5th Conference on Research and Community Services STKIP PGRI Jombang AuPeningkatan Kinerja Dosen Melalui Penelitian dan Pengabdian MasyarakatAy 4 Oktober 2023 ECOPRENEURSHIP EDUCATION BERBASIS MEDIA PEMBELAJARAN DARI BARANG BEKAS BAGI GURU MI MADINATUL ULUM JOMBANG Fitri Umardiyah*1. Dian Kusuma Wardani2. Anggun Wulandari3 1,2,3 Universitas KH. Wahab Hasbullah * fitriumardiyah@unwaha. id, 2dianwardani@unwaha. 4w@gmail. Abstract This program aims to provide training to teachers about ecopreneurship education through creating learning media using used goods or items that are no longer So that unused items such as unused clothes . ashion wast. can be used to make learning media that can help students and teachers with teaching and learning activities. The methods used in implementing this community partnership activity are lectures, demonstrations and practice. The products from this media making training activity can be used in teaching and learning activities, so that learning activities are more enjoyable and students easily accept and understand the lessons. The media is in the form of a three-dimensional key chain which can be used as a medium for recognizing shapes. This community partnership activity was carried out at MI Madinatul Ulum with target partners of 30 teachers. This activity was carried out on 15 and 16 August 2023. The result was an increase in teacher skills, teachers were able to make key chains from unused clothing . ashion wast. Key chains are objects that are attached to lower grade elementary school students, students like to use them for bags. The media used by students every day will allow them to learn anywhere without having to wait to use media in class. Keywords ecopreneurship education, used goods, learning media Abstrak Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan kepada guru tentang ecopreneurship education melalui pembuatan media pembelajaran dengan memanfaatkan barang bekas atau barang barang yang sudah tidak terpakai. Sehingga barang-barang yang sudah tidak terpakai seperti baju tak terpakai . imbah fashio. dapat digunakan untuk membuat media pembelajaran yang dapat membantu siswa maupun guru untuk kegiatan belajar mengajar. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan kemitraan masyarakat ini dengan ceramah, demonstrasi dan praktik. Produk dari kegiatan pelatihan pembuatan media ini dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga kegiatan belajar lebih menyenangkan dan siswa mudah menerima dan memahami Media berupa gantungan kunci dimensi tiga yang dapat digunakan sebagai media pengenalan bentuk bangun. Kegiatan kemitraan masyarakat ini dilaksanakan di MI Madinatul Ulum dengan mitra sasaran sebanyak 30 guru. Kegiatan ini dilaksanakan pada 15 dan 16 Agustus 2023. Hasilnya berupa peningkatan keterampilan guru, guru dapat membuat gantungan kunci dari kain baju tak terpakai . imbah fashio. Gantungan kunci merupakan benda yang melekat pada siswa sekolah dasar kelas bawah, siswa suka menggunkan gantungan untuk tas. Media yang dipakai oleh siswa setiap hari akan membuat mereka belajar dimanapun tanpa harus menunggu penggunaan media di kelas saja. Kata kunci ecopreneurship education, barang bekas, media pembelajaran PENDAHULUAN Permasalahan pembelajaran dalam lingkungan sekolah di Indonesia akhir-akhir ini terjadi semakin kompleks. Seperti yang terjadi di MI Madinatul Ulum Kabupaten Jombang, diketahui masih sedikit guru yang mencoba mengembangkan media pembelajaran. Oleh karena itu, perlu dicari solusi terkait dengan strategi, metode maupun media pembelajaran yang dipergunakan oleh guru. Berkaitan dengan hal tersebut, gurudiharapkan lebih inovatif dalam proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. Guru di MI Madinatul Ulum juga mengalami kendala dalam menyajikan proses pembelajaran yang kreatif dan menarik dengan media pembelajaran yang murah. Bahan untuk media pembelajaran tiga dimensi cukup mahal. Oleh karena itu guru-guru MI Madinatul Ulum perlu diberi pelatihan pembuatan media pembelajaran yang kreatif yang dapat melatih kreativitas guru dalam memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak terpakai untuk dibuat media pembelajaran. Selain itu, media pembelajaran ini nantinya dapat di kembangkan lebih lanjut sesuai kreativitas dan kebutuhan mengajar. Lebih jauh lagi, media ini dapat dijual sehingga bernilai ekonomi. Fadlillah . menyatakan bahwa media pembelajaran adalah alat bantu atau sarana sumber belajar dalam menyampaikan sebuah pesan guna membantu proses belajar pada subjek pengajaran agar tercipta perubahan Tujuan media pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran yaitu untuk membantu siswa agar lebih cepat mengetahui, memahami, dan upaya terampil dalam mempelajari sebuah materi yang dipelajari. Selain itu, juga untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menarik, aktif, efektif, dan Oleh karena itu dengan adanya media pembelajaran, tujuan pembelajaran akan tercapai dengan mudah. Media pembelajaran mempunyai dua fungsi utama yakni media pembelajaran sebagai alat bantu dalam pemebelajaran dan sebagai sumber belajar (Gafur, 2. Pengembangan media pembelajaran hendaknya memenuhi prinsip VISUALS (Visible. Interesting. Simple. Useful. Accurate. Legitimate. Structure. dalam perencanaan sistematik untuk penggunaan media (Nurseto, 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah dan guru di MI Madinatul Ulum anak-anak senang jika diajar menggunakan media pembelajaran, siswa merasa tertarik terhadap pelajaran. Oleh karena itu, perlu diadakan pelatihan pembuatan media pembelajaran yang dapat menarik motivasi siswa untuk belajar. Akan tetapi, media yang efisien waktu dan murah adalah video youtube. Video merupakan media yang menarik, akan tetapi siswa saat ini juga perlu untuk menggunakan media manipulatif tiga dimensi agar dapat mrmbangun kreatifitas siswa. Berdasar paparan wawancara tersebut, tim PKM berinisiatif membuat media pembelajaran dari barang-barang bekas atau barang tak terpakai, khususnya limbah baju. Sari . mengungkapkan bahwa seiring dengan meningkatnya daya tarik masyarakat terhadap fashion, maka banyak pula baju tak terpakai yang dianggap sudah ketinggalan jaman. Baju yang sudah tidak cukup seringnya memenuhi lemari, sehigga dengan dijadikannya media pembelajaran, barang-barang tersebut dapat lebih bermanfaat dan bernilai guna sebagai sarana belajar dalam kelas. Ada beberapa pertimbangan yang perlu dilakukan oleh guru untuk memilih media yaitu. Pertimbangan siswa, . Pertimbangan tujuan pembelajaran, . Pertimbangan strategi pembelajaran, . Pertimbangan kemampuan dalam merancang dan menggunakan media, . Pertimbangan biaya, . Pertimbangan sarana dan prasarana, dan . Pertimbangan efesiensi dan efektivitas. Agar pemilihan media dalam pembelajaran sesuai dengan teori tersebut, maka ada tiga faktor yang perlu ditingkatkan yaitu: pertama kemampuan guru, kedua sikap inovatif guru dan ketiga ketersediaan sarana dan prasarana (Mahnun, 2. Salah satu bagian dari pertimbangan sarana prasarana terhadap media pembelajaran, ecopreneurship education menjadi sebuah solusi. Ecopreneurship education adalah usaha terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi wirausahawaan yang peduli lingkungan, memaksimalkan peluang yang ada di lingkungan (Anih, 2. Salah cantoh permasalahan yang terjadi saat ini adalah limbah fashion . aju tak terpaka. tak terpakai yang menumpuk di Baju tak terpakai dapat dimanfaatkan sebagai bahan dalam membuat media pembelajaran. Tujuan kegiatan ini adalah dapat membantu mengatasi permasalahan pembelajaran di sekolah dengan memfasilitasi keterampilan guru untuk memilah, memanfaatkan dan mengolah barang bekas yang ada disekitar sekolah menjadisebuah media pembelajaran yang dapat meningkatkan minat belajar peserta didik. Kegiatan PKM pada masyarakat ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam mengolah barang bekas menjadi sebuah media pembelajaran yang menarik dan melatih dan mengembangkan kreativitas guru. analisis situasi dan Rendahnya dalam membuat limbah fashion kebutuhan media di tingkat sekolah dasar kelas bawah Meningkatnya kreativitas dan barang tidak terpakai menjadi pembelajaran yang Pelatihan pembuatan media berbahan barang Merancang dan Mempersiapkan Media Pembelajaran yang sesuai kebutuhan Gambar 1. Diagram Alir Analisis Situasi dan Solusi Permasalahan METODE PELAKSANAAN Pelaksanaan PKM ini meliputi empat tahap yaitu tahap persiapan awal, tahap penyuluhan, tahap praktek dan tahap evaluasi. Uraian dari masing-masing tahapan akan dijelaskan sebagai berikut: Persiapan awal Persiapan awal meliputi koordinasi dengan tim dan peserta pelatihan, serta mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Penyuluhan Pada tahap ini penyuluhan dilakukan dengan ceramah interaktif menggunakan media video dan powerpoint. Materi yang disampaikan berupa pemahaman dasar ecopreneurship education berbasis media Praktik Kegiatan pada saat praktik adalah membuat gantungan kunci dengan bentuk dasar bangun datar dan bangun ruang. Pemateri dan tim PKM memimpin proses pembuatan dibantu oleh mahasiswa. Evaluasi Evaluasi dilakukan dengan cara memberikan angkat dan menganalisis hasil angket tentang peningkatan keterampilan guru. Pengambilan data angket ini dilakukan ketika hari awal sebelum pelatihan dan terakhir pelatihan. Data angket didapat dari jawaban guru terhadap peningkatan keterampilan guru. Secara umum, rencana pelaksanaan kegiatan PKM ini tersaji pada Gambar 2. Gambar 2. Rincian Alur Kegiatan Kemitraan Masyarakat Peranan mitra dalam kegiatan kemitraan masyarakat ini adalah Mitra sebagai penyedia tempat pelaksanaan kegiatan kemitraan Mitra sebagai obyek yang mengikuti kegiatan kemitraan masyarakat Mitra sebagai subyek yang menerapkan media pembelajaran bangun datar dan ruang melalui gantungan kunci Mitra sebagai subyek yang menerapkan ecoprenership education Mitra sebagai obyek yang dievalusi untuk keberlanjutan program kegiatan kemitraan masyarakat HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan PKM ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2023, di MI Madinatul Ulum. Kegiatan persiapan awal yakni bertemu melakukan penjajakan dan rencana pelaksanaan kegiatan PKM. Pada tahap persiapan, tim PKM membagikan angket awal sebagai pretest untuk mengetahui sejauh mana guru mengetahui dan menerapkan ecopreneurship education dalam Hasil angket tercantum pada table 1. Tabel 1. Hasil Angket Awal (Pra Pelaksanaa. Hasil Pernyataan Interpretasi Ecopreneurship merupakan hal 85% sangat Ecopreneruship merupakan hal baru bagi saya Jika ada kesempatan, saya Guru membutuhkan penyuluhan tertarik untuk belajar tentang 100% sangat dan pelatihan tentang ecopreneurship education Saya sudah pernah menerapkan Hanya sedikit guru yang pernah 90% tidak menerapkan pembelajaran berbasis ecopreneurship Saya Hanya sedikit guru yang pernah menggunakan media untuk 90% tidak menggunakan media untuk mendukung pembelajaran berbasis ecopreneurship berbasis ecopreneurship Pelaksanaan inti dari kegiatan PKM dilaksanakan pada 15 dan 16 Agustus. Jumlah peserta sebanyak 30 guru MI Madinatul Ulum. Hari pertama dimulai dengan kegiatan sosialisasi tentang pentingnya media pembelajaran dalam membantu kegiatan belajar mengajar di kelas, materi kedua media pembelajaran berbasis ecopreneurship. Materi tersebut merupakan pemahaman dasar ecopreneurship education berbasis media pembelajaran Pemberian materi dilakukan dengan ceramah interaktif menggunakan media video dan powerpoint. Kegiatan pada hari pertama, dapat dilihat pada Gambar 3. Pemberian Materi tentang Media Pembelajaran Berbasis Ecopreneurship Hari kedua dilanjutkan dengan pelatihan membuat media pembelajaran gantungan kunci berbentuk bangun datar dan lengkung. Media ini sebagai pengenalan bangun pada siswa sekolah dasar tingkat bawah. Media gantungan kunci dibuat dari limbah fashion yaitu kain dari baju Kegiatan pada hari pertama, dapat dilihat pada gambar 4. Gambar 4. Praktek Ecopreneurship Education melalui Media Pembelajaran Gantungan Kunci Berbentuk Dasar Bangun Datar Dan Bangun Ruang Adapun bahan dan alat yang digunakan dalam membuat media pembelajaran gantungan kuci bentuk bangun adalah kain bekas , gantungan, gunting, jarum, benang jahit. Cara membuat media sebagai berikut. Potong kain sesuai bentuk yang diinginkan . egitiga, lingkaran, segi empat, dan bentuk bangun lainnya. Buat dua potongan untuk setiap pola. Potong kecil kecil kain , bagian ini menjadi isinya. Ambil 2 potongan kain berpola, lalu dijahit tangan. Isi dengan potongan kain kecil kecil Pasang gantungan, kemudian jait hingga lubang tempat isian menjadi tertutup kembali Penggunaan media ini sangat mudah dalam pembelajaran. Siswa dapat menggunakannya sebagai gantungan pada resleting tas. Dengan demikian, siswa tidak hanya melihat bentuk bangun datar maupun ruang ketika di kelas saja melainkan dapat melihat tiap hari dan menarik karena berfungsi sebagai gantungan. Pada tahap evaluasi, peserta diberi angket pasca pelaksanaan Hasil angket disajikan pada Tabel 2. No Tabel 2. Hasil Angket Akhir (Pasca Pelaksana. Hasil Pernyataan Interpretasi Materi PKM sesuai 90% sangat Mitra mendapatkan tambahan wawasan dengan kebutuhan mitra setuju / peserta Cara penyajian materi 80% sangat Tim PKM tidak hanya memberikan teori karena setuju namun juga langsung praktek dan Materi yang disajikan 80% sangat Tim PKM menyusun Materi secara mudah setuju Mitra /peserta 100% sangat Sejalan dengan poin 1, 2, 3 dan 4, peserta kegiatan setuju bertahan hingga akhir acara PKM hingga akhir Mitra peserta 90% sangat Mix metode antara materi dan praktek mendapatkan manfaat setuju merupakan kegiatan tepat sasaran langsung dari kegiatan PKM Kegiatan PKM 90% sangat Sejalan dengan angket awal pada Tabel 1 menambah wawasan poin 1, mitra merasa ecopreneurship tentang media education pada pembelajaran merupakan pembelajaran yang hal baru sehingga dengan adanya kegiatan berbasis ecopreneurship PKM ini dapat menambah wawasan Kegiatan PKM 90% sangat Implimentasi dari poin 6, media yang telah memotivasi peserta dibuat akan diterapkan di kelas, hal ini untuk membuat media merupakan bagian dari rencana pembelajaran berbasis keberlanjutan program Pendampingan oleh tim 90% sangat Sejalan dengan angket awal pada Tabel 1 PKM dapat setuju poin 1, mitra menyatakan ecopreneurship education pada pembelajaran merupakan hal baru sehingga dengan adanya kegiatan dalam membuat media PKM ini dapat menambah wawasan dan keterampilan dalam memanfaatkan barang bekas pakai menjadi media pembelajaran Media yang dibuat oleh 90% sangat Implimentasi dari poin 6, media yang telah peserta pada kegiatan setuju dibuat akan diterapkan di kelas, hal ini PKM bermanfaat bagi keberlanjutan program Secara keseluruhan, 90% sangat Kegiatan PKM berhasil memberikan puas setuju manfaat sehingga dapat meningkatkan dengan adanya kegiatan wawasan dan keterampilan mitra/ peserta PKM Evaluasi yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah pemanfaatan barang-barang yang tidak terpakai dapat memberikan nilai guna lebih dan dapat menjadi barang yang bermanfaat. Mengoptimalisasikan barang bekas tidak terpakai merupakan pilihan tepat guna mengajarkan anak tentang prinsip efisiensi dan efektif. Tingkat keberhasilan dari kegiatan PKM ini mencapai 90% dapat diukur dari angket yang diberikan pasca kegiatan berlangsung. Guru dapat membuat karya media pembelajaran dan dapat menggunakannya dalam pembelajaran yang sesuai materi khususnya materi bangun datar dan bangun ruang melalui gantungan kunci. Kendala selama pelaksanaan kegiatan adalah tidak semua guru memiliki keterampilan menjahit menggunakan tangan, sehingga ada media yang bentuknya tidak rapi. Tim melakukan diskusi internal sehingga ditemukan solusi bahwa pembuatan media bias tanpa jahit yaitu dengan menggunakan alat lem tembak. Guru cukup menempel tanpa menjahit menggunakan tangan. Rencana tindak lanjut program adalah gantungan kunci ini akan menjadi media dalam pembelajaran guna mengenalkan konsep bagun datar dan bangun ruang kepada siswa dasar kelas bawah . , 2, dan . Siswa dikutsertakan dalam program tindak lanjut sehingga dapat dijadikan sebagai proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila. Proyek media pembelajaran yang terintgrasi kewirausahaan atau entrepreneurship. SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN Kegiatan PKM ini telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Kegiatan ini berhasil memanfaatkan barang bekas yang tidak dipakai khususnya limbah fashion . aju bekas tak terpaka. yang dapat digunakan untuk membuat alat/ media pembelajaran yang kreatif dalam hal ini adalah gantungan kunci berbentuk bangun datar dan bangun ruang. Media pembelajaran tersebut dapat membatu siswa dalam mengenalkan konsep bangun datar dan bangun ruang. Bentuk gantungan kunci dapat dipakai siswa menjadi aksesoris gantungan tas, sehingga akan menggunakan media tersebut setiap saat tanpa harus menunggu pembelajaran dikelas. Penggunaan bahan dari limbah fashion juga dapat meningkatkan kesadaran akan lingkungan sehingga mengajarkan siswa tentang efisiensi dan efektivitas dalam menggunakan sebuah barang agar bermanfaat. SARAN Saran kegiatann PKM selanjutnya adalah dapat mengembangan dan memroduksi gantungan kunci media pembelajaran ini lebih bagus lagi sehingga layak jual. Dengan demikian dapat menjadi ide kewirausahan untuk mengomersilkan media pembalajaran ramah lingkungan dan menambah pendapatan. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang mendanai kegiatan ini serta seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu MI Madinatul Ulum Mojokrapak Tembelang Jombang selaku mitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat serta LPPM Universitas KH. Wahab Hasbullah Jombang. DAFTAR PUSTAKA