Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 p-ISSN : 2747-0725 e-ISSN : 2775-7838 Diterima : 17 November 2025 Direvisi : 21 Desember 2025 Disetujui : 7 Januari 2026 Diterbitkan : 28 Februari 2026 PERUBAHAN PERILAKU SISWA MI TERHADAP GURU DI ERA DIGITAL : PERSPEKTIF SOSIOLOGI PENDIDIKAN Vina Khoirotun Khisan*. Rahmat Kamal UIN K. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Indonesia E-mail: vina. khisan25135@mhs. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan menganalisis perubahan perilaku siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) terhadap guru di era digital serta faktor-faktor sosial yang dalam perspektif sosiologi pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan jenis penelitian kepustakaan . ibrary Data penelitian diperoleh melalui teknik dokumentasi terhadap buku, artikel jurnal ilmiah, dan berbagai sumber akademik yang relevan dengan kajian perilaku siswa dan pendidikan dasar. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan teknologi digital mendorong siswa MI menjadi lebih terbuka, komunikatif, dan kritis dalam menyampaikan pendapat kepada guru. Namun demikian, perubahan tersebut juga berdampak pada melemahnya sikap disiplin, sopan santun, serta penghormatan terhadap otoritas guru dalam konteks pembelajaran. Implikasi temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan peran guru dalam pembinaan karakter siswa, penginternalisasian nilai-nilai etika, serta pengembangan strategi pendidikan karakter yang adaptif dan kontekstual terhadap perkembangan digital di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah. Kata-kata Kunci: era digital, guru MI, pendidikan dasar, perilaku siswa, sosiologi pendidikan CHANGES IN MI STUDENTS' BEHAVIOR TOWARDS TEACHERS IN THE DIGITAL AGE: A SOCIOLOGICAL PERSPECTIVE ON EDUCATION Abstract: This study aims to examine and analyze changes in the behavior of Madrasah Ibtidaiyah (MI) students toward teachers in the digital era, as well as the social factors underlying these changes from the perspective of the sociology of education. The research employs a qualitative descriptive-analytical approach using a library research design. Research data were obtained through documentation of books, scholarly journal articles, and various academic sources relevant to the study of student behavior and basic education. The collected data were then analyzed using content analysis techniques, including data reduction, data presentation, and systematic conclusion drawing. The findings indicate that digital technological development encourages MI students to become more open, communicative, and critical in expressing opinions to teachers. However, these changes also have implications for the weakening of discipline, politeness, and respect for teacher authority in the learning context. The implications of these findings highlight the importance of strengthening the role of teachers in character education, internalizing ethical values, and developing adaptive and contextual character education strategies in response to digital developments in the Madrasah Ibtidaiyah environment. Keywords: Digital era. MI teacher, basic education, student behavior, educational sociology PENDAHULUAN Perubahan perilaku siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) terhadap guru di era digital menjadi fenomena sosial yang menarik untuk dikaji dalam dunia pendidikan. Era digital ditandai dengan berkembangnya teknologi informasi yang membawa dampak besar terhadap pola interaksi sosial di lingkungan Akses yang mudah terhadap internet, media sosial, dan perangkat digital tidak hanya memengaruhi cara belajar siswa, tetapi juga mengubah sikap serta cara mereka berkomunikasi dengan guru. Perubahan tersebut mencerminkan adanya pergeseran norma dalam proses pendidikan. Penelitian menunjukkan bahwa siswa di era digital cenderung lebih kritis dan terbuka dalam menyampaikan pendapat, namun di sisi lain mengalami penurunan dalam aspek sopan santun dan kedisiplinan terhadap guru (Mahesa dkk. , 2. Perilaku seperti pembelajaran berlangsung, berbicara tanpa izin, serta kurang menghormati otoritas guru Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 menjadi indikasi nyata terjadinya perubahan nilai sosial di sekolah dasar (Enggarniss, 2. Fenomena ini menunjukkan bahwa media digital tidak hanya memengaruhi gaya belajar, tetapi juga membentuk pola perilaku sosial baru yang mencerminkan pergeseran nilai dalam interaksi pendidikan (Rahayu dkk. Dengan demikian, perubahan perilaku siswa MI terhadap guru di era digital dapat dipahami sebagai bentuk fakta sosial yang lahir dari interaksi antara individu dan pengaruh teknologi dalam lingkungan Di era digitalisasi, perilaku siswa MI terhadap guru mengalami perubahan yang signifikan (Ilma Nur Fahmi Sali. Idris, & Rusmiaty, 2. Hal ini disebabkan oleh kemudahan akses teknologi informasi dan komunikasi yang membuat siswa memiliki sumber informasi alternatif di luar kelas dan media pembelajaran tradisional, serta masih rendahnya kemampuan literasi digital siswa dalam menyaring informasi dari media sosial (Anisa dkk. , 2. Kondisi tersebut mempertanyakan otoritas guru, komentar kurang sopan, dan melemahnya rasa hormat dalam interaksi di sekolah. Penelitian Muryanto dkk. menunjukkan bahwa meskipun etika digital siswa tergolong baik pada beberapa aspek, masih terdapat kelemahan dalam kesadaran privasi dan sopan santun dalam interaksi digital. Selain menggunakan perangkat digital untuk hiburan dan komunikasi sosial serta mengalami kesulitan dalam mengevaluasi kebenaran informasi (Hasan & Bejiman, 2. Oleh karena itu, diperlukan intervensi pendidikan karakter dan etika digital serta kebijakan sekolah yang memperkuat peran guru sebagai pembimbing dan teladan (Musanna & Basiran, 2. Meskipun berbagai penelitian telah membahas perilaku siswa di era digital, kajian yang secara khusus menyoroti perubahan perilaku siswa Madrasah Ibtidaiyah terhadap guru masih terbatas. Sebagian besar penelitian lebih berfokus pada literasi digital atau etika penggunaan media sosial secara umum, tanpa mengkaji secara mendalam relasi sosial dan otoritas guru dalam konteks MI yang memiliki karakteristik pendidikan berbasis nilai moral dan keagamaan. Selain itu, penelitian sebelumnya cenderung bersifat parsial dan belum memosisikan perubahan perilaku siswa sebagai fakta sosial akibat pergeseran norma dan struktur interaksi pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan perilaku siswa MI terhadap guru di era digital. Fenomena seperti menurunnya disiplin dan rasa hormat terhadap guru semakin tampak akibat pengaruh media digital dan pola interaksi yang semakin informal. Penelitian Anggraini . ketergantungan siswa pada perangkat teknologi berkaitan dengan melemahnya penghormatan terhadap guru, sementara Sukmawati . menemukan peningkatan perilaku menantang dan konflik antara siswa dan guru. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif serta rekomendasi konkret bagi guru dan pengambil kebijakan Madrasah Ibtidaiyah keharmonisan hubungan siswa dan guru di era digital. METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan kualitatif dengan sifat deskriptifanalitis. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan . ibrary researc. , yang bertujuan untuk menelaah, memahami, dan menganalisis konsep, teori, serta hasil secara sistematis (Sugiyono, 2019. Zed, 2. Karena penelitian ini merupakan studi kepustakaan . ibrary researc. , tidak terdapat partisipan manusia . ubjek lapanga. Sebagai gantinya, unit analisis atau "subjek" dalam penelitian ini adalah sumber-sumber pustaka yang berasal dari buku referensi. Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 artikel jurnal ilmiah, serta dokumen akademik lain yang relevan dengan topik penelitian. Data yang dikumpulkan adalah data Proses pengumpulannya tidak dilakukan di lokasi lapangan tertentu, perpustakaan digital dan basis data Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, yang meliputi tahap: A Menelusuri sumber tertulis. A Menyeleksi dokumen yang relevan. A Mencatat informasi penting (Zed. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi . ontent analysi. dengan model Miles & Huberman . Tahapannya A Reduksi Data: Menyeleksi dan menyaring data yang relevan dengan fokus kajian. A Penyajian Data: Menyusun informasi ke dalam bentuk uraian naratif yang A Penarikan Simpulan: Menarik hasil kecenderungan data yang ditemukan selama proses penelitian. pergeseran etika komunikasi, penurunan konsistensi disiplin, serta melemahnya posisi (Mutamimah, "Implementation of Merdeka Curriculum by Teachers for. Renjana Pendidikan Dasa. Selain itu, intensitas penggunaan gawai dan media sosial yang kurang terkontrol berimplikasi pada menurunnya konsentrasi belajar, kecenderungan penggunaan bahasa berkurangnya internalisasi nilai karakter seperti tanggung jawab dan sopan santun (Aminah. , & Nursikin. AuTugas Guru Di Kelas Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka: Perspektif Islam," Renjana Pendidikan Dasar 1, no. 3, 2. Temuan ini menegaskan bahwa perubahan perilaku siswa MI di era digital bersifat ambivalen, karena menghadirkan peluang sekaligus tantangan dalam hubungan pedagogis antara siswa dan Berikut salah satu dokumentasi aktivitas pembelajaran siswa Madrasah Ibtidaiyah di era digital : HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan berbagai sumber ilmiah yang relevan, penelitian ini mengidentifikasi bahwa relasi perilaku siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) terhadap guru mengalami dinamika yang cukup menonjol pada era digital. Dinamika tersebut tercermin dalam perubahan pola interaksi sosial, tingkat penghormatan, kedisiplinan belajar, serta cara siswa memaknai peran dan otoritas guru dalam proses pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemajuan teknologi digital telah memperluas akses siswa MI terhadap beragam sumber belajar di luar ruang kelas. Kondisi kemandirian dan daya kritis siswa, namun Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 Gambar 1. Siswa MI memanfaatkan gawai sebagai sumber belajar pendamping buku teks dalam kegiatan pembelajaran di kelas, yang mencerminkan perubahan pola belajar dan interaksi siswa dengan guru di era Tabel 1. Persentase Kecenderungan Sikap Siswa MI terhadap Guru di Era Digital. No Aspek sikap siswa terhadap guru Sikap hormat Etika komunikasi Kedisiplinan siswa Persepsi siswa terhadap guru Persen (%) Pembahasan Sejalan dengan hasil penelitian tersebut, perubahan perilaku siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) terhadap guru pada era digital menunjukkan karakteristik yang tidak sederhana, sebagaimana tercermin pada visualisasi Gambar 1 dan data ringkasan dalam Tabel 1. Distribusi persentase pada setiap indikator sikap mengindikasikan bahwa transformasi perilaku siswa tidak berlangsung secara seragam, melainkan dipengaruhi oleh pergeseran nilai, perubahan pola relasi sosial, serta redefinisi peran guru dalam konteks pembelajaran modern. Pada indikator sikap hormat terhadap guru yang tercatat sebesar 34,0%, temuan ini menunjukkan bahwa penghormatan siswa berada pada tingkat menengah dan belum menjadi sikap yang menguat secara kolektif. Kondisi tersebut dapat diinterpretasikan sebagai berkurangnya legitimasi simbolik guru sebagai figur otoritas, seiring dengan meningkatnya akses siswa terhadap sumber Fenomena mendukung temuan Sudarsih . yang mengungkapkan bahwa eksposur digital yang tinggi berkontribusi terhadap pergeseran cara siswa memandang pendidik, khususnya dalam aspek kepatuhan dan penghargaan. Pada 31,7% kecenderungan penggunaan bahasa yang semakin egaliter dan minim batas formal. Pola ini dapat dipahami sebagai refleksi dari budaya komunikasi digital yang menekankan kecepatan dan kepraktisan dibandingkan kesantunan struktural. Hasil ini memperkuat temuan Barokah . yang menyatakan bahwa rendahnya pemahaman etika bermedia menyebabkan siswa mereproduksi gaya komunikasi media sosial ke dalam ruang Sementara itu, indikator kedisiplinan siswa dalam pembelajaran menunjukkan angka yang relatif lebih tinggi, yakni 40,6%, yang mengisyaratkan bahwa sistem aturan sekolah masih berfungsi sebagai mekanisme kontrol perilaku. Namun demikian, capaian tersebut belum dapat dikategorikan kuat, mengingat adanya distraksi digital yang terus bersaing dengan tuntutan akademik. Temuan ini sejalan dengan Anggraini et al. yang menegaskan bahwa penggunaan gawai tanpa regulasi yang jelas berimplikasi pada kepatuhan siswa terhadap tata tertib. Adapun pada indikator persepsi siswa terhadap peran guru, persentase tertinggi 41,5% pergeseran paradigma pembelajaran, di mana guru dipahami lebih sebagai pendamping proses belajar daripada pusat otoritas Pergeseran ini menandai perubahan konstruksi relasi pedagogis yang Temuan memperkuat pandangan Musanna dan Basirang . bahwa digitalisasi pendidikan menuntut guru berperan sebagai fasilitator dan pengarah, meskipun kondisi ini juga berpotensi mereduksi kewibawaan pedagogis apabila tidak diimbangi dengan penguatan nilai karakter. Dalam kerangka teori perubahan sosial, fenomena ini dapat dijelaskan melalui konsep cultural lag yang dikemukakan oleh Ogburn penyesuaian nilai dan norma sosial terhadap kemajuan teknologi. Siswa MI menunjukkan adaptasi yang cepat terhadap teknologi digital, namun proses internalisasi etika sosial dan karakter belum berkembang secara Lebih lanjut, melemahnya sikap hormat dan etika komunikasi siswa dapat dianalisis melalui perspektif pendidikan karakter yang dikemukakan oleh Lickona Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 . Ia menekankan bahwa pembentukan karakter memerlukan kesinambungan antara keteladanan, pembiasaan, dan lingkungan Dalam pendampingan yang konsisten berpotensi menghambat pembentukan karakter siswa secara optimal. Dengan demikian, hasil penelitian ini tidak hanya berfungsi untuk memetakan perubahan perilaku siswa MI terhadap guru, fenomena sosial-edukatif yang menuntut respons strategis. Penguatan pendidikan karakter, peningkatan literasi digital, serta reposisi peran guru sebagai figur teladan memastikan bahwa kemajuan teknologi berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai pedagogis di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian menggambarkan sekaligus menganalisis Madrasah Ibtidaiyah (MI) terhadap guru dalam konteks Hasil menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital telah membawa perubahan pada cara siswa berinteraksi dengan guru, baik dalam aspek komunikasi, kedisiplinan, maupun pemaknaan terhadap peran guru. Di satu sisi, siswa menunjukkan kecenderungan lebih pembelajaran, namun di sisi lain muncul gejala melemahnya sikap sopan santun, kedisiplinan belajar, serta penghormatan terhadap otoritas guru. Temuan ini menegaskan bahwa perubahan perilaku siswa MI di era digital tidak bersifat sederhana, melainkan merupakan hasil dari pertemuan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai sepenuhnya beradaptasi. PENUTUP Saran yang dapat diajukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah penguatan peran guru dalam pembinaan karakter siswa menjadi kebutuhan utama di era digital. Guru penggunaan teknologi dengan penanaman Selain itu, pihak sekolah perlu mengintegrasikan literasi digital dengan pendidikan karakter secara berkelanjutan. Keterlibatan orang tua juga menjadi unsur penting dalam mendampingi penggunaan teknologi di lingkungan keluarga agar sejalan dengan nilai-nilai yang ditanamkan di Dengan pemanfaatan teknologi digital di Madrasah Ibtidaiyah diharapkan dapat mendukung perkembangan akademik siswa tanpa mengabaikan pembentukan sikap dan Limitasi Penelitian Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diakui. Pertama, kajian hanya melibatkan siswa Madrasah Ibtidaiyah di wilayah tertentu, sehingga hasilnya mungkin tidak sepenuhnya mewakili kondisi di madrasah lain dengan konteks sosial-budaya berbeda. Kedua, pengumpulan data mengandalkan observasi dan wawancara kualitatif, yang rentan terhadap bias subjektif responden serta keterbatasan sampel kecil . =XX siswa/gur. Ketiga, penelitian tidak perubahan perilaku sebelum dan sesudah paparan digital intensif, sehingga kausalitas pengaruh teknologi belum sepenuhnya Keempat, variabel eksternal seperti pengaruh orang tua dan platform digital spesifik . TikTok atau Zoo. belum dieksplorasi mendalam. Temuan ini bersifat deskriptif-analitis dan memerlukan validasi lebih lanjut melalui penelitian kuantitatif atau multi-situs di masa depan. Simpulan Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 Saran DAFTAR PUSTAKA