Jurnal Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri (PASTI) Vol. No. April 2026, 49-60 p-ISSN 2085-5869/ e-ISSN 2598-4853 Modifikasi Rancangan Runner pada Mold Produk White Key untuk Mengurangi Penggunaan Material Plastik AS (Acrylonitrille-styrene resi. di PT. Wijara Plastic Indonesia Romadi Romadi1*. Setiawan Setiawan2. Hasyrani Windyatri3 Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa Jl. Inspeksi Kalimalang Tegal Danas. Arah Deltamas. Cikarang Pusat. Kabupaten Bekasi. Jawa Barat 17531 Email: satrioarditrifatharian@gmail. (Diterima: 18-03-2026. Direvisi:16-04-2026. Disetujui: 17-04-2. Abstrak Produk White Key merupakan salah satu jenis multiple cavity mold yang diproduksi oleh PT. Wijara Plastics Indonesia menggunakan bahan baku plastik yang diwajibkan menggunakan 100% virgin material yaitu plastik AS . crylonitrile-styrene resi. , dimana material tersebut tercatat di Departemen Purchasing PT. Wijara Plastics Indonesia sebagai material dengan harga yang mahal yaitu Rp132. Selain berjenis multiple cavity mold, mold White Key menggunakan cold runner system. Maka dipastikan mold White Key memiliki runner yang panjang, dimana runner adalah bagian dari produk yang tidak terpakai. Kewajiban menggunakan 100% virgin material mengakibatkan runner tidak dapat dimanfaatkan kembali. Maka bagian runner produk White Key dikategorikan sebagai waste. Penelitian yang dilakukan menghasilkan desain mold White Key dengan mengubah sistem cold runner menjadi hot runner. Teknologi Hot Sprue Bush yang diterapkan dapat menghemat penggunaan bahan baku plastik AS . crylonitrile-styrene resi. mencapai 780 kg dalam setahun yang menghemat biaya sebesar Rp103. Kata kunci: White Key. Cold Runner. Hot Runner. Hot Sprue Bush Abstract White Key product is one type of multiple cavity mold produced by PT. Wijara Plastics Indonesia using plastic raw materials that are required to use 100% virgin material, name AS plastic . crylonitrile-styrene resi. , where the material is recorded in the Purchasing Department of PT. Wijara Plastics Indonesia as a material with an expensive price of Rp132. In addition to being a multiple cavity mold, the White Key mold uses a cold runner system. So it is certain that the White Key mold has a long runner, where the runner is part of the product that is not used. The obligation to use 100% virgin material results in the runner not being able to be reused. Therefore, the runner part of the White Key product is categorized as waste. The research conducted resulted in the White Key mold design by changing the cold runner system to a hot runner. The applied Hot Sprue Bush technology can save the use of AS plastic raw materials . crylonitrile-styrene resi. reaching 780 kg in a year which saves costs of Rp103. Keywords: White Key. Cold Runner. Hot Runner. Hot Sprue Bush PENDAHULUAN PT. Wijara Plastics Indonesia adalah salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang pengolahan plastik untuk mold plastics injection. Dikarenakan bergerak dalam Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 49-60 bidang pengolahan plastik untuk mold plastics injection ,maka potensi kegiatan atau aktifitas yang berpotensi tidak mempunyai nilai tambah berasal dari mold, material plastik, dan kegiatan produksi. Sebuah mold dapat dirancang untuk menghasilkan lebih dari satu jenis produk dalam satu kali proses injeksi. Jenis tersebut dinamakan multiple cavity mold. Multiple cavity mold mengkonsumsi bahan baku plastik lebih banyak daripada jenis single cavity mold. Dengan banyaknya konsumsi bahan baku plastik yang digunakan maka harga bahan baku plastik sangat berpengaruh dalam setiap pembuatan sebuah produk. Beberapa konsumen PT. Wijara Plastics Indonesia menggunakan bahan baku plastik khusus yang mewajibkan menggunakan 100 % virgin material untuk menjaga kualitas produk mereka. Produk White Key merupakan salah satu jenis multiple cavity mold yang diproduksi oleh PT. Wijara Plastics Indonesia yang diwajibkan menggunakan 100 % virgin bahan material plastik yaitu plastik AS . crylonitrile-styrene resi. , dimana material tersebut tercatat di Departemen Purchasing PT. Wijara Plastics Indonesia sebagai material dengan harga yang mahal yaitu Rp. Dalam sekali proses injeksi, satu mold White Key menghasilkan 4 buah produk, dimana total berat produk yaitu 101,4 gram dan berat runner 55 gram. Produk White Key diproduksi sebanyak 26. 000 shot per bulan. Total material yang digunakan adalah 2. 936,7 kg, maka biaya yang dikeluarkan dalam sebulan untuk memproduksi produk White Key sebesar Rp. Selain sebagai salah satu jenis multiple cavity mold, mold White Key menggunakan , dimana dapat dipastikan mold White Key memiliki bagian runner yang panjang. Waste yang terindikasi bersumber dari bahan baku plastik dan part yang dihasilkan mold, maka perlu dilakukan evaluasi untuk menekan konsumsi bahan baku plastik untuk mengurangi biaya produksi dengan mengadakan modifikasi pada rancangan mold saat ini untuk mengurangi pemakaian bahan baku plastik. Beberapa penelitian terdahulu telah berupaya menyelesaikan permasalahan limbah runner cetakan. Farida dan Azizah . menerapkan prinsip lean manufacturing untuk mereduksi limbah produksi pada area injection molding, namun belum menyentuh aspek modifikasi desainmekanis cetakan. Di sisi lain. Setiawan dkk. mengeksplorasi optimasi parameter prosespengaturan sebagian runner pada cetakan motor, sementara Ellianto dkk. menganalisis variasi ukuran dimensi runner terhadap waktu pengisian. Wibawa . juga merancang ulang runner cetakan dingin untuk meminimalkan material terbuang, tetapi proses tersebut masih menyisakan runner dingin yang tetap harus dipisahkan secara manual dari produk pasca-proses cetak. Kesenjangan . dari penelitian-penelitian tersebut adalah belum banyaknya pembahasan mengenai transisi parsial dari cold runner murni ke sistem semi-hot runner menggunakan teknologi Hot Sprue Bush pada cetakan piano yang menuntut spesifikasi material AS tanpa cacat fisik. Modifikasi sistem saluran cetakan dari cold runner menjadi hot runner dapat mengeliminasi pembentukan sprue dan memperpendek runner dingin secara signifikan, yang pada akhirnya mengurangi volume plastik yang membeku di dalam saluran masuk. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rancangan modifikasi sistem saluran cetakan White Key melalui pendekatan Weighted Objective untuk memilih alternatif teknologi hot runner terbaik, menyimulasikan aliran pengisian produk, serta menganalisis kelayakan ekonomi dari investasi modifikasi tersebut. Trend Pembuatan Mold White Key adalah sebuah mold yang diproduksi PT. Wijara Plastics Indonesia atas pesanan dari PT. KAWAI. Pada Gambar 1 dijelaskan grafik tren pembuatan mold mengalami kenaikan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Lonjakan pesanan terjadi pada rentang tahun 2022Ae2023 dan rentang 2024Ae2025, yang mana sempat mengalami penurunan pada rentang tahun 2023Ae2024. Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 49-60 Gambar 1. Trend Pembuatan Mold PT. Wijara Produk White Key merupakan salah satu komponen utama dari produk Keyboard Elektrik yang diproduksi salah satu perusahaan multinasional yang bergerak dibidang komponen alat Gambar 2 merupakan Sub Assy produk Keyboard Electric dimana produk White Key sebagai komponen utama dapat dilihat pada Gambar 3. Sesuai dengan namanya White merupakan tuts piano yang berwarna putih, sedangkan tuts yang berwarna hitam disebut Black Key. Gambar 2. Sub Assy produk Gambar 3. Produk White Key Perbandingan harga material plastic Produk White Key adalah produk yang menggunakan material plastik AS . crylonitrile-styrene resi. , di mana material tersebut dikategorikan sebagai material mahal oleh Departemen Sales karena memiliki rasio harga 4x lipat dari harga material yang dikategorikan sebagai material standar oleh perusahaan. Pada Tabel 1 berikut dijelaskan perbandingan beberapa material yang digunakan oleh PT. Wijara Plastic Indonesia: Tabel 1. Perbandingan Harga Material di PT. Wijara Plastic Indonesia Material ABS STYLAC ABS TOYOLAC 834 ABS ADION AS10 POM DURACON M90 PSHI VS 740 PP AW PA PPE XYRON PMMA NYLON PA 66 AS DENKA Rate Dari tabel 1 penggunaan material AS DENKA 4 kali lebih banyak jika dibandingkan dengan Material PP AW dimana hanya 1 kali,dalam hal ini material PP AW sebagai pembandingnya. Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 49-60 Proses Produksi Proses produksi diawali dengan persiapan material dan mold yang dipasang pada mesin Selanjutnya, operator menjalankan proses injeksi untuk membentuk produk. Hasil produksi kemudian melalui tahap inspeksi untuk memastikan kesesuaian dengan standar Produk yang memenuhi spesifikasi ditempatkan pada Box OK, sedangkan produk yang tidak memenuhi standar dipisahkan ke Box NG. Gambar 4. Proses Produksi White Key METODE PENELITIAN Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung melalui wawancara mendalam bersama pimpinan mold design section untuk mengidentifikasi kebutuhan teknis dan batasan dalam perancangan. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari dokumen internal perusahaan guna mendukung akurasi analisis. Seluruh data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan pendekatan perancangan terstruktur dengan tahapan sebagai berikut. Perancangan dan Pengembangan Produk Pengembangan rancangan dalam penelitian ini mengacu pada konsep Ulrich dan Eppinger . , yang mengklasifikasikan proyek inovasi produk ke dalam empat tipe utama, yaitu pembuatan platform baru, pengembangan turunan dari platform eksisting, peningkatan atau perbaikan pada produk yang sudah ada, serta penciptaan produk yang benar-benar baru. Penelitian ini secara spesifik berfokus pada tipe ketiga, yaitu melakukan perbaikan dan modifikasi performa pada produk eksisting. Metode Perancangan Konstruksi Untuk menghasilkan rancangan yang sistematis, penelitian ini menerapkan metode perancangan yang mengombinasikan pemikiran rasional dan kreatif guna menemukan solusi teknis yang optimal (Cross, 2. Pendekatan kreatif diterapkan secara intensif melalui beberapa tahapan terstruktur, yang meliputi pengumpulan gagasan secara bebas . , analisis akar masalah menggunakan metode synetic melalui diagram fishbone, serta perluasan cakupan daerah penelitian untuk mengeksplorasi berbagai alternatif konstruksi mold. Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 49-60 Pemilihan Alternatif Menggunakan Weighted Objective Setelah berbagai alternatif modifikasi konstruksi mold berhasil dirumuskan melalui metode kreatif, tahap selanjutnya adalah melakukan evaluasi objektif. Proses pemilihan keputusan ini menggunakan metode Weighted Objective (Cross, 2. Melalui metode ini, setiap kriteria perancangan akan diberikan bobot nilai yang berbeda sesuai dengan tingkat kepentingannya, sehingga alternatif rancangan mold terbaik dapat dipilih secara terukur dan Metode Zero-One Metode yang ditujukan untuk penentuan prioritas fungsi-fungsi dengan prinsip relativitas suatu fungsi Aulebih pentingAy atau Aukurang pentingAy terhadap fungsi lainya dimana metode ini mudah dan cepat penggunaanya dengan memberi nilai satu . pada fungsi yang Aulebih pentingAy dan memberi nilai nol . pada fungsi yang Aukurang pentingAy. (Hutabarat. J,1. A Nilai 1 diberikan pada kriteria yang berada pada kolom lebih penting dari kriteria yang berada pada baris. Nilai 0 diberian pada kriteria yang berada pada kolom kurang penting dari kriteria yang berada pada baris. Nilai X diberikan pada kriteria yang sama penting pada kolom dan baris. A Pada kolom ranking diberi angka yang sesuai dengan jumlah kriteria, yaitu 1-6. Rangking diberikan secara terbalik, yaitu yang mendapat total tertinggi mendapat ranking terbesar. Untuk bobot dihitung dengan rumus = . ngka rangking yang dimiliki / jumlah angka rankin. x 100 2. 5 Analisa Biaya Analisa Biaya Analisa Biaya dipakai sebagai alat untuk mendeteksi apakah perancangan yang dilakukan dapat memberi manfaat positif atau negatif dengan menggunakan Payback Period. ycEycaycycaycaycayco ycEyceycycnycuycc = yaycaycyciyca yaycuycyceycycycaycycn yaycaycEa yaycoycuyc x 1 Tahun . HASIL DAN PEMBAHASAN Analisa Pebaikan Setelah sumber waste dalam proses injeksi berhasil diidentifikasi secara menyeluruh, tahapan analisis selanjutnya dilakukan untuk merumuskan langkah-langkah strategis Analisis ini bertujuan untuk meminimalkan, atau bahkan mengeliminasi secara total, pemborosan yang terjadi pada operasional mold White Key. Identifikasi Masalah Berdasarkan observasi awal dan wawancara yang telah dilakukan, ditemukan adanya waste . dalam proses injeksi berupa komponen runner mold yang tidak memberikan nilai tambah . on-added valu. Guna mengeksplorasi potensi pemborosan lainnya pada mold White Key, proses identifikasi masalah dilakukan melalui metode brainstorming yang dituangkan ke dalam diagram fishbone (Cause and Effect diagra. Diskusi brainstorming ini melibatkan Supervisor Sales Department dan Supervisor Design Section untuk menjamin akurasi serta validitas hasil analisis. Pemetaan difokuskan pada tiga unsur utama yang mendukung proses injeksi, yaitu komponen mold, performa mesin injeksi, dan peran operator. Fishbone Diagram fishbone diterapkan untuk mengurai dan memetakan seluruh faktor penyebab potensial dari ketiga aspek tersebut secara terstruktur. Melalui pendekatan visual ini, hubungan sebab-akibat yang memicu timbulnya waste dapat dianalisis secara mendalam Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 49-60 hingga ditemukan akar permasalahan utamanya . oot caus. Visualisasi dari pemetaan masalah menggunakan diagram fishbone tersebut disajikan pada Gambar 5. Gambar 5. Mold White Key Waste fishbone diagram Berdasarkan Gambar 5 di atas, dilakukan penguraian lebih lanjut terhadap setiap faktor penyebab yang telah dipetakan. Agar rincian mengenai permasalahan pada aspek mold, mesin, dan operator tersebut lebih mudah dipahami, maka penjelasan detail mengenai hubungan sebab-akibat ini disajikan pada Tabel 2 berikut: Tabel 2. Root Cause Discussion Result Machine WASTE Mesin injeksi dalam performe kurang bagus Ukuran Mold besar Material Runner terbuang Kurang Maintance Tingginya ukran Runner dapa direcycle Jarak mold open yang lebar Method Memakai sprue bush Virgin Tingginya Design Tipe cold runner Cycle time lama Cooling Product defect Man Kesalahan proses Ukuran Mold besar sprue bush Design Tipe cold Tingginya Design Tipe Tidak ada SOP Kondisi Dari tabel root cause di atas dihasilkan sebuah masalah yang mengakibatkan waste yang belum dilakukan upaya penindaklanjutan, yaitu pada segi material yang penjelesanya sebagai berikut: Pada segi Material didapati bahwa runner yang dihasilkan mold White Key tidak dapat digunakan kembali. Produk ini dituntut menggunakan 100% virgin material karena tuntutan customer untuk menjaga kualitas produk, serta material AS hanya digunakan untuk Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 49-60 produk White Key, sehingga hasil proses injeksi selain produk tidak dapat digunakan Maka diperlukan upaya perbaikan untuk mengurangi terbuangnya material plastik produk White Key. Keputusan Berdasarkan hasil brainstorming menggunakan diagram fishbone dan analisis akar masalah . oot caus. , dapat disimpulkan bahwa waste pada proses injeksi sebagian besar bersumber dari faktor mold . dan material. Data pada Tabel 2 menunjukkan bahwa desain mold saat ini masih menerapkan sistem cold runner dengan komponen sprue bush. Konfigurasi tersebut menjadi penyebab utama tingginya dimensi ketinggian runner pada mold White Key, yang secara langsung berdampak pada besarnya volume material yang Di sisi lain, mengacu pada data Tabel 1, material Acrylonitrile Styrene (AS) memiliki rasio harga yang relatif tinggi dibandingkan dengan jenis material lainnya. Oleh karena itu, diperlukan sebuah upaya strategis untuk meminimalkan konsumsi material plastik AS tersebut selama proses produksi. Dalam konstruksi mold, terdapat beberapa komponen utama yang berhubungan langsung dengan jalur runner, antara lain: A Layout Cavity A Cavity Plate A Sprue Bush Melalui tahapan analisis mendalam terhadap ketiga komponen tersebut, bagian sprue bush diidentifikasi sebagai area yang paling berpotensi untuk dimodifikasi. Komponen ini merupakan titik awal masuknya material cair dari nosel mesin injeksi menuju ke dalam mold. Penggunaan sistem cold runner pada kondisi eksisting saat ini menyebabkan bentukan runner menjadi terlalu panjang. Sebagai solusi, diputuskan untuk melakukan modifikasi pada mold White Key dengan mengalihkan sistem saluran dari cold runner menjadi sistem hot runner. Modifikasi ini bertujuan untuk memangkas ketinggian runner secara signifikan, sehingga mampu menekan tingkat konsumsi dan pemborosan material plastik AS. Penentuan Alternatif Hot Runner Dalam penelitian ini, diusulkan dua tipe sistem saluran sebagai alternatif modifikasi runner, yaitu Hot Sprue Bush dan Mini Hot Runner. Guna menentukan pilihan terbaik secara terukur, dilakukan evaluasi terhadap karakteristik masing-masing kriteria alternatif tersebut. Proses pengambilan keputusan ini menerapkan metode Weighted Objective, di mana setiap parameter penilaian diberikan bobot berdasarkan tingkat kepentingannya. Parameter dan kriteria yang digunakan sebagai dasar pertimbangan pemilihan alternatif sistem hot runner tersebut disajikan pada Tabel 3. Tabel 3. Kriteria Alternatif Hot Runner Kriteria Pembuatan desain modifikasi runner Kendala proses Biaya modifikasi Hot Sprue Mini Hot Runner agak sulit karena membutuhkan space untuk penempatan manifold Mudah ada, membutuhkan kepresisian akan tetapi lebih mudah lebih murah, harga Hot Sprue dan biaya pemesinan masingmasing < Rp. ada,membutuhkan kepresisian mahal, harga Mini Hot Runner dan biaya pemesinan masing-masing > Rp. Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 49-60 Tabel 3. Kriteria Alternatif Hot Runner (Lanjuta. Kriteria Aplikasi ke mold Proses maintenance Keuntungan Hot Sprue mudah, menambah gate bush mudah, tidak rumit dan tidak memerlukan waktu lama ada, mengurangi runner 15Ae 20%, mempersingkat cycle time dan dapat dipakai untuk tools yang lain Mini Hot Runner susah, perlu menambah spacer block susah, perlu penanganan khusus ada, mengurangi runner hingga 70Ae 80%, mempersingkat cycle time Metode Zero One Dalam metode weighted objective diperlukan penentuan bobot untuk setiap kriteria. Bobot pada setiap kriteria ditentukan dengan metode zero one karena mudah dimengerti dan pelaksanaannya cepat dan mudah. Dengan metode zero one dapat diketahui kriteria mana yang lebih diunggulkan dari kriteria yang lain. Berikut adalah tabel aplikasi metode zero Tabel 4. Pembobotan Kriteria dengan Metode Zero One Kriteria Tot Rank Bobot (%) Pembuatan desain modifikasi 4,76 Kendala proses pemesinan 9,52 Biaya modifikasi 28,57 Aplikasi ke mold 14,29 Proses maintenance 19,05 Keuntungan 23,81 Kriteria Total Terkait detail Penjelasan table 4 Metode zero one di atas adalah sebagai berikut: A Nilai 1 diberikan pada kriteria yang berada pada kolom lebih penting dari kriteria yang berada pada baris. Nilai 0 diberikan pada kriteria yang berada pada kolom kurang penting dari kriteria yang berada pada baris. Nilai X diberikan pada kriteria yang sama penting pada kolom dan baris. A Pada kolom ranking diberi angka yang sesuai dengan jumlah kriteria, yaitu 1Ae6. A Rangking diberikan secara terbalik, yaitu yang mendapat total tertinggi mendapat ranking terbesar. Pembobotan dihitung dengan rumus : yaAycuycaycuyc = ycu 100 = 4, 76 A Diperoleh bobot untuk setiap kriteria yang ditunjukkan pada tabel di atas. Metode Weighted Objective Setelah dilakukan pembobotan setiap kriteria menggunakan metode zero one, kemudian dilakukan scoring untuk menentukan alternatif Hot Runner mana yang akan digunakan. Berikut tabel aplikasi metode scoring: Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 49-60 Tabel 5. Metode Scoring Kriteria Pembuatan desain Kendala proses Biaya modifikasi Aplikasi ke mold Proses maintenance Keuntungan Total Score Rank Decision Bobot Hot Sprue Rate Score Mini Hot Runner Rate Score 0,48 1,428 0,952 0,95 2,856 1,904 2,86 1,43 1,91 2,38 36,191 Use 11,428 5,716 7,62 7,143 24,286 2,857 2,858 3,81 11,905 Terkait detail Penjelasan tabel 5 Metode scoring adalah sebagai berikut : A Pembuatan desain modifikasi (Tingkat kesulitan dalam pembuatan desain modifikasi, semakin mudah rating semakin tingg. A Kendala proses pemesinan (Tingkat Kesulitan dan Kerumitan dalam proses pemesinan, semakin mudah rating semakin tingg. A Biaya Modifikasi (Rentang biaya yang dikeluarkan untuk proses modifikasi, semakin murah rating semakin tingg. A Aplikasi ke mold (Kemudahan alternatif hot runner untuk digunakan lebih dari 1 mold, semakin mudah rating semakin tingg. A Proses maintenance (Kemudahan dalam merawat dan memaintenance alternatif hot runner, semakin mudah rating semakin tingg. A Keuntungan (Keuntungan . engurangan runne. yang dihasilkan dalam penerapan alternatif hot runner, semakin banyak rating semakin tingg. Nilai pembobotan menunjukan bahwa alternatif Hot runner tipe Hot Sprue Bush adalah alternatif hot runner yang lebih unggul dengan bobot 36. Maka dipilihlah Hot Sprue Bush sebagai alternatif hot runner yang dipakai untuk pergantian cold runner menjadi hot runner pada mold White Key. Desain Modifikasi Mold Pada tahap ini dibahas bagaimana rancangan perubahan mold White Key yang sebelumnya menggunakan sistem Cold Runner menjadi Hot Runner. Rancangan yang dilakukan yaitu penyesuaian Hot Sprue terhadap mold White Key saat ini. Kondisi Mold saat ini Gambar 6. Area Fix Plate sistem Cold Runner Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 49-60 Kondisi Mold setelah dimodifikasi Gambar 7. Gambar Hasil modifikasi dengan sistem hot runner Analisis Hasil Modifikasi Setelah dilakukan modifikasi, dilakukan simulasi pada bagian runner Mold White Key dengan menggunakan software UG NX 7. Gambar 8. Runner Cold Runner Gambar 9. Runner Type Hot Runner Dari hasil simulasi yang ditunjukan pada Gambar 8 dan 9 didapatkan informasi sebelum dilakukan modifikasi berat runner yang ditunjukan dari perhitungan simulasi adalah 58 gram, simulasi perhitungan menunjukan berat runner setelah dilakukan modifikasi dengan sistem hot runner adalah 8. 09 gram. Terdapat penurunan berat runner sebesar 23. % yaitu 2. 5 gram. Maka dengan merubah Sistem Cold Runner menjadi Sistem Hot Runner, konsumsi kebutuhan material plastik dapat ditekan. Analisis Biaya Modifikasi Perhitungan Biaya Modifikasi dan Efisiensi Material Setelah rancangan modifikasi selesai dibuat, analisis finansial dilakukan untuk mengidentifikasi besaran investasi yang dibutuhkan dalam pembaruan konstruksi mold White Key. Seluruh tahapan pengerjaan modifikasi mold direalisasikan secara internal . , terkecuali untuk pengadaan unit Hot Sprue Bush. Total biaya investasi yang dialokasikan untuk proyek modifikasi ini adalah sebesar Rp25. Saving Cost Material Sementara itu, hasil simulasi pengisian material menggunakan software UG NX 7. menunjukkan adanya reduksi berat runner sebesar 2,5 gram per shot. Dengan volume produksi produk White Key yang mencapai 26. 000 shot per bulan, modifikasi ini mampu menghemat penggunaan material sebanyak 65 kg setiap bulannya. Akumulasi reduksi massa material tersebut memberikan penghematan biaya produksi sebesar Rp8. 650 per bulan, atau setara dengan Rp103. 800 per tahun. Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 49-60 Analisis Pengembalian Modal (Payback Perio. Nilai penghematan biaya material tahunan tersebut kemudian digunakan sebagai arus kas masuk . ash flo. untuk mengukur periode pengembalian modal. Dengan total investasi awal senilai Rp25. 200 yang mencakup pengadaan Hot Sprue Bush set beserta proses commissioning, perhitungan Payback Period (PP) dirumuskan sebagai berikut: ycEycaycycaycaycayco ycEyceycycnycuycc = 103. 800 x 12 = 0. 249 Tahun = 3 Bulan Berdasarkan hasil perhitungan di atas, investasi untuk modifikasi saluran runner berbasis teknologi Hot Sprue Bush ini diproyeksikan mencapai titik impas dan mulai menghasilkan keuntungan bersih dalam kurun waktu kurang lebih tiga bulan. Evaluasi & Titik Keputusan (Decision Poin. Dari analisa dan modifikasi yang telah dilakukan diperoleh beberapa keputusan sebagai berikut : A Diputuskan untuk merubah sistem Cold Runner menjadi sistem Hot Runner untuk memperpendek panjang runner mold White Key agar konsumsi material plastik A Hot Sprue Bush adalah teknologi yang dipilih sebagai alternatif sistem Hot Runner pada modifikasi mold White Key dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti: Pembuatan desain modifikasi runner. Kendala proses pemesinan. Biaya Modifikasi. Aplikasi ke mold. Proses maintenance, dan Keuntungan. A Pemakaian Hot Sprue Bush mengakibatkan pemodifikasian pada bagian Top plate dan Cavity Plate serta menambahkan beberapa part baru seperti: Locating Ring. Bushing, dan Holder untuk pengaplikasian Hot Sprue Bush. A Hasil Modifikasi Rancangan Runner Dengan Sistem Hot Runner. Gambar 10. Rancangan Runner dengan Hot Sprue Bush PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan mengenai modifikasi rancangan runner mold pada produk White Key untuk mengurangi penggunaan material plastik, dapat disimpulkan bahwa modifikasi desain runner dengan mengganti sistem cold runner menjadi hot runner berhasil menghasilkan desain baru yang lebih efisien dalam penggunaan bahan baku plastik. Perubahan desain menggunakan teknologi Hot Sprue Bush mampu mengurangi konsumsi material sebesar 2,5 gram per shot. Dengan kapasitas Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 49-60 produksi sebanyak 26. 000 shot per bulan, penghematan bahan baku yang diperoleh mencapai 65 kilogram per bulan. Secara finansial, penghematan biaya bahan baku plastik untuk produk White Key mencapai Rp103. 800 per tahun. Sementara itu, biaya investasi yang diperlukan untuk modifikasi runner sebesar Rp25. 200, yang digunakan untuk proses commissioning, dapat kembali dalam waktu sekitar tiga bulan . ayback perio. , sehingga modifikasi yang dilakukan terbukti layak diterapkan baik dari aspek teknis maupun commissioning dengan payback period dalam waktu kurang lebih tiga bulan. DAFTAR PUSTAKA