Mutiara Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN 3025-1028 Available at: https://jurnal. tiga-mutiara. com/index. php/jimi/index Kajian Bagaimana Keberadaan Pasar Kontenporer Mempengaruhi Pedagang Konvenssional di Kota Gumawang Ginanjar Wahyudi1. Turmudzi Basyir2. Siti Afifah3 1,2,3 Universitas Nurul Huda E-mail: rajnaoxs@gmail. turmudzi@unuha. afifah@stkipnurulhuda. Abstract This study explores the influence of the presence of contemporary markets on traditional market traders in Gumawang City. Globalization and technological advancements have transformed the needs and lifestyles of society, prompting the emergence of various types of Modern markets, with more organized management and better facilities, often attract consumer attention away from traditional markets, despite offering higher prices. This research employs a qualitative method with an interactive approach, where the researcher directly interacts with the subjects of the study. The findings indicate that 75% of traditional market traders do not feel threatened by modern markets, as they can still attract customers with lower prices and negotiation flexibility. However, 25% of traders experience negative impacts due to decreased income, with an average decline ranging from 10% to 15%. This study highlights the necessity for traditional market traders to adapt to changes and seek new strategies to sustain their businesses amidst increasing competition. The findings aim to provide a deeper understanding of market dynamics in Gumawang City and support the development of better policies for traditional markets. Keywords: Contemporary Markets. Traditional Markets. Influence Income. Adaptation Strategies. Market Competition. Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh keberadaan pasar kontemporer terhadap pedagang pasar konvensional di Kota Gumawang. Globalisasi dan kemajuan teknologi telah mengubah kebutuhan dan gaya hidup masyarakat, mendorong munculnya berbagai jenis pasar. Pasar modern, dengan administrasi yang lebih teratur dan fasilitas yang lebih baik, seringkali menarik perhatian konsumen dari pasar konvensional, meskipun menawarkan harga yang lebih tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interaktif, di mana peneliti berinteraksi langsung dengan subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% pedagang pasar konvensional tidak merasa terancam oleh pasar modern, karena mereka masih mampu menarik pelanggan dengan harga yang lebih murah dan fleksibilitas dalam negosiasi. Namun, 25% pedagang merasa dampak negatif akibat berkurangnya pendapatan, dengan penurunan rata-rata antara 10% hingga 15%. Penelitian ini menyoroti perlunya pedagang pasar konvensional untuk beradaptasi dengan perubahan dan mencari strategi baru guna mempertahankan keberlangsungan usaha mereka di tengah persaingan yang semakin ketat. Temuan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih dalam Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 124 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 mengenai dinamika pasar di Kota Gumawang dan mendukung pengembangan kebijakan yang lebih baik untuk pasar konvensional. Kata-kata Kunci: Pasar Kontemporer. Pasar Konvensional. Pengaruh Pendapatan. Strategi Adaptasi. Persaingan Pasar. PENDAHULUAN Globalisasi dan kemajuan teknologi pada masa kini telah membawa banyak Perubahan terhadap kebutuhan masyarakat dan tren gaya hidup. tempat ritel yang berbeda, seperti pasar, bermunculan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat. Ia secara konsisten memegang posisi penting dalam kehidupan masyarakat. Pasar ini merupakan tempat dimana pembeli dan penjual berinteraksi dan terpuaskan kebutuhan selain itu, pasar berfungsi sebagai pusat sosial dan simbol nilai nilai tradisional. Nilai-nilai tradisional yang diperdebatkan mencangkup fakta bahwa negosiasi dan harga barang yang relatif rendah akan menarik pelanggan ke penyalur, dan bahwa komoditas yang diperjualbelikan lebih komprehensif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Secara umum pasar adalah tempat di mana penjual dan pembeli berkumpul untuk berinteraksi untuk mendapatkan barang dan jasa. Untuk akhirnya menentukan harga keseimbangan . arga pasa. dan jumlah yang ditransaksikan, studi ekonomi mendefinisikan pasar sebagai tempat atau aktivitas dimana permintaan . dan penawaran . suatu barang atau jasa berinteraksi. Pasar konvensional merupakan tempat dimana pembeli dan penjual berinteraksi dan di bedakan berdasarkan transaksi pembeli dan penjual secara langsung. Tawar menawar terjadi di pasar konvensional yang biasanya berupa ruang terbuka yang di buka oleh pedagang atau pengelola pasar, serta kios atau gerai. Pasar modern adalah pasar yang di jalankan dengan administrasi kontenporer dan biasanya berlokasi di perkotaan. Mereka berfungsi sebagai pemasok barang dan jasa berkualitas tinggi kepada pelanggan yang sebagian besar adalah masyarakat kelas menengah Dian Sukma Dewi. AuDampak keberadaan Pasar Modern terhadap pendapatan para Pedagang Pasar Tradisional (Studi kasus di Desa Tanggul Angin Kecamatan Punggu. Ay (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro, chromeextension://efaidnbmnibpcajpcglclefindmkaj/https://repository. id/id/eprint/3678/1/SKRIPSI SUKMA DEWI. Ria Futra. AuAnalisis Pendapatan Usaha dan Laba Pedagang Eceran Tradisionasal Sebelum dan Sesudah Berdirinya Alfamart dan Indomaret di Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan HilirAy (Universitas Islam Riau. Pekanbaru, chromeextension://efaidnbmnibpcajpcglclefindmkaj/https://repository. id/14971/1/145211015. Istijabatul Aliyah. AuPemahaman Konseptual Pasar Tradisional di Perkotaan,Ay Cakra Wisata: Jurnal Pariwisata dan Budaya 18, no. : 1Ae16, https://jurnal. id/cakra-wisata/article/view/34367. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 125 Ginanjar Wahyudi. Turmudzi Basyir. Siti Afifah: Kajian Bagaimana Keberadaan Pasar Kontenporer Mempengaruhi Pedagang Konvenssional di Kota Gumawang Untuk meningkatkan jumlah konsumen yang berbelanja, pasar modern menawarkan berbagai macam kebutuhan masyarakat beserta rincian setiap produknya, termasuk merek, ukuran, harga, dan jenisnya. Pasar modern umumnya menawarkan harga produk yang lebih tinggi dibandingkan pasar tradisional. Namun, konsumen sering kali memilih berbelanja di pasar modern karena adanya berbagai penawaran dan diskon menarik. Selain itu, pasar modern dikenal sebagai tempat yang tertata rapi, bersih, dan nyaman, berbeda dengan pasar tradisional yang sering kali terlihat kurang teratur dan kurang bersih. Inilah beberapa perbedaan mendasar antara pasar modern dan pasar tradisional. Pertumbuhan pasar modern tentunya akan berdampak signifikan pada pasar Perubahan ini dapat mempengaruhi jumlah pelanggan, pola konsumsi, serta daya saing pasar tradisional dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. Karena kebutuhan akan tempat berbelanja yang nyaman, masyarakat kelas menengah dan atas akan mulai bermigrasi ke pasar modern seiring dengan meningkatnya persaingan. Hal ini akan berdampak pada berkurangnya masyarakat yang berbelanja di pasar konvensional, sehingga berdampak pada pendapatan pedagang pasar konvensional. Salah satu permasalahannya adalah berkurangnya pendapatan pedagang pasar tradisional hingga membuat mereka gulung tikar karena tidak mampu memberikan layanan yang dapat menarik pelanggan dan hanya fokus mencari keuntungan. Pemerintah telah menerapkan peraturan perundang-undangan mengenai penataan dan pengembangan pasar konvensional, pusat perbelanjaan dan toko modern, sebagaimana tertuang dalam keputusan Presiden nomor 112 tahun 2007. Hal tersebut disusul dengan pedoman pelaksanaannya dengan pemendagri nomor 53 tahun 2008 mengenai pedoman untuk penataan dan pengembangan pasar konvensional, pusat perbelanjaan, dan toko kontenporer. Pelaku Lukman Abdul Rahman. AuAnalisis Pengaruh Pasar Modern terhadap Omzet Pedagang Pasar Tradisional: Studi Kasus Binjai Supermall Hypermart terhadap Perekonomian Pedagang Pasar Tavip Kota BinjaiAy (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, chromeextension://efaidnbmnibpcajpcglclefindmkaj/http://repository. id/6791/1/Skripsi Lukman. Ketut Sri Candrawati. AuPasar Modern dan Pasar Tradisional dalam Gaya Hidup Masyarakat di Kabupaten Tabanan. Provinsi Bali,Ay Jurnal Penelitian Administrasi Publik 1, no. : 224Ae231, https://jurnal. untag-sby. id/index. php/jpap/article/view/683. Syahrul Anwar. AuDampak Pendapatan Pedagang Eceran dan Toko Kelontong Setelah Adanya Minimarket Modern Sebelum dan pada Saat Pandemi Covid-19 di Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar Tahun 2020Ay (Universitas Muhammadiyah Surakarta, chromeextension://efaidnbmnibpcajpcglclefindmkaj/https://eprints. id/89205/11/NASKAH PUBLIKASI OK. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 126 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 dagang harus benar-benar mematuhi pedoman ini, khusunya untuk pasar dan toko Mengingat perkembangan pasar kontenporer yang cepat saat ini, sejumlah masalah dapat muncul dan menyebabkan produk tidak terjual dengan baik. Kota Gumawang merupakan rumah bagi salah satu dari beberapa pasar konvensional di kota Gumawang. Pasar konvensional menawarkan berbagai macam produk yang terbagi dalam beberapa kategori sesuai dengan jenis komoditas yang dijual, antara lain pakaian jadi, sepatu, kebutuhan pokok, sayur-sayuran, daging, buah-buahan, dan lain sebagainya. Pasar biasanaya buka dari pukul 04. 00 pasar konvensional selalu ramai di pagi hari, dengan pedagang dan pembeli dengan berbagai komoditas. Karena harga yang terjangakau, banyak pemborong yang membeli barang untuk dijual kembali. Saat ini, kota Gumawang menjadi rumah bagi sejumlah pasar modern mapan, seperti minimarket. Indomaret, dan Alfamart. Banyak pihak berpendapat bahwa pasar konvensional dan pasar modern berlokasi cukup dekat satu sama lain, sehingga memudahkan masyarakat untuk memilih tempat berbelanja. Kehadiran pasar modern ini secara ekonomi dapat mempengaruhi pendapatan masyarakat yang bergantung pada pasar konvensional. Persaingan yang semakin ketat antara kedua jenis pasar tersebut membuat para pedagang pasar konvensional harus berusaha lebih keras untuk menarik pelanggan, sehingga dapat memengaruhi kelangsungan usaha mereka. Dengan demikian, pergeseran perilaku konsumen menuju pasar modern dapat berdampak signifikan pada pendapatan dan daya saing pedagang pasar konvensional di Gumawang. Keberadaan pasar modern tersebut secara tidak langsung mempunyai pengaruh terhadap pasar konvensional yang sudah ada sebelum pasar kontenporer. Meskipun produk di pasar kontenporer juga tersedia di pasar konvensional, namun sebagian warga masyarakat sekitar sudah beralih berbelanja di pasar kontenporer karena lebih lengakap dan nyaman, apalagi mengingat jam kerja yang lebih panjang. Selain itu, pasar kontenporer biasanya memililki harga yang lebih mahal di bandingkan pasar konvensional, namun salah satu Trisdiana M. Nur. Azwar Harahap, dan Taryono. AuAnalisis Perubahan Pendapatan Usaha Pedagang Eceran Sebelum dan Sesudah Berdirinya Indomaret dan Alfamart di Kecamatan Tampan Pekanbaru,Ay Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ekonomi . 1Ae10, https://jom. id/index. php/JOMFEKON/article/view/11612. Abdul Salam dan Wiwin Novita. AuAnalisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Laba Usaha Dagang pada Pedagang Sembako Muslim (Studi Kasus Di Pasar Tradisional Bantu. ,Ay JESI: Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia 6, no. : 62Ae72, https://ejournal. id/index. php/JESI/article/view/393. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 127 Ginanjar Wahyudi. Turmudzi Basyir. Siti Afifah: Kajian Bagaimana Keberadaan Pasar Kontenporer Mempengaruhi Pedagang Konvenssional di Kota Gumawang strategi pemasarannya adalah menawarkan diskon pada barang tertentu untuk menarik Pendapatan adalah hasil dari kerja, usaha, dan aktivitas lainnya. Meskipun tidak ada batasan pada permintaan atau keinginan, pendapatan seseorang sering kali dibatasi oleh tingkat ekonominya. Setiap individu menghasilkan jumlah uang yang berbeda-beda karena mereka bekerja di jenis pekerjaan yang berbeda pula. Tingkat pendidikan, keahlian, dan pengalaman kerja turut berperan dalam menciptakan kesenjangan pendapatan antarindividu. Pendapatan ini juga dapat dijadikan ukuran kesejahteraan masyarakat secara umum. Pendapatan adalah hasil yang diterima individu atau rumah tangga dari pekerjaan atau usaha yang dilakukan. Beragam kelompok dalam masyarakat, seperti petani, nelayan, pekerja peternakan, buruh, pedagang, serta karyawan di sektor pemerintah dan swasta, memiliki tingkat pendapatan yang berbeda-beda, tergantung pada profesi yang dijalani. Faktor-faktor seperti pendidikan, keterampilan, dan pengalaman kerja turut memengaruhi jenis pekerjaan serta jumlah pendapatan yang diperoleh. Oleh karena itu, pendapatan sering dianggap sebagai indikator umum kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti berminat untuk membuat penelitian dengan judul AuKajian Bagaimana Keberadaan Pasar Kontenporer Mempengaruhi Pedagang Konvensional di Kota Gumawang. METODE PENIELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan teknik penelitian interaktif, di mana peneliti berinteraksi langsung dengan subjek penelitian secara tatap muka. Diperlukan banyak upaya dari peneliti untuk memahami konteks sosial latar belakang penelitian. Pendekatan yang paling banyak digunakan mengacu pada penggunaan individu sebagai instrumen penelitian untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Keterlibatan langsung peneliti dalam penelitian, bukan keterwakilkan, mereka, merupakan ciri lain dari metode penelitian kualitatif interaktif. Dengan demikian, para Ibid. Miranti. AuAnalisis Dampak Kehadiran Minimarket terhadap Omset Pedagang Warung Kelontong di Jalan Manuruki MakassarAy (Universitas Negeri Makasar, 2. , https://eprints. id/15054/. Reza Haditya Raharjo. AuAnalisis Pengaruh Keberadaan Minimarket Modern terhadap Kelangsungan Usaha Toko Kelontong di Sekitarnya (Studi Kasus Kawasan Semarang Barat . Banyumanik. Pedurungan Kota Semaran. Ay (Universitas Diponegoro. Semarang, chromeextension://efaidnbmnibpcajpcglclefindmkaj/http://eprints. id/46533/1/06_RAHARJO. Jeni Reifsen. AuPengaruh Usaha Indomaret terhadap Usaha Pedagang Kelontong di Kota Bengkulu Ditinjau dari Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkul. Ay (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu, chromeextension://efaidnbmnibpcajpcglclefindmkaj/http://repository. id/442/1/Jeni Riefsen. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 128 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 sarjana dapat mengetahui analisis bagaimana keberadaan pasar kontenporer mempengaruhi para pedagang pasar konvensional Gumawang. HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum munculnya pasar modern, para pedagang di pasar konvensional desa Gumawang terutama menghadapi persaingan dari penjual lainnya, namun hal ini tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan mereka. Pendapatan harian yang diperoleh oleh para pedagang, yang disebut sebagai pendapatan pedagang, terus meningkat. Peningkatan ini memungkinkan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menyekolahkan anak-anak mereka hingga perguruan tinggi. Dalam keluarga, pendapatan tersebut digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang muncul. Selain itu, meskipun terdapat banyak pesaing di desa Gumawang, namun tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap para pedagang. Peneliti mengakui bahwa terdapat banyak pedagang pasar konvensional di desa tersebut, namun hal ini tidak merugikan usaha pedagang konvensional tersebut. Karena yang dibutuhkan untuk memulai bisnis ini hanyalah pendanaan dan lokasi, bisnis ini juga diklaim relative mudah untuk dimulai, sehingga makin banyak orang yang melakukan hal serupa. Basuki Rahmat menyatakan bahwa meskipun para pedagang di pasar konvensional menghadapi berbagai keterbatasan, mereka masih mampu bersaing dengan sukses di pasar saat ini, terutama karena harga yang lebih rendah dibandingkan dengan pasar modern. Namun, mereka tetap merasakan dampak langsung dari keberadaan pasar modern yang semakin berkembang. Berdasarkan temuan dari wawancara dan pengamatan terhadap pedagang di pasar konvensional, sebelum berkembangnya pasar modern, pendapatan mereka dianggap cukup Namun, kondisi tersebut tidak lagi berlaku saat ini. Meskipun para pedagang pasar konvensional yang sudah ada sejak awal memiliki pertumbuhan yang baik dan pelanggan tetap, sikap konsumen telah berubah. Saat ini, pasar modern dianggap sebagai tempat yang nyaman dengan biaya yang wajar. Selain itu, dibandingkan dengan pasar konvensional. Ida Suwarni. AuPengaruh Berkembangnya Keberadaan Alfamart/Indomaret terhadap Pendapatan Warung Kecil (Studi Kasus di Kelurahan Terbanggi Mulya Kecamatan Bandar Mataram Lampung Tenga. Ay (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro, 2. , https://repository. id/id/eprint/261/. Nurlinda et al. AuDampak Keberadaan Pasar Modern terhadap Pendapatan Pedagang Pasar Tradisional (Studi Kasus Pedagang Pasar Sentral Pangkep Kabupaten Pangkajene Kepulaua. ,Ay JEES: Journal of Economic Education and Entrepreneurship Studies 3, no. : 396Ae413, https://ojs. id/JE3S/article/view/37138. Basuki Rahmat. AuKeberadaan Pasar Tradisional Bersaing di Tengah-tengah Pasar Modern (Studi Kasus Pasar Ujungberung Kota Bandung Provinsi Jawa Bara. ,Ay Jurnal Otonomi dan Keuangan Daerah 6, no. : 1Ae17, https://ejournal. id/JOKD/article/view/458. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 129 Ginanjar Wahyudi. Turmudzi Basyir. Siti Afifah: Kajian Bagaimana Keberadaan Pasar Kontenporer Mempengaruhi Pedagang Konvenssional di Kota Gumawang konsumen tidak perlu terus-menerus menanyakan harga, dan fasilitas berbelanja di pasar modern sudah memadai. Terlihat jelas bahwa usaha pasar konvensional di kecamatan Gumawang sangat terpukul dengan kehadiran bangunan ritel kontenporer. Wawancara dengan pedagang mengungkapkan bahwa toko kontenporer ini mempunyai pengaruh yang signifikan selama bebrapa tahun terakhir. Menurut salah satu informan, pendapatan mereka bervariasi anatara 10% hingga15% setiap hari, yang merupakan tingkat penurunan terbesar. Seperti yang dilakukan oleh pedagang di pasar modern, para pedagang di pasar konvensional harus menjual produk dengan harga lebih murah pada waktu-waktu tertentu untuk meningkatkan penjualan. Namun, banyaknya pegawai di toko modern yang menerapkan sistem kerja shift membuat para pedagang sulit mengoptimalkan keuntungan Mereka harus bersaing dengan toko yang buka 24 jam sehari. Pelanggan sangat bersyukur dengan keberadaan pusat perbelanjaan 24 jam karena mereka dapat berbelanja kebutuhan sehari-hari kapan saja tanpa khawatir akan tutupnya warung atau toko. Berdasarkan observasi peneliti dan informasi yang diperoleh dari pedagang yang menjadi informan penelitian, ditemukan bahwa kehadiran took-toko modern tersebut tidak hanya membuat mereka langsung merasa kompetitif atau terancam, namun juga membuat mereka senang karena sering membeli kebutuhan sehari-hari. Yudha et al. bahwa mencari kebutuhan untuk rumah tangga atau penggunaan pribadi di pasar modern, terutama selama masa penjualan atau diskon, menjadi semakin umum. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat kelebihan dan kekurangan bagi masing-masing pihak dalam lingkungan persaingan, termasuk perbedaan antara pedagang di pasar konvensional dan pasar modern. Penelitian ini mengkaji pengaruh keberadaan pasar modern terhadap pedagang pasar konvensional di kota Gumawang dan wilayah sekitarnya. Meskipun beberapa hasil penelitian sejalan dengan temuan yang diperoleh oleh peneliti sebelumnya, ada juga hasil yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan pasar modern membawa dampak yang beragam bagi kelangsungan hidup para pedagang pasar konvensional, baik positif maupun negatif. Kualitas pelanggan memiliki pengaruh signifikan terhadap pendapatan para Beberapa pedagang mengalami kelebihan dan kekurangan setelah pasar modern Sementara sebagian pelanggan setia mereka beralih ke pasar baru, yang lain merasa Pedagang 1. AuWawancara dengan Pedagang Pasar GumawangAy (Gumawang, 2. Pedagang 2. AuWawancara dengan Pedagang Pasar GumawangAy (Gumawang, 2. Eka Purna Yudha. Arga Kurniawan, dan Moch. Farhan Hermawan. AuDaya Tarik Konsumen terhadap Pasar Modern Versus Pasar Tradisional,Ay Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Agribisnis 7, 1 . : 118Ae124, https://jurnal. id/prosiding/article/view/11490. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 130 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 dirugikan oleh perubahan ini. Situasi ini dapat dilihat dari fluktuasi pendapatan tahunan serta pergeseran daya beli konsumen, yang mencerminkan dinamika pasar yang sedang Dengan demikian, penting bagi para pedagang pasar konvensional untuk beradaptasi dan mencari strategi baru guna mempertahankan keberlangsungan usaha mereka di tengah persaingan yang semakin ketat. KESIMPULAN Temuan penelitian yang dibahas dalam tulisan ini memungkinkan untuk menarik beberapa kesimpulan. Pendapat baik maupun negatif mengenai keberadaan pasar modern dianut oleh para pelaku pasar konvensional. Mereka percaya bahwa dampak positif dan negatif dapat dikaitkan dengan kehadiran pasar modern terhadap perusahaan mereka. Berdasarkan hasil wawancara, 75% pedagang pasar konvensional tidak merasa kecewa dengan keberadaan pasar modern, karena sebagian pelanggan lebih memilih berbelanja di pasar konvensional yang menawarkan harga lebih murah. Syarat negosiasi yang fleksibel dan harga yang terjangkau juga menarik bagi kalangan menengah ke bawah. Namun, sebanyak 25% pedagang merasa tertekan oleh kehadiran pasar modern, karena mengurangi pendapatan mereka dan kelengkapan barang yang dijual. Di perusahaan perdagangan pasar konvensional, kehadiran pasar modern memiliki dampak positif dan negatif terhadap omset, pendapatan, dan basis pelanggan. Di pasar konvensional, pendapatan mengalami penurunan antara 10% hingga 15% setelah berdirinya pasar modern di wilayah kota Gumawang. Sebelum keberadaan pasar modern, pendapatan pedagang pasar tradisional sebagian besar ditentukan oleh persaingan antar pedagang dan relatif stabil. Lima pedagang konvensional bahkan mampu menghasilkan tambahan pendapatan antara 300 ribu hingga 400 ribu per hari sebelum minimarket didirikan. Selain itu, banyak warga kota Gumawang yang membuka usaha kecil sebagai usaha sampingan, seperti pedagang pasar pada Hal ini menjadi alat ukur untuk memenuhi kebutuhan keluarga dari usaha Meskipun mengalami penurunan pendapatan dan omset, perusahaan perdagangan pasar konvensional juga mengalami penurunan pelanggan secara bertahap. Pemilik usaha perdagangan pasar konvensional tampaknya belum melakukan upaya yang cukup untuk mempertahankan kelangsungan hidup usaha mereka. Meskipun demikian, sebagian dari mereka memang memiliki strategi atau cara lain untuk menjaga usaha mereka tetap bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 131 Ginanjar Wahyudi. Turmudzi Basyir. Siti Afifah: Kajian Bagaimana Keberadaan Pasar Kontenporer Mempengaruhi Pedagang Konvenssional di Kota Gumawang KESIMPULAN Komitmen kerja kepala Madrasah Tsanawiyah Kepulauan Riau dilaksanakan dengan mengupayakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan memberikan perhatian terhadap pelaksanaan pendidikan. Namun hal tersebut memang belum dapat berjalan dengan maksimal karena beberapa kendala, diantarnya kurangnya dukungan dari masyarakat dan belum terjalin kerjasama yang baik antara stake holder dengan kepala Madrasah selaku Komitmen kerja kepala sekolah Madrasah swasta Tsanawiyah di Kepulauan Riau terlihat dari sikap kepala sekolah yang mengutamakan komunikasi tertutup dalam menyelesaikan konflik internal. Kepala Madrasah memandang komitmen kerja sebagai sesuatu yang mereka yakini sebagai suatu sistem yang di dalamnya terdapat proses yang diperlukan untuk mengubah cara kerja mereka guna meningkatkan kualitas pendidikan dan meningkatkan efektivitas Madrasah. Kepala Madrasah senantiasa berupaya meningkatkan sarana dan juga pra-sarana pendidikan untuk meningkatkan efektivitas Madrasah. Di samping itu, kepala Madrasah dalam menerapkan komitmen kerja dengan melibatkan semua unsur, termasuk siswa. Akan tetapi kurangnya personil sumber daya professional di Madrasah serta kurangnya jalinan kerjasama dengan masyarakat membuat langkah kepala Madrasah menjadi agak sulit berkembang dalam mewujudkan efektivitas Madrasah. Sinergitas antara kepala Madrasah dengan pengurus yayasan, masyarakat dan seluruh stake holder yang ada sangat baik dalam mewujudkan pengembangan pendidikan, sehingga arah peningkatan efektivitas Madrasah semakin jelas, misalnya dalam menyelesaikan konflik internal, kepala Madrasah mengedepankan komunikasi tertutup. Hal ini membuktikan bahwa kepala Madrasah mempunyai komitmen yang kuat dalam menggarap suatu sistem yang diyakini, dimana diperlukan adanya proses perubahan cara kerja guna meningkatkan mutu pendidikan dan meningkatkan efektivitas Madrasah. REFERENSI