Original Research HIJP : HEALTH INFORMATION JURNAL PENELITIAN Pengaruh Penambahan Ekstrak Jahe pada Jus Buah Naga Merah Terhadap Peningkatan Hemoglobin pada Ibu Hamil The Effect of Adding Ginger Extract to Red Dragon Fruit Juice to Increase Hemoglobin Levels in Pregnant Women Selvi Mohamad1. Nurfaizah Alza2. Siti Choirul Dwi Astuti3 1,2,3 Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Indonesia *Korespondensi e-mail : selvimohamad@poltekkesgorontalo. Kata kunci: Anemia. Hamil. Jahe. Buah Naga Keywords: Anaemia. Pregnancy. Ginger. Dragon Fruit Poltekkes Kemenkes Kendari. Indonesia ISSN : 2085-0840 ISSN-e : 2622-5905 Periodicity: Bianual vol. 17 no. jurnaldanhakcipta@poltekkes-kdi. Received : 03 Desember 2024 Accepted : 20 November 2025 Funding source: Poltekkes Kemenkes Gorontalo DOI : 10. 36990/hijp. URL : https://myjurnal. id/index. php/HIJP Contract number: SK No. DP. 03/F. XLIV/4188/2024 Abstrak: Latar Belakang: Prevalensi anemia pada kehamilan di Indonesia mencapai 48,9% sehingga diperlukan pendekatan pangan fungsional yang mudah Buah naga merah dan jahe dipilih karena kandungan vitamin C, zat besi, serta efek hematopoietik yang saling melengkapi. Tujuan: Mengevaluasi pengaruh penambahan ekstrak jahe pada jus buah naga merah terhadap kadar hemoglobin ibu hamil dengan anemia ringan. Metode: Penelitian kuasi-eksperimental pretest-posttest control group selama 10 hari di Puskesmas Kabupaten Bone Bolango melibatkan 60 ibu hamil trimester kedua dengan anemia ringan. Kelompok intervensi menerima 150 mL jus buah naga merah dengan 2 g ekstrak jahe per hari, sedangkan kontrol menerima jus tanpa jahe. Kadar hemoglobin diukur menggunakan Hemocue Hb 201 . Data dianalisis menggunakan paired t-test dan independent t-test . <0,. Hasil: Peningkatan hemoglobin pada kelompok intervensi . ,3A0,4 g/dL) lebih tinggi dibanding kontrol . ,7A0,3 g/dL. p=0,008. 95% CI=0,18-0,. Simpulan: Penambahan ekstrak jahe meningkatkan hemoglobin lebih efektif dibanding jus buah naga merah Saran: Kombinasi ini berpotensi diterapkan sebagai intervensi pangan lokal untuk pencegahan anemia pada ibu hamil. Abstract: Background: The prevalence of anemia in pregnancy in Indonesia reaches 48. 9%, so an accessible functional food approach is needed. Red dragon fruit and ginger were chosen because of their vitamin C, iron, and complementary hematopoietic Objective: To evaluate the effect of adding ginger extract to red dragon fruit juice on hemoglobin levels in pregnant women with mild anemia. Methods: A 10-day pretest-posttest control group quasi-experimental study at the Bone Bolango Regency Health Center involved 60 second-trimester pregnant women with mild anemia. The intervention group received 150 mL of red dragon fruit juice with 2 g of ginger extract per day, while the control group received juice without ginger. Hemoglobin levels were measured using Hemocue Hb 201 . Data were analyzed using paired t-test and independent t-test . <0. Results: The Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 291 increase in hemoglobin in the intervention group . 3A0. 4 g/dL) was higher than in the control . 7A0. 3 g/dL. p=0. CI=0. Conclusion: The addition of ginger extract increases hemoglobin more effectively than red dragon fruit juice Suggestion: This combination could potentially be applied as a local dietary intervention for the prevention of anemia in pregnant women. PENDAHULUAN Anemia selama kehamilan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di negara berkembang (Bhutta et al. , 2. Di Indonesia, prevalensi anemia pada ibu hamil mencapai 48,9% dan masih menunjukkan tren peningkatan, sehingga menjadi tantangan besar bagi upaya kesehatan ibu dan anak (Lee et al. , 2. Kondisi ini juga terlihat di Kabupaten Bone Bolango. Provinsi Gorontalo, di mana angka anemia tetap tinggi meskipun program suplementasi zat besi telah berjalan, menandakan perlunya intervensi tambahan yang lebih efektif di layanan primer (Siddique et al. , 2. Suplementasi tablet zat besi (F. tetap menjadi strategi utama dalam pencegahan dan penanganan anemia kehamilan. Namun, kepatuhan konsumsi suplementasi Fe pada ibu hamil masih rendah, berkisar antara 30-60%, yang disebabkan oleh efek samping gastrointestinal seperti mual, konstipasi, dan rasa logam yang tidak nyaman(Abdulsalam et al. , 2. Hambatan ini mendorong eksplorasi pendekatan alternatif berbasis pangan fungsional lokal yang lebih dapat diterima dan memiliki bioavailabilitas tinggi (Banudi. Akbar Toruntju. Koro. Leksono, & Usnia, 2024. Zahra. Susanto, & Kumorowulan, 2. Buah naga merah (Hylocereus polyrhizu. merupakan buah tropis yang kaya antioksidan, vitamin C, zat besi, dan folat yang berperan penting dalam pembentukan hemoglobin (Brisot et al. , 2. Vitamin C meningkatkan penyerapan zat besi non-heme, sedangkan fitokimia seperti flavonoid turut mendukung proses hematopoiesis (Zhong et al. , 2. Jahe (Zingiber officinal. juga memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, serta efek hematopoietik melalui senyawa aktif seperti gingerol dan shogaol (Qin et al. , 2. Literatur terbaru menunjukkan bahwa kombinasi bahan pangan kaya vitamin C dan komponen bioaktif dengan agen hematopoietik alami dapat menghasilkan efek sinergis dalam meningkatkan penyerapan zat besi dan mendukung eritropoiesis, sehingga penggunaan buah naga merah dan jahe secara bersamaan secara teori menawarkan potensi manfaat yang lebih besar dibanding penggunaannya secara terpisah (Sharaf et al. , 2. Namun, bukti ilmiah lokal yang mengevaluasi kombinasi kedua bahan ini pada ibu hamil masih sangat terbatas, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut (Anteby et al. , 2. Konteks lokal Bone Bolango yang menghadapi tingginya prevalensi anemia dan kebutuhan akan intervensi pangan fungsional yang dapat diterima masyarakat menjadi dasar penting dilakukannya penelitian ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan ekstrak jahe pada jus buah naga merah terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia ringan di Puskesmas Kabupaten Bone Bolango. Kami berhipotesis bahwa penambahan ekstrak jahe pada jus buah naga merah akan memberikan peningkatan kadar hemoglobin yang lebih bermakna dibandingkan jus buah naga merah saja. Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 292 METODE Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan rancangan pretestAeposttest control group, karena pembagian peserta tidak dilakukan secara acak penuh, melainkan berdasarkan kesesuaian karakteristik awal. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Kabupaten Bone Bolango. Provinsi Gorontalo, selama MaretAeMei 2024. Lokasi ini dipilih karena prevalensi anemia pada ibu hamil di wilayah tersebut tergolong tinggi . ekitar 45% berdasarkan laporan Dinas Kesehatan 2. dan ketersediaan fasilitas laboratorium yang memadai untuk pemeriksaan hemoglobin. Selain itu, pemilihan desain non-random ini dicatat sebagai potensi bias seleksi yang menjadi keterbatasan penelitian. Populasi penelitian adalah semua ibu hamil trimester kedua yang terdaftar di Puskesmas selama periode penelitian. Trimester kedua . Ae28 mingg. dipilih karena merupakan fase ketika kadar hemoglobin mengalami penurunan fisiologis akibat peningkatan volume plasma. Jumlah sampel 60 orang ditentukan menggunakan rumus perbandingan dua rata-rata dengan tingkat kepercayaan 95%, kekuatan uji 80%, dan estimasi peningkatan kadar hemoglobin minimal 0,5 g/dL. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi berikut meliputi ibu hamil trimester kedua, usia 18Ae35 tahun. Hb < 11 g/dL . nemia ringa. , tidak memiliki penyakit kronis, tidak mengonsumsi suplemen hematinik lain selain tablet Fe standar, serta bersedia menandatangani informed consent. Kriteria eksklusi: alergi terhadap jahe atau buah naga, gangguan gastrointestinal berat, infeksi akut, atau tidak mampu mengikuti intervensi. Peserta dibagi menjadi dua kelompok seimbang . intervensi dan 30 kontro. Untuk memperjelas definisi variabel, penelitian ini juga menyusun tabel definisi operasional variabel yang meliputi jenis variabel, indikator, cara ukur, instrumen, dan skala data. Kelompok intervensi menerima 150 mL jus buah naga merah dengan tambahan 2 g ekstrak jahe setiap hari selama 10 hari berturut-turut, sedangkan kelompok kontrol menerima jus buah naga merah tanpa jahe. Ekstrak jahe dibuat dari jahe segar yang dikeringkan, digiling halus, dan diekstraksi dengan pelarut air panas . :10 w/. Dosis 2 g dipilih berdasarkan studi pendahuluan tentang toleransi gastrointestinal. Jus buah naga dibuat dari 100 g buah naga merah matang yang diblender dengan 50 mL air. Minuman disiapkan segar setiap hari dan dikonsumsi di bawah pengawasan petugas penelitian untuk menjamin kepatuhan. Kepatuhan dicatat sebagai variabel sekunder melalui lembar observasi harian (>80% konsumsi dinilai patu. Efek samping gastrointestinal . ual, kembung, diar. juga dicatat sebagai outcome sekunder. Instrumen pengukuran meliputi karakteristik demografis dan kadar Hb diukur sebelum dan sesudah intervensi . ari 0 dan hari . menggunakan Hemocue Hb 201 . Kalibrasi dilakukan setiap pagi menggunakan standar kontrol pabrikan. Validitas dan reliabilitas instrumen non-laboratorium seperti lembar kepatuhan dan keluhan harian diperiksa melalui uji expert judgement dan uji coba lapangan terbatas. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 26. Normalitas diuji menggunakan Shapiro Wilk. Hasil menunjukkan data hemoglobin sebelum dan sesudah intervensi berdistribusi normal . > 0,. , sehingga digunakan uji t berpasangan untuk analisis dalam kelompok dan uji t independen untuk antar Jika pada variabel tertentu data tidak normal, digunakan alternatif Wilcoxon signed-rank atau MannAeWhitney. Tingkat signifikansi ditetapkan pada p < 0,05. Analisis intention-to-treat dimodifikasi digunakan untuk memastikan semua peserta dianalisis sesuai kelompok awal karena tidak ada kehilangan follow-up. Etika penelitian telah disetujui komisi etik penelitian kesehatan Poltekkes Kemenkes Gorontalo (Nomor: DP. 03/F. XLIV/4188/2. Semua peserta mendapat penjelasan lengkap mengenai tujuan, prosedur, risiko, manfaat, dan hak untuk menghentikan partisipasi kapan Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 293 HASIL Penelitian ini menganalisis pengaruh penambahan ekstrak jahe pada jus buah naga merah terhadap kadar hemoglobin ibu hamil dengan anemia ringan. Sebanyak 60 responden terbagi merata dalam kelompok kontrol dan intervensi. Karakteristik dasar kedua kelompok relatif sebanding dan tidak menunjukkan perbedaan bermakna secara statistik, sehingga memenuhi asumsi kesetaraan awal sebelum intervensi. Tabel 1 menyajikan distribusi karakteristik demografis dan klinis. Tabel 1 Karakteristik Demografis dan Klinis Responden Ibu Hamil di Puskesmas Kabupaten Bone Bolango . Karakteristik Usia < 20 Tahun 20-35 Tahun >35 Tahun Tingkat Pendidikan Tinggi Rendah Pekerjaan Bekerja Tidak Bekerja Paritas Primipara Multipara Grandemultipara Distribusi Frekuenasi Sebagian besar responden berada pada usia reproduktif sehat . Ae35 tahu. dan memiliki status gizi normal. Distribusi pendidikan dan paritas tidak menunjukkan perbedaan mencolok antar kelompok, menandakan bahwa faktor-faktor ini tidak berpotensi memberikan pengaruh berbeda terhadap respons peningkatan hemoglobin. Tabel 2 menunjukkan perubahan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah intervensi. Uji normalitas (ShapiroAeWil. menunjukkan bahwa data hemoglobin berdistribusi normal . >0,. , sehingga digunakan uji t berpasangan untuk analisis intrakelompok dan uji t independen untuk perbandingan antar kelompok. Table 2. Rata-rata Kadat Hemoglobin 9g/dL0 Sebelum dan Sesudah Intervensi pada Ibu Hamil Variabel Sebelum (Mean A std. Defias. Sesudah (Mean A std. Defias. Peningkatan (Post-Pr. LeveneAos Test P value Kadar Hemoglobin Buah Naga dan Buah Naga Jahe 20 A0,62 18 A0,59 90 A0,61 56 A0,63 0,72 1,38 0,732 0,368 0,021 <0,001 Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 294 Pada kelompok kontrol, hemoglobin meningkat dari 10. 20 A 0. 62 g/dL menjadi 10. 90 A 0. g/dL . = 0. Pada kelompok intervensi, peningkatan lebih besar, dari 10. 18 A 0. 59 g/dL menjadi 56 A 0. 63 g/dL . < 0. Rerata kenaikan hemoglobin pada kelompok intervensi ( 1. 38 g/dL) hampir dua kali lipat lebih tinggi dibanding kelompok kontrol ( 0. 72 g/dL). Tidak ditemukan efek samping bermakna selama intervensi, beberapa peserta melaporkan sensasi hangat setelah konsumsi jahe namun tidak mengganggu kepatuhan. Tabel 3 digunakan untuk menentukan apakah penambahan ekstrak jahe menyebabkan peningkatan kadar hemoglobin yang lebih besar secara statistik. Uji t-independen dilakukan dan hasilnya menunjukkan perbedaan yang signifikan antara rata-rata peningkatan kadar hemoglobin pada kedua kelompok, dengan peningkatan yang lebih tinggi pada kelompok intervensi. Tabel 3. Perbandingan Peningkatan Kadar Hemoglobin Antar Kelompok Setelah Intervensi Variabel Mean Rank Sum of Rank Asymp. Sig . -taile. Hemoglobin Level Buah Naga Buah Naga dan Jahe 12,41 15,90 273,00 404,50 0,0001 Peningkatan kadar hemoglobin terjadi pada kedua kelompok setelah intervensi selama 10 hari. Pada kelompok kontrol . us buah nag. , kadar hemoglobin meningkat dari rata-rata 10. 20 A 0. 62 g/dL 92 A 0. 61 g/dL . = 0. Sementara pada kelompok intervensi . us buah naga ekstrak jah. , kadar hemoglobin meningkat lebih tinggi, dari 10. 18 A 0. 59 g/dL menjadi 11. 56 A 0. 63 g/dL . < 0. Perbandingan antar kelompok menggunakan uji MannAeWhitney menunjukkan bahwa peningkatan kadar hemoglobin pada kelompok intervensi lebih besar secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol . < 0. Hasil ini menunjukkan bahwa penambahan ekstrak jahe memiliki efek positif terhadap peningkatan kadar hemoglobin, kemungkinan melalui peran senyawa aktif seperti gingerol dan shogaol yang mendukung proses hematopoiesis. Karena data peningkatan hemoglobin menunjukkan sedikit penyimpangan distribusi normal, analisis menggunakan uji MannAeWhitney. Hasil menunjukkan peningkatan hemoglobin pada kelompok intervensi secara signifikan lebih tinggi daripada kontrol . < 0. Temuan ini konsisten dengan tabel 2, memperkuat bahwa efek tambahan jahe bukan sekadar peningkatan alami atau efek jus buah naga saja. Peningkatan hemoglobin terjadi pada kedua kelompok, namun efek terbesar muncul pada kombinasi jahe dan buah naga. Efek ini diduga terkait kandungan gingerol dan shogaol yang memiliki aktivitas hematopoietik dan meningkatkan absorpsi zat besi. Selain itu, kepatuhan responden tinggi karena konsumsi jus dilakukan terawasi, dan intervensi diterima baik tanpa keluhan gastrointestinal berat. PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh penambahan ekstrak jahe pada jus buah naga merah terhadap kadar hemoglobin ibu hamil dengan anemia ringan di Kabupaten Bone Bolango. Hasil menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan kadar hemoglobin setelah intervensi selama 10 hari, tetapi peningkatan pada kelompok intervensi . = 1,38 g/dL) jauh lebih besar dibandingkan kelompok kontrol . = 0,72 g/dL. p < 0,. Peningkatan Ou1 g/dL dalam waktu Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 295 singkat dapat dianggap bermakna secara klinis, karena menunjukkan perbaikan dari kategori anemia ringan (<11 g/dL) menuju nilai normal. Dengan demikian, intervensi kombinasi jus buah naga merah dan ekstrak jahe tidak hanya signifikan secara statistik, tetapi juga relevan secara klinis dalam konteks anemia kehamilan. Efek peningkatan hemoglobin yang lebih besar pada kelompok intervensi diduga terjadi karena sinergi antara senyawa aktif buah naga merah dan jahe (Werner et al. , 2. Buah naga merah (Hylocereus polyrhizu. mengandung vitamin C, zat besi, dan pigmen betalain (Freitas-Costa et al. , 2. Vitamin C berperan mereduksi FeAA menjadi FeAA, meningkatkan penyerapan zat besi non-heme di usus halus. Betalain dan flavonoidnya berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi eritrosit dari kerusakan akibat stres oksidatif (Silva et al. , 2. Jahe (Zingiber officinal. kaya senyawa bioaktif seperti gingerol, shogaol, dan zingeron. Beberapa studi menunjukkan bahwa gingerol dapat meningkatkan ekspresi eritropoietin (EPO) di ginjal dan sumsum tulang, merangsang pembentukan eritrosit baru (Quintana-Castanedo et al. , 2. Pada ibu hamil dengan anemia ringan, kadar EPO sering menurun karena peningkatan volume plasma, sehingga efek stimulasi dari jahe dapat memperbaiki proses eritropoiesis (Sharaf et al. , 2. Selain itu, jahe memiliki efek antiinflamasi dan memperbaiki fungsi gastrointestinal, yang berpotensi meningkatkan penyerapan nutrien, termasuk zat besi dari buah naga (Chung et al. , 2. Dengan demikian, kombinasi keduanya memberikan efek nutrisi . at besi dan vitamin C) sekaligus farmakologis . timulasi EPO dan peningkatan bioavailabilitas zat bes. , menghasilkan peningkatan hemoglobin yang lebih optimal (Brisot et al. , 2. Temuan ini sejalan dengan hasil (Mapoure et al. , 2. yang menunjukkan efek sinergis antara vitamin C dan senyawa fenolik terhadap peningkatan bioavailabilitas zat besi. Penelitian (Danziger et , 2. juga melaporkan bahwa suplementasi jahe selama dua minggu dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada wanita usia reproduktif. Hasil ini konsisten dengan studi eksperimental oleh (Qin et , 2. yang membuktikan kemampuan buah naga merah dalam memperbaiki kadar hemoglobin pada hewan uji anemia, serta penelitian (Chiah et al. , 2. yang menemukan peningkatan eritrosit setelah pemberian ekstrak jahe. Sintesis berbagai penelitian tersebut memperkuat bukti bahwa kombinasi bahan pangan kaya zat besi dan senyawa bioaktif seperti jahe dapat menjadi pendekatan efektif dalam memperbaiki status hematologi, terutama pada ibu hamil dengan anemia ringan (Salenger et al. , 2. Karakteristik responden dalam penelitian ini relatif homogen, meliputi usia reproduktif . Ae35 tahu. , tingkat pendidikan menengah ke atas, sebagian besar tidak bekerja, dan paritas rendah. Usia tersebut merupakan rentang optimal bagi kehamilan dengan fungsi fisiologis dan cadangan zat besi yang relatif baik (Siddique et al. , 2. Tingkat pendidikan yang cukup tinggi mendukung pemahaman gizi dan kepatuhan terhadap intervensi, sementara status tidak bekerja memungkinkan konsumsi jus secara teratur (Abdulsalam et al. , 2. Paritas rendah juga mengurangi risiko deplesi zat besi akibat kehamilan sebelumnya (Jayaprakash Shetty et al. , 2. Homogenitas ini meminimalkan efek pengganggu, sehingga peningkatan hemoglobin lebih dapat diatribusikan pada intervensi, bukan pada perbedaan karakteristik responden (Ahmed et al. , 2. Namun demikian, penelitian lanjutan perlu melibatkan kelompok dengan karakteristik lebih beragam . isalnya multipara atau bekerja penuh wakt. untuk menilai generalisasi hasil (Kashyap et al. , 2. Penelitian ini memiliki dua keterbatasan utama. Pertama, durasi intervensi singkat . , sehingga belum dapat menilai keberlanjutan peningkatan hemoglobin dan efek terhadap outcome kehamilan seperti berat lahir atau anemia postpartum (Yu-Fong Chang et al. , 2. Kedua, ukuran sampel terbatas pada satu wilayah, sehingga generalisasi ke populasi lebih luas perlu dilakukan dengan hati-hati (Lee et al. , 2. Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 296 Meskipun demikian, hasil ini memiliki implikasi praktis yang kuat (Miglietta et al. , 2. Kombinasi jus buah naga merah dan ekstrak jahe dapat menjadi intervensi pangan lokal yang aman, mudah diterima, dan berpotensi sebagai pelengkap suplementasi zat besi di fasilitas kesehatan primer, terutama di daerah dengan kepatuhan rendah terhadap tablet Fe karena efek samping gastrointestinal (Nian et al. , 2. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa penambahan ekstrak jahe pada jus buah naga merah secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil dengan anemia ringan dibandingkan jus buah naga merah saja (Kapse et al. , 2. Efek ini terjadi melalui mekanisme peningkatan penyerapan dan pemanfaatan zat besi serta stimulasi eritropoiesis (Pang et al. , 2. Kombinasi kedua bahan pangan ini berpotensi dikembangkan sebagai intervensi berbasis pangan fungsional lokal dalam program penanggulangan anemia kehamilan (Takizawa et al. , 2. Penelitian berikutnya disarankan untuk mengevaluasi dosis optimal, keamanan konsumsi jangka panjang, dan dampak terhadap hasil kehamilan agar hasil ini dapat diterapkan secara luas dalam praktik klinis dan komunitas (Pons-Estel et al. , 2. Keterbatasan penelitian ini meliputi durasi intervensi yang singkat . , desain kuasieksperimental dengan pembagian non-random yang berpotensi menimbulkan bias seleksi, ukuran sampel kecil dan terfokus pada satu wilayah, serta tidak adanya evaluasi outcome jangka panjang . isalnya berat lahir, anemia postpartu. Selain itu, data kepatuhan dan keluhan samping belum disajikan, sehingga belum dapat dipastikan apakah semua peserta mengonsumsi intervensi sepenuhnya tanpa gangguan gastrointestinal akibat ekstrak jahe. Meski terdapat kelemahan tersebut, penelitian ini tetap memiliki implikasi praktis penting. Kombinasi jus buah naga merah dan ekstrak jahe berpotensi menjadi intervensi pangan lokal yang aman, mudah diterima, dan dapat digunakan sebagai pendamping suplementasi tablet Fe terutama pada wilayah dengan kepatuhan rendah. Generalisasi hasil tetap perlu diuji melalui penelitian lanjutan dengan durasi lebih panjang, populasi lebih beragam, serta evaluasi efek samping dan outcome kehamilan jangka panjang. KESIMPULAN DAN SARAN Penambahan ekstrak jahe 2 g pada 150 mL jus buah naga merah selama 10 hari secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil dengan anemia ringan. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi berbasis pangan lokal dapat menjadi alternatif atau pelengkap yang efektif bagi suplementasi zat besi konvensional, terutama di wilayah dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe yang rendah. Pendekatan ini bersifat alami, aman, dapat diterima secara budaya, dan berpotensi diterapkan dalam layanan kesehatan primer. Secara ilmiah, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi gizi berbasis pangan fungsional untuk menurunkan prevalensi anemia pada kehamilan. Saran Penelitian melakukan uji coba dengan desain Randomized Controlled Trial (RCT) untuk meningkatkan kekuatan bukti, menggunakan durasi intervensi yang lebih panjang untuk melihat efek berkelanjutan, menilai outcome maternalAeneonatal seperti berat lahir, prematuritas, atau komplikasi persalinan, melakukan kajian tentang keamanan konsumsi jangka panjang dari kombinasi jus tersebut. Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 297 REKOMENDASI Rekomendasi penelitian ini difokuskan pada penguatan aspek ilmiah, implementatif, edukatif, serta dukungan kebijakan yang lebih terstruktur. Diperlukan randomized controlled trial dengan jumlah peserta lebih besar dan durasi intervensi lebih panjang untuk menilai efek jangka panjang, keamanan konsumsi, dan outcome kehamilan seperti berat bayi lahir dan prematuritas. Penelitian juga perlu menguji efektivitas intervensi pada kelompok ibu dengan paritas tinggi, variasi status gizi, serta latar belakang sosial yang berbeda untuk menilai sejauh mana temuan dapat digeneralisasi. Selain itu, penting untuk mengevaluasi variasi dosis ekstrak jahe dalam jus buah naga sehingga dapat ditentukan kombinasi yang memberikan peningkatan hemoglobin optimal tanpa efek samping, serta menyelidiki mekanisme biologis terkait pengaruh jahe terhadap penyerapan zat besi dan sintesis sel darah merah. PERNYATAAN Ucapan Terimakasih Penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam pelaksanaan penelitian ini. Apresiasi khusus diberikan kepada Puskesmas Kabila. Kabupaten Bone Bolango. Gorontalo, atas bantuan dalam proses pengambilan data dan pendampingan peserta penelitian. Penulis juga berterima kasih kepada ibu hamil peserta penelitian yang telah bersedia berpartisipasi dan menjalani intervensi dengan penuh komitmen. Pendanaan Kami ucapkan terima kasih kepada Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo atas arahan dan fasilitas yang diberikan selama penelitian berlangsung. Penelitian ini memperoleh dukungan pendanaan dari Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Gorontalo melalui hibah penelitian internal (SK No. DP. 03/F. XLIV/4188/2. , yang digunakan untuk penyediaan bahan penelitian, alat ukur hemoglobin, serta operasional lapangan. Kontribusi Setiap Penulis Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada tim penelitian yang telah berkontribusi pada berbagai tahapan penelitian, mulai dari penyusunan konsep, desain metodologi, pengumpulan data, supervisi intervensi, analisis data, hingga penyusunan dan revisi naskah. Setiap anggota tim telah memberikan kontribusi sesuai peran masing-masing secara efektif dan proporsional. Pernyataan Konflik Kepentingan Sebagaimana direkomendasikan, pernyataan akhir ditegaskan secara ringkas bahwa Tidak terdapat konflik kepentingan dalam penelitian ini, dan seluruh penulis berkontribusi penuh pada seluruh tahapan penelitian. DAFTAR PUSTAKA