e-ISSN: 2745-8784 Volume 06 Issue 02 Des 2025 DOI: 10. 37253/jad. ANALISIS KENYAMANAN TERMAL PADA BANGUNAN SEMARANG CONTEMPORARY ART GALLERY DENGAN PENGHAWAAN BUATAN AIR CONDITIONER 1Alphina Meliala, 2Kharizma Aulia Syarifiyah. AAdena Putri br Surbakti. AVika Andriyan Widyana. AAGymnastiar Ralfiq El Gihart. ATantya Galuh Puspa Hendika. ARizki Itra Maulana, 8Bangun I. Harsritanto. 1-8Universitas Diponegoro. Semarang Email: alphinameliala02@gmail. Informasi Naskah Diterima: 02/06/2023. Disetujui terbit: 06/06/2024. Diterbitkan: 08/12/2025. http://journal. id/index. php/jad ABSTRAK Art Gallery merupakan suatu ruangan yang menyajikan berbagai karya seni yang ditampilkan kepada Aktivitas yang dilakukan memerlukan ruangan yang memenuhi standar kenyamanan termal agar pengguna dapat beraktivitas dengan nyaman. Oleh karena itu, analisis ini memiliki tujuan untuk memahami dan mengetahui bagaimana tingkat kenyamanan termal yang ideal sesuai dengan standar suhu dan kelembaban bangunan. Adapun, analisis ini akan diterapkan pada bangunan Semarang Contemporary Art Gallery dengan menggunakan penghawaan buatan yaitu AC atau Air Conditioner. Metode penelitian yang digunakan pada analisis ini yaitu metode penelitian kuantitatif dari data hasil survei lapangan pendekatan deskriptif - komparatif yang akan dibandingkan dengan standar kenyamanan menurut SNI dan Standar PERMEN. Dari hasil data survei tersebut diperoleh suhu bangunan lantai 1 yaitu berkisar 31,4AC - 32,0AC dan lantai 2 berkisar 32,0AC - 32,8AC yang tidak sesuai dengan standar SNI 03-6572-2001 suhu bangunan hangat nyaman ambang atas yang berkisar 25,8AC - 27,1AC. Sedangkan, kelembaban lantai 1 yaitu 65% dan lantai 2 yaitu 63,2% tidak sesuai dengan standar SNI 03-6572-2001 karena kelembaban bangunan hangat nyaman ambang atas yaitu 60%. Kesimpulan dari hasil perhitungan BTU AC pada bangunan tersebut yaitu membutuhkan AC A PK 5 buah dan AC 1 A PK 4 buah yang dapat menurunkan suhu ruangan hingga 22AC - 25AC dengan kelembaban berkisar 45% - 64%. Kata kunci: Semarang Contemporary Art Gallery, kenyamanan termal, penghawaan buatan, air ABSTRACT Art Gallery is a room that presents various works of art displayed to the public. The activities require a room that needs thermal comfort standards so that users can carry out their activities comfortably. Therefore, this analysis aims to understand and find out how the ideal level of thermal comfort is in accordance with the building's temperature and humidity standards. Meanwhile, this analysis will be applied to the Semarang Contemporary Art Gallery building using artificial ventilation, namely AC or Air Conditioner. The research method used in this analysis is a quantitative research method from field survey data using a descriptive-comparative approach which will be compared with comfort standards according to SNI and PERMEN. The results of the survey data, the temperature of the 1st floor building was around 31. 4AC - 32. 0AC and the 2nd floor was around 32. 0AC - 32. 8AC which did not comply with SNI 03-6572-2001 temperature standards. Warm comfortable building upper garden which ranges from 25. 8AC - 27. 1AC. While the humidity of the 1st floor is 65% and the 2nd floor is 2%, which is not in accordance with the SNI 03-6572-2001 standard because the humidity of the building is warm, comfortable, the upper garden is 60%. The conclusion from the calculation of the BTU AC in the building is that it requires 5 units of A PK AC and 1 A PK 4 units of AC that can reduce room temperature to 22AC - 25AC with humidity ranging from 45% - 64%. Keyword: Semarang Contemporary Art Gallery, thermal comfort, artificial ventilation, air conditioner. -Vol. 06/No. Desember 2025 Analisis Kenyamanan Termal pada Bangunan Semarang Contemporary Art Gallery. /1Alphina Meliala, 2Kharizma Aulia Syarifiyah. AAdena Putri br Surbakti. AVika Andriyan Widyana. AAGymnastiar Ralfiq El Gihart. ATantya Galuh Puspa Hendika. ARizki Itra Maulana. Bangun I. Harsritanto Pendahuluan Art Gallery atau Galeri Seni merupakan ruang dimana berbagai bentuk seni ditampilkan kepada publik atau dipamerkan kepada masyarakat luas yang mengunjungi tempat tersebut (Septanto et al. , 2. Berbagai seni patung, tenun tangan, foto, ilustrasi, seni instalasi, lukisan, dan seni terapan. Karya-karya berbagai seniman dipamerkan dalam ruangan. Semarang Contemporary Art Gallery adalah galeri seni yang berlokasi di Kawasan Kota Lama Semarang (Ilham et al. , 2. Lebih tepatnya, museum modern ini terletak di Jalan Taman Srigunting Nomor 5-6. Tanjung Mas. Kecamatan Semarang Utara. Kota Semarang. Lokasi museum ini berjarak 3,8 kilometer dari kawasan pusat Kota Semarang yaitu Kawasan Simpang Lima Semarang. Galeri seni ini didirikan pada tahun 2001 yang menampilkan berbagai karya seniman kontemporer Asia di Indonesia. Ada berbagai pameran karya seni rupa dari seniman lokal maupun mancanegara yang ditampilkan di galeri seni ini. Semarang Contemporary Art Gallery yang berdiri sejak tahun 2001 ini dimiliki oleh seorang kolektor dan filantropi di bidang seni bernama Chris Dharmawan. Pendirian galeri seni ini dilakukan guna meningkatkan apresiasi terhadap para seniman khususnya dalam seni rupa kontemporer di Indonesia. Pada tahun 2007. Chris Dharmawan melakukan konservasi pada gedung yang lokasinya merupakan cagar budaya di Kota Lama Semarang. Setelah melakukan konservasi gedung, museum tersebut diresmikan sebagai Galeri Semarang pada tahun 2008. Hingga saat ini. Semarang Contemporary Art Gallery masih terus beroprasi dengan menyajikan berbagai pameran karya seni rupa untuk mengembangkan pariwisata lokal. Sesuai dengan fungsinya Semarang Contemporary Art Gallery merupakan gedung modern dan selalu aktif di setiap harinya dengan memamerkan karya-karya Oleh karena itu, perlu diperhatikan beberapa aspek untuk kenyamanan pengunjungnya, yaitu perihal kenyamanan termal. Pengolahan aspek termal dengan baik akan membuat para pengunjung lebih nyaman ketika berada di dalam ruanganruangan galeri seni tersebut. Pada aspek termal merupakan aspek yang diamati pada bidang suhu di ruangan yang berada di galeri seni tersebut. Kajian Pustaka Kenyamanan Termal Kenyamanan termal sebagai perasaan dalam pikiran manusia yang mengekspresikan kepuasan terhadap lingkungan termalnya (Ananda, 2. Dalam kaitannya dengan bangunan, kenyamanan didefinisikan sebagai suatu kondisi tertentu yang dapat memberikan sensasi yang menyenangkan bagi pengguna bangunan (Sujannah et al. , 2. Kenyamanan termal adalah salah satu hal sangat dibutuhkan tubuh agar manusia dapat beraktivitas dengan baik. Selain faktor kenyamanan termal, kenyamanan lainnya yaitu kenyamanan visual, kenyamanan audio, dan indoor air quality (Prodi Teknik Lingkungan FTSP UII, 2. Kondisi termal dapat dikatakan nyaman, ketika suhu dalam ruangan dirasakan tidak perlu untuk ditingkatkan atau diturunkan oleh manusia. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, kenyamanan termal adalah kepuasan manusia mengenai lingkungan termal yang dianggap nyaman dan tidak adanya keinginan untuk mengubah kondisi termal. Standar Kenyamanan Termal SNI-14-1993-03 memuat tentang kondisi kenyamanan termal yang tepat untuk orang Indonesia (Munawaroh & Elbes, 2. , ialah : Sejuk nyaman, suhu efektif 20. 8AC Ae 22. Nyaman optimal, suhu efektif 22. 8AC Ae 25. Hangat nyaman, suhu efektif 25. 8AC Ae 27. 1AC. MENKES NO. 261/MENKES/SK/II/1998 memuat bahwa Aupenyehatan suhu ruangan yaitu: 18AC - 26ACAy. Suhu udara menentukan kecepatan panas yang akan hilang, yang sebagian besar dengan cara konveksi . Suhu udara yang melebihi 98,6AF atau 37AC aliran udara akan berbalik dan badan akan mendapatkan panas dari -Vol. 06/No. Desember 2025 Analisis Kenyamanan Termal pada Bangunan Semarang Contemporary Art Gallery. /1Alphina Meliala, 2Kharizma Aulia Syarifiyah. AAdena Putri br Surbakti. AVika Andriyan Widyana. AAGymnastiar Ralfiq El Gihart. ATantya Galuh Puspa Hendika. ARizki Itra Maulana. Bangun I. Harsritanto udara (Hakim et al. , 2. Kelembaban Udara Standar kenyamanan termal untuk kelembapan udara yang digunakan terbagi tiga yaitu: Kelembaban udara relatif yaitu 20 Ae 50 % (MENKES, 1. menyatakan kelembapan udara yang sehat itu yaitu 40% Ae 60% SNI 14-1993-03 menyatakan daerah kenyamanan termal pada bangunan yang dikondisikan untuk orang Indonesia yaitu 40% - 70%. Penghawaan Buatan Penghawaan buatan . ir conditione. digunakan ketika manusia ingin memperoleh keadaan ruangan yang memenuhi standar dan persyaratan tertentu untuk kenyamanan termal dalam suatu bangunan, tanpa adanya keterlibatan dengan alam atau lingkungan luar bangunan (Christanti Silaban et al. , 2. Penghawaan buatan merupakan proses dimana pergantian antara udara dalam ruangan dengan udara segar dari luar ruangan oleh peralatan/bantuan mekanik. Penghawaan buatan tersebut memiliki definisi sebagai pengkondisian udara dalam ruang berdasarkan jumlah kalor yang terdapat pada ruangan tersebut. Dalam mendapatkan sebuah sistem dan kapasitas pendingin ruangan yang tepat, perlu untuk diketahui besarnya beban kalor pada suatu bangunan/ruang . ikarenakan fungsi AC sebagai penghapus beban kalor tersebu. , sehingga kelembaban dan suhu udara tetap nyaman. Tingkat beban kalor dipengaruhi oleh radiasi matahari, hantaran panas transmisi, hantaran panas infiltrasi atau ventilasi, beban panas internal . anusia, alat elektronik, dan mesi. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa sebuah ruang atau bangunan yang memanfaatkan penghawaan buatan, harus mempertimbangkan hal-hal berikut: Bentuk desain ruang/bangunan yang cenderung beraturan untuk memudahkan perencanaan sistem penghawaannya. Bentuk desain diusahakan untuk sejajar dengan arah aliran angin. Desain langit-langit/plafon dibuat relatif rendah agar memperkecil volume ruang. Untuk memberikan keadaan yang nyaman secara berkelanjutan dalam sebuah bangunan, sistem penghawaan harus dapat mempertahankan keseimbangan antara kondisi termal, atmosfer dalam, dan kondisi iklim yang berubah-ubah pada luar Sistem pemanasan atau pendinginan, ventilasi, dan AC termasuk kedalam jaringan distribusi penting dalam suatu bangunan. Sistem pengendalian penghawaan bertujuan untuk menghasilkan kondisi termal yang nyaman. Hal ini dapat dicapai dengan pengolahan dan pendistribusian udara yang telah disejukkan ke seluruh Metode Penelitian Desain dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptifkomparatif. Pendekatan ini dipilih untuk mengukur kondisi fisik lingkungan secara objektif melalui data numerik, yang kemudian dideskripsikan dan dibandingkan dengan standar yang berlaku. Tujuan utama dari pendekatan ini adalah untuk mengevaluasi tingkat kenyamanan termal pada bangunan Semarang Contemporary Art Gallery dan menentukan kesesuaiannya dengan standar kenyamanan termal di Indonesia. Menurut Sugiyono, metode deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih . tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain. Sementara itu, metode komparatif didefinisikan sebagai penelitian yang bersifat membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda. -Vol. 06/No. Desember 2025 Analisis Kenyamanan Termal pada Bangunan Semarang Contemporary Art Gallery. /1Alphina Meliala, 2Kharizma Aulia Syarifiyah. AAdena Putri br Surbakti. AVika Andriyan Widyana. AAGymnastiar Ralfiq El Gihart. ATantya Galuh Puspa Hendika. ARizki Itra Maulana. Bangun I. Harsritanto Dengan demikian, metode deskriptif komparatif dapat diartikan sebagai penelitian yang diawali dengan mendeskripsikan variabel-variabel yang diteliti secara mandiri, kemudian dilakukan analisis perbandingan . antar variabel atau terhadap standar tertentu untuk menarik kesimpulan. Lokasi dan Waktu Penelitian Objek studi dalam penelitian ini adalah Semarang Contemporary Art Gallery yang terletak di Kawasan Kota Lama Semarang. Pengambilan data primer dilakukan melalui survei lapangan secara langsung . n-site measuremen. yang dilaksanakan pada hari Kamis, 30 Maret 2023. Teknik Pengumpulan Data Data primer yang dikumpulkan meliputi variabel suhu udara . dan kelembaban udara relatif. Pengukuran dilakukan menggunakan instrumen alat Digital Temperature. Clock, & Humidity Meter (Tipe HTC-. Untuk mendapatkan representasi data yang akurat, pengukuran dilakukan pada beberapa titik sampel yang tersebar di dua lantai bangunan, yaitu: Lantai 1: Pengukuran dilakukan pada dua titik sampel (Titik A dan Titik B). Lantai 2: Pengukuran dilakukan pada empat titik sampel (Titik C. Titik D. Titik E, dan Titik F). Selain data fisik udara, penelitian ini juga mendata kondisi eksisting penghawaan buatan, termasuk jumlah dan jenis unit Air Conditioner (AC) serta kipas angin yang beroperasi di lokasi. Teknik Analisis Data Data yang diperoleh dari lapangan dianalisis melalui tiga tahapan utama: Perhitungan Rata-Rata (Mea. Data suhu dan kelembaban dari berbagai titik ukur dihitung nilai rata-ratanya menggunakan rumus mean: Ocycu ycUI = ycu . untuk mendapatkan gambaran kondisi termal eksisting secara menyeluruh. Analisis Komparatif Hasil pengukuran lapangan dibandingkan dengan standar kenyamanan termal yang berlaku di Indonesia, yaitu Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-6572-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi dan Pengkondisian Udara, serta standar kesehatan lingkungan yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan (MENKES). Hal ini dilakukan untuk menentukan apakah kondisi ruangan berada dalam zona "Sejuk Nyaman", "Nyaman Optimal", atau "Hangat Nyaman". Analisis Kebutuhan Pendinginan (BTU) Sebagai langkah rekomendasi perbaikan, penelitian ini menghitung kebutuhan kapasitas pendinginan atau British Thermal Unit (BTU) yang ideal bagi ruangan Perhitungan didasarkan pada dimensi ruang dan faktor eksternal menggunakan rumus: ycyeoycyeoycyeoycyeoyc ycycyc = . yiya Keterangan Symbol: Panjang (L) dengan satuan . Lebar (W) dengan satuan . Tinggi (H) dengan satuan . Nilai Isolasi ruang (I), dan Nilai Orientasi Dinding (E). Hasil perhitungan ini digunakan untuk menentukan jumlah dan spesifikasi PK (Paard Krach. AC yang dibutuhkan agar tercapai kenyamanan termal yang -Vol. 06/No. Desember 2025 Analisis Kenyamanan Termal pada Bangunan Semarang Contemporary Art Gallery. /1Alphina Meliala, 2Kharizma Aulia Syarifiyah. AAdena Putri br Surbakti. AVika Andriyan Widyana. AAGymnastiar Ralfiq El Gihart. ATantya Galuh Puspa Hendika. ARizki Itra Maulana. Bangun I. Harsritanto Hasil dan Pembahasan Pada penelitian ini, data berupa nilai suhu, kelembaban, dan penghawaan buatan dengan pengambilan titik yang berbeda akan dianalisis sebagai data acuan penentu kebutuhan penghawaan buatan. Pengambilan data diambil secara langsung di lapangan pada Kamis, 30 Maret 2023 menggunakan alat Pengukuran Temperature. Clock, dan Humidity HTC-2. Gambar 1. Penempatan Titik Pengambilan Nilai Suhu Lantai 1 dan Lantai 2 Tabel 1. Hasil Data Pengambilan Nilai Suhu di Lantai 1 dan Lantai 2 Hasil Titik Pengukuran Waktu Maksimal Minimal Titik A 32,0 AC 31,7 AC Lantai 1 Titik B 32,0 AC 31,1 AC Titik C 32,4 AC 32,1 AC Titik D 32,9 AC 32,3 AC Lantai 2 Titik E 33,1 AC 32,3 AC Titik F 33,1 AC 32,4 AC Sumber: (Pribadi, 2. Tabel 2. Hasil Data Pengambilan Kelembaban Udara di Lantai 1 dan Lantai 2 Titik Pengukuran Waktu Hasil Titik A Lantai 1 Titik B Titik C Titik D Lantai 2 Titik E Titik F -Vol. 06/No. Desember 2025 Analisis Kenyamanan Termal pada Bangunan Semarang Contemporary Art Gallery. /1Alphina Meliala, 2Kharizma Aulia Syarifiyah. AAdena Putri br Surbakti. AVika Andriyan Widyana. AAGymnastiar Ralfiq El Gihart. ATantya Galuh Puspa Hendika. ARizki Itra Maulana. Bangun I. Harsritanto Sumber: (Pribadi, 2. Tabel 3. Hasil Data Jenis Penghawaan Buatan di Lantai 1 dan Lantai 2 Titik Pengambilan Jenis Material Penghawaan Jumlah Kipas Angin Kipas Angin Lantai 1 Lantai 2 Sumber: Pribadi, 2023 Dari hasil data survei lapangan tersebut, didapatkan hasil rata-rata nilai suhu dan kelembaban udara dengan rumus mean yaitu: Ocycu ycUI = . ycu ycu : Rata-rata : Banyaknya data ukur Oc x : Jumlah seluruh data ditinjau dari waktu Bahwa hasil suhu bangunan pada lantai 1 yaitu minimal 31,4 AC dan maksimal 32,0 AC. Sedangkan, suhu rata-rata bangunan pada lantai 2 yaitu minimal 32,0 AC dan maksimal 32,8 AC. Hasil kelembaban bangunan pada lantai 1 yaitu 65 % dan lantai 2 yaitu 63,2 %. Oleh karena itu, hasil nilai suhu dan kelembaban pada lantai 1 dan lantai 2 dapat dipengaruhi oleh tingkat penggunaan dan jenis penghawaan buatan yang Adapun, menurut data survey lapangan jenis penghawan buatan yang tersedia pada bangunan Art Gallery Semarang yaitu AC dengan total 3 buah dan kipas angin dengan total 11 buah. Menurut data daikin. AC dapat menurunkan suhu ruangan hingga 22 AC - 25 AC dengan kelembaban berkisar 45% - 64%. Tabel 4. Hasil Data Jenis Penghawaan Buatan di Lantai 1 dan Lantai 2 Titik Pengambilan Jenis Material Penghawaan Jumlah Kipas Angin Kipas Angin Lantai 1 Lantai 2 Sumber: Pribadi, 2023 Dari hasil data survey lapangan tersebut di dapat hasil rata-rata nilai suhu dan kelembaban udara dengan rumus mean yaitu. Ocycu ycUI = ycu . ycu : Rata-rata : Banyaknya data ukur Oc x : Jumlah seluruh data ditinjau dari waktu Bahwa hasil suhu bangunan pada lantai 1 yaitu minimal 31,4AC dan maksimal 32,0AC. Sedangkan, suhu rata-rata bangunan pada lantai 2 yaitu minimal 32,0AC dan maksimal 32,8AC. Hasil kelembaban bangunan pada lantai 1 yaitu 65% dan lantai 2 yaitu 63,2%. Oleh karena itu, hasil nilai suhu dan kelembaban pada lantai 1 dan lantai 2 dapat dipengaruhi oleh tingkat penggunaan dan jenis penghawaan buatan yang Menurut data survei lapangan, jenis penghawan buatan yang tersedia pada bangunan Art Gallery Semarang yaitu AC dengan total 3 buah dan kipas angin dengan total 11 buah. Menurut data daikin. AC dapat menurunkan suhu ruangan hingga 22AC - 25AC dengan kelembaban berkisar 45% - 64%. (Lippsmeier, 1. menyatakan bahwa batas kenyamanan untuk kondisi khatulistiwa berkisar antara 19AC TE-26AC TE dengan Suhu 26AC TE umumnya penghuni sudah mulai berkeringat. Suhu 26AC TEAe30AC TE daya tahan dan -Vol. 06/No. Desember 2025 Analisis Kenyamanan Termal pada Bangunan Semarang Contemporary Art Gallery. /1Alphina Meliala, 2Kharizma Aulia Syarifiyah. AAdena Putri br Surbakti. AVika Andriyan Widyana. AAGymnastiar Ralfiq El Gihart. ATantya Galuh Puspa Hendika. ARizki Itra Maulana. Bangun I. Harsritanto kemampuan kerja penghuni mulai menurun. Suhu 30,5AC TEAe35,5AC TE kondisi lingkungan mulai sukar. Suhu 35AC TEAe36AC TE kondisi lingkungan tidak memungkinkan lagi. Temperatur dalam ruangan yang sehat berdasarkan MENKES NO. 261/MENKES/SK/II/1998 adalah temperatur ruangan yang berkisar antara18AC 26AC (MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, 2. Selain itu, berdasarkan standar yang ditetapkan oleh SNI 03-6572-2001, ada tingkatan temperatur yang nyaman untuk orang Indonesia atas tiga bagian yaitu tercantum pada Tabel 5. Tabel 5. Standar SNI 03-6572- 2001 Keterangan Temperature Efektif (TE) Kelembaban/RH (%) Sejuk Nyaman Ambang Atas 20,50C TE - 22,80C TE 240C TE Nyaman Optimal Ambang Atas 22,80C TE - 25,80C TE 280C TE Hangat Nyaman Ambang Atas 25,80C TE - 27,10C TE 310C TE Sumber: (MENKES, 1. Dari hasil pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa data survei lapangan nilai suhu bangunan lantai 1 yaitu minimal 31,4AC dan maksimal 32,0AC. Sedangkan, suhu rata-rata bangunan pada lantai 2 yaitu minimal 32,0AC dan maksimal 32,8AC tidak sesuai dengan standar SNI. Adapun menurut SNI 03-6572-2001 menyebutkan suhu bangunan hangat nyaman ambang atas yaitu minimal 25,8AC dan maksimal 27,1AC. Selanjutnya, dari hasil data survei lapangan kelembaban bangunan pada lantai 1 yaitu 65% dan lantai 2 yaitu 63,2% tidak sesuai dengan standar SNI. Adapun menurut SNI 03-6572-2001 menyebutkan kelembaban bangunan hangat nyaman ambang atas yaitu 60%. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dan penyesuaian penghawaan buatan di dalam bangunan Art Gallery Semarang agar pengunjung lebih nyaman dan efektivitas kegiatan dapat berjalan dengan baik. Hal yang perlu dilakukan yaitu memastikan seluruh penghawaan buatan seperti AC (Air Conditione. dan kipas angin selalu diaktifkan sesuai dengan jadwal operasional bangunan. Hal ini, dapat menjadi solusi yang paling sederhana karena bangunan sudah menyediakan fasilitas penghawaan Hal lain yang perlu dilakukan jika masih tidak mencapai suhu dan kelembaban yang nyaman yaitu mengganti jenis daya AC saat ini dengan jenis daya AC lain yang lebih sesuai. Menurut data daikin AC memiliki 4 jenis PK yaitu AC A PK : A5000 BTU/h. A PK : A 7. 000 BTU/h, 1 PK : A 9000 BTU/h, 1 A PK : A 12. 000 BTU/h, dan 2 PK : A 000 BTU/h. Adapun, hal yang pertama dilakukan yaitu menentukan kebutuhan BTU (British Thermal Uni. bangunan, sebagai berikut: yaycuycOycuyaycuyaycuya yaAycNycO = : Panjang Ruangan. : Lebar Ruangan. : Tinggi ruangan. : Nilai 10 untuk ruangan berisulasi dan 18 untuk yang tidak berisulasi. : Nilai 16 untuk dinding terpanjang ke utara, 17 ke timur, 18 ke selatan, dan 20 ke barat dengan satuan meter sama dengan 3,28 Feet. -Vol. 06/No. Desember 2025 Analisis Kenyamanan Termal pada Bangunan Semarang Contemporary Art Gallery. /1Alphina Meliala, 2Kharizma Aulia Syarifiyah. AAdena Putri br Surbakti. AVika Andriyan Widyana. AAGymnastiar Ralfiq El Gihart. ATantya Galuh Puspa Hendika. ARizki Itra Maulana. Bangun I. Harsritanto Gambar 2. Penempatan Titik Pengambilan Nilai Suhu Lantai 1 dan Lantai 2 Ruangan Lantai 1 Area Pameran . ,22 7,. ycu 9,. ycu 4 ycu 18 ycu 18 yaAycNycO = yaAycNycO = 14448,17 Kantor yaAycNycO = 2,35 ycu 2,49 ycu 4 ycu 18 ycu 18 yaAycNycO = 126,39 yaAycNycO = 2,33 ycu 2,66 ycu 4 ycu 18 ycu 18 yaAycNycO = 133,87 Lobi Area Pameran (Depa. yaAycNycO = 2,33 ycu 3,71 ycu 4 ycu 18 ycu 18 yaAycNycO = 186,71 -Vol. 06/No. Desember 2025 Analisis Kenyamanan Termal pada Bangunan Semarang Contemporary Art Gallery. /1Alphina Meliala, 2Kharizma Aulia Syarifiyah. AAdena Putri br Surbakti. AVika Andriyan Widyana. AAGymnastiar Ralfiq El Gihart. ATantya Galuh Puspa Hendika. ARizki Itra Maulana. Bangun I. Harsritanto Ruangan Lantai 2 Area Pameran . ,22 7,. ycu 4 ycu 18 ycu 18 yaAycNycO = yaAycNycO = 14448,17 Area Pameran 2 yaAycNycO = 7,31 ycu 2,33 ycu 4 ycu 18 ycu 18 yaAycNycO = 367,89 Area Pameran Video 2,35 ycu 2,49 ycu 4 ycu 18 ycu 18 yaAycNycO = 126,39 yaAycNycO = Hasil perhitungan BTU tersebut dengan acuan data daya AC daikin, sebagai Tabel 6. Hasil Perhitungan Daya AC Pada Ruangan Titik Pengukuran BTU Jenis PK AC Area Pameran 14448,17 1 A PK Kantor 126,39 A PK Lantai 1 Lobi 133,87 A PK Area Pameran (Depa. 186,71 A PK Area Pameran 14448,17 1 A PK Lantai 2 Area Pameran 2 367,89 A PK Area Pameran Video 126,39 A PK Sumber: Pribadi, 2023 Jumlah AC Hasil analisis dari perhitungan BTU AC pada ruangan Semarang Contemporary Art Gallery yaitu membutuhkan AC A PK 5 buah dan AC 1 A PK 4 buah. Dengan demikian, ruangan pada bangunan tersebut dapat memenuhi standar kenyamanan bangunan SNI 03-6572-2001 yaitu mencapai suhu ruangan 22AC - 25AC dengan kelembaban berkisar 45% - 64%. Kesimpulan Kenyamanan termal bangunan Semarang Contemporary Art Gallery menurut hasil pengujian di lapangan didapat yaitu pada lantai 1 yaitu berkisar 31,4AC - 32,0AC dan lantai 2 berkisar 32,0AC - 32,8AC yang tidak sesuai dengan standar SNI 03-65722001 suhu bangunan hangat nyaman ambang atas yang berkisar 25,8AC - 27,1AC. Sedangkan, kelembaban lantai 1 yaitu 65% dan lantai 2 yaitu 63,2% tidak sesuai dengan standar SNI 03-6572-2001. Oleh karena itu, suhu dan kelembaban tersebut tidak memenuhi standar kenyamanan termal berdasarkan SNI 03-6572-2001 tentang penghawaan pada gedung. Pada ruangan Semarang Contemporary Art Gallery membutuhkan AC A PK 5 buah dan AC 1 A PK 4 buah. Dengan demikian, ruangan pada bangunan tersebut dapat memenuhi standar kenyamanan bangunan SNI 036572-2001 yaitu mencapai suhu ruangan 22AC - 25AC dengan kelembaban berkisar 45% - 64%. Daftar Pustaka