Barometer. Volume 8 No. Januari 2023, 19-28 OPTIMALISASI PERENCANAAN KAPASITAS PRODUKSI DENGAN METODE THEORY OF CONSTRAINTS DAN ROUGH CUT CAPACITY PLANNING OPTIMIZATION OF PRODUCTION CAPACITY PLANNING WITH THE THEORY OF CONSTRAINTS AND ROUGH-CUT CAPACITY PLANNING METODHS Oktaviana Claudia Situmorang*, 2Ririn Regiana Dwi Satya, 3Aditya Herliawan 1, 2, 3 Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer. Universitas Indraprasta PGRI oktavianaclaudias79@gmail. com, 2ririn_regiana@unindra. id, 3herliawan. 2@gmail. INFO ARTIKEL Diterima: 17 Juli 2022 Direvisi: 26 Oktober 2022 Disetujui: 13 November 2022 Kata Kunci: Constraints. Kapasitas. LINDO. Rough Cut Capacity Planning (RCCP). Theory Of Constraints (TOC) ABSTRAK PT. MTI memiliki sebuah masalah yang sering terjadi pada perencanaan kapasitas produksinya, dimana sering terjadi keterlambatan pengiriman pada produk yang dipesan. Salah satu penyebabnya juga diakibatkan adanya penumpukan proses produksi pada salah satu stasiun kerja sehingga mengakibatkan aliran proses produksi menjadi terhambat. Theory Of Constraints (TOC) merupakan metode perbaikan proses yang membantu dalam pengambilan keputusan dalam mengelola sumber daya. Metode TOC juga sangat bermanfaat untuk melakukan optimalisasi kapasitas produksi dengan menganalisa dan meminimalisir stasiun yang mengalami bottleneck yang menghambat jalannya produksi. Selain itu metode Rough Cut Capacity Planning (RCCP) merupakan sebuah metode untuk menghitung kebutuhan kapasitas dan membandingkannya dengan kapasitas yang tersedia. Data yang digunakan pada penelitian ini berupa data permintaan produk, waktu pengerjaan produk, struktur produk, dan waktu jam kerja. Dari hasil pengolahan data dengan pendekatan TOC didapatkan hasil bahwa stasiun kerja yang mengalami bottleneck yaitu stasiun kerja welding dan besar pemberian buffer pada stasiun kerja kendala adalah sebesar 5,22 jam untuk sebelum stasiun kerja kendala dan 4,97 jam untuk setelah stasiun kerja kendala. Dan hasil pengolahan data dengan RCCP dan software LINDO didapatkan hasil optimal kapasitas produksi yang mampu dihasilkan oleh PT. MTI adalah sebesar 181 unit perbulan dengan pembagian 101 unit untuk Pallet 1A, dan 80 unit untuk Pallet 3A, dan berdasarkan perbandingan MPS terbesar dinyatakan bahwa kapasitas yang dimiliki perusahaan belum cukup untuk memenuhi permintaan terbesar pada MPS dibulan November. Sehingga perusahaan perlu melakukan penambahan waktu jam kerja lembur atau dengan menambah beberapa unit mesin pada stasiun kerja terkendala pada stasiun kerja welding. ABSTRACT Keywords: Constraints. Capacity. LINDO. Theory Of Constraints (TOC). Rough Cut Capacity Planning (RCCP) PT. MTI has a problem that often occurs in planning its production capacity, where there are often delays in the delivery of ordered products. One of the causes is also the inhibition of the production process at one of the workstations, resulting in the flow of the production Theory Of Constraints (TOC) is an improvement method that helps in making decisions in managing resources. The TOC method is also very useful for optimizing production capacity by analyzing and minimizing time constraints that support production. In addition, the Rough Cut Capacity Planning (RCCP) method is a method for calculating capacity requirements and comparing them with the available capacity. The data used in this study are product demand data, product processing time, product structure, and working From the results of data processing with the TOC approach, it was found that the workstation experiencing obstacles was the welding workstation and the amount of buffering at the workstation was 5. 22 hours before the workstation and 4. 97 hours after the obstacle And the results of data processing with RCCP and LINDO software get the optimal production capacity produced by PT. MTI is 181 units per month with the distribution of 101 units for Pallet 1A, and 80 units for Pallet 3A, and based on the largest MPS comparison, it is stated that the company's capacity is not sufficient to meet the largest demand for MPS in November. So the company needs to increase the working hours overtime or by adding several units of machines to the workstation constrained by the welding station. *Corresponding author: oktavianaclaudias79@gmail. PENDAHULUAN Perencanaan dan pengendalian adalah dua fungsi manajemen yang tidak dapat dipisahkan dalam setiap bidang kegiatan termasuk kegiatan produksi. Perencanaan adalah langkah pertama dalam proses manajemen yang meliputi DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. penetapan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dan keputusan tentang bagaimana cara untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut . Perencanaan dan pengendalian kapasitas produksi sejatinya sangat perlu dilakukan sebagai upaya perusahaan untuk meminimalisir terjadinya bottleneck pada suatu stasiun kerja yang akan berpengaruh pada target produksi OPTIMALISASI PERENCANAAN KAPASITAS PRODUKSI DENGAN METODE THEORY OF CONSTRAINTS DAN ROUGH CUT CAPACITY PLANNING yang ingin dicapai. Kapasitas didefinisikan sebagai jumlah output . maksimum yang dapat dihasilkan suatu fasilitas produksi dalam suatu selang waktu tertentu . Dengan menerapkan manajemen kapasitas yang baik, maka perusahaan akan mampu memaksimalkan output yang ada. Dengan begitu perusahaan dapat memastikan kapasitas yang tersedia agar terhindar dari keterlambatan pengiriman produk ke konsumen. PT. MTI merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang fabrikasi manufaktur yang memproduksi pallet besi dengan kualitas ekspor. Dalam sistem produksinya PT. MTI menggunakan sistem Make to Order, di mana proses produksi dilakukan sesuai dengan permintaan yang sudah dipesan sebelumnya. PT. MTI memiliki sebuah masalah yang sering terjadi pada kapasitas produksi, di mana dalam proses produksi pallet sering kali tidak mencapai target permintaan yang sudah dipesan. Hal ini terjadi akibat terjadinya bottleneck yang terjadi di stasiun kerja yang mengakibatkan aliran proses produksi menjadi Berikut merupakan data pemesanan dan keterlambatan pengiriman produk di PT. MTI. Bulan Januari Februari Maret April Mei TABEL I DATA KETERLAMBATAN PRODUK Tanggal Batas Jumlah Lama Terima Waktu /Unit Pengerjaan Order Pengiriman 7-1-2020 25 Hari 28-1-2020 12-2-2020 20 Hari 29-2-2020 9-3-2020 28 Hari 4-4-2020 13-4-2020 17 Hari 30-4-2020 20-5-2020 26 Hari 13-5-2020 Keterlambatan 4 Hari 3 Hari 1 Hari 1 Hari Dari Tabel I dapat dijelaskan bahwa PT. MTI dalam melakukan produksinya masih terdapat keterlambatan pengiriman yang disebabkan lamanya pengerjaan produk. Perusahaan belum mampu mengoptimalkan kapasitas produksinya sehingga waktu pengerjaan produk tidak tepat Hal tersebut terjadi akibat kurangnya perencanaan dan pengendalian kapasitas produksi yang disebabkan adanya bottleneck pada salah satu stasiun kerja. Theory of Constrains (TOC) adalah metode untuk perbaikan proses yang dapat membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan untuk pengelolaan sumber daya. Metode ini juga dapat membantu perancangan volume produksi yang sesuai dengan kapasitas produksi yang optimal dengan profit . TOC berfokus pada perbaikan sistem yang didefinisikan sebagai serangkaian proses independent . TOC dapat diterapkan dalam permasalahan produksi, logistik, rantai pasok, manajemen proyek, penelitian dan pengembangan, dan sebagainya . Metode TOC, sangat bermanfaat untuk melakukan optimalisasi kapasitas produksi dengan menganalisa dan meminimalisir stasiun yang mengalami bottleneck yang menghambat jalannya produksi. Suatu kendala sistem membatasi DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. performansi dari sistem itu, sehingga semua upaya ditujukan untuk memaksimumkan performansi dari kendala ini . Rough Cut Capacity Planning (RCCP) merupakan metode untuk menghitung kebutuhan kapasitas secara kasar dan membandingkannya dengan kapasitas yang tersedia . RCCP juga dapat didefinisikan sebagai proses konversi dan rencana produksi ke dalam kebutuhan kapasitas yang berkaitan dengan sumber-sumber daya kritis seperti tenaga kerja, mesin dan peralatan, kapasitas gudang, dll . Pada penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh . , pada penelitian tersebut digunakan metode TOC untuk mengatasi stasiun kerja kendala . , dimana dalam perhitungannya didapatkan hasil bahwa stasiun kerja bottleneck terjadi pada stasiun kerja 7 yang memiliki kapasitas produksi lebih sedikit dibanding stasiun kerja Selanjutnya pada penelitian yang dilakukan oleh . pada penelitiannya yang menggunakan metode TOC untuk mengatasi permasalahan bottleneck yang terjadi pada PT XYZ, dari hasil penelitian terdapat stasiun kerja bottleneck pada stasiun kerja casting dan mendapat perubahan utilisasi dari 147% menjadi 98%. Penelitian sebelumnya juga dilakukan oleh . , pada penelitiannya menggunakan metode RCCP untuk menganalisis kebutuhan kapasitas produksi di PT Wijaya Karya Beton, berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan terdapat kekurangan kapasitas yang terjadi pada work centre i. VI. VII, dan dilakukan penyesuaian dan penambahan jam kerja lembur untuk setiap work centre tersebut. Dari uraian di atas, dengan menerapkan metode TOC dan RCCP diharapkan perusahaan mampu mengetahui perencanaan kapasitas yang optimal sehingga proses produksi dapat berjalan lancar. Senada dengan tujuan dari penelitian ini untuk mengoptimalkan kapasitas produksi yang ada dengan pendekatan Theory Of Constraints (TOC) dan Rough Cut Capacity Planning (RCCP). II. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan di PT. MTI yang berlokasi di Jl. Inspeksi Kalimalang Setia Darma. Kab. Bekasi. Provinsi Jawa Barat. Berikut adalah flowchart penelitian yang dilakukan dalam penelitian yang dapat dilihat pada Gambar 1. Pengumpulan Data Pada penelitian ini dilakukan beberapa metode dalam pengumpulan data, agar didapatkan kelengkapan data dan Metode pengumpulan data yang dilakukan kali ini menggunakan beberapa metode yaitu: Studi Pustaka