Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen e-ISSN: 2461-0593 PENGARUH STRUKTUR MODAL. PROFITABILITAS DAN LIKUIDITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2019-2023 Nada Nur Idzati Zafira nadazafira22@gmail. Widhi Ariestianti Rochdianingrum Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya ABSTRACK This research examines and analyzes the effect of capital structure, profitability, and liquidity on the firm value of telecommunication companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The capital structure was measured by Debt to Equity Ratio (DER), profitability was measured by Return on Asset (ROA), and liquidity was measured by Current Ratio (CR). Furthermore, firm value was measured by Price Book Value (PBV). The research applies quantitatively. The data were secondary, in the form of companies' financial statements. Moreover, the population was the telecommunication companies listed on IDX during 2019-2023. The data collection technique used was purposive sampling. In line with that, 9 samples from 22 companies were taken. The data analysis technique used was multiple linear regression with SPSS (Statistical Package for Social Scienc. The result shows as follows: . Capital structure has a positive and significant effect on firm value, . Profitability has a positive and significant effect on firm value, and . Liquidity has a positive and significant effect on firm value. Keywords: capital structure, profitability, and liquidity. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh struktur modal, profitabilitas dan likuiditas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan telekomunikasi di Bursa Efek Indonesia. Struktur modal diukur dengan debt to equity ratio . , profitabilitas diukur dengan return on asset . , likuiditas diukur dengan current ratio . dan nilai perusahaan diukur dengan price book value . Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan data penelitian yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan telekomunikasi di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 9 perusahaan dari 22 Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier beranda diolah dengan aplikasi statistical package for social science . Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . Struktur modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Kata kunci: struktur modal, profitabilitas dan likuiditas PENDAHULUAN Perkembangan industri telekomunikasi di Indonesia memegang peranan yang sangat penting karena sektor ini tidak hanya menjual dan menyediakan internet untuk rumah tangga saja tetapi juga melakukan ekspor yang dapat berdampak terhadap perekonomian Indonesia. Hal ini juga dikarenakan perkembangan telekomunikasi yang selalu berbasis pada teknologi yang sudah ada dan langsung diaplikasikan dalam layanan telekomunikasi setiap kali muncul suatu teknologi baru. Hal ini akan terus terjadi dan akan selalu menjadi peluang bagi para pelaku telekomunikasi di Indonesia. Mengingat pertumbuhan industri telekomunikasi kini juga memengaruhi perkembangan ekonomi Indonesia, sehingga para pelaku industri telekomunikasi perlu tanggap dan mampu menemukan solusi yang tepat. Industri telekomunikasi juga menghadapi banyak tantangan yang harus dipersiapkan, seperti persaingan global antara negara lain dan Indonesia. Pegiat telekomunikasi Indonesia yakin Pengaruh Struktur Modal. Nada Nur Idzati Zafira. Widhi Ariestianti Rochdianingrum bahwa industri ini akan terus tumbuh jika para pelaku di bidang ini mengembangkan solusi jangka panjang dalam menghadapi pertumbuhan yang tinggi. Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII, 2. , jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 221. 479 pada tahun 2024, sedangkan jumlah penduduk 200 pada tahun 2023. Perkiraan penggunaan internet di Indonesia adalah 64,8% untuk tahun 2018, sekitar 73,7% untuk tahun 2020, 77,01% untuk tahun 2022 dan 78,19% untuk tahun 2023. Menurut hasil Studi Penetrasi Internet di Indonesia 2024 yang dirilis APJII, tingkat penetrasi internet sebesar 79,5%. Dibandingkan periode sebelumnya, tercatat peningkatan sebesar 1,4%. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa prospek usaha di bidang ini cukup menjanjikan terlihat pada meningkatnya persaingan antar perusahaan. Karena setiap perusahaan memiliki tujuan yang berbeda, persaingan di antara mereka menjadi lebih ketat. Perusahaan diciptakan dengan tujuan mengelola fungsi manajemennya secara efektif agar dapat beradaptasi dengan mendukung upaya keberlanjutan di area ini. Perkembangan harga saham perusahaan memberikan gambaran mengenai salah satu prospek masa depan perusahaan. Kenaikan harga saham dapat mendorong peningkatan nilai perusahaan, yang pada akhirnya juga dapat memperkuat kepercayaan pasar terhadap potensi keberhasilan perusahaan tersebut. Menurut Syambudi dan Mildawati . penurunan harga saham dapat disebabkan oleh berbagai hal, antara lain kondisi keuangan suatu negara, stabilitas nilai tukar, kinerja keuangan perusahaan, dan pengungkapan tanggung jawab Harga saham yang turun memengaruhi penilaian pribadi investor terhadap nilai perusahaan dan dapat mempersulit perusahaan untuk mendapatkan citra positif. Oleh sebab itu untuk mengatasi penurunan harga saham dan meningkatkan nilai pemegang saham, diperlukan upaya dari pihak perusahaan. Laporan keuangan perusahaan dapat menjadi salah satu aspek penilaian bagi investor dan calon investor yang akan berinvestasi untuk mereka memahami perkembangan tahunan perusahaan. Gambar 1 Grafik PBV dari Perusahaan Telekomunikasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2023 Sumber: Laporan Keuangan, 2025 (Diola. Nilai perusahaan yang optimal dan kuat mampu menarik perhatian pihak-pihak yang berpotensi menjadi sumber pendanaan. Nilai perusahaan sendiri mencerminkan nilai saat ini dari estimasi arus pendapatan yang akan diterima di masa depan. Karena itulah, nilai perusahaan menjadi pertimbangan utama bagi para investor dalam mengambil keputusan Nilai perusahaan yang ideal adalah nilai yang mampu menekan biaya total penggunaan modal, termasuk rata-rata biaya utang, seminimal mungkin (Ghazian dan Laily. Salah satu cara untuk melihat nilai perusahaan adalah menggunakan dari rasio price book value (PBV). PBV memberikan seberapa pasar menghargai nilai buku suatu saham (Anesty dan Laily, 2. Selanjutnya, menurut Hery . mengatakan bahwa price book Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen : Volume 15. Nomor 4. April 2026 value (PBV) merupakan rasio yang digunakan untuk menilai perbandingan antara harga pasar saham dengan nilai buku perusahaan. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, nilai perusahaan menjadi salah satu indikator penting bagi investor dalam menilai bagaimana perusahaan dipersepsikan oleh pasar secara keseluruhan. Data nilai perusahaan dari 18 perusahaan telekomunikasi yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan telah ditetapkan disajikan pada Gambar 1. Berdasarkan pada gambar di atas dapat dilihat bahwa pada perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023 dengan menggunakan perhitungan PBV, mengalami yang namanya fluktuasi . enaikan atau penuruna. pada tahun 2019 nilai rata-rata PBV sebesar 2,45 mengalami penurunan menjadi 1,85 , salah satu faktor terjadi penurunan yaitu perubahan harga saham yang lumayan banyak pada perusahaan BALI. TLKM & FREN. terlihat terjadi perubahan sangat pesat pada tahun 2021, nilai rata-rata PBV perusahaan mengalami kenaikan drastis dari tahun sebelumnya 2020 sebesar 1,85% menjadi 4,37%. Salah satu penyebab terjadinya kenaikan pesat tersebut juga dipengaruhi oleh konsumsi internet rumah tangga yang meningkat karena lockdown batch 2 covid-19 serta adanya perubahan harga saham pada beberapa perusahaan yang mengalami kenaikan secara pesat seperti : TBIG. TLKM dan SUPR. Sedangkan penurunan drastis yang terjadi pada 2022 . enurunan sebesar 2,87%), terjadi karena penurunan harga saham secara signifikan pada perusahaan TLKM. TBIG. KBLV. DAN GHON. Namun selain alasan di atas juga terdapat beberapa kemungkinan yang mendukung seperti tingkat utang dan ekuitas yang digunakan perusahaan. Menurut Harmono . struktur modal adalah variasi perubahan komposisi struktur modal yang dapat mengubah besarnya rata-rata tertimbang biaya modal yang berpengaruh terhadap penilaian perusahaan. Sumber modal dapat diperoleh dari dalam dan luar perusahaan yang artinya penggunaan modal yang dimiliki perusahaan serta dengan melakukan pinjaman atau hutang. Dari penggabungan berbagai elemen modal yang terdapat di perusahaan akan membentuk struktur modal yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Struktur modal yang tinggi menunjukkan utang perusahaan melebihi total ekuitasnya, hal ini dapat mengakibatkan perusahaan menghadapi risiko keuangan yang lebih besar dan menjadi lebih rentan terhadap gagal bayar. Selain itu, beban utang yang tinggi dapat mengganggu fleksibilitas keuangan perusahaan, yang dapat memengaruhi laba masa depan. Risiko yang tinggi menyebabkan hilangnya kepercayaan di kalangan investor, hal ini dapat berdampak pada harga saham. PBV pada akhirnya dapat berubah karena risiko yang disebutkan, karena penurunan harga saham dan nilai ekuitas juga mengakibatkan penurunan nilai PBV. Hal ini didukung juga pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh. Purwanto . menunjukkan bahwa struktur modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Prabawa . menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara struktur modal terhadap nilai Menurut Hery . profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk menilai sejauh mana perusahaan mampu menghasilkan laba dengan memanfaatkan seluruh sumber daya dan kemampuannya, baik melalui aktivitas penjualan, pengelolaan aset, maupun penggunaan Sementara itu menurut Kasmir . mendefinisikan rasio profitabilitas sebagai alat ukur untuk menilai sejauh mana perusahaan mampu memperoleh keuntungan. Rasio profitabilitas dapat dianalisis dengan membandingkan sejumlah elemen dalam laporan keuangan, khususnya laporan laba rugi dan neraca (Kasmir, 2019:. Tujuan dari analisis ini adalah untuk memantau dan mengevaluasi perkembangan profitabilitas perusahaan seiring berjalannya waktu (Hery, 2017:. Profitabilitas yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan menghasilkan lebih banyak laba dari asetnya hal tersebut akan menarik minat para investor. Dengan meningkatnya minat para investor maka peluang investasi akan meningkat juga, hal tersebut akan berimbas terhadap harga saham perusahaan yang akan Pengaruh Struktur Modal. Nada Nur Idzati Zafira. Widhi Ariestianti Rochdianingrum meningkat juga. Berdasarkan penjelasan tersebut, hal ini pada akhirnya dapat berdampak pada nilai PBV, karena ketika harga saham naik maka PBV juga berpotensi mengalami Hal ini didukung juga pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh. Hatta . menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Sebaliknya. Muzdalifah . menemukan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Menurut Kasmir . likuiditas merupakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya tepa waktu, baik terhadap pihak eksternal maupun Tingkat likuiditas yang tinggi dapat meningkatkan kepercayaan investor, karena menunjukkan bahwa perusahaan mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan Investor sangat berkepentingan terhadap rasio likuiditas terutama dalam hal pembagian dividen tunai, sementara itu pihak kreditor memiliki kepentingan terhadap pelunasan pokok pinjaman beserta pembayaran bunganya. Selain itu, tingginya likuiditas juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Hal tersebut juga akan berimbas terhadap minat para investor yang meningkat sehingga harga saham akan mengalami kenaikan dan PBV juga dapat meningkat. Hal ini didukung juga pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh. Birowo . , yang menunjukkan bahwa likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan di sektor telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hal ini berbeda dengan temuan Tambun et al. menunjukkan bahwa likuiditas berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV). Berdasarkan uraian dan penjelasan latar belakang yang telah disampaikan, maka dapat dirumuskan permasalahan utama dalam penelitian ini sebagai berikut :. Apakah struktur modal memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?, . Apakah profitabilitas memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?, . Apakah likuiditas memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?. Penelitian ini bertujuan sebagai berikut: . Untuk menguji dan menganalisis pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan pada perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, . Untuk menguji dan menganalisis pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, . Untuk menguji dan menganalisis pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. TINJAUAN TEORITIS KINERJA KEUANGAN Kinerja keuangan merupakan proses analisis yang dilakukan untuk menilai sejauh mana perusahaan mampu mengelola keuangannya secara efektif dan efisien. Selain itu, kinerja keuangan juga mencerminkan hasil evaluasi atas pelaksanaan aktivitas keuangan yang telah Setiap pekerjaan yang sudah selesai dilakukan memerlukan penilaian atau pengukuran secara periodic atau berkala (Hutabarat, 2020:. Analisis kinerja perusahaan dianggap penting tidak hanya untuk perusahaan itu sendiri melainkan juga bagi para stakeholders perusahaan. Kinerja keuangan tersebut tercermin pada laporan keuangan yang menjadi salah satu indikator penilaian financial performance (Fahmi, 2015:. Laporan keuangan adalah dokumen yang menggambarkan situasi keuangan perusahaan pada suatu waktu tertentu atau dalam periode tertentu (Kasmir, 2019:. Biasanya laporan keuangan dibuat per periode, misalnya tiga bulan, atau enam bulan untuk kepentingan internal sementara itu, untuk laporan lebih luas diakukan satu tahun sekali. Untuk menilai kinerja keuangan perusahaan, dapat digunakan berbagai rasio keuangan. Setiap rasio memiliki tujuan, manfaat, dan makna tertentu, dan hasil dari perhitungan rasio tersebut Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen : Volume 15. Nomor 4. April 2026 kemudian diinterpretasikan untuk memberikan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan (Kasmir, 2019:. STRUKTUR MODAL Struktur modal adalah rasio yang membandingkan jumlah ekuitas dengan utang jangka panjang yang digunakan oleh perusahaan telekomunikasi untuk mendanai operasi dan perkembangan bisnisnya. Dalam penelitian ini, struktur modal diukur menggunakan rasio debt to equity (DER). Menurut Kasmir . debt to equity (DER) dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut: Debt To Equity Ratio (DER) = Total Hutang Total Ekuitas PROFITABILITAS Profitabilitas merujuk pada kemampuan perusahaan telekomunikasi untuk menghasilkan keuntungan dari keseluruhan aset yang dimilikinya. Dalam penelitian ini, rasio profitabilitas diukur menggunakan return on asset (ROA). Menurut Hery . return on asset (ROA) dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Return On Assets (ROA ) = Laba Bersih Total Aset X 100 % LIKUIDITAS Likuiditas mengacu pada kemampuan perusahaan telekomunikasi untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya menggunakan aset yang dimiliki, terutama kas atau aset yang mudah dijadikan uang tunai. Likuiditas dapat diukur menggunakan current ratio (CR). Menurut Kasmir . current ratio (CR) dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: Current Ratio (CR) = aktiva lancar hutang lancar NILAI PERUSAHAAN Nilai perusahaan mencerminkan pandangan investor terhadap sejauh mana manajemen berhasil dalam mengelola sumber daya yang telah dipercayakan kepadanya. Nilai ini kerap dikaitkan dengan fluktuasi harga saham di pasar sebagai indikator pencapaian kinerja (Indrarini, 2019:. Sedangkan menurut Hery . mendefinisikan bahwa nilai perusahaan menggambarkan kondisi yang telah dicapai oleh perusahaan sebagai refleksi dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadapnya, yang terwujud setelah melalui berbagai tahapan aktivitas sejak perusahaan tersebut didirikan hingga saat ini. Nilai perusahaan dapat diukur melalui harga saham yang tercatat di pasar. (Harmono, 2. Menurut Brigham dan Houston . standar industri dari pengukuran PBV sebesar>1 sebagai penilaian investor terhadap saham yang layak dipertimbangkan. Nilai PBV yang tinggi mencerminkan pandangan positif terhadap perusahaan, yang dapat menarik minat investor untuk membeli Hal ini berpotensi meningkatkan nilai perusahaan serta memberikan return yang lebih Sebaliknya, nilai PBV yang rendah dapat menurunkan nilai perusahaan dan menciptakan persepsi negatif di mata investor. Menurut Brigham dan Houston . nilai perusahaan dapat diukur menggunakan Price Book Value (PBV) dan Price Earning Ratio (PER). Pengaruh Struktur Modal. Nada Nur Idzati Zafira. Widhi Ariestianti Rochdianingrum RERANGKA KONSEPTUAL Rerangka konseptual digunakan untuk menjelaskan hubungan antar variabel yang akan Penulis menetapkan variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu debt to equity ratio, return on assets, dan current ratio, sementara variabel dependen yang diteliti adalah nilai perusahaan. Menurut Sugiyono . rerangka konseptual merupakan sebuah model yang menggambarkan hubungan antara variabel yang akan dianalisis. Berikut adalah model kerangka konseptual yang dapat dijelaskan sebagai berikut: Gambar 2 Rerangka Konseptual Pengembangan Hipotesis Pengaruh Struktur Modal Terhadap Nilai Perusahaan Menurut Harmono . struktur modal adalah variasi perubahan komposisi struktur modal yang dapat mengubah besarnya rata-rata tertimbang biaya modal yang berpengaruh terhadap penilaian perusahaan. Sumber modal dapat diperoleh dari dalam dan luar perusahaan yang biasa disebut dengan sumber intern dan sumber ekstern yang artinya penggunaan modal yang dimiliki perusahaan serta dengan melakukan pinjaman atau hutang. Perhitungan struktur modal penting untuk mengetahui berapa besar kewajiban yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Salah satu keberhasilan perusahaan yang baik dapat ditinjau melalui keberhasilan perusahaan yaitu dalam memenuhi pembayaran hutangnya. Oleh karena itu, apabila proporsi penggunaan utang terlalu besar, hal tersebut dapat menimbulkan risiko bagi perusahaan karena masuk dalam kategori extreme leverage, yaitu kondisi dimana perusahaan menghadapi beban utang yang tinggi dan kesulitan untuk melepaskan diri dari kewajiban-kewajiban utang tersebut. Hal ini akan mempengaruhi keputusan investor untuk berinvestasi dikarenakan tingginya risiko yang dimiliki. Risiko yang tinggi menyebabkan hilangnya kepercayaan di kalangan investor, yang dapat berdampak pada harga saham. PBV pada akhirnya dapat berubah karena risiko yang disebutkan, karena penurunan harga saham dan nilai ekuitas juga dapat mengakibatkan penurunan nilai PBV. Hasil penelitian menurut Hatta . Muzdalifah . dan Purwanto . menunjukkan debt to equity ratio berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Namun, hasil berbeda ditunjukkan oleh penelitian Prabawa . menunjukkan debt to equity ratio berpengaruh tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Dengan mengacu pada landasan teori yang telah diuraikan sebelumnya, maka rumusan hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: H1: Debt to equity ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Menurut Kasmir . rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur sejauh mana perusahaan mampu menghasilkan laba. Rasio ini juga mencerminkan efektivitas perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional guna mencapai profit maksimal. Profitabilitas yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kinerja keuangan yang baik, sehingga Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen : Volume 15. Nomor 4. April 2026 meningkatkan daya tarik investor untuk menanamkan modal. Kondisi ini akan memicu respons positif dari pasar, dimana meningkatnya minat terhadap saham perusahaan dapat mendorong kenaikan harga saham tersebut (Kusumajaya, 2. Dengan meningkatnya minat investor terhadap suatu perusahaan akan membuka peluang investasi yang lebih besar, yang pada akhirnya berdampak pada kenaikan harga saham perusahaan tersebut. Kenaikan harga saham ini turut mempengaruhi nilai price to book value (PBV), dimana peningkatan harga saham akan menyebabkan nilai PBV turut mengalami kenaikan. Hasil penelitian menurut Purwanto . Prabawa . dan Hatta . yang menyatakan bahwa return on asset berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Namun, hasil berbeda ditunjukkan oleh penelitian Muzdalifah . dan Tambun et al. yang menyatakan bahwa return on asset tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Dengan mengacu pada landasan teori yang telah diuraikan sebelumnya, maka rumusan hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: H2: Return on asset berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Pengaruh Likuiditas Terhadap Nilai Perusahaan Menurut Fahmi . rasio likuiditas yang juga dikenal sebagai rasio modal kerja, merupakan alat ukur untuk menilai sejauh mana kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek secara tepat waktu. Tingkat likuiditas yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan berada dalam kondisi keuangan yang sehat karena mampu melunasi kewajiban jangka pendek dengan aset lancar yang dimiliki. Hal ini memberikan sinyal positif kepada investor dan mendorong minat mereka untuk berinvestasi, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap peningkatan nilai perusahaan. Dengan tingginya tingkat likuiditas juga dapat berpengaruh terhadap peningkatan menghasilkan laba. Hal tersebut juga akan berimbas terhadap minat para investor yang meningkat, sehingga peminat saham dipasar akan meningkat. Dimana peningkatan harga saham akan menyebabkan nilai PBV turut mengalami kenaikan. Hasil penelitian menurut Purwanto . Prabawa . dan Birowo . , ditemukan bahwa likuiditas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan. Namun, hasil berbeda ditunjukkan oleh penelitian Tambun et al. yang menyimpulkan bahwa likuiditas tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Dengan mengacu pada landasan teori yang telah diuraikan sebelumnya, maka rumusan hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: H3: current ratio berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian dan Gambaran Populasi Jenis Penelitian Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan antar variabel melalui pengujian hipotesis. Pendekatan ini juga digunakan untuk menghitung serta mengolah data berbentuk numerik atau angka dengan metode analisis Berdasarkan karakteristik masalah yang diteliti, penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif dengan metode kausal komparatif . ausal comparative reseac. , penelitian yang menunjukkan terdapat hubungan sebab dan akibat antar variabel yang diteliti atau hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji serta menganalisis pengaruh variabel independen yang terdiri dari struktur modal, profitabilitas, dan likuiditas terhadap variabel dependen, yaitu nilai Pengaruh Struktur Modal. Nada Nur Idzati Zafira. Widhi Ariestianti Rochdianingrum Gambaran dari Populasi . Penelitian Menurut Sugiyono . populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek dengan kualitas dan karakteristik tertentu ditetapkan peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan. Populasi dalam penelitian ini yaitu perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019- 2023. Teknik Pengambilan Sampel Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling sebagai teknik penentuan sampel. Metode purposive sampling merupakan pendekatan pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang ditetapkan sesuai dengan tujuan penelitian. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor Telekomunikasi dan telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kriteria-kriteria pemilihan sampel dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut: . Perusahaan Telekomunikasi yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2019-2023, . Perusahaan Telekomunikasi yang menyajikan laporan keuangan secara lengkap selama periode tahun 2019-2023, dan . Perusahaan Telekomunikasi yang tidak mengalami kerugian selama periode tahun 2019-2023. Berdasarkan kriteria-kriteria di atas, jumlah sampel perusahaan yang memenuhi kriteria dan digunakan adalah sebanyak 9 perusahaan yaitu: . BALI, . EXCL, . GHON, . GOLD, . IBST, . LCKM, . TBIG, . TLKM, . TOWR, kemudian dari 9 perusahaan tersebut yang diamati mulai tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 atau dengan jumlah 5 tahun. Dalam penelitian ini jumlah keseluruhan observasi adalah 45 sampel perusahaan yang akan diteliti. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data dokumentasi, yaitu peneliti tidak terlibat secara langsung dan hanya meneliti saja. Teknik yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mencatat, serta menganalisis data laporan keuangan tahunan pada perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2023. Definisi Operasional Variabel Variabel Dependen Nilai Perusahaan Nilai perusahaan dapat menunjukkan gambaran kinerja perusahaan yang dapat diukur dengan harga saham, nilai perusahaan diproksikan dengan price book value (PBV). PBV merupakan rasio yang membandingkan harga saham suatu perusahaan dengan nilai Nilai ini menunjukkan apakah saham dihargai lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan dengan aset bersihnya. Menurut Brigham dan Houston . price book value (PBV) dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: PBV = Harga Pasar Saham Nilai Buku Per Saham Variabel Independen Struktur Modal Struktur modal adalah kombinasi antara utang dan ekuitas yang digunakan oleh perusahaan telekomunikasi untuk mendanai kegiatan operasional dan pengembangannya. Pada penelitian ini struktur modal diproksikan menggunakan debt to equity ratio (DER). Menurut Kasmir . DER dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut: Debt To Equity Ratio = Total Hutang Total Ekuitas Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen : Volume 15. Nomor 4. April 2026 Profitabilitas Profitabilitas merujuk pada kemampuan perusahaan telekomunikasi untuk menghasilkan keuntungan dari keseluruhan aset yang dimilikinya. Dalam penelitian ini, rasio profitabilitas diukur menggunakan return on asset (ROA). Menurut Hery . ROA dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Return On Assets = Laba Bersih Total Aset X 100 % Likuiditas Likuiditas mengacu pada kemampuan perusahaan telekomunikasi untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya menggunakan aset yang dimiliki, terutama kas atau aset yang mudah dijadikan uang tunai. Likuiditas dapat diukur menggunakan current ratio (CR). Menurut Kasmir . current ratio (CR) dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: Current Ratio = aktiva lancar hutang lancar Teknik Analisis Data Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kuantitatif, yaitu melakukan analisis melalui pengukuran data yang berupa angka-angka dengan metode statistik. Perhitungan dengan metode statistik dilakukan dengan bantuan program SPSS . tatistical program for social scienc. Analisis Regresi Linier Berganda Tujuan dari analisis regresi linier berganda adalah untuk memprediksi nilai rata-rata dari variabel dependen berdasarkan nilai-nilai variabel independen (Ghozali 2018:. Analisis ini akan menguji seberapa besar pengaruh struktur modal, profitabilitas, dan likuiditas terhadap nilai perusahaan. Persamaan regresi linier berganda dalam penelitian ini adalah sebagai NP= yu yuya SM yuya Pf yuyc LK e Keterangan : = price book value = debt to equity ratio (DER) = return on assets (ROA) = current ratio (CR) = Koefisien Regresi yu1 yu2 yu3 yu = Konstanta = Standard Error Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengevaluasi apakah nilai residual dari hasil regresi memiliki distribusi normal atau tidak. Model regresi yang ideal ditandai dengan residual yang terdistribusi secara normal (Ghozali, 2018:. Dalam melakukan pendeteksian data normal dapat menggunakan cara Kolmogrov-Smirnov. Pada uji Kolmogrov-Smirnov memiliki ketentuan sebagai berikut (Ghozali 2018:. : . Apabila nilai probability menghasilkan nilai signifikan Pengaruh Struktur Modal. Nada Nur Idzati Zafira. Widhi Ariestianti Rochdianingrum > 0,05 atau di atas 5% maka dapat menunjukkan bahwa nilai residual memiliki nilai distribusi normal, dan . Apabila nilai probability menghasilkan nilai signifikan < 0,05 atau di bawah 5% maka dapat menunjukkan bahwa nilai residual tidak memiliki nilai distribusi normal. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas memiliki tujuan untuk menguji apakah ada model regresi ditemukan dengan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang ideal seharusnya menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan korelasi antar variabel Apabila terdapat korelasi di antara variabel-variabel independen, maka variabel tersebut dianggap tidak ortogonal. Uji Multikoliniearitas dapat dilihat dari variance inflation factor (VIF) dan nilai tolerance (Ghozali 2018:. Jika angka tolerance < 0,1 dan angka VIF > 10 maka adanya multikolinearitas dan jika angka tolerance > 0,1 dan angka VIF < 10 maka tidak ada multikolinearitas. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi memiliki tujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 . Jika terjadi korelasi maka dinamakan problem autokorelasi, masalah autokorelasi biasanya muncul akibat adanya observasi yang berurutan dari waktu ke waktu dan saling berkaitan. Model regresi yang baik seharusnya terbebas dari masalah (Ghozali 2018:. Salah satu metode yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan autokorelasi adalah dengan melakukan pengujian menggunakan uji DurbinWatson (DW) (Ghozali 2018:. Uji autokorelasi memiliki kriteria sebagai berikut : . Angka DW di bawah < -2 maka berarti ada autokorelasi positif, . Angka DW antara -2 sampai 2 maka berarti tidak ada autokorelasi, dan . Angka DW diatas > 2 maka berarti ada autokorelasi negatif. Uji Heteroskedastisitas Menurut Ghozali . uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui apakah terdapat ketidaksamaan varians dari residual pada setiap pengamatan dalam model regresi Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mendeteksi heteroskedastisitas adalah uji Glejser. Uji ini dilakukan dengan meregres nilai absolut dari residual terhadap variabel independen (Gujarati, 2. Uji heteroskedastisitas memiliki kriteria sebagai berikut : Jika nilai signifikasinya > 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas dan jika nilai signifikasinya < 0,05 maka data terjadi heteroskedastisitas. Uji Kelayakan Model Uji F . ji kelayaka. Uji F digunakan untuk menilai apakah model regresi yang digunakan memenuhi kelayakan, yaitu dengan melihat apakah variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Menurut Ghozali . pengujian kelayakan model digunakan untuk menilai sejauh mana fungsi regresi dari sampel mampu secara akurat memperkirakan nilai aktual berdasarkan pendekatan statistik. Adapun kriteria penolakan atau penerimaan uji kelayakan model penelitian ini antara lain (Ghozali 2018:. : Jika nilai 0,05 maka model penelitian dapat dikatakan layak untuk digunakan pada penelitian dan jika nilai signifikasi F > 0,05 maka model penelitian dapat dikatakan tidak layak untuk digunakan pada penelitian. Uji Koefisien Determinasi (R. Menurut Ghozali . uji koefisien determinasi (RA) pada dasarnya digunakan untuk menilai sejauh mana kemampuan model dalam menjelaskan variasi yang terjadi pada variabel Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen : Volume 15. Nomor 4. April 2026 Koefisien determinasi dapat dilihat dari nilai R2 yang memiliki tujuan untuk menginterpretasikan naik atau turunnya apabila satu variabel independen ditambahkan ke dalam model. Adapun dasar yang akan digunakan untuk pengambilan keputusan untuk pengujian determinasi (R. sebagai berikut (Ghozali, 2018:. : . Apabila nilai R2 mendekati nilai 1 maka menandakan model dapat dikatakan layak dan terjadi kecocokan yang sempurna, dan . Apabila nilai R2 mendekati nilai 0 maka menandakan model dapat dikatakan tidak layak dan tidak terjadi kecocokan yang sempurna. Uji Hipotesis (Uji . Menurut Ghozali . uji hipotesis (Uji . digunakan untuk mengetahui sejauh mana masing-masing variabel independen berpengaruh dalam menjelaskan variabel dependen. Adapun kriteria pengujian uji t adalah sebagai berikut: . Apabila nilai signifikannya > 0,05 maka hipotesis ditolak, yang mengindikasikan bahwa masing-masing variabel independen memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap variabel dependen, dan . Apabila nilai signifikannya O 0,05 maka hipotesis di terima, yang mengindikasikan bahwa masing-masing variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda adalah metode yang digunakan untuk mengevaluasi seberapa besar dampak variabel independen terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini, analisis regresi linier berganda diterapkan untuk mengukur pengaruh profitabilitas, likuiditas, dan struktur modal terhadap nilai perusahaan. Berikut adalah hasil dari uji analisis regresi berganda: Tabel 1 Hasil Uji Analisis Berganda Coefficients Unstandardized Coefficients Model (Constan. DER ROA Std. Error Standardized Coefficients Beta Sumber: Data Sekunder, 2025 (Diola. Hasil uji analisis regresi berganda menunjukkan bahwa model regresi yang terbentuk NP= 0,157 0,913 SM 16. 172 Pf 0,096 LK e Penjelasan untuk persamaan regresi linier berganda tabel adalah sebagai berikut: . Nilai konstanta bernilai sebesar 0,157 yang mengindikasikan bahwa jika variabel DER. ROA dan CR tetap konstan atau tidak mengalami perubahan, maka nilai perusahaan akan naik, . Nilai koefisien struktur modal sebesar 0,913. Jika koefisien bertanda positif menunjukkan adanya hubungan searah antara variabel struktur modal dan nilai perusahaan. Artinya, jika nilai perusahaan meningkat sebesar 1%, maka struktur modal juga akan meningkat sebesar 0,913%, . Nilai koefisien profitabilitas sebesar 16. Jika koefisien bertanda positif menunjukkan adanya hubungan searah antara variabel profitabilitas dan nilai perusahaan. Artinya, jika nilai perusahaan meningkat sebesar 1%, maka profitabilitas akan meningkat 172%, dan . Nilai koefisien likuiditas (CR) sebesar 0,096. Jika koefisien bertanda Pengaruh Struktur Modal. Nada Nur Idzati Zafira. Widhi Ariestianti Rochdianingrum positif menunjukkan adanya hubungan searah antara variabel likuiditas dan Nilai Perusahaan. Artinya, jika nilai perusahaan meningkat sebesar 1%, maka likuiditas akan meningkat sebesar 0,096%. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Dalam penelitian ini, uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah variabel dependen dan independen dalam model regresi mengikuti distribusi normal atau tidak. Penelitian ini menggunakan pendekatan uji statistik Kolmogrov-Smirnov, sebagai berikut: Tabel 2 One-Sample Kolmogorov Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. c Sumber: Data Sekunder, 2025 (Diola. Berdasarkan hasil pengolahan data pada Tabel 2, menunjukkan bahwa besarnya nilai dari Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,200 > 0,05 yang artinya data terdistribusi normal dan memenuhi ketentuan dari uji Kolmogorov Smirnov. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji ada atau tidaknya korelasi pada model Dasar pengambilan keputusan pada uji multikolinearitas dengan melihat angka Tolerance dan VIF. Hasil pengujian multikolinearitas sebagai berikut: Tabel 3 Hasil Uji Multikolinearitas Collinearity Statistics Tolerance VIF Model (Constan. DER ROA Keterangan Bebas Multikolinearitas Bebas Multikolinearitas Bebas Multikolinearitas Sumber: Data Sekunder, 2025 (Diola. Berdasarkan hasil pengolahan data pada Tabel 3, menunjukkan bahwa variabel memiliki nilai tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10 yang menunjukkan bahwa penelitian ini terbebas dari Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah terdapat korelasi antara gangguan kesalahan pada periode t . aktu saat in. dengan gangguan kesalahan pada periode t-1 . aktu sebelumny. dalam model regresi. Hasil pengujian autokorelasi dengan uji DurbinWatson sebagai berikut: Tabel 4 Hasil Uji Durbin-Watson Model Hasil Durbin-Watson Sumber: Data Sekunder, 2025 (Diola. Kesimpulan Bebas Autokorelasi Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen : Volume 15. Nomor 4. April 2026 Berdasarkan hasil pengolahan data pada Tabel 4, menunjukkan bahwa nilai uji DurbinWatson sebesar 1,826 yang berada di antara -2 dan 2, maka data tersebut bebas dari Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk memeriksa adanya perbedaan variasi residual antar data dalam model regresi. Hasil uji heteroskedastisitas ditunjukkan sebagai berikut: Tabel 5 Hasil Uji Glejser Model DER ROA Sig. 0,067 0,508 0,254 Keterangan Bebas Heteroskedastisitas Bebas Heteroskedastisitas Bebas Heteroskedastisitas Sumber: Data Sekunder, 2025 (Diola. Berdasarkan Tabel 5 dapat diketahui bahwa sig untuk ketiga variabel bernilai lebih besar dari taraf signifikasi yaitu 5% atau 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi. Uji Kelayakan Model Uji F Uji kelayakan model digunakan untuk menilai apakah model penelitian yang digunakan sudah layak atau tidak. Hasil uji kelayakan model adalah sebagai berikut: Tabel 6 Hasil Uji F Model Regression Residual Total Sum of Squares Mean Square Sig. Sumber: Data Sekunder, 2025 (Diola. Berdasarkan hasil olahan data pada Tabel 6, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001, yang berarti telah memenuhi syarat uji kelayakan model karena berada di bawah tingkat signifikansi 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model dalam penelitian ini dinyatakan layak untuk digunakan. Uji Koefisien Determinasi (R. Uji koefisien determinasi (RA) untuk mengukur besarnya kemampuan struktur modal, profitabilitas dan likuiditas dalam memberikan kontribusi pada nilai perusahaan. Berikut adalah hasil uji koefisien determinasi: Tabel 7 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Sumber: Data Sekunder, 2025 (Diola. Pada Tabel 7 menyajikan hasil pengujian koefisien determinasi, dimana nilai R Square dalam penelitian ini sebesar 0,633 atau setara dengan 63,3%. Angka tersebut mengindikasikan bahwa variabel struktur modal, profitabilitas, dan likuiditas memberikan kontribusi sebesar 63,3% dalam memengaruhi nilai perusahaan. Sementara itu, sisanya sebesar 36,7% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam ruang lingkup penelitian ini. Pengaruh Struktur Modal. Nada Nur Idzati Zafira. Widhi Ariestianti Rochdianingrum Uji Hipotesis . Uji t adalah uji statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis mengenai perbedaan antara dua kelompok atau untuk menguji apakah suatu parameter . eperti rata-rata atau koefisien regres. dalam populasi berbeda dari nilai yang dihipotesiskan. Berikut adalah hasil uji t: Tabel 8 Hasil Uji t Model DER ROA Sig. Tingkat Signifikasi Keterangan Berpengaruh Signifikan Berpengaruh Signifikan Berpengaruh Signifikan Sumber: Data Sekunder, 2025 (Diola. Berdasarkan Tabel 8 di atas dapat diperoleh kesimpulan bahwa: . Pengaruh struktur modal (DER) terhadap nilai perusahaan. Struktur modal yang diukur melalui rasio debt to equity (DER) menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,001. Karena nilai ini lebih kecil dari batas signifikansi 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama dalam penelitian ini diterima. Artinya, struktur modal yang diproksikan dengan debt to equity DER memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan yang diwakili oleh price to book value (PBV), . Pengaruh Profitabilitas (ROA) terhadap Nilai Perusahaan. Profitabilitas yang diukur melalui return on assets (ROA) menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,001. Karena nilai ini lebih kecil dari batas signifikansi 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua dalam penelitian ini diterima. Artinya, profitabilitas yang diproksikan dengan return on assets (ROA) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan yang diwakili oleh price to book value (PBV), dan . Pengaruh Likuiditas (CR) terhadap Nilai Perusahaan. Likuiditas yang diukur melalui current ratio (CR) menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,005. Karena nilai ini lebih kecil dari batas signifikansi 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis ketiga dalam penelitian ini diterima. Artinya, likuiditas yang diproksikan dengan current ratio (CR) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan yang diwakili oleh price to book value (PBV). Pembahasan Pengaruh Struktur Modal Terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, diketahui bahwa struktur modal memiliki pengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini mengindikasikan bahwa struktur modal (DER) berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan nilai perusahaan (PBV) pada perusahaan sektor telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satu keberhasilan perusahaan yang baik dapat ditinjau melalui keberhasilan perusahaan yaitu dalam memenuhi pembayaran hutangnya. Oleh sebab itu apabila penggunaan utang yang berlebihan dapat menimbulkan risiko bagi perusahaan karena dapat dikategorikan sebagai extreme leverage, yaitu kondisi dimana perusahaan berada dalam tingkat utang yang sangat tinggi sehingga kesulitan untuk keluar dari beban utang yang menumpuk. Hal ini akan mempengaruhi keputusan investor untuk berinvestasi dikarenakan tingginya risiko yang dimiliki. Risiko yang tinggi menyebabkan hilangnya kepercayaan di kalangan investor, yang dapat berdampak pada harga saham. PBV pada akhirnya dapat berubah karena risiko yang disebutkan, karena penurunan harga saham dan nilai ekuitas juga dapat mengakibatkan penurunan nilai PBV. Sebagai kesimpulan, rasio DER yang berada pada kisaran standar industri . ,8 atau lebih renda. menunjukkan bahwa proporsi utang perusahaan relatif kecil dibandingkan dengan total ekuitas. Kondisi ini mengindikasikan bahwa perusahaan tidak sedang berada dalam kondisi extreme leverage, sehingga dapat meningkatkan tingkat kepercayaan calon investor maupun investor terhadap manajemen utang perusahaan. Peningkatan kepercayaan ini berpotensi menarik lebih banyak Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen : Volume 15. Nomor 4. April 2026 investor, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga saham dan memberikan dampak positif terhadap nilai perusahaan. Oleh karena itu, hal tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan DER memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019Ae2023. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Hatta . Muzdalifah . dan Purwanto . menunjukkan bahwa debt to equity ratio berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan hasil yang tidak sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Prabawa . menunjukkan bahwa debt to equity ratio berpengaruh tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan hasil regresi linier berganda diperoleh hasil bahwa profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Mengindikasikan bahwa profitabilitas berpengaruh dalam meningkatkan nilai perusahaan pada sektor telekomunikasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurut Kasmir . rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Rasio ini mencerminkan seberapa efektif perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya untuk memperoleh keuntungan yang optimal. Tingkat profitabilitas yang tinggi menandakan bahwa kinerja perusahaan berada dalam kondisi baik, sehingga mampu menarik minat investor untuk berinvestasi. Kondisi ini biasanya akan menimbulkan respons positif dari investor, yang mendorong peningkatan permintaan terhadap saham perusahaan Akibatnya, harga saham perusahaan juga akan mengalami kenaikan seiring dengan tingginya minat pasar (Kusumajaya, 2. Dengan tingginya minat para investor maka peluang investasi akan meningkat juga, hal tersebut akan berdampak terhadap harga saham perusahaan yang akan meningkat juga. Dari penjelasan tersebut akhirnya dapat mempengaruhi PBV karena apabila harga saham meningkat maka nilai PBV juga akan dapat mengalami kenaikan. Kesimpulannya, tingginya nilai ROA mencerminkan kemampuan perusahaan yang baik dalam menghasilkan laba. Kondisi ini dapat menarik minat investor maupun calon investor, yang berpotensi mendorong kenaikan harga saham dan pada akhirnya meningkatkan nilai perusahaan. Dengan demikian, hal tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Purwanto . Prabawa . dan Hatta . yang menyatakan bahwa return on asset berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan hasil yang tidak sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Muzdalifah . dan Tambun et al. yang menyatakan bahwa return on asset tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2019-2023. Pengaruh Likuiditas Terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan hasil regresi linier berganda diperoleh hasil bahwa likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Mengindikasikan bahwa likuiditas berpengaruh dalam meningkatkan nilai perusahaan pada sektor telekomunikasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurut Fahmi . mengatakan bahwa rasio likuiditas, yang juga dikenal sebagai rasio modal kerja, digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya tepat waktu. Jika perusahaan dapat memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan dana yang tersedia, hal ini dapat menciptakan persepsi positif di kalangan investor, yang akan tertarik untuk menanamkan Kondisi ini mampu meningkatkan tingkat kepercayaan calon investor maupun investor, yang pada gilirannya dapat mendorong pertumbuhan jumlah investor. Peningkatan jumlah investor berpotensi menaikkan harga saham perusahaan, yang berdampak pada peningkatan nilai perusahaan. Oleh karena itu. CR terbukti memiliki pengaruh positif dan Pengaruh Struktur Modal. Nada Nur Idzati Zafira. Widhi Ariestianti Rochdianingrum signifikan terhadap nilai perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019Ae2023. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Purwanto . Prabawa . dan Birowo . menyatakan bahwa likuiditas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan hasil yang tidak sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Tambun et al. menyatakan bahwa likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya, berikut adalah kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh struktur modal, profitabilitas, dan likuiditas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode tahun 2019-2023: . Struktur modal yang diproksikan dengan debt to equity ratio (DER) memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan yang diukur dengan price to book value (PBV) pada perusahaan sektor telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019Ae2023. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan struktur modal diikuti oleh peningkatan nilai perusahaan, karena tingginya struktur modal mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola aset secara efisien dibandingkan dengan proporsi penggunaan utangnya dalam menjalankan aktivitas operasional, . Profitabilitas yang diproksikan dengan return on assets (ROA) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan yang diukur dengan price to book value (PBV) pada perusahaan sektor telekomunikasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019Ae2023. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan profitabilitas diikuti oleh peningkatan nilai perusahaan, karena tingginya tingkat profitabilitas mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola aset secara efektif dan menghasilkan laba bersih yang tinggi. Hal ini memberikan kesan positif kepada investor, sehingga turut mendorong kenaikan nilai perusahaan, . Likuiditas yang diukur dengan current Ratio (CR) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV) pada perusahaan sektor telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019Ae2023. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan tingkat likuiditas akan berdampak pada naiknya nilai perusahaan, karena tingginya likuiditas mencerminkan bahwa aset lancar perusahaan lebih besar dibandingkan dengan kewajiban jangka pendeknya. Namun, jika dana tersebut tidak dimanfaatkan secara optimal dan justru menganggur, hal ini dapat memengaruhi persepsi investor, yang pada akhirnya berpotensi menurunkan minat investasi dan nilai perusahaan. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, di antaranya sebagai berikut: . Penelitian ini hanya menggunakan tiga variabel independen, yaitu struktur modal yang diukur melalui debt to equity ratio (DER), profitabilitas yang diukur dengan return on assets (ROA), serta likuiditas yang diukur dengan current ratio (CR). Sedangkan, masih terdapat variabel lain yang juga berpotensi memengaruhi nilai perusahaan, . masih terdapat faktor eksternal yang juga dapat berdampak terhadap nilai perusahaan, seperti tingkat inflasi, fluktuasi nilai tukar, serta kebijakan dan regulasi dari pemerintah, . Penelitian ini hanya melibatkan 9 perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti. Saran Beberapa saran yang dapat dijadikan perbaikan untuk penelitian selanjutnya, sebagai berikut: . Bagi perusahaan harus menjaga nilai DER. Perusahaan yang sehat secara finansial ditunjukkan dengan rasio DER kurang dari 1 kali . %). Perusahaan dapat menjaga Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen : Volume 15. Nomor 4. April 2026 kestabilan nilai DER nya dengan beberapa upaya seperti: . Pengelolaan utang yang bijak, dengan memilih utang berbunga lebih rendah dan jangka waktu pembayaran yang lebih panjang, . mengoptimalkan modal sendiri, . peningkatan efisiensi operasional. Dengan menjaga keseimbangan antara utang dan ekuitas, perusahaan dapat mempertahankan nilai DER yang sehat serta meningkatkan kepercayaan investor, . Bagi perusahaan harus terus meningkatkan nilai ROA dengan cara meningkatkan total aktiva dan laba bersih. Untuk meningkatkan pengelolaan laba bersih salah satunya dapat diupayakan dengan meningkatkan penjualan, perluas pasar serta manajemen persediaan yang efisien. Tingkat ROA yang tinggi dapat menarik minat investor untuk berinvestasi pada perusahaan, karena ROA yang tinggi mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola asetnya secara optimal guna menghasilkan laba. Kondisi ini mendorong peningkatan minat terhadap pembelian saham, yang pada akhirnya berdampak pada kenaikan nilai perusahaan, . Bagi Perusahaan harus menjaga nilai current ratio (CR) tetap stabil. Untuk menjaga dan mengoptimalkan nilai CR agar tetap stabil dapat diupayakan dengan mengurangi ketergantungan pada utang jangka pendek, mengelola persediaan secara efisien serta mengontrol biaya operasional. Dengan menerapkan beberapa upaya tersebut, perusahaan dapat menjaga CR yang sehat, memberikan sinyal positif kepada investor dan kreditur tentang stabilitas keuangan jangka pendek perusahaan, . Diharapkan penelitian selanjutnya, disarankan agar dapat menambahkan variabel-variabel lain yang belum tercakup dalam penelitian ini, menggunakan sampel perusahaan yang berbeda, serta memperluas rentang tahun pengamatan guna memperkaya hasil dan cakupan penelitian. Karena pada penelitian ini hanya menggunakan variabel debt to equity ratio (DER), return on asset (ROA) dan current ratio (CR) yang mempengaruhi Nilai Perusahaan (PBV). DAFTAR PUSTAKA