PERANCANGAN ENSIKLOPEDIA VISUAL MENGENAI KOSTUM TARI TOPENG PANJI GAYA SLANGIT Cintiya Afriandi Erma Putri1 Desain Komunikasi Visual. Universitas Catur Insan Cendekia Jl. Kesambi No. Drajat. Kec. Kesambi. Kota Cirebon. Jawa Barat 45133 e-mail: Cintiya. afriyani@gmail. ABSTRAK Cirebon memiliki banyak tradisi, alam, istiadat, sejarah, warisan leluhur dan beragam kreativitas seni dan desain. Tari Topeng Cirebon merupakan kesenian yang populer di Cirebon. Tari Topeng Cirebon memiliki 5 Gaya dari daerah sendiri yaitu Gaya gegesik. Losari. Palimanan. Indramayu dan yang paling sering ditampilkan adalah Gaya Slangit. Penari dituntut tidak hanya untuk bisa menari namun memerankan apa yang ingin disampaikan dalam Tari Topeng sendiri, salah satunya melalui visual kostum untuk memperkuat karakter. Panji adalah tokoh utama dalam Tari Topeng Cirebon Gaya Slangit. Dalam Perancangan ini penulis akan membuat Ensiklopedia yang bertujuan menjadi media informasi sekaligus membantu target dalam mengetahui apa saja yang ada pada Tari Topeng Cirebon terutama Panji Gaya Slangit. Pada perancangan Ensiklopedia ini penulis melakukan tahapan tersebut yaitu pengumpulan data, pengkajian data, penjaringan ide dan implementasi desain. Pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, wawancara, kuesioner, studi pustaka dan referensi multimedia. Pengkajian dilakukan dengan melakukan pengolahan data menggunakan teori analisis visual berdasarkan kerangka pemikiran Edmun Feldman dan analisis 5W 1H. Penjaringan ide dilakukan dengan mengumpulkan referensi dari berbagai sumber guna memperkuat media yang akan dibuat. Langkah terakhir yaitu implementasi desain sesuai dengan konsep perancangan yaitu menggunakan teknik pendekatan visual berupa Fotografi dan Ilustrasi. , dibantu dengan teks yang sudah diolah agar mudah dalam penyampaian dan pengemasan ensiklopedia itu sendiri. Kata Kunci : Tari. Topeng. Panji. Kostum. Ensiklopedia ABSTRACT Cirebon has many traditions, nature, customs, history, ancestral heritage and a variety of artistic and design creativity. Cirebon Mask Dance is a popular art in Cirebon. Cirebon Mask Dance has 5 styles from its own region, namely Gegesik. Losari. Palimanan. Indramayu and the most frequently displayed style is the Slangit style. Dancers are required not only to be able to dance but also to act out what they want to convey in the Mask Dance itself, one of which is through costume visuals to strengthen the character. Panji is the main character in Cirebon Mask Dance Slangit Style. In this design, the author will create an encyclopedia that aims to be a medium of information as well as help the target in knowing what is in the Cirebon Mask Dance, especially Panji Slangit style. In designing this encyclopedia, the author carried out these stages, namely data collection, data assessment, idea networking and design Data collection is done by observation, interviews, questionnaires, literature studies and multimedia references. The study was carried out by processing data using visual analysis theory based on Edmun Feldman's framework and 5W 1H analysis. Ideas search is done by collecting references from various sources in order to strengthen the media to be made. The final step is the implementation of the design in accordance with the design concept, namely using visual approach techniques in the form of Photography and Illustration, assisted by text that has been processed so that it is easy to convey and package the encyclopedia itself. Keywords: Dance. Mask. Panji. Costume. Encyclopedi PENDAHULUAN Tari Topeng merupakan salah satu kebudayaan terbesar masyarakat Cirebon. Pemberian nama Tari Topeng karena dalam pertunjukannya penari menggunakan penutup wajah. Perkembangan awal Topeng Cirebon merupakan bentuk drama tari yang menggunakan topeng dan berkembang di Istana atau Keraton (Martino, 2019 :. Tari topeng Cirebon dikenal sebagai Pancawanda yang berati 5 wajah yang terdiri dari 5 kedok . utama yaitu terdiri Panji. Samba (Pamind. Rumyang. Tumenggung dan Klana. Tari Topeng Cirebon memiliki 5 perbedaan atau gaya dari gerak dan penyajian namun tetap dengan pedoman tujuan dan maksud yang sama. Berawal dari murid-murid Sunan Gunung Jati yang berasal dari 5 daerah berbeda, lalu Tari Topeng Cirebon dikembangkan dan memiliki gaya masing Ae masing, yaitu gaya Palimanan. Losari. Gegesik. Indramayu dan Slangit. Masing Ae masing daerah memiliki pakem atau aturan sendiri, dari kelima tersebut gaya Slangit adalah gaya yang paling sering digunakan. Tari topeng gaya Slangit dulu populer karena sang maestro anak dari Ki Arja yaitu Ki Sudjana Arja. Ki Sudjana Arja adalah pemilik Sanggar Panji Asmara, sekaligus praktisi Universitas Pendidikan Indonesia namun sejak Ki Sudjana meninggal tahun 2016. Sanggar Panji Asmara dikelola oleh anaknya yaitu Inu Kertapati. Pada tahun 2020 Inu Kertapati pindah dari Slangt lalu diserahkan oleh cucu Ki Sudjana Arja yaitu Wira. Sang Maestro. Ki Sudjana membebaskan untuk mempelajari, memahami bahkan mengembangkan Tari Topeng tersebut, asal tujuan dan maksud yang sama. Tari Panji memiliki gerakan yang sangat pelan dan lembut dengan suara musik yang kencang dan riang tidak selaras dengan gerakan tarinya. Durasi yang panjang memberikan kesan bosan, namun tidak untuk penarinya. Penari menganggap Tari Topeng Panji merupakan Tari Topeng yang paling sulit dibanding 4 Tari Topeng lainnya, karena penari dituntut untuk sabar, dapat mengolah emosi dan mengontrol dirinya sendiri agar tetap tenang dan lemah lembut. Elemen pertunjukan Tari Topeng Cirebon terdiri dari kedok, tari dan karakter, busana, karawitan dan perlengkapan pentas. Busana salah satu bagian paling penting dalam pertunjukan topeng Cirebon. Busana Tari Topeng paling cepat berkembang dan adaptif, bahkan para dalang topeng banyak mengembangkan mengeksplorasi menambahkan mekreasikan sesuai dengan perkembangan jaman. Busana sering kali dihubungkan dengan kesan dan karakter yang ingin Data yang penulis dapatkan dari hasil kuesioner yang disebar ke 54 responden berusia 9 tahun hingga 30 tahun, sebagai Masyarakat Cirebon menyatakan bahwa 51,9% pernah melihat tari topeng dan 40% mengetahui mengenai Tari Topeng. Hasil kuesioner lain mengatakan 57% tidak mengetahui dan 27% pernah mendengar bahwa Tari Topeng Cirebon terdiri dari beberapa karakter atau kedok maupun Gaya dari masing-masing daerah yang ada di Cirebon. Dari 54 responden banyak yang hanya mengetahui Tari Topeng Klana dan tidak mengenal Panji. Berdasarkan data lain yang penulis dapatkan, dari hasil kuesioner yang disebar ke 19 penari Tari Topeng Gaya Slangit, menyatakan 63,2% mengetahui mengenai gaya tari topeng yang ada di Cirebon. Pada 19 penari mengatakan bahwa karakter pada Tari Topeng Panji disajikan dengan tarian yang lambat merupakan gambaran dari karakter manusia yang baru lahir atau bayi. Dari 19 responden juga di antaranya banyak yang menyatakan pengetahuannya mengenai nama dari masing-masing bagian kostum namun mengenai makna hanya mengetahui bahwa warna putih yang digunakan pada kostum Tari Topeng Panji menggambarkan kesucian. Berdasarkan data temuan masalah penulis mendapatkan Penari banyak yang tidak mengetahui, tujuan visual dan makna yang mereka kenakan, dikarenakan terlalu terfokus dengan gerakan, pengolahan tubuh dan hanya sebatas bisa menari. Berbeda orientasi bahwa tari sebagai identitas pribadinya atau pesan yang ingin disampaikan melalui tariannya. Serta sangat disayangkan bahwa masyarakat Cirebon sendiri tidak memahami, hanya mengetahui bahwa tari topeng adalah tari mengenakan topeng, bahkan hanya mengenal tari topeng Klana, dan tidak mengenal Panji yang merupakan sosok utama dari cerita tari topeng. Serta anak Ae anak bangsa jauh lebih mengenal visual tarian modern yang berasal dari luar negeri, ketimbang tarian daerah yang merupakan aset bangsa. Perkembangan teknologi dan masuknya budaya luar ke dalam Indonesia menjadi pertimbangan penyebab pudarnya eksistensi kebudayaan dalam negeri, begitu pun yang terjadi di Cirebon. Data Ae data yang ditemukan penulis di lapangan berdasarkan kuesioner maupun wawancara perlu adanya media yang dapat mengedukasi para penari dan juga masyarakat Cirebon dengan tujuan bahwa tari topeng bukan hanya sebatas tari tradisional khas Cirebon melainkan secara visual kostum menyampaikan pesan dan makna tertentu dalam setiap karakternya, dalam penelitian ini yaitu Karakter Panji, dengan melalui perancangan media edukasi Ensiklopedia Visual. Pemilihan Ensiklopedia diharapkan dapat menjadi media edukasi untuk mengetahui segala hal mengenai karakter Panji sebagai solusi dari masalah tersebut dengan target audience yang dipilih yaitu penari Tari Topeng Gaya Slangit . hususnya anggota Sanggar Putu Panji Asmar. dan masyarakat Cirebon berusia remaja lebih tertarik dengan budaya Cirebon, yang merupakan penerus selanjutnya serta studi kasus penulis lakukan di Sanggar Putu Panji Asmara dan di daerah Cirebon. Penelitian mengenai pemaknaan pada kostum Tari Topeng Panji Gaya Slangit akan menggunakan kerangka pemikiran Analisis Visual Edmund Feldman dengan sumber analisisnya berdasarkan hasil data narasumber dan juga studi literatur. Menurut Feldman dalam Soewardikoen . menganalisis karya visual dapat dibagi menjadi 4 tahap yaitu Deskripsi. Analisis. Interpretasi dan Penilaian, yang nantinya hasil dari pemetaan kerangka analisis ini di tuangkan ke dalam media Ensiklopedia Visual ini akan dibuat dengan pendekatan teknik Fotografi yang dipadupadankan dengan ilustrasi, dengan tujuan karena fotografi dapat menampilkan visual secara detail tanpa mengurangi dan melebihkan object, serta Ilustrasi untuk memperjelas elemen visual dari foto yang perlu ditonjolkan. Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis merencanakan, merancang dan meneliti hal terkait dengan judul melakukan AuPerancangan Ensiklopedia Visual Mengenai Kostum Tari Topeng Panji Gaya Slangit. METODE PENELITIAN Metode analisis data yang dilakukan penulis melakukan wawancara untuk mendapatkan data yang tidak hanya berupa angka, tetapi juga pemahaman mendalam tentang makna kostum dari penari, seperti "warna putih yang digunakan pada kostum Tari Topeng Panji menggambarkan kesucian. Serta beberapa literatur, seperti kutipan dari Martino . dan Soewardikoen . untuk memperkuat landasan teori dan konsep. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini akan menggunakan metode perancangan yang berfokus pada analisis visual untuk menciptakan media edukasi. Tahapannya dimulai dengan menerapkan Analisis Visual Edmund Feldman yang terdiri dari deskripsi, analisis, interpretasi, dan penilaian terhadap kostum Tari Topeng Panji Gaya Slangit. Hasil analisis ini kemudian akan menjadi landasan untuk merancang Ensiklopedia Visual dengan menggabungkan teknik fotografi dan ilustrasi, di mana fotografi digunakan untuk menangkap detail visual secara otentik, sementara ilustrasi berfungsi untuk memperjelas elemen-elemen Dengan metode ini, diharapkan ensiklopedia dapat menjadi solusi untuk mengedukasi penari dan masyarakat Cirebon mengenai makna dan pesan yang terkandung dalam setiap elemen kostum. Hasil dari perancangan yang dikaji mengacu pada komunikasi visual dan verbal, di mana secara visual akan menampilkan detail dan bagian kostum tari topeng menggunakan ensiklopedia visual dengan menggunakan pendekatan visual berupa fotografi dan ilustrasi sehingga target dapat mengamati karya dan visual tersebut akan dibantu dalam bentuk verbal berupa narasi hasil dari tinjauan yang dapat membantu memperjelas dan memberikan informasi mengenai makna dari setiap bagian kostum tari topeng Panji gaya Slangit. AU Isi Pesan (What To Sa. AuPanji SlangitAy yang dimaksudkan bahwa Ensiklopedia ini mengenai Panji versi gaya Slangit. AU Bentuk Pesan AuHow To Say Judul Judul yang digunakan adalah AuPanji Slangit Ae Sanggar Putu Panji AsmaraAy dengan maksud Ensiklopedia ini membahas karakter Panji versi Slangit dengan studi kasus Sanggar Putu Panji Asmara yang merupakan peninggalan Ki Sudjana Arja. Target Audience : AU Demografis oAU Jenis KelaminAU : Perempuan dan lelaki. oAU UsiaAU : 7-20 tahun oAU Status sosialAU : Sosial Ekonomi menengah hingga atas. oAU PekerjaanAU AU : Penari. Siswa. Mahasiswa AU GeografisAU : Cirebon dan Sekitarnya AU Psikografis Penari yang kurang menyadari istimewanya tari topeng panji bahkan kurang mengetahui apa yang dikenakan terutama pada kostum Tari Topeng Gaya Slangit, dan masyarakat yang tidak tahu akan Tari Topeng Panji Gaya Slangit namun menyukai AU Behavior Penari yang kurang peduli mengenai tari topeng panji dan remaja yang kurang tertarik dengan kesenian Cirebon terutama tari topeng panji. Lokasi Lokasi penelitian dilakukan di Sanggar Putu Panji Asmara Slangit. Cirebon dan sekitarnya. Isi dan Tema Buku Tema yang akan diambil dalam buku ini adalah buku semi Ensiklopedia, yang menampilkan semua bagian mengenai kostum tari topeng Panji gaya Slangit beserta makna dan kesan yang ditampilkan pada kostum Panji untuk lebih mengetahui dan mengenal karakter dari Panji versi Gaya Slangit sendiri. Ensiklopedia ini akan menampilkan visual melalui teknik fotografi yang dipadupadankan dengan Ilustrasi dan juga teks dan narasi melalui komposisi fotografi, ilustrasi, warna, layout yang informatif dan mudah di mengerti oleh target audiens. Adapun mengenai isi dari konten Buku, sebagai berikut: AU Sampul Ensiklopedia AU Endpaper / Leaves AU Halaman Judul Ensiklopedia AU Daftar Isi AU Isi Ensiklopedia oAU Bab 1 Ae Pancawanda Bab ini berisi mengenai pengertian Pancawanda dan menerangkan 5 karakter kedok yang ada pada Tari Topeng Cirebon. oAU Bab 2 Ae Tari Topeng Gaya Slangit Pada Bab 2 ini berisi mengenai sejarah dan asal muasal Tari Topeng Panji Gaya Slangit. oAU Bab 3 Ae Panji Versi Slangit Bab ini berisi mengenai siapa Panji dalam versi Tari Topeng Gaya Slangit. oAU Bab 4 Ae Kostum Tari Topeng Panji Gaya Slangit Berisi mengenai semua bagian yang ikut andil dalam visual kostum tari topeng Panji Gaya Slangit dan juga Makna tersirat di dalamnya. Gaya dan Layout Gaya yang digunakan adalah mempadupadankan Fotografi dan ilustrasi beserta elemen Ae elemen visual lainnya. Layout yang digunakan dalam komposisi Ensiklopedia ini adalah eksplorasi grid berupa penggunaan manuscript grid dan colomn grid untuk menciptakan sebuah desain layout buku yang lebih dinamis dan artistik sesuai kebutuhan visual Ensiklopedia. Konsep fotografi yang digunakan adalah fotografi still life dan dokumentasi serta Ilustrasi yang memperjelas bagian Ae bagian tertentu, objek dalam fotografi dan ilustrasi ini dijadikan sebagai penggambaran mengenai visual Kostum Tari Topeng Panji lalu diolah kembali menggunakan software Adobe Photoshop kemudian pada proses akhir objek pada foto dan ilustrasi dituangkan dalam layout menggunakan Adobe Indesign disusun sehingga membentuk Ensiklopedia yang utuh. Penggunaan ilustrasi dekoratif pada ensiklopedia ini merupakan penggunaan elemen visual motif batik Mega Mendung, berupa visual benda alam seperti awan, air dan angin Strategi Media Media utama yaitu ensiklopedia visual yang berisikan visual dan makna analisis visual pada kostum tari topeng panji gaya slangit. Ensiklopedia visual ini dipilih karena merupakan media yang dapat menyampaikan informasi mengenai suatu bidang ilmu salah satunya mengenai seni dan juga tidak terlalu monoton karena disajikan lebih menarik karena tidak hanya menampilkan tulisan namun visual berupa fotografi yang diolah dan juga ilustrasi serta free stiker di dalam buku. Media pendukung ini merupakan media penunjang tersampaikannya informasi mengenai pameran karya ini kepada audiencenya, berikut media pendukungnya terdiri dari : AU Poster Poster yang dibuat untuk menginformasikan akan adanya produk (Ensiklopedia Visua. yang akan diluncurkan. AU Pembatas buku (Bookmar. Pembatas buku ini dijadikan media pendukung sebagai kelengkapan dari ensiklopedia visual ini. Kertas yang digunakan adalah BW 230gr. AU Marchandise Marchandise digunakan sebagai media pengingat dan media sharing untuk menarik target lainnya. Merchandise yang dibuat yaitu stiker, totebag dan t-shirt. Implementasi Desain Gambar 1. Media Utama KESIMPULAN Dalam hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan dan dijelaskan dapat disimpulkan bahwa tujuan utama dalam perancangan Ensiklopedia ini adalah memberi edukasi mengenai karakter Panji pada visual kostum Tari Topeng Panji, sehingga penari dapat mengerti, memerankan dan menyampaikan pesan melalui tari dengan baik, serta untuk masyarakat Cirebon yang berusia remaja lebih tertarik mengenai budaya Cirebon, sebagai generasi penerus selanjutnya. Ensiklopedia ini dibuat dengan visual fotografi yang dapat membantu memahami visual kostum tari topeng Panji sebenarnya, mengenal Panji bahkan mungkin mengikuti hal baik yang terdapat dalam Panji karena pesan Tari Topeng Cirebon sendiri merupakan gambaran kehidupan manusia dari kecil hingga pada puncak kejayaannya serta dapat mengembangkan pengetahuan mengenai karakter Tari Topeng Cirebon lainnya. Penulis memberikan saran kepada para penari untuk dapat lebih mengerti istimewanya Panji, dan segala hal mengenai perubahan kostum yang terjadi dalam Tari Topeng merupakan pembaharuan bagaimana memperkuat karakter yang ingin disampaikan melalui tari itu sendiri, serta mengubah mindset bahwa Panji merupakan Tari yang membosankan. Panji tarian yang istimewa dengan segala hal yang tersembunyi dibaliknya. Selain itu penulis memberikan saran kepada khalayak umum bahwa budaya yang masih ada perlu di lestarikan menjadi bekal dalam masa depan bahwa banyak aspek yang dapat diangkat. Dengan mengetahui, menghargai bahkan mengapresiasi budaya dan kesenian yang ada dapat membantu memelihara budaya tradisional itu sendiri. Hal ini dilakukan agar budaya tetap ada atau mungkin hal baik di dalamnya menjadi pelajaran hidup yang dapat diterapkan ke depannya. Mahasiswa ataupun peneliti lain yang ingin meneliti serupa dapat menjadikan penelitian ini sebagai referensi bacaan serta dapat dikembangkan lebih jauh lagi mengenai karakter Tari Topeng Cirebon yang lain seperti samba, rumyang, tumenggung klana ataupun mengenai versi gaya lain seperti gaya Palimanan. Gegesik. Losari dan Indramayu sebagai kelanjutan penelitian yang lebih lengkap dan luas DAFTAR PUSTAKA