EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Volume 6. Nomor 2. Juli 2025 E-ISSN 2746-8011 Website: https://ejurnal. id/edukasitematik DOI: https://doi. org/10. 59632/edukasitematik. Analisis Kedisiplinan Siswa Kelas i terhadap Peraturan Kelas di SD Negeri Tambangan 01 Kota Semarang An Analysis of Third Grade StudentsAo Discipline toward Classroom Rules at SD Negeri Tambangan 01 Semarang Susilo Tri Widodo1. Fatimah Nurul Haliim2. Adiibah Asmaa Shofiyah3. Dewantoro4. Nuzulia Fatimatur Rohmah5. Aisyah Wardatun Nisa6 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi. Universitas Negeri Semarang1,2,3,4,5,6 Email Korespondensi: susilotriwidodo@mail. iduO Histori Artikel Masuk: 19-05-2025 | Diterima: 25-07-2025 | Diterbitkan: 31-07-2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kedisiplinan siswa kelas i SD Negeri Tambangan 01, faktor yang memengaruhinya, serta strategi peningkatannya. Latar belakangnya adalah temuan pra-survei bahwa masih terjadi pelanggaran tata tertib . erlambat hadir, atribut seragam tidak lengkap, kurang tertib di kela. yang mengganggu efektivitas Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. data diperoleh melalui observasi kelas, wawancara guru, dokumentasi, dan angket terhadap 28 siswa selama tiga minggu (Maret 2. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman . eduksi, penyajian, penarikan kesimpula. , dengan keabsahan dijaga melalui triangulasi teknik dan sumber serta member check. Hasil menunjukkan kedisiplinan secara umum baik ditandai kehadiran tepat waktu, kerapian seragam, dan ketepatan pengumpulan tugas namun sebagian siswa belum konsisten. Faktor penentu meliputi kejelasan peraturan, pembinaan guru, pengaruh teman sebaya, motivasi belajar, dan iklim sekolah. Disimpulkan bahwa pembiasaan, kesepakatan kelas, penghargaan, dan sanksi edukatif perlu diterapkan berkelanjutan. penelitian lanjutan disarankan memperluas subjek dan menguji efektivitas strategi tertentu. Kata Kunci: Kedisiplinan. Peraturan Kelas. Proses Pembelajaran Abstract This study aims to describe the level of discipline among third-grade students at SD Negeri Tambangan 01, the influencing factors, and the strategies for its improvement. The background is based on pre-survey findings indicating violations of school rules . uch as tardiness, incomplete uniform attributes, and lack of orderliness in clas. that disrupt learning The research employed a descriptive qualitative approach. data were collected through classroom observation, teacher interviews, documentation, and questionnaires administered to 28 students over three weeks (March Data analysis followed Miles and HubermanAos model . ata reduction, data display, and conclusion drawin. , with validity ensured through technique triangulation, source triangulation, and member checking. The results indicate that overall student discipline is good reflected in punctual attendance, neat uniforms, and timely submission of assignments although some students remain inconsistent. Determining factors include clarity of regulations, teacher guidance, peer influence, learning motivation, and the school climate. It is concluded that habituation, classroom agreements, rewards, and educative sanctions should be applied continuously. further studies are recommended to expand the sample and examine the effectiveness of specific strategies. Keywords: Discipline. Class Rules. Learning Process This is an open acacess article under the CC BY-SA license PENDAHULUAN Proses pendidikan bertujuan untuk memaksimalkan potensi manusia dan memperoleh pengetahuan yang akan bermanfaat bagi mereka di masa depan. Pendidikan merupakan salah satu alat terpenting untuk mengembangkan berbagai potensi pemuda berkualitas di negara ini. Keterlibatan keluarga dan masyarakat juga mendorong pertumbuhan potensi pendidikan, yang diharapkan dapat meningkatkan standar pendidikan di Indonesia. Untuk menghasilkan individu yang berkarakter unggul, pendidikan yang bermutu tinggi akan mendorong kemajuan pembangunan Secara khusus, peningkatan mutu melalui pendidikan yang bermutu tinggi membantu CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 2. Juli 2025 tercapainya tujuan pendidikan negara. Masalah pendidikan selalu muncul seiring dengan perkembangan keterampilan siswa dan perubahan situasi dan kondisi di sekitarnya (Talitha Elvina. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan dipengaruhi oleh budaya dan informasi. Masalah disiplin siswa sangat menantang karena melibatkan banyak elemen yang berbeda, seperti pengetahuan, perilaku, dan sikap. Untuk menjaga kedisiplinan, perilaku siswa harus diubah bukan karena paksaan atau dorongan dari luar, tetapi karena kesadaran diri atau keinginan dalam diri mereka sendiri. Siswa sekolah dasar biasanya sangat aktif karena perkembangan dan adaptasi yang terus menerus terhadap lingkungan Siswa sekolah dasar, khususnya, menyukai bermain dengan teman sebaya saat belajar di Fenomena ini umum terjadi di semua lingkungan, menunjukkan bahwa siswa tidak dibatasi oleh standar dalam lingkungan sekolah. Sekolah merupakan lembaga resmi yang digunakan untuk pendidikan dan pembelajaran. Kelancaran proses belajar mengajar bergantung pada kepatuhan setiap siswa terhadap peraturan dengan disiplin penuh (Ika Susanti & Ninik Dwi Atmini, 2. Salah satu sifat positif dan patut dikagumi yang dapat menunjang dan mempengaruhi keberhasilan dalam proses pendidikan adalah kedisiplinan (Sayid Ahmad Fauzi & Benny Angga Permadi, 2. Jika sikap disiplin dalam belajar sudah ditanamkan sejak dini, maka karakter dan tujuan pendidikan akan tercapai dengan membuahkan hasil yang memuaskan. Sebagai seorang pelajar, tidak akan lepas dari berbagai peraturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah. Peraturan dan tata tertib tersebut berisi perintah dan larangan yang akan dikenakan sanksi jika dilanggar. Perilaku siswa yang tidak sesuai aturan sekolah bisa terlihat dalam berbagai bentuk, seperti datang tidak tepat waktu, tidak menggunakan seragam sesuai ketentuan, kurang tertib saat kegiatan belajar, hingga menunda pengumpulan tugas. Meskipun siswa sebenarnya sadar bahwa tindakan tersebut tidak benar, mereka masih perlu dibimbing agar mampu menghindarinya (Ainurrohman et al. , 2. Kedisiplinan belajar siswa adalah komponen penting dalam membangun lingkungan belajar yang baik dan ideal (Fiandi, 2. Siswa menunjukkan kedisiplinan belajar dengan mematuhi peraturan dan mengikuti kegiatan belajar. Siswa membawa buku pelajaran sesuai dengan pelajaran yang sedang mereka pelajari. Siswa sering membuka buku pelajaran yang berbeda yang tidak terkait dengan pelajaran yang sedang mereka pelajari. Membaca rencana pelajaran untuk ujian yang akan datang, misalnya, atau mengerjakan tugas lain di rumah yang belum selesai. Kurangnya kedisiplinan dalam belajar pasti akan berdampak pada hasil belajar yang buruk, yang berarti tujuan belajar tidak Berdasarkan data yang diperoleh melalui kegiatan pra survei dengan melalukan wawancara kepada guru kelas i SD Negeri Tambangan 01 terdapat permasalahan dalam kedisiplinan siswa siswi kelas i. Guru kelas i menjelaskan bahwa masih ada beberapa siswa yang kerap melanggar peraturan kelas, seperti main sendiri saat pembelajaran, makan di kelas, dan juga siswa yang ramai saat guru menjelaskan. Permasalahan ini menunjukkan bahwa kedisiplinan siswa di kelas i SD Negeri Tambangan 01 belum sepenuhnya terbentuk secara optimal. Hal ini tentu berdampak pada efektivitas proses pembelajaran di kelas, mengingat kedisiplinan merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan belajar siswa. Guru mengalami tantangan dalam menanamkan nilai kedisiplinan secara konsisten karena perbedaan karakter dan latar belakang Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kedisiplinan siswa kelas i SD Negeri Tambangan 01 terhadap peraturan kelas, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kedisiplinan siswa dalam proses pembelajaran, memberikan rekomendasi kepada guru dan pihak sekolah dalam upaya meningkatkan kedisiplinan siswa melalui strategi yang tepat dan efektif. Melalui penelitian ini diharapkan dapat mendukung terciptanya kedisiplinan siswa kelas i serta dapat menciptakan lingkungan belajar yang tertib selama proses pembelajaran berlangsung. CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 2. Juli 2025 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk mengetahui tingkat kedisiplinan siswa kelas i SD Negeri Tambangan 01 terhadap peraturan kelas dalam proses Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas i yang berjumlah 28 orang, terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan, serta satu orang guru kelas i sebagai informan utama. Instrumen penelitian meliputi: . lembar observasi untuk mencatat perilaku kedisiplinan siswa di kelas, . pedoman wawancara untuk menggali informasi dari guru kelas i terkait faktorfaktor yang memengaruhi kedisiplinan, . dokumentasi berupa catatan tata tertib sekolah, absensi, dan hasil tugas siswa, serta . angket dengan skala sederhana yang diberikan kepada siswa untuk menilai persepsi mereka terhadap penerapan peraturan kelas. Kehadiran peneliti bersifat partisipatif moderat, yaitu terlibat langsung dalam kegiatan observasi kelas tetapi tidak memengaruhi jalannya Penelitian ini dilaksanakan selama tiga minggu pada bulan Maret 2024 di SD Negeri Tambangan 01. Kota Semarang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model analisis data kualitatif dari Miles dan Huberman (Sugiyono, 2. , yang mencakup tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, digunakan triangulasi teknik . bservasi, wawancara, angket, dan dokumentas. serta triangulasi sumber . uru dan sisw. Selain itu, dilakukan member check kepada guru kelas i untuk memastikan kesesuaian temuan penelitian dengan kondisi yang sebenarnya. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai perilaku disiplin siswa serta faktor-faktor yang mempengaruhinya dalam lingkungan kelas. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakter Disiplin Siswa pada Pembelajaran Disiplin merupakan salah satu bagian yang terpenting yang harus diterapkan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran di kelas (Melati et al. , 2. Dalam pembelajaran, karakter disiplin mencerminkan sikap dan perilaku siswa yang menunjukkan keteraturan, kepatuhan terhadap aturan, tanggung jawab, dan kemampuan untuk mengendalikan diri selama proses belajar. Karakter-karakter ini membentuk kepribadian yang kuat dan mandiri. Berdasarkan hasil observasi dan interaksi dengan siswa kelas i SDN Tambangan 01. Mijen. Terdapat sejumlah indikator yang menunjukkan bahwa karakter disiplin mulai berkembang. Siswa sudah terbiasa datang ke sekolah tepat waktu, mematuhi tata tertib dan aturan yang berlaku di sekolah, mengumpulkan tugas sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, serta memakai seragam sesuai dengan aturan yang berlaku di sekolah Hal ini menunjukkan bahwa kedisiplinan telah Peran guru dalam membentuk karakter disiplin siswa, memiliki peranan yang sangat penting untuk mengajarkan dan membiasakan perilaku siswa untuk bersikap disiplin (Rianti & Mustika. Guru menerapkan karakter kedisiplinan siswa dengan pendekatan yang tegas namun tetap Selain itu, guru selalu mengingatkan siswa terkait aturan dalam kelas serta memberikan pujian terhadap siswa yang berperilaku disiplin. aturan kelas disusun bersama-sama dengan siswa agar mereka merasa memiliki tanggung jawab terhadap aturan yang berlaku. Namun karakter disiplin masih menghadapi beberapa tantangan. dalam konteks ini menunjukkan bahwa membangun kedisiplinan membutuhkan waktu dan upaya yang konsisten. Secara keseluruhan, karakter disiplin siswa kelas i di SDN Tambangan 01 telah mulai berkembang dan menunjukkan hasil yang positif. Melalui pembinaan yang konsisten, dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan karakter disiplin ini akan semakin kuat tertanam dalam diri siswa. CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 2. Juli 2025 Siswa Datang ke Sekolah Tepat Waktu Tepat waktu datang ke sekolah merupakan bagian penting dari pembiasaan kedisiplinan sejak Di SD Negeri Tambangan 01, aturan kelas telah menegaskan pentingnya hadir sebelum pukul 30 WIB sebagai upaya membentuk karakter disiplin siswa. Dengan kehadiran tepat waktu, siswa dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran dari awal, yang tentunya berdampak positif terhadap pemahaman materi dan keterlibatan aktif dalam proses belajar. Kedisiplinan ini menjadi pondasi dalam membangun suasana belajar yang tertib dan kondusif di kelas. Dalam pelaksanaannya, guru kelas i menyampaikan bahwa sebagian besar siswa telah menunjukkan komitmen untuk hadir tepat waktu setiap hari. Namun, dalam kondisi tertentu seperti setelah hujan deras, terdapat beberapa siswa yang mengalami keterlambatan. Situasi ini menjadi pengingat bahwa setiap kondisi memiliki tantangannya masing-masing. Oleh karena itu, guru berperan aktif dalam membimbing dan memberikan penguatan positif agar siswa semakin termotivasi untuk datang lebih awal. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan awal pembelajaran yang lancar, menyenangkan, dan penuh semangat, demi mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara maksimal. Mematuhi Tata Tertib dan Aturan yang Berlaku di Sekolah Peraturan sekolah sangat penting untuk kemajuan suatu sekolah karena merupakan pedoman bagi warga sekolah untuk membuat lingkungan sekolah nyaman dan tertib. Penegakan peraturan membantu mencegah perilaku negatif yang tidak sesuai dengan standar di lingkungan sekolah (Sofiati & Pratikno, 2. Peraturan sekolah, juga dikenal sebagai tata tertib sekolah, adalah kumpulan aturan yang ditetapkan secara tertulis dan berlaku di sekolah untuk memastikan bahwa pendidikan berjalan dengan baik dan efisien. Tata tertib sekolah adalah alat penting untuk membentuk karakter dan kedisiplinan siswa. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru kelas 3 SD Negeri Tambangan 01, banyak siswa yang belum menaati peraturan tata tertib di sekolah. Banyak siswa terlambat, tidak mematuhi peraturan berpakaian, dan tidak terlibat secara aktif dalam kegiatan kelas. Kondisi ini menyebabkan peningkatan masalah, seperti prestasi akademik yang menurun dan tidak disiplin. Selain itu, beberapa dari siswa di dalam kelas membuang sampah sembarangan. Keadaan kelas pada saat pembelajaran sangat kotor, di lantai masih terdapat sampah seperti kertas, plastik bekas makanan dari kantin, sedotan, dan sisaan rautan pensil. Namun, ketika selesai pembelajaran di dalam kelas, siswa melaksanakan piket kelas yang dipantau guru kelas sesuai jadwal yang telah dibuat. Hasil wawancara ke beberapa siswa kelas 3 mereka menyebutkan bahwa mereka berusaha untuk menaati tata tertib peraturan sekolah yang berlaku di sekolah. Mereka juga menyebutkan bahwa guru kelas seringkali mengingatkan terkait dengan kesepakatan kelas yang telah disepakati. Pada kenyataannya. Sebagian siswa sudah menaati peraturan yang berlaku, hanya beberapa siswa yang masih melanggar tata tertib karena kurang kesadaran diri terhadap tata tertib dan aturan yang ada di sekolah. Salah satu tata tertib yang paling sering terjadi yaitu tidak memakai atribut sekolah yang telah berlaku. Beberapa siswa masih terdapat yang menggunakan sepatu selain warna hitam serta tidak menggunakan dasi dan ikat pinggang. Ini menjadi perhatian khusus supaya siswa tidak menyepelekan tata tertib dan aturan. Sudah semestinya tata tertib dan aturan ditaati dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan punishment atau hukuman bagi siswa yang melanggar tata tertib dan aturan yang ada di sekolah untuk melatih kedisiplinan siswa di sekolah. Mengumpulkan Tugas Sesuai Dengan Waktu Yang Telah Ditentukan Pemberian tugas merupakan salah satu metode yang efektif dalam proses belajar-mengajar. Setelah guru menyampaikan materi yang bersifat pengetahuan, pemberian tugas digunakan untuk CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 2. Juli 2025 menilai pemahaman siswa. Guru dapat mengevaluasi siswa melalui pengumpulan tugas, khususnya melihat apakah siswa mengumpulkan tugas tepat waktu (Sari & Aisyah, 2. Kebiasaan mengumpulkan tugas sesuai batas waktu mencerminkan sikap disiplin yang memberikan dampak positif pada proses pembelajaran, seperti meningkatkan kemampuan siswa dalam mengelola waktu, membuat mereka lebih terorganisir, dan mendukung efektivitas pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara dan angket yang dilakukan terhadap siswa Kelas i A SD Negeri Tambangan 01, mayoritas siswa menunjukkan sikap sangat setuju terhadap pengumpulan tugas tepat Kesadaran siswa akan pentingnya mengelola waktu dengan baik, mengembangkan kedisiplinan, dan mencegah pekerjaan yang menumpuk menjadi alasan utama di balik sikap tersebut. Selain itu, guru memainkan peran yang sangat penting tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing, pelatih, penasehat, pendorong kreativitas, serta evaluator yang memberikan arahan dan pengawasan secara konsisten kepada siswa (Nurzannah, 2. Secara keseluruhan, langkah-langkah edukasi yang diterapkan di kelas ini berhasil membentuk kesadaran dan sikap positif siswa terhadap pengumpulan tugas tepat waktu. Sikap disiplin yang ditunjukkan siswa tidak hanya mendukung pembelajaran yang lebih terstruktur, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter mereka di masa mendatang. Memakai Seragam Sesuai dengan Aturan yang Berlaku Seragam sekolah merupakan salah satu identitas penting bagi peserta didik di sekolah dasar. Aturan penggunaan seragam dibuat untuk menciptakan keseragaman dan rasa kebersamaan antar Seragam sekolah adalah salah satu atribut yang digunakan wajib digunakan oleh seluruh peserta didik. Biasanya terdiri dari baju, rok, celana, sepatu, kaos kaki, dan atribut lain seperti dasi atau topi yang harus dipakai sesuai jadwal tertentu, misalnya saat upacara bendera. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan yang telah dilakukan di SD Negeri Tambangan 01 Kota Semarang, berikut adalah seragam yang digunakan oleh siswa kelas i di setiap harinya, yaitu Senin Putih Merah. Selasa Batik Bebas (Seragam Olahrag. Rabu Batik Sekolah. Kamis Putih Merah. Jumat Pramuka. Penerapan aturan seragam memiliki manfaat sosial, yaitu menghilangkan kesenjangan yang mungkin muncul akibat perbedaan pakaian. Dengan mengenakan seragam yang sama, siswa dapat merasa lebih setara dan fokus pada kegiatan belajar tanpa memikirkan perbedaan dengan teman sebayanya. Pada saat pengamatan berlangsung, terdapat dua siswa yang kurang mematuhi peraturan yang Pada hari Selasa, saat jam pelajaran pertama, seluruh siswa diwajibkan mengenakan seragam olahraga karena adanya mata pelajaran PJOK. Namun, setelah pelajaran PJOK selesai, dua peserta didik tersebut tidak mengganti pakaian mereka sesuai ketentuan, yaitu menggunakan seragam batik bebas. Ketika diwawancarai, kedua siswa tersebut menjelaskan bahwa mereka lupa membawa seragam batik bebas dan merasa tas menjadi terlalu berat jika harus membawa pakaian Setelah mendapatkan bimbingan dan arahan dari guru, seluruh siswa kelas i mulai menunjukkan kepatuhan terhadap peraturan. Mereka secara serempak mengenakan seragam batik bebas sesuai ketentuan yang berlaku. Peningkatan kedisiplinan ini tidak terlepas dari peran penting guru dalam membimbing dan memberi teladan kepada siswa. Kepatuhan terhadap aturan penggunaan seragam turut membentuk karakter positif sejak dini. Selain itu, siswa juga belajar tentang pentingnya tanggung jawab, menjaga kerapian, serta menghargai peraturan yang telah CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 2. Juli 2025 b. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Karakter Disiplin Siswa Salah satu komponen penting dalam pembentukan karakter disiplin siswa di kelas i di SDN Tambangan 01. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan guru, ada beberapa faktor utama yang mempengaruhi perkembangan karakter disiplin siswa, yaitu: Peraturan yang jelas dan konsisten Peraturan yang disusun dengan matang dan diterapkan secara teratur sangat penting dalam membentuk kepribadian siswa yang disiplin. Di SDN Tambangan 01, peraturan sangat penting untuk menumbuhkan kebiasaan baik. Siswa belajar menghargai waktu dan tanggung jawab sebagai pelajar ketika peraturan dikomunikasikan secara konsisten dan ditegakkan dengan ketat. Kejelasan ini membantu menciptakan sikap patuh yang bertahan lama. Akibatnya, peraturan yang ditegakkan dengan ketat dan penerapan yang transparan akan meningkatkan perkembangan moral anak-anak di lingkungan sekolah dasar. Pembinaan dan Pengawasan dari guru Guru memegang peranan penting dalam membantu siswa menanamkan nilai-nilai disiplin melalui pengawasan dan pembinaan sehari-hari. Selain menegur siswa yang tidak patuh, guru di kelas i SDN Tambangan 01 juga memberikan pujian kepada siswa yang berperilaku baik. Telah terbukti bahwa mengungkapkan rasa terima kasih kepada siswa melalui pujian dapat meningkatkan motivasi mereka untuk terus bertindak positif. Pengajaran yang meyakinkan dan repetitif disertai contoh secara signifikan meningkatkan kedisiplinan siswa. Siswa cenderung lebih menerima dan meniru guru yang memberikan contoh Oleh karena itu, cara yang baik untuk memperkuat kebiasaan disiplin di sekolah adalah dengan memberikan pelatihan yang diinginkan dan terarah. Teman Sebaya Perilaku dan karakter anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan pergaulannya, terutama pada tahap perkembangan sosial di usia sekolah dasar. Siswa di SDN Tambangan 01 menunjukkan perilaku yang lebih bertanggung jawab dan tertib saat berada di antara teman-teman yang disiplin dan terlibat aktif dalam pendidikannya. Teman sebaya berperan sebagai cermin perilaku dan dapat menjadi sumber utama acuan dalam bertindak. Sikap disiplin sangat dipengaruhi oleh hubungan positif dengan teman sebaya. Agar dapat diterima dalam kelompoknya dan memperoleh penerimaan sosial, siswa sering kali melakukan hal Oleh karena itu, pengaruh teman sebaya dapat digunakan untuk meningkatkan pembentukan karakter disiplin di kelas dengan menumbuhkan suasana yang mendorong serta mendukung sikap Motivasi dan tujuan belajar Dorongan siswa untuk belajar juga mempengaruhi seberapa baik mereka berperilaku di kelas. Siswa kelas tiga SDN Tambangan 01 yang memiliki tujuan pembelajaran yang ditetapkan dengan baik tampak lebih terorganisasi dengan baik dan sangat bersemangat untuk berpartisipasi dalam kegiatan Hal ini menunjukkan bahwa motivasi internal siswa memiliki dampak yang signifikan terhadap kedisiplinan mereka di sekolah. Lingkungan sekolah yang kondusif Lingkungan sekolah yang mendukung dapat menumbuhkan pengembangan karakter pada tingkat emosional dan sosial. Sekolah menempatkan prioritas tinggi pada nilai-nilai kebersamaan, dan saling menghargai akan menumbuhkan kesadaran diri siswa untuk berperilaku disiplin. Oleh CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 2. Juli 2025 karena itu, membangun lingkungan yang kondusif merupakan faktor yang penting untuk pembentukan sikap disiplin siswa yang berkelanjutan. Strategi dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Guru membutuhkan strategi untuk membentuk karakter disiplin siswa baik dalam kelas maupun di luar kelas. Strategi guru untuk menanamkan karakter disiplin siswa dalam pendidikan dapat diintegrasikan melalui pembelajaran dan pembiasan. Beberapa strategi yang dapat digunakan guru untuk membentuk karakter disiplin siswa adalah sebagai berikut : Membuat Kesepakatan Kelas Hasil observasi di SD Negeri Tambangan 01 dengan guru kelas i menunjukkan bahwa telah membuat dan menetapkan kesepakatan kelas dalam proses belajar mengajar untuk membuat pembelajaran di kelas berjalan secara efektif dan kondusif. Sebenarnya, peraturan ini dibuat untuk dipatuhi oleh siswa sebagai bagian dari upaya guru untuk menanamkan kedisiplinan kepada siswa. Kesepakatan kelas sudah terpampang jelas di dinding kelas i. Hasil wawancara dengan guru kelas i menunjukkan bahwa guru kelas menggunakan peraturan sebagai cara untuk mendorong siswa untuk berdisiplin. Aturan akan dibuat dan dipatuhi baik dalam bentuk tertulis maupun tidak tertulis. Peraturan tertulis mengatur tata tertib sekolah, termasuk waktu masuk, larangan, dan kewajiban siswa. Peraturan tidak tertulis melarang siswa bertengkar di dalam kelas, menyontek saat latihan atau ujian, keluar kelas tanpa izin guru, dan mewajibkan setiap siswa membawa alat tulis lengkap mereka untuk mencegah siswa meminjamnya dari orang lain. Memberikan Punishment dan Reward Berdasarkan analisis data penelitian dari wawancara guru kelas i, dapat disimpulkan bahwa siswa yang melanggar tata tertib di kelas akan diberi punishment/sanksi dan diharapkan untuk berhenti melanggar lagi. Peneliti menemukan bahwa sejumlah siswa terus melanggar peraturan kelas selama observasi. Siswa sering melakukan pelanggaran, seperti datang terlambat, tidak memakai seragam sesuai ketentuannya, dan tidak menjalankan piket kelas sebagaimana mestinya. Guru memberikan hukuman kepada siswa yang melanggar dengan memerintahkan mereka untuk maju ke depan kelas untuk menyelesaikan soal yang diberikan oleh guru di papan tulis, memberikan tugas tambahan kepada siswa yang melanggar, dan membuang sampah di dalam dan di luar ruangan kelas. Jika siswa tidak berubah dalam hal disiplin, guru dapat memanggil orang tua. Selain memberikan hukuman kepada siswa yang tidak disiplin, guru kelas selalu memberikan reward berupa pujian kepada siswa. Tujuan dari reward ini adalah agar siswa terus berusaha meningkatkan dan mempertahankan disiplin. Melakukan Pembiasaan Sebelum Proses Pembelajaran Dimulai Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru kelas i strategi dalam meningkatkan kedisiplinan siswa yaitu dengan melakukan pembiasaan sebelum proses pembelajaran dimulai. Biasanya sebelum mulai pembelajaran siswa diminta untuk mengecek kolong meja terdapat sampah atau tidak, meluruskan barisan meja, mengecek kerapihan diri, melakukan doa secara bersama-sama sebelum memulai pembeajaran, dan menyanyikan lagu nasional sebagai bentuk jiwa nasionalisme. Tujuan dilakukannya hal tersebut agar kedisiplinan dapat tertanam di dalam diri siswa. Oleh karena itu, salah satu cara guru kelas i dapat menanamkan disiplin pada siswanya adalah melalui kegiatan pembiasaan. Kebiasaan ini dapat diterapkan oleh siswa dalam kegiatan rutin, kegiatan mingguan sekolah, kegiatan spontan, atau kegiatan yang sudah direncanakan. CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 2. Juli 2025 Karena kebiasaan disiplin akan meningkatkan aktivitas siswa selama proses pembelajaran, upaya untuk meningkatkan disiplin belajar siswa adalah penting. PENUTUP Penelitian ini menunjukkan bahwa kedisiplinan siswa kelas i SD Negeri Tambangan 01 secara umum sudah baik, ditandai dengan kepatuhan terhadap aturan kelas seperti kehadiran tepat waktu, kerapian seragam, dan pengumpulan tugas sesuai jadwal. Meskipun demikian, masih terdapat sebagian siswa yang belum konsisten sehingga pembinaan disiplin perlu dilakukan secara Faktor yang memengaruhi kedisiplinan mencakup peraturan yang jelas dan konsisten, peran guru dalam pembinaan, pengaruh teman sebaya, motivasi belajar, serta lingkungan sekolah yang kondusif. Strategi guru dalam meningkatkan kedisiplinan meliputi kesepakatan kelas, pemberian penghargaan dan sanksi edukatif, serta pembiasaan kegiatan positif sebelum pembelajaran dimulai. Kelemahan penelitian ini terletak pada keterbatasan subjek yang hanya mencakup satu kelas dan periode penelitian yang relatif singkat. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan memperluas cakupan pada beberapa kelas atau sekolah, serta mengkaji lebih dalam efektivitas strategi tertentu dalam membentuk kedisiplinan siswa agar hasil yang diperoleh lebih komprehensif dan aplikatif. DAFTAR PUSTAKA