E-ISSN : 2715-6036 P-ISSN : 2716-0483 DOI : 10. Vol. 5 No. Juni 2023, 1 - 7 HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEAKTIFAN LANJUT USIA (LANSIA) DALAM MENGIKUTI KEGIATAN POSYANDU DI POSYANDU LANSIA DESA SIMO KECAMATAN KEDUNGWARU TULUNGAGUNG RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT AND ELDERLY ACTIVITY IN JOINING POSYANDU ACTIVITIES AT POSYANDU ELDERLY SIMO VILLAGE, KEDUNGWARU DISTRICT. TULUNGAGUNG Ria Anggraini 1*. Aesthetica Islamy 1. Eny Masruroh1. Amita Audilla1. Nurhidayati1 1 STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung. Jawa Timur. Indonesia *Korespondensi Penulis : riaanggraini118@gmail. Abstrak Usia lanjut merupakan tahap akhir dari siklus hidup manusia dimana mereka harus memikirkan tentang kesehatannya. Posyandu lansia adalah salah satu program Pemerintah untuk meningkatkan kesehatan lansia. Realita yang terjadi saat ini kemauan dan kesadaran lansia untuk berkunjung ke posyandu lansia masih rendah. Dukungan keluarga berperan penting dalam mendorong minat atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan keaktifan lanjut usia . dalam mengikuti kegiatan di posyandu lansia Desa Simo Kec Kedungwaru tahun 2022. Jenis penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh keluarga lansia yang mengikuti kegiatan posyandu lansia di Desa Simo Kecamatan Kedungwaru, dengan teknik pengambilan sample kuota didapatkan sampel sebanyak 50 lansia dan 50 keluarga lansia. Analisa data dengan uji Chi-square. Hasil penelitian didapatkan bahwa dukungan keluarga yang baik sebanyak 32% dan lansia yang aktif mengikuti posyandu sebanyak 58%, hal ini menandakan bahwa dukungan keluarga dan keaktifan lansia memiliki hubungan secara bermakna dengan nilai p=0,0031. Dukungan keluarga mendorong lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu lansia secara konstan/ berkelanjutan. Disarankan pada keluarga untuk mempertahankan bahkan meningkatkan dukungan kepada lansia untuk tetap aktif dalam mengikuti posyandu lansia supaya kesehatan lansia terus terpantau. Kata kunci : Lansia. Dukungan Keluarga. Kegiatan Posyandu dan Keaktifan Lansia Abstract Old age is the final stage of the human life cycle where they have to think about their health. Elderly Posyandu is a government program to improve the health of the elderly. The reality that is happening now is that the willingness and awareness of teenagers to visit the elderly Posyandu is still low. Family support plays an important role in encouraging the interest or willingness of the elderly to participate in elderly Posyandu activities. The purpose of this study was to determine the relationship between family support and the activity of the elderly . in participating in activities at the elderly Posyandu in Simo Village. Kedungwaru District in 2022. The type of research is analytic with a cross-sectional approach. The research population was all elderly families who participated in elderly posyandu activities in Simo Village. Kedungwaru District, using a sampling technique that obtained a sample of 50 elderly and 50 elderly families. Data analysis with chi-square test. The results showed that 32% had good family support and 58% of the elderly who actively attended the posyandu, this indicates that family support and the activeness of the elderly had a significant relationship with a value of p = 0. Family support encourages the elderly to take part in Posyandu activities on a constant/ sustainable basis. It is recommended Submitted Accepted Website : 29 Maret 2023 : 6 April 2023 : jurnal. di | Email : jurnal. pamenang@gmail. Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Keaktifan Lanjut Usia . (Ria Anggraini, dk. for families to maintain and even increase support for the elderly to remain active in participating in the elderly Posyandu so that the health of the elderly continues to be monitored. Keywords : Elderly. Family Support. AuIntegrated Health Service PostAy Activities and Elderly Activity Pendahuluan Usia lanjut merupakan tahap akhir dari siklus hidup manusia, yaitu bagian dari proses kehidupan yang tak dapat dihindari dan akan dialami oleh setiap individu. Menjadi tua merupakan proses yang alamiah, yang berarti seseorang telah kehidupannya yaitu anak, dewasa, dan tua. Memasuki masa tua berarti mengalami penurunan secara fisik, mental dan perubahan psikologis (Nugroho, 2. Penuaan terjadi tidak secara tiba-tiba, tetapi berkembang dari masa bayi, anak-anak, dewasa, dan akhirnya menjadi tua. Menurut World Health Organization (WHO), usia lanjut dibagi menjadi empat kriteria berikut: usia pertengahan . iddle ag. ialah 45-59 tahun, lanjut usia . ialah 60-74 tahun, lanjut usia tua . ialah 75-90 tahun, usia sangat tua . ery ol. di atas 90 tahun (Sunaryo, 2. Memasuki masa tua, lansia juga harus memikirkan tentang kesehatanya dengan cara memanfaatkan bantuan-bantuan kesehatan dari Pemerintah seperti halnya Posyandu Lansia. Pemanfaatan posyandu lansia secara optimal dapat dilakukan ketika lansia memiliki kemauan, sadar akan kesehatan dirinya untuk ikut dalam kegiatan posyandu Namun di Indonesia realita yang terjadi saat ini kemauan dan kesadaran lansia untuk berkunjung ke posyandu lansia masih (Sulistyorini. Pebrianti. Proverawati, 2. Posyandu Lansia itu adalah suatu wadah pelayanan kesehatan bersumberdaya masyarakat untuk melayani penduduk lansia. Proses pembentukan dan dilakukan oleh petugas kesehatan desa/puskesmas bersama lembaga swadaya masyarakat, lintas sector pemerintah dan non-pemerintah, swasta, organisasi sosial dan lain-lain. Pelayanan kesehatan pada upaya promotif dan preventif (Sunaryo, 2. Badan Pusat Statistik RI . , menyebutkan berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2010, saat ini Indonesia termasuk lima besar Negara dengan jumlah penduduk lanjut usia terbanyak di dunia, yakni mencapai 18,1 juta jiwa atau 7,6% dari jumlah penduduk lansia berumur 60 tahun atau lebih. Situasi ini diperkirakan akan terus meningkat. Seiring dengan semakin meningkatnya populasi lansia yang tumbuh dengan sangat cepat bahkan tercepat di banding kelompok usia lainnya. Hasil prediksi menunjukan bahwa presentase penduduk lanjut usia akan mencapai 9,77% dari total penduduk pada tahun 2010 dan menjadi 11,34% pada tahun 2020. Usia harapan hidup perempuan yang lebih panjang dibandingkan laki-laki menyebabkan jumlah penduduk lanjut usia perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki . ,29 juta jiwa berbanding 9,26 juta jiw. Oleh karena itu, permasalahan lanjut usia secara umum didominasi oleh perempuan. Badan kesehatan dunia WHO menyatakan bahwa penduduk lansia di Indonesia pada tahun 2020 mendatang sudah mencapai angka 11,34 atau tercatat 28,8 juta orang, balitanya tinggal yang menyebabkan jumlah penduduk lansia terbesar di dunia, dari jumlah tersebut, 11,14% diantaranya berada di Provinsi Jawa Timur (Badan Pusat Statistik, 2. Terdapat beberapa kendala yang dihadapi lansia dalam mengikuti posyandu lansia, salah satunya adalah kurangnya dukungan keluarga. Dukungan keluarga merupakan suatu proses yang terjadi sepanjang hidup dimana didalamnya terdapat dukungan emosional, dukungan informasi, dukungan instrumental/nyata dan dukungan pengharaan/penilaian yang diberikan oleh keluarga dan orang terdekat (Bratanegara A. Manat. L, 2. Dukungan keluarga sangat berperan penting dalam mendorong minat atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu lansia. Keluarga bisa menjadi motivator kuat bagi lansia apabila selalu menyediakan diri untuk mendampingi atau mengantar lansia ke posyandu, mengingatkan lansia jika lupa jadwal posyandu, dan berusaha membantu mengatasi Dukungan keluarga terhadap lansia inipun tentunya belum efektif/ dilakukan di kalangan masyarakat (Sunaryo, 2. Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Keaktifan Lanjut Usia . (Ria Anggraini, dk. Kurangnya terhadap lansia, akan berdampak kepada kurangya pengetahuan lansia di bidang kesehatan yang akan menimbulkan beberapa masa produktif lansia mengalami penurunan. Penurunan tersebut dapat berupa penurunan kesehatan, penurunan kemampuan fisik dan kualitas hidup lanjut usia . (Sunaryo. Oleh sebab itu untuk meningkatkan keaktifan lansia dalam mengikuti kegiatan posyandu lansia maka di butuhkan dukungan Pemerintah juga memberikan layanan kesehatan untuk para lansia, misalnya Posyandu Lansia. Ada beberapa posyandu lansia yang dibentuk di wilayah masingmasing kota maupun daerah terutama pada unit terkecil, yaitu desa, salah satunya adalah di Desa Simo Kec Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Berdasarkan latar belakang tersebut penulis tertarik untuk meneliti tentang hubungan dukungan keluarga dengan keaktifan lanjut usia . dalam mengikuti kegiatan di posyandu lansia di Desa Simo. Hal ini bertujuan agar keluarga dapat memberikan dukungan kepada lanjut usia . untuk memperoleh hak lansia dalam bidang Metode Desain penelitian adalah sesuatu yang beberapa faktor yang dapat memengaruhi akurasi suatu hasil (Nursalam, 2. Pada penelitian ini desain penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian analitik korelasional dengan pendekatan crosectional. Penelitian cross-setional adalah jenis independen dan dependen hanya satu kali pada satu saat. Pada jenis ini, variabel independen dan dependen dinilai secara simultan pada suatu saat, jadi tidak ada tindak lanjut (Notoatmodjo, 2. Dalam penelitian ini populasinya adalah subjek lansia yang telah ditetapkan oleh WHO yaitu berumur 60-74 tahun . , 75-90 . , 90 tahun keatas . ery ol. di Posyandu Lansia Desa Simo Kecamatan Kedungwaru. Pada penelitian ini sampel yang diambil dari populasi adalah sebagian lansia yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Dalam pengumpulan data yang dipakai untuk alat ukur penelitian adalah lembar Keaktifan lansia dalam mengikuti kegiatan di posyandu lansia dikatakan aktif jika mengikuti kegiatan posyandu Ou 6 kali dalam satu tahun, tidak aktif jika mengikuti kegiatan posyandu < 6 kali dalam satu tahun. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 April sampai 1 Juni 2022 di Posyandu Lansia Desa Simo Kecamatan Kedungwaru Tulungagung. Setelah data ditabulasi kemudian data dianalisis menggunakan uji chi-square yang nantinya akan menunjukan ada tidaknya hubungan dukungan keluarga dengan keaktifan lanjut usia . dalam mengikuti kegiatan di posyandu lansia. Karena data tersebut dapat dikategorikan dan berskala nominal dan ordinal maka data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan uji statistik Chi-Square (Riyanto, 2. Untuk menentukan apakah hubungan dukungan keluarga dengan keaktifan lanjut usia . dalam mengikuti kegiatan di posyandu lansia dengan menggunakan komputer dengan tehnik SPSS (Statistical Product and Service Solution Versi 16 Window. Untuk mengetahui tingkat signifikan antara variabel dalam pengukuran hubungan yang bermakna dengan tingkat kemaknaan adalah p < 0,05 artinya H0 ditolak H1 diterima berarti ada hubungan antara variabel yang diukur, bila p Ou 0,05 artinya H0 diterima berarti tidak ada hubungan antara Hasil Dukungan Keluarga Terhadap Lansia yang Mengikuti Kegiatan Posyandu Tabel Distribusi Dukungan Keluarga Terhadap Lansia yang Mengikuti Kegiatan Posyandu Dukungan Keluarga Frekuensi Presentase (%) Kurang Sedang Baik Jumlah Berdasarkan tabel 4. 1 diatas dapat dilihat bahwa dari 50 responden yang memberikan dukungan kuluarga yang sedang adalah 18 Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Keaktifan Lanjut Usia . (Ria Anggraini, dk. %). Adapun keluarga yang memberikan dukungan baik adalah 16 orang . %). Keaktifan Lansia Dalam Mengikuti Kegiatan Posyandu Tabel 4. 2 Distribusi Keaktifan Lansia Dalam Mengikuti Kegiatan Posyandu Keaktifan Tidak Aktif Aktif Jumlah Frekuensi Presentase (%) Berdasarkan tabel 4. 2 diatas dapat dilihat bahwa lansia yang aktif mengikuti kegiatan Posyandu sebanyak 29 orang . %). Adapun Lansia yang tidak aktif . idak teratu. datang di Posyandu sebanyak 21 orang . %) Tabulasi Silang Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Keaktifan Lansia Dalam Mengikuti Kegiatan di Posyandu Lansia. Tabel 4. 3 Tabulasi Silang Dukungan Keluarga Dengan Keaktifan Lansia Dalam Mengikuti Kegiatan di Posyandu Lansia DUKUNGAN KELUARGA KURANG SEDANG BAIK KEAKTIFAN TIDAK AKTIF AKTIF Berdasarkan tabel 4. 3, didapatkan lansia yang aktif mengikuti kegiatan di Posyandu Lansia Desa Simo yang memiliki dukungan kurang adalah sebesar 31,2%. Adapun lansia yang aktif mengikuti kegiatan di Posyandu Lansia Desa Simo yang memiliki dukungan baik adalah 68,8%. Berdasarkan hasil uji statistik chisquare tests didapatkan A = 0,031, sedangkan = 0,05, karena A < maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti ada Hubungan antara Dukungan Keluarga Dengan Keaktifan Lansia Dalam Mengikuti Kegiatan di Posyandu Lansia Desa Simo Kecamatan Kedungwaru Tahun Pembahasan Dukungan Keluarga Lansia Desa Simo Posyandu Berdasarkan menyatakan bahwa dari 50 responden yang aktif mengikuti kegiatan di Posyandu Lansia sebagian besar memiliki dukungan keluarga sedang. Dari hasil penelitian pada tabel 4. didapatkan hasil bahwa dari 50 responden yang mengikuti kegiatan di Posyandu Lansia Desa Simo yang memiliki dukungan sedang sebanyak 18 orang yaitu 36% dan yang mempunyai dukungan baik sebanyak 16 orang yaitu 32%. Kristyaningsih . , mengatakan bahwa dukungan dari keluarga . uami, istri atau ana. sangat di perlukan lansia untuk menyokong rasa percaya diri dan perasaan dapat menguasai lingkungan. Namun setelah adanya dukungan dari keluarga tidak berarti lansia hanya tinggal duduk, diam, tenang dan berdiam diri Dukungan keluarga adalah suatu proses hubungan antara keluarga dengan lingkungan sosialnya, ketiga dimensi interaksi dukungan keluarga tersebut bersifat reproksitas . imbal balik atau sifat dan frekuensi hubungan timbal bali. , umpan balik . ualitas komunikas. , dan . edalaman hubungan sosial (Friedmen. Bouden. V, 2. Dukungan keluarga mampu menghadapi masa tuanya dengan baik sehingga dapat membentuk konsep diri yang baik (Romadlani. Tri. N, 2. Peneliti Romadlani. Tri. N, . , bahwa dukungan keluarga sangat di butuhkan lansia untuk menyokong rasa percaya diri dan memberi semangat untuk masa tua yang lebih baik. Peneliti mengatakan bahwa dukungan keluarga sedang sudah dapat menjadikan lansia aktif mengikuti posyandu lansia, dan jika dilakukan terus-menerus maka akan membuat lansia dapat mengikuti kegiatan Posyandu Lansia dengan baik dan teratur. Peneliti berpendapat bahwa dukungan keluarga yang baik akan Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Keaktifan Lanjut Usia . (Ria Anggraini, dk. menjadikan lansia memiliki hubungan sosial yang baik dan meningkatkan semangat lansia sehingga dapat membuat lansia aktif dalam mengikuti kegiatan di posyandu lansia. Sebaliknya, jika dukungan keluarga kurang maka akan memberikan dampak negatif yang dapat menurunkan semangat dan hubungan social lansia, sehingga lansia menjadi tidak aktif dalam mengikuti kegiatan posyandu lansia. Keaktifan Lansia Mengikuti Kegiatan Posyandu Lansia Desa Simo Berdasarkan tabel 4. 2, didapatkan hasil bahwa dari 50 responden yang memiliki keaktifan yang aktif sebanyak 58% dan yang memiliki keaktifan yang tidak aktif sebanyak 42%. Menurut Sesrianty. Amalia. Fradisa. , & Arif . , keaktifan lansia datang ke Posyandu Lansia adalah suatu frekuensi keterlibatan dan keikutsertaan dalam mengikuti kegiatan posyandu secara rutin setiap bulan dan merupakan salah satu bentuk perilaku kesehatan lansia meningkatkan kesehatan dirinya secara Menurut Tamher. & Noor Kasiani . , menyatakan bahwa frekuensi ideal kunjungan ke posyandu lansia dalam setahun adalah 12 kali kunjungan, karena posyandu lansia diselenggarakan setiap satu bulan sekali. Apabila kunjungan yang tinggi maka dapat terpantau dengan baik status kesehatanya. Keaktifan adalah suatu kesibukan yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh sesuatu. Kurang aktifnya lansia dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan di posyandu lansia, maka kondisi kesehatan mereka tidak dapat terpantau dengan baik, sehingga apabila mengalami suatu resiko penyakit akibat penurunan kondisi tubuh dan proses mengalami dikhawatirkan dapat berakibat fatal dan mengancam jiwa mereka. Maka perlunya dukungan keluarga dalam mendorong minat atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu lansia (Yueh-Ping Li. Sang-I Lin, 2. Peneliti sependapat dengan teori diatas bahwa lansia yang kurang aktif dalam mengikuti kegiatan posyandu dapat mengakibatkan kondisi kesehatanya tidak terpantau dengan baik sehingga akan dapat mengancam jiwa mereka, ketika lansia Sebaliknya, lansia yang aktif dalam mengikuti kegiatan posyandu maka kondisi kesehatanya akan terpantau, sehingga ketika mereka mengalami suatu kondisi yang buruk akan dapat langsung ditangani dan mengurangi resiko mengancam jiwa Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Keaktifan Lansia Dalam Mengikuti Kegiatan di Posyandu Lansia Desa Simo Berdasarkan data umum lansia yang aktif mengikuti kegiatan posyandu lansia sebagian besar berumur 60-74 tahun yaitu sebanyak . %). Adapun lansia yang tidak aktif mengikuti kegiatan posyandu lansia yaitu berusia 75-78 tahun sebanyak . %). Keaktifan lansia mengikuti kegiatan di Posyandu Lansia juga dipengaruhi oleh jenis kelamin. Berdasarkan data umum lansia yang berjenis kelamin perempuan memiliki keaktifan yaitu 52%. Hal ini tidak jauh berbeda dengan jumlah presentase dari jenis kelamin laki-laki yaitu 48%. Tingkat pendidikan lansia dalam mengikuti kegiatan Posyandu Lansia Berdasarkan data umum pendidikan lansia yang mengikutkan 50 responden, sebagian besar berpendidikan SD yaitu 27 orang . %). Hal ini berbeda tipis dengan SLTP. Dalam mengikuti kegiatan di Posyandu Lansia status pekerjaan juga mempengaruhi lansia dalam keaktifanya. Berdasarkan data umum pekerjaan lansia, jumlah pekerja swasta yaitu sebanyak 30 orang yaitu . %), lansia dengan pekerjaan IRT yaitu sebanyak 38% dan lansia dengan pekerjaan pensiun yaitu sebanyak 2% dari 50 responden. Berdasarkan tabel 4. 3, didapatkan hasil tabulasi silang dukungan keluarga dengan keaktifan lansia dalam mengikuti kegiatan di Posyandu Lansia didapatkan hasil lansia yang aktif mengikuti kegiatan di Posyandu Lansia Desa Simo yang memiliki dukungan kurang adalah sebesar 31,2%. Adapun lansia yang aktif Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Keaktifan Lanjut Usia . (Ria Anggraini, dk. mengikuti kegiatan di Posyandu Lansia Desa Simo yang memiliki dukungan baik adalah 68,8%. Berdasarkan tabel 4. 4, didapatkan hasil analisis hubungan dukungan menggunakan uji statistic Chi Square di peroleh nilai A = 0,031, sedangkan = 0,05, karena A < , maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya Ada Hubungan antara Dukungan Keluarga Dengan Keaktifan Lansia Dalam mengikuti Kegiatan di Posyandu Lansia Desa Simo Kecamatan Kedungwaru tahun 2022. Dukungan keluarga sangat berperan penting dalam mendorong minat atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu lansia. Keluarga bisa menjadi motivator kuat bagi lansia apabila selalu menyediakan diri untuk mendampingi atau mengantar lansia ke posyandu, mengingatkan lansia jika lupa jadwal posyandu, dan berusaha membantu mengatasi segala permasalahan bersama lansia (Sunaryo, 2. Fatriona . , menyatakan dari hasil penelitianya menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan dukungan keluarga, usia dengan dukungan keluarga, jenis kelamin dengan dukungan keluarga, pendidikan dengan dukungan keluarga. Kesimpulan Dukungan keluarga kepada lansia yang megikuti kegiatan di Posyandu Lansia Desa Simo Kecamatan Kedungwaru didapatkan bahwa dari 50 responden mempunyai dukungan keluarga kurang yaitu 16 responden . %), yang mempunyai dukungan keluarga sedang yaitu 18 responden . %) dan yang mempunyai dukungan keluarga baik yaitu 16 responden . %). Keaktifan lansia dalam mengikuti kegiatan di Posyandu Lansia Desa Simo Kecamatan Kedungwaru di dapatkan bahwa 21 responden . %) tidak aktif dan 29 responden . %) aktif mengikuti kegiatan di Posyandu Lansia. Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan keaktifan lansia dalam Mengikuti Kegiatan di Posyandu Lansia Ucapan Terima Kasih