Jes (Journal Education and Supervisio. Avalaible online at: https://ejournal. id/index. php/Jes Volume 04. Nomor 01. Maret 2026 | DOI: https://doi. org/10. 55352/jes. Strategi Kepala Sekolah Dalam Mengembangkan Budaya Religius Peserta Didik Di SMA MazraAoatul Ulum Paciran Nova Nur Lailatus Sholihah1 1 Universitas Sunan Drajat Lamongan E-mail: novasholihah123@gmail. Received: 18- 01-2026 Revised : 24- 02-2026 Accepted: 25- 03-2026 Article Info: Abstract: One of the values of character education is through instilling religious values. Mazra'atul Ulum Paciran High School is an educational institution that applies religious values which have Keywords: become school culture. The principal's strategy is well prepared to Principal overcome problems of students' faith and morals so that the culture Strategy, that is embedded can become a daily habit. The principal's strategy in Religious developing students' religious culture requires stages, namely Culture, formulation, implementation and evaluation. The strategies are Students habituation strategies, exemplary strategies and partnership Supporting factors for the principal's strategy are adequate facilities, the support of the principal, educators, education staff and parents and the existence of supporting programs. Meanwhile, the inhibiting factors are students who lack discipline, the negative influence of the external environment and promiscuity as well as the influence of junior high school education which lacks understanding of religious values. Kata Kunci: Strategi Kepala Sekolah. Budaya Religius. Peserta Didik Abstrak: Salah satu nilai pendidikan karakter yakni melalui penanaman nilai religius. SMA MazraAoatul Ulum Paciran merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menerapkan nilai-nilai religius yang telah menjadi budaya sekolah. Strategi kepala sekolah disusun dengan baik untuk mengatasi permasalahan akidah dan akhlak peserta didik sehingga budaya yang tertanam bisa menjadi sehari-hari. Strategi kepala sekolah dalam mengembangkan budaya religius peserta didik membutuhkan tahapan-tahapan yakni perumusan, implementasi dan evaluasi. Strateginya ialah strategi pembiasaan, strategi keteladanan dan strategi kemitraan. Faktor pendukung strategi kepala sekolah ialah fasilitas yang memadai, adanya dukungan kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua dan adanya program-program Sedangkan faktor penghambatnya berupa peserta didik yang kurang disiplin, pengaruh negatif lingkungan luar dan pergaulan bebas serta pengaruh pendidikan masa SMP yang kurang memahami nilai-nilai religius. A2024 JES : Jurnal Manajemen Pendidikan Strategi Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Budaya Religius Peserta DidikA PENDAHULUAN Pendidikan adalah pilar terpenting dalam kehidupan manusia. Ini menunjukkan bahwa setiap warga Indonesia berhak atas pendidikan dan diharapkan untuk terus berkembang di dalamnya. Pendidikan adalah perjalanan tak berujung yang memiliki makna mendalam dalam membentuk diri setiap individu untuk menghadapi kehidupan. Oleh karena itu, menjadi individu yang terdidik sangat penting, karena mereka dapat memberikan kontribusi positif bagi negara, nusa, dan bangsa. 1 Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Ayat 1. AuPendidikan ialah usaha sadar dan terencana sebagai upaya mewujudkan proses pembelajaran dan suasana belajar yang secara aktif mengembangkan potensi diri peserta didik agar mempunyai kekuatan spiritual keagamaan, akhlak mulia, kecerdasan, kepribadian dan pengendalian diri, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negaraAy. Untuk mencapai tujuan pendidikan sebagaimana yang dijelaskan dalam undangundang tersebut, maka dibutuhkan adanya pendidikan karakter guna mengembangkan potensi diri peserta didik. Pendidikan karakter ialah upaya terencana dan terstruktur untuk membimbing siswa dalam memahami nilai-nilai perilaku manusia yang terhubung dengan aspek-aspek pada Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, serta kebangsaan. Hal ini tercermin dalam pemikiran, sikap, perasaan, tutur kata, dan tindakan yang bersumber dari norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat. Salah satu nilai pendidikan karakter yakni melalui penanaman nilai religius. Religius adalah keyakinan yang ada dalam diri individu atau kelompok yang di dalamnya terdapat peraturan-peraturan dan kewajiban terkait dengan amal ibadah dalam tata cara kehidupan dengan tujuan mencapai kedamaian dan kebahagiaan. Di era globalisasi saat ini, kita menghadapi berbagai tantangan signifikan dalam kehidupan masyarakat dalam penurunan nilai religius. Salah satu tantangan utama yang mengakibatkan nilai-nilai religius merosot pada diri manusia adalah krisis moral yang sekarang muncul dengan beragam kasus seperti tawuran pelajar, balapan liar, kurangnya toleransi, perbuatan kriminal, dan bahkan tindakan kekerasan yang memprihatinkan. Akar dari krisis moral ini seringkali dapat ditemukan dalam pola pengasuhan orang tua dan pengaruh lingkungan sekitar. Untuk mengatasi krisis moral ini, peran orang tua di rumah, dan guru beserta kepala sekolah di sekolah menjadi sangat penting. Mereka harus aktif memonitor dan membimbing anak-anak menuju perilaku yang benar dan nilai-nilai moral yang kuat, serta memberikan pemahaman tentang pentingnya etika dan prinsip agama dalam kehidupan sehari-hari. Proses ini kemudian perlu diperkuat melalui budaya religius yang ditanamkan dan dikembangkan di lembaga sekolah sehingga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Untuk mencapai tujuan pengembangan budaya religius dalam lembaga pendidikan, kepala sekolah dapat menerapkan berbagai strategi yang efektif. Kepala sekolah dapat menjadi contoh yang baik, memastikan bahwa nilai-nilai religius terbentuk 1 Yayan Alpian et al. AuPentingnya Pendidikan Bagi Manusia,Ay Jurnal Buana Pengabdian 1, no. 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Ayat 1. 3 Fadilah et al. Pendidikan Karakter (Bojonegoro: CV. AGRAPANA MEDIA, 2. , 4. 4 Yenni Mutiawati. AuPembentukan Karakter Religius pada Kegiatan Makan Anak di Pendidikan Anak Usia Dini,Ay Jurnal Buah Hati 6, no. : 169. Nova Nur Lailatus Sholihah melalui kebijakan dan program sekolah, serta mengambil peran aktif dalam memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang memperkuat nilai-nilai religius di lingkungan sekolah. Berdasarkan hasil observasi awal peneliti di SMA Mazra'atul Ulum Paciran, menunjukkan bahwa sekolah ini mampu menanamkan nilai-nilai religius dan mengembangkan budaya religius melalui strategi kepala sekolah yang efektif. Salah satunya melalui kegiatan pembiasaan seperti pembacaan surat-surat pilihan pada saat apel pagi. Budaya religiusnya juga telah berkembang hingga saat ini dengan adanya buku prestasi keagamaan untuk ujian praktek hafalan peserta didik. Kepala sekolah SMA MazraAoatul Ulum juga menunjukkan kepemimpinan yang sangat berpengaruh bagi peserta didik. Kepala sekolah berperan aktif sebagai teladan dengan memberikan contoh nyata dan partisipasi langsung dalam kegiatan religius seperti memberikan bimbingan dan berperilaku sopan sesuai ajaran Islam. Kerja sama antara SMA MazraAoatul Ulum dan beberapa pondok pesantren seperti Pondok Pesantren MazraAoatul Ulum. Karangsawo. Darussalam. Al Ibrahimi. JTQ, dan Syawariqul Anwar merupakan bentuk upaya pengembangan budaya religius di sekolah. Peserta didik memiliki kesempatan untuk memperkuat pendidikan agama dan membentuk karakter religius serta moral yang baik. Sehingga kolaborasi ini dapat mendukung visi sekolah untuk mencetak peserta didik yang bermoral dan berbudaya Oleh karena itu. SMA Mazra'atul Ulum Paciran memegang peran penting dalam pengembangan budaya religius pada peserta didiknya. METODE PENELITIAN Pada penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan sebuah metode penelitian di mana pengumpulan data didasarkan pada kata-kata, narasi, dan deskripsi yang memungkinkan peneliti untuk menjelajahi, menganalisis, dan memahami fenomena dengan mendalam, tidak terbatas pada data numerik, melainkan lebih fokus pada konteks, interpretasi, dan pengertian mendalam dari informasi yang diperoleh. 6 Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan jenis penelitian yang berfokus pada pendeskripsian fenomena, baik yang terjadi secara alamiah maupun yang dihasilkan oleh tindakan manusia. 7 Penelitian ini dilakukan di SMA MazraAoatul Ulum Paciran, yang terletak di Jl. Masjid Baitul Gahfur. Dusun Jetak. Desa Paciran. Kecamatan Paciran. Kabupaten Lamongan. Pemilihan lokasi didasarkan pada keberagaman aktivitas internal sekolah yang terkait dengan pengembangan budaya Jenis sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yakni data primer dan data sekunder. 8 Dalam penelitian ini agar dapat memperoleh data yang benar-benar akurat sehingga dapat dipertanggungjawabkan data tersebut, peneliti menggunakan prosedur pengumpulan data yakni observasi, wawancara dan 9 Pada tahap ini peneliti menganalisis data dengan menggunakan Teknik 5 Observasi, di Lembaga Sekolah SMA MazraAoatul Ulum Paciran, 8 November 2023. 6 RifaAoi Abubakar. Pengantar Metodologi Penelitian (Yogyakarta: SUKA-Press UIN Sunan Kalijaga, 2. , 7. 7 Nanda Saputra et al. Penelitian Tindakan Kelas (Aceh: Yayasan Penerbit Muhammad Zaini, 2. , 8 Zafri and Hera Hastuti. Metode Penelitian Pendidikan (Depok: PT Rajagrafindo Persada, 2. , 52. 9 Bambang Sudaryana and Ricky Agusiady. Metodologi Penelitian Kuantitatif (Yogyakarta: Deepublish Publisher, 2. , 168. Strategi Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Budaya Religius Peserta DidikA reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi data. 10 Pemeriksaan keabsahan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi. Dalam pemeriksaan keabsahan data, teknik triangulasi melibatkan pemeriksaan ulang data melalui tiga pendekatan yang berbeda yakni triangulasi sumber, triangulasi metode, dan triangulasi waktu. HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Budaya Religius Peserta Didik di SMA MazraAoatul Ulum Paciran Strategi kepala sekolah Dalam konteks pengembangan budaya religius peserta didik, kepala sekolah perlu menerapkan strategi yang tepat dalam menanamkan nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Dengan adanya strategi yang tepat, kepala sekolah dapat menjadikan peserta didik mempunyai karakter religius yang kuat. Strategi yang kepala sekolah gunakan di SMA MazraAoatul Ulum Paciran disesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan religius peserta didik. Adapun tahapan dan macam-macam strateginya ialah sebagai berikut: Perumusan Strategi Tahapan pertama strategi kepala sekolah dalam mengembangkan budaya religius peserta didik adalah perumusan strategi. Menurut teori Yusanto dan Kusuma, dalam merumuskan strategi perlu adanya pengidentifikasian terhadap peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan. Menetapkan objektivitas serta membuat strategi alternatif dan kemudian memilih strategi yang tepat untuk diterapkan. Perumusan strategi kepala sekolah dalam mengembangkan budaya religius peserta didik di SMA MazraAoatul Ulum Paciran melibatkan beberapa langkah penting yakni mengidentifikasi peluang dan ancaman. Peluangnya yakni kebutuhan pendidikan religius masyarakat saat ini. Ancamannya dari perkembangan teknologi yang bisa menjadi salah satu penghambat strategi. Menganalisis kekuatan dan kelemahan, kekuatannya dari kualitas guru dan fasilitas yang cukup memadai. Kelemahannya ialah guru yang kurang kompak dan kemampuan anak yang masih kurang dalam bidang religius. Menetapkan tujuan yakni membekali anak dengan nilai religius yang kuat, membiasakan anak berbudaya religius di kehidupannya sehari-hari, dan meningkatkan iman dan taqwa anak kepada Allah SWT. Membuat beberapa strategi dan kemudian memilih strategi yang terbaik dan tepat. Implementasi Strategi Tahapan kedua strategi kepala sekolah dalam mengembangkan budaya religius peserta didik adalah implementasi strategi. Menurut teori Yusanto dan Kusuma, dalam mengimplementasikan strategi dibutuhkan adanya kerjasama dan komitmen dari seluruh anggota. Implementasi strategi harus dilaksanakan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan dan dirumuskan. 10 Sinta Diana and Angelica Ester Juliana Tampubolon. Metodologi Penelitian Vokasi (Yogyakarta: Deepublish Digital, 2. , 60. 11 Faustyna. Metode Penelitian Qualitatif Komunikasi (Teori dan Prakte. (Medan: UMSUPress, 2. , 12 Pantri Heriyati. Strategi Pemasaran Segmenting. Targeting dan Positioning (Surabaya: Scopindo Media Pustaka, 2. , 14-16. Nova Nur Lailatus Sholihah Melalui kepemimpinan yang dijalankan dengan baik dan pengorganisasian yang tepat maka strategi dapat diterapkan dengan baik pula. Implementasi strategi kepala sekolah dalam mengembangkan budaya religius peserta didik di SMA MazraAoatul Ulum Paciran berjalan cukup baik. Kepala sekolah telah menjalin kerjasama dengan para tenaga pendidik dan kependidikan untuk membentuk tim yang diberi tanggungjawab masingmasing. Kepala sekolah sebagai pemimpin, mengawasi dan memastikan semua pihak menjalankan tugasnya dengan lancar. Setiap program dan kegiatan direncanakan secara rinci dan dilaksanakan dengan penuh . Evaluasi Strategi Tahapan terakhir strategi kepala sekolah dalam mengembangkan budaya religius peserta didik adalah evaluasi strategi. Menurut teori Yusanto dan Kusuma, dalam mengevaluasi strategi perlu ada langkah-langkah yang harus diperhatikan yakni meninjau faktor-faktor eksternal dan internal yang bisa menjadi peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan, mengukur tingkat keberhasilan dan meninjau hasil yang telah dicapai dan mengambil tindakan korektif ketika tidak mencapai hasil yang diharapkan. Evaluasi strategi kepala sekolah dalam mengembangkan budaya religius peserta didik di SMA MazraAoatul Ulum Paciran ialah dengan mengadakan rapat bulanan. Mengukur keberhasilan strategi dari laporan wali kelas mengenai partisipasi peserta didik di setiap kegiatan. Lembaga sekolah juga menerapkan buku prestasi keagamaan siswa sebagai penilaian religius siswa. Kepala sekolah dan tim kemudian meninjau hasil yang didapat dari lapangan dengan tujuan awal yang ingin dicapai. Sehingga dari hasil evaluasi, jika terjadi ketidaksesuaian maka dicarikan solusi dan dilakukan perbaikan strategi yang lebih efektif dalam mengembangkan budaya religius peserta didik. Strategi Pembiasaan Strategi utama yang dilakukan kepala sekolah dalam mengembangkan budaya religius peserta didik adalah strategi pembiasaan. Menurut teori Siti Khotijah dan Heri, strategi pembiasaan ini merupakan konsep yang sangat penting dalam perkembangan moral peserta didik, melalui pendekatan pembiasaan ini siswa dapat mempraktekkan budaya religius yang telah dipelajari ke kehidupan sehari-hari. Strategi pembiasaan yang kepala sekolah terapkan di SMA MazraAoatul Ulum Paciran adalah melalui mata pelajaran dan ekstrakulikuler sekolah, program kegiatan religius seperti khotmil QurAoan dan istighosah di hari Sabtu Pahing, pembacaan ayat-ayat pilihan pada apel pagi dan sholat dhuhur berjamaAoah. Ada program bimbingan khusus bagi peserta didik yang kurang bisa baca Al-QurAoan serta bantuan sosial, muhadoroh, program hafalan untuk syarat kelulusan, dhibaiyah, dan pembelajaran kitab kuning. Strategi Keteladanan Strategi keteladanan merupakan strategi yang digunakan oleh kepala sekolah dalam mengembangkan budaya religius peserta didik dengan cara 13 Heriyati. Strategi Pemasaran. 14 Heriyati. Strategi Pemasaran. 15 Siti Khotijah and Heri Rifhan Halili. AuStrategi Guru PAI dalam Membentuk Akhlakul Karimah Siswa dengan Pembiasaan Kegiatan Keagamaan di MI Nurul Fatah Wonomerto ProbolinggoAy 2, no. : 37Ae Strategi Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Budaya Religius Peserta DidikA memberikan contoh yang baik oleh kepala sekolah, guru dan staf sekolah. Menurut teori Siti Khotijah dan Heri. Strategi keteladanan merupakan tindakan yang terkonsep untuk penanaman akhlak peserta didik dengan menjunjung tinggi perkataan, sikap, serta perilaku. Berdasarkan 3 faktor yaitu kemauan untuk dinilai serta dievaluasi, kompetensi dan integritas Strategi keteladanan yang kepala sekolah terapkan di SMA MazraAoatul Ulum Paciran adalah ketika disetiap kegiatan, kepala sekolah selalu hadir memberikan kontribusinya dalam pelaksanaan budaya religius di sekolah. Berbicara sopan, menasehati dengan baik, memotivasi, menunjukkan Etika dan moral seorang pemimpin juga diterapkan oleh kepala sekolah seperti kejujuran, integritas, keadilan. Pemakaian busana muslim yang syarAoi diterapkan kepala sekolah salah satu bentuk keteladanan yang diajarkan, agar warga sekolah dapat mencontoh cara berpakaian yang sopan dan sesuai ajaran Islam. Ada seragam khusus keagamaan untuk peserta didik . Strategi Kemitraan Strategi kemitraan merupakan salah satu strategi penting yang digunakan kepala sekolah dalam mengembangkan budaya religius peserta Strategi kemitraan dilakukan dengan cara bekerja sama dengan pihakpihak sekolah untuk mendukung perkembangan budaya religius peserta Menurut teori Amurisi dan Sri Nurhayati, bahwa sekolah merupakan mitra orang tua dalam membina karakter siswa, demikian juga sebaliknya. Jika kemitraan ini berjalan dengan baik maka berdampak baik juga terhadap kepribadian siswa yang lebih berkualitas. Strategi yang dibutuhkan agar pembentukan karakter ini berjalan dan terlaksana dengan baik, maka perlu adanya kemitraan antara sekolah dengan orang tua. Strategi kemitraan yang kepala sekolah terapkan di SMA MazraAoatul Ulum Paciran adalah kemitraan dengan orang tua/wali murid dengan mengadakan pertemuan rutin setiap kenaikan kelas, kemitraan dengan tokoh agama dan lembaga keagamaan seperti Pondok Pesantren MazraAoatul Ulum. Karangsawo. Darussalam. Al Ibrahimi. JTQ, dan Syawariqul Anwar untuk peserta didik yang ingin bermukim di pondok pesantren, kemitraan dengan organisasi sekolah seperti PK IPNU IPPNU, kemitraan dengan lembaga pendidikan maAoarif NU karena dibawah naungannya, dan kemitraan dengan para guru dan staff SMA MazraAoatul Ulum Paciran. Budaya Religius Budaya religius merupakan salah satu pilar terpenting dalam mewujudkan peserta didik yang berkarakter dan bermoral baik. Menurut teori Muhaimin, budaya religius adalah upaya terwujudnya nilai-nilai ajaran agama sebagai tradisi dalam berperilaku dan budaya sekolah yang diikuti oleh seluruh warga di lembaga pendidikan tersebut. Budaya religius yang ada di SMA MazraAoatul Ulum Paciran tergolong baik yang disesuaikan dengan visi misi sekolah. adapun bentuk budaya religius yang 16 Khotijah and Halili. Strategi Guru. 17 Amurisi Ndraha and Sri Nurhayati Zega. AuKemitraan Sekolah dan Orang Tua untuk Membina Karakter Siswa,Ay HINENI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa 3, no. : 29. 18 Sandi Pratama. Arifuddin Siraj, and Muh Yusuf T. AuPengaruh Budaya Religius dan Self Regulated Terhadap Perilaku Kegamaan Siswa,Ay Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam 8, no. : 335. Nova Nur Lailatus Sholihah ada di SMA MazraAoatul Ulum Paciran ialah sholat dhuhur berjamaAoah, pembacaan surat-surat pilihan pada saat apel pagi, seragam keagamaan, rutinan khotmil QurAoan pada saat Sabtu Pahing, dzibaAoan, mengaji kitab kuning, sowan kyai dan ziarah wali pada waktu jelang kelulusan, bakti sosial seperti santunan anak yatim piatu melalui kotak amal, kegiatan ekstrakulikuler religius, mata pelajaran Islami, peringatan hari besar Islam, ujian keagamaan sebagai syarat naik kelas dan kelulusan, pembinaan khusus baca QurAoan bagi yang belum bisa baca Al-QurAoan. Faktor Pendukung dan Penghambat Strategi Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Budaya Religius Peserta Didik di SMA MazraAoatul Ulum Paciran Faktor Pendukung Dalam mewujudkan strategi kepala sekolah dalam mengembangkan budaya religius peserta didik dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah faktor pendukung yang mendorong keberhasilan strategi kepala sekolah Menurut teori Hadiono. Khaudli dan Hilmia, faktor pendukungnya meliputi adanya dukungan kepala sekolah, guru dan orang tua, visi misi yang jelas terkait budaya religius, dan program unggulan. Dalam upaya mengembangkan budaya religius peserta didik di SMA MazraAoatul Ulum Paciran, terdapat faktor pendukung dalam keberhasilan strategi kepala sekolah yakni: Adanya Dukungan dari Pihak Sekolah Faktor pendukung yang paling utama ialah adanya dukungan dari pihak sekolah. Pihak-pihak sekolah SMA MazraAoatul Ulum Paciran telah menunjukkan dukungan penuh untuk budaya religius peserta didiknya. Kepala sekolah telah berperan aktif dan berkomitmen agar strategi yang diterapkan dapat berhasil mengembangkan budaya religius peserta didik. Guru telah berperan penting dalam memberikan pelajaran Islami yang efektif dan membimbing peserta didik agar tetap terarah sesuai ajaran Islam. Staff sekolah juga telah berkontribusi menerapkan nilai-nilai religius dalam pelaksanaan kegiatan religius di sekolah. Sementara orang tua berperan di rumah untuk selalu membimbing dan mengarahkan serta menciptakan lingkungan yang kondusif. Fasilitas yang Memadai Faktor pendukung lainnya ialah adanya fasilitas yang memadai. SMA MazraAoatul Ulum Paciran telah mempunyai fasilitas yang memadai dalam penerapan budaya religius, yakni musholla, ruang kelas, lapangan, ruang khusus untuk kegiatan religius dan perlengkapan-perlengkapan yang dibutuhkan seperti media pembelajaran, proyektor, kotak amal dan lain-lain. Ketika mengadakan acara Peringatan Hari Besar Islam, lembaga sekolah menyediakan panggung dan area yang nyaman yang dilengkapi dengan sound system dan dekorasi Islami. Program Pendukung Faktor pendukung lainnya ialah adanya program pendukung. SMA MazraAoatul Ulum Paciran telah mempunyai program-program pengembangan budaya religius. Salah satu program yang sangat berpengaruh dalam mendukung perkembangan budaya religius peserta 19Abdi Fauji Hadiono. Moh Imam Khaudli, and Farida Hilmia. AuStrategi Kepala Sekolah dalam Mewujudkan Religious Culture di SMK Darussalam Blokagung Tegalsari Banyuwangi Tahun Pembelajaran 2018 / 2019,Ay JMPID (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussala. 1, no. : 62. Strategi Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Budaya Religius Peserta DidikA didik ialah program pembinaan baca Al-QurAoan. Program tersebut dilaksanakan ketika tahun ajaran baru yang ditujukan untuk peserta didik baru, terkhusus untuk peserta didik yang belum bisa baca Al-QurAoan maupun yang kurang lancar dalam melantunkan ayat Al-QurAoan. Tujuannya agar peserta didik mempunyai kemampuan dalam membaca Al-QurAoan dan dapat meningkatkan keimanannya kepada Allah SWT. Faktor Penghambat Menurut teori Wulan. Mulyadi dan Barudin, bahwa faktor internalnya berasal dari peserta didik yang kurang memahami makna sesungguhnya terhadap proses penerapan budaya religius di lingkungan sekolah. 20 Ketidakmampuan untuk menjalin komunikasi yang efektif antara sekolah dan orang tua. 21 Kurangnya 22 Keberadaan guru yang tidak menunjukkan loyalitas dalam kegiatan religius di sekolah. 23 Dan kurangnya kedisiplinan peserta didik. 24 Adapun faktor eksternalnya yakni dari pengaruh negatif dari lingkungan luar dan pergaulan 25 Kurangnya peran keluarga dalam kehidupan sehari-hari anak. 26 Dan penggunaan teknologi yang tidak terkontrol. 27 Berdasarkan temuan peneliti dalam penelitian ini mengatakan faktor penghambatnya antara lain: Peserta Didik Kurang Disiplin Faktor penghambat yang sering terjadi ialah peserta didik yang kurang disiplin dalam mengikuti kegiatan religius di SMA MazraAoatul Ulum Paciran. Masih banyak peserta didik yang sering telat mengikuti kegiatan religius karena ada beberapa alasan. Alasan yang sering terjadi ialah karena beberapa peserta didik tinggal di tempat yang agak jauh dari rumah, sedangkan mereka belum bisa mengatur waktunya supaya datang tepat Dan beberapa peserta didik yang lainnya bermukim di pondok, dipondok disediakan transportasi untuk mengantar peserta didik ke sekolah, namun sayangnya datangnya sering kesiangan, sehingga peserta didik sering terlambat ke sekolah. Pengaruh Negatif Lingkungan Luar dan Pergaulan Bebas Faktor penghambat lainnya yakni adanya pengaruh negatif dari lingkungan luar dan juga pergaulan bebas. Ini bisa terjadi karena pola asuh orang tua yang berbeda-beda pada setiap peserta didik. Lingkungan peserta didik pun pasti berbeda-beda, ada yang baik dan kurang baik sesuai tempat tinggal mereka. Pergaulan bebas yang tidak terkontrol juga membawa 20 Dewi Candra Wulan. Mulyadi, and Barudin. AuStrategi Penerapan Budaya Religius di MTs Ma'arif NU Randegansari,Ay BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran 1, no. : 13. 21 Ahmad Tajudin and Andika Aprilianto. AuStrategi Kepala Madrasah dalam Membangun Budaya Religius Peserta Didik,Ay Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 1, no. : 108. 22 Ahmad Mushthofa. Muqowin, and Aqimi Dinana. AuPeran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik di SMK Cendekia Madiun,Ay Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan 9, no. : 79. 23 Fanida Fitri Fardiana. AuPeran Manajerial Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Budaya Islami ( Studi Analisis Kualitatif di SMK PGRI 2 Ponorogo ),Ay EDUMANAGERIAL 1, no. : 170. 24 Hadiono. Khaudli, and Hilmia. Strategi Kepala. 25 Wulan. Mulyadi, and Barudin. Strategi Penerapan. 26 Hawin Ulul Azizah. Ahmad Muslich, and Anip Dwi Saputro. AuStrategi Kepala Sekolah dalam Menumbuhkan Budaya Religius di Madrasah Ibtidaiyah,Ay Jurnal Mahasiswa TARBAWI: Journal on Islamic Education 6, no. : 94. 27 Rezaldi Al Rusdanan and Triyono Ali Mustofa. AuStrategi Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Budaya Religius pada Peserta Didik di SMA Al - Muayyad Surakarta,Ay Attractive : Innovative Education Journal 5, no. : 569. Nova Nur Lailatus Sholihah dampak buruk bagi peserta didik. Hal tersebut dapat memunculkan kebiasaan buruk pada peserta didik. Sehingga peserta didik akan kesulitan dalam menerima dan mempraktikan nilai-nilai religius yang diajarkan di . Pengaruh Pendidikan Masa SMP Faktor penghambat lainnya yakni adanya pengaruh pendidikan peserta didik pada masa SMP. Ada beberapa peserta didik yang berasal dari lulusan SMP yang kurang diajarkan atau kurang diperkuat tentang pendidikan agama Islam. Sehingga pemahaman peserta didik masih kurang matang dan peserta didik pun jadi kurang terbiasa dalam rutinitas kegiatan religius di SMA MazraAoatul Ulum Paciran. KESIMPULAN Strategi kepala sekolah dalam mengembangkan budaya religius peserta didik SMA MazraAoatul Ulum Paciran membutuhkan tahapan strategi. Tahapannya yakni perumusan strategi dengan mengidentifikasi peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan, penetapan tujuan dan pembuatan strategi terbaik. Implementasi strategi dengan menjalin kerjasama yang baik antara pihak terlibat. Evaluasi strategi melalui rapat bulanan yang meninjau dari laporan wali kelas dan hasil ujian hafalan dari buku prestasi keagamaan. Adapun strateginya ialah strategi pembiasaan dengan menerapkan berbagai program pembiasaan seperti sholat dhuhur berjamaAoah, khotmil QurAoan dan pembacaan surat-surat pilihan pada waktu apel pagi. Strategi keteladanan seperti menunjukkan akhlak yang terpuji sesuai ajaran Islam. Strategi kemitraan dengan melakukan kerjasama dengan berbagai pondok pesantren dan melibatkan semua pihak sekolah. Faktor pendukung strategi kepala sekolah dalam mengembangkan budaya religius peserta didik SMA MazraAoatul Ulum Paciran yakni adanya dukungan dari kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan dan orang tua peserta didik, fasilitas yang mendukung seperti musholla dan program pendukung seperti pembinaan baca AlQurAoan. Faktor penghambat strategi kepala sekolah yakni peserta didik yang kurang disiplin, pengaruh negatif lingkungan luar dan pergaulan bebas dan pengaruh pendidikan masa SMP yang kurang mengenal dan memahami nilai-nilai religius. DAFTAR REFERENSI Abubakar. RifaAoi. Pengantar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: SUKA-press UIN Sunan Kalijaga, 2021. Alpian. Yayan. Sri Wulan Anggraeni. Unika Wiharti, and Nizmah Maratos Soleha. AuPentingnya Pendidikan Bagi Manusia. Ay Jurnal Buana Pengabdian 1, no. Azizah. Hawin Ulul. Ahmad Muslich, and Anip Dwi Saputro. AuStrategi Kepala Sekolah dalam Menumbuhkan Budaya Religius di Madrasah Ibtidaiyah. Ay Jurnal Mahasiswa TARBAWI: Journal on Islamic Education 6, no. : 94. Diana. Sinta, and Angelica Ester Juliana Tampubolon. Metodologi Penelitian Vokasi. Yogyakarta: Deepublish Digital, 2022. Fadilah. RabiAoa. Wahab Syakhirul Alim. Ainu Zumrudiana. Iin Widya Lestari . Achmad Baidawi, and Alinea Dwi Elisanti. Pendidikan Karakter. Bojonegoro: CV. AGRAPANA MEDIA, 2021. Strategi Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Budaya Religius Peserta DidikA Fardiana. Fanida Fitri. AuPeran Manajerial Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Budaya Islami ( Studi Analisis Kualitatif di SMK PGRI 2 Ponorogo ). Ay EDUMANAGERIAL 1, no. : 170. Faustyna. Metode Penelitian Qualitatif Komunikasi (Teori dan Prakte. Medan: UMSUPress, 2023. Hadiono. Abdi Fauji. Moh Imam Khaudli, and Farida Hilmia. AuStrategi Kepala Sekolah dalam Mewujudkan Religious Culture di SMK Darussalam Blokagung Tegalsari Banyuwangi Tahun Pembelajaran 2018 / 2019. Ay JMPID (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussala. 1, no. : 62. Heriyati. Pantri. Strategi Pemasaran Segmenting. Targeting dan Positioning. Surabaya: Scopindo Media Pustaka, 2022. Khotijah. Siti, and Heri Rifhan Halili. AuStrategi Guru PAI dalam Membentuk Akhlakul Karimah Siswa dengan Pembiasaan Kegiatan Keagamaan di MI Nurul Fatah Wonomerto ProbolinggoAy 2, no. : 37Ae40. Mushthofa. Ahmad. Muqowin, and Aqimi Dinana. AuPeran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik di SMK Cendekia Madiun. Ay Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan 9, no. : 79. Mutiawati. Yenni. AuPembentukan Karakter Religius pada Kegiatan Makan Anak di Pendidikan Anak Usia Dini. Ay Jurnal Buah Hati 6, no. : 168Ae169. Ndraha. Amurisi, and Sri Nurhayati Zega. AuKemitraan Sekolah dan Orang Tua untuk Membina Karakter Siswa. Ay HINENI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa 3, no. : 29. Pratama. Sandi. Arifuddin Siraj, and Muh Yusuf T. AuPengaruh Budaya Religius dan Self Regulated Terhadap Perilaku Kegamaan Siswa. Ay Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam 8, no. : 335. Rusdanan. Rezaldi Al, and Triyono Ali Mustofa. AuStrategi Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Budaya Religius pada Peserta Didik di SMA Al - Muayyad Surakarta. Ay Attractive : Innovative Education Journal 5, no. : 569. Saputra. Nanda. Luvy Sylviana Zanthy. Ega Gradini. Jahring. Ali RifAoan, and Ardian. Penelitian Tindakan Kelas. Aceh: Yayasan Penerbit Muhammad Zaini, 2021. Sudaryana. Bambang, and Ricky Agusiady. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta: Deepublish Publisher, 2022. Tajudin. Ahmad, and Andika Aprilianto. AuStrategi Kepala Madrasah dalam Membangun Budaya Religius Peserta Didik. Ay Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 1, no. : 108. Wulan. Dewi Candra. Mulyadi, and Barudin. AuStrategi Penerapan Budaya Religius di MTs Ma'arif NU Randegansari. Ay BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran 1, 1 . : 13. Zafri, and Hera Hastuti. Metode Penelitian Pendidikan. Depok: PT Rajagrafindo Persada, 2021.