P a g e | 12 Jurnal Kesehatan Primer Vol. No. May, pp. P-ISSN 2549-4880. E-ISSN 2614-1310 Journal DOI: https://doi. org/10. 31965/jkp Website: http://jurnal. id/index. php/jkp Pengaruh Edukasi Melalui Media Video Triage START Terhadap Pengetahuan. Sikap, dan Keterampilan Mahasiswa Sarjana Keperawatan I Kade Wira Darma1 . Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini2. Yustina Ni Putu Yusniawati3*. Ni Made Dewi Wahyunadi4. I Wayan Edi Sanjana5 1,2,3,4,5 Departemen Keperawatan Gawat Darurat. Fakultas Kesehatan. Institut Teknologi dan Kesehatan Bali. Indonesia Email: yustinaindrayana@gmail. ARTICLE INFO Artikel Histori: Received date: October/29/2025 Revised date: April/20/2026 Accepted date: May/12/2026 Keywords: Attitude. Education. Knowledge. Skills. START Triage Video Media ABSTRACT/ABSTRAK Background: The Simple Triage and Rapid Treatment (START) system is a key method for determining the priority of disaster victim management based on their respiratory status, circulation, and level of consciousness. It is important for nursing students to master this system in order to be prepared for emergency situations. However, conventional learning methods are often less effective, making more engaging approaches necessary. Objectives: This study aimed to evaluate the effectiveness of video-based education in improving studentsAo knowledge, attitudes, and skills regarding START triage. Methods: This study employed a preexperimental design with a one-group pre-test and post-test The sample consisted of 128 fourth-year nursing students at ITEKES Bali. The intervention provided was an educational video on START triage. The study was conducted from September 22 to September 27, 2025. Data were collected using questionnaires and analyzed with the Wilcoxon Results: A significant increase in knowledge was found after the intervention, with all participants . students, 100%) demonstrating good levels of knowledge. Positive changes in attitudes were also observed among all participants . students, 100%), along with improved skills, where the majority showed good performance . students, 0%). Conclusions: Educational intervention through START triage video media was proven to improve the knowledge, attitudes, and skills of nursing students. This video-based learning media has the potential to become an innovative Kata kunci: Edukasi. Keterampilan. Media Video Triase START. Pengetahuan. Sikap P a g e | 13 teaching method in disaster preparedness and emergency Latar Belakang: Sistem Simple Triage and Rapid Treatment (START) adalah metode kunci untuk menentukan prioritas penanganan korban bencana berdasarkan kondisi pernapasan, sirkulasi, dan kesadaran mereka. Penting bagi mahasiswa keperawatan untuk menguasai sistem ini agar siap menghadapi situasi darurat. Namun, metode pembelajaran konvensional seringkali kurang efektif, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih menarik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai seberapa efektif edukasi pengetahuan, sikap, dan keterampilan mahasiswa mengenai triage START. Metode: Studi ini menggunakan desain praeksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Sampel berjumlah 128 mahasiswa keperawatan tingkat empat di ITEKES Bali. Intervensi yang diberikan berupa video edukasi tentang triase START. Penelitian dilaksanakan dari 22 hingga 27 September 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Ditemukan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah intervensi, di mana seluruh partisipan . mahasiswa, 100%) menunjukkan tingkat pengetahuan yang baik. Terjadi pula perubahan sikap menjadi positif pada semua partisipan . mahasiswa, 100%), serta peningkatan keterampilan dengan mayoritas yang menunjukkan kinerja baik . mahasiswa, 93,0%). Kesimpulan: Pemberian edukasi melalui media video triase START terbukti berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan mahasiswa Media video ini berpotensi menjadi metode pembelajaran yang inovatif dalam pelatihan kesiapsiagaan bencana dan kegawatdaruratan. CopyrightA 2026 Jurnal Kesehatan Primer All rights reserved Corresponding Author: Yustina Ni Putu Yusniawati Departemen Keperawatan Gawat Darurat. Fakultas Kesehatan. Institut Teknologi dan Kesehatan Bali. Indonesia E-mail: yustinaindrayana@gmail. P a g e | 14 PENDAHULUAN Simple Triage and Rapid Treatment (START) mengklasifikasikan korban bencana menjadi empat kategori berdasarkan warna: merah . rioritas tertinggi, mengancam jiw. , kuning . rioritas tingg. , hijau . idak darura. , dan hitam . (Harigustian, 2021. Yusniawati, et al. Penerapan sistem START telah meluas di meningkatkan ketepatan triase melalui program pelatihan, sebagaimana yang diamati di Italia dan Iran (Hasan, et al. , 2021. Laoli & SukaAoaro 2. Meskipun demikian, sebuah meta-analisis menemukan akurasi triase yang moderat, dengan 14% over-triage dan 10% under-triage (Long. Abd Halim. Hanid, 2. Di Indonesia, sistem triage pra-rumah sakit belum terstandarisasi secara nasional. Pelatihan masih terbatas pada PPGD. BTCLS, dan pelatihan Penelitian menunjukkan variasi pengetahuan dan praktik triage yang besar di kalangan perawat ambulans, khususnya di daerah rural (Listiani, & Rachmawati, 2022. Yusniawati. Lewar. Putra, 2. Tantangan lain meliputi kurangnya protokol resmi, komunikasi tidak terintegrasi, dan minimnya teknologi pendukung. Hal ini penting karena Indonesia rawan bencana, termasuk Bali yang berisiko tinggi akibat kepadatan penduduk dan wisatawan (Marlinda. Bali telah menggunakan sistem START dalam simulasi, namun masih terkendala sumber Dalam keperawatan gawat darurat, triage digunakan untuk mengklasifikasikan keparahan penyakit atau cedera dalam waktu 2Ae5 menit untuk dewasa dan 7 menit untuk anak-anak (Pranoto & Wibowo, 2020. Putra, 2. Kategorinya meliputi darurat . ncaman nyaw. , segera . indakan perlu tetapi dapat ditund. , dan tidak darurat . ondisi ringa. Jumlah kejadian bencana di Indonesia terus meningkat, didominasi banjir, longsor, dan cuaca ekstrem (Rukmana. Arinata et al. , 2. Bali sendiri mencatat 64 kejadian bencana pada 2025 (Laksono, 2. Perawat memiliki peran penting dalam penanganan bencana, mulai dari pemilahan korban hingga edukasi kesiapsiagaan masyarakat (Hariyanto & Kurniawati, 2019. Hombing et al. Penelitian menunjukkan START lebih mudah digunakan dibandingkan Australian Triage Scale dan efektif dalam situasi bencana (Patimah. Kencali et al. , 2. Namun, beberapa studi menunjukkan pengetahuan tenaga kesehatan dan mahasiswa masih cukup, belum optimal (Swarjana, 2023. Zhu, et al, 2. Mahasiswa keperawatan wajib memiliki kompetensi gawat darurat, termasuk triage. Studi di ITEKES Bali menunjukkan pemahaman mahasiswa tentang START masih cukup . ilai ratarata 67,. Penelitian menunjukkan video edukasi efektif meningkatkan pengetahuan, namun belum banyak studi terkait triage START (Anggraini et al. , 2022. Pawilliyah et al. , 2. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini berjudul AuPengaruh Edukasi Melalui Media Video Triage START Terhadap Pengetahuan. Sikap, dan Keterampilan Mahasiswa Sarjana Keperawatan. METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan menggunakan desain eksperimental one group pre-test post-test. Kriteria inklusi untuk partisipan meliputi: mahasiswa aktif tingkat 4 Program Studi Sarjana Keperawatan, mereka yang telah menyelesaikan mata kuliah keperawatan gawat darurat, serta mahasiswa yang secara sukarela bersedia berpartisipasi dan telah menandatangani informed consent. Kriteria P a g e | 15 eksklusi terdiri dari: mahasiswa aktif tingkat 4 Program Studi Sarjana Keperawatan yang sedang cuti atau sakit, partisipan yang mengisi kuesioner tidak lengkap, dan mereka yang tidak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan penelitian. Proses pengumpulan data dimulai dengan pemberian pre-test, diikuti oleh pemutaran video edukasi satu kali. Setelah intervensi video edukasi, post-test diberikan kepada kelompok responden yang sama. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Pengukuran dilakukan dua kali, yaitu pada fase pre-test dan post-test. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner sebanyak 30 pernyataan, yang terbagi rata untuk variabel pengetahuan . , sikap . , dan keterampilan . Kuesioner ini merupakan adaptasi dari kuesioner standar BTCLS Kemenkes RI tahun Sebelumnya, kuesioner telah melewati uji ahli oleh dua tim di bidang gawat darurat, serta telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dan dinyatakan valid untuk digunakan dalam penelitian ini. Analisis data dilakukan secara univariat dan Analisis univariat bertujuan untuk mendapatkan distribusi frekuensi, standar deviasi, median, serta nilai maksimum dan minimum untuk data demografi seperti jenis kelamin, informasi tentang triase START, sumber informasi, dan pengalaman melakukan triase START. Uji normalitas data dilakukan dengan uji KolmogorovSmirnov, yang menunjukkan nilai p < 0,05, mengindikasikan data tidak terdistribusi normal. Oleh karena itu, analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon pengetahuan, sikap, dan keterampilan antara pretest dan post-test. Penelitian persetujuan etik dari komisi etik ITEKES Bali dengan nomor: 04. 196/KEPITEKES-BALI/VII/2025. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Data Demografi Tabel 1. Hasil Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden . Karakteristik f (%) Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Mendapat informasi mengenai triage START Pernah Belum Pernah Informasi tentang triage START Media Cetak Sosial Media Penyuluhan/workshop Teman dekat Pelajaran Mata kuliah Tidak informasi dari manapun Melakukan tentang triage START Pernah Belum Pernah Tabel 1. mayoritas responden adalah perempuan . 82,8%), dengan sedikit laki-laki . 17,2%). Sebagian besar responden . 90,6%) menyatakan telah menerima informasi mengenai triage START, sementara 12 orang . ,4%) belum pernah. Sumber informasi utama berasal dari mata kuliah . ,5%), diikuti oleh media cetak . ,3%), media sosial . ,1%), dan sebagian kecil . ,5%) tidak mendapatkan informasi dari sumber manapun. Mayoritas responden . 71,1%) belum pernah melakukan triage START, sedangkan 37 orang . ,9%) sudah pernah. P a g e | 16 Variabel Penelitian Tabel 2. Hasil Distribusi Frekuensi Skor Pengetahuan Pre-Test dan Post-Test tentang Pengetahuan Triage START . Pengetahuan Pre-Test Post-Test n (%) n (%) Tabel 4. Sebelum intervensi . re-tes. , 69 responden . ,9%) memiliki keterampilan baik dan 59 . ,1%) cukup (Tabel . Setelah post-test, keterampilan responden meningkat secara signifikan: 119 orang . ,0%) menunjukkan keterampilan baik, dan 9 orang . ,0%) cukup. Baik 78 . Cukup 40 . Kurang 10 . Tabel 2 Skor pengetahuan responden pada pre-test menunjukkan 78 orang . ,9%) memiliki pengetahuan baik, 40 orang . ,3%) cukup, dan 10 orang . ,8%) kurang. Setelah posttest, terjadi peningkatan signifikan, di mana seluruh responden . 100%) mencapai kategori pengetahuan baik. Tabel 5. Hasil Uji Normalitas Pre-Test dan PostTest Triage START. Pengetahua Sikap Keterampil PrePos Pre Post PrePos Tes tTest Test Tes Test Tes Kolmogo ,00 ,00 ,01 ,000 ,00 ,00 Smirnov Tabel 5 Hasil uji normalitas KolmogorovSmirnov menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk ketiga variabel . engetahuan, sikap, dan keterampila. adalah < 0,05. Ini mengindikasikan bahwa data untuk semua variabel tidak terdistribusi secara normal. Tabel 3. Hasil Distribusi Frekuensi Skor Sikap PreTest dan Post-Test tentang Pengetahuan Triage START . Sikap Pre-Test Post-Test n (%) n (%) Positif Negatif Tabel 3. Pada pre-test, 126 responden . ,4%) menunjukkan sikap positif dan 2 responden . ,6%) sikap negatif. Setelah post-test, terlihat peningkatan, di mana semua responden . 100%) memiliki sikap positif. Tabel 4. Distribusi Frekuensi Skor Keterampilan Pre-Test dan Post-Test tentang Pengetahuan Triage START . Keterapilan Baik Cukup Kurang Pre-Test n (%) 69 . Post-Test n (%) 119 . Tabel 6. Hasil Uji Bivariat dengan Uji Wilcoxon Rank Test . Penget Sikap Keteram Asymp. ,001 ,001 ,001 Sig. Berdasarkan Tabel 6, uji Wilcoxon Rank Test menghasilkan nilai p-value < 0,001 untuk ketiga Ini mendukung hipotesis alternatif (H. , yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi melalui media video triase START terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan mahasiswa sarjana keperawatan. P a g e | 17 PEMBAHASAN Pengetahuan Mahasiswa tentang Triage START Sebelum dan Sesudah Edukasi Video Pengetahuan merupakan fondasi kemajuan suatu bangsa, yang berakar pada minat masyarakat terhadap ilmu (Octaviana & Ramadhani, 2. Pada dasarnya, pengetahuan adalah hasil dari proses manusia dalam memahami dunia melalui indra, khususnya penglihatan dan pendengaran (Sukesih & Faridah. Studi ini mengungkapkan bahwa sebelum menonton video edukasi triage START, sebagian besar mahasiswa sudah memiliki tingkat pengetahuan yang baik, meskipun ada pula yang berada pada kategori cukup atau kurang. Namun, pengetahuan yang dramatis, dengan seluruh responden mencapai kategori baik. Kuesioner yang digunakan mengevaluasi pemahaman dan kemampuan aplikasi triase START. Peningkatan ini dapat diatribusikan pada efektivitas video edukasi yang menyajikan informasi secara visual dan auditori, memfasilitasi pemahaman dan retensi materi. Pendekatan multimedia terbukti lebih selaras dengan gaya belajar mahasiswa modern yang cenderung visual dan interaktif. Temuan ini konsisten dengan hasil penelitian Pawilliyah et al. yang juga menunjukkan bahwa video edukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang triase kegawatdaruratan. Sikap Mahasiswa tentang Triage START Sebelum dan Sesudah Edukasi Video Sikap adalah komponen krusial dalam merefleksikan pandangan, opini, dan perasaan individu terhadap suatu objek, orang, atau kejadian (Swarjana & Skm, 2. Respons sikap bisa positif atau negatif, tergantung pada bagaimana objek tersebut disajikan. Umumnya, sikap diekspresikan melalui perilaku dan interaksi memengaruhi dan adaptasi (Suhayati, 2. Penelitian ini menunjukkan peningkatan skor sikap mahasiswa setelah menerima edukasi video triase START. Sebelum intervensi . re-tes. , mayoritas responden sudah menunjukkan sikap positif, meskipun ada sebagian kecil yang bersikap Namun, setelah post-test, semua responden menunjukkan sikap positif terhadap triase START. Pengukuran sikap melibatkan kuesioner yang menilai pentingnya pemahaman triase START, konsep dasarnya, prioritas penanganan, dan sikap saat menghadapi bencana. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa video edukasi tidak hanya memperkaya pengetahuan tetapi juga membentuk kesadaran emosional mahasiswa mengenai esensi kesiapan dalam situasi darurat. Visualisasi dalam video berperan dalam menumbuhkan empati dan rasa tanggung jawab profesional. Dengan demikian, media video terbukti efektif dalam membentuk sikap dan nilai-nilai profesional di kalangan mahasiswa keperawatan. Hasil ini sejalan dengan penelitian Anggraini et al. yang menemukan pengaruh positif video edukasi terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap Keterampilan Mahasiswa tentang Triage START Sebelum dan Sesudah Edukasi Video Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), keterampilan berasal dari kata 'terampil', yang berarti memiliki kemampuan dan cekatan dalam menyelesaikan tugas. Keterampilan didefinisikan sebagai kapasitas seseorang untuk mewujudkan sesuatu, baik itu bersifat fisik maupun nonfisik, yang dipengaruhi oleh P a g e | 18 pemahaman yang kuat dan penyampaian informasi yang jelas serta menarik (Nasihudin & Hariyadin, 2. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan mahasiswa setelah diberikan video edukasi triase START. Pada pretest, sebagian besar responden memiliki keterampilan yang baik, sementara yang lain Setelah post-test, hampir seluruh responden menunjukkan keterampilan yang baik, terutama dalam aspek penggunaan alat pelindung diri (APD) dan penandaan warna. Peningkatan ini mengkonfirmasi bahwa video edukasi efektif dalam mengembangkan keterampilan praktis mahasiswa. Visualisasi prosedur dalam video memfasilitasi pemahaman urutan langkah-langkah triase secara konkret dan sistematis, memungkinkan mahasiswa untuk meniru dan mengaplikasikan prosedur dengan lebih percaya diri. Hal ini konsisten dengan teori pentingnya belajar melalui observasi dan imitasi. Oleh karena itu, media video berfungsi sebagai alat strategis dalam pengembangan keterampilan Temuan ini juga selaras dengan penelitian Muhsinin . yang menunjukkan dampak positif video edukasi terhadap peningkatan keterampilan keluarga dalam melakukan Range of Motion (ROM) pada pasien Penelitian Salah satunya adalah responden yang belum sepenuhnya homogen karena beberapa mahasiswa mungkin sudah memiliki informasi awal tentang triase START secara tidak Kondisi ini dapat menyebabkan variasi tingkat pengetahuan awal di antara responden. Keterbatasan lainnya adalah jadwal pelaksanaan penelitian yang mengharuskan beberapa kelas dilakukan secara bersamaan, yang berpotensi KESIMPULAN Pemberian media video edukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan mahasiswa tentang konsep, langkah-langkah, serta penerapan triage START. Maka dari itu penggunaan vidio edukasi dapat menjadi metode pembelajaran yang efektif dan untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian dengan 2 kelompok perlakuan dengan kelompok yang lebih homogen, penelitian selanjutnya lebih disarankan untuk bisa menggunakan penelitian longitudinal dan menelitian dengan uji beda eksperimental REFERENSI