Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 12 BULAN Evi Ratna Dewi. Sri Dinengsih* Prodi Kebidanan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Nasional Jl. Harsono RM No. 1 Ragunan. Jakarta Selatan 12550 e-mail. dini_alba@yahoo. Artikel Diterima : 7 September 2023. Direvisi : 25 September 2023. Diterbitkan : 30 September 2023 ABSTRAK Pendahuluan: Upaya program imunisasi merupakan salah satu program pemerintah dalam upaya untuk mencegah penyakit melalui pemberian kekebalan tubuh. Dasar utama pelayanan kesehatan bidang preventif merupakan perioritas utama, dengan melakukan imunisasi terhadap seorang bayi atau balita tidak hanya memberikan perlindungan pada anak lainnya, karena terjadi tingkat imunitas umum yang meningkat dan mengurangi penyebaran infeksi. Imunisasi dasar lengkap merupakan pemberian imunisasi awal kepada bayi untuk mencapai kadar kekebalan diatas ambang perlindungan. Penyebab utama rendahnya pencapaian imunisasi dasar lengkap tersebut adalah rendahnya akses pelayanan, tingginya angka drop Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan dengan kelengkapan imunisasi pada bayi usia 12 bulan. Metode: Penelitian dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian menggunakan total sampling yaitu seluruh ibu yang memiliki bayi usia 12 bulan sebanyak 66 orang. Instrument berupa kuesioner dengan model pertanyaan tertutup. Kuesioner ini telah di uji validitas dan reliabilitas dengan hasil uji dinyatakan valid dan Analisis data dengan menggunakan uji chi-square. Hasil: terdapat hubungan anatar variabel pengetahuan dengan nilai p-value sebesar 0,001, variabel budaya dengan nilai pvalue sebesar 0,008, variabel motivasi dengan nilai p-value sebesar 0,02 dan variabel dukungan keluarga dengan nilai p-value sebesar 0,007 terhadap kelengkapan imunisasi dasar Kesimpulan dan Saran: variabel pengetahuan,budaya,motivasi dan dukungan keluarga memiliki hubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar lengkap. Diharapkan masyarakat khususnya ibu bayi berperan aktif mengikuti kegiatan kelas ibu balita sehingga pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar lengkap semakin baik. Kata Kunci: budaya, dukungan keluarga, imunisasi, motivasi, pengetahuan Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 151 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 ABSTRACT Background: The immunization program is one of the government's programs in an effort to prevent disease through providing immunity. The main basis of preventive health services is the main priority, immunizing a baby or toddler not only provides protection for other children, because the level of general immunity increases and reduces the spread of infection. Complete basic immunization is the provision of initial immunization to babies to achieve immunity levels above the protection threshold. The main causes of the low achievement of complete basic immunization are low access to services, high drop out rates. Objective: to determine the factors associated with complete immunization in babies aged 12 months. Methodology: Research with a cross sectional approach. The research sample used total sampling, namely all mothers who had babies aged 12 months as many as 66 people. The instrument is a questionnaire with a closed question model. This questionnaire has been tested for validity and reliability with the test results declared valid and reliable. Data analysis using the chi-square test. Results: there is a relationship between the knowledge variable with a p-value of 0. 001, the cultural variable with a p-value of 0. 008, the motivation variable with a p-value of 0. 02 and the family support variable with a p-value of 0. 007 on completeness complete basic immunization. Conclusions and suggestions: the variables of knowledge, culture, motivation and family support are related to complete basic immunization. It is hoped that the community, especially mothers of babies, will play an active role in participating in class activities for mothers of toddlers so that mothers' knowledge about complete basic immunization will improve. Keywords: culture, family support, immunization, motivation, knowledge Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 152 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index PENDAHULUAN Imunisasi merupakan salah satu bentuk intervensi kesehatan yang sangat efektif dalam upaya menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Balita (AKABA). Dasar utama pelayanan kesehatan bidang preventif merupakan perioritas utama, dengan melakukan imunisasi terhadap seorang bayi atau balita tidak hanya memberikan perlindungan pada anak lainnya, karena terjadi tingkat imunitas umum yang meningkat dan mengurangi penyebaran infeksi (Ranuh dalam (Dinengsih & Hendriyani, 2. Imunisasi dasar lengkap merupakan pemberian imunisasi awal kepada bayi untuk mencapai kadar kekebalan diatas Jenis-jenis imunisasi dasar lengkap terdiri dari imunisasi BCG yaitu imunisasi untuk mencegah penyakit TBC. Imunisasi Hepatitis B yaitu imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit hepatitis B, disusul dengan imunisasi DPT yaitu imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit dipterid pertussis dan tetanus. Imunisasi polio adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit polio dan imunisasi campak diberikan untuk mencegah penyakit campak(Dinengsih & Hendriyani, 2. Berdasarkan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2013 jumlah bayi dengan imunisasi dasar lengkap baru mencapai 59,2%. Cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2011 baru mencapai 48,8%, sedangkan imunisasi yang tidak lengkap sebesar 38,6%, dan yang tidak diimunisasi sebesar 12,6%. Sedangkan persentase cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi(Triana Vivi, 2. Penyebab pencapaian imunisasi dasar lengkap pelayanan, tingginya angka drop out. Hal ini antara lain terjadi karena tempat pelayanan imunisasi jauh dan sulit Jadwal pelayanan tidak teratur JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 dan tidak sesuai dengan kegiatan masyarakat, kurangnya tenaga, tidak tersedianya kartu imunisasi (KMS/Buku KIA), pengetahuan masyarakat tentang manfaat, waktu pemberian imunisasi, serta gejala ikutan imunisasi (Wati S. F dan Umbul C. Dampak dari tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap yaitu anak akan berisiko terkena penyakit, parahnya lagi penyakit tersebut bisa menyebabkan kematian pada anak. Sistem kekebalan tubuh pada anak yang tidak mendapat imunisasi tidak sekuat anak yang diberi imunisasi, tubuh tidak mengenali virus penyakit yang masuk ke tubuh sehingga tidak bisa melawannya, ini membuat anak rentan terhadap penyakit. Jika anak yang tidak diimunisasi ini menderita sakit, ia juga dapat menularkannya ke orang sekitarnya sehingga dapat membahayakan orang lain(Yundri et al. , 2. Pentingnya pemberian imunisasi dasar lengkap bagi bayi sebelum usia satu kekebalan tubuh dan mencegah terhadap penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi disamping sebagai upaya pemerintah dalam mencapai derajat kesehatan masyarakat. Hal ini menarik peneliti untuk mengetahui lebih jauh tentang Aufaktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi pada bayi usia 12 bulan di Desa Mekarsari Wilayah Kerja Puskesmas Karangmulya Kabupaten Garut". BAHAN DAN METODE Penelitian metode observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 11 bulan lebih 29 hari di Desa Mekarsari Wilayah Kerja Puskesmas Karangmulya Kabupaten Garut pada Juni 2019. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling Sampel dari penelitian ini adalah 66 ibu. Variabel bebas pada penelitian ini Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 153 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index adalah pengetahuan, budaya, motivasi dan dukungan keluarga, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah kelengkapan imunisasi pada bayi 12 bulan. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner dengan pertanyaan tertutup dimana jawaban JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 menggunakan skala guttman. uji analisis yang digunakan yaitu Uji Chi Square. persetujuan dari komite etik penelitian dilakukan bahwa penelitian ini tidak membahayakan responden penelitian. Surat persetujuan ini disampaikan kepada kepala Puskesmas Karangmulya. HASIL Tabel 1 Distribusi Frekuensi Kelengkapan Imunisasi pada Bayi Usia 12 Bulan Kelengkapan Imunisasi Tidak Lengkap Lengkap Jumlah Berdasarkan tabel 1 menunjukan bahwa kelengkapan imunisasi pada bayi usia 12 bulan dari 66 responden didapat 42 Frekuensi . Presentase (%) responden . ,6%) dengan status tidak lengkap dan 24 responden . ,4%) dengan status lengkap Tabel 2 Distribusi Frekuensi Variabel Pengetahuan. Budaya. Motivasi dan Dukungan Keluarga Variabel Frekuensi . Presentase (%) Pengetahuan Kurang Baik Budaya Mempengaruhi Tidak Mempengaruhi Motivasi Kurang Baik Dukungan Keluarga Kurang Baik Jumlah Berdasarkan tabel 2 bahwa dari 66 responden didapat 38 responden . ,6%) mempunyai pengetahuan yang kurang mengenai kelengkapan imunisasi pada bayi usia 12 bulan dan sebanyak 24 ,4%) pengetahuan yang baik, pada variabel budaya ada 40 responden . ,6%) terpengaruh oleh budaya dan sebanyak 26 responden . ,4%) tidak terpengaruh oleh budaya pada variabel motivasi didapat 41 responden . ,1%) mempunyai motivasi kelengkapan imunisasi pada bayi usia 12 bulan dan sebanyak 25 responden . ,9%) mempunyai motivasi yang baik, pada variabel dukungan keluarga 35 responden . ,0%) mempunyai dukungan keluarga Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 154 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index kelengkapan imunisasi pada bayi usia 12 JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 bulan dan sebanyak 31 responden . ,0%) mempunyai dukungan keluarga yang baik. Tabel 3 Hubungan Pengetahuan dengan Kelengkapan Imunisasi pada Bayi Usia 12 Bulan Kelengkapan Imunisasi Pengetahuan Tidak Lengkap Lengkap Total Kurang Baik Jumlah Berdasarkan tabel 3 menunjukan bahwa Ada hubungan antara pengetahuan dengan kelengkapan imunisasi pada bayi usia 12 bulan dengan nilai A-value sebesar 0,001 (A-value < 0,. dan nilai OR (Odd Rati. sebesar 6,844 yang berarti bahwa Value 0,001 6,844 responden yang memiliki pengetahuan kurang berpeluang 7 kali tidak lengkap dalam pemberian imunisasi pada bayi usia 12 bulan dibandingkan dengan responden yang memiliki pengetahuan baik. Tabel 4 Hubungan Budaya dengan Kelengkapan Imunisasi pada Bayi Usia 12 Bulan Kelengkapan Total Imunisasi Budaya Tidak Lengkap Value Lengkap Mempengaruhi Tidak Jumlah Berdasarkan tabel 4 menunjukan ada hubungan antara budaya dengan kelengkapan imunisasi pada bayi usia 12 bulan dengan nilai A-value sebesar 0,008 (A-value < 0,. dengan nilai OR (Odd Rati. sebesar 4,697 yang berarti bahwa 0,008 4,697 responden yang dipengaruhi oleh budaya kurang berpeluang 5 kali tidak lengkap dalam pemberian imunisasi pada bayi usia 12 bulan dibandingkan dengan responden yang tidak dipengaruhi oleh budaya. Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 155 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Tabel 5 Hubungan Motivasi dengan Kelengkapan Imunisasi pada Bayi Usia 12 Bulan Kelengkapan Imunisasi Motivasi Tidak Lengkap Lengkap Total Kurang Baik Jumlah Value 0,020 3,945 Berdasarkan responden dengan motivasi kurang menunjukan ada hubungan antara motivasi berpeluang 4 kali tidak lengkap dalam dengan kelengkapan imunisasi pada bayi pemberian imunisasi pada bayi usia 12 usia 12 bulan dengan nilai A-value sebesar bulan dibandingkan dengan responden 0,020 (A-value < 0,. dan nilai OR (Odd yang memiliki motivasi baik. Rati. sebesar 3,945 yang berarti bahwa Table 6 Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kelengkapan Imunisasi pada Bayi Usia 12 Bulan Kelengkapan Imunisasi Dukungan Keluarga Tidak Lengkap Lengkap Total Kurang Baik Jumlah Value 0,007 4,857 Berdasarkan menunjukan Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi pada bayi usia 12 bulan dengan nilai A-value sebesar 0,007 (A-value < 0,. dan nilai OR (Odd Rati. sebesar 4,857 yang berarti bahwa responden dengan dukungan keluarga kurang berpeluang 5 kali tidak lengkap dalam pemberian imunisasi pada bayi usia 12 bulan dibandingkan dengan responden yang memiliki dukungan keluarga baik PEMBAHASAN Hubungan Pengetahuan dengan Kelengkapan Imunisasi Kelengkapan status imunisasi dasar lengkap yaitu hepatitis B. BCG, polio. DPT dan campak dapat memberikan perlindungan yang paling ampuh untuk mencegah beberapa penyakit berbahaya dan pemberian imunisasi akan merangsang kekebalan tubuh. Walaupun anak sedang batuk, pilek atau mencret anak tetap boleh diimunisasi karena tubuh anak mampu membuat kekebalan, sehingga imunisasi tetap bermanfaat untuk anak(Safitri et al. Imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin kedalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhada penyakit tertentu (Dinengsih & Hendriyani, 2. Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 156 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Kelengkapan imunisasi sebelum usia 12 bulan adalah tindakan ibu untuk memperoleh atau mendapatkan imunisasi sebelum anaknya berusia 12 bulan agar terhindar dari penyakit berbahaya yang dapat di cegah dengan imunisasi. Tidak lengkapnya bayi mendapatkan imunisasi lengkap dikarenakan setelah di imunisasi anak menjadi panas dan rewel serta masih adanya anggapan bahwa imunisasi itu haram sehingga ibu enggan untuk memberikan imunisasi dasar secara lengkap(Safitri et al. , 2. Pengetahuan merupakan hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap suatu objek dari indra yang dimilikinya. Pengetahuan adalah berbagai hal yang diperoleh manusia melalui panca indera. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan inderanya untuk menggali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya(Darsini et al. , 2. Pengetahuan seorang ibu akan mempengaruhi status imunisasi bayinya. Semakin baik tingkat pengetahuan memahami informasi yang diberikan tenaga kesehatan mengenai efek samping imunisasi, sehingga responden dengan senang hati membawa bayinya untuk dilakukan imunisasi selanjutnya. (Devy Lestari Nurul Aulia, 2. Menurut asumsi peneliti bahwa pengetahuan seseorang dapat disebabkan kerena rendahnya status pendidikan ibu sehingga berdampak terhadap kurangnya informasi yang diperoleh ibu tentang imunisasi dasar lengkap ditambah adanya sebagian ibu yang melakukan kerja sampingan sebagai buruh tani ataupun buruh pabrik sehingga tidak ada waktu luang untuk mencari informasi tentang imunisasi dasar lengkap. Hubungan Budaya dengan Kelengkapan Imunisasi Ada hubungan antara budaya dengan kelengkapan imunisasi pada bayi usia 12 bulan dengan nilai A-value sebesar JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 0,008, hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya bahwa dari 96 responden yang memiliki budaya yang tertinggi . (Normalisa, 2. dan penelitian lainnya menyatakan bahwa dari 38 ibu yang memiliki sosial budaya baik yang memiliki perilaku kurang sebanyak 21,1%. Hasil uji statistik chi-square diperoleh nilai p = 0,006 < 0,05 bererarti ada hubungan antara sosial budaya dengan perilaku ibu dalam pemberian imunisasi dasar (Sembiring et , 2. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama, adat - istiadat. Sebagai pengetahuan yang dipelajari dan disebarkan, kultur menjadi suatu petunjuk bagi seseorang dalam berpikir, bersikap dan bertindak sehingga menjadi suatu pola yang mengekspresikan siapa mereka. Suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang akan diwariskan atau diturunkan dari generasi ke generasi kebudayaan dibagi atas 7 unsur: sistem religi, sistem organisasi kemasyarakatan, sistem pengetahuan, sistem mata pencaharian hidup, sistem teknologi dan peralatan bahasa dan Kesemua unsur budaya tersebut budaya/adat-istiadat . ompleks budaya, tema budaya, gagasa. , sistem sosial . ktivitas sosial, kompleks sosial, pola unsur-unsur . enda kebudayaa. (Hidayah et al. , 2. Menurut asusmsi peneliti bahwa adanya larangan atau anggapan bahwa bahan vaksin imunisasi haram karena tercampur atau ada zat yang mengandung unsur binatang babi sehingga tidak boleh diberikan kepada bayi serta adanya anggapan bahwa anak tidak diberi imunisasi juga bisa tumbuh sehat. Kerena secara umum masyarakat masih memiliki membudaya terhadap pemberian imunisasi pada bayi sehingga masih banyak responden yang tidak memberikan Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 157 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index imunisasi pada anaknya karena mengikuti budaya yang ada di masyarakat tersebut. Maka diperlukan pendekatan pada tokoh Masyarakat apabila tokoh masyarakat tidak melakukan pemberian imunisasi dasar lengkap maka secara otomatis masyarakat tersebut melakukan hal yang sama dan dijadikan suatu patokan atau dasar sabagai tindakan yang harus ditiru dan di budayakan sekalugus dengan generasi seterusnya Hubungan Motivasi dengan Kelengkapan Imunisasi Setelah dilakukan uji statistik Chi Square didapatkan hasil nilai A-value sebesar 0,020 yang berarti A-value < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat kelengkapan imunisasi pada bayi usia 12 bulan. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya bahwa sebanyak 91 responden . ,5%) dan responden yang bersikap kurang baik sebanyak 62 responden . ,5%). (Hasanah, 2. , penelitian lainnya juga menyatakan bahwa dari Responden dengan motivasi kurang memiliki nilai persentase 80,4% tidak melakukan imunisasi dasar lengkap dan 19,6% melakukan imunisasi dasar lengkap, sedangkan responden dengan motivasi baik sebanyak 50,0% tidak melakukan imunisasi dasar lengkap serta 50,0% yang melakukan imunisasi dasar (Yuli et al. Motivasi terbentuk dari sikap . seseorang dalam menghadapi situasi . Motivasi merupakan kondisi atau energi yang menggerakkan diri seseorang yang terarah atau tertuju untuk mencapai suatu tujuan. (Darmawan et al. , 2. Motivasi sehat sebaiknya berasal dari diri sendiri sehingga individu dapat berperilaku sehat secara sukarela. Perilaku individu yang berhasil mencapai tujuan akan mendorong individu memiliki kebutuhan baru dengan motivasi yang baru pula,(Imelda, 2. JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Motivasi penggerakmaupun dorongan yang dapat memicu timbulnya rasa semangat dan juga mampu merubah tingkah laku manusia atau individu untuk menuju pada hal yang lebih baik untuk dirinya sendiri. Motivasi merupakan satu penggerak dari dalam hati seseorang untuk melakukan atau mencapai sesuatu tujuan. Motivasi juga bisa dikatakan sebagai rencana atau keinginan untuk menuju kesuksesan dan menghindari kegagalan hidup. Dengan kata lain lain motivasi adalah sebuah proses untuk tercapainya suatu tujuan. Seseorang yang mempunyai motivasi berarti ia telah mempunyai kekuatan untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan. Motif diartikan dengan istilah Dorongan atau tenaga tersebut merupakan gerak jiwa dan jasmani untuk Jadi motif tersebut merupakan suatu driving force yang menggerakkan manusia untuk bertingkah- laku, dan di dalam perbuatanya itu mempunyai tujuan (Hasanah, 2. Menurut motivasi merupakan dorongan yang berasal dari dalam diri seseorang untuk bertindak atau melakukan hal tertentu demi untuk memenuhi kebutuhan untuk dirinya atau untuk kebutuhan keluarganya. Motivasi yang kurang disebabkan karena ibu takut anaknya mengalami demam setelah imunisasi sehingga enggan untuk melakukan imunisasi lanjutan karena harus mengurus anak sakit yang disebabkan efek dari pemberian imunisasi dasar lengkap sehingga ibu tidak terdorong untuk memberikan imunisasi dasar lengkap Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kelengkapan Imunisasi Setelah dilakukan uji statistik Chi Square didapatkan hasil nilai A-value sebesar 0,007 yang berarti A-value < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi pada bayi usia 12 bulan, hal ini sejalan dengan Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 158 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index penelitian sebelumnya bahwa dari 53 ibu bahwa kelompok ibu yang mempunyai dukungan keluarga baik hampir seluruhnya mempunyai motivasi kuat sebanyak 21 ibu . %), kelompok ibu yang mempunyai seluruhnya mempunyai motivasi sedang sebanyak 13 ibu . %) sedangkan kelompok ibu yang mempunyai dukungan keluarga kurang hampir seluruhnya mempunyai motivasi lemah sebanyak 15 ibu . %)(Utami et al. , 2. penelitian lainnya menyatakan bahwa dari 19 responden . %) yang mempunyai dukungan keluarga tinggi, 18 responden . %) mempunyai riwayat imunisasi dasar lengkap, dan 1 responden . %) mempunyai riwayat imunisasi dasar yang tidak lengkap. Sedangkan dari 16 responden . %) yang mempunyai dukungan keluarga rendah, adapun sebanyak 8 responden . %) mempunyai riwayat imunisasi dasar lengkap dan 8 responden . %) mempunyai riwayat imunisasi tidak lengkap(Igiany, 2. Keluarga dukungan karena dalam hubungan keluarga tercipta hubungan yang saling Individu sebagai anggota keluarga akan menjadikan keluarga sebagai kumpulan harapan, tempat bercerita, tempat bertanya, dan tempat mengeluarkan keluhan-keluhan bilamana permasalahan(Igiany, 2. Dukungan keluarga didefinisikan sebagai informasi verbal atau non verbal, saran, bantuan yang nyata atau tingkah laku yang diberikan oleh orang-orang yang lingkungannya atau yang berupa kehadiran dan hal-hal yang dapat memberikan keuntungan emosional dan berpengaruh pada tingkahlaku penerimanya. Dalam hal ini orang yang merasa memperoleh dukungan secara emosional merasa lega karena diperhatikan, mendapat saran atau dirinya(Riza et al. , 2. JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Dukungan keluarga keluarga mampu berfungsi dengan berbagai kepandaian dan akal. Sebagai akibatnya,akan berpengaruh terhadap perilaku dan hal ini dapat meningkatkan (Friedman, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Bahwa responden sebanyak 63,6% dengan imunisasinya tidak lengkap dan sebanyak 36,4%. yang memiliki imunisasi lengkap, responden yang memiliki pengetahuan yang kurang sebanyak 57,6%, memiliki budaya negative sebanyak 60,6%, memiliki motivasi yang tinggi sebanyak 62,1% dan kurang mendapatkan dukungan keluarga sebanyak 53%. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, budaya, motivasi, dan dukungan keluarga terhadap kelengkapan imunisasi dasar lengkap. Di harapkan meningkatkan pemberian pendidikan kesehatan tentang imunisasi dasar lengkap melalui kegiatan program kelas ibu hamil, kelas ibu balita, maupun penyuluhan di posyandu agar masyarakat bertambah pengetahuannya tentang imunisasi dasar KEPUSTAKAAN