JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. 2 ,Desember 2024, pp. 419 - 431 p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . DOI: 10. 51903/kompak. http://journal. id/index. php/kompak Adopsi Penggunaan Layanan Digital Fintech pada Generasi X di Indonesia Siti Noor Alisia*1. Dewita Puspawati2 Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomika Dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Surakarta b200210469@student. Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomika Dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Surakarta dp123@ums. ARTICLE INFO Article history: Received 10 September 2024 Received in revised form 14 Oktober 2024 Accepted 15 November 2024 Available online 14 Desember 2024 ABSTRACT This study aims to analyze the impact of effort expectancy, perceived enjoyment, and performance expectancy on behavioral intention through customer satisfaction in the use of digital fintech services, with a particular focus on Generation X . ges 44-. Data were collected through a questionnaire adapted from the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) model, involving 175 Generation X respondents in Indonesia. The sampling method used was nonprobability sampling with a purposive sampling technique. Data analysis was conducted using Structural Equation ModelingPartial Least Squares (SEM PLS) with Smart PLS software. The results of the study show that perceived enjoyment does not have a significant effect on behavioral intention, and effort expectancy does not significantly affect customer satisfaction. However, effort expectancy, performance expectancy, and customer satisfaction have a significant effect on behavioral Perceived enjoyment and performance expectancy significantly influence customer satisfaction. On the other hand, effort expectancy does not significantly affect behavioral intention through customer satisfaction, while perceived enjoyment and performance expectancy significantly affect behavioral intention through customer satisfaction. Keywords: FinTech. Generation X. UTAUT. Behavioral Intention. SEM PLS Received September 26, 2024. Revised Okt 18, 2024. Accepted November 15, 2024 Adopsi Penggunaan Layanan Digital Fintech pada Generasi X di Indonesia Pendahuluan Perkembangan teknologi yang pesat dan inovatif telah membawa perubahan signifikan dalam sektor keuangan, di mana teknologi informasi telah mendorong pengembangan model bisnis baru yang menggabungkan layanan keuangan dan teknologi informasi yang dikenal sebagai financial technology (Abu Daqar et al. , 2. FinTech telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, memungkinkan layanan perbankan online yang sederhana, aman, dan berkualitas tinggi (Kang, 2. Industri FinTech telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, memungkinkan layanan perbankan online yang sederhana, aman, dan berkualitas tinggi (Kang, 2. Kehadiran Fintech telah mengubah cara orang berbelanja, menyimpan, dan membuat berbagai keputusan keuangan lainnya, sehingga mempengaruhi orang-orang di berbagai bidang, mulai dari pembayaran kartu, perbankan seluler hingga aplikasi keuangan di smartphone. Menurut ringkasan Laporan (AFTECH, 2. , hingga kuartal ketiga tahun 2022, industri fintech di Indonesia menguasai sekitar 33% dari total pendanaan perusahaan fintech di Asia Tenggara, menjadikannya yang terbesar kedua setelah Singapura yang memperoleh 43% dari total pendanaan. Selain itu, industri fintech di Indonesia masih memiliki potensi besar untuk meningkatkan inklusi keuangan. Laporan World Bank . menyatakan bahwa hingga saat ini, terdapat 97,74 juta penduduk dewasa di Indonesia yang masih belum memiliki akses ke layanan keuangan perbankan. FinTech adalah inovasi finansial teknologi yang menawarkan produk, aplikasi, dan model bisnis baru yang dapat mempengaruhi penyediaan layanan keuangan dan pengembangan industri keuangan, dan menciptakan budaya pasar kompetisi dan reputasi di antara penyedia layanan (Thakor, 2. Ada beragam layanan FinTech, yaitu sistem pembayaran online, pinjaman digital, crowdfunding, dompet seluler. InsurTech. TradeTech, blockchain dan mata uang kripto, perbankan digital, dan lain-lain. Layanan ini dikembangkan dan dapat diakses oleh pengguna melalui berbagai saluran seperti perbankan. dan lembaga keuangan, perusahaan asuransi, perusahaan jasa FinTech dan start up (Bajunaied et al. , 2. Menurut (Putra, 2. menyatakan bahwa generasi dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian yaitu, . Veteran Generation dari tahun 1925-1946, . Baby Boom Generation dari tahun 1946-1965, . X Generation dari tahun 1965-1980, . Y Generation dari 1980- 1995, . Z Generation dari tahun 1995-2010, . Alfa Generation dari tahun 2011-sekarang. Generasi X adalah kelompok usia yang menghadapi kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi. Namun, pandemi Covid-19 telah memaksa generasi X untuk lebih banyak menggunakan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam melakukan transaksi keuangan termasuk pembayaran digital, ecommerce, dan layanan keuangan berbasis teknologi menjadi semakin penting ketika interaksi tatap muka harus Generasi X di Indonesia menunjukkan karakteristik yang unik dalam hal adopsi teknologi. Sebagai kelompok yang tumbuh pada era awal internet, mereka cenderung lebih berhati-hati dan membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan teknologi baru dibandingkan generasi yang lebih muda. Meskipun demikian, generasi ini telah menunjukkan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman, terutama dalam konteks pandemi Covid19 yang mempercepat kebutuhan akan adopsi teknologi (Calvo-Porral & Pesqueira-Sanchez, 2. Penelitian ini merupakan replikasi dan modifikasi dari penelitian yang dilakukan oleh (Srivastava et al. , 2. yang berjudul AuAdoption of digital payment FinTech service by Gen Y and Gen Z users: evidence from IndiaAy. Hal yang berbeda dari penelitian (Srivastava et al. , 2. terletak pada objek penelitian dan variabel penelitian, di mana penelitian ini berfokus pada pengguna fintech yang ada di Indonesia dan variabel penelitian berfokus pada generasi X. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi gap penelitian yang sudah dilakukan oleh penelitian terdahulu. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis ingin mengetahui lebih dalam dengan melakukan penelitian yang berjudul AuAdopsi Penggunaan Layanan Digital Fintech pada Generasi X di IndonesiaAy. Teori Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) UTAUT merupakan sebuah model untuk menjelaskan perilaku pengguna terhadap teknologi informasi (Venkatesh, dkk, 2. UTAUT dibangun oleh Venkatesh, dkk . yang berhasil menggabungkan fitur-fitur dari delapan teori penerimaan teknologi terkemuka menjadi satu teori, yaitu Theory of Reason Action (TRA). Technology Acceptance Model (TAM). Theory of Planned Behaviour (TPB). Combined TAM and TPB (C-TAM-TPB). Innovation Diffusion Theory (IDT). Social Cognitive Theory (SCT). Motivational Model (MM), dan Model of PC Utilization (MPCU) (Handayani & Sudiana. Model UTAUT menunjukan bahwa niat untuk berperilaku . ehavioral intentio. dan perilaku untuk JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 419Ae431 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 menggunakan suatu teknologi . se behavio. dipengaruhi oleh harapan akan kinerja . erformance expectanc. , harapan akan usaha . ffort expectanc. , pengaruh sosial . ocial influenc. , dan kondisi pendukung . acilitating condition. Keempat Faktor tersebut dimoderasi oleh faktor jenis kelamin . , usia . , pengalaman . dan kesukarelaan menggunakan . oluntariness of us. Customer Satisfaction Menurut Kotler & Keller . Customer satisfaction . adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang timbul karena membandingkan kinerja yang dipersepsikan produk atau hasil terhadap ekspektasi mereka. Jika kinerja gagal memenuhi ekspektasi, pelanggan akan tidak puas. Jika kinerja sesuai dengan ekspektasi, pelanggan akan sangat puas atau senang. Kepuasan konsumen yang tinggi merupakan indikator terbaik dari keuntungan masa depan perusahaan dan secara luas ditandai sebagai evaluasi pasca pembelian (Emrah Cengiz Ph, 2. Behavioral Intention Niat berperilaku merupakan niat seseorang untuk mulai menggunakan suatu sistem. Penggunaan suatu sistem dipengaruhi oleh niat untuk menggunakannya. Behavioral intention digunakan untuk mengukur kekuatan niat seseorang dalam melakukan perilaku pengguna ketika menggunakan system (Novianti, 2. Niat perilaku juga menunjukkan sejauh mana seseorang akan menggunakan suatu teknologi tertentu di masa depan, yang menunjukkan keinginan untuk menggunakan teknologi tersebut lagi di masa depan (Wilfan & Martini, 2. Kerangka Konseptual dan Hipotesis Gambar 1. Model Konseptual Pengembangan Hipotesis: Pengaruh Effort Expectancy Terhadap Behavioral Intention Venkatesh dkk. menggambarkan ekspektasi upaya sebagai Autingkat kemudahan penggunaan yang terkait dengan penggunaan sistemAy. Hal ini mengacu pada keyakinan atau sudut pandang pengguna tentang betapa mudahnya teknologi baru dapat digunakan, dan dampak positifnya terhadap niat konsumen untuk menggunakan teknologi baru (Merhi et al. , 2. Menurut (Yan et al. , 2. Konsumen cenderung menggunakan teknologi yang memfasilitasi mereka untuk mencapai tujuan mereka. Beberapa penelitian sebelumnya telah mengkonfirmasi adanya hubungan antara effort expectancy dan behavioral intention, salah satunya adalah (Sultana et al. , 2. yang menyimpulkan bahwa effort expectancy berpengaruh terhadap behavioral intention untuk menggunakan layanan digital Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan, maka dapat dibuat hipotesis: H1: Effort Expectancy berpengaruh terhadap Behavioral Intention. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 419Ae431 Adopsi Penggunaan Layanan Digital Fintech pada Generasi X di Indonesia Pengaruh Perceived Enjoyment Terhadap Behavioral Intention Perceived enjoyment menjadi indikator yang dijadikan variabel penelitian ini sebagai salah satu persepsi lain yang memiliki dampak terhadap niat menggunakan layanan digital fintech pada generasi X. Hal ini dilandasi dengan perilaku konsumen yang ketika sedang menggunakan layanan digital fintech merasa mendapat sisi kenyamanan berupa hiburan atau bentuk kenyamanan lainnya, maka akan terbentuk rasa keinginan konsumen untuk memutuskan menggunakan fintech tersebut. Menurut (Natarajan et al. , 2. , pengguna cenderung mengadopsi teknologi yang menurut mereka lebih menyenangkan dan lebih jauh lagi, menggunakannya lebih sering daripada yang lain. Melakukan transaksi keuangan melalui smartphone dipersepsikan sebagai pengalaman yang menyenangkan karena dapat diakses oleh pengguna kapan saja dan dimana saja. Pengguna menggunakan teknologi inovatif tidak hanya untuk meningkatkan kinerja mereka tetapi karena mereka senang menggunakannya. (Koenig-lewis et al. , 2. Hal ini sejalan dengan penelitian (Adhini, 2. yang menyatakan bahwa perceived enjoyment berpengaruh terhadap niat perilaku . ehavioral intentio. layanan digital Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan, maka dapat dibuat hipotesis: H2: Perceived Enjoyment berpengaruh terhadap Behavioral Intention. Pengaruh Performance Expectancy Terhadap Behavioral Intention Performance expectancy adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi decision to use dalam penggunaan layanan digital fintech. Performance expectancy mengacu pada sejauh mana individu percaya bahwa penggunaan teknologi tersebut akan meningkatkan kinerja mereka dalam aktivitas tertentu. Ketika pengguna merasakan bahwa suatu teknologi dapat memberikan manfaat nyata, seperti peningkatan efisiensi, efektivitas, atau produktivitas, mereka lebih cenderung memutuskan untuk mengadopsi dan menggunakan teknologi tersebut. Menurut (Xie et al. , 2. performance expectancy menandakan keyakinan konsumen bahwa penggunaan layanan berbasis teknologi akan meningkatkan kinerja dan efisiensi mereka. Peneliti sebelumnya telah menguji secara empiris (Wei et al. , 2. yang menyimpulkan bahwa performance expectancy berpengaruh terhadap niat perilaku . ehavioral intentio. penggunaan fintech. Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan, maka dapat dibuat hipotesis: H3: Performance Expectancy berpengaruh terhadap Behavioral Intention. Pengaruh Effort Expectancy Terhadap Customer Satisfaction Effort expectancy mengacu pada kemudahan penggunaan teknologi atau layanan. Ketika pelanggan merasa bahwa teknologi tersebut mudah digunakan dan tidak memerlukan banyak usaha, kepuasan dalam penggunaan layanan digital fintech akan meningkat. Sebaliknya, jika penggunaannya rumit dan memerlukan banyak usaha, kepuasan pelanggan akan menurun. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Chao, 2. yang menyatakan bahwa Effort Expectancy berpengaruh terhadap Customer Satisfaction. Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan, maka dapat dibuat hipotesis: H4: Effort Expectancy berpengaruh terhadap Customer Satisfaction. Pengaruh Perceived Enjoyment Terhadap Customer Satisfaction Menurut (Natarajan et al. , 2. menyatakan bahwa pengguna cenderung mengadopsi teknologi yang menurut mereka lebih menyenangkan dan menyenangkan, dan lebih jauh lagi, menggunakannya lebih sering daripada yang lain. Ketika pelanggan menikmati proses penggunaan teknologi, mereka cenderung memiliki pengalaman positif, yang pada akhirnya meningkatkan tingkat kepuasan mereka. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Chao, 2. dan (Olivia & Marchyta, 2. yang menyatakan bahwa perceived enjoyment berpengaruh terhadap customer Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan, maka dapat dibuat hipotesis: H5: Effort Expectancy berpengaruh terhadap Customer Satisfaction. Pengaruh Performance Expectancy Terhadap Customer Satisfaction Performance expectancy merujuk pada sejauh mana pelanggan percaya bahwa penggunaan suatu teknologi atau layanan akan meningkatkan kinerja mereka atau memberikan manfaat yang nyata. Ketika pelanggan memiliki harapan bahwa teknologi atau layanan tersebut akan memenuhi atau melebihi ekspektasi mereka dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, atau kualitas hasil, tingkat kepuasan mereka cenderung meningkat. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Septiana & Suryani, 2. dan (Elok et al. , 2. yang menyatakan bahwa performance expectancy berpengaruh terhadap customer satisfaction. Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan, maka dapat dibuat H6: Performance Expectancy berpengaruh terhadap Customer Satisfaction. Pengaruh Customer Satisfaction Terhadap Behavioral Intention Kepuasan . adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang timbul karena membandingkan JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 419Ae431 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 kinerja yang dipersepsikan produk . tau hasi. terhadap ekspektasi mereka. Hal ini memberikan hasil bahwasannya customer satisfaction berpengaruh positif terhadap niat perilaku . ehavioral intentio. penggunaan fintech. Ketika pelanggan merasa puas dengan pengalaman mereka dalam menggunakan teknologi atau layanan tertentu, mereka lebih cenderung untuk terus menggunakannya dan bahkan merekomendasikannya kepada orang lain. Kepuasan pelanggan mencakup berbagai aspek, seperti kemudahan penggunaan, kinerja yang diharapkan, dukungan pelanggan yang baik, dan pengalaman keseluruhan yang positif. Penelitian sebelumnya (Qi et al. , 2. yang menyatakan bahwa customer satisfaction memiliki pengaruh terhadap behavioral intention. Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan, maka dapat dibuat hipotesis: H7: Customer Satisfaction berpengaruh terhadap Behavirioal Intention. Pengaruh Effort Expectancy. Perceived Enjoyment, dan Performance Expectancy Terhadap Behavioral Intention melalui Customer Satisfaction Effort expectancy, perceived enjoyment, dan performance expectancy adalah faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan niat berperilaku untuk menggunakan layanan digital fintech pada generasi X. Semua elemen dalam effort expectancy, perceived enjoyment, dan performance expectancy dapat mempengaruhi niat perilaku konsumen dalam menggunakan layanan digital fintech. Kepuasan ini mencakup sejauh mana pengguna merasa senang ketika layanan tersebut memenuhi atau bahkan melampaui harapan mereka, menawarkan pilihan yang sesuai dengan keinginan dan preferensi mereka, serta memberikan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Semakin tinggi tingkat effort expectancy, perceived enjoyment, dan performance expectancy dalam layanan fintech, semakin tinggi pula tingkat kepuasan pengguna. Ketika kepuasan pengguna terhadap layanan digital fintech mencapai tingkat yang tinggi, keputusan untuk menggunakan layanan tersebut juga cenderung meningkat. Dengan kata lain, faktor-faktor ini secara bersama-sama mempengaruhi pengalaman pengguna dan keputusan akhir mereka untuk menggunakan layanan fintech. Penjelasan di atas sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Mulyati et al. , 2. yang menyatakan bahwa kepuasan pelanggan . ustomer satisfactio. mampu memediasi niat berperilaku . ehavioral intentio. Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan, maka dapat dibuat hipotesis: H8: Effort Expectancy berpengaruh terhadap Behavioral Intention melalui Customer Satisfaction H9: Perceived Enjoyment berpengaruh terhadap Behavioral Intention melalui Customer Satisfaction. H10: Performance Expectancy berpengaruh terhadap Behavioral Intention melalui Customer Satisfaction. Metode Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh generasi X yang merupakan pengguna layanan digital fintech di Indonesia yang belum diketahui jumlah pastinya. Pada penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah generasi X berusia 44-59 tahun di Indonesia yang menggunakan layanan digital Fintech sebanyak 175 responden. Dalam penelitian ini menggunakan data primer dengan metode kuesioner yang diberikan kepada responden secara online melalui google form dan secara offline melalui penyebaran angket. Penggunaan skala yang digunakan adalah skala likert. Skala likert memiliki bobot penilaian yang dimulai dari 1 menunjukkan sangat tidak setuju . hingga 4 menunjukkan sangat setuju . Indikator dalam penelitian ini diadopsi dari penelitian sebelumnya. Indikator effort expectancy (EE) diadopsi dari penelitian (Chen & Zhou, 2. dan (Kazemi et al. , 2. , indikator perceived enjoyment (PE) diadopsi dari penelitian (Venkatesh & Bala, 2. , indikator performance expectancy (PE) diadopsi dari penelitian (Venkatesh, etal. & (Venkatesh, etal. , 2. , indikator customer satisfaction diadopsi dari penelitian (Natarajan et al. , 2. , dan indikator behavioral intention diadopsi dari penelitian (Bashir & Madhavaiah, 2. dan (Kazemi et al. , 2. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan adalah Structural Equation Modelling (SEM) berbasis komponen Partial Least Squares atau yang sering didengar dengan PLS. Menurut Damayanti & Pratama . terdapat tiga tahap untuk melakukan analisis dalam PLS, yaitu analisis outer model, inner model, dan pengujian hipotesis. Hasil dan Pembahasan Karakteristik Responden Setelah dilakukan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner, maka diperolah data mengenai JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 419Ae431 Adopsi Penggunaan Layanan Digital Fintech pada Generasi X di Indonesia karakteristik responden yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 1 Karakteristik Responden Karakteristik Jumlah Presentase Jenis Kelamin Laki-Laki 44,6% Perempuan 55,4% Usia 44-48 tahun 49-53 tahun 28,6% 54-59 tahun 27,4% Pendidikan Terakhir 14,3% SMP 12,6% SMA/K 46,9% 21,2% Lainnya Pendapatan perbulan < 1. 18,3% 29,1% 28,6% > 4. Pengguna layanan digital fintech didominasi oleh perempuan sebanyak 97 orang . ,4%), mayoritas pengguna adalah berusia 44-48 tahun sebanyak 77 orang . %), dari kalangan SMA/K mendominasi pekerjaan pengguna sebanyak 82 orang . ,9%) dengan penghasilan mayoritas pengguna sebesar > 1. 000 Ae 2. 000 sebanyak 51 orang . ,1%). Outer Model Validitas Konvergen Hasil pengujian validitas konvergen untuk nilai outer loading pada penelitian dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 2. Hasil Uji Validitas Konvergen Variabel Indikator Outer Keterangan Loading EE1 0,872 Valid Effort Expectancy (EE) EE2 0,852 Valid EE3 0,884 Valid EE4 0,845 Valid PEnj1 0,884 Valid Perceived Enjoyment PEnj2 0,884 Valid (PEn. PEnj3 0,840 Valid PE1 0,862 Valid Performance Expectancy PE2 0,859 Valid JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 419Ae431 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 PE3 0,831 Valid CS1 0,853 Valid CS2 0,866 Valid CS3 0,882 Valid CS4 0,835 Valid BI1 0,882 Valid Behavioral Intention BI2 0,899 Valid (BI) BI3 0,887 Valid Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai loading faktor semua item pernyataan > 0,70, maka dapat disimpulkan bahwa semua item pernyataan dinyatakan valid konvergen. Validitas Diskriminan Tabel 3. Hasil Validitas Diskriminan Indikator Variabel Effort Perceived Performance Customer Behavioral Expectancy Enjoyment Expectancy Satisfaction Intention 0,872 0,607 0,541 0,548 0,509 EE1 0,852 0,625 0,556 0,591 0,509 EE2 0,884 0,654 0,614 0,559 0,539 EE3 0,845 0,678 0,559 0,599 0,551 EE4 0,620 0,884 0,578 0,645 0,550 PEnj1 0,629 0,884 0,609 0,658 0,570 PEnj2 0,689 0,840 0,556 0,671 0,561 PEnj3 0,635 0,599 0,862 0,628 0,610 PE1 0,568 0,556 0,859 0,620 0,528 PE2 0,466 0,549 0,831 0,617 0,477 PE3 0,555 0,642 0,577 0,853 0,553 CS1 0,573 0,667 0,610 0,866 0,592 CS2 0,601 0,689 0,672 0,882 0,586 CS3 0,558 0,603 0,645 0,835 0,635 CS4 0,524 0,573 0,568 0,617 0,882 BI1 0,566 0,576 0,542 0,605 0,899 BI2 0,541 0,570 0,585 0,616 0,887 BI3 Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa nilai cross loading > 0,7, artinya indikator dalam penelitian ini dinyatakan valid dan memiliki validitas yang baik. Selain nilai cross loading, nilai Avergae Variance Extracted (AVE) dapat digunakan untuk mengukur validitas diskriminan. Menurut Ghozali & Latan . indikator dinyatakan valid ketika memiliki nilai AVE > 0,5. Berikut nilai AVE dalam penelitian dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4. Hasil Valid Average Variance Extracted (AVE) Variabel AVE (PE) Customer Satisfaction (CS) Effort Expectancy (EE) 0,746 Perceived Enjoyment (PEn. 0,756 Performance Expectancy (PE) 0,724 Customer Satisfaction (CS) 0,738 Behavioral Intention (BI) 0,791 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 419Ae431 Adopsi Penggunaan Layanan Digital Fintech pada Generasi X di Indonesia Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa variabel effort expectancy, perceived enjoyment, performance expectancy, customer satisfaction, dan behavioral intention memiliki nilai AVE > 0,5, sehingga dapat dinyatakan setiap variabel memiliki validitas diskriminan yang baik. Uji Reliabilitas Tabel 5. Hasil Uji Realibilitas Cronbach's Alpha Composite Reliability Behavioral Intention_ 0,868 0,919 Customer Satisfaction_ 0,882 0,918 Effort Expectancy 0,886 0,922 Perceived Enjoyment 0,839 0,903 Performance Expectancy _ 0,810 0,887 Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa nilai composite reliability dan cronbach alpha setiap variabel > 0,7, sehingga variabel behavioral intention, customer satisfaction, effort expectancy, perceived enjoyment, dan performance expectancy dinyatakan reliabel. Inner Model Setelah melakukan analisis outer model, selanjutnya menganalisis inner model. Inner model bertujuan untuk mengetahui hubungan kausalitas antara variabel laten. Uji inner model dapat dilakukan dengan menggunakan nilai RSquare. R-Square digunakan untuk mengukur variabel eksogen terhadap variabel endogen. Berikut nilai R-square pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 6. Hasil Uji R-Square R Square R Square Adjusted Behavioral Intention (Y) 0,541 0,531 Customer Satisfaction (Z) 0,668 0,662 Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa nilaiAdjusted R2 untuk variabel dependen behavioral intention sebesar 0,531. Hal ini berarti effort expectancy, perceived enjoyment, dan performance expectancy dan customer satisfaction mempengaruhi behavioral intention sebesar 53,1%, sisanya 46,9% dipengaruhi variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian. Nilai Adjusted R2 untuk variabel mediasi customer satisfaction sebesar 0,662. Hal ini berarti effort expectancy, perceived enjoyment, dan performance expectancy mempengaruhi customer satisfaction sebesar 66,2%, sisanya 43,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam model Pengujian Hipotesis Tahapan terakhir setelah melakukan outer model dan inner model, yaitu pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis pada penelitian ini dilihat dari nilai t-statistik dan nilai p-value untuk nilai statistik sebesar 5% atau 0,05 . value <0,. dan nilai statistik yang digunakan sebesar 1,96 . -statistik > 1,. Berikut adalah output pls sem untuk melihat besaran nilai p-value: JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 419Ae431 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Keterangan EE > BI Gambar 2. Path Diagram Hasil Output Pengujian Hipotesis Tabel 7. Hasil Uji Pengaruh Langsung Original Sample (O) Statistics P Values (O/STDEV) 0,150 2,099 0,036 PEnj > BI 0,152 1,503 0,134 H2 Ditolak PE > BI 0,191 2,514 0,012 H3 Diterima EE > CS 0,095 1,380 0,168 H4 Ditolak PEnj > CS 0,434 6,387 0,000 H5 Diterima PE > CS 0,378 5,297 0,000 H6 Diterima CS > BI 0,335 3,103 0,002 H7 Diterima H1 Diterima Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa hubungan antara effort expectancy terhadap behavioral intention memiliki nilai signifikansi p value < 0,05 . yang menunjukkan bahwa H1 diterima, hubungan antara perceived enjoyment terhadap behavioral intention memiliki nilai signifikansi p values > 0,05 . yang menunjukkan bahwa H2 ditolak, hubungan antara performance expectancy terhadap behavioral intention memiliki nilai signifikansi p values < 0,05 . yang menunjukkan bahwa H3 diterima, hubungan antara effort expectancy terhadap customer satisfaction memiliki nilai signifikansi p values > 0,05 . yang menunjukkan bahwa H4 ditolak, hubungan antara perceived enjoyment terhadap customer satisfaction memiliki nilai signifikansi p values < 0,05 . yang menunjukkan bahwa H5 diterima, hubungan antara performance expectancy terhadap customer satisfaction memiliki nilai signifikansi p values < 0,05 . yang menunjukkan bahwa H6 diterima, hubungan antara customer satisfaction terhadap behavioral intention memiliki nilai signifikansi p values < 0,05 . yang menunjukkan bahwa H7 diterima. Tabel 8. Hasil Uji Pengaruh Tidak Langsung Original Sample (O) T Statistics P Values Keterangan (O/STDEV) JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 419Ae431 Adopsi Penggunaan Layanan Digital Fintech pada Generasi X di Indonesia EE > CS > BI 0,032 0,255 H8 Ditolak PEnj > CS > BI 0,145 2,777 1,140 0,006 H9 Diterima PE > CS > BI 0,127 2,731 0,007 H10 Diterima Berdasarkan tabel di atas hubungan antara effort expectancy terhadap behavioral intention melalui customer satisfaction memiliki nilai signifikansi p values > 0,05 . yang menunjukkan bahwa H8 ditolak, hubungan antara perceived enjoyment terhadap behavioral intention melalui customer satisfaction memiliki nilai signifikansi p values < 0,05 . yang menunjukkan bahwa H9 diterima, hubungan antara performance expectancy terhadap behavioral intention melalui customer satisfaction memiliki nilai signifikansi p values < 0,05 . yang menunjukkan bahwa H10 diterima. Pembahasan Effort Expectancy berpengaruh terhadap Behavioral Intention Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa effort expectancy berpengaruh terhadap behavioral intention. Semakin mudah seseorang merasa dalam menggunakan suatu teknologi, maka niat atau keinginannya untuk menggunakannya akan semakin tinggi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh adalah (Sultana et al. , 2. yang menyatakan bahwa effort expectancy berpengaruh terhadap behavioral Perceived Enjoyment berpengaruh terhadap Behavioral Intention Berdasarkan hasil pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa perceived enjoyment tidak berpengaruh signifikan terhadap behavioral intention. Bagi generasi X, aspek fungsionalitas, keamanan, dan efisiensi cenderung memiliki peran lebih besar dalam membentuk behavioral intention terhadap penggunaan fintech dibandingkan elemen kesenangan atau hiburan. Hal ini membuat perceived enjoyment menjadi tidak signifikan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Huang et al. , 2. yang menyatakan bahwa perceived enjoyment tidak berpengaruh signifikan terhadap behavioral intention. Performance Expectancy berpengaruh terhadap Behavioral Intention Berdasarkan hasil pengujian hipotesis ketiga menunjukkan bahwa performance expectancy berpengaruh terhadap behavioral intention. Ketika pengguna merasakan bahwa suatu teknologi dapat memberikan manfaat nyata, seperti peningkatan efisiensi, efektivitas, atau produktivitas, mereka lebih cenderung memutuskan untuk mengadopsi dan menggunakan teknologi tersebut. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Wei et al. yang menyimpulkan bahwa performance expectancy berpengaruh terhadap niat perilaku behavioral intention. Effort Expectancy berpengaruh terhadap Customer Satisfaction Berdasarkan hasil pengujian hipotesis keempat menunjukkan bahwa effort expectancy tidak berpengaruh signifikan terhadap customer satisfaction. Effort expectancy tidak berpengaruh signifikan terhadap customer satisfaction pada generasi X dalam penggunaan fintech karena mereka lebih memprioritaskan keamanan, keandalan, dan manfaat nyata dari layanan. Bagi generasi X, kemudahan penggunaan bukanlah faktor utama kepuasan, melainkan efektivitas dan keamanan transaksi yang lebih menentukan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Fitri. NG et al, 2. yang menyatakan bahwa effort expectancy tidak berpengaruh terhadap customer Perceived Enjoyment berpengaruh terhadap Customer Satisfaction Berdasarkan hasil pengujian hipotesis kelima menunjukkan bahwa perceived enjoyment berpengaruh terhadap customer satisfaction. Saat pengguna menikmati proses penggunaan teknologi, mereka cenderung memiliki pengalaman positif, yang pada akhirnya meningkatkan tingkat kepuasan mereka. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Olivia & Marchyta, 2. yang menyatakan bahwa perceived enjoyment berpengaruh terhadap customer satisfaction. Performance Expectancy berpengaruh terhadap Customer Satisfaction Berdasarkan hasil pengujian hipotesis keenam menunjukkan bahwa performance expectancy berpengaruh signifikan terhadap customer satisfaction. Ketika teknologi dianggap mampu memberikan manfaat yang sesuai atau bahkan melebihi harapan, seperti meningkatkan efisiensi, produktivitas, atau kualitas hasil, pengguna maka kepuasan mereka akan meningkat. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Elok et al. , 2. yang menyatakan bahwa performance expectancy berpengaruh terhadap customer satisfaction. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 419Ae431 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Customer Satisfaction berpengaruh terhadap Behavioral Intention Berdasarkan hasil pengujian hipotesis ketujuh menunjukkan bahwa customer satisfaction berpengaruh signifikan terhadap behavioral intention. Kepuasan berdasarkan pengalaman seseorang dalam menggunakan teknologi atau layanan tertentu, mereka lebih cenderung untuk terus menggunakannya dan bahkan merekomendasikannya kepada orang lain. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Qi et al. , 2. yang menyatakan bahwa customer satisfaction memiliki pengaruh terhadap behavioral intention. Effort Expectancy berpengaruh terhadap Behavioral Intention dimediasi oleh Customer Satisfaction Berdasarkan hasil pengujian hipotesis kedelapan menunjukkan bahwa effort expectancy tidak berpengaruh signifikan terhadap behavioral intention melalui customer satisfaction. Hal ini mengindikasikan bahwa persepsi kemudahan penggunaan cenderung dianggap sebagai atribut dasar yang tidak secara langsung memengaruhi kepuasan Customer satisfaction lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti performance expectancy dan perceived enjoyment, yang memberikan manfaat dan pengalaman yang lebih relevan bagi generasi X. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Zha et al. , 2. yang menyatakan bahwa effort expectancy tidak berpengaruh terhadap behavioral intention melalui customer satisfaction. Perceived Enjoyment berpengaruh terhadap Behavioral Intention dimediasi oleh Customer Satisfaction Berdasarkan hasil pengujian hipotesis kesembilan menunjukkan bahwa perceived enjoyment berpengaruh signifikan terhadap behavioral intention melalui customer satisfaction. Adanya perbedaan dengan hipotesis kedua dimana perceived enjoyment tidak berpengaruh signifikan terhadap customer satisfaction, namun berpengaruh signifikan melalui customer satisfaction. Artinya, fintech memberikan kemudahan bagi penggunanya melalui fitur-fitur yang telah disediakan, sehingga kepuasan seseorang timbul karena fintech membantu menyelesaikan transaksi dengan Kemudahan yang menimbulkan kepuasan itulah yang mempengaruhi seseorang untuk menggunakan kembali Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Esawe, 2. yang menyatakan bahwa perceived enjoyment berpengaruh terhadap behavioral intention melalui customer satisfaction. Performance Expectancy berpengaruh terhadap Behavioral Intention dimediasi oleh Customer Satisfaction Berdasarkan hasil pengujian hipotesis kesepuluh menunjukkan bahwa performance expectancy berpengaruh terhadap behavioral intention melalui customer satisfaction. Ketika harapan kinerja terpenuhi atau terlampaui, pengguna merasa puas, dan kepuasan ini memperkuat niat mereka untuk terus menggunakan layanan tersebut. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Mulyati et al. , 2. yang menyatakan bahwa performance expextancy berpengaruh terhadap behavioral intention melalui customer satisfaction. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa perceived enjoyment tidak berpengaruh terhadap behavioral intention, sedangkan effort expectancy dan performance expectancy berpengaruh signifikan terhadap behavioral intention. Effort expectancy tidak berpengaruh terhadap customer satisfaction, sedangkan perceived enjoyment dan performance expectancy berpengaruh terhadap customer satisfaction. dan effort expectancy tidak berpengaruh terhadap behavioral intention melalui customer satisfaction, perceived enjoyment dan performance expoectancy berpengaruh signifikan terhadap behavioral intention melalui customer satisfaction. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran yang dapat dipertimbangkan bagi penelitian selanjutnya adalah sebagai berikut, penelitian selanjutnya dapat menambahkan generasi lain seperti generasi Z atau millenial agar menjadi perbandingan dalam penelitian, mengingat perbedaan dalam kebiasaan dan preferensi Selain itu, bisa untuk menambahkan variabel lain seperti perceived security, social influence, atau trust, yang relevan dalam mempengaruhi behavioral intention dan customer satisfaction. Daftar Pustaka