PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. November - Januari e-ISSN : 2622-6383 doi: 10. 57178/paradoks. Analisis Anggaran Biaya Operasional Dan Kinerja Keuangan Dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) Perkebunan Di PTPN IV Regional I Kebun Dusun Hulu Senly Ardalena Damanik1*. Hendra Harmain2. Tuti Anggraini3 Email korespondensi : senlyardalena80@gnail. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia1*,2,3 Abstrak PTPN IV Regional 1 Kebun Dusun Hulu menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan efisiensi biaya operasional untuk meningkatkan kinerja keuangan, sehingga perlu dilakukan analisis anggaran biaya operasional dan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk membahas analisis Anggaran Biaya Operasional dan Kinerja Keuangan Dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) di PTPN IV Regional 1 Kebun Dusun Hulu. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus deskriptif dan analisis data perhitungan varians untuk menganalisis anggaran biaya operasional dan kinerja keuangan di PTPN IV Regional 1 Kebun Dusun Hulu. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi partisipan dan analisis dokumen. Disimpulkan bahwa PTPN IV Regional I Kebun Dusun Hulu berhasil mengendalikan anggaran biaya operasional secara efektif dari tahun 2022 hingga 2024, yang berdampak positif pada peningkatan kinerja keuangan. Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) berperan penting dalam memastikan pengelolaan anggaran berjalan terstruktur dan akuntabel. Integrasi pengendalian anggaran yang ketat dengan SOP yang disiplin mendukung tercapainya stabilitas keuangan dan pertumbuhan profitabilitas perusahaan secara berkelanjutan. Berdasarkan keterangan dan hasil diatas, menunjukkan bahwa penerapan SOP efektif dalam memperkuat efisiensi dan akuntabilitas keuangan perkebunan negara. Kata kunci: Anggaran Biaya Operasional. Kinerja Keuangan. Standar Operasional Prosedur (SOP) This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Pendahuluan Perkebunan kelapa sawit milik negara seperti PTPN IV Regional I Kebun Dusun Hulu memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian di tingkat daerah maupun Sebagai komoditas yang penting, kelapa sawit memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), membuka lapangan kerja, serta menjamin devisa melalui ekspor. PTPN i Kebun Dusun Hulu, sebagai salah satu BUMN terbesar di sektor perkebunan, berupaya meningkatkan produktivitas dan menghasilkan produk melalui program hilirisasi, peremajaan lahan, serta pengembangan energi terbarukan. Selain fokus pada aspek ekonomi, peran PTPN IV Regional I Kebun Dusun Hulu juga didasarkan pada kepedulian terhadap lingkungan dan sosial, sehingga turut mendukung prinsip pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Melalui transformasi serta strategi pengelolaan yang efektif PTPN IV Regional Kebun Dusun Hulu terus menjadi penggerak utama di agribisnis kelapa sawit yang memperkuat perekonomian daerah dan nasional. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 56 Anggaran berfungsi sebagai alat perencanaan dan pengendalian, sehingga penyusunannya harus dilakukan dengan cermat agar kesalahan dalam proses produksi dapat diminimalkan. Anggaran biaya produksi adalah rencana perusahaan untuk menghasilkan produk guna memenuhi permintaan penjualan, dengan memperhitungkan jumlah persediaan pada awal dan akhir periode tertentu. (Aprillia, 2. Salah satu alat penting dalam perencanaan untuk meningkatkan laba atau keuntungan adalah anggaran . Laba yang menjadi target industri tersebut tercantum dalam anggaran tersebut. Anggaran sangat dibutuhkan oleh manajemen untuk menjelaskan rencana, melakukan pengawasan, mengatur koordinasi, serta sebagai pedoman kerja yang sistematis. Anggaran juga berguna untuk mengidentifikasi adanya penyimpangan dan meningkatkan tanggung jawab para pekerja. Dengan kata lain, anggaran merupakan alat manajemen yang digunakan dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan industri. (Wati & Harmain, 2. Analisis terhadap Anggaran Biaya Operasional dan Kinerja Keuangan berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) di PTPN IV Regional I Kebun Dusun Hulu berperan penting dalam menjaga agar pengelolaan sumber daya berjalan dengan efisien dan SOP ini memastikan bahwa perencanaan anggaran untuk biaya operasional dilakukan secara terstruktur, sementara pengawasan yang ketat berjalan sesuai dengan mekanisme internal perusahaan, sehingga terjaga antara realisasi dan rencana anggaran. Penilaian kinerja keuangan didasarkan pada seberapa efektif pengelolaan aset serta kontrol terhadap biaya, yang secara keseluruhan mendukung pencapaian target perusahaan dan keberlangsungan usaha perkebunan tersebut. (Sayekti, 2. Tanpa biaya operasional, kegiatan operasional tidak akan berjalan, dan tanpa adanya kegiatan operasional tersebut, perusahaan tidak dapat menghasilkan Oleh karena itu, biaya operasional menjadi kebutuhan penting bagi sebagian besar perusahaan. Khususnya bagi perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan, biaya operasional cenderung lebih besar. Dengan demikian, biaya operasional sering kali menjadi komponen biaya utama bagi perusahaan. (Gusrifa, 2. Kinerja keuangan merupakan hal yang kompleks karena melibatkan penggunaan modal secara efektif dan efisien dalam kegiatan perusahaan. Keputusan yang dibuat oleh manajemen memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan kinerja keuangan (Christina, 2. Menurut (Ajusta & Addin,2. dalam (MASHUDI, 2. Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah pedoman yang dibuat untuk mempermudah pelaksanaan tugas serta membantu dalam mengendalikan aktivitas operasional. Perusahaan perkebunan seperti PTPN IV Regional I Kebun Dusun Hulu sangat bergantung pada perencanaan anggaran biaya operasional yang tepat dan kinerja keuangan dalam standar operasional prosedur (SOP ) secara berkelanjutan dalam upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional. Namun pada kenyataannya, ada sejumlah masalah yang dapat memengaruhi perusahaan diantaranya, anggaran yang direncanakan dan yang terealisasi dapat mengindikasikan masalah dalam perencanaan dan pengendalian anggaran serta menganalisis Standar Operasional Prosedur (SOP) terhadap penerapan anggaran biaya operasional dan kinerja keuangan. Penelitian ini memiliki peran penting karena biaya operasional merupakan komponen utama dalam pelaksanaan aktivitas perkebunan, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara efektif untuk mencegah pemborosan dan menjaga produktivitas. SOP berfungsi sebagai alat pengendalian internal yang perlu dievaluasi sejauh mana Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 57 pelaksanaannya efektif agar proses pengawasan biaya dapat berjalan dengan baik. Analisis terhadap kinerja keuangan membantu mengungkap adanya penyimpangan serta mengidentifikasi faktor biaya terbesar, sehingga perusahaan dapat menyusun strategi pengelolaan anggaran yang lebih baik demi kelangsungan usaha dan peningkatan Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa meskipun terdapat beberapa studi yang membahas tentang penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan pengendalian anggaran di berbagai sektor, namun kajian yang secara spesifik mengaitkan SOP dengan pengendalian anggaran di sektor perkebunan masih terbatas. Penelitian ini menjadi salah satu upaya untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan menganalisis hubungan antara penerapan SOP dan pengendalian anggaran di PTPN IV Regional 1 Kebun Dusun Hulu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan SOP berperan penting dalam memastikan pengelolaan anggaran yang efektif dan akuntabel, serta mendukung stabilitas keuangan dan pertumbuhan profitabilitas perusahaan. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana efektivitas pengendalian anggaran biaya operasional melalui penerapan sop di ptpn iv regional i kebun dusun hulu? dan sejauh mana penerapan sop berpengaruh terhadap stabilitas kinerja keuangan Landasan Teori Anggaran Biaya Operasional Biaya operasional merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi besar kecilnya laba yang diperoleh perusahaan. Biaya ini meliputi pengeluaran yang diperlukan untuk menjalankan aktivitas perusahaan di luar proses produksi, dengan tujuan mencapai target Selain itu, biaya operasional juga dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan profitabilitas yang dihasilkan perusahaan (Fathony & Wulandari, 2. Tujuan dari penyusunan anggaran dalam suatu perusahaan adalah memperkirakan bagaimana tingkat aktivitas operasional dan kondisi keuangan akan berkembang di masa mendatang (Marviani, 2. Dalam perusahaan, usaha untuk meningkatkan efisiensi biasanya berkaitan dengan pengurangan biaya yang dibutuhkan untuk mencapai hasil tertentu, atau dengan biaya yang sama dapat diperoleh hasil yang lebih banyak. Hal ini berarti pemborosan harus diminimalkan semaksimal mungkin dan segala upaya yang memungkinkan pengurangan biaya tersebut dilakukan demi mencapai efisiensi (Nasution et al. , 2. Ketidaksesuaian anggaran dalam perusahaan dipengaruhi oleh sejumlah faktor baik dari sisi internal maupun eksternal. Oleh karena itu, pemahaman serta pengelolaan berbagai faktor ini sangat penting agar selisih anggaran dapat diminimalkan dan anggaran yang disusun menjadi lebih akurat, sehingga mendukung kinerja perusahaan yang lebih optimal dan efisien (Susanti, 2. Pengendalian Biaya Operasional Pengendalian . , bersama dengan perencanaan . dan pengorganisasian . , merupakan fungsi penting dalam manajemen. Biaya dianggap terkendali apabila manajer atau karyawan memiliki kebijakan yang dapat mempengaruhi keputusan terkait biaya atau secara signifikan mengatur jumlah biaya dalam suatu periode, biasanya dalam jangka pendek (SIANTURI & ADVENTINA, 2. Salah satu faktor penting dalam mencapai peningkatan laba adalah pengelolaan biaya operasional secara ketat. Karena efisiensi dalam mengelola biaya penjualan produk atau Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 58 jasa sangat berpengaruh pada besarnya laba yang diperoleh, maka pengendalian biaya menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan efisiensi tersebut tercapai (Tahulending & Rondonuwu, 2. Menurut (Kautsar 2016:. dalam (Rindengan, 2. Pengendalian adalah suatu upaya terencana yang bertujuan untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien. Kinerja Keuangan Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), kinerja keuangan merupakan kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola dan mengendalikan sumber daya yang dimilikinya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan adalah gambaran menyeluruh tentang kondisi keuangan perusahaan yang telah melalui proses audit oleh akuntan, yang kemudian menghasilkan kesimpulan mengenai keadaan keuangan perusahaan tersebut (Gunawan et al. , 2. Sementara itu, analisis kinerja keuangan adalah yang dilakukan untuk menilai seberapa baik perusahaan menjalankan pelaksanaannya sesuai dengan rencana dan prosedur yang benar (Syahrina et al. , 2. Dalam sebuah perusahaan atau organisasi, anggaran selalu berperan sebagai alat untuk mengukur kinerja. Pengukuran ini biasanya dilakukan dengan membandingkan antara anggaran yang telah ditetapkan . dengan realisasi tahunan . Proses perbandingan tersebut bisa diterapkan pada unit pusat pertanggungjawaban biaya . ost cente. maupun pusat pertanggungjawaban pendapatan . evenue cente. Selain itu, pengukuran kinerja ini juga dapat dikombinasikan dengan metode pengukuran Namun, secara umum, membandingkan angka aktual dengan anggaran memberikan keunggulan utama, yaitu fokus pada masa depan. Hal ini karena anggaran disusun berdasarkan prediksi kondisi yang akan datang, sehingga hasil pengukuran kinerja akan mencerminkan realitas dan kebutuhan di masa depan. Pendekatan ini sangat menguntungkan dan memberikan dampak positif, terutama karena banyak perusahaan kini lebih memprioritaskan pengukuran kinerja yang berorientasi ke depan, bukan sematamata berdasarkan data masa lalu yang kurang relevan, baik dari sisi nilai maupun kondisi yang melatarbelakanginya (Anwar et al. , 2. Ada beberapa perbedaan mendasar antara dua pendekatan anggaran, yaitu pendekatan lama dan pendekatan baru. Pendekatan lama, atau yang disebut praanggaran, berfokus pada ketersediaan tenaga kerja yang diperlukan di setiap unit organisasi sebagai dasar perencanaan. Sementara itu, pendekatan baru menekankan pada kinerja dengan orientasi terhadap hasil yang dicapai oleh tenaga kerja tersebut. Sesuai dengan konsepnya, penganggaran berbasis kinerja dianggap lebih logis dibandingkan dengan penganggaran berbasis input karena ada hubungan yang rasional antara sumber daya yang tersedia dengan hasil yang diinginkan (Ritonga & Nurlaila, 2. Standar Operasional Prosedur (SOP) Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah sebuah sistem yang dirancang agar pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih mudah, tertata, dan terorganisir. Sistem ini mencakup rangkaian proses yang menjalankan pekerjaan mulai dari tahap awal hingga selesai (Ardyanti & Wahyuni, 2. Standar Operasional Prosedur adalah sebuah dokumen yang berisi serangkaian proses dan tata cara pelaksanaan suatu aktivitas secara efektif dan efisien. Dokumen ini menyajikan langkah-langkah kerja atau aturan yang telah distandarisasi untuk memastikan tugas dapat dijalankan dengan baik guna mencapai tujuan perusahaan (Kurniawan et al. , 2. Prosedur Operasi Standar (SOP) berfungsi sangat penting dalam menjaga konsistensi. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 59 efisiensi, dan akuntabilitas dalam berbagai aktivitas bisnis perusahaan, terutama dalam pengelolaan aspek keuangan. Dengan penerapan SOP yang terstruktur secara sistematis di bagian keuangan, misalnya dalam pengelolaan kas kecil, proses penggantian biaya . , serta penggajian, perusahaan dapat memastikan bahwa setiap kegiatan operasional dilakukan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Hal ini membantu mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan, penyimpangan anggaran, serta meningkatkan tingkat transparansi dan pengendalian internal. Dengan demikian. SOP secara langsung memberikan kontribusi pada pengendalian anggaran dan operasi perusahaan yang efektif, meningkatkan produktivitas, dan menjaga integritas dalam pengelolaan sumber daya keuangan (Susiana, 2. Metodologi Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif untuk menggali dan memberikan gambaran rinci mengenai proses pelaksanaan yang menjadi fokus utama. Menggunakan teknik analisis data dengan menghitung Berikut adalah rumus yang digunakan sebagai bagian dari teknik analisis data untuk menghitung varians. Varian = Total Anggaran - Total Realisasi !"#$"%& Persentase Varians = '%(("#"% y 100 Persentase Pencapaian = )* ", . /",$&"&$ '%(("#"% )* ", '%(("#"% y 100 Informan dipilih yakni pemilihan berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dan memiliki pengetahuan serta pengalaman mendalam terkait pelaksanaan survei tersebut. Data dikumpulkan melalui beberapa metode, antara lain observasi partisipan yang memungkinkan peneliti langsung mengamati aktivitas dan interaksi selama survei berlangsung, serta analisis dokumen yang berfungsi sebagai data pelengkap untuk memperkaya dan memvalidasi temuan. Metode penelitian kualitatif merupakan pendekatan di mana hasil penelitian tidak diperoleh melalui proses statistik atau perhitungan matematis lainnya. Pendekatan ini menghasilkan temuan berdasarkan data yang dikumpulkan melalui berbagai cara. Cara tersebut antara lain meliputi pengamatan dan wawancara, serta dapat juga menggunakan analisis dokumen seperti kebijakan, peraturan, buku, rekaman audio, video, bahkan data yang sudah dihitung untuk keperluan lain, contohnya data sensus (Sulistiyo. Penelitian ini menggunakan metode analisis data kualitatif, yang terdiri dari tiga langkah utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data dilakukan dengan memilih dan memfokuskan data yang relevan dengan topik penelitian. Penyajian data, dilakukan dengan mengorganisir data dalam bentuk naratif dan tabel untuk mempermudah pemahaman. Penarikan kesimpulan dilakukan dengan menganalisis data yang telah disajikan untuk mengidentifikasi pola dan hubungan antara variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) berperan penting dalam mendukung pengelolaan anggaran dan kinerja keuangan di PTPN IV Regional I Kebun Dusun Hulu. SOP memastikan bahwa setiap aktivitas dan pengeluaran berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga proses Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 60 perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan anggaran berjalan dengan terstruktur dan Dengan demikian, penerapan SOP yang konsisten dan evaluasi rutin dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan Hasil dan Pembahasan Penelitian ini mengkaji anggaran biaya operasional dan kinerja keuangan pada PTPN IV Regional I Kebun Dusun Hulu dengan fokus pada penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP). Temuan menunjukkan bahwa SOP memiliki peran penting dalam mengatur pengeluaran serta meningkatkan efisiensi penggunaan biaya. Meskipun terdapat dampak dari perubahan harga dan faktor eksternal lainnya, pengelolaan anggaran yang terstruktur melalui SOP berhasil menjaga transparansi dan efektivitas dalam pemanfaatan dana, sehingga kinerja keuangan perusahaan menjadi lebih stabil dan terkendali. PTPN IV Regional 1 kebun Dusun Hulu, bahwa pelaksanaan dan penggunaan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) menjadi tanggung jawab perusahaan sebagai pedoman dalam aktivitas operasional di Kebun Dusun Hulu. Kec. Ujung Padang. Kabupaten Simalungun pada periode tersebut. Analisis anggaran yang direncanakan dan yang terealisasi dalam perencanaan dan pengendalian anggaran Tabel 1 Anggaran Biaya Operasional KETERANGAN Tahun 2022 Tahun 2023 Tahun 2024 ANGGARAN REALISASI SELISIH Sumber: PTPN IV Regional 1 Kebun Dususn Hulu Analisis Anggaran Operasional Biaya Tahun 2022 Biaya Tahun 2023 Biaya Tahun 2024 LIS Gambar 1 Analisis Anggaran Operasional Sumber: PTPN IV Regional 1 Kebun Dususn Hulu Pada biaya operasional, terlihat bahwa anggaran yang disiapkan cenderung lebih besar dibandingkan realisasi setiap tahunnya. Selisih anggaran dan realisasi meningkat dari 444 miliar pada tahun 2022, menjadi 10. 426 miliar pada tahun 2023, dan melonjak signifikan menjadi hampir 19. 987 miliar pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan berhasil mengendalikan pengeluaran biaya operasional dengan baik, sehingga pengeluaran aktual lebih hemat dibandingkan yang Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 61 Tabel 2 Biaya Umum dan Administrasi KETERANGAN ANGGARAN REALISASI SELISIH Tahun 2022 Tahun 2023 Tahun 2024 Sumber: PTPN IV Regional 1 Kebun Dususn Hulu Biaya Umum dan Administrasi Biaya Tahun 2022 Biaya Tahun 2023 LIS ISA Biaya Tahun 2024 Gambar 2 Data Biaya Umum dan Administrasi Sumber: PTPN IV Regional 1 Kebun Dususn Hulu Untuk biaya umum dan administrasi juga terlihat selisih antara anggaran dan realisasinya tetap signifikan dan relatif stabil dari tahun ke tahun. Hal ini menandakan adanya pengelolaan biaya administrasi yang cukup efisien dan konsisten dalam menekan pengeluaran aktual dibandingkan anggaran. Tabel 3 Tabel Laba Rugi KETERANGAN ANGGARAN Tahun 2022 Tahun 2023 Tahun 2024 Sumber: PTPN IV Regional 1 Kebun Dususn Hulu REALISASI SELISIH Laba Rugi Biaya Tahun 2022 Biaya Tahun 2023 Biaya Tahun 2024 . ANGGARAN REALISASI SELISIH Gambar 3 Grafik Data Laba Rugi Sumber: PTPN IV Regional 1 Kebun Dususn Hulu Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 62 Sedangkan pada laba rugi, pada tahun 2022 dan 2023 realisasi laba lebih rendah dibandingkan anggaran dengan selisih positif yang besar, masing-masing sekitar 297 miliar dan 17. 783 miliar. Namun, pada tahun 2024 realisasi laba justru melebihi anggaran dengan selisih negatif sebesar sekitar 8. 753 miliar, yang menandakan peningkatan kinerja keuangan perusahaan. Perusahaan tidak hanya mampu mengendalikan biaya, namun juga berhasil meningkatkan keuntungan hingga melampaui target yang direncanakan. Dari laba yang dihasilkan, pada tahun 2024 juga menandakan peningkatan profitabilitas. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran yang baik turut mendukung stabilitas dan pertumbuhan keuangan perusahaan secara keseluruhan. Dengan kinerja biaya yang terkendali dan laba yang semakin meningkat, perusahaan dapat mempertahankan keberlangsungan usaha dan memperkuat posisi keuangannya di tengah tantangan eksternal. Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa manajemen PTPN IV Regional I Kebun Dusun Hulu mampu menjalankan pengendalian anggaran dengan efektif selama periode 2022 sampai 2024. Efisiensi dalam pengelolaan biaya operasional dan administrasi memberikan dampak positif terhadap pencapaian laba, yang menunjukkan adanya peningkatan terutama pada tahun-tahun terakhir. Selain pengelolaan anggaran biaya operasional dan kinerja keuangan yang baik, penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) juga memegang peranan penting dalam mendukung kinerja keuangan PTPN IV Regional I Kebun Dusun Hulu. SOP berfungsi sebagai pedoman untuk memastikan bahwa setiap kegiatan dan pengeluaran dilakukan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan secara konsisten. Dengan adanya SOP, proses perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan anggaran menjadi lebih cepat dan teratur. Hal ini membantu menghindari penyimpangan atau pemborosan yang bisa mengurangi efisiensi biaya. Di sisi lain. SOP juga mengatur pembagian tanggung jawab dengan jelas kepada setiap pihak yang terlibat, sehingga meningkatkan akuntabilitas dalam pengelolaan dana perusahaan. Keterkaitan antara SOP dan pengendalian anggaran yang efektif ini turut memperkuat kinerja keuangan, karena pelaksanaan kegiatan yang sesuai dengan standar operasional memungkinkan terwujudnya biaya yang lebih terkendali dan laba perusahaan Oleh karena itu, penerapan SOP secara disiplin dan evaluasi berkala terhadap pelaksanaannya menjadi kunci penting dalam menjaga keberlangsungan dan kestabilan keuangan perusahaan. Secara keseluruhan, integrasi antara pengendalian anggaran yang ketat dengan penerapan SOP yang konsisten menciptakan lingkungan kerja yang efisien dan transparan, yang pada akhirnya mendukung perusahaan dalam mencapai tujuan keuangan dan mempertahankan daya saing di industri perkebunan. Evaluasi SOP (Standar Operasional Prosedu. Berikut Analisis Standar Operasional Prosedur (SOP) terhadap penerapan anggaran biaya operasional dan kinerja keuangan berdasarkan RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaa. SOP berfungsi sebagai pedoman utama dalam proses pengaturan dan pengendalian anggaran biaya operasional. SOP memastikan bahwa perencanaan anggaran dilakukan secara terstruktur dan Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 63 SOP menetapkan mekanisme pengawasan agar realisasi biaya tidak melebihi anggaran yang disetujui. SOP mengatur pembagian tanggung jawab dan peran setiap individu dalam pengelolaan anggaran. Penerapan SOP membantu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengeluaran biaya. Penerapan SOP berdampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. SOP juga menyediakan kerangka evaluasi berkala untuk melakukan penyesuaian dan perbaikan anggaran. Simpulan dan Saran Berdasarkan data yang tersedia, dapat disimpulkan bahwa PTPN IV Regional I Kebun Dusun Hulu mampu mengendalikan biaya operasional secara efektif selama tahun 2022 hingga 2024, terbukti dengan realisasi pengeluaran yang konsisten lebih rendah dibandingkan anggaran. Selisih antara anggaran dan realisasi untuk biaya operasional serta biaya umum dan administrasi menunjukkan pengelolaan keuangan yang efisien dan stabil oleh perusahaan. Dari segi laba rugi, walaupun pada tahun 2022 dan 2023 laba aktual masih berada di bawah anggaran, terdapat peningkatan yang signifikan pada tahun 2024, di mana laba melebihi target yang telah ditetapkan. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kinerja keuangan dan peningkatan profitabilitas secara keseluruhan, memperkuat posisi keuangan perusahaan di tengah berbagai tantangan. Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) terbukti efektif dalam mendukung pengelolaan anggaran dan kinerja keuangan di PTPN IV Regional I Kebun Dusun Hulu. Hal ini sejalan dengan teori pengendalian manajemen yang menekankan pentingnya kontrol internal dalam mencapai tujuan organisasi. SOP berperan sebagai alat kontrol internal yang memastikan setiap aktivitas dan pengeluaran berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan anggaran berjalan dengan terstruktur dan terkendali. Dengan demikian, penerapan SOP yang konsisten dan evaluasi rutin dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan perusahaan. Daftar Pustaka