Urecol Journal. Part A: Education and Training Vol. 1 No. eISSN: 2797-0949 The Influence of the Cooperative Model of Bamboo Dance Aided by Puppet Media on Science Learning Outcomes Septi Fitria Pamungkas Sari . Muhammad Japar. Agrissto Bintang Aji Pradana Department of Primary Teacher Education. Universitas Muhammadiyah Magelang. Indonesia fitriasepti051@gmail. https://doi. org/10. 53017/ujet. Received: 10/08/2021 Revised: 24/09/2021 Accepted: 29/09/2021 Abstract This study aims to determine the effect of the Bamboo Dance Type Cooperative model with the help of Wayang media on science learning outcomes. The type of research used is experimental research with a one group pretest posttest design with 19 students selected by saturated sampling as the research subjects for fifth grade students of SD Negeri Balekerto. Data collection techniques in the form of test . retest and posttes. The analysis used is the Wilcoxon test by comparing the posttest and posttest scores. This analysis is used to determine the effect of the cooperative model of the Bamboo Dance type assisted by the Wayang media on science learning outcomes. The results showed that the cooperative model of the Bamboo Dance type assisted by the Wayang media affected the science learning outcomes. This is evidenced by the increase in the average pretest and posttest scores before and after being treated with the Bamboo Dance Cooperative Model with the help of Wayang media. The average pretest score before treatment was 42. 05 while the post-test average after being treated was 79. The increase in science learning outcomes on the Human Digestive System material can be seen from the results of the Wilcoxon test which shows the probability of a significant value . -taile. 000 <0. This shows a significant change in mastery of concepts after treatment, so it can be concluded that the use of the Bamboo Dance Type Cooperative model with the help of Puppet Media has an effect on science learning outcomes. Keywords: Dance Type Cooperative. puppet media. Science Learning Outcomes Pengaruh Model Koperatif Tipe Tari Bambu Berbantuan Media Wayang Terhadap Hasil Belajar IPA Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Koperatif Tipe Tari Bambu berbantuan media Wayang terhadap hasil belajar IPA. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain one group pretest posttest dengan subjek penelitian siswa kelas V SD Negeri Balekerto sejumlah 19 siswa yang dipilih secara sampling jenuh. Teknik pengumpulan data berupa tes ( pretest dan postes. Analisis yang digunakan adalah uji Wilcoxon dengan membandingan nilai postest dan posttest. Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh model Koperatif tipe Tari Bambu berbantuan media Wayang terhadap hasil belajar IPA. Hasil penelitian menunjukan bahwa model Koperatif Tipe Tari Bambu berbantuan media Wayang berpengeruh terhadap hasil belajar IPA. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya rata-rata nilai pretest dan posttest sebelum dan sesudah diberi perlakuan model Koperatif Tipe Tari Bambu berbantuan media Wayang. Rata-rata nilai pretest sebelum perlakuan yaitu 42,05 sedangkan rata-rata postest sesudah diberi perlakuan yaitu 79,42. Peningkatan hasil belajar IPA pada materi Sistem Pencernaan Manusia dapat dilihat dari hasil uji Wilcoxon yang menunjukan probabilitas nilai signifikan . -taile. 0,000 < 0,05. Hal tersebut menunjukan perubahan penguasaan konsep yang signifikan setelah dilakukan Urecol Journal. Part A: Education and Training. Vol. 1 No. Septi Fitria Pamungkas Sari et. treatment, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Koperatif Tipe Tari Bambu berbantuan Media Wayang berpengaruh terhadap hasil belajar IPA. Kata kunci: Augmented Reality. Bangun Ruang. Media Pembelajaran Pendahuluan Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan sengaja untuk mengubah tingkah laku manusia melalui pengajaran dan pelatihan secara individu atau kelompok yang bertujuan untuk mendewasakan manusia . Pendidikan berkualitas harus sesuai dengan Standar Pendidikan di Indonesia yang telah diselenggarakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan tahun 2005 dengan mengacu pada delapan Standar Pendidikan Nasional (SNP). Realita yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan proses belajar mengajar saat ini masih menggunakan sistem belajar yang berpusat pada pendidik . eacher Beberapa Sekolah Dasar di Kabupaten Magelang yakni SD Negeri Balekerto. SD Negeri Trasan 4, dan SD Negeri Trasan 2 guru dalam penyampaian materi masih menggunakan metode ceramah dan menekankan konsep-konsep yang ada di dalam buku serta kurang memanfaatkan lingkungan. Selain itu, model pembelajaran yang diterapkan oleh pendidik kurang bervariasi dan monoton serta kurangnya media pembelajaran yang disediakan oleh sekolah menjadikan proses kegiatan belajar di dalam kelas kurang terdukung dan peserta didik kurang termotivasi, cenderung pasif enggan bertanya dan mengungkapkan pendapatnya. Proses pembelajaran di sekolah idealnya membutuhkan keterlibatan secara penuh antar komponen-komponen pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran IPA yang menekankan pada pembelajaran pengalaman langsung untuk mengembangkan kopetensi agar siswa mampu menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah . Pembelajaran IPA memerlukan komponen-komponen pembelajaran dalam bentuk proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang berbentuk kompetensi yang telah ditetapkan yaitu IPA sebagai Integrative Science atau IPA terpadu. Oleh karena itu, komponen yang diterapkan dalam menyajikan pembelajaran IPA harus dapat memadukan antara pengalaman proses sains dalam bentuk pengalaman langsung dengan menggunakan model dan media yang sesuai. Tujuan pembelajaran yang ideal adalah agar peserta didik mewujudkan perilaku belajar yang efektif dan berani meminta informasi yang relevan sehingga perhatian siswa yang aktif dan terfokus kepada pembelajaran menjadikan siswa mampu menjelaskan hasil belajarnya . Akan tetapi rendahnya hasil belajar siswa masih menjadi problematika yang belum terpecahkan dibeberapa Sekolah Dasar. Menurut Ariawan . rendahnya hasil belajar IPA disebabkan oleh beberapa factor diantaranya: . Siswa belum paham dengan fungsi dari materi yang sedang dipelajari, . Model pembelajaran yang dilakukan guru kurang tepat, . Belum adanya media yang mampu menerapkan konsep materi. Hal tersebut menunjukan bahwa tujuan pembelajaran yang ideal belum tercapai dengan baik. Salah satu hal untuk mewujutkan proses pembelajaran ideal yang tentunya dapat meningkatkan hasil belajar IPA yaitu dengan menerapkan model dan media yang sesuai. Model pembelajaran Tipe Tari Bambu merupakan salah satu tipe model pembelajaran koperatif. Pembelajaran ini mengkombinasikan keunggulan pembelajaran koperatif dan pembelajaran individual. Penerapkan model pembelajaran Kooperatif Tari Bambu (Bamboo Dancin. merupakan model kreatif yang berpusat pada siswa . tudent centr. sehingga teknik ini menuntut siswa untuk terlibat aktif dengan mengeluarkan semua pendapat dan pengetahuan yang dimilikinya untuk kemudian dibagi kepada teman-teman sejawatnya secara berkelompok, sehingga siswa akan saling berbagi informasi selama proses pembelajaran . Keunggulan menerapkan model ini yaitu adanya struktur yang jelas dan memungkinkan siswa untuk Urecol Journal. Part A: Education and Training. Vol. 1 No. Septi Fitria Pamungkas Sari et. bertukar pikiran dengan singkat dan teratur serta meningkatkan ketrampilan komunikasi Model Tari Bambu ini sangat cocok diterapkan untuk membantu siswa memadukan antara pengalaman proses sains dalam bentuk pengalaman langsung. Model Tari Bambu dapat digunakan sebagai altenatif model yang mementingkan pertukaran informasi pada siswa, sehingga siswa dapat mengetahui informasi yang sangat berguna dalam pembelajaran dan berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa. Hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Pebrianita, et al . menyimpulkan bahwa model pembelajaran Tari Bambu dapat meningkatkan pembelajaran diantaranya ketrampilan guru, aktifitas siswa dan hasil belajar siswa. Penelitian kedua yang dilakukan oleh Sutarna , et al. dengan judul Pengaruh Model Pembelajaran Bamboo Dancing (Tari Bamb. Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa SDN 1 Cipedes menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran Tari bambu terhadap hasil belajar IPS selain itu model pembelajaran bamboo dancing . ari bamb. sangat penting diterapkan dalam proses pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) agar siswa menjadi aktif, inovatif, dan kreatif. Bedasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan penggunaan model pembelajaran Koperatif Tari Bambu dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Persamaan penelitian yang akan dilakukan oleh penulis dengan penelitian sebelumnya yaitu, sama-sama menggunakan model pembelajaran Koperatif Tari Bambu. Terdapat perbedaan dalam penelitian yang akan dilakukan penulis dengan penelitian sebelumnya yaitu, dalam penelitian sebelumnya peneliti menggunakan mata pelajaran IPS dan peneliti tidak menggunakan media pembelajaran. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh penulis menggunakan mata pelajaran IPA dan menggunakan media pembelajaran sebagai alat bantu yaitu Wayang. Media wayang mempunyai fungsi sebagai media informasi Menurut Falabiba . media wayang ini memiliki keunggulan yakni memperjelas pesan dan informasi sehingga mudah dipahami oleh siswa dan meningkatkan proses dan hasil Pada dasarnya wayang dikenal hanya sebagai cerita atau legenda dari Jawa, namun pada penelitian kali ini peneliti mengemas wayang dalam bentuk yang berbeda yaitu berbentuk gambar manusia yang terdapat sistem pencernaan manusia yang tentunya menarik dan membangkitkan minat belajar siswa serta membantu siswa untuk lebih percaya diri dalam berkomunikasi sehingga materi pembelajaran akan mudah terima dikarenakan dengan menggunakan wayang siswa dapat memahami sendiri materi dengan bercerita dan mendengarkan cerita tentang materi. Berdasarkan beberapa permasalahan yang telah diuraikan maka tujuan ditulisnya penelitian ini adalah untuk menguji apakah model Koperatif Tipe Tari Bambu berbantuan media Wayang dapat mempengaruhi Hasil belajar IPA. Literatur Review Model Koperatif Tipe Tari Bambu Model pembelajaran kooperatif merupakan model pengajaran dimana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota kelompok saling bekerjasama dan membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran. Slavin . menjelaskan bahwa model pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang merujuk pada berbagai metodemetode pengajaran dimana para siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil untuk saling membantu satu sama lainnya dalam mempelajari materi. Pandangan Slavin tersebut dikuatkan oleh Huda . yang berpandangan bahwa pembelajaran kooperatif adalah Urecol Journal. Part A: Education and Training. Vol. 1 No. Septi Fitria Pamungkas Sari et. pembelajaran yang mengacu pada metode pembelajaran di mana siswa bekerja sama dalam kelompok kecil dan saling membantu dalam belajar. Model pembelajaran Koperatif Tari Bambu adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksi konsep, menyelesaikan persoalan, atau inkuiri. Ngalimun . menyatakan bahwa model pembelajaran tari bambu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi informasi sehingga, dapat membangun konsep . pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda secara teratur. Huda . menyatakan bahwa model pembelajaran tari bambu merupakan metode pembelajaran yang membuat siswa diajak untuk berbagi pengalaman informasi dan belajar secara aktif, metode pembelajaran yang mampu memberikan informasi yang saling bersamaan. Menurut Istarani . Model pembelajaran ini cocok atau baik digunakan untuk materi yang membutuhkan pertukaran pengalaman pikiran dan informasi antar peserta didik. Media Wayang Media pembelajaran diartikan sebagai segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan, dan Pendapat ini juga dipertegas oleh Suryani & Agung . dengan menjelaskan bahwa media pembelajaran adalah media yang digunakan dalam pembelajran, yaitu meliputi alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima pesan belajar siswa. Media wayang merupakan media yang menarik untuk digunakan dalam proses Media wayang dapat di kembangkan menjadi media pembelajaran yang disesuaikan dengan materi pembelajaran yang akan di pelajari. Nanda . mengatakan media wayang merupakan seni kerajinan yang masih erat kaitannya dengan keadaan sosiokultural dan religi bangsa Indonesia. Media wayang digunakan karena menarik bagi peserta didik untuk proses pembelajaran, selain melestarikan budaya khususnya Jawa dan memelihara kebudayaan tradisional dengan baik. Pendapat tersebut dipertegas oleh Gunarjo . bahwa Wayang memiliki macam-macam fungsi diantaranya sebagai media informasi, media pendidikan, dan media hiburan. Media wayang ini dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru. Selain itu bentuk, tokoh, sifat dan karakter dalam wayang pun dapat disesuaikan dengan materi pembelajaran yang akan dipelajari. Wayang yang pada dasarnya dibuat dengan bahan dasar kulit dan kayu pun dapat dimodifikasi sesuai dengan Hasil Belajar IPA Hasil belajar menjadi tolak ukur dari pembelajaran yang telah dilakukan. Secara sederhana, yang dimaksud dengan hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Sanjaya . mengemukakan bahwa hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dirumuskan dalam bentuk kemampuan dan kompetensi yang dapat diukur atau dapat ditampilkan melalui performance siswa. Rusman . menegaskan Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar, dapat diartikan juga hasil belajar adalah sejumlah pengalaman yang diperoleh siswa yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat dikemukakan bahwa hasil belajar dalam penelitian ini adalah tingkat keberhasilan siswa setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam kurun waktu tertentu yang berbentuk angka yang diperoleh dari proses Urecol Journal. Part A: Education and Training. Vol. 1 No. Septi Fitria Pamungkas Sari et. evaluasi yang diberikan oleh guru yang menyangkut aspek kognitif, afektif dan Metode Metode penelitian yang digunakan adalah pre-exsperimen dengan desain one grube pretest-postest design. Ruang lingkup penelitian ini meliputi metode dan media Teknik pengumpulan data dilakukan dengan instrument berupa soal tes pilihan ganda. Teknik pengujian instrument terdiri dari validitas, relibilitas, indeks kesukaran, dan uji daya pembeda. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon dengan bantuan program IBM SPSS Statistic 24. Subjek Penelitian Subjek penelitian dipilih dengan sampling jenuh. Sampel yang di ambil sebanyak 19 siswa kelas V SD Negeri Balekerto. Metode dan Instrumen Data Metode pengumpulan data berupa tes. Instrument data berupa soal tes . berbentuk pilihan ganda yang mencangkup ranah kognitif C1. C2, dan C3. Teknik Analisis Data Teknik analisis data terdiri dari uji hipotesis yang menggunakan uji Wilcoxon dengan bantuan program IBM SPSS Statistic 24 . Hasil dan Pembahasan Hasil implementasi model Koperatif tipe Tari Bambu berbantuan media Wayang pada pembelajaran IPA diawali dengan pemberian soal pretest bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal kognitif siswa, lalu dilakukan treatment menggunakan model koperatif tipe tari bamboo berbantuan media wayang, dan pemberian soal posttest untuk mengetahui kemampuan kognitif siswa setelah diberikan treatment. Diketahui bahwa nilai terendah pretest adalah 20 sedangkan nilai terendah postest adalah 66, nilai tertinggi pretest 73 sedangkan nilai tertinggi posttest adalah 96, dan rata-rata pretest adalah 47,05 dan ratarata postest 79,42. Hal ini menunjukan ada perubahan nilai rata-rata hasil belajar IPA yang dilihat dari rata-rata nilai pretest dan postest. Perubahan yang terjadi cukup signifikan yaitu sebesar 32,37. Model koperatif tipe tari bambu berbantuan media wayang dapat dikatakan memeberikan dampak positif terhadap hasil belajar IPA khususnya pada materi Sistem Pencernaan pada Manusia siswa kelas V SD Negeri Balekerto. Penjelasan selengkapnya mengenai perbandingan nilai pretest dan postest siswa disajikan pada seperti is wa Jumla h S pada Gambar 1. Sangat Tinggi. Tinggi . Sangat Cukup . - Rendah. Rendah 2. Pretest Gambar 1. Diagram Perbandingan Pretest dan Postest Urecol Journal. Part A: Education and Training. Vol. 1 No. Septi Fitria Pamungkas Sari et. Penggunaan instrumen pretest dan posttest memiliki tujuan untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan. Uji hitung menggunakan statistic non parametrik yaitu Wilcoxon. Uji ini digunakan untuk menentukan ada tidaknya perbedaan rata-rata dua sampel yang saling berhubungan. Uji ini dilakukan dengan bantuan software SPSS 24. Adapun hasil uji hipotesis dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Hasil Uji Hipotesis Wilxocon Asymp. Sig. -taile. Berdasarkan hasil analisis data pada Tabel 1 diketahui nilai sig 0,000 < 0,05 dan nilai Z sebesar -3,845. Hal tersebut menunjukan bahwa model koperatif tipe tari bamboo berbantuan media wayang dapat memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar IPA pada siswa kelas V SD Negeri Balekerto. Implementasi model koperatif tipe tari bambu berbantuan media wayang dapat memberikan hasil yang cukup signifikan terhadap hasil belajar IPA. Terdapat beberapa temuan penyebab tingginya hasil belajar IPA dengan menggunakan model koperatif tipe tari bambu berbantuan media wayang. Temuan pertama model pembelajaran tari bambu berbantuan media wayang dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Hal ini nampak pada proses pembelajaran di kelas siswa aktif memberikan pertanyaan, menjawab pertanyaan, menunjukan sistem pencernaan manusia menggunakan media wayang, merangkum atau menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan mengerjakan evaluasi. Semakin tinggi aktivitas siswa dalam proses pembelajaran maka hasil belajar siswa akan lebih optimal. Maka kegiatan atau aktivitas belajar siswa merupakan dasar untuk mencapai hasil belajar yang optimal . Dalam hal ini, proses kognitif yang dilatih siswa adalah ketrampilan pemahaman. Ketika siswa aktif memberikan pertanyaan dan menjawab pertanyaan serta dapat menyimpulkan materi yang telah dipelajari maka siswa dapat menguasai materi sehingga hasil belajar akan meningkat. Huda . menyatakan bahwa model pembelajaran tari bambu merupakan metode pembelajaran yang membuat siswa diajak untuk berbagi pengalaman informasi dan belajar secara aktif, metode pembelajaran yang mampu memberikan informasi yang saling Menurut Istarani . Model pembelajaran ini cocok atau baik digunakan untuk materi yang membutuhkan pertukaran pengalaman pikiran dan informasi antar peserta Temuan kedua dalam proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran tari bambu, siswa memperoleh pengetahuannya sendiri melalui kerja kelompok dan pertukaran informasi selama proses pembelajaran. Ngalimun . menyatakan bahwa model pembelajaran tari bambu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi informasi sehingga, dapat membangun konsep . pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda secara teratur. Dengan pembelajaran secara berkelompok lebih memudahkan siswa dalam pembelajaran. Siswa pun dituntut untuk aktif dalam proses pembelajaran sehingga dapat bertukar pikiran dengan anggotanya jika ada materi yang kurang dipahami. Pernyataan tersebut didukung oleh penelitian Rosela . yang berjudul AuPengaruh Model Pembelajaran Tari Bambu Terhadap Hasil Belajar IPAAy. Model pembelajaran Tari Bambu digunakan dalam rangka untuk mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran, siswa terfokus dengan materi dan dapat meningkatkan hasil belajarnya. Pernyataan tersebut dipertegas oleh penelitian Tuti Rizky . yang berjudul AuPengaruh Model Pembelajaran Koperatif Tipe Tari Bambu Terhadap Hasil Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran IPAAy Model Pembelajaran Tari Bambu Urecol Journal. Part A: Education and Training. Vol. 1 No. Septi Fitria Pamungkas Sari et. merupakan strategi yang membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajarnya yang menekankan kepada aktifitas siswa secara maksimal sehingga dapat membuat siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Temuan ketiga, media Wayang dapat menjadi media pembelajaran sistem pencernaan manusia yang mengajarkan pengetahuan . bagi siswa melalui isi cerita berupa materi pelajaran yang disampaikan oleh sesama teman sebayanya di kelas dengan begitu siswa menjadi lebih paham dengan materi. Hal ini nampak saat proses pembelajaran siswa aktif menjelaskan fungsi dan menunjukan alat sistem pencernaan manusia melalui media wayang dengan tata bahasa mereka sendiri. Dengan menggunakan media wayang dapat untuk memberi pengaruh kepada siswa yang melihat wayang dengan begitu dapat meningkatkan hasil belajarnya. Berdasarkan hasil penelitian dan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa model koperatif tari bambu berbantuan media wayang dapat meningkatkan aktivitas belajar dan pemahaman siswa terhadap materi khususnya pada materi sistem pencernaan manusia. Semakin tinggi aktivitas belajar siswa maka hasil belajar siswa akan turut meningkat. Terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian ini yang dapat menjadi perhatian oleh peneliti yang akan datang. Penelitian ini hanya mengkaji aspek kognitif saja. Kemudian, pelaksanaan penelitian dilakukan saat pandemi covid-19 sehingga dalam pemberian treatment kurang maksimal dan jumlah sempel yang terlibat dalam penelitian ini juga sangat terbatas Kesimpulan Dari Hasil penelitian dan pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar IPA meningkat dapat dilihat dari hasil pretest diperoleh perbandingan dengan rata-rata 42. 05, hasil posttest diperoleh rata-rata 79,42, dan mengalami peningkatan nilai sebanyak 37,37. Hal tersebut didukung dengan adanya uji hipotesis yang dilakukan dengan uji Wilcoxon dengan bantuan IBM SPSS Statistic 24 diperoleh nilai Z yang didapat sebesar -3. 845 dengan Asymp. Sig. -taile. 000<0,. yang artinya terdapat pengaruh model koperatif tipe tari bambu berbantuan media wayang terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V pada materi sistem pencernaan pada Meningkatnya hasil belajar pada siswa kelas V dalam pembelajaran IPA dengan menerapkan Model pembelajaran Koperatif tipe Tari Bambu berbantuan media Wayang memaksimalkan kegiatan siswa secara aktif. Siswa dapat bertukar materi dengan bahasa mereka sendiri, inisiatif dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan saat pembelajaran, percaya diri dalam mengerjakan soal dan tugas yang diberikan serta mampu bertanggung jawab selama proses pembelajaran IPA. Model pembelajaran Koperatif tipe Tari Bambu berbantuan media Wayang menjadi alternatif dalam meningkatkan hasil belajar IPA. Ucapan Terima Kasih Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada ibu Siti Soimah. Pd. selaku Kepala Sekolah SD Negeri Balekerto Kec. Kaliangkrik Kab. Magelang yang telah mengizinkan dan membantu pelaksanaan penelitian ini. Referensi