Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN 2654-8100 https://gk. Volume 14. Nomor 2. DEsember 2022 UJI KADAR FLAVONOID TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN JUWET (Syzygium cumini L. Muthmainah Tuldjanah1. Ayu Wulandari1 Program Studi D3 Farmasi STIFA Pelita Mas Palu. Sulawesi Tengah. Indonesia Email (K): muthmainah. tuldjannah@gmail. ABSTRAK Daun juwet adalah tanaman dengan sifat antioksidan yang melindungi dari radikal bebas. Simplisia ekstrak etanol daun juwet yang digunakan berasal dari kota Palu. Sulawesi Tengah. Ekstraksi kandungan kimia dari daun juwet (Syzygium cumini L. ) dilakukan dengan metode maserasi. Untuk menentukan kadar senyawa flavonoid dan daya antioksidan pada ekstrak sampel, maka dilakukan analisa senyawa menggunakan spectrophotometry UV-Vis. Kadar flavonoid total ditentukan dari nilai absorbansi yang diperoleh dari panjang gelombang 510 nm dengan menggunakan spectrophotometry Visibel. Aktivitas antioksidan didapatkan dengan mengukur aktivitas peredaman ekstrak etanol daun juwet pada radikal bebas DPPH . ,1-Difenil-1-pikrilhidrazi. secara spectrophotometry Visibel dengan panjang gelombang 517 nm. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan pembanding Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun juwet memiliki kadar flavonoid total yang rendah dengan aktivitas antioksidan yang lemah dibandingkan dengan quercetin. Kata kunci : Antioksidan. Daun Juwet. Flavonoid ABSTRACT Juwet leaf is a plant with antioxidant properties that protect against free radicals. The simplicia ethanol extract of juwet leaves used came from the city of Palu. Central Sulawesi. Extraction of chemical content from juwet leaves (Syzygium cumini L. ) was carried out by maceration method. In this study, to determine the levels of flavonoid compounds and antioxidant power in the sample extract, a compound analysis was carried out using a UV_Vis spectrophotometer. Total flavonoid content was determined from the absorbance value obtained from a wavelength of 510 nm by using Visible Antioxidant activity was obtained by measuring the reducing activity of the ethanol extract of juwet leaves on the free radical DPPH . ,1-Diphenyl-1-picrylhydrazi. by Visible spectrophotometry with a wavelength of 517 nm. An antioxidant activity test was carried out using quercetin as a comparison. The results showed that the ethanol extract of juwet leaves had low total flavonoid content with weak antioxidant activity compared to quercetin. Keywords: Antioxidants. Flavonoids. Juwet leaves PENDAHULUAN Indonesia adalah negara dengan keanekaragamaan tumbuhan yang bermanfaat bagi Berbagai tumbuhan tersebut dimanfaatkan masyarakat pengobatan tradisional, salah satunya yakni tanaman juwet atau jamblang (Syzygium cumini L. Daun juwet adalah tanaman dengan sifat antioksidan yang melindungi dari radikal bebas. Radikal bebas diduga menjadi salah satu pemicu terjadinya penyakit degeneratif akibat menurunnya fungsi organ tubuh. Penyakit degeneratif seperti kanker, diabetes, penyakit kardiovaskular, dan stroke umumnya diderita masyarakat. Gaya hidup yang buruk adalah faktor yang bisa membuat tubuh terpapar radikal bebas sehingga mengakibatkan rusaknya organ tubuh. Penyakit degeneratif dapat ditimbulkan oleh radikal bebas yang bisa memicu berbagai kerusakan jaringan akibat oksidasi, seperti kanker, diabetes, jantung, stroke (Euis, 2. Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN 2654-8100 https://gk. Volume 14. Nomor 2. DEsember 2022 Agar menghambat radikal bebas maka diperlukan antioksidan. Antioksidan mengurangi kerusakan oksidatif dengan menetralkan aktivitas radikal bebas serta memberikan efek aditif dan sinergis dalam mengurangi risiko penyakit kronis. Beberapa studi menunjukkan sayuran berdaun hijau memiliki kapasitas antioksidan tertinggi diikuti oleh buah-buahan dan tanaman umbi-umbian. Studi epidemiologi telah menyajikan bukti kuat bahwa dedaunan, buah-buahan dan sayuran memiliki potensi dan manfaat untuk meningkatkan kesehatan dan mengimbangi efek negatif dari makanan tinggi lemak dan karbohidrat terkait dengan senyawa alami yang ditemukan di dalamnya, efek ini umumnya dikaitkan dengan konstituen antioksidan. Antioksidan sebagian besar merupakan metabolit sekunder dan primer. Senyawa metabolit sekunder diklasifikasikan menjadi terpenoid, fenol, alkaloid, dan senyawa yang mengandung belerang berdasarkan struktur kimianya. Flavonoid yang terdiri dari antosianin, antosianidin, flavonol, flavon, dan flavanon telah terbukti memiliki mekanisme antioksidan sebagai pereduksi radikal bebeas (Jideani et al. , 2. Pengujian antioksidan telah dilakukan pada beberapa jenis dedaunan salah satunya adah daun sirsak dimana memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat (Aminah et al. , 2. Selain itu daun juwet juga mulai mendapatkan perhatian tentang aktivitas antioksidannya. Juwet merupakan salah satu tanaman obat namun kurang mendapat perhatian dalam budidayanya. Tanaman juwet memiliki efek menurunkan gula darah dan lemak, mendetoksifikasi radikal bebas, menurunkan demam, mencegah alergi, mencegah kanker, anti inflamasi, melindungi lambung, melindungi hati, melindungi pembuluh jantung dan mengandung antioksidan (Shadika. Rahmawati and Hayati, 2. Penelitian sebelumnya telah dilakukan skrining fitokimia daun juwet yang diektrak dengan beberapa jenis pelarut, dimana hasil ektrak dengan menggunakan etanol dan metanol diketahui mengandung senyawa aktif yaitu flavonoid, alkaloid, fenol, saponin, glikosida, triterpenoid, steroid dan tanin (Ramos dan Bandiola. Studi lain skrining fitokimia ektrak daun juwet oleh Munira. Zakiah. Handayani dan Nasir . wilayah tumbuh dapat mempengaruhi kandungan senyawa aktif dalam suatu tanaman di mana dilaporkan daun juwet berasal dari daerah geothermal Ie Seum tidak terdapat kuinon dibandingkan di luar daerah tersebut. Septiani. Marianne dan Nainggolan . telah melakukan pengujian aktivitas antioksidan pada daun juwet yang tumbuh di Sumatera Utara. Analisis aktivitas antioksidan ekstrak etanol menunjukkan nilai IC50 13,54 g/mL, fraksi etil asetat 5,32 g/mL, fraksi residu 14,13 g/mL, dan quercetin 4,36 g/mL, tergolong sangat kuat. Fraksi n-heksana mempunyai IC50 sebesar 53,5 g/mL yang tergolong mempunyai aktivitas antioksidan kuat (IC50 125,39 bp. Berdasarkan penelitian tersebut pemilihan daun juwet di kota Palu sebagai bahan tanaman untuk penelitian ini didasarkan pada studi empiris sebelumnya tentang kandungan dan kegunaannya, sehingga penelitian ini bertujuan membandingkan apakah aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol daun juwet asal Sumatera dan Palu memiliki aktivitas antioksidan yang sama. Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN 2654-8100 https://gk. Volume 14. Nomor 2. DEsember 2022 METODE Penyiapan Bahan Uji Simplisia daun juwet dikumpulkan kemudian disortasi basah, selanjutnya dilakukan perajangan kemudian dilakukan pengeringan tanpa menggunakan sinar matahari . iangin-anginka. Daun yang telah kering, disortasi kering dan digiling hingga menjadi serbuk halus. Analisis Secara Kualitatif dan Kuantitatif Senyawa Flavonoid Uji kualitatif senyawa flavonoid Ditimbang ekstrak hingga 0,5 g, kemudian menambahkan 10 ml aquades serta memanaskan di waterbath, lalu melakukan penyaringan, kemudian melarutkan dalam etanol 95% sebanyak 1 ml, dan menambahkan serbuk magnesium P, jika timbul warna merah-ungu, sampel mengandung flavonoid, jika berwarna merah jingga, sampel mengandung flavonoid. Warna kuning menunjukkan adanya flavonoid dan aureones. Penetapan kadar flavonoid total Pembuatan kurva baku standar Quercetin sebanyak 10 mg masukan kedalam labu ukur 10 ml, tambahkan 6 tetes nitrat 5%, menunggu selama 5 menit, menambahkan 12 tetes AlCl3 10% menunggu selama 5 menit, menambahkan 2 ml NaOH 1M, air suling ditambah hingga 10 ml, pindahkan ke cawan kolorimetri. Pengenceran standar mulai dari 1,563 ppm, 3,125 ppm, 6,25 ppm, 12,5 ppm serta 25 ppm. Baca absorbansi dengan = 510 nm. Penetapan uji total flavonoid Ekstrak etanol daun juwet sebanyak 100 mg, ditambahkan 2 ml HCl 4N. Autoklaf dengan suhu 110AC sekitar 2 jam. Ekstrak dengan eter dan masukkan ke dalam tabung 10 ml. Eter diuapkan dan dikeringkan. Menambahkan 6 tetes natrium nitrit 5%, menunggu selama 5 menit, menambahkan 12 tetes AlCL3 10%, ditunggu sekitar 5 menit, menambahkan 2 ml NaOH 1M, menambahkan air suling hingga 10 ml dalam labu ukur. Memindahkan kedalam kuvet dan hitung absorbansinya pada = 510 nm. Pengujian Aktivitas Antioksidan Pembuatan Larutan DPPH Kristal DPPH sebanyak 0,004 g dilarutkan dalam 100 ml etanol untuk memperoleh larutan DPPH 0,004%. Penentuan Panjang Gelombang Maksimum Memasukkan 200 AAl etanol ke dalam kuvet menambahkan 3 ml larutan DPPH, mengaduk merata memakai pipet lalu dilakukan pembacaan pada = 400-600 nm. Pengukuran Absorbansi Larutan Kontrol Mengambil 500 AAl larutan DPPH 0,004% kemudian ditambahkan 500 AAl etanol lalu dihomogenkan dan diaduk menggunakan magnetic stirrer sekitar 30 detik. Lalu didiamkan, lalu Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN 2654-8100 https://gk. Volume 14. Nomor 2. DEsember 2022 membaca nilai absorbansi memakai spectrophotometry UV-Vis pada maksimal dengan etanol sebagai larutan blanko. Pengukuran Aktivitas Antioksidan Pembanding Menimbang bahan baku standar quercetin sebanyak 10 mg dan masukan kedalam labu takar 10 ml, air suling di tambahkan hingga 10 ml. Encerkan standar mulai dari 10,15, 20, 25 dan 30 ppm lalu masukkan kedalam kuvet, absorbansi dibaca pada = 517 nm. Pengukuran Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Juwet Pengujian sampel menggunakan beberapa seri konsentrasi yakni 10, 50, 100 150 dan 200 ppm. Mengambil setiap sampel sekitar 500 AAl lalu menambahkan 500 AAl DPPH 0,15 Nm lalu diaduk menggunakan magnetic stirrer kemudian diinkubasi diruang gelap sekitar 30 menit. Kemudian mengukur absorbansi dengan panjang gelombang maksimum yang didapatkan pada masing-masing konsentrasi dan amati perbandingannya dengan quercetin. Presentasi inhibisi atau penghambat dapat dihitung menggunakan Rumus : % inhibisi = ya0 Oe ya1 ya0 x 100% : ya1 = Absorbansi Sampel Ket ya0 = Absorbansi Kontrol Persamaan regresi linier digunakan dalam penghitungan konsentrasi untuk menentukan IC50 total DPPH. Dari persamaan regresi x adalah konsentrasi sampel, y adalah % inhibitor. Rumus yang digunakan untuk menentukan IC50 : IC50 = bx a Analisis Data Persamaan regresi linear y=a bx didapatkan dari pembuatan kurva kalibrasi berdasarkan data primer absorbansi larutan quercetin. Variable response adalah y, variable predictor adalah x, konstanta adalah a, koefisien regresi . adalah b. predictor adalah penyebab besaran Untuk mendaptakan kadar total senyawa pada ekstrak maka hasil absorbansi dari ekstrak dimasukkan kedalam masing-masing persamaan regresi linier pembanding. HASIL Penelitian ini dilakukan agar melihat kandungan dan kadar total flavonoid serta aktivitas pada ekstrak etanol daun Juwet (Syzygium Cumini (L. ) memakai spectrophotometry UV-Vis. Hasil penelitian bisa diamati sebagai berikut: Hasil Uji Kualitatif Flavonoid Pengujian kualitatif senyawa flavonoid pada ekstrak etanol daun juwet yang merupakan data kualitatif dilakukan agar melihat adanya senyawa flavonoid yang ada didalam ekstrak tersebut. Hasil Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN 2654-8100 https://gk. Volume 14. Nomor 2. DEsember 2022 uji kualitatif senyawa flavonoid bisa diamati pada table di bawah ini. Tabel 1. Hasil uji secara kualitatif ekstrak etanol daun juwet Kandungan Kimia Flavonoid Pereaksi HCL pekat dan logam Mg Hasil Pengamatan Terbentuk merah ungu Keterangan Ket : = Mengandung golongan senyawa yang diuji Hasil Uji Kuantitaif Flavonoid Uji kuantitatif berfungsi agar memperoleh kadar senyawa aktif ekstrak. Uji ini merupakan suatu analisis kuantitatif pada tanaman atau bagian tanaman. Tabel 2. Total flavonoid ekuivalen quercetin ektrak etanol daun juwet Parameter Uji Total Flavonoid Ekuivalen Quercetin Hasil (%b/. 0,403% Metode spectrophotometry UV-Vis Hasil Uji Aktivitas Antioksidan Mengetahui ada atau tidaknya aktivitas antioksidan dapat dilakukan dengan mencari nilai IC50, hal ini juga dapat mengetahui jenis aktivitas atioksidan suatu tanaman. Tabel 3. Jenis antioksidan ekstrak etanol daun juwet dan quersetin berdasarkan nilai IC50 Sampel Uji Ekstrak Daun Juwet Quercetin Konsentrasi Inhibisi 67,17 67,54 71,32 75,47 75,84 38,72 51,35 65,35 78,53 89,40 IC50 Jenis Antioksidan 102,45 Lemah 14,29 Kuat BAHASAN Penelitian tentang penetapan kadar flavonoid total . ualitatif ataupun kuantitati. serta antioksidan yang terdapat pada ekstrak etanol daun juwet memakai spectrophotometry UV-VIS. Simplisia yang dipakai yakni daun juwet yang berasal dari kota Palu Sulawesi Tengah. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu maserasi dimana simplisia direndam menggunakan pelarut yang sesuai agar dapat menarik senyawa aktif yang diinginkan tanpa proses pemanasan. Maserasi dipilih untuk menghindari kerusakan senyawa aktif akibat pemanasan (Chairunnisa. Wartini and Suhendra, 2. Ekstrak kental etanol daun juwet yang diperoleh kemudian uji senyawa flavonoid secara kualitatif. Pengujian agar melihat ada atau tidaknya flavonoid yang terkandung pada ekstrak etanol daun juwet. Kemudian melakukan analisis kuantitatif memakai metode spectrophotometry UV-Vis yang berfungsi agar bisa menetapkan jumlah kadar flavonoid yang ada dalam ekstrak etanol daun juwet. Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN 2654-8100 https://gk. Volume 14. Nomor 2. DEsember 2022 Penentuan flavonoid secara kualitatif memakai pereaksi HCl pekat dan logam Magnesium didapatkan positif terdapat flavonoid yang dapat dilihat dari berubahnya larutan berwarna kuning. Penetapan kadar total flavonoid memakai metode spectrophotometry, dengan parameter uji yaitu quercetin . aku standa. dengan konsentrasi ppm, kemudian dibuat beberapa konsentrasi yaitu 1,563, 3,125, 6,25, 12,5 dan 25 dengan = 510 nm. Data yang didapatkan dari penetapan kadar flavonoid total diperoleh y = 0,0052x 0,0023 dengan nilai RA = 0,9925. Maka melakukan perhitungan kadar flavonoid total masing-masing sampel memakai 3x pengulangan. Hasil rata-rata kadar total flavonoid sebesar 0,403% b/b mempunyai arti dalam 100 gram ekstrak terkandung 0,403 gram flavonoid total. Sejumlah tumbuhan memiliki senyawa flavonoid yang berperan sebagai antioksidan sangat bermanfaat dalam pengobatan penyakit diabetes mellitus dimana flavonoid dapat menghambat pembentukan radikal bebas sehingga mampu mencegah kerusakan jaringan (Tuldjanah. Wirawan and Setiawati, 2. Metode peredaman 1-1- Diphenyl-2-Picrylhidrazil (DPPH) digunakan untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun juwet. DPPH yakni senyawa organik dengan unsur N tidak stabil, larutan memiliki warna ungu tua dengan serapan maksimum 517 nm. Pengujian aktivitas antioksidan yakni membuat larutan DPPH serta larutan induk quercetin konsentrasi 1000 ppm, selanjutnya dilakukan pengukuran aktivitas antioksidan pembanding serta pengukuran absorbansi sampel daun juwet memakai spectrophotometry UV-Vis pada = 517 nm dimana sebelumnya telah dilakukan pengukuran panjang gelombang maksimum () antara 500 - 530 nm. Panjang gelombang maksimum pada umumnya yakni 517 nm, namun hasil yang diperoleh yaitu panjang gelombang 516,995 nm. Perbedaan selisih panjang gelombang maksimum ini dikarenakan perubahan pada panjang gelombang maksimum ditimbulkan dari berbedanya pelarut, waktu pengukuran ataupun orang yang melakukan (Arifin dan Ibrahim, 2. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun juwet mempunyai nilai IC50 yakni 102,45 ppm lebih kecil dibanding dengan quersetin yang mempunya nilai IC50 yakni 14,30 ppm. Maka jika dibandingkan, nilai IC50 quercetin lebih kuat dari nilai IC50 sampel ekstrak daun juwet yang tergolong lemah. Aktifitas antioksidan suatu senyawa digolongkan dalam beberapa jenis antara lain tergolong sangat kuat apabila memiliki IC50 kurang dari 10 AAg/ml, tergolong kuat jika IC50-nya 1050 AAg/ml, tergolong sedang jika IC50-nya 50-100 AAg/ml, tergolong lemah jika IC50 100-250 AAg/ml, tidak valid jika IC50 lebih dari 250 AAg/ml (Handayani et al. , 2. Mekanisme terbaik dari aksi antioksidan flavonoid adalah karena kemampuan untuk berinteraksi dengan reactive oxygen species (ROS) dengan cara mengais atau mereduksinya. Dalam mekanisme langsung ini bagian fenolik redoks-aktif dari molekul flavonoid terlibat dengan ROS ke reaksi redoks dimana sebagai konsekuensi dari aksi menyumbangkan atom hidrogen ditransfer dari bagian tersebut (Banjarnahor and Artanti, 2. Mekanisme kedua dari aksi antioksidan flavonoid, dimana oksidasi gugus fenoliknya juga terlibat, adalah mekanisme tidak langsung dimana senyawa ini tidak berinteraksi langsung dengan ROS tetapi dengan protein tertentu yang melalui regulasi ekspresi Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN 2654-8100 https://gk. Volume 14. Nomor 2. DEsember 2022 gen, akhirnya meningkatkan kapasitas antioksidan endogen sel. Dalam mekanisme ini, oksidasi beberapa gugus fenolik flavonoid akan diperlukan untuk selanjutnya mengerahkan aksi Dengan demikian, aksi antioksidan tidak dipicu oleh molekul flavonoid itu sendiri tetapi melalui metabolit yang dihasilkan dari oksidasinya (Speisky et al. , 2. Ekstrak etanol daun juwet sebelumnya sudah dilakukan penelitian mengenai aktivitas antioksidan dari Sumatera Utara. Hasil aktivitas antioksidan yang diperoleh sebelumnya ialah 13,54 AAg/ml dengan golongan sangat kuat. Perbedaan nilai IC50 dari ekstrak etanol daun juwet asal Sumatera Utara dengan penelitian ini dikarenakan adanya keadaan iklim yang beda, tanah lokasi tumbuh, masa panen dll. Hal ini sesuai literatur menandakan faktor yang mempengaruhi produktivitas tanaman yakni terjadinya perubahan iklim (Harmini dan Fanindi, 2. SIMPULAN DAN SARAN Kadar total flavonoid dari ekstrak etanol daun juwet terhitung rendah dan aktivitas antioksidan lemah dibandingkan quercetin dengan aktivitas antioksidan kuat. Saran untuk penelitian berikutnya agar memisahkan senyawa flavonoid sehingga hasilnya lebih spesifik mengarah ke flavonoid sebagai RUJUKAN