 0,265 atau 26,5% artinya setiap kenaikan sebesar satu satuan pada variabel Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 kepemimpinan (X. maka variabel prestasi kerja pegawai (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,265 satuan. Untuk . sebesar 0,366 atau 36,6% artinya setiap kenaikan sebesar satu satuan pada variabel motivasi kerja (X. maka variabel prestasi kerja pegawai (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,336 satuan. Penutup Simpulan Berdasarkan hasil hasil dan penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan berpengaruh terhadap terhadap prestasi kerja pegawai di UPTD Puskesmas Hilisimaetano Kecamatan Maniamolo Kabupaten Nias Selatan. Saran Dalam menguraikan beberapa poin yang menjadi saran penelitian di UPTD Puskesmas Hilisimaetano: Untuk meningkatkan kepemimpinan yang lebih efektif dan efesien untuk mempengaruhi para pegawai dalam bekerja yaitu, pemimpin harus menjadi contoh yang baik kepada pegawai serta pegawai akan bekerja dengan lebih baik sehingga dapat meningkatkan prestasi kerja pegawai. Untuk meningkatkan prestasi kerja pegawai yaitu, pemimpin harus mampu memotivasi pegawai. Dengan adanya dorongan dari pemimpin maka pegawai akan bekerja sehingga prestasi kerja pegawai meningkat sehingga tujuan suatu organisasi tapat tercapai dengan Para pegawai hendaknya menumbuhkan motivasi kerja agar mampu mendorong https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X dirinya untuk meningkatan prestasi Dengan memperhatikan kepemimpinan yang baik dan motivasi kerja yang diberikan kepada supaya pegawai bekerja dengan baik sehingga meningkatkan prestasi kerja pegawai Daftar Pustaka