Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 Received: Oktober 2025. Accepted: November 2025. Published: Desember 2025 DOI: 10. 36350/jskom. Penerapan Metode (Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solutio. TOPSIS Untuk Rekomendasi Prioritas Pelaksanaan Anggaran Pembiayaan Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Aan Hanapi1*. Irmayansyah2 Program Studi Sistem Informasi. Fakultas Informatika dan Komputer. Universitas Binaniaga Indonesia email: aanhanapi. ah@gmail. *Corresponding Author ABSTRACT The budget is an annual financial plan prepared and managed by the vocational high school (SMK), which includes estimates of income and expenditures for the school to carry out operational activities and school development over a budget period. The TOPSIS method (Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solutio. is used as an approach in this research to recommend priority funding for vocational schools based on several relevant criteria. This research involves systematic analysis steps, including the identification of selection criteria, data collection, criteria weight assessment, and ranking of budget activities. The research data was obtained from SMK 1 Dasa Semesta Bogor using data on budget usage In this study, the Spearman rank test yielded a result of 0. 6854, which falls into the "Strong" category. The results of this research can provide more effective guidance for the principal as the commitment-making official to offer priority recommendations for the implementation of vocational school funding for the upcoming year, optimizing the process. Additionally, developing a prototype application modeling the TOPSIS method can provide objective and measurable solutions in the prioritization process. It is hoped that the results of this research can lead to recommendations for the implementation of vocational school funding that are more accurate, effective, and aligned with the established criteria, compared to conventional methods without decision support systems. Keywords: budget, priority, financing, decision support system. TOPSIS method ABSTRAK Anggaran adalah rencana keuangan tahunan yang disusun dan dikelola oleh pihak SMKS, yang mencakup perkiraan pendapatan dan belanja sekolah untuk menjalankan kegiatan operasional dan pengembangan sekolah selama satu periode anggaran Metode TOPSIS (Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solutio. digunakan sebagai pendekatan dalam penelitian ini untuk rekomendasi prioritas anggaran pembiayaan sekolah menengah kejuruan berdasarkan sejumlah kriteria yang relevan. Penelitian ini melibatkan langkah-langkah analisis sistematis, termasuk identifikasi kriteria pemilihan kriteria, pengumpulan data, penilaian bobot kriteria, dan peringkat kegiatan anggaran. untuk data penelitian ini diperoleh dari SMKS 1 Dasa Semesta Bogor menggunakan data komponen penggunaan anggaran pada penelitian ini. Uji hasil dengan menggunakan spearman rank sebesar 0,6854 yang termasuk dalam kategori AuKuatAy. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan panduan yang lebih efektif bagi Kepala Sekolah sebagai penjabat pembuat komitmen memberikan rekomendasi prioritas pada pelaksanaan anggaran pembiayaan sekolah menengah kejuruan untuk tahun yang akan datang yang optimal serta mengembangkan prototype aplikasi pemodelan metode TOPSIS dapat memberikan solusi yang objektif dan terukur dalam proses penentuan prioritas. Diharapkan bahwa hasil penelitian ini dapat memberikan keputusan akan menghasilkan rekomendasi prioritas pelaksanaan anggaran pembiayaan SMKS yang lebih tepat, efektif, dan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, dibandingkan dengan metode konvensional tanpa sistem pendukung keputusan. Kata Kunci: anggaran, prioritas, pembiayaan, sistem pendukung keputusan, metode TOPSIS PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Anggaran Sekolah Menengah Kejuruan mempunyai ciri khas dengan sekolah menengah lainya di antaranya kegiatan praktik kerja lapangan, pelaksanaan sertifikasi kompetensi keahlian, penyelarasan satuan pendidikan Vokasi dengan dunia kerja/industri/usaha, dan keterserapan lulusan pada industri dunia kerja serta kesesuaian antara kompetensi keahlian dengan pekerjaan didunia kerja. Anggaran sekolah yang disusun secara tepat akan menghasilkan sebuah manajemen yang efektif dalam pelaksanaan anggaran pembiayaan sekolah menengah Kejuruan Swasta (SMKS), keterbatasan sumber dana yang bersumber dari partisipasi orang tua menjadikan sekolah menengah kejuruan swasta memprioritas pelaksanaan anggaran pembiayaan untuk terlaksananya kegiatan program sekolah. Selain itu Sekolah menengah kejuruan swasta mendapatkan dukungan dari pemerintah yang bersumber dari Dana Bantuan Operasional Sekolah. Bantuan Sekolah Pencetak Wirausaha, bantuan Sertifikasi Siswa untuk kelas akhir, yang membutuhkan sebuah dokumen Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS) yang disandingkan dengan pembiayaan dari orang tua. Dalam mengalokasikan anggaran pembiayaan, pihak SMKS perlu melakukan prioritasi berdasarkan kebutuhan dan kepentingan sekolah. Proses pengambilan keputusan untuk menentukan prioritas pelaksanaan anggaran pembiayaan di SMKS masih belum Seringkai keputusan diambil berdasarkan pertimbangan pengalaman pihak manajemen sekolah, tanpa mempertimbangkan berbagai kriteria yang lebih komprehensif, bbelum ada metode atau kriteria yang terstruktur dan objektif untuk menentukan prioritas alokasi anggaran. Akibatnya, sering kali terjadi ketidaksesuaian antara alokasi anggaran dengan kebutuhan yang paling prioritas di sekolah. Hal ini dapat menyebabkan alokasi anggaran tidak sesuai dengan kebutuhan yang paling prioritas, sehingga berdampak pada kualitas layanan pendidikan yang diberikan oleh SMKS. Misalnya, anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk pengembangan mutu profesi guru dan tenaga kependidikan justru digunakan untuk membiayai kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana yang kurang prioritas. Akibatnya, kondisi kualitas belajar mengajar kurang relevan dengan tuntutan masa kini, yang pada akhirnya mutu lulusan kurang terampil. Selain berdampak pada kegiatan proses belajar mengajar berdampak kepada rapor pendidikan Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 dan satuan pendidikan . husus Dasme. Penentuan prioritas pernah dilakukan oleh Amelia putri dan Muhammad Nur Ikhsanto dalam penelitianya penerapan metode topsis untuk penentuan prioritas perencanaan program sekolah (Saputri & Ikhsanto, 2. bahwa metode tersebut dapat digunakan untuk menetapkan prioritas perencanaan program sekolah berdasarkan kriteria penilaian yang ada pada penelitian ini didapatkan hasil penentuan prioritas perencanaan program sekolah terbaik. Penelitian lainya dilakukan oleh (Azahari. Pahrudin, & Yunita, 2. dalam penelitian Penerapan Metode Topsis Pada Sistem Pendukung Keputusan Kelayakan Penerima Dana Bantuan Operasional Sekolah bahwa sistem pendukung keputusan dapat dipergunakan untuk menyelesaikan permasalahan pada proses penyeleksian siswa/I penerima dana bantuan operasional sekolah (BOS). Penelitian lainya yang juga dilakukan oleh (Efendy. Rahimullaily, & Nur`aini, 2. pada Sistem Pendukung Keputusan menggunakan Metode TOPSIS Berbasis Aplikasi (Studi kasus Keluarga Miskin di Kelurahan Mata Air Kecamatan Padang Selata. bahwa sistem pendukung keputusan ini membantu pendamping PKH mengoptimalkan bantuan dari Pemerintah tepat sasaran pada keluarga miskin. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Fahriandy & Bahar, 2. pada Penerapan Algoritma TOPSIS Dalam Penentuan Prioritas Calon Agen Perubahan Pada Kantor Pengadilan bahwa Jika dibandingkan dengan model penentuan skala prioritas berbasis kriteria tidak terbobot, penentuan skala prioritas berbasis kriteria terbobot dengan menggunakan algoritma TOPSIS terbukti dapat meningkatkan akurasi dalam proses penentuan prioritas pemilihan agen perubahan pada instansi Pengadilan Negeri. Konsep ini juga sejalan dengan . apat mendukun. kebijakan manajemen organisasi, yaitu Manual Mutu yang mengatur penggunaan sistem kriteria terbobot dalam menilai prioritas penentuan Agen Perubahan. Pada penelitian ini, fokus pada petingnya penentuan prioritas dalam pelaksanaan anggaran pembiayaan SMKS, yang sebelumnya kurang di perhatian dalam penelitian-penelitian yang ada. Kriteria yang digunakan berbeda dengan penelitian sebelumnya, kriteria ini disesuaikan dengan mencerminkan kebutuhan spesifik SMKS dan memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang faktor Ae faktor yang mempengaruhi keputusan pelaksanaan anggaran pembiayaan SMKS. Pengujian metodologi yang lebih komprehensif, termasuk Black Blox testing oleh tenaga ahli dan System Usability Scale (SUS) untuk menguji produk prototype, pendekatan ini memastikan bahwa hasil yang diperoleh tidak hanya valid sesuai teoritis, tetapi juga praktis dan dapat di terima oleh pengguna. Untuk mengukur hasil yang didapatkan menggunakan analisis korelasi spearman, penelitian ini memberikan cara baru mengevaluasi efektivitas dan relevansi dari rekomendasi yang dihasilkan metode TOPSIS dalam konteks anggaran pendidikan. METODE Tahapan Penelitian Tahapan Penelitian Gambar 1. Alur Penelitian dan pengembangan Metode penelitian dan pengembangan (R&D) merupakan pendekatan yang sistematis untuk menciptakan dan menguji produk atau solusi baru, dan dalam konteks ini, terdapat sepuluh langkah yang harus ditempuh untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan R&D. Langkah pertama adalah menggunakan metode deskriptif untuk memahami konteks dan kebutuhan yang ada, diikuti dengan pengumpulan informasi dan penelitian yang mendalam untuk mendapatkan data yang relevan. Setelah itu, perencanaan yang matang dilakukan untuk merumuskan tujuan dan strategi pengembangan produk. Selanjutnya, metode evaluatif diterapkan dengan mengembangkan bentuk awal produk yang akan diuji. Langkah berikutnya adalah melakukan pengujian lapangan awal untuk mendapatkan umpan balik dari pengguna, yang kemudian digunakan untuk melakukan revisi pada produk utama. Setelah revisi, pengujian lapangan utama dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas produk dalam konteks yang lebih luas. Setelah mendapatkan hasil dari pengujian tersebut, revisi produk operasional dilakukan untuk memastikan bahwa semua masukan telah Kemudian, pengujian lapangan operasional dilakukan untuk menguji produk dalam kondisi nyata. Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 Metode Penelitian Pada penelitian ini mengusulkan metode Technique for Order Preference by Similarity ideal Solution (TOPSIS) pada sistem pendukung keputusan rekomendasi Gambar 2 Alur Prosedur Metode Topsis Pada Gambar 2, menjelaskan untuk setiap langkah dalam flowchart metode TOPSIS : Menentukan permasalahan yang akan diambil, analisa data permasalahan dan melakukan literatur dari beberapa sumber penelitian. Menentukan alternatif apa saja yang akan ditetapkan, tentunya alterlatif yang sesuai dengan Menentukan kriteria untuk alternatif yang telah ditetapkan, karena dari beberapa altenatif kriteria yang ditentukan akan berbeda, maka dari itu tentukan kriteria supaya nantinya memiliki acuan yang sama. Membuat matriks keputusan dimana matriks keputusan ini merupakan nilai setiap kriteria yang dimiliki oleh alternatif. Mencari nilai bobot pembagi untuk menentukan matriks ternormalisasi. Membuat matrik normalisasi terbobot, pada langkah ini yang dilakukan yaitu mengalikan setiap matriks ternormalisasi dengan bobot kepentingan. Menentukan solusi ideal positif dan solusi ideal negatif, dimana dapat ditentukan berdasarkan rating atau bobot ternormalisasi. Menentukan jarak antara alternatif, dimana jika jarak antara alternatif dengan solusi ideal positif dilihat dari jarak alternatif ke-1 dari solusi ideal positif. Menentukan nilai preferensi untuk setiap alternatif, dimana nilai preferensi untuk setiap alternatif yang lebih besar mengindikasi bahwa alternatif tersebut lebih dipilih. Tahap perenkingan yaitu dilakukan dengan mengurutkan dari nilai preferensi alternatif terbesar ke nilai terkecil, dimana alternatif dengan nilai preferensi alternatif terbesar merupakan solusi terbaik. Uji Produk Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 instrumen yakni instrumen pengujian untuk ahli dan instrumen pengujian untuk pengguna. Instrumen untuk ahli sistem berupa kuisioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan untuk pengujian kotak hitam (Black box Testin. Pengujian kotak hitam (Black box Testin. dimaksudkan untuk mencoba semua fungsi dengan memakai perangkat lunak apakah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan dengan metode penilaian skala gutman, sementara untuk pengujian untuk pengguna adalah model SUS, merupakan salah satu metode pengukuran kegunaan . yang dapat diandalkan dan valid untuk mengevaluasi berbagai jenis produk atau sistem, termasuk perangkat lunak sedangkan untuk kelayakan menggunakan skala likert. Uji Hasil Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji akurasi metode topsis adalah uji korelasi untuk memeriksa hubungan antara hasil topsis dan kriteria-kriteria evaluasi. Korelasi Spearman, juga dikenal sebagai korelasi Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 rank Spearman, adalah ukuran statistik non-parametrik yang mengukur kekuatan dan arah hubungan monoton antara dua variabel peringkat. ycy= Koefisien korelasi spearman Oc II2= Total kuadrat selisih antar peringkat ycu= Jumlah Sampel penelitian Tabel 1. Kekuatan Korelasi Nilai 00 - 0. 20 - 0. 40 - 0. 60 - 0. 80 - 1. Ket Sangat lemah Lemah Sedang Kuat Sangat kuat HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Teknik TOPSIS digunakan untuk memprioritaskan pelaksanaan anggaran pembiayaan Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) dalam penilaiannya berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Tahapan analisis prioritas pelaksanaan anggaran pembiayaan Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) menggunakan langkah-langkah sebagai berikut : Membuat Alternatif dan kriteria Tabel 2. Data Alternatif komponen pembiayaan No. Kode A10 A11 A12 Komponen Pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Pembayaran honor Pengembangan perpustakaan Administrasi kegiatan sekolah Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Langganan daya dan jasa Penyediaan alat multi media pembelajaran Penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB Penerimaan Peserta Didik baru Penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama Pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Data kriteria sebagai landasan evaluasi alternatif. Adapun nilai bobot telah ditentukan pada komponen pembiayaan yaitu memiliki rentang nilai 1 Ae 5 Tabel 3. Kritera atribut dan bobot Kode Nama Kriteria Kesesuaian dengan visi misi sekolah Bersifat mendesak/segera Efektifitas biaya Kepatuhan terhadap regulasi, pemenuhan standar nasional pendidikan Keberlanjutan program Kapasitas pelaksanaan Relevansi dengan dunia industri Inovasi pendidikan Akuntabilitas Atribut Benefit Benefit Benefit Bobot Benefit Benefit Benefit Benefit Benefit Benefit Sehingga bobot yang di peroleh dari keiteria tersebut sebagai berikut : W=. ,4,3,4,4,5,3,. Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 Menyusun matrik keputusan Tabel 4. Matrik Keputusan Alternatif A10 A11 A12 Membuat Matrik keputusan . Pada data hasil konversi dari kriteria dilakukan perhitungan kedalam matrik keputusan selanjutnya untuk mendapatkan nilai matrik ternormalisasi pada setiap kriteria. Kemudian mencari nilai ycuycu dengan rumus sebagai berikut : yco ycuycu = oc ycn=1 ycuycnyc2 Berikut cara pehitungan: ycu1 = Oo. 2 = 16,0935 ycu2 = Oo. 2 = 11,7473 ycu3 = Oo. 2 = 8,8318 ycu4 = Oo. 2 = 11,5326 ycu5 = Oo. 2 = 10,5357 ycu6 = Oo. 2 = 10,1980 ycu7 = Oo. 2 = 14,0000 ycu8 = Oo. 2 = 8,4853 ycu9 = Oo. 2 = 8,0000 Jika sudah didapatkan nilai tersebut selanjutnya menentukan matrik yang ternormalisasi . menggunakan persamaan dengan rumus sebagai berikut: Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 ycycnycN = elemen matriks keputusan yang ternormalisasi ycuycnyc = elemen matriks keputusan ycn= 1,2,. , m. j = 1,2,. Karena setiap nilai diberikan pada setiap alternatif di setiap kriteria merupakan nilai kecocokan nilai terbesar adalah yang prioritas dan diasumsikan bahwa sebagai kriteria yang memberikan manfaat, kepala sekolah sebagai pemangku kebijakan memberikan bobot preferensi sebagai berikut: W = . , 4, 3, 4, 4, 4, 5, 3, 3 ) dari persamaan matrik diatas didapatkan hasil matrik R sebagai berikut : 0,3107 0,3107 0,3405 0,3405 0,3397 0,3397 0,1734 0,2601 0,2847 0,2847 0,2942 0,1961 0,3571 0,3571 0,3536 0,2357 0,3750 0,3750 0,3107 0,1864 0,3107 0,3107 0,1864 0,3107 0,3107 0,3107 0,2485 0,3107 0,2554 0,2554 0,2554 0,2554 0,3405 0,3405 0,2554 0,1703 0,3405 0,2554 0,2265 0,3397 0,2265 0,3397 0,3397 0,2265 0,3397 0,2265 0,2265 0,2265 0,3468 0,2601 0,3468 0,3468 0,1734 0,3468 0,3468 0,2601 0,2601 0,2601 0,2847 0,1898 0,3797 0,3797 0,1898 0,2847 0,2847 0,3797 0,2847 0,0949 0,3922 0,3922 0,1961 0,1961 0,3922 0,2942 0,1961 0,1961 0,2942 0,2942 0,2857 0,0714 0,3571 0,2857 0,1429 0,2857 0,3571 0,3571 0,2143 0,2143 0,3536 0,3536 0,2357 0,2357 0,1179 0,3536 0,2357 0,1179 0,3536 0,3536 0,1280 0,3750 0,1250 0,2500 0,3750 0,2500 0,2500 0,3750 0,1250 0,1250 Menentukan matrik keputusan yang ternormaliasi terbobot Matrik Y, dihitung berdasarkan persamaan, berikut adalah rumusnya: ycycnyc = ycycycycnyc Dari persamaan diatas maka didapatkan matrik Y sebagai berikut : 1,5534 1,5534 1,3620 1,3620 1,0190 1,0190 0,6937 1,0405 1,1390 1,1390 1,1767 0,7845 1,7857 1,7857 1,0607 0,7071 1,1250 1,1250 1,5534 0,9321 1,5534 1,5534 0,9321 1,5534 1,5534 1,5534 1,2427 1,5534 1,0215 1,0215 1,0215 1,0215 1,3620 1,3620 1,0215 0,6810 1,3620 1,0215 0,6794 1,0190 0,6794 1,0190 1,0190 0,6794 1,0190 0,6794 0,6794 0,6794 1,3874 1,0405 1,3874 1,3874 0,6937 1,3874 1,3874 1,0405 1,0405 1,0405 1,1390 0,7593 1,5187 1,5187 0,7593 1,1390 1,1390 1,5187 1,1390 0,3797 1,5689 1,5689 0,7845 0,7845 1,5689 1,1767 0,7845 0,7845 1,1767 1,1767 1,4286 0,3571 1,7857 1,4286 0,7143 1,4286 1,7857 1,7857 1,0714 1,0714 1,0607 1,0607 0,7071 0,7071 0,3536 1,0607 0,7071 0,3536 1,0607 1,0607 0,3841 1,1250 0,3750 0,7500 1,1250 0,7500 0,7500 1,1250 0,3750 0,3750 Menentukan solusi ideal positif (A ) dan solusi ideal negatif (A-) Untuk menentukan nilai yang dianggap ideal secara positif dan nilai ideal negatif, maka memerlukan penggunaan persamaan matriks normalisasi serta matriks keputusan yang sudah diberi bobot, berikut adalah ya = . c , yc . A . , yc ) ycu yc , yc . A . , yc adalah nilai maskimum dari yc ycu ycnycN yaOe = . cOe, ycOe. A . , ycO. cOe, ycOe. A . , ycO. nilai minimum dari yc ycuycnyc dengan hasil : A = . ,5534 1,3620 1,0190 1,3874 1,5187 1,5689 1,7857 1,0607 1,1. AOe = . ,9321 0,6810 0,6794 0,6937 0,3797 0,7845 0,3571 0,3536 0,3. Menghitung jarak setiap alternatif dari solusi ideal positif dan negatif Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 Menghitung perbedaan antara nilai ideal positif dan nilai ideal negatif untuk menilai jarak suatu alternatif. Persamaan yang digunakan untuk menentukan jarak setiap alternatif dari nilai ideal positif dan nilai ideal negatif, berikut adalah rumusnya: ya = jarak alternatif ke-i dari solusi ideal positif ycn yaOe = jarak alternatif ke-i dari solusi ideal negatif yaOe = 2,1907 ya = 0,8827 yaOe = 2,0953 yaOe = 1,9553 yaOe = 1,4743 yaOe = 2,1086 yaOe = 1,9518 ya = 1,0024 ya = 1,0456 ya = 1,7999 ya = 1,2386 ya = 1,0604 ya = 1,7584 yaOe = 1,4243 yaOe = 1,9622 yaOe = 1,9954 ya = 0,8256 ya = 1,0682 ya ya ya = 1,3472 yaOe = 2,0993 = 1,3050 yaOe = 1,5560 = 1,6957 yaOe = 1,3366 Menghitung nilai preferensi untuk setiap alternatif Menghitung nilai preferensi nilai solusi ideal negatif dibagi nilai solusi negatif ditambah nilai solusi positif yaOe ycn ycO = ycn yaycn yaOe ycn Dimana : ycOycn adalah nilai preferensi untuk setiap alternatif Maka hasil perhitungan : yuO1 = 2 = 2,1907 2,1907 0,8827 2,0953 3 = 4 = 5 = 6 = 7 = 8 = 2,0953 1,0024 1,9553 1,9553 0,8023 1,4743 1,4743 1,7999 2,1086 2,1086 1,2386 1,9518 1,9518 1,0604 1,4243 1,4243 1,7584 1,9622 1,9622 0,8256 1,9954 1,9954 1,0682 = 0,7128 = 0,6764 = 0,6516 = 0,4503 = 0,6300 = 0,6480 = 0,4475 = 0,7039 = 0,6513 2,0993 2,0993 1,3472 1,5560 1,5560 1,3050 1,3366 11,3366 1,6957 = 0,6091 = 0,5439 = 0,4408 Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 Tabel 5. Hasil Nilai Preferensi V10 V11 V12 Pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Pembayaran honor Pengembangan perpustakaan Administrasi kegiatan sekolah Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Langganan daya dan jasa Penyediaan alat multimedia pembelajaran Penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggrisberstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB Penerimaan Peserta Didik baru Penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama Pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan 0,7134 0,6764 0,4503 0,6300 0,6480 0,4475 0,7039 0,6513 0,6091 0,5439 0,4408 Maka dapat disimpulkan bahwa nilai yang tinggi berdarkan ycOycn, adalah sebesar 0,7134, pada komponen pembiayaan Kegiatan Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, maka komponen pembiayaan menjadi yang prioritas dari kegiatan pembiayaan lainya Gambar 3. Hasil akhir perenkingan Pembahasan Berdasarkan uji hasil dari penelitian ini yaitu menggunakan uji krorelasi Rank Spearman, untuk mengukur ke efektifan antara hasil metode TOPSIS, berikut adalah hasil perhitungan seperti pada tabel di bawah ini: Tabel 5. Uji Korelasi Rank Spearman Alternatif Pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Pembayaran honor Pengembangan perpustakaan Administrasi kegiatan sekolah Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Langganan daya dan jasa Penyediaan alat multi media pembelajaran Penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK Ranking . 2 Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 Alternatif atau SMALB Penerimaan Peserta Didik baru Penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama Pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Jumlah Ranking . 2 Keterangan : x = rangking sebelum menggunakan metode y = rangking setelah menggunakan metode d = nilai x dikurang dengan nilai y d2= nilai dikuadratkan kemudian data pada tabel 4. 21 dihitung dengan rumus rank spearman sebagai berikut: Berdasarkan hasil uji metode topsis terhadap korelasi rank spearmen menghasilkan nilai sebesar 0,6854 berada pada kekuatan korelasi kategori AukuatAy, yang mempunyai perubahan peringkat antara sebelum menggunakan metode dan sesudah menggunakan metode dengan memberikan pembobotan pada setiap kriteria. KESIMPULAN Sistem pendukung keputusan ini dibuktikan dengan uji kelayakan menggunakan korelasi Rank Spearman dengan capaian hasil 0,6854 yang menunjukkan bahwa keakurasian AukuatAy Metode Technique for Order of Prereference by Similirity to Ideal Solution (TOPSI) dapat di gunakan untuk membantu pihak manajemen sekolah dalam mengambil keputusan rekomendasi prioritas pelaksanaan anggaran Pembiayaan Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS). DAFTAR PUSTAKA