Khatulistiwa Nursing Journal (KNJ) Vol. No. Januari, 2024. Hal. p-ISSN: 2655-772X, e-ISSN: 2798-3897. DOI: 10. 53399/knj. FUNGSI SOSIAL LANSIA DI WILAYAH UPTD PUSKESMAS ADAN-ADAN KABUPATEN KEDIRI Wahyu Tanoto1*. Dodik Arso Wibowo2 STIKes Karya Husada. Jawa Timur. Indonesia ui@gmail. com1*, dodikarso@gmail. Info Artikel ABSTRAK Submit, 28 November 2023 Review, 16 Januari 2024 Diterima, 29 Januari 2024 Latar Belakang: Menua adalah kondisi fisiologis yang akan terjadi di seluruh kehidupan manusia. Dimulai sejak permulaan kehidupan. Masa lansia dimaknai sebagai masa kemunduran, diantaranya penurunan fisik, psikis, dan sosial lansia. Perubahan sosial pada lansia meliputi penurunan aktivitas, peran dan partisipasi sosial. Tujuan penelitian Proses menua terjadi sepanjang hidup, tidak hanya dimulai dari suatu waktu tertentu. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana fungsi sosial lansia Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Adan-Adan Kabupaten Kediri. Metode: Desain penelitian menggunakan desain deskriptif. Populasi sebesar 46 responden menggunakan purposive sampling. Sampel yang digunakan sejumlah 14 responden. Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 26 Maret sampai 18 Juni 2023. Variabel penelitian adalah fungsi sosial lanjut usia. Alat ukur menggunakan kuesioner fungsi sosial melalui metode wawancara terstruktur. Analisa data dengan prosentase dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, dan di interprestasikan secara kuantitatif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden 11 responden . %) mengalami fungsi sosial tinggi dan sebagian kecil responden 3 responden . %) mengalami fungsi sosial sedang. Kesimpulan: Lansia dapat mengurangi dampak terjadinya penurunan fungsi sosial dengan cara melakukan kegiatan di rumah maupun di masyarakat seperti berkumpul bersama dengan keluarga dan dapat mengikuti kegiatan di masyarakat, misal pengajian, posyandu. Kata Kunci: Fungsi Sosial. Lansia Keywords: Elderly. Sosial function ABSTRACT Background: Become elderly be a condition that in human life. Begun since the beginning of life. elderly is a decline time, there are physical depreciation, phsykis, and elderly social. Social change in elderly cover activity depreciation, character and social The plan research elderly be happen along alive, not only begun from a certain time Objective: The objective of this research was to find out how the social function of the elderly in the UPTD Working Area of the Adan-Adan Health Center. Kediri Regency. Method: The research design used descriptive design. Population big as 46 respondents used purposive sampling. Sample that used amount of 14 respondents. Research was carried out at March 26, up to June 18, 2023. Research variable age advanced social function. A measuring instrument used by questioner social function passes structured interview method. Data analysis by precentage and interpreted by frequency, and quantitatively. Result: p-ISSN: 2655-772X e-ISSN: 2798-3897 The research result got almost entire respondents 11 respondents . %) experiences high social function and a part little respondent 3 respondents . %) was experiencing social function. Conclusion: Elderly can be decrease impact the happening of social function depreciation by activity at home also at society like to gather with family and can follow activity at society, example pengajian. Khatulistiwa Nursing Journal is licensed under A Creative Commons Attribution 4. 0 International License PENDAHULUAN Lanjut usia . adalah seorang dengan usia lebih dari atau sama dengan 60 tahun (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1. Usia lanjut merupakan populasi manusia yang secara bertahap mengalami proses perubahan dalam jangka waktu tertentu (Supraba, 2. Perubahan-perubahan dalam kehidupan yang dihadapi oleh usia lanjut berpotensi menjadi sumber tekanan dalam hidup karena berkaitan dengan kelemahan, ketidak berdayaan, dan munculnya penyakit-penyakit. Lansia membutuhkan kesiapan untuk menerima segala perubahan dalam aspek-aspek kehidupan. Perubahan yang terjadi pada lansia salah satunya adalah masalah sosial. Fungsi sosial adalah proses interaksi dengan lingkungan sosial yang dimulai sejak lahir dan berakhir setelah meninggal (Niman. Hariyanto, & Dewi, 2. Pada fungsi sosial lansia akan terjadi perubahan sosial yang meliputi perubahan fisik dan kognitif. Perubahan fisik tersebut akan mencakup seluruh sistem dari tubuh manusia dan juga seluruh fungsi kognitifnya (Supraba, 2. World Health Organization (WHO) menyebutkan kawasan Asia Tenggara memiliki lansia berjumlah 142 juta orang dan diperkirakan akan terus meningkat hingga 3 kali lipat di tahun 2050. Pada tahun 2010 jumlah penduduk Indonesia yang masuk dalam kriteri lansia berjumlah 23,9 juta jiwa dan rata-rata memiliki usia harapan hidup 67,4 tahun, pada tahun 2020 meningkat menjadi 28,8 juta jiwa dengan harapan hidupnya diusia 71,1 tahun. Provinsi Jawa Timur lebih tinggi 0,1%, yaitu sebesar 90. 484 jiwa (BPS, 2005 ). Jumlah pra lansia dan lansia pada tahun 2013 di kota Kediri sebesar 75. 603 orang dan yang mendapatkan pelayanan kesehatan sebesar 27,32% (Profil Kesehatan Kota Kediri, 2. Hasil penelitian status fungsi sosial pada lansia di daerah Tlogomas Malang, dari 36 responden, fungsi sosial terdapat 15 reaponden baik . ,66%), fungsi sosial terdapat 16 responden cukup . ,44%) dan fungsi sosial 5 responden kurang . ,88%). Fungsi sosial lansia dipengaruhi oleh faktor dukungan keluarga. Faktor dukungan dari keluarga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi status fungsi sosial lansia (Niman et al. , 2. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan telah didapatkan bahwa banyak lansia ditempat penelitian yang masuk dalam kategori ekonomi menengah kebawah. Dalam hal ini kasus perekonomian masih sangat mempengaruhi fungsi lansia tersebut dalam menjalani kehidupan sehari-hari Fungsi Sosial Lansia Di Wilayah UPTD Puskesmas Adan-Adan Kabupaten Kediri (Wahyu Tanot. p-ISSN: 2655-772X e-ISSN: 2798-3897 dalam bermasyarakat. Lansia ditempat penelitian mayoritas tinggal dengan keluarga atau pasangan dan kurang mendapatkan perhatian dari keluarga. Proses menua merupakan suatu kondisi dalam fase kehidupan. Kondisi penuruan fisik, psikis, dan sosial lansia akan menyebabkan seorang lansia menjadi Masalah ketergantungan dapat terjadi pada lansia disebabkan karena penyakit degenerative yang dialami oleh lansia. Lansia yang memeiliki gangguan psikologis, otomatis kehidupan sehari-harinya juga akan mengalami masalah, yaitu lansia akan merasa tidak berdaya, tidak percaya diri, kesepian, merasa diasingkan oleh lingkungan sekitar, merasa ketergantungan dan bagi lansia yang miskin, tidak jarang akan bisa terlantar. Kondisi pisikologi yang buruk mengakibatkan depresi yang menghilangkan kebahagiaan, hasrat, harapan, ketenangan pikiran dan kemampuan untuk merasakan ketenangan hidup, hubungan yang bersahabat dan bahkan menghilangkan keinginan menikmati kehidupan sehari-hari. Perubahan sosial pada lansia meliputi penurunan aktivitas, peran dan partisipasi social (Niman et al. , 2. Perubahan fungsi sosial yang dialami individu usia lanjut menjadi sumber Lansia yang mampu beradaptasi akan memberikan kostribusi optimal dalam bidang sosial. Kesejahteraan sosial pada lansia mengacu pada evaluasi tentang penerimaan sosial aktualisasi sosial, kontribusi sosial, hubungan sosial, dan integrasi sosial di dalam rentang kehidupannya (Yuniar, 2. Kondisi perubahan sosial pada lansia akan menimbulkan dampak. Lansia yang mampu beradaptasi secara sosial dengan keluarga akan berdampak baik pada kesehatan dan kesejahteraan lansia. Kondisi lansia yang dapat beradaptasi secara adekuat mempengaruhi mortalitas, kemudahan untuk lebih cepat sembuh dari sakit, fungsi kognitif, fisik dan kesehatan emosi. Pengaruh positif dari dukungan keluarga berdampak pada penyesuaian lansia terhadap kejadian yang terjadi dalam kehidupan yang dialami dalam kondisi stress (Setiadi, 2. Lansia yang tidak mampu beradaptasi secara sosial dapat menimbulkan dampak yang kurang baik seperti kecemasan atau bahkan timbul tekanan secara psikologis yang munculnya mengarah pada kecenderungan depresi, kesepian, dan isolasi sosial. Lansia akan mengalami kesepian karena tidak memiliki kedekatan dan perhatian dalam hubungan sosial. Lansia merasa tidak ada satu orang pun yang peduli terhadapnya, berkurangnya interaksi sosial dan komunikasi pada keluarga maupun orang lain. Perubahan sosial lansia yang kurang baik akan mengalami kondisi isolasi sosial yaitu menutup diri (Amalia, 2. Pelayanan kondisi lansia melalui kesehatan dapat dilakukan di posyandu lansia sebagai bagian dari solusi terkait interaksi dan sosialisasi lansia. Kegiatan rutin yang dilakukan di posyandu lansia di antaranya senam lansia dan terapi aktivitas kelompok. Keluarga merupakan support bagi lansia dalam mempertahankan kesehatannya. Peran keluarga dalam perawatan lansia antara lain menjaga atau merawat lansia, mempertahankan dan meningkatkan setatus mental, mengantisipasi perubahan sosial ekonomi, memberikan support dan motivasi, memfasilitasi kebutuhan spiritual bagi lansia, dan menerapkan komunikasi dalam Fungsi Sosial Lansia Di Wilayah UPTD Puskesmas Adan-Adan Kabupaten Kediri (Wahyu Tanot. p-ISSN: 2655-772X e-ISSN: 2798-3897 keluarga dengan baik agar terciptanya lingkungan yang hangat bagi lansia (Maryam, 2. Dari uraian latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk meneliti AyFungsi Sosial Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Adan-Adan KediriAy. METODE Desain penelitian Desain penelitian pada penelitian ini adalah deskriptif, yaitu suatu penelitian untuk menggambarkan kejadian atau masalah yang terjadi (Nursalam, 2. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia yang berada di PKM Adan-Adan. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan yaitu Purposive Sampling. Peneliti mengambil sampel pada sebagian lansia yang berada di PKM Adan-Adan sebanyak 14 Responden. Variabel Variabel dalam penelitian ini adalah: Gambaran Fungsi Sosial Pada Lansia Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Adan-Adan Kabupaten Kediri. Instrumen Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunakan lembar quesioner fungsi sosial lansia dalam proses wawancara kepada responden Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan Dalam teknik pengumpulan data ini terlebih dahulu diperlukan adanya prosedur pengumpulan data dengan menyerahkan lembar permohonan untuk menjadi responden dan lembar persetujuan kepada para responden (Informed Consen. , kemudian membagikan kuesioner kepada responden secara door to door untuk mengisi kuesioner dengan cara dibantu pengisian oleh keluarga yang mendampingi dan jika ada yang belum jelas terkait proses pengisian, makan akan dijelaskan oleh peneliti, setelah semua kuesioner terisi kemudian dikembalikan kepada peneliti sebagai data dari para responden. Kuisoner yang terkumpul kemudian direkap dan dihitung nilai skor persentase yang telah didapatkan, kemudian melakukan analisa data secara keseluruhan dengan teknik deskriptif kualitatif dengan rumus persentase, selanjutnya dilakukan interprestasi data. Analisa Data Untuk penilaian Fungsi Sosial Lansia Diwilayah Kerja UPTD Puskesmas AdanAdan Kabupaten Kediri. Pernyataan ya diberi nilai 1, pernyataan nilai tidak diberi Kemudian di jumlahkan nilai yang diperoleh, dibagi dengan skor maksimal pada lembar kuesioner, selanjunya hasil pembagian dikalikan 100. Fungsi Sosial Lansia Di Wilayah UPTD Puskesmas Adan-Adan Kabupaten Kediri (Wahyu Tanot. p-ISSN: 2655-772X e-ISSN: 2798-3897 Dari hasil persentase fungsi sosial selanjutnya ditafsirkan ke dalam skala kuantitatif dengan menggunakan skala: Keterangan: : Nilai yang didapat : Skor yang didapat : Skor tertinggi dan maksimal Kemudian dikategorikan jenjang/peringkat dalam persentase sebagai berikut : Tinggi : 76%-100% Sedang : 56%-75% Disfungsi : O 55% (Nursalam, 2. Kelayakan Etik Komite Etik Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Karya Husada Kediri, telah mempelajari dan mengkaji secara seksama proposal penelitian yang diusulkan untuk menjaga kerahasiaan, kesejahteraan dan memperhatikan hak asasi subyek penelitian, maka dengan ini menerangkan bahwa proposal yang berjudul AuFungsi Sosial Lansia Di Wilayah UPTD Puskesmas Adan-Adan Kabupaten KediriAo telah dinyatakan AuLaik EtikAy, dengan Nomor :152/EC/LPPM/STIKES/KH/II/2023. HASIL Data Umum Pada data responden ini meliputi: Usia . Jenis Kelamin (JK). Status nikah. Tinggal Di Rumah, dan Kegiatan Di Masyarakat. Sedangkan Data Khusus akan menampilkan gambaran Fungsi Sosial di Wilayah UPTD PKM Adan-Adan Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Usia. Sumber: Data kuesioner Wahyu, 2023 Diagram Pie Karakteristik Responden Berdasarkan Usia di Wilayah UPTD PKM Adan-Adan Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri tanggal 26 Maret Ae 18 Juni 2023. Fungsi Sosial Lansia Di Wilayah UPTD Puskesmas Adan-Adan Kabupaten Kediri (Wahyu Tanot. p-ISSN: 2655-772X e-ISSN: 2798-3897 Berdasarkan diagram Pie tersebut menunjukan bahwa dari 14 responden sebagian besar responden yaitu 9 responden . %) berumur 60-65 tahun dan hampir setengah dari responden yaitu 5 responden . %) berumur 66 -70 tahun (WHO, . Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin laki-laki Sumber: Data kuesioner Wahyu, 2023 Diagram Pie Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin di Wilayah UPTD PKM Adan-Adan Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri tanggal 26 Maret Ae 18 Juni 2023. Berdasarkan diagram Pie tersebut menunjukan bahwa dari 14 responden sebagian besar responden yaitu 10 responden . %) berjenis kelamin perempuan dan hampir setengah dari responden yaitu 4 responden . %) berjenis kelamin laki-laki. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Status Pernikahan. Status Pernikahan Sumber: Data kuesioner Wahyu, 2023 Diagram Pie Karakteristik Responden Berdasarkan Status Pernikahan di Wilayah UPTD PKM Adan-Adan Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri tanggal 26 Maret Ae 18 Juni 2023. Berdasarkan diagram Pie tersebut menunjukan bahwa dari 14 responden hampir seluruh responden yaitu 11 responden . %) berstatus menikah dan sebagian kecil dari responden yaitu 1 responden . %) berstatus duda. Fungsi Sosial Lansia Di Wilayah UPTD Puskesmas Adan-Adan Kabupaten Kediri (Wahyu Tanot. p-ISSN: 2655-772X e-ISSN: 2798-3897 . Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tinggal Di Rumah Tinggal Di Rumah Sumber: Data kuesioner Wahyu, 2023 Diagram Pie Karakteristik Responden Berdasarkan Tinggal Di Rumah di Wilayah UPTD PKM Adan-Adan Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri tanggal 26 Maret Ae 18 Juni 2023. Berdasarkan diagram Pie tersebut menunjukan bahwa dari 14 responden setengah dari responden yaitu 7 responden . %) tinggal bersama pasangannya dan sebagian kecil dari responden yaitu 2 responden . %) tinggal sendiri. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kegiatan Di Masyarakat Kegiatan Di Masyarakat tidak mengikuti Sumber: Data kuesioner Wahyu, 2023 Diagram Pie Karakteristik Responden Berdasarkan Kegiatan Di Masysrakat di Wilayah UPTD PKM Adan-Adan Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri tanggal 26 Maret Ae 18 Juni 2023. Berdasarkan diagram Pie tersebut menunjukan bahwa dari 14 responden hampir seluruh responden yaitu 11 responden . %) mengikuti kegiatan di masyarakat dan sebagian kecil dari responden yaitu 3 responden . %) tidak mengikuti kegiatan di Data Khusus Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Gambaran Fungsi Sosial Di Wilayah UPTD PKM Adan-Adan Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri tanggal 26 Maret Ae 18 Juni 2023 Fungsi Sosial Lansia Di Wilayah UPTD Puskesmas Adan-Adan Kabupaten Kediri (Wahyu Tanot. p-ISSN: 2655-772X e-ISSN: 2798-3897 Gambaran Fungsi Sosial Jumlah . Persentase Tinggi 11 responden Sedang 3 responden Jumlah 14 responden Berdasarkan tabel tersebut dari 14 responden hampir seluruh responden yaitu 11 responden . %) mengalami fungsi sosial tinggi dan sebagian kecil responden yaitu 3 responden . %) fungsi sosial sedang. PEMBAHASAN Dari 14 responden hasil penelitian didapatkan hampir seluruh responden yaitu 11 responden . %) mengalami fungsi sosial tinggi dan sebagian kecil dari responden yaitu 3 responden . %) fungsi sosial sedang. Fungsi sosial adalah proses interaksi dengan lingkungan sosial yang dimulai sejak lahir dan berakhir setelah meninggal (Niman et al. , 2. Fungsi sosial tinggi merupakan hasil status fungsi sosial lansia berdasarkan hasil persentasi yang tinggi dari kemampuan lansia dalam menjalani proses interaksi sosial dengan lingkungan kehidupan bermasyarakat (Niman et al. , 2. Lansia yang memiliki fungsi sosial tinggi dalam penelitian ini adalah lansia yang mampu dan telah menjalani hampir seluruh pernyataan (Ou8 dari 10 pernyataa. pada kuesioner yang telah diberikan kepada Pernyataan tersebut diantaranya adalah lansia mampu memasak, membersihkan rumah, rutin mengikuti posyandu, mampu bersosialisasi, menonton TV dan mampu mengungkan masalah yang mungkin dihadapi kepada keluarga ataupun tetangga. Menjadi tua adalah suatu proses fisiologis alami yang akan dialami oleh seluruh kehidupan manusia dari awal kehidupan sampai akhir proses kehidupan, yaitu dari fase anak-anak menjadi dewasa kemudia akan menua (Wahyudi, 2. Faktor-Faktor yang mempengaruhi ketuaan yaitu hereditas atau ketuaan genetik, nutrisi atau makanan, status kesehatan, pengalaman hidup, lingkungan, dan stres (Kholifah, 2. Kondisi fisik yang mengalami penurunan pada lansia akan memiliki potensi untuk mempengaruhi kondisi psikologis pada lansia tersebut. Lansia membutuhkan kesiapan untuk menerima segala perubahan dalam aspek-aspek kehidupan. Perubahan yang terjadi pada lansia salah satunya adalah masalah sosial. Pada fungsi sosial lansia akan terjadi perubahan sosial yang meliputi perubahan fisik dan Perubahan fisik tersebut akan mencakup seluruh sistem dari tubuh manusia dan juga seluruh fungsi kognitifnya (Supraba, 2. Fungsi sosial merupakan suatu interaksi yang terjadi antara individu dengan lingkungan sekitar dari dilahirkan sampai individu meninggal (Niman et al. , 2. Pada tingkat kesehatan dan kesejahteraan secara menyeluruh adalah peran sentral hubungan lansia dengan keluarga. Informasi jaringan pendukung dapat dihasilkan Fungsi Sosial Lansia Di Wilayah UPTD Puskesmas Adan-Adan Kabupaten Kediri (Wahyu Tanot. p-ISSN: 2655-772X e-ISSN: 2798-3897 dari pengkajian sistem sosial. Pada proses pengumpulan data, dukungan keluarga sangat memiliki peranyang luar biasa untuk mendapatkan data yang valid dan sesuai (Kushariyadi, 2. Kebutuhan sosial dari lansia yaitu seperti aktivitas yang bermanfaat, kesulitan menyesuaikan diri, memotivasi agar dapat berinteraksi dengan situasi, lingkungan, dan kegiatan panti, kesulitan berhubungan dengan orang lain, bersosialisasi dengan sesama lansia, kunjungan keluarga, rekreasi/hiburan, mengikuti pendidikan usia ketiga, tabungan/simpanan bagi lansia yang berpenghasilan (Wahyudi, 2. Seorang individu belajar disiplin, budaya, norma melalui interaksi sosial agar dapat berperan di masyarakat. Hampir seluruh responden . responden atau 79%) mengikuti kegiatan di masyarakat dan sebagian kecil responden . responden atau 21%) tidak mengikuti kegiatan di masyarakat. Kondisi lansia yang aktif mengikuti kegiatan di masyarakat akan mempengaruhi fungsi sosial lansia. Lansia yang aktif dalam mengikuti kegiatan misal: pengajian, senam lansia di masyarakat luas akan memperoleh informasi dan lebih mudah melakukan interaksi sosial dengan orang lain. Setengah dari responden . responden atau 50%) tinggal bersama pasanganya, sebagian kecil dari responden . responden atau 14%) tinggal sendiri dan hampir setengah dari responden . responden atau 36%) tinggal bersama Tempat tinggal atau bersama siapa lansia tinggal dapat mempengaruhi terhadap kegiatan dan interaksi sosial di dalam keluarga maupun di masyarakat. Lansia yang tinggal bersama anaknya dapat memenuhi kebutuhan fungsi sosial Anak dapat membantu kebutuhan lansia seperti memberikan dukungan dan motifasi salah satunya untuk berinteraksi sosial dengan orang lain. Keluarga memiliki peran penting dalam merawat lansia, keluarga dapat membantu memenuhi fungsi sosial lansia dengan sering mengajak berinteraksi sosial dengan berkumpul dengan keluarga yang lainnya dan keluarga dapat mendorong lansia untuk berinteraksi di masyarakat seperti mengikuti kegiatan yang ada di masyarakat (Nurmawati, 2. Usia dapat mempengaruhi fungsi sosial lansia. Usia dapat mempengaruhi fungsi dari organ lansia yang mengalami penurunan seperti perubahan fungsi fisik dan kognitif. Penurunan fungsi organ dapat menyebabkan terganggunya fungsi Sebagian besar responden . responden atau 64%) berumur 60-65 tahun dan hampir setengah dari responden . responden atau 36%) berumur 66-70 tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa usia dapat mempengaruhi fungsi sosial, dari data umum yang di dapat lebih banyak lansia yang berusia 66 tahun kebawah yang mengikuti kegiatan. Untuk berinteraksi dan mengikuti kegiatan yang ada lansia harus diberikan dorongan dan motivasi terutama dari keluarga. Pengaruh dari perubahan penurunan fungsi organ yang dialami lansia menyebabkan lansia malas untuk berinteraksi sosial di masyarakat. Fungsi sosial yang tinggi dan sedang di pengaruhi oleh jenis kelamin. Sebagian besar responden . responden atau 71%) berjenis kelamin perempuan. Perempuan merupakan sosok yang lebih mudah menempatkan diri di masyarakat. Fungsi Sosial Lansia Di Wilayah UPTD Puskesmas Adan-Adan Kabupaten Kediri (Wahyu Tanot. p-ISSN: 2655-772X e-ISSN: 2798-3897 lebih lues dan lebih mudah berinteraksi melalui komunikasi. Perempuan memiliki kecenderungan waktu luang lebih banyak di rumah sehingga lebih mudah mengikuti kegiatan di masyarakat. Perempuan juga banyak mendapatkan tempat di masyarakat melalui kegiatan misalnya pengajian dan arisan. Seseorang yang memiliki pasangan lebih mudah melakukan komunikasi di banding lansia yang di tinggal mati oleh pasangannya. Hampir seluruh responden . responden atau 79%) berstatus menikah atau masih memiliki pasangan. Pasangan merupakan seseorang yang bisa saling memberikan support atau motivasi dalam menjalani kehidupan salah satunya, melalui interaksi sosial. Kondisi lansia yang memiliki pasangan, secara psikologis memiliki kecenderungan lebih tenang dan nyaman di dalam masyatakatnya. Lansia masih merasa bermanfaat buat Lansia mudah menjalankan fungsi sosialnya melalui kebiasaan yang dilakukan bersama pasangannya. Secara mental, lansia yang memiliki pasangan tidak mudah melamun dan tidak mudah depresi (Hasanah, 2. KESIMPULAN Fungsi social lansia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Adan-Adan Kabupaten Kediri adalah Fungsi Sosial Tinggi sebanyak 79%. UCAPAN TERIMA KASIH