JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 PENGARUH ANALISA RGEC TERHADAP KINERJA KEUANGAN. KESEHATAN BANK DAN AUDIT KEPATUHAN PENGGAJIAN PT BANK BRI Oleh: Siti Anggraeni. Ina Rayana. Sarah Rahmalia Rahayu dan Annisa Julia Kirani Mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Langlang Buana Email :94rayanaina@gmail. Abstrak Informasi dalam laporan keuangan akuntansi di perbankan tidak berkualitas, maka informasi akuntansi menjadi tidak berguna (Kieso et al,2007:. Sejalan dengan pernyataan Kiesoet al. Baltzan menjelaskan bahwa apabila informasi tidak berkualitas, maka akan berdampak pada pengambilan keputusan yang salah (Baltzan, 2012: . Perbankan merupakan tulang punggung dalam membangun sistem perekonomian dan keuangan Indonesia. Berbagai permasalahan ekonomi yang dihadapi sangat mempengaruhi dunia bisnis dan usaha dimana perusahaan-perusahaan saling bersaing memiliki kinerja yang baik terutama perbankan. Untuk menilai kinerja keuangan dari suatu bank dapat dinilai dari beberapa indikator salah satu penilaiannya dari RCEG. Laporan keuangan adalah salah satu media informasi yang dapat memberikan gambaran mengenai kesehatan Bank. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan PT Bank Rakyat Indonesia/BRI (Perser. Tbk pada tahun 2009-2012. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, dengan alat analisis yaitu rasio (CAR. Good Corporate Government. Risk. NPM. ROA. BOPO. LDR). Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa laporan keuangan bank yang dipublikasikan dari tahun 2009-2012 bersumber dari Website Perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja keuangan pada BRI untuk Rasio CAR. Good Corporate Government. Risk. NPM. ROA. BOPO. LDR dikategorikan dalam kelompok sehat. Manajemen sebaiknya memperhatikan dalam memberikan pinjaman kepada nasabah, melalui pinjaman kepada pegawai di instansi pemerintah, mengingat ada beberapa instansi yang melakukan kerja sama dengan BRI dalam hal pemberian pinjaman, tujuannya untuk meningkatkan penggunaan kredit. Pada aktivitas penggajian di PT. Bank Rakyat Indonesia (PERSERO) Tbk. dilakukan dengan baik, didalam siklus penggajian terdapat perangkapan fungsi membuat daftar gaji dengan fungi pembayaran gaji karwayan. Disamping itu fungsi membuat daftar gaji karyawan juga melakukan fungsi pembuat bukti kas keluar untuk pembayaran gaji karyawan. Keadaan ini akan membwa akibat atau pengaruh terhadap terjaminnya keamanan kekayaan yang dimiliki oleh bank tersebut, serta keandalan dan ketelitian data akukntanis yang dihasilkan. Kata kunci: Kinerja keuangan. Kesehatan bank. Audit kepatuhan penggajian JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 PENDAHULUAN Perbankan adalah lembaga keungan yang berperan sangat vital dalam aktivitas perdagangan internasional serta pembangunan nasional. Pada dunia ekonomi modern saat ini, masyarakat sangat bank minded. Ini dapat dilihat dari makin maraknya minat masyarakat untuk menyimpan, berbisnis, bahkan sampai berinvestasi melalui perbankan. Hal ini menyebabkan semakin maraknya dunia perbankan yang dapat dilihat dari tumbuhnya bank-bank swasta baru walaupun pemerintah semakin memperketat regulasi pada dunia perbankan. Berbagai permasalahan ekonomi yang dihadapi sangat mempengaruhi dunia bisnis dan usaha di mana perusahan-perusahan saling bersaing memiliki kinerja yang baik terutama perbankan. Untuk menilai kinerja keuangan dari suatu bank dapat dinilai dari beberapa indikator, salah satunya adalah laporan keuangan bank yang bersangkutan. Laporan keuangan merupakan salah satu media informasi yang dapat memberikan gambaran mengenai kesehatan perbankan. Saat ini istilah bank sehat atau tidak sehat semakin populer. Kesehatan suatu bank adalah kemampuan suatu bank untuk melakukan kegiatan operasional perbankan secara normal dan mampu memenuhi semua kewajibannya dengan baik dengan cara-cara yang sesuai dengan peraturan perbankan yang berlaku. Berdasarkan laporan keuangan yang ada dapat dianalisis dengan menggunakan metode RGEC yaitu Capital (Permodala. Asset (Aktiv. Management (Manajeme. Earning (Rentabilita. Liquidity (Likuidita. Hasil pengukuran berdasarkan rasio tersebut diterapkan untuk menentukan tingkat kesehatan bank, yang dikategorikan sebagai berikut: sehat, cukup sehat, kurang sehat, dan tidak sehat (Jumingan 2008:. PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk juga atau biasa disebut BRI melakukan berbagai cara untuk selalu menjaga dan meningkatkan kinerja keuangannya, agar kekurangan yang ada segera diatasi serta menentukan arah untuk kemajuan bank. Sesuai dengan Visi dari PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk yaitu AuMenjadi Bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan nasabahAy Identifikasi Masalah Bagaimana analisis kinerja keuangan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (PERSERO) Tbk dengan menggunakan RGEC pada tahun 2010-2014? Bagaimana audit kepatuhan penggajian pada PT. Bank Rakyat Indonesia (PERSERO) Tbk? KAJIAN PUSTAKA Laporan Keuangan Munawir . bahwa yang dimaksud dengan laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahan tersebut. Tujuan Laporan Keuangan Laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi keuangan suatu perusahaan, baik pada saat tertentu maupun pada periode tertentu. Ada beberapa tujuan dan manfaat bagi berbagai pihak dengan adanya analisis laporan keuangan. Menurut Kasmir . tujuan dan manfaat analisis laporan keuangan adalah: Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva . yang dimiliki saat ini. Memberikan jenis dan jumlah kewajiban dan modal yang memiliki perusahaan saat ini. Memberikan informasi tentang dan jenis jumlah pendapatan diperoleh pada suatu JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 periode tertentu. Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu. Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi terhadap aktiva, pasiva, dan modal perusahaan. Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu Memberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan keuangan. Informasi keuangan lainnya. Pihak-pihak Yang Membutuhkan Laporan Keuangan Pihak-pihak yang membutuhkan laporan keuangan menurut Munawir . Pemilik Perusahaan Manager atau Pimpinan Perusahaan Pasar Investor Para Kreditur dan Bankers Pemerintah Bank Kasmir . bank secara sederhana dapat diartikan sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa Bank lainnya. Dari uraian di atas dapat dijelaskan bahwa bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya usaha perbankan selalu berkaitan dengan masalah bidang keuangan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan utama, yaitu: Menghimpun dana. Menyalurkan dana. Memberikan jasa bank lainnya Kinerja Keuangan Fahmi . dalam bukunya Analisis Kinerja Keuangan. Kinerja Keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan Tahap-tahap Dalam Menganalisis Kinerja Keuangan Fahmi . ada 5 tahap dalam menganalisis kinerja keuangan yaitu: Melakukan review terhadap data laporan keuangan. Melalukan Perhitungan. Melakukan perbandingan terhadap hasil hitungan yang telah diperoleh dengan hasil hitungan dari berbagai perusahan lainnya. Melakukan penafsiran terhadap berbagai permasalahan yang ditemukan. Mencari dan memberikan pemecahan masalah terhadap berbagai permasalahan yang Kesehatan Bank Kasmir . tingkat kesehatan bank dapat diartikan sebagai kemampuan suatu bank untuk melakukan kegiatan operasional perbankan secara normal dan mampu memenuhi semua kewajibannya dengan baik dengan cara-cara yang sesuai dengan peraturan perbankan yang berlaku. Untuk menilai tingkat kesehatan bank maka bank-bank di Indonesia menggunakan analisis yang dikenal dengan analisis RGEC (Capital. Assets Quality. Management. Earning dan Liquidit. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Penilaian Kesehatan Bank Dengan Metode RGEC Unsur-unsur penilaian analisis RGEC menurut Kasmir 2012:11, yaitu: Capital . Penilaian didasarkan kepada permodalan yang dimiliki oleh salah satu bank. Salah satu penilaian adalah dengan metode CAR . apital adequacy rati. , yaitu dengan cara membandingkan modal terhadap aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR). Asset . ualitas aktiv. Penilaian didasarkan kepada kualitas aktiva yang dimiliki bank. Rasio yang diukur ada dua macam, yaitu: Rasio aktiva produktif yang diklasifikasikan terhadap aktiva produktif. Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat kemungkinan diterimanya kembali dana yang Rasio Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) yang digunakan untuk menunjukkan kemampuan bank dalam menjaga kolektabilitas atau pinjaman yang disalurkan semakin baik. Management . Penilaian didasarkan pada manajemen permodalan, manajemen aktiva, manajemen rentabilitas, manajemen likuiditas, dan manajemen umum. Earning . Penilaian dalam unsur ini didasarkan kepada dua macam, yaitu: Rasio laba terhadap total asset (Return on Asset. Rasio ini digunakan untuk mengukur efektifitas bank didalam memperoleh keuntungan secara keseluruhan. Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO). BOPO merupakanperbandingan antara beban operasional terhadap pendapatan Liqudity . Yaitu untuk menilai likuiditas bank. Penilaian likuiditas didasarkan kepada dua macam rasio, yaitu: Rasio jumlah kewajiban bersih call money terhadap aktivitas lancar. Rasio antara kredit terhadap dana yang diterima oleh bank. Definisi dan pengukuran variabel Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan rasio RGEC seperti yang sudah dijelaskan di atas, yang terdiri atas: Capital . , rasio yang digunakan adalah CAR . apital adequecy rati. , yaitu perbandingan jumlah modal dengan jumlah Aktiva Tertimbang Menurut Ratio (ATMR). Asset (Kualitas Aktiv. , rasio yang digunakan adalah KAP (Kualitas aktiva produkti. dan PPAP (Penyisihan penghapusan akyiva produkti. Management (Manajeme. , rasio yang digunakan adalah NPM (Net profit margi. Earning . , rasio yang digunakan adalah Roa . eturn on asse. dan BOPO (Beban operasional terhadap pendapatan operasiona. Liquidity . , perhitungan likuiditas menggunakan rasio LDR, yaitu Rasio Kredit yang diberikan terhadap dana yang diterima (Loan to Deposit Rasi. METODE PENELITIAN Menggunakan data sekunder dan metode deskriptif. Sekaran & Bougie . 3 :. menyatakan bahwa objek penelitian termasuk orang-orang, unit analisis, perusahaan, negara dan lain sebagainya. Menurut Cooper & Schindler . 4: . object is the concepts of ordinary Objek penelitian adalah variable atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Suharsimi Arikunto, 2010:. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil perhitungan nilai rasio CAR (Capital Edequecy Rati. Bank Rakyat Indonesia pada tahun 2010, 2011, 2013 dan 2014 sebesar 13,76%, 14,96% dan 16,95%, 16,99%, 18,31%> 8% dikategorikan dalam kelompok SEHAT. Rasio Kualitas aktiva produktif (KAP) Bank Rakyat Indonesia Pada tahun 2010, 2011, 2013 dan 2014 sebesar 3,85%, 3,65%, 3,72%, 3,60% dan 23,62 < 10,35% dikategorikan dalam kelompok SEHAT. Adapun penyisihan penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) Bank Rakyat Indonesia pada tahun 2010, 2011, 2013 dan 2014, sebesar 169,06%, 171,70%, 149,79% dan 165,22% > 81% dikategorikan dalam kelompok SEHAT. Rasio CAR (Capital Edequecy Rati. Bank Rakyat Indonesia pada tahun 2010-2014 setiap tahunnya mengalami kenaikan dan berada pada kategori sehat karena rasio yang dimiliki lebih besar dari 8% sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh BI yang artinya tingkat kecukupan modal bank lebih baik. Penilaian Rasio Kualitas aktiva produktif (KAP) Bank Rakyat Indonesia pada tahun 2010-2014 berada pada predikat sehat, meskipun setiap tahunnya berfluktuasi tetapi masih dibawah standar yang telah ditetapkan oleh BI yaitu <10,35% artinya semakin kecil rasio KAP maka aktiva bermasalah pada bank relatif kecil. Adapun penyisihan penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) Bank Rakyat Indonesia pada tahun 2010-2014 berada pada predikat sehat, karena lebih besar dari kriteria yang telah ditetapkan BI yaitu 81,0% menunjukkan kemampuan bank dalam menjaga pinjaman yang disalurkan semakin baik. Rasio Net Profit Margin (NPM) Bank Rakyat Indonesia pada tahun 2010-2014 setiap tahunnya berfluktuasi, tetapi masih digolongkan pada predikat sehat karena hasil setiap tahunnya >100% sesuai dengan standar BI menunjukkan kemampuan manajemen dalam mengelola alokasi dana secara efisien. Penilaian rasio return on asset (ROA) Bank Rakyat Indonesia pada tahun 2010-2014 berada pada predikat sehat karena setiap tahunnya mengalami kenaikan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan BI yaitu >1,22. Semakin besar ROA suatu bank, maka semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai bank. Begitu juga dengan rasio laba terhadap pendapatan operasional (BOPO) digolongkan pada kategori sehat karena setiap tahunnya mengalami penurunan sesuai dengan ketetapan dari BI yaitu <93,52, semakin kecil rasio BOPO maka semakin efisien suatu bank dalam melakukan kegiatan operasionalnya. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Rakyat Indonesia setiap tahunnya berfluktuasi, tetapi tetap berada pada predikat sehat karena tidak melewati kriteria dari BI yaitu <94,755. Hal ini menunjukkan tingkat kemampuan bank dalam membayar kembali penarikan dana yang dilakukan oleh deposan. Analisis Resiko Perbandingan Return on Asset . alam %) Tahun PT BRI PT BCA PT. BNI 4,64 2,49 4,93 2,94 5,15 2,92 5,03 3,36 4,74 3,49 JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Perbandingan Return on Equity . alam %) Tahun PT. BRI PT. BCA PT. BNI 43,83 24,70 42,49 20,06 38,66 19,99 34,11 22,47 31,22 23,64 Menurut teori, return yang besar akan mengakibatkan resiko yang tinggi. Dilihat dari grafik perbandingan diatas, perusahaan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Memiliki return yang lebih besar dibanding dengan perusahaan PT. Bank Central Asia dan PT. Bank Negara Indonesia, maka resiko perusahaan pun berkemungkinan tinggi. Upaya Bank BRI meningkatkan daya saing melalui perbaikan kualitas jaringan dan peningkatan kompetensi SDM tersebut menghasilkan perbaikan efisiensi operasional dan meningkatnya produktifitas yang semakin memperkuat fondasi bagi terciptanya kinerja terbaik Berikut adalah fungsi kepatuhan pada PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk pada tahun 2014 Upaya Peningkatan Kualitas Fungsi Kepatuhan Bank Untuk meningkatkan fungsi Kepatuhan Bank BRI kedepan dan mensosialisasikan budaya Kepatuhan di seluruh level organisasi bank BRI. Perseroan akan melakukan penyempurnaan dan melengkapi sistem dan kebijakan terkait fungsi Kepatuhan, serta secara intensif melaksanakan sosialisasi pentingnya budaya Kepatuhan. Keikutsertaan dalam Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan (FKDKP) Bank BRI dalam FKDP dapat digunakan untuk menjalin komunikasi dengan fungsi Kepatuhan Bank lain melalui beberapa kegiatan antara lain seminar, workshop, dan pelatihan maupun kegiatan lainnya yang dapat mendorong penguatan fungsi Kepatuhan di Bank BRI. Manajemen Resiko Proses manajemen risiko diterapkan secara konsisten dalam setiap proses aktivitas bisnis maupun operasional perbankan sehari-hari. Pengelolaan risiko yang konsisten merupakan faktor penting, yang akan mempengaruhi keberhasilan BRI dalam mencapai target kinerja secara optimal sesuai yang telah ditetapkan, yaitu menjadi bank yang sehat dan bertumbuh secara berkesinambungan. Pengelolaan risiko dilakukan secara terpadu . nterprise-wide risk managemen. yang meliputi pengelolaan terhadap risiko kredit, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko pasar, risiko strategik, risiko kepatuhan, risiko reputasi, dan risiko hukum sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia. Sesuai peraturan BI. BRI menerapkan konsep Three lines of defense. First line of defense adalah unit kerja bisnis/operasional dengan aktivitas transaksi sesuai kebijakan, limit, dan pedoman operasional (BPO) yang berlaku di bidangnya. Second line of defense adalah unit kerja manajemen risiko yang memantau pemenuhan manajemen risiko BRI sesuaitoleransi risiko dan menetapkan kebijakan, pedoman dan limit risiko unit kerja bisnis/operasional secara independen. Disamping itu. Divisi Manajemen Risiko menjalankan program-program untuk meningkatkan kesadaran UKO sehingga dapat berfungsi sebagai first line of defense, yaitu melalui sosialisasi aplikasi OPRA yang didalamnya terdapat edukasi JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 mengenai proses manajemen risiko dan melaksanakan pembekalan kepada pemimpin unit kerja dalam bidang manajemen risiko. Third line of defense adalah unit internal audit yang berfungsi memastikan pengendalian Internal yang dilakukan first dan second line of defense telah memadaiserta memberikan laporan kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris secara independen. Uraian lengkap Manajemen Risiko dapat dilihat pada Sub Bab AuManajemen RisikoAy pada bab AuTinjauan OperasionalAy KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan uraian dan pembahasan adalah tingkat kesehatan PT Bank Rakyat Indonesia. Tbk pada tahun 2010 sampai dengan 2014 yang diukur menggunakan RGEC (CAR. KAP. PPAP. NPM. ROA. BOPO. LDR). secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa BRI merupakan bank yang sehat bahkan dalam beberapa indikator menunjukkan bahwa BRI mendapatkan predikat bank yang sangat sehat. Pelaksanaan faktorfaktor dalam penilaian kesehatan bank umum tersebut telah dilaksanakan dengan sangat baik sesuai dengan ketetapan dan ketentuan Bank Indonesia, serta berjalan secara efektif dan efisien. Capital Adequacy Ratio (CAR) tahun 2010-2014 memiliki modal yang cukup untuk menutup segala risiko yang mungkin timbul dari penanaman dana dalam aktiva-aktiva produktif yang mengandung risiko serta untuk membiayai penanaman dalam aktiva tetap dan inventaris. KAP tahun 2010-2014 memiliki kualitas aset yang baik sehubungan dengan risiko kredit yang dihadapi bank akibat pemberian kredit dan aktiva produktif yang diklasifikasikan. PPAP memiliki upaya untuk memperkecil kredit bermasalah . redit mace. NPM (Net profit margi. setiap tahunnya semakin baik karena bank sudah melakukan dengan benar dalam mengelolah sumber dayanya, menunjukkan kemampuan bank dalam menghasilkan laba bersih sebelum pajak (Net Incom. ditinjau dari sudut pendapatan operasinya. Rasio return on Asset (ROA) selama tahun 2010-2014 semakin baik karena semakin besar rasio ROA yang menunjukkan tingkat keuntungan yang dicapai semakin besar pula. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) setiap tahunnya baik, karena nilai LDR yang semakin kecil menunjukkan bahwa pertumbuhan dana pihak ketiga yang diterima lebih besar dibandingkan pertumbuhan kredit yang diberikan. SARAN Berdasarkan analisis rasio-rasio pengukuran yang telah dilakukan kepada BRI pada tahun 2010-2014, terdapat rasio yang mengalami kenaikan dan penurunan pada tahun tertentu. Hal ini perlu dilakukan pengawasan yang lebih ketat agar pada rasio-rasio tersebut terus mengalami peningkatan dan memiliki konsistensi untuk tahun-tahun berikutnya. Ucapan terimakasih kepada: Dr. Hidayat Effendi. Ak. MM. CA. AP selaku Wakil Dekan 1 Fakultas Ekonomi. Nur Zeina Maya Sari selaku Dosen Sistem Informasi Akuntansi dan audit Prodi Akuntansi Universitas Langlang Buana dan selaku Sekertaris Jurusan Akuntansi Universitas Langlang Buana DAFTAR PUSTAKA