JIGE 4 . JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige ANALISIS PENGARUH STORE ATMOSPHERE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KEMBALI DI KAYU KAYU RESTAURANT ALAM SUTERA Radella Paramitta1,Sofiani2 Ilmu Sosial & Humaniora,Universitas Bunda Mulia,Indonesia History Article Article history: Received Mei 16, 2023 Approved Mei 25, 2023 Keywords: Store Atmosphere, repurchase decision. Kayu Kayu Restaurant ABSTRACT Kayu Kayu Restaurant Alam Sutera has a poor lighting system, a good and relaxed atmosphere with a floral aroma that has Kayu Kayu Restaurant Alam Sutera has a homey The purpose of this research is to determine the store atmosphere of Kayu Kayu Restaurant Alam Sutera. The method used is quantitative, data collection techniques are questionnaires, observation, and documentation. The number of samples is 399 respondents. The results of the study show that the T test is that each dimension that is owned by the store atmosphere variable (X) has a partial influence on the repurchase decision (Y). The results of the F test indicate that the store atmosphere variable has a simultaneous influence on the repurchase decision variable. Test results for the Coefficient of Determination (R. 5% because the Store Exterior (X. is a nameplate that is easy to recognize, the main door is ready to go in and out, attractive design, adequate parking facilities, guaranteed vehicle safety. General Interior (X. is bright lighting, bright wall colors bright, comfortable music, soothing aroma and cool temperature. Store Layout (X. , which is a complete and clean facility, neat arrangement of items, sufficient table & chair arrangements for passing. Display (X. , namely signs and instructions clear price tag, and a nice Store Atmosphere (X. ABSTRAK Kayu Kayu Restaurant Alam Sutera memiliki system pencahayaan yang kurang,suasana yang baik dan santai aroma bunga yang has aromatherapy Kayu Kayu Restaurant Alam Sutera memiliki suasana yang homey,Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui store atmosphere dari Kayu Kayu Restaurant Alam Sutera. Metode yang digunakan adalah kuantitatif, teknik pengambilan data yaitu kuesioner,observasi, dan dokumentasi. Jumlah sample adalah 399 responden. Hasil penelitian ANALISIS PENGARUH STORE ATMOSPHERE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KEMBALI A- 1031 Author / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . menunjukan bahwa uji T adalah setiap dimensi yang dimiliki oleh variabel store atmosphere (X) memiliki pengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian kembali (Y). Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel store atmosphere memiliki pengaruh secara simultan terhadap variabel keputusan pembelian Hasil uji Koefisien Determinasi (R2 ) sebesar 97,5 % dikarenakan Store Exterior (X. yaitu papan nama yang mudah di kenali,pintu utama yang udah untuk keluar dan masuk,desain yang menarik,fasilitas parker yang memadai,keamanan kendaraan yang terjamin. General Interior (X. yaitu pencahayaan yang terang,warna dinding yang cerah,music yang membuat nyaman,aroma yang menenangkan dan suhu yang sejuk. Store Layout (X. yaitu fasilitas yang lengkap dan bersih,penataan barang yang rapih,pengaturan meja & kursi yang cukup untuk berlalu lalang. Display (X. yaitu tanda petunjuk dan label harga yang jelas, dan Store Atmosphere (X. yang bagus A 2020 Jurnal Ilmiah Global Education *Corresponding author email: radellaparamitta@gmail. PENDAHULUAN Store atmosphere bisa menjadi alternative untuk membedakan resto yang satu dengan yang Perbedaan diperlukan karena dari setiap bisnis pasti didapati produk yang serupa dengan harga yang berkisar beda tipis bahkan sama. Store atmosphere bisa menjadi alasan lebih bagi konsumen untuk tertarik dan memilih dimana ia akan berkunjung dan membeli. Dalam kepuusan pembelian kembali, konsumen tidak hanya memberi respon terhadap barang dan jasa yang ditawarkan, tetapi juga memberikan respon terhadap lingkungan pembelian yang menyenangkan bagi konsumen. Hal ini membuat konsumen tersebut memilih toko, rumah makan, atau cafe yang disukai dan melakukan Seiring perkembangan gaya hidup yang semakin modern, perilaku konsumen terhadap kepuusan pembelian kembali suatu produk juga ikut beragam. Untuk itu produsen juga harus berupaya untuk memahami kebutuhan, keinginan dan permintaan pasar sasaran. Oleh karena itu para produsen harus mampu membuat konsumen merasa puas terhapdap produk yang ditawarkan (Pragita et al. , 2. Store atmosphere merupakan kombinasi dari hal hal yang bersifat emosional. Menurut Mowen dan Minor . store atmosphere mempengaruhi keadaan emosional pembelanja, yang kemudian mendorong untuk meningkatkan atau mengurangi belanja. Dampak dari store atmosphere bisa menciptakan kesan yang membuat pembeli akan meningkatkan pembeliannya atau hanya membeli secukupnya dan kemungkinan tidak berniat kembali lagi untuk membeli di tempat tersebut. Kesan yang diperoleh berdampak pada kepuasan pelanggan. Produsen harus jeli dalam melihat peluang pasar serta keinginan dan kebutuhan pelanggan agar mampu memberikan kepuasan pada pelanggan sehingga tidak beralih pada kompetitor. Bagaimana pun alat pendukung dari konsep pemasaran adalah identifikasi dan kepuasan dari kebutuhan pelanggan. Pelanggan yang puas akan terus melakukan pembelian pada resto tersebut, demikian pula Subyek dari penelitian ini adalah Kayu Kayu Restaurant Alam Sutera. Kayu Kayu Restaurant Alam Sutera berupaya mengimplementasikan store atmosphere dengan cukup baik untuk dapat mempengaruhi kepuusan pembelian kembali. Kayu Kayu Restaurant Alam Sutera tidak hanya menyediakan makanan dan minuman saja tetapi menampilkan nilai lebih yang lain disajikan kepada pengunjung, misalnya penataan ruangan . nterior desain ), hiasan ruangan, penataan lampu, hiasan dinding, hiasan bunga dll. Hal tersebut tentunya dapat di capai dengan menggunakan strategi yang mampu bersaing dengan resto yang lain. Untuk memulai suatu bisnis para pelaku harus memikirkan strategi yang tepat dan efektif agar bisnis yang dijalankan semakin berkembang untuk menjadi lebih baik lagi. Dalam menarik konsumen ANALISIS PENGARUH STORE ATMOSPHERE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KEMBALI A- - 1032 Author / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . untuk pembelian, perusahaan harus bisa menerapkan srategi pemasaran yang baik sehingga akan memberikaan kepuasan terhadap konsumen (Widayat & Suhermin, 2. METODE PENELITIAN Menurut Sugiono . penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan positivistic . ata konkri. , data penelitian berupa angka-angka yang akan di ukur menggunakan statistic sebagai alat uji perhitungan ,berkaitan dengan masalah yang diteliti untuk menghasilkan suatu kesimpulan dapat disimpulkan bahwa penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif adalah suatu metode yang menggambarkan suatu fenomena melalui deskripsi dalam bentuk uji perhitungan yang menggunakan metode statistik. Populasi & Sample Populasi Menurut Sugiono . Populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang terdiri dari manusiadan benda ataupun peristiwa sebagai sumber data yang mewakili karekteristik tertentu dalam penelitian. Sedangkan menurut Hadi dan Irawan . Populasi juga dikatakan sebagai keseluruhan wilayah individu, objek, gejala atau peristiwa untuk suatu generalisasi atau suatu kesimpulan. Dalam hal ini, populasi yang dimaksud adalah keseluruhan konsumen yang melakukan pembelian di Kayu Kayu Restaurant Alam Sutera. Tabel 3. 1 Jumlah Pengunjung Tahun 2022 Bulan Jumlah Pengunjung Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Pengunjung Sampel Menurut Akimoto . sampel adalah sebagian atau wakil populasiyang diteliti. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsumen yang melakukan pembelian di Kayu Kayu Restaurant Alam Sutera selama penelitian berlangsung. Menurut Kuncoro . Dalam penelitian digunakan sampel, yaitu sejumlah responden yang dianggap mewakili keseluruhan anggota populasi . Penentuan jumlah sampel didasarkan pada rumus slovin. Di mana populasi pada penelitian ini sudah di ketahui jumlahnya. Cara menghitung sampel dengan rumus slovin bisa dilakukan dengan mudah. Rumus ini merupakan salah satu bidang ilmu yang digunakan saat menghitung data dengan jumlah populasi yang besar. Pada penelitian, rumus slovin biasa digunakan untuk menghitung dan menentukan sampel yang tepat dalam sebuah Sampel penelitian sendiri merupakan gambaran umum mengenai populasi yang mampu mewakili populasi yang diamati. Secara matematis, rumus slovin ditulis dengan ycu= ycA 1 ycuyce Keterangan: : Jumlah Sampel : Jumlah Populasi : Batas Toleransi Kesalahan . rror tolercanc. ANALISIS PENGARUH STORE ATMOSPHERE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KEMBALI A- - 1033 Author / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . Sehingga dapat disimpulkan bahwa jumlah sample yang akan diteliti adalah 1 . 654 x 0,05A) 1 . 654 x 0,0. 1 301,635 398,68 dapat dibulatkan menjadi 399 Adapun Teknik Analisis Data pada penelitian ini menggunakan : Uji Validitas dan Reabilitas Data mempunyai kedudukan yang sangat penting bagi suatu penelitian, karena data merupakan penggambaran variabel yang diteliti dan berfungsi sebagai alat untuk membuktikan hipotesis. Oleh karena itu, data dalam suatu penelitian dapat dikumpulkan dengan suatu instrumen. Instrumen yang dipakai dalam mengumpulkan data haruslah memenuhi dua persyaratan penting yaitu validitas dan reliabilitas. Uji Validitas Ancok dalam Singarimbun dan Effendi . mengungkapkan: Validitas menunjukkan sejauh mana alat pengukuran itu mengukur apa yang ingin diukur. Bila seseorang ingin mengukur berat suatu benda, maka dia harus menggunakan timbangan. Timbangan alat pengukur yang valid bila dipakai untuk mengukur berat. Tetapi timbangan, bukanlah alat pengukur yang valid bilamana digunakan untuk mengukur panjang. Dari jawaban yang diperoleh kemudian dilakukan perhitungan korelasi product moment, dengan rumus seperti yang dikemukakan oleh Arikunto . r = nOcXY Oe (OcX)(OcY) [NOcX2 Oe(OcX)2 ] [NOcY2 Oe(OcY)2 ] Dimana: r = Koefisien korelasi variabel bebas dan variabel terikat n = Banyaknya sampel X = Skor tiap item Y = Skor total variable Setelah nilai r diperoleh, selanjutnya membandingkan antara hasil nilai r perhitungan dengan tabel nilai kritis r pada taraf signifikan ( = 0,. Apabila r hitung yang diperoleh berada diatas nilai kritis berarti alat ukur yang digunakan telah valid. Pengujian validitas dalam penelitian ini menggunakan komputer dengan bantuan program SPSS for Windows Release 16. Instrumen dikatakan valid jika mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat (Bilson Simamora, 2. Ghozali . menyatakan bahwa suatu instrumen dikatakan valid jika koefisien r hasil > r tabel dan nilai positif, sebaliknya jka r hasil < r tabel dan nilai negatif maka variabel dinyatakan tidak valid Uji Reliabilitas Ancok dalam Singarimbun dan Effendi . mengemukakan bahwa reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Pada penelitian ini perhitungan reliabilitas menggunakan rumus alpha Simamora, . sebagai berikut: E = OcX2 - N Di mana: r11 = Reliabilitas instrument k = Banyaknya butir pertanyan Eb = jumlah varians butir Et = varians total Menurut Malhotra dalam Singarimbun dan Effendi (Ed, 2. suatu instrumen penelitian dikatakan reliabel apabila nilai alpha lebih besar atau sama dengan 0,60. Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan komputer dengan bantuan program SPSS. ANALISIS PENGARUH STORE ATMOSPHERE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KEMBALI A- - 1034 Author / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . Uji Asumsi Klasik 1 Uji Multikolinearitas Menurut Ghozali . Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas . Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel independen. Untuk mendeteksi ada atau tidak adanya multikolinearitas di dalam model regresi adalah sebagai berikut: Nilai R2 yang dihasilkan oleh suatu estimasi model regresi empiris sangat tinggi, tetapi secara individual variabel- variabel independen banyak yang tidak signifikan mempengaruhi variabel Menganalisis matrik korelasi variabel-variabel independen. Jika antar variabel independen ada korelasi yang cukup tinggi . mumnya diatas 0. , maka hal ini merupakan indikasi adanya Tidak adanya korelasi yang tinggi antar variabel independen tidak berarti bebas dari multikolinearitas. Multikolinearitas dapat disebabkan karena adanya efek kombinasi dua atau lebih variabel Multikolinearitas dapat juga dilihat dari nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF). Kedua ukuran ini menunjukkan setiap variabel independen manakah yang dijelaskan oleh variable independen lainnya. Dalam pengertian sederhana setiap variable independen yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variable independen lainnya. Jadi nilai tolerance yang rendah sama dengan VIF tinggi . arena VIF = 1/toleranc. Nilai cut-off yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinearitas adalah nilai Tolerance <. 10 atau sama dengan VIF >. Setiap penelitian harus menentukan tingkat kolonieritas yang masih dapat ditolerir. Sebagai missal nilai tolerance = 0. 10 sama dengan tingkat kolonieritas 0. 2 Uji Heterosketastisitas Pengujian heterokedasitas dilakukan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain dalam model regresi. Model regresi yang baik adalah jika varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas (Ghozali,2. Penelitian ini menggunakan uji Glejser dan Scatterplot. Kriteria menggunakan uji glejser yaitu penerimaan terlihat dari nilai signifikansinya di atas 5% yang berarti tidak mengandung heteroskedastisitas. Menurut Ghozali . Kriteria kedua menggunakan cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heterokedastisitas dalam penelitian ini adalah dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variable terkait . yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur . ergelombang, melebar kemudian menyempi. , maka mengindikasikan telah terjadi heterokedastisitas. Kemudian jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah varibel- variabel penelitian memiliki distribusi normal atau tidak. Uji normalitas dalam penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan analisis grafik (Probability Plo. dan uji Kolmogorov-Smirnov. Analisis grafik yang andal untuk menguji normalitas adalah dengan melihat histogram dan normal probability plot. Histogram merupakan grafik yang membandingkan data observasi dengan distribusi yang mendekati normal. Sedangkan normal probability plot membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normal. Kriteria pengambilan keputusan dalam pengujian normalitas menggunakan probability plot menurut Ghozali . adalah jika titik menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka pola distribusi dikatakan normal sehingga model regresi memenuhi asumsi normalitas. Sebaliknya, jika titik menyebar jauh dari garis diagonal dan tidak mengikuti arah garis diagonal, maka pola distribusi tidak normal sehingga model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. Mendeteksi normalitas data dapat dilakukan juga dengan nonparametrik statistik dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Pengujian normalitas dilakukan dengan melihat nilai 2-tailed Jika data memiliki hasil perhitungan dengan tingkat signifikansi lebih besar dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa data berdistribusi normal. Data yang tidak terdistribusi secara normal dapat ditransformasi agar menjadi normal. Untuk menormalkan data, harus diketahui terlebih dahulu bagaimana bentuk grafis histogram dari data yang ada apakah moderate positive skewness, subtansial positive skewness, severe positive skewness dengan bentuk L dan sebagainya. Menurut Ghozali . ANALISIS PENGARUH STORE ATMOSPHERE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KEMBALI A- - 1035 Author / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . Transformasi data dapat digunakan dengan mengetahui bentuk grafik histogramnya, berikut ini bentuk transformasi yang dapat dilakukan sesuai dengan grafik histogram . 4 Uji Hipotesis Uji Simultan (Uji F) Bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh simultan variabel-variabel independen terhadap variabel terikat. Pengambilan keputusan dalam pengujian ini bisa dilaksanakan dengan menggunakan nilai probability value . maupun F hitung. Kriteria pengambilan keputusan dalam pengujian yang menggunakan p value atau F hitung menurut Ghozali . adalah jika p value <. 0,05 atau F hitung Ou F tabel maka Ha diterima. Sebaliknya, jika p valueOu 0,05 atau F hitung <. F tabel maka Ha ditolak. Uji Parsial (Uji . Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas . secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Uji statistik t mempunyai signifikansi sebesar 0,05. Menurut Ghozali . kriteria dalam pengambilan keputusan dalam uji statistik t adalah jika nilai signifikansi t lebih kecil dari 0,05 maka hipotesis alternatif diterima, hal tersebut menyatakan bahwa variabel independen berpengaruh secara signifikan pada variabel dependen. Uji Koefisien Determinasi (Uji R 2 ) Bertujuan untuk mengukur sejauh mana variabel bebas dapat menjelaskan variasi variabel terikat, baik secara parsial maupun simultan. Nilai koefisien determinasi ini adalah antara nol sampai dengan satu . <. R 2 <. Menurut Ghozali . , nilai R 2 yang kecil mengandung arti bahwa kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variasi variabel terikat sangat terbatas. Sebaliknya, nilai R 2 yang hampir mendekati satu mengandung arti bahwa variable bebas memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel independen. Kelemahan mendasar penggunaan koefisien determinasi adalah bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan ke dalam model. Menurut Ghozali . Setiap tambahan satu variabel independen maka R2 pasti meningkat. Tidak seperti R2, nilai Adjusted R2 dapat naik atau turun apabila satu variabel independen ditambahkan kedalam model. Oleh karena itu, digunakan nilai Adjusted R2 untuk mengevaluasi model regresi terbaik. Analisi Regresi Linear Berganda Dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi yang digunakan untuk mengetahui pengaruh hubungan antara variabel independen dengan variable dependen dengan persamaan berikut: Y = 1X1 2X2 3X3 4X4 e Keterangan: Y Kepuusan pembelian kembali = Konstanta 1,2,3,4 = Koefisien Regresi X1 = Store Exterior X2 = General Interior X3 = Store Layout X4 = Display e = Error HASIL DAN PEMBAHASAN Teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab hipotesis adalah analisis regresi dan uji Analisis Deskriptif Komposisi responden berdasarkan jenis kelamin laki-laki berjumlah 211 dengan persentase 47,1% anak dengan jenis kelamin perempuan berjumlah 188 dengan persentase 52,9% Komposisi responden berdasarkan tempat tinggal responden yang bertempat tinggal di Jakarta berjumlah 101 dengan persentase 25,3% %, responden yang bertempat tinggal di Bogor berjumlah 56 dengan persentase 14%, responden yang bertempat tinggal di Depok berjumlah 71 dengan persentase ANALISIS PENGARUH STORE ATMOSPHERE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KEMBALI A- - 1036 Author / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . 17,8%, responden yang bertempat tinggal di Bekasi berjumlah 72 dengan persentase 24,8%, responden yang bertempat tinggal di Bekasi berjumlah 72 dengan persentase 18%. Komposisi responden berdasarkan pekerjaan sebagai Pelajar berjumlah 5 dengan persentase 1,3%, pekerjaan sebagai mahasiswa/i berjumlah 87 dengan persentase 21,8 %, pekerjaan sebagai pegawai negeri berjumlah 55 dengan persentase 13,8 %. pekerjaan sebagai wiraswasta berjumlah 135 dengan persentase 33,8 %,dan pekerjan sebagai pegawai swasta berjumlah 177 dengan persentase 29,3% Komposisi responden berdasarkan pendapatan yang memiliki pendapatan Rp 4. 000 Ae Rp 000 berjumlah 249 dengan persentase 62,4%, sebesar Rp 7. 000 Ae Rp 10. 000 berjumlah 129 dengan persentase 32,3%, sebesar Rp 10. 000 Ae Rp 12. 000 berjumlah 15 dengan persentase 3,8 %, sebesar Rp 12. 000 Ae Rp 15. 000 berjumlah 2 dengan persentse 0,5% dan yang memiliki penghasilan lebih dari Rp 15. 000 sejumlah 4 dengan presentase 1% Komposisi responden berdasarkan umur yaitu 18-15 th berjumlah 129 dengan persentase 32,3%,26-31 th berjumlah 122 dengan perseentase 30,6%,32-40 th berjumlah 134 dengan persentase 33,6%,41-50 th berjumlah 7 dengan persentase 1,8% dan lebih dari 50 th berjumlah 7 dengan persentase 1,8% Komposisi responden berdasarkan jumlah kedatangan ke Kayu Kayu Restaurant Alam Sutera yaitu 1-2 sejumlah 25 dengan persentase 6,3%,3-4 sejumlah 170 dengan persentase 42,6%,5-6 sejumlah 116 dengan persentase 29,1% dan lebih dari 6x sejumlah 88 dengan persentas 22,1% Uji Prasyarat Analisis Pengujian persyaratan analisis dilakukan sebelum uji hipotesis, yang meliputi uji normalitas dan uji Uji normalitas data Uji normalitas data diperlukan untuk melakukan pengujian-pengujian variabel lainnya dengan mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Jika asumsi dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid dan statistik parametrik tidak dapat digunakan. Tujuan dari uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah masing-masing variabel disribusi normal atau tidak (Ghozali, 2. Dalam penelitian ini menggunakan uji statistik non-parametik Kolmogorovsmirnov. Uji Reabilitas Menurut Sugiyono . menyatakan bahwa uji reliabilitas adalah sejauh mana hasil pengukuran dengan menggunakan objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. menggunakan pertanyaan yang telah dinyatakan valid dalam uji validitas dan akan ditentukan Menggunakan program SPSS 22. 0 for windows, variabel dinyatakan reliabel dengan kriteria berikut : 1. Jika r-alpha positif dan lebih besar dari r-tabel maka pernyataan tersebut reliabel. Jika r-alpha negatif dan lebih kecil dari r-tabel maka pernyataan tersebut tidak Jika nilai CronbachAos Alpha > 0,7 maka reliable b. Jika nilai CronbachAos Alpha < 0,7 maka tidak reliable Uji Multikolinearitas Dari hasil uji Multikolineritas pada tabel 4. 18 di atas dapat diketahui Tabel di atas menjelaskan bahwa data yang ada tidak terjadi gejala multikolinearitas antara masing-masing variabel independen yaitu dengan melihat nilai VIF. Nilai VIF yang diperbolehkan hanya mencapai 10 maka data di atas dapat dipastikan ANALISIS PENGARUH STORE ATMOSPHERE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KEMBALI A- - 1037 Author / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . tidak terjadi gejala multikolinearitas. Karena data di atas menunjukan bahwa nilai VIF lebih kecil dari 10 dan nilai tolerance lebih besar dari 0,10 keadaan seperti itu membuktikan tidak terjadinya multikolinearitas,. Uji Heterodekastisitas Sumber : Hasil data kuesioner penulis . Berdasarkan hasil pengujian heterokedastisitas menggunakan uji glesjer menunjukkan nilai sig > 0,05 diperoleh variabel hal ini menunjukkan bahwa di dalam model tidak terjadi heterokedastisitas Dari grafik scatterplot yang ada pada gambar di atas dapat dilihat bahwa titik-titik menyebar secara acak, serta tersebar baik di atas maupun dibawah angka nol pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi. Uji Normalitas Data dikatakan terdistribusi normal, jika data atau titik menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, sebaliknya data dikatakan tidak terdistribusi normal jika data atau titik menyebar jauh dari arah garis atau tidak mengikuti arah garis diagonal. Pada grafik normal plot terlihat titik-titik menyebar ANALISIS PENGARUH STORE ATMOSPHERE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KEMBALI A- - 1038 Author / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . di sekitar garis diagonal, serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Kedua grafik ini menunjukkan bahwa model regresi layak dipakai karena asumsi normalitas Gambar di atas merupakan grafik histogram. Grafik histogram dikatakan normal jika distribusi data membentuk lonceng . ell shape. , tidak condong ke kiri atau tidak condong ke kanan. Grafik histogram diatas membentuk lonceng dan tidak condong ke kanan atau ke kiri sehingga grafik histogram tersebut dinyatakan normal. Table 4. 20 Hasil Uji Normalitas Secara Statistik Hasil Uji normalitas secara grafik dapat menyesatkan kalau tidak hati-hati secara visual kelihatan normal, padahal secara statistik bisa sebaliknya. Oleh sebab itu dianjurkan disamping uji grafik dilengkapi dengan uji statistik . Adapun hasil perhitungan uji normalitas secara statistic yang dilihat berdasarkan uji kolmogorofsmirnov adalah sebagai berikut: Berdasarkan uji kolmogorov-smirnov dapat diketahui bahwa seluruh variabel memiliki nilai sig. > 0,05, yakni 0,052 > 0,05 ini mengartikan bahwa semua data terdistribusi dengan Uji Simultan (Uji F) Berdasarkan data pada tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai signifikansi pada uji F sebesar 0,000 < 0,05. Berdasarkan nilai signifikansi < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Store Exterior. General Interior. Store Layout. Display, dan Store Atmosphere secara simultan berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Kembali. Uji Parsial (Uji T) Pada analisis data, penulis menggunakan uji t untuk dapat melihat seberapa jauh pengaruh variabel independen terhadap variabel dependennya secara parsial. Uji t ini menggunakan tingkat signifikansi sebesar 5% ( = 0,. Berikut hasil uji t yang dapat dilihat pada Tabel 5. 5 dibawah ini : ANALISIS PENGARUH STORE ATMOSPHERE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KEMBALI A- - 1039 Author / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa variabel Store Exterior (X. memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 yang diperoleh pada variabel Store Exterior (X. , nilai t positif menunjukkan bahwa variabel Store Exterior (X. mempunyai pengaruh yang searah dengan Keputusan Pembelian Kembali (Y), sehingga dapat disimpulkan H1 diterima yakni Store Exterior berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Kembali di Kayu Kayu Restaurant Alam Sutera. Variabel General Interior (X. memiliki nilai signifikansi sebesar 0,011 < 0,05 yang diperoleh pada variabel General Interior (X. , nilai t positif menunjukkan bahwa variabel General Interior (X. mempunyai pengaruh yang searah dengan Keputusan Pembelian Kembali (Y), sehingga dapat disimpulkan H2 diterima yakni General Interior berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Kembali di Kayu Kayu Restaurant Alam Sutera. Variabel Store Layout (X. memiliki nilai signifikansi sebesar 0,002 < 0,05 yang diperoleh pada variabel Store Layout (X. , nilai t positif menunjukkan bahwa variabel Store Layout (X. mempunyai pengaruh yang searah dengan Keputusan Pembelian Kembali (Y), sehingga dapat disimpulkan H3 diterima yakni Store Layout berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Kembali di Kayu Kayu Restaurant Alam Sutera. Variabel Display (X. memiliki nilai signifikansi sebesar 0,043 < 0,05 yang diperoleh pada variabel Display (X. , nilai t positif menunjukkan bahwa variabel Display (X. mempunyai pengaruh yang searah dengan Keputusan Pembelian Kembali (Y), sehingga dapat disimpulkan H4 diterima yakni Display berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Kembali di Kayu Kayu Restaurant Alam Sutera. Variabel Store Atmosphere (X. memiliki nilai signifikansi sebesar 0,031 < 0,05 yang diperoleh pada variabel Store Atmosphere (X. , nilai t positif menunjukkan bahwa variabel Store Atmosphere (X. mempunyai pengaruh yang searah dengan Keputusan Pembelian Kembali (Y), sehingga dapat disimpulkan H6 diterima yakni Store Atmosphere berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Kembali di Kayu Kayu Restaurant Alam Sutera. Uji Koefisien Determinasi (Uji R 2 ) Uji koefisien determinasi (R2 ) merupakan suatu nilai yang menyatakan besar pengaruh secara simultan variabel independen terhadap variabel dependen. Pada permasalahan yang sedang diteliti yaitu pengaruh Store Exterior (X. General Interior (X. Store Layout (X. Display (X. , dan Store Atmosphere (X. secara simultan dalam memberikan kontribusi pengaruh terhadap Keputusan Pembelian Kembali (Y). Dengan menggunakan SPSS, diperoleh output sebagai berikut: Berdasarkan tabel 4. 2, diperoleh informasi bahwa nilai Adjusted R-square sebesar 0,957 atau 95,7%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa Store Exterior (X. General Interior (X. Store Layout (X. Display (X. , dan Store Atmosphere (X. secara simultan dalam memberikan kontribusi atau pengaruh terhadap variabel Keputusan Pembelian Kembali (Y) sebesar 95,7%. Sedangkan sisanya sebesar 100% - 95,7% = 4,3% merupakan pengaruh dari variabel lain yang tidak diteliti ANALISIS PENGARUH STORE ATMOSPHERE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KEMBALI A- - 1040 Author / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . Analisi Regresi Linear Berganda Analisis regresi linier berganda digunakan untuk meramalkan variabel terikat ketika variabel bebas dinaikkan atau diturunkan. Dari pengolahan data yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut: Dari tabel di atas diperoleh persamaan sebagai berikut: Y = 1. X 1 2. X 2 3. X 3 4. X 4 5. X 5 A = 1,557 0,941X1 0,075X2 0,017X3 0,050X4 0,026X5 Konstanta () diketahui sebesar 1,557, hal ini menunjukkan bahwa variabel Store Exterior (X. General Interior (X. Store Layout (X. Display (X. , dan Store Atmosphere (X. dianggap konstan. Maksudnya bahwa apabila variabel Store Exterior (X. General Interior (X. Store Layout (X. Display (X. , dan Store Atmosphere (X. sebesar 0 maka Keputusan Pembelian Kembali (Y) sebesar 1,557. Besarnya koefisien 2 adalah 0,075, hal ini menunjukkan bahwa dengan meningkatnya General Interior (X. sebesar satu satuan, maka hal tersebut akan meningkatkan Keputusan Pembelian Kembali (Y) sebesar 0,075. Besarnya koefisien 3 adalah 0,017, hal ini menunjukkan bahwa dengan meningkatnya Store Layout (X. sebesar satu satuan, maka hal tersebut akan meningkatkan Keputusan Pembelian Kembali (Y) sebesar 0,017. Besarnya koefisien 4 adalah 0,050, hal ini menunjukkan bahwa dengan meningkatnya Display (X. sebesar satu satuan, maka hal tersebut akan meningkatkan Keputusan Pembelian Kembali (Y) sebesar 0,050. Besarnya koefisien 5 adalah 0,026, hal ini menunjukkan bahwa dengan meningkatnya Store Atmosphere (X. sebesar satu satuan, maka hal tersebut akan meningkatkan Keputusan Pembelian Kembali (Y) sebesar 0,026. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan dan hasil penelitian yang sudah didapatkan, maka terdapat beberapa kesimpulan yang dapat ditarik, sebagai berikut : Pada analisis deskriptif responden berdasarkan 399 kuesioner yang telah disebarkan sebesar 47,1 % berjenis kelamin laki-laki,33,6 % yang berusia 32 Ae 40 tahun,25,3% yang berdomisili di Jakarta,33,8 % yang berkerja sebagai wirausaha,62,4 % yang memiliki gaji sebesar 4,5 Ae 7,5 juta perbulan, dan 42,6 % yang pernah berkunjung ke Kayu Kayu Restaurant Alam Sutera sebanyak 3 Ae 4 kali yang berarti bahwa pengunjung laki-laki yang berkerja sebagai wirausaha serta berdomisili di Jakarta lebih sering berkunjung ke Kayu Kayu Restaurant Alam Sutera untuk sekedar bersantap maupun Pada uji hipotesis,uji F menunjukan bahwa nilai sig sebesar 0,000 lebih kecil daripada 0,05 maka store exterior,general interior,store layout,display,dan store atmosphere secara keseluruhan secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian kembali,pada uji t menunjukan bahwa H1,H2,H3,H4, dan H5 diterima dikarenakan semua nilai sig lebihh kecil daripada 0,05,pada uji R2 menunjukan ANALISIS PENGARUH STORE ATMOSPHERE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KEMBALI A- - 1041 Author / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . bahwa nilai Adjusted R-square sebesar 0,957 atau 95,7%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa Store Exterior (X. General Interior (X. Store Layout (X. Display (X. , dan Store Atmosphere (X. secara simultan dalam memberikan kontribusi atau pengaruh terhadap variabel Keputusan Pembelian Kembali (Y) sebesar 95,7%. Sedangkan sisanya sebesar 100% - 95,7% = 4,3% merupakan pengaruh dari variabel lain yang tidak diteliti Pada uji analisis regresi linear berganda menunjukan bahwa Konstanta () menunjukkan bahwa variabel Store Exterior (X. General Interior (X. Store Layout (X. Display (X. , dan Store Atmosphere (X. dianggap konstan. Besarnya koefisien 2 menunjukkan bahwa dengan meningkatnya General Interior (X. sebesar satu satuan, maka hal tersebut akan meningkatkan Keputusan Pembelian Kembali (Y),Besarnya koefisien 3 menunjukkan bahwa dengan meningkatnya Store Layout (X. sebesar satu satuan, maka hal tersebut akan meningkatkan Keputusan Pembelian Kembali (Y),Besarnya koefisien 4 menunjukkan bahwa dengan meningkatnya Display (X. sebesar satu satuan, maka hal tersebut akan meningkatkan Keputusan Pembelian Kembali (Y). ,Besarnya koefisien 5 adalah menunjukkan bahwa dengan meningkatnya Store Atmosphere (X. sebesar satu satuan, maka hal tersebut akan meningkatkan Keputusan Pembelian Kembali (Y) berdasarkan hasil oveservasi di lapangan bahwa Store Exterior (X. yaitu contohnya papan nama yang mudah di kenali,pintu utama yang udah untuk keluar dan masuk,desain yang menarik,fasilitas parker yang memadai,keamanan kendaraan yang terjamin. General Interior (X. yaitu contohnya pencahayaan yang terang,warna dinding yang cerah,music yang membuat nyaman,aroma yang menenangkan dan suhu yang sejuk. Store Layout (X. yaitu contohnya fasilitas yang lengkap dan bersih,penataan barang yang rapih,pengaturan meja & kursi yang cukup untuk berlalu lalang. Display (X. yaitu contohnya tanda petunjuk dan label harga yang jelas, dan Store Atmosphere (X. yang bagus sehingga dari penjabaran yang sudah dijelaskan didapat hasil 97,7% yang artinya tamu setuju bahwa store atmosphere dari Kayu Kayu Restaurant Alam Sutera berpengaruh terhadap keputusan pembelian DAFTAR PUSTAKA