E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Pengaruh Good Corporate Governance (GCG) dan Fee Audit terhadap Audit Report Lag (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Consumer Cyclicals yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2. Anike Putri. Elok Faiqoh Himmah. Alya Putri Pringgakusumah Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia Email: anikeputri@unibi. Diterima: 14 April 2025 Diterima Setelah Revisi: 23 April 2025 Dipublikasikan: 24 April 2025 Abstrak Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia memiliki kewajiban untuk menyampaikan laporan keuangan dengan tepat waktu. Fenomena yang terjadi sampai saat ini adalah meningkatnya perusahaan yang terlambat dalam menyampaikan laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh good corporate governance dan fee audit terhadap audit report lag. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan sektor consumer cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif Data yang digunakan adalah data sekunder. Data sekunder bersumber dari laporan tahunan perusahaan. Model analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil uji statistik, disimpulkan bahwa good corporate governance dan fee audit secara parsial berpengaruh terhadap audit report lag pada perusahaan sektor consumer cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023. Kata Kunci: Good Corporate Governance. Fee Audit. Audit Report Lag. Consumer Cyclicals. BEI. Abstract Companies listed on the Indonesia Stock Exchange have an obligation to submit financial reports in a timely manner. The phenomenon that has occurred to date is the increase in companies that are late in submitting financial reports. This study aims to determine the effect of good corporate governance and audit fees on audit report lag. This research was conducted at consumer cyclicals sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2019-2023 period. The research method used in this research is quantitative descriptive method. The study uses secondary data obtained from the companiesAo annual reports. The data analysis model used is multiple regression Based on the results of statistical tests, it is concluded that good corporate governance and audit fees have a partial effect on audit report lag in consumer cyclicals sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2019-2023 period. Keywords: Good Corporate Governance. Fee Audit. Audit Report Lag. Consumer Cyclicals. BEI. PENDAHULUAN Laporan keuangan merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban perusahaan yang menggambarkan pencapaian dari seluruh kinerja dan dapat menjadi prediksi di masa yang akan Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 datang suatu perusahaan (Astuti & Nelvirita, 2. Pengungkapan laporan keuangan merupakan proses penyampaian informasi yang transaparan dan wajib dilakukan perusahaan sebagai tanggung jawab terhadap pemangku kepentingan (Putra, 2. Penyampaian laporan keuangan bertujuan untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi dan kinerja perusahaan kepada pengguna laporan keuangan sehingga bermanfaat untuk membuat pengambilan keputusan (Erawati & Kondo, 2. Laporan keuangan yang diungkapkan harus melewati proses audit oleh auditor independen untuk mendapatkan kewajaran atas pengungkapannya, sehingga laporan keuangan dapat dipercaya oleh pemangku kepentingan pengguna laporan keuangan (Tarigan & Sulhani, 2. Salah satu permasalahan perusahaan dalam penyampaian laporan keuangan kepada pengguna laporan keuangan yaitu ketepatan waktu auditor dalam menyelesaikan laporan auditnya (Shaena, 2. Pemeriksaan laporan keuangan yang dilakukan auditor harus memenuhi standar audit sehingga berdampak terhadap lamanya penyelesaian laporan audit namun ini juga dapat berdampak pada peningkatan kualitas auditnya (Atmojo & Darsono, 2. Laporan keuangan auditan yang telah diperiksa oleh auditor independen akan memberikan jaminan atas keandalan informasi yang ada pada laporan keuangan (Ardianingsih, 2. Rentang waktu pada proses pemeriksaan laporan keuangan yang dilakukan auditor terdapat selisih waktu (Larisa, 2. Rentang waktu antara tutup buku sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan keuangan auditan ini disebut audit report lag (Rudianti. Permatasari, & Yuliana, 2. Rentang waktu yang dibutuhkan selama proses pemeriksaan laporan keuangan ini mengakibatkan adanya penundaan penyampaian laporan keuangan kepada publik (Ariningtyastuti & Rohman. Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku lembaga pasar modal tentunya bertanggung jawab untuk menganalisis dan menindaklanjuti perusahaan yang mengalami keterlambatan dalam penyampaian laporan keuangan auditan. Adanya pengumuman terkait status penyampaian laporan keuangan auditan yang dilakukan secara berkala dan ditindaklanjuti oleh BEI akan sangat bermanfaat terhadap Berdasarkan data dari BEI, berikut jumlah perusahaan yang terlambat dalam menyampaikan laporan keuangan auditan periode 2019-2023. Grafik 1. Jumlah Perusahaan Terlambat Menyampaikan Laporan Keuangan Periode 2019-2023 JUMLAH PERUSAHAAN TERLAMBAT MENYAMPAIKAN LAPORAN KEUANGAN PERIODE 2019-2023 Jumlah Perusahaan Terlambat Menyampaikan Laporan Keuangan Linear (Jumlah Perusahaan Terlambat Menyampaikan Laporan Keuanga. Sumber: diolah Peneliti . Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Berdasarkan grafik 1. 1 jumlah perusahaan yang mengalami keterlambatan penyampaian laporan keuangan auditan periode 2019-2023 fluktuatif namun cenderung meningkat. Pada tahun 2019-2021 perusahaan yang terlambat menyampaikan laporan keuangan auditan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berbeda dengan tahun 2022 perusahaan yang terlambat menyampaikan laporan keuangan auditan mengalami penurunan. Hanya saja pada tahun 2023 perusahaan yang terlambat menyampaikan laporan keuangan mengalami peningkatan kembali yang signifikan dengan kenaikan sebesar 52,7% dari tahun sebelumnya yang sempat mengalami penurunan. Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan surat peringatan tertulis I kepada emiten yang terlambat menyampaikan laporan keuangan dalam batas waktu satu bulan. Surat peringatan tertulis II dan denda sebesar Rp. 000,00 kepada emiten yang terlambat menyampaikan laporan keuangan dalam 31 hari sampai 60 hari. Surat peringatan tertulis i dan denda sebesar Rp. 000,00 kepada emiten yang belum menyampaikan laporan keuangan dalam waktu 61 hari sampai 90 hari. Suspensi kepada emiten apabila emiten tetap tidak memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan sejak hari ke-91 hingga batas waktu penyampaian laporan keuangan. Berdasarkan pernyataan di atas bahwa terdapat sanksi yang akan diberikan jika melakukan keterlambatan dalam penyampaian laporan keuangan auditan yaitu surat peringatan tertulis I, surat peringatan tertulis II, surat peringatan tertulis i, dan suspensi. Tabel 1. Daftar Perusahaan Per Sektor yang Terkena Sanksi Keterlambatan Pelaporan Keuangan Auditan Periode 2019-2023 Tahun No. Sektor Total 2020 2021 2022 2023 1 Consumer Cyclicals 2 Property and Real Estate 3 Energy 4 Consumer Non-Cyclicals 5 Industrials 6 Basic Materials 7 Infrastructure 8 Financial 9 Technology 10 Transportation and Logistic 11 Healthcare Total Sumber: diolah Peneliti . Berdasarkan tabel 1. 1 perusahaan yang mendapatkan sanksi akibat belum menyampaikan laporan keuangan auditan per 31 Desember 2023 sebanyak 129 perusahaan dari total 907 perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hanya saja fenomena ini sudah terjadi pada 5 tahun terakhir . yakni dari 11 sektor yang mengalami keterlambatan penyampaian laporan keuangan auditan, sektor consumer cyclicals menempati posisi tertinggi dari sektor lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa sektor consumer cyclicals memiliki 90 kasus dari total 411 perusahaan berbagai Adapun total perusahaan yang terdaftar sampai dengan 31 Desember 2023 dari sektor consumer cyclicals sebanyak 151 perusahaan. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi audit report lag yaitu good corporate governance. Good corporate governance (GCG) menurut Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI) merupakan peraturan yang mengatur hubungan antara investor, pengelola perusahaan, pihak kreditur, pemerintah, karyawan, dan para pemegang kepentingan lainnya yang berhubungan mengenai hak dan kewajiban dengan yang mengendalikan perusahaan. GCG dengan prinsipprinsipnya yaitu transparency, accountability, responsibility, independency, dan fairness dapat Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 memberikan hubungan yang baik antara perusahaan dengan pemangku kepentingan perkara pengungkapan laporan keuangan perusahaan (Hamdan, 2. Adanya tata kelola perusahaan yang baik dapat mengurangi risiko yang berkaitan dengan penyampaian laporan keuangan yang telah diaudit, dikarenakan dapat mengurangi waktu pengujian auditor dalam melakukan audit laporan keuangan, sehingga perusahaan dapat tepat waktu mengenai penyampaian laporan keuangan (Wirotomo & Achmad, 2. Faktor lain yang diduga dapat memengaruhi audit report lag yaitu fee audit. Fee audit merupakan imbalan yang diterima oleh akuntan publik setelah melaksanakan tugas audit. Penetapan fee audit yang dibayarkan perusahaan kepada auditor eksternal berbeda-beda, karena harus mempertimbangkan risiko penugasan, kompleksitas jasa yang diberikan, dan tingkat keahlian yang diperlukan (Mulyadi, 2. Perusahaan akan bersedia memberikan imbalan yang lebih besar demi menyelesaikan audit yang lebih singkat (Habib. Bhuiyan. Huang, & Miah, 2. Berdasarkan latar belakang permasalahan yang diuraikan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh good corporate governance (GCG) dan fee audit terhadap audit report lag pada perusahaan sektor consumer cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode KAJIAN PUSTAKA Pengaruh Good Corporate Governance terhadap Audit Report Lag Menurut Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI) merupakan peraturan yang mengatur hubungan antara investor, pengelola perusahaan, pihak kreditur, pemerintah, karyawan, dan para pemegang kepentingan lainnya yang berhubungan dengan hak dan kewajiban dengan yang mengendalikan perusahaan. Adanya tata kelola perusahaan yang baik dapat mengurangi risiko yang berkaitan dengan pemangku kepentingan yang kemudian dapat mengurangi waktu pengujian auditor dalam melakukan audit laporan keuangan sehingga perusahaan dapat tepat waktu mengenai penyampaian laporan keuangan (Wirotomo & Achmad, 2. Hal ini sejalan dengan teori GCG merupakan salah satu pilar dari sistem ekonomi pasar yang berkaitan erat dengan kepercayaan baik terhadap perusahaan yang melaksanakannya maupun terhadap iklim usaha di suatu Penerapan ini mendorong terciptanya persaingan yang sehat dan iklim usaha yang kondusif. Oleh karena itu, diterapkannya GCG oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia sangat penting untuk menunjang pertumbuhan dan stabilitas ekonomi yang berkesinambungan (KNKG, 2. Penelitian mengenai pengaruh good corporate governance terhadap audit report lag yang dilakukan oleh Fadhilah & Lastanti . menyatakan bahwa good corporate governance berperngaruh terhadap audit report lag. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wirotomo & Achmad . Hanya saja hasil penelitian tersebut bertolak belakang dengan penelitian Lo. Lie. Valencia, dan Meiden . yang menyatakan bahwa good corporate governance tidak berpengaruh terhadap audit report lag. H1: Good corporate governance (GCG) memiliki pengaruh terhadap audit report lag. Pengaruh Fee Audit terhadap Audit Report Lag Fee audit merupakan pendapatan yang diterima Auditor atas penugasan yang telah dilaksanakan (Nursiam, 2. Perusahaan akan bersedia memberikan imbalan yang lebih besar demi menyelesaikan audit yang lebih singkat (Habib. Bhuiyan. Huang, & Miah, 2. Sejalan dengan teori kepatuhan, fee audit menjadi indikator dalam ketentuan peluang terjadinya audit report lag. Besar kecilnya fee audit akan memengaruhi kepatuhan perusahaan dalam ketepatan waktu penyampaian laporan audit. Kesepakatan fee audit antara Auditor dengan perusahaan diharapkan Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 dapat menyelesaikan laporan auditnya tepat waktu tanpa mengurangi kualitas laporannya (Lestari & Latrini, 2018. Purba. Sinaga, & Gultom, 2. Penelitian yang dilakukan Sofiana. Suwarno & Hariyono . , menyatakan bahwa fee audit berpengaruh negatif terhadap audit report lag. Penelitian Lestariningrum . , menyatakan juga bahwa fee audit berpengaruh negatif terhadap audit report lag. Kemudian penelitian Foster. Julianto & Setiawan . , menyatakan hal yang berbeda bahwa fee audit tidak berpengaruh terhadap audit report lag. H2: Fee audit memiliki pengaruh terhadap audit report lag. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian sebagai variabel independen adalah good corporate governance dan fee audit, sedangkan untuk variabel dependen dalam penelitian ini adalah audit report lag. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 151 perusahaan sektor consumer cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023 dengan 755 laporan tahunan. Adapun teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling dengan metode purposive sampling. Alasan pemilihan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling adalah karena tidak semua sampel memiliki kriteria yang sesuai dengan yang telah peneliti tentukan. Oleh karena itu, peneliti menetapkan pertimbangan atau kriteria yang harus dipenuhi sampel, yaitu: Perusahaan sektor consumer cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023. Perusahaan sektor consumer cyclicals yang berturut-turut menerbitkan laporan tahunan dan memberikan informasi lengkap dari variabel penelitian pada tahun 2019-2023. Tabel 2. Kriteria Sampel Kriteria Perusahaan sektor consumer cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023. Perusahaan sektor consumer cyclicals yang berturut-turut menerbitkan laporan tahunan dan memberikan informasi lengkap dari variabel penelitian pada tahun 2019-2023. Total laporan tahunan perusahaan sektor consumer cyclicals yang akan menjadi sampel penelitian Data outlier Total sampel setelah outlier Sumber: diolah Peneliti . No. Jumlah . Jadi sampel pada penelitian ini berjumlah 100 laporan tahunan perusahaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder bersumber dari laporan tahunan Model analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi Tabel 3. Tabel Operasionalisasi Variabel Variabel Definisi Variabel Indikator Pengukuran Skala Audit Ketepatan waktu pelaporan ARL = Tanggal laporan audit Ae Rasio Report Lag informasi yang menunjukkan Tanggal laporan tutup buku (Y) bahwa informasi yang disiapkan mengambil suatu keputusan. Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Variabel Good Corporate Governance (X. Definisi Variabel Indikator Pengukuran Skala Tata kelola perusahaan adalah IPCG = Total skor item yang Rasio suatu sistem yang dirancang diungkapkan oleh perusahaan / Skor untuk mengarahkan pengelolaan maksimum perusahaan secara professional diungkapkan oleh perusahaan x 100% prinsip-prinsip responsibilitas, independen, serta kesetaraan dan kewajaran. Fee Audit Pendapatan yang diterima oleh Fee Audit = Ln (Professional Fee. Rasio (X. Auditor atas jasa yang telah Sumber: diolah Peneliti . HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh Good Corporate Governance terhadap Audit Report Lag Hasil penelitian ini mendukung hipotesis pertama yang menyatakan bahwa variabel good corporate governance berpengaruh negatif terhadap audit report lag pada perusahaan sektor consumer cyclicals yang terdaftar di BEI periode 2019-2023. Hal ini ditunjukan dengan koefisien regresi variabel independen sebesar -1,044 menyatakan bahwa setiap kenaikan good corporate governance sebesar 1 satuan, maka audit report lag akan menurun sebesar 1,044 hari. Nilai koefisien determinasi (R. diperoleh sebesar 0,136, artinya 13,6% audit report lag (Y) dipengaruhi oleh good corporate governance, sedangkan 86,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dihitung dalam pengujian hipotesis ini. Nilai t hitung sebesar -3,894 sementara t tabel sebesar 1,985 dan nilai sig 0,000. Hal ini menunjukan bahwa good corporate governance (X. secara signifikan berpengaruh negatif terhadap audit report lag (Y). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Setianingsih & Kristianti . yang meneliti sektor pariwisata, hotel dan restoran, menyatakan bahwa good corporate governance berpengaruh terhadap audit report lag. Wirotomo & Achmad . yang meneliti perusahaan yang masuk dalam pemeringkatan penerapan good corporate governance menunjukan bahwa good corporate governance berpengaruh terhadap audit report lag. Kurniawan & Gunawan . yang meneliti sektor basic industry and chemical menyatakan bahwa good corporate governance berpengaruh terhadap audit report lag. Adapun penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Fadhilah & Lastanti . dan penelitian Lo. Lie. Valencia & Meiden . menyatakan bahwa good corporate governance tidak berpengaruh terhadap audit report lag. Penelitian Wirotomo & Achmad . yang meneliti good corporate governance terhadap audit report lag yang hasilnya berpengaruh karena perusahaan sebagai agen telah menjalankan proses tata kelola perusahaan sehingga auditor sebagai principal dapat mengaudit laporan keuangan agar perusahaan bisa melaporkan laporan keuangannya secara tepat waktu. Adapun dalam penelitian ini tata kelola perusahaan berpengaruh terhadap audit report lag karena dengan perusahaan telah memenuhi persentase efektivitas tata kelola perusahaan namun penundaan terhadap penyampaian laporan auditannya rendah. Hal tersebut sejalan dengan pedoman umum good corporate governance Indonesia yang menyatakan bahwa penerapan tata kelola perusahaan dengan baik yang dilaksanakan oleh perusahaan mampu meminimalisir risiko yang ada. Salah satunya yaitu risiko keterlambatan penyampaian laporan keuangan. Pengaruh Fee Audit terhadap Audit Report Lag Hasil penelitian ini mendukung hipotesis kedua yang menyatakan bahwa variabel fee audit berpengaruh terhadap audit report lag pada perusahaan sektor consumer cyclicals yang terdaftar di Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 BEI periode 2019-2023. Hal ini ditunjukan dengan koefisien regresi variabel independen sebesar 0,811 menyatakan bahwa setiap kenaikan fee audit sebesar 1 satuan, maka audit report lag akan menurun sebesar 0,811. Nilai koefisien determinasi (R. diperoleh sebesar 0,173, artinya 17,3% audit report lag (Y) dipengaruhi oleh fee audit, sedangkan 82,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dihitung dalam pengujian hipotesis ini. Nilai t hitung sebesar -4,286 sementara t tabel sebesar 1,988 dan nilai sig 0,000. Hal ini menunjukan bahwa fee audit (X. secara signifikan berpengaruh negatif terhadap audit report lag (Y). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Sofiana. Suwarno, dan Hariyono . yang meneliti perusahaan sektor manufaktur, menunjukan bahwa fee audit berpengaruh negatif terhadap audit report lag. Damayanti . meneliti perusahaan energi menyatakan bahwa fee audit berpengaruh terhadap audit report lag. Adapun hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Lestari & Latrini . dan Foster. Julianto, dan Setiawan . yang menyatakan bahwa fee audit tidak berpengaruh terhadap audit report lag. Teori kepatuhan dapat mendorong perusahaan untuk lebih mematuhi peraturan yang berlaku, sama halnya dengan perusahaan yang berusaha untuk menyampaikan laporan keuangan secara tepat waktu, bukan hanya karena kewajiban, tetapi dengan disampaikan tepat waktu akan sangat bermanfaat bagi pengguna laporan keuangan. Besaran fee audit dipengaruhi oleh risiko penugasan, kompleksitas jasa yang diberikan, dan tingkat keahlian yang dibutuhkan dalam menyelesaikan Semakin tinggi fee audit yang diterima oleh Auditor, maka akan memotivasi Auditor dalam menyelesaikan laporan auditnya dengan tepat waktu tanpa mengabaikan kualitas dari laporan SIMPULAN Berdasarkan hasil uji statistik dan pembahasan yang dilakukan mengenai pengaruh good corporate governance dan fee audit terhadap audit report lag yang dilakukan pada perusahaan sektor consumer cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023, peneliti mengambil kesimpulan bahwa good corporate governance dan fee audit secara parsial berpengaruh terhadap audit report lag pada perusahaan sektor consumer cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023. Saran bagi peneliti selanjutnya yang tertarik untuk melanjutkan penelitian ini, diharapkan dapat menguji variabel-variabel lain yang berhubungan dengan audit report lag. Berdasarkan hasil analisis, hasil pengujian secara parsial yaitu oleh variabel good corporate governance terbilang rendah yaitu sebesar 13,6% atau lebih besar kontribusi pengaruh yang diberikan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti . , begitu pun hasil pengujian secara parsial oleh variabel fee audit sebesar 17,3%, oleh karena itu agar dapat menambahkan variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian Selain itu untuk peneliti selanjutnya diharapkan juga dapat memperluas populasi dan memperbanyak sampel atau dapat meneliti di sektor lain agar terlihat perbandingan hasil penelitian selanjutnya dengan penelitian-penelitian terdahulu atau sebelumnya. DAFTAR PUSTAKA