Volume 2 Issue 2 . Pages 51-56 Jurnal Al-Muharrik: Jurnal Pendidikan Agama Islam E-ISSN: 3047-4132 Evaluasi Kinerja dalam Pendidikan Islam Sunki Mahmud Sulthon1. Sunarto2 Universitas Muhammadiyah Malang1,2 Sunkirere8314@gmail. Abstrak Evaluasi kinerja dalam pendidikan Islam melibatkan berbagai aspek penting, seperti penguasaan materi keislaman, pendidikan karakter atau akhlak, dan pencapaian kompetensi sosial. Evaluasi ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana tujuan pendidikan Islam tercapai, baik dalam aspek akademik maupun pengembangan karakter peserta didik. Metode penelitian pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Di sebuah proyek kualitatif, dengan jenis/pendekatan penelitian yang berupa studi kepustakaan (Library Researc. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa evaluasi kinerja dalam pendidikan Islam melibatkan berbagai aspek penting, evaluasi tujuan pembelajaran, penguasaan materi keislaman, pendidikan karakter atau akhlak, dan pencapaian kompetensi sosial. Kata Kunci: Evaluasi Kinerja. Pendidikan Islam. Abstract Performance evaluation in Islamic education involves various important aspects, such as mastery of Islamic material, character or moral education, and achievement of social competence. This evaluation aims to measure the extent to which the goals of Islamic education have been achieved, both in academic aspects and in developing the character of students. The research method in this research is qualitative In a qualitative project, with the type/approach of research in the form of library research. The results of this research conclude that performance evaluation in Islamic education involves various important aspects, evaluation of learning objectives, mastery of Islamic material, character or moral education, and achievement of social competence. Keywords: Performance Evaluation. Islamic Education. PENDAHULUAN Lembaga pendidikan sebagai sarana untuk mengembangkan kompetensi peserta didik yang di dukung oleh berbagai komponen penunjang mulai dari komponen kurikulum, proses pembelajaran, peserta didik, sumber daya guru, tenaga kependidikan, pengelolaan pendidikan, keuangan, sarana dan prasarana, dan proses evaluasi pendidikan, yang semuanya saling Dalam praktiknya komponen pendidikan yang seharusnya menjadi penyokong terhadap keberhasilan tercapainya tujuan pendidikan malah menjadi penyebab terjadinya konflik di dalam lembaga pendidikan. Proses mengajar dan membiasakan orang untuk menjadi lebih baik dan memberi mereka pengetahuan, kecerdasan, moralitas, dan keterampilan yang diperlukan. Pendidikan sangat penting untuk bertahan hidup. Tidak ada hubungan antara peran penting guru dan keberhasilan pendidikan. Guru adalah orang- orang yang bekerja sebagai profesional yang tahu bagaimana mengajar, mendidik, menjadi teladan, memotivasi, dan membantu untuk Anita et al. AuManajemen Konflik dalam Meningkatkan Produktivitas Organisasi Lembaga Pendidikan Islam,Ay At-Tajdid : Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran Islam . 135Ae47, http://ojs. id/index. php/attajdid/article/view/2377. Jurnal Al-Muharrik : Jurnal Pendidikan Agama Islam 2. , 2025 | 51 memastikan bahwa Seorang guru harus memenuhi persyaratan dan kualifikasi untuk bekerja sama dengan profesional agar tujuan pendidikan dapat dicapai dengan sempurna. Sekolah sebagai representasi pendidikan formal pada hakikatnya merupakan interaksi edukatif antara pendidik . dan peserta didik . Pembelajaran, dengan demikian, merupakan kegiatan utama di sekolah. Pembelajaran adalah serangkaian peristiwa yang mempengaruhi pembelajar . di mana aktivitas tersebut berlangsun. menjelaskan bahwa pada dasarnya semua upaya perubahan terhadap sekolah bermuara pada satu hal yakni perbaikan kegiatan pembelajaran . nstructional activit. baik menyangkut masalah keuangan sekolah, ukuran kelas, penempatan guru, tujuan dan standar pendidikan nasional, kerja sama dengan masyarakat, atau aspek lain dari Dengan kata lain, penggunaan semua sumber daya dan aktivitas yang abadi sekolah maupun di luar sekolah sejatinya diharapkan dapat mendukung keberhasilan dan pencapaian tujuan pembelajaran siswa di kelas. Guru harus dapat bertindak sebagai orang tua kedua bagi siswanya. Dia harus dapat menarik siswanya untuk menjadi idola mereka dan bahkan menjadi orang tua mereka sendiri. Selain itu, setiap anggota masyarakat harus dibiasakan untuk melakukan transformasi diri terhadap kenyataan yang terjadi di komunitas atau di kelas agar semua orang dapat memahami ketika seseorang berbicara dengan pendidik. Tanggung jawab untuk membangun masa depan dan meningkatkan kemampuan kita ada pada kita sebagai warga negara dan anggota Keberadaan guru telah menjadi sangat penting bagi kehidupan bangsa sejak lama. Oleh karena itu evaluasi kinerja guru dalam pendidikan Islam menjadi penting karena dapat membantu guru untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam proses pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan metode pengajaran dan penyampaian materi secara lebih efektif, dan juga dengan evaluasi kinerja akan mendorong guru untuk terus mengembangkan diri, baik dalam hal pengetahuan materi maupun dalam keterampilan pedagogi, agar lebih profesional dalam mengajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami Langkah-langkah dalam evaluasi kinerja guru dalam Pendidikan Islam. METODE PENELITIAN Metode penelitian pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Di dalam penelitian kualitatif, penulis akan menguraikan masalah penelitian yang paling dapat dipahami dengan mengeksplorasi suatu konsep atau fenomena. 5 Pada penelitian ini, kami menggunakan jenis/pendekatan penelitian yang berupa studi kepustakaan . ibrary researc. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif karena sesuai dengan permasalahan yang Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian studi pustaka yaitu dengan membaca, menelaah dan mencatat hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Mestika Zed menyatakan bahwa, riset kepustakaan atau sering disebut studi pustaka, ialah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Studi kepustakaan adalah teknik pengumpulan Hilda Marwani Akbar and Jamilus Jamilus. AuPenilaian Kinerja Dalam Pendidikan Islam,Ay Jurnal Manajemen STIE Muhammadiyah Palopo 10, no. : 152, https://doi. org/10. 35906/jurman. Ilyas Yasin. AuGuru Profesional. Mutu Pendidikan Dan Tantangan Pembelajaran,Ay Ainara Journal (Jurnal Penelitian Dan PKM Bidang Ilmu Pendidika. 3, no. : 61Ae66, https://doi. org/10. 54371/ainj. Akbar and Jamilus. AuPenilaian Kinerja Dalam Pendidikan Islam. Ay John W. Creswell and J. David Creswell. Mixed Methods Procedures. Research Design: Qualitative. Quantitative, and Mixed Methods Approaches, 2018. Jurnal Al-Muharrik : Jurnal Pendidikan Agama Islam 2. , 2. 5 6 data dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku-buku, literatur-literatur, catatancatatan, dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang dipecahkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Evaluasi Evaluasi adalah suatu alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui dan mengukur sesuatu dalam suasana dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan. Dari hasil evaluasi biasanya diperoleh tentang atribut atau sifat-sifat yang terdapat pada individu atau objek yang bersangkutan. Selain menggunakan tes, data juga dapat dihimpun dengan menggunakan angket, observasi, dan wawancara atau bentuk instrumen lainnya yang sesuai. Sedangkan menurut Brinkerhoff dalam Sawitri evaluasi adalah penyelidikan . roses pengumpulan informas. yang sistematis dari berbagai aspek pengembangan program profesional dan pelatihan untuk mengevaluasi kegunaan dan kemanfaatannya. Evaluasi dalam wacana keislaman terdapat beberapa padanan kata. Kata-kata tersebut adalah. al-Hisab yang berarti perkiraan, penafsiran, perhitungan, al-BalaAo yang berarti percobaan dan pengujian, al-Hukm yang berarti pemutusan, al-qadha yang berarti keputusan, al-Nazhr yang berarti penglihatan, dan al-Imtihan yang berarti pengujian. Istilah nilai atau value pada mulanya populer di kalangan filosof, dan Plato yang mula-mula mengemukakannya. Menurut filosof nilai Auidea of worthAy kata nilai mulai di kenal di berbagai kalangan, bahkan kata nilai tidak hanya digunakan dalam bidang ekonomi atau perhitungan saja namun kata nilai digunakan juga dalam ranah pendidikan. Pengertian Kinerja Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam Sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masingAemasing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. Menurut Payaman kinerja adalah tingkat pencapaian hasil atau pelaksanaan tugas 9 Kinerja kerja, juga disebut prestasi kerja, mengacu pada seberapa baik seseorang melakukan tugas, fungsi, dan tugas yang signifikan yang diberikan kepadanya. Ditambah lagi, kinerja dapat dijelaskan sebagai seberapa baik seseorang melakukan kemampuan mereka disesuaikan dengan jenis tugas tertentu yang mereka selesaikan. Sangat sulit untuk membedakan antara "kinerja" dan "pekerjaan" karena "kinerja" adalah hasil pencapaian tujuan atau persyaratan pekerjaan seseorang. Sebaliknya, "hasil kerja" adalah gabungan dari semua tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan oleh seseorang saat bekerja. Pendidikan Islam Pendidikan selalu berkaitan dengan hakikat atau tujuan dasarnya. Dalam konteks pendidikan Islam, pendidikan Islam memiliki paradigma yang bersifat universal. Artinya, pendidikan Islam tidak hanya terbatas pada aspek keagamaan, tetapi juga mencakup aspek kemanusiaan secara menyeluruh. Dalam hal ini, pendidikan Islam bertujuan untuk membentuk manusia yang memiliki nilai-nilai yang sakral . uci dan luhu. , serta meningkatkan kesadaran manusia akan peran dan tanggung jawabnya Syafitri and W. Nuryono. AuStudi Kepustakaan Teori Konseling AoDialectical Behavior Therapy,AoAy Jurnal BK Unesa, 2020, 53Ae59, https://core. uk/download/pdf/287304825. Agustanico Dwi Muryadi. AuMODEL EVALUASI PROGRAM DALAM PENELITIAN EVALUASI,Ay Jurnal Ilmiah PENJAS 11, no. : 92Ae105. Lia Mega Sari. AuEvaluasi Dalam Pendidikan Islam,Ay Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam 9, no. : 211, https://doi. org/10. 24042/atjpi. Nel Arianty. AuPENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI,Ay JURNAL MANAJEMEN & BISNIS 1, no. 22 Jan . : 1Ae17. Akbar and Jamilus. AuPenilaian Kinerja Dalam Pendidikan Islam. Ay 55 | Jurnal Al-Muharrik : Jurnal Pendidikan Agama Islam 2. , 2025 terhadap sesama, alam, dan Tuhan. Hal ini juga dikaitkan dengan konsep khalifah . di bumi, yang berarti manusia memiliki tanggung jawab besar untuk mengelola bumi dan mengabdi kepada umat manusia melalui tugas-tugas yang bermanfaat bagi kehidupan bersama. Secara keseluruhan, pendidikan Islam tidak hanya berfokus pada pembelajaran pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan peran manusia dalam masyarakat dan alam. Evaluasi Kinerja dalam Pendidikan Islam Evaluasi kinerja dalam pendidikan Islam merujuk pada proses penilaian dan pengukuran terhadap hasil dan proses pendidikan yang dilaksanakan berdasarkan nilai-nilai dan prinsip- prinsip Islam. Evaluasi kinerja ini sangat penting untuk mengukur sejauh mana tujuan pendidikan Islam tercapai, baik dalam aspek akademik maupun pengembangan karakter peserta didik. Evaluasi ini mencakup berbagai aspek yang relevan dalam konteks pendidikan Islam, termasuk pencapaian spiritual, moral, sosial, dan intelektual. Berikut adalah beberapa aspek evaluasi kinerja dalam pendidikan Islam. Pertama, tujuan pendidikan Islam. Secara garis besar pendidikan Islam memiliki dua tujuan, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum pendidikan Islam adalah meraih kebahagiaan di akhirat (Ukhraw. yang merupakan tujuan akhir manusia hidup. Sedangkan tujuan khusus pendidikan Islam banyak definisi yang disesuaikan dengan kebutuhan tempat dan waktu tertentu. Tujuan khusus ini secara umum adalah untuk kemaslahatan hidup di dunia . Kedua, aspek akademik. Hal yang paling penting dalam evaluasi kinerja dalam pendidikan Islam adalah sejauh mana seorang individu menguasai materi keislaman serta kemampuannya untuk mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penguasaan materi keislaman mencakup pemahaman yang mendalam tentang ajaran-ajaran Islam, baik dalam aspek teori seperti tafsir, fikih, dan akidah, maupun dalam penerapannya secara praktis. Namun, lebih dari sekadar pengetahuan, evaluasi juga menilai sejauh mana individu mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam tindakan dan perilaku sehari-hari, seperti dalam cara berinteraksi dengan sesama, menjalankan ibadah, serta menjaga hubungan dengan Allah Swt. Materi Keislaman adalah materi-materi yang ada kaitannya dengan Islam, seperti amalanamalan fikih, hadis, tafsir, kata-kata mutiara. Tapi tidak terlalu sering atau jarang buka karena keterbatasan waktu, sehingga lebih mendahulukan tugas sekolah. Menurut Elsi Lidia Nurjannah materi keislaman adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan keislaman. Yang berkaitan dengan hukum, kewajiban dan pemahaman lainnya. Ketiga, pendidikan karakter atau akhlak. Islam telah memberi kesimpulan bahwa pendidikan budi pekerti dan akhlak adalah ruh . pendidikan Islam, dan tujuan pendidikan Islam yang sebenarnya adalah mencapai suatu akhlak yang sempurna. Akan tetapi, hal ini bukan berarti bahwa kita tidak mementingkan pendidikan jasmani, akal, ilmu maupun ilmu pengetahuan praktis lainnya, melainkan bahwa kita sesungguhnya memperhatikan segi-segi pendidikan akhlak sebagaimana halnya memperhatikan ilmu-ilmu yang lain. Anak-anak membutuhkan kekuatan dalam jasmani, akal, ilmu, dan juga membutuhkan pendidikan budi pekerti, cita rasa dan kepribadian. Dengan demikian, tujuan pendidikan Islam adalah mendidik budi pekerti dan pembentukan jiwa. Dari hadis-hadis tentang Pendidikan akhlak, terdapat berbagai metode pendidikan akhlak yang sangat sempurna. Di dalam tulisan ini penulis hanya menguraikan beberapa di antaranya, dan Nabila. Nabila. AuTujuan Pendidikan IslamAy. Pharmacognosy Magazine 75, no. : 399Ae405. Nabila Nabila. AuTujuan Pendidikan IslamAy. Nurdin Abd Halim. AuPenggunaan Media Internet Di Kalangan Remaja Untuk Mengembangkan Pemahaman Keislaman,Ay Jurnal RISALAH 26, no. P 2969 . : 132Ae50. Nabila. AuTujuan Pendidikan Islam. Ay Jurnal Al-Muharrik : Jurnal Pendidikan Agama Islam 2. , 2. 5 6 memperkaya analisanya dengan merujuk pada penjelasan para ulama. Beberapa metode pendidikan akhlak tersebut adalah: . Al-Qudwah (Keteladana. , . Al-Taujh wa al-MauAoizah (Bimbingan dan Nasiha. , . Al-Tarbiyah bi al-Hiwar wa al MasAoalah (Metode Dialog dan Tanya Jawa. , . AlTarbiyah bi al-Hadats (Pendidikan dengan Memanfaatkan Sebuah Peristiw. , . Al-Tarbiyah bi IhyAAo al-Damr (Metode Pembangkitan Jiw. , dan . Al-Targhb (Motivas. wa al-Tarhb (Peringata. Kelima, pencapaian kompetensi sosial. Pencapaian kompetensi sosial dalam pendidikan Islam mencakup kerja sama, kepemimpinan, dan aktivitas sosial. Kerja sama mengajarkan siswa untuk bekerja sama dalam berbagai kegiatan, sementara kepemimpinan menekankan pentingnya memimpin dengan bijaksana dan adil. Aktivitas sosial dan dakwah mendorong siswa untuk terlibat dalam kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan menyebarkan nilai-nilai Islam dengan cara yang baik. Semua ini membentuk individu yang peduli, bertanggung jawab, dan aktif dalam memajukan masyarakat. Berkait dengan penerapan kompetensi sosial yang dimiliki guru, adalah bahwa sikap sosial guru harus dapat diteladani oleh peserta didik, karena dalam pembelajaran guru harus selalu menjalin hubungan sosial dengan peserta didik yang sifatnya membangun proses pembelajaran yang menyenangkan tanpa pilih-pilih, laki-laki atau perempuan, kaya atau miskin, seagama atau berbeda keyakinan, agar komunikasi dapat berjalan multiarah antara guru dan peserta didik, antar sesama peserta didik dan semua aktif dalam pembelajaran. Hal ini merupakan penerapan kompetensi sosial yang dilaksanakan pada interaksi sosial secara harmonis baik dalam kelas maupun di luar kelas secara bersama-sama tanpa diskriminasi antara yang satu dengan lainnya. Harapan dari beberapa aspek evaluasi kinerja dalam pendidikan Islam tersebut adalah untuk menggambarkan pentingnya evaluasi kinerja dalam pendidikan Islam yang mencakup berbagai aspek. Di antaranya, harapan agar pendidikan Islam tidak hanya mengutamakan penguasaan materi keislaman, tetapi juga mampu mengembangkan karakter atau akhlak yang baik, serta kompetensi sosial yang kuat. Selain itu, diharapkan tujuan pendidikan Islam bisa tercapai secara seimbang, yaitu meraih kebahagiaan di akhirat dan kemaslahatan di dunia. Dengan begitu, pendidikan Islam dapat mencetak individu yang tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki budi pekerti yang luhur, keterampilan sosial yang baik, dan mampu berperan aktif dalam masyarakat dengan menebarkan nilai-nilai Islam yang positif. SIMPULAN Evaluasi kinerja dalam pendidikan Islam melibatkan berbagai aspek penting, seperti evaluasi tujuan Pendidikan, penguasaan materi keislaman, pendidikan karakter atau akhlak, dan pencapaian kompetensi sosial. Evaluasi ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana tujuan pendidikan Islam tercapai, baik dalam aspek akademik maupun pengembangan karakter peserta didik. Harapannya, pendidikan Islam tidak hanya fokus pada pengetahuan keislaman, tetapi juga pada pembentukan akhlak yang baik serta keterampilan sosial yang dapat mendorong individu untuk berperan aktif dalam masyarakat, dengan tujuan akhir mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. DAFTAR PUSTAKA