JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 36-44 ISSN :x-x PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP KEPUASAN KERJA PADA PT JAYA TRADE INDONESIA JAKARTA PUSAT Eko Yuliyanto1 Sulaiman2 Email : ekoyuliyanto486@gmail. com1, dosen01902@unpam. Program Studi Manajemen Program Sarjana Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pamulang Tangerang Selatan1 ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan kompensasis terhadap kepuasan kerja pada PT Jaya Trade Indonesia. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh dan diperoleh sampel sebanyak 67 responden. Analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi, koefisien korelasi, koefisien determinasi dan uji Hasil penelitian ini adalah lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai koefisien determinasi sebesar 21,0% dan uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel atau (-4,867 < 1,. Kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai koefisien determinasi sebesar 41,2% dan uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel atau . ,903 > 1,. lingkungan kerja dan kompensasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dengan persamaan regresi Y = 25,145 0,137X1 0,486X2. Nilai koefisien determinasi sebesar 52,5% sedangkan sisanya sebesar 47,5% dipengaruhi faktor lain. Uji hipotesis diperoleh nilai F hitung > F tabel atau . ,580 > 3,. Kata Kunci: Lingkungan Kerja. Kompensasi dan Kepuasan Kerja ABSTRACT The purpose of this research is to determine the influence of the work environment and compensation on job satisfaction at PT Jaya Trade Indonesia. The method used is quantitative. The sampling technique used saturated sampling and a sample of 67 respondents was obtained. Data analysis uses validity tests, reliability tests, classical assumption tests, regression analysis, correlation coefficients, coefficients of determination and hypothesis testing. The results of this research are that the work environment has no significant effect on job satisfaction with a coefficient of determination value of 21. 0% and the hypothesis test obtained t count > t table or (-4. 867 < 1. Compensation has a significant effect on job satisfaction with a coefficient of determination value of 41. 2% and hypothesis testing obtained t count > t table or . 903 > 1. work environment and compensation simultaneously have a significant effect on job satisfaction with the regression equation Y = 145 - 0. 137X1 0. 486X2. The coefficient of determination value is 52. 5% while the remaining 47. 5% is influenced by other factors. Hypothesis testing obtained calculated F value > F table or . 580 > 3. Keywords: Work Environment. Compensation and Job Satisfaction PENDAHULUAN Sumber daya manusia menempati posisi yang sangat penting dalam organisasi karena menjadi penggerak utama dalam jalannya proses bisnis dan kelancaran produktifitas organisasi untuk mencapai Untuk mencapai organisasi maka perusahaan harus mampu meperdayakan dan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki. Kemampuan perusahaan untuk mendapatkan sumber daya manusia yang potensial menjadi hal yang amat penting di era industrialisasi dan tersedianya sumber daya manusia yang potensial dan produktif dalam rangka peningkatan produktivitas menjadi hal yang amat penting. Bukan hanya dalam mendapatkan sumber daya mempertahankannya merupakan bagian yang tidak pernah ada habisnya. Untuk mendapatkan dan mempertahankan tenaga kerja yang potensial, perusahaan harus dapat memahami kondisi Seiring perkembangan teknologi dan informasi yang tidak terbatas mempengaruhi kondisi pekerja pada saat https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 36-44 Menurut Robbins et al. , . mengartikan kepuasan kerja merupakan perasaan positif tentang pekerjaan yang dihasilkan dari evaluasi karakteristiknya. Seseorang dengan kepuasan kerja tinggi memiliki perasaan positif tentang pekerjaan tersebut, sedangkan seseorang dengan kepuasan kerja rendah memiliki perasan Kepuasan kerja dapat menunjukan keberhasilan perusahaan dalam menerapkan kebijakannya, mengetahui persepsi karyawan mengenai lingkungan kerja secara pribadi maupun Kepuasan kerja menjadi hal yang penting mempertahankan sumber daya yang berkualitas dan menerapkan kebijakan yang sesuai. Tingkat kepuasan kerja yang rendah menandakan ada beberapa hal dalam lingkungan kerja yang dirasa karyawan masih kurang dari yang mereka harapkan. Pada PT Jaya Trade Indonesia dengan jumlah 67 karyawan yang berada di kantor pusat dan terdiri dari unit operasional dan supporting, maka pengadaan fasilitas yang menunjang kegiatan menjadi hal utama yang harus diperhatiakan. Berikut ini adalah rekap kepuasan PT Jaya Trade Indonesia selama 3 tahun terakhir. Berdasarkan tabel rekap skor kepuasan kerja diatas dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja selama 3 tahun terakhir mengalami penurunan dan Dengan jumlah nilai rata-rata tahun 2021 sebesar 82%, pada tahun 2022 kepuasan kerja menurun sebesar 79% sedangkan pada tahun 2023 mengalami kenaikan sebesar 80% lebih rendah dari hasil kepuasan kerja tahun 2021. Salah satu faktor kepuasan kerja adalah lingkungan kerja. Menurut Runtunuwu dalam Armansyah . Lingkungan Kerja merupakan semua yang berada di sekitar pekerja baik yang bersifat fisik atau non fisik yang bisa berpengaruh dalam menjalankan seluruh tugas yang sudah diberikan kepada pekerja tersebut. Oleh karena itu pihak perusahaan perlu memperhatikan dan menciptakan lingkungan yang ISSN :x-x baik, karena lingkungan kerja yang baik akan dapat dapat membuat karyawan bekerja lebih giat dan secara otomatis dapat meningkatkan produktifitas kerja karyawan yang juga berdampak langsung terhadap kepuasan kerja. Berikut ialah hasil kuesioner Pra-Survei mengenai lingkungan kerja pada PT Jaya Trade Indonesia dengan total keseluruhan responden Dari table 1. 2 diatas dapat dilihat bahwa hasil Pra-Survey yang dilakukan terhadap PT Jaya Trade Indonesia, sebanyak 31 responden didapatkan skor tertinggi dari jawaban responden sebesar 138 yaitu pada pernyataan poin kedua AuSuhu ruang kerja sangat menunjang aktivitas sayaAy. Sedangkan untuk skor terendah yaitu sebesar 123 didapatkan dari pernyataan kelima AuSaya merasa nyaman dengan suasana kerja yang ada dikantorAy. Menurut Akbar, ,. kompensasi adalah semua bentuk pengembalian . finansial dan tunjangan-tunjangan yang diperoleh pegawai sebagai bagian dari sebuah hubungan kepegawaian. Kompensasi menjadi salah satu aspek yang diduga dapat mempunyai pengaruh yang besar dalam kepuasan kerja dan diharapkan dengan pemberian kompensasi yang sesuai dengan beban kerja serta kompetensi yang dimiliki karyawan dapat mempertahankan sumber daya manusia yang berkualitas pada perusahaan. Berikut ialah hasil kuesioner Pra-Survei mengenai kompensasi pada PT Jaya Trade Indonesia dengan total keseluruhan responden https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 36-44 ISSN :x-x Kompensasi (X. Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan (Y). Struktur Organisasi Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan yang di harapakan dan di Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang siapa Dari table 1. 3 diatas dapat dilihat bahwa hasil Pra-Survey yang dilakukan terhadap PT Jaya Trade Indonesia, sebanyak 31 responden didapatkan skor didapatkan skor tertinggi dari jawaban responden sebesar 127 yaitu pada pernyataan poin ketujuh AuPerusahaan memberikan pakaian kerja yang baik dan layak untuk sayaAy. Sedangkan untuk skor terendah yaitu sebesar 104 didapatkan dari pernyataan kedua AuBonus yang diberikan perusahaan sesuai prestasi kerja yang sudah saya lakukanAy. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, berdasarkan hasil kuesioner. Metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi dan sempel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan strategi asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui pendekatan mengenai hubungan antara dua variabel atau lebih (Sugiyono, 2020:. Menurut Sugiyono . , metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk memeriksa populasi atau sampel tertentu dan mengumpulkan data menggunakan alat penelitian, menganalisis data kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah Sesuai dengan judul yang dicantumkan dan berdasarkan identifikasi masalah yang ada maka yang menjadi objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah AuPengaruh Lingkungan Kerja (X. dan Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Data yang baik dan layak digunakan dalam penelitian adalah yang memiliki distribusi normal. Dalam penelitian ini pengujian normalitas data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan pendekatan grafik Normal P-P Plot of Regression Standarized Residual. Deteksi normalitas dengan melihat penyebaran titik Ae titik pada sumbu diagonal dari grafik sedangkan pengujian dengan one-sample Kolmogorov Smirnov test dilakukan dengan tingkat signifikansi 0,05. Data dikatakan berdistribusi normal apabila nilai signifikansi > 0,05. Berikut ini adalah hasil pengujian dengan menggunakan gambar grafik normal p-plot seperti berikut ini: Jika dilihat berdasarkan gambar grafik normal P-Plot terlihat titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal, serta mengikuti arah garis diagonal. Hal ini menunjukkan bahwa residual berdistribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 36-44 Dalam uji normalitas pola dengan grafik dapat menyesatkan apabila tidak hati-hati secara visual kelihatan normal. Oleh karena itu untuk melengkapi uji grafik dilakukan juga uji statistik lain yang dapat digunakan untuk menguji normalitas residual adalah uji KolmogorovSmirnov (K-S). Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, diperoleh nilai signifikansi 0,060 > 0,050. Dengan demikian maka asumsi distribusi persamaan pada uji ini adalah normal yang berarti variabel lingkungan kerja dan kompensasi terhadap kepuasan kerja berdistribusi normal. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji dalam suatu model regresi terjadi atau tidak antara ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Untuk mengukur ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan menggunakan gambar grafik scatter plot. Berikut ini adalah gambar grafik scatter plot : Berdasarkan hasil gambar di atas, titik-titik pada grafik scatterplot tidak mempunyai pola penyebaran yang jelas atau tidak membentuk pola Dengan demikian disimpulkan tidak terdapat gangguan heteroskedastisitas pada model regresi sehingga model regresi ini layak dipakai sebagai data penelitian. Uji Multikolinearitas Uji Multikolinearitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik multikolinearitas yaitu adanya hubungan linear antara variabel dalam model Cara untuk mengetahui ada atau tidaknya gejala multikolinearitas antara lain dengan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF) dan Tolerance. Apabila nilai VIF kurang dari 10 dan Tolerance lebih dari 0,1 maka dinyatakan tidak ISSN :x-x terjadi Multikolinearitas. Multikolinearitas: Berikut Berdasarkan hasil pengujian multikolinieritas pada tabel di atas diperoleh nilai tolerance variabel lingkungan kerja sebesar 0,959 dan kompensasi sebesar 0,959 nilai tersebut kurang dari 1, dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) variabel lingkungan kerja sebesar 1,043 dan variabel kompensasi sebesar 1,043 nilai tersebut kurang dari Dengan demikian model regresi ini dinyatakan tidak ada gangguan multikolinearitas panda lingkungan kerja dan kompensasi terhadap kepuasan kerja. Analisis Regresi Linier Sederhana Analisis regresi linier sederhana didasarkan pada hubungan fungsional maupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel Uji regresi ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh lingkungan kerja dan kompensasi terhadap kepuasan kerja. Sebelum dilakukan uji regresi, maka terlebih dahulu akan disajikan hasil olahan data regresi dengan menggunakan program SPSS versi 26 yang dapat dilihat pada tabel berikut ini: Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, maka dapat diperoleh persamaan regresi Y = 44,866 - 0,184X1. Dari persamaan di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar 44. 866 diartikan bahwa jika variabel lingkungan kerja (X. tidak ada maka telah terdapat nilai kepuasan kerja (Y) sebesar 44. Nilai koefisien regresi lingkungan kerja (X. sebesar -0,184 diartikan apabila konstanta tetap dan tidak ada perubahan pada variabel kompensasi (X. , https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 36-44 maka setiap peningkatan 1 unit pada variabel kepuasan kerja (X. maka akan mengakibatkan terjadinya penurunan pada kepuasan kerja (Y) sebesar - 0,184 point. Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, maka dapat diperoleh persamaan regresi Y = 18,170 0,545X2. Dari persamaan di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar 18,170 diartikan bahwa jika variabel kompensasi (X. tidak ada, maka telah terdapat nilai kepuasan kerja (Y) sebesar 18,170 Nilai koefisien regresi kompensasi (X. sebesar 0,545 diartikan apabila konstanta tetap dan tidak ada perubahan pada variabel kepuasan kerja (X. , maka setiap perubahan 1 unit pada variabel kompensasi (X. akan mengakibatkan terjadinya perubahan pada kepuasan kerja (Y) sebesar 0,545 HASIL PEMBAHASAN Analisis Regresi Berganda Analisis regresi berganda digunakan untuk mengukur pengaruh antara lebih dari satu variabel bebas terhadap variabel terikat. Analisis regresi dilakukan untuk mengetahui ketergantungan satu variabel dependen . dengan satu atau lebih variabel independen, dengan tujuan untuk mengestimasi dan memprediksi rata-rata populasi atau nilai rata-rata variabel dependen berdasarkan nilai variabel independen yang diketahui. Di dalam penelitian ini melibatkan dua variabel bebas (X) dan satu variabel terikat (Y). oleh karena itu dilakukan penelitian ini menggunakan analisis regresi linear ISSN :x-x Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, maka dapat diperoleh persamaan regresi Y = 25,145 - 0,137X1 0,486X2. Dari persamaan di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar 25,145 diartikan bahwa jika variabel lingkungan kerja (X. dan kompensasi (X. tidak dipertimbangkan maka kepuasan kerja (Y) hanya akan bernilai sebesar 25,145 point. Nilai lingkungan kerja (X. - 0,137 diartikan apabila konstanta tetap dan tidak ada perubahan pada variabel kompensasi (X. , maka setiap kenaikan 1 unit pada variabel lingkungan kerja (X. akan mengakibatkan terjadinya penurunan pada kepuasan kerja (Y) sebesar - 0,137 point. Nilai kompensais (X. 0,486 diartikan apabila konstanta tetap dan tidak ada perubahan pada variabel lingkungan kerja (X. , maka setiap perubahan 1 unit pada variabel kompensasi (X. akan mengakibatkan terjadinya perubahan pada kepuasan kerja (Y) sebesar 0,486 point. Uji Koefisien Determinasi Koefisien determinasi merupakan analisis untuk mengetahui seberapa besar . kontribusi variabel bebas terhadap variabel Berikut hasil uji koefisien determinasi: Uji Koefisien Determinasi Secara Parsial Lingkungan Kerja (X. Terhadap Kepuasan Kerja (Y) Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,210 maka dapat disimpulkan bahwa variabel lingkungan kerja (X. berpengaruh terhadap variabel kepuasan kerja (Y) sebesar 21,0% sedangkan sisanya sebesar . -21,0%) = 79,0% dipengaruhi faktor lain yang tidak dilakukan Uji Koefisien Determinasi Secara Parsial Kompensasi (X. Terhadap Kepuasan Kerja (Y) https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 36-44 Berdasarkan pada hasil pengujian pada tabel di atas, diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,412 maka dapat disimpulkan bahwa variabel lingkungan kerja berpengaruh terhadap variabel kepuasan kerja sebesar 41,2% sedangkan sisanya sebesar . -41,2%) = 58,8% dipengaruhi faktor lain yang tidak dilakukan penelitian. Uji Koefisien Determinasi secara Simultan Lingkungan Kerja (X. dan Kompensasi (X. Terhadap Kepuasan Kerja (Y) Berdasarkan pada hasil pengujian pada tabel di atas, diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,525 maka dapat disimpulkan bahwa variabel lingkungan kerja (X. dan kompensasi (X. berpengaruh terhadap variabel kepuasan kerja (Y) sebesar 52,5% sedangkan sisanya sebesar . 52,5%) = 47,5% dipengaruhi faktor lain yang tidak dilakukan penelitian. Uji Koefisien Korelasi Uji koefisien korelasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Berikut hasil uji koefisien korelasi: ISSN :x-x Berdasarkan pada hasil pengujian pada tabel di atas, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,642 dimana nilai tersebut berada pada interval 0,6000,799 artinya kedua variabel memiliki tingkat hubungan yang kuat. Berdasarkan pada hasil pengujian pada tabel di atas, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,724 dimana nilai tersebut berada pada interval 0,6000,799 artinya variabel lingkungan kerja dan kompensasi mempunyai tingkat hubungan yang kuat terhadap kepuasan kerja. Uji Hipotesis Uji Parsial (T) Uji t digunkan untuk mengetahui signifikan atau tidak variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Uji ini dilakukan dengan cara membandingkan thitung dengan ttabel pada taraf nyata 0,05. Dengan ttabel 1,998 . table= 67-2-1 = . Berikut hasil uji statistik: Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar -0,458 di mana nilai tersebut berada pada interval 0,4000,599 artinya variabel lingkungan kerja (X. terhadap kepuasan kerja (Y) memiliki tingkat hubungan yang negatif sedang. Dari tabel di atas mengahsilkan interpretasi sebagai Variabel lingkungan kerja nilai t hitung > t tabel atau (-4,867 < 1,. Hal tersebut juga diperkuat dengan nilai signifikansi < 0,050 atau . ,000 < 0,. Dengan demikian maka H01 diterima dan Ha1 diterima, hal ini https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 36-44 menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja. Varibel kompensasi nilai t hitung > t tabel atau . ,903 > 1,. Hal tersebut juga diperkuat dengan nilai signifikansi < 0,050 atau . ,000 < 0,. Dengan demikian maka H02 ditolak dan Ha2 diterima, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kompensasi terhadap kepuasan kerja Uji Simultan (F) Untuk pengujian pengaruh variabel lingkungan kerja dan kompensasi secara simultan terhadap kepuasan kerja dilakukan dengan uji statistik F . ji simulta. dengan signifikansi 5%. Dalam penelitian ini digunakan kriteria signifikansi 5% . yaitu membandingkan antara nilai F hitung dengan F tabel dengan ketentuan sebagai berikut: Jika nilai F hitung < F tabel: berarti H03 diterima dan Ha3 ditolak Jika nilai F hitung > F tabel: berarti H03 ditolak dan Ha3 diterima Pengujian hipotesis juga dapat dilakukan dengan membandingkan antara nilai signifikansi dengan 0,05, dengan ketentuan sebagai berikut: Jika nilai signifikansi > 0,05, berarti H03 diterima dan Ha1 ditolak Jika nilai signifikansi < 0,05, berarti H03 ditolak dan Ha1 diterima Untuk menentukan besarnya Ftabel dicari dengan ketentuan df-pembilang k-1 = 2 dan df penyebut = . -k-. , maka diperoleh . -2-. = 64, jadi Ftabel = 3,140. Kriteria dikatakan signifikan jika nilai F hitung > F tabel atau signifikansi < 0,050. Rumusan hipotesisnya adalah sebagai berikut: H03 : A1,2 = 0 Tidak terdapat pengaruh yang kepuasan kerja Ha3 : A1,2 O 0 Terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan lingkungan kerja dan kompensasikerja terhadap kepuasan kerja ISSN :x-x Berdasarkan pada hasil pengujian pada tabel di atas diperoleh nilai F hitung > F tabel atau . ,580 > 3,. , hal ini juga diperkuat dengan signifikansi < 0,050 atau . ,000 < 0,. Dengan demikian maka H03 ditolak dan Ha3 diterima, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara kompensasikerja terhadap kepuasan kerja. Pembahasan Penelitian Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kepuasan Kerja Pada PT Jaya Trade Indonesia Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai persamaan regresi Y =44. 866 - 0,184X1, nilai koefisien korelasi diperoleh sebesar -0,458 artinya kedua variabel mempunyai tingkat hubungan yang negatif sedang. Nilai determinasi atau kontribusi pengaruhnya sebesar 0,210 atau sebesar 21,0% sedangkan sisanya sebesar 79,0% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji hipotesis diperoleh nilai t hitung < t tabel atau (-4,867 < 1,. Dengan demikian H01 diterima dan Ha1 ditolak artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan lingkungan kerjaterhadap kepuasan kerja. Hasil penelitian yang penulis lakukan ini, mendukung hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Inke . dengan judul pengaruh lingkungan kerjadan kompensasi terhadap prestasi kerja studi pada karyawan bagian pabrikasi PG. Kebon Agung Malang, dimana dalam penelitiannya menghasilkan kesimpulan bahwa lingkungan kerjaberpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan kontribusi pengaruh sebesar 63. sedangkan sisanya 35,1% di pengaruh oleh faktor Hasil penelitian ini juga sesuai dengan penelitian yang di lakukan oleh Quinerita Stevani Aruan. Mahendra Fakhri . dengan judul pengaruh lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan lapangan departemen grasberg power distribution Pt. Freeport Indonesia dimana dalam penelinitiannya menghasilkan kesimpulan hasil uji . ingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja nonfisi. Grasberg Power memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan karyawan Pengaruh Kompensasi terhadap Kepuasan Kerja Pada PT Jaya Trade Indonesia Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh nilai persamaan regresi Y = 18,170 0,545X2, nilai koefisien korelasi sebesar 0,642 artinya kedua variabel mempunyai tingkat hubungan yang kuat. Nilai determinasi atau kontribusi pengaruhnya sebesar 0,412 atau sebesar 41,2% sedangkan sisanya sebesar 58,8% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel atau https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 36-44 . ,903 > 1,. Dengan demikian H02 ditolak dan Ha2 diterima artinya terdapat pengaruh yang signifikan kompensasi terhadap kepuasan kerja. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan yang dilakukan oleh Rani Veriyani dan arif Partono Prasetio . dengan judul pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan panda devisi produksi PT. Soljer Abadi, diaman dalam penelitiannya mengahasilkan menunjukkan adalah Kompensasi berpengaruh secara signifikan positif terhadap kepuasan kerja yang artinya, kompensasi yang meningkatkan kepuasan kerja diberikan oleh PT. Soljer Abadi sudah baik dan dapat meningkatkan kepuasan kerja. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan penelitian yang di lakukan oleh Ridwan Suryono Pranomo . , dengan judul Pengaruh Kepuasan Kerja. Lingkungan Kerja. Dan Kompensasi Terhadap Turnover Intention Karyawan Pada Cv. Sukses Sejati Computama, diaman dalam penelitiannya menghasilkan kesimpulan variable kompensasi (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Dengan nilai yang sebesar 12,99 . ebih besar dari ttabel 12,. yang berarti bahwa kompensasi memiliki pengaruh terhadap kepuasan kerja. Pengaruh Lingkungan Kerja dan Kompensasi terhadap Kepuasan Kerja Pada PT Jaya Trade Indonesia Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa lingkungan kerja (X. dan kompensasi (X. berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dengan diperoleh persamaan regresi Y = 25,145 0,137X1 0,486X2. Nlai koefisien korelasi atau tingkat hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat diperoleh sebesar 0,724 artinya memiliki hubungan yang kuat. Nilai koefisien determinasi atau kontribusi pengaruhnya secara simutan sebesar 52,5% sedangkan sisanya sebesar 47,5% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji hipotesis diperoleh nilai F hitung > Ftabel atau . ,580 > 3,. Dengan demikian H03 ditolak dan Ha3 diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan lingkungan kerja dan kompensasi terhadap kepuasan kerja. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ikhwanuddin Hatang . , dengan judul pengaruh kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja pegawai dinas pendapatan, pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten soppeng, dengan hasil menunjukkan bahwa kompensasi (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai dinas pendapatan, pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten soppeng. Dan ISSN :x-x lingkungan kerja (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai dinas pendapatan, pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten soppeng. KESIMPULAN Berdasarkan bab-bab sebelumnya, dan dari hasil analisis serta pembahasan mengenai pengaruh lingkungan kerja dan kompensasi terhadap kepuasan kerja, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dengan persamaan regresi Y = 44. 866 - 0,184X1, nilai korelasi sebesar -0,458 artinya kedua variabel memiliki tingkat hubungan yang negatif sedang. Nilai koefisien determinasi sebesar 21,0% dan uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel atau . ,867 < 1,. Dengan demikian H01 diteria dan Ha1 ditolak artinya tidak terdapat pengaruh signifikan lingkungan kerja terhadap kepuasan Dimana lingkungan kerja tidak memberikan pengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan karena terdapat faktor lain yang memberikan dampak positif terhadap kepuasan kerja karyawan. Hal ini berarti lingkungan kerja yang kondusif tidak mampu menjamin kepuasan kerja karyawan. Kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dengan persamaan regresi Y = 18,170 0,545X2 nilai korelasi sebesar 0,642 artinya kedua variabel memiliki tingkat hubungan yang kuat. Nilai koefisien determinasi sebesar 41,2% dan uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel atau . ,903 > 1,. Dengan demikian H02 ditolak dan Ha2 diterima artinya terdapat pengaruh signifikan kompensasi terhadap kepuasan kerja. Lingkungan kerja dan kompensasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dengan persamaan regresi Y = 25,145 - 0,137X1 0,486X2. Nilai korelasi sebesar 0,724 artinya variabel bebas dengan variabel terikat memiliki tingkat hubungan yang kuat. Nilai koefisien determinasi sebesar 52,5% sedangkan sisanya sebesar 47,5% dipengaruhi faktor lain. Uji hipotesis diperoleh nilai F hitung > F tabel atau . ,580 > 3,. Dengan demikian H03 ditolak dan Ha3 Artinya terdapat pengaruh signifikan secara simultan lingkungan kerja dan kompensasi terhadap kepuasan kerja. https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 36-44 ISSN :x-x DAFTAR PUSTAKA