Jurnal Ilmu-ilmu Kesehatan (JIIKES) ------------------------------- Volume 9 Nomor 1. Juni 2023 p-ISSN 2443-3128 e-ISSN 2828-5859 HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS KEPALA RUANGAN TERHADAP KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT Dr. BRATANATA KOTA JAMBI Devi Yusmahendra1 Prodi Keperawatan. Stikes Garuda Putih Jambi. Indonesia. deviyusmahendra@gmail. Yusnilawati2 Prodi Keperawatan. Universitas Jambi. Indonesia ABSTRACT Abstrak Latar Belakang : Perilaku pemimpin dalam melaksanakan fungsi manajerial dalam mempengaruhi akan tercermin melalui gaya kepemimpinannya. Gaya kepemimpinan adalah ciri khas yang dimiliki seseorang dalam menjalankan perannya sebagai seorang pemimpin. Di dalam keperawatan, kepemimpinan merupakan ketrampilan seorang pemimpin dalam mempengaruhi perawatAeperawat lain yang berada di bawah pengawasannya untuk pembagian tugas dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan sehingga tujuan keperawatan tercapai. Kepemimpinan demokratis menunjukkan bahwa semua kebijaksanaan dan keputusan di musyawarahkan, diberi semangat dan dibantu oleh pimpinan. Kepemimpinan demokratis menitik beratkan masalah aktivitas setiap anggota kelompok yang semuanya terlibat aktif dalam penentuan sikap, pembuatan rencana-rencana dan pembuatan keputusan penerapan. Tujuan : penelitian ini adalah Mengetahui gambaran dan hubungan gaya kepemimpinan demokratis kepala ruangan dengan kepuasan kerja perawat pelaksana di Rumah Sakit Dr. Bratanata Kota Jambi. Metode :Penelitian menggunakan penelitian deskriptif analisis menggunakan cross sectional. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar, gaya kepemimpinan demokratis yang optimal sebanyak 26 responden . ,2%). Hasil : penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan demokratis terhadap kepuasan kerja perawat di rumah sakit Dr. Bratanata Kota Jambi dengan nilai p-value = 0,000. Kepala ruangan dapat menerapkan gaya kepemimpinan demokratis agar kepuasan kerja perawat lebih meningkat. Kesimpulan : Sebagian besar, gaya kepemimpinan demokratis yang optimal, dan gaya kepemimpinan yang demokratis sangat berpengaryh terhadap kepuasan kerja perawat. Kata kunci : Kepemimpinan, demokratis, kepuasan kerja Abstract Introduction :Leader behavior in carrying out managerial functions in influencing will be reflected through his leadership style. Leadership style is a characteristic that a person has in carrying out his role as a leader. In nursing, leadership is the skill of a leader in influencing other nurses who are under his supervision for the division of tasks and responsibilities in providing nursing care services so that nursing goals are achieved. Democratic leadership indicates that all policies and decisions are deliberated, encouraged and assisted by the leader. Democratic leadership emphasizes the problem of the activities of each group member who are all actively involved in determining attitudes, making plans and making implementation decisions. Purpose : The purpose of this study was to determine the description and relationship between the democratic leadership style of the head of the room and the job satisfaction of executive nurses at Dr. Bratanata Hospital. Jambi City. Methods : Research using descriptive research analysis using cross sectional. Based on the results of the above research, it can be concluded that most of the optimal democratic leadership styles were 26 respondents . 2%). The results : showed that there was a significant relationship between democratic leadership style and nurses' job satisfaction at Dr. Bratanata Hospital. Jambi City with a p-value = 0. The head of the room can apply a democratic leadership style to increase nurses' job satisfaction. Conclusion: Mostly, democratic leadership style is optimal, and democratic leadership style is very influential on nurse job satisfaction. Keywords: Leadership, democratic, job satisfaction Jurnal Ilmu Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. 1(Juni 2. Jurnal Ilmu-ilmu Kesehatan (JIIKES) ------------------------------- Volume 9 Nomor 1. Juni 2023 p-ISSN 2443-3128 e-ISSN 2828-5859 PENDAHULUAN Kepemimpinan adalah hubungan yang tercipta dari adanya pengaruh yang dimiliki seseorang terhadap orang lain sehingga orang lain tersebut secara sukarela mau dan bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Kepemimpinan dalam konteks suatu organisasi, adalah kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi perilaku orang lain, terutama bawahannya, untuk berpikir dan bertindak sedemikian rupa, sehingga melalui perilaku yang positif, ia memberikan sumbangsih nyata dalam pencapaian tujuan organisasi1. Di dalam keperawatan, kepemimpinan merupakan ketrampilan seorang pemimpin dalam mempengaruhi perawatAeperawat lain yang berada di bawah pengawasannya untuk pembagian tugas dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan sehingga tujuan keperawatan tercapai. Gaya kepemimpinan, pada dasarnya mengandung suatu perwujudan tingkah laku dari seorang pemimpin, yang menyangkut kemampuan dalam memimpin. tersebut biasanya membentuk suatu pola atau bentuk tertentu. Gaya kepemimpinan merupakan proses yang didalam terdapat unsur mempengaruhi. Adanya gaya kepemimpinan akan terjalin kerjasama serta adanya visi misi untuk mencapai tujuan bersama didalam organisasi. Gaya kepemimpinan didefinisikan sebagai polah tingkah laku yang dirancang untuk mengintegrasikan tujuan organisasi dengan tujuan individu untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Gaya kepemimpinan demokratis yaitu gaya kepemimpanan yang mengikut sertakan anggotanya dalam mengambil keputusan dalam rangka membutukan komitmen kerja untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan demokratis diwujudkan dengan dominasi perilaku sebagai pelindung, penyelamat dan prilaku yang cendrung memajukan dan mengembangkan organisasi/kelompok. Disamping itu diwujudkan juga melalui prilaku kepemimpinan sebagai pelaksana. Dalam hal ini tercipta hubungan manusiawi . uman relationshi. yang efektif yang didasari sikap saling menghormati dan menghargai antara pemimpin dan anggota. kepemimpinan dengan gaya demokratif dalam mengambil keputusan sangat mementingkan musyawarah. Aktifitas dirasakan sebagai kebutuhan dalam mewujudkan partisipasi, yang berdampak pada perkembangan dan kemajuan kelompok secara keseluruhan. Tidak ada perasaan tertekan dan takut, namun pemimpin selalu dihormati dan disegani secara wajar. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Wiliana. Vidryanggi dan Ajeng . mengenai hubungan gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja perawat Jurnal Ilmu Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. 1(Juni 2. Jurnal Ilmu-ilmu Kesehatan (JIIKES) ------------------------------- Volume 9 Nomor 1. Juni 2023 p-ISSN 2443-3128 e-ISSN 2828-5859 yang menyatakan puas bekerja sebanyak 17 . %) dan kurang puas bekerja sebanyak 33 . %). Uji statistik chi square menunjukkan hasil p value = 0,028 yang artinya < 0,05. Maka dapat diketahui Ho ditolak yaitu adanya hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan kepala ruangan terhadap kepuasan kerja perawat di RSU Kabupaten Tangerang. Di Amerika Serikat. Kanada. Inggris dan Jerman menunjukkan bahwa 41% perawat di rumah sakit mengalami ketidakpuasan dengan pekerjaannya dan 22% diantaranya merencanakan meninggalkan pekerjaannya dalam satu tahun. bahwa perawat mengalami kepuasan kerja tingkat rendah hingga sedang. Fenomena ini menunjukkan bahwa masih banyak perawat di luar negeri yang tidak puas dengan di Indonesia sebesar 55,8% perawat di rumah sakit pemerintah mengalami kepuasan kerja rendah. 2 Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) Ada 20 unsur yang dieksplorasi dan dinilai yaitu : kemampuan, prestasi kerja, aktivitas, pengembangan diri, peningkatan wewenang, sistem kebijakan organisasi, kompensasi, rekan kerja, kreativitas, otonomi, nilai normal, penghargaan, tanggung jawab, keamanan, pelayanan sosial, status sosial, supervisi karyawan, supervisi tekhnis, variasi kerja dan suasana kerja. METODE PENELITIAN Penelitian menggunakan penelitian Deskriptif analisis tentang hubungan gaya kepemimpinan Demokratis kepala ruangan terhadap kepuasan kerja perawat di rumah sakit Dr. Bratanata Kota Jambi menggunakan pendekatan cross sectional yaitu penelitian dimana pengambilan data terhadap variabel penelitian dilakukan dalam satu waktu yang Dalam penelitian ini yang dijadikan sampel yaitu ruang Akasia dan ruang Cendana. Dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 36 perawat yaitu perawat di ruang akasia 14 orang perawat, dan ruang cendana 22 orang perawat di rumah sakit Dr. Bratanata Kota Jambi Peneliti melakukan pengumpulan data di rumah sakit Dr. Bratanata. Peneliti mengambil responden perawat di ruang akasia dan ruang cemara. Sebelum responden mengisi kuesioner, peneliti memberikan penjelasan tentang manfaat penelitian dan penjelasan tentang kuesioner. Selanjutnya responden diminta untuk mengisi lembar informed consent yaitu lembar pernyataan bahwa responden bersedia menjadi responden dalam penelitian. Jika responden telah selesai mengisi informed consent, maka peneliti melakukan wawancara dengan responden untuk pengisian kuesioner dan mengecek kelengkapan kuesioner. Jurnal Ilmu Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. 1(Juni 2. Jurnal Ilmu-ilmu Kesehatan (JIIKES) ------------------------------- Volume 9 Nomor 1. Juni 2023 p-ISSN 2443-3128 e-ISSN 2828-5859 HASIL Analisa Univariat Tabel. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Karaktersitik Frekuensi Responden . Persentase (%) Umur . Jumlah Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Jumlah Pendidikan Jumlah Lama Bekerja . < 5 tahun Ou 5 tahun Jumlah Berdasarkan Tabel 1 menunjukkan bahwa frekuensi umur responden terbanyak adalah umur 34-39 tahun sebanyak 14 perawat . ,9%), frekuensi jenis kelamin terbanyak adalah perempuan sebanyak 34 perawat . ,4%), frekuensi pendidikan responden terbanyak adalah D3 sebanyak 35 perawat . ,2%), frekuensi lama bekerja terbanyak adalah lebih dari 5 tahun sebanyak 23 perawat . ,9%). Adapun hasil penelitian diketahui distribusi frekuensi gaya kepemimpinan demokratis kepala ruangan di rumah sakit Dr. Bratanata Kota Jambi dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel. Distribusi Frekuensi Gaya Kepemimpinan Demokratis Gaya Kepemimpinan Frekuensi Persentase Demokratis . (%) Optimal Kurang optrimal Jumlah Berdasarkan Tabel 4. 4 menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan demokratis kategori optimal sebanyak 26 responden . ,2%) dan gaya kepemimpinan Jurnal Ilmu Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. 1(Juni 2. Jurnal Ilmu-ilmu Kesehatan (JIIKES) ------------------------------- Volume 9 Nomor 1. Juni 2023 p-ISSN 2443-3128 e-ISSN 2828-5859 demokratis kategori kurang optimal sebanyak 10 reponden . ,8%). Sehingga, gaya kepemimpinan demokratis frekuensi terbanyak adalah kategori optimal. Adapun distribusi frekuensi jawaban responden pada variabel gaya kepemimpinan demokratis dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Adapun hasil penelitian diketahui distribusi frekuensi kepuasan kerja perawat di rumah sakit Dr. Bratanata Kota Jambi dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel . Distribusi Frekuensi Kepuasan Kerja Perawat Persentase Kepuasan Kerja Frekuensi . (%) Puas Kurang Puas Jumlah Berdasarkan Tabel 4. 8 menunjukkan bahwa kepuasan kerja kategori puas sebanyak 21 responden . ,3%) dan kepuasan kerja kategori kurang puas sebanyak 15 reponden . ,7%). Sehingga, kepuasan kerja perawat frekuensi terbanyak adalah kategori puas. Adapun distribusi frekuensi jawaban responden pada variabel kepuasan kerja perawat dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Analisis Bivariat Analisis Bivariat dalam penelitian dilakukan dengan menggunakan uji Non Parametrik metode Spearman Rho. Berikut hasil analisis hubungan gaya kepemimpinan otokratis, gaya kepemimpinan kendali bebas, dan gaya kepemimpinan kendali bebas terhadap kepuasan kerja perawat di rumah sakit Dr. Bratanata Kota Jambi: Hubungan gaya kepemimpinan demokratis terhadap kepuasan kerja perawata dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel. Hubungan Gaya Kepemimpinan Demokratis Terhadap Kepuasan Kerja Perawat Gaya Kepemimpinan Kepuasan Kerja Perawat Demokratis Puas Kurang Total Puas Optimal 20 76,9 6 23,1 26 100 0,000 Kurang optimal Total 21 58,3 15 41,7 36 100 Berdasarkan tabel 4 menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan demokratis dengan kategori optimal dan kepuasan kerja perawat dengan kategori puas yaitu sebanyak 20 responden . ,9%) dan kepuasan kerja perawat dengan kategori kurang puas yaitu sebanyak 6 responden . ,1%). Pada gaya kepemimpinan Jurnal Ilmu Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. 1(Juni 2. Jurnal Ilmu-ilmu Kesehatan (JIIKES) ------------------------------- Volume 9 Nomor 1. Juni 2023 p-ISSN 2443-3128 e-ISSN 2828-5859 demokratis dengan kategori kurang optimal dan kepuasan kerja perawat dengan kategori kurang puas yaitu sebanyak 9 responden . %) dan kepuasan kerja dengan kategori puas yaitu sebanyak 1 responden . %). Setelah dilakukan uji hubungan gaya kepemimpinan demokratis terhadap kepuasan kerja perawat di rumah sakit Dr. Bratanata Kota Jambi menggunakan uji chi square dengan nilai signifikansi p = 0,000 < 0,05 sebagai taraf yang di tetapkan . < ), maka dapat dinyatakan H0 ditolak yang berarti terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan demokratis terhadap kepuasan kerja perawat. PEMBAHASAN Responden pada penelitian ini adalah perawat dari ruangan akasia dan ruang cendana di rumah sakit Dr. Bratanata Kota Jambi. Mayoritas responden berumur 3140 tahun sebesar 63,9%, umur 20-30 sebesar 27,8% dan usia 41-50 sebesar 8,3%. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah umur. Karyawan yang masih muda akan menuntut kepuasan kerja yang tinggi, sedangkan karyawan tua tuntutan kepuasan kerjanya relatif rendah. Karyawan tua cenderung mencari aman dan mudahnya didalam menjalankan tugas, demikian juga dengan tingkat kepuasan biasanya seseorang akan merasa puas dengan apa yang sudah didapat saat itu 4. Perawat yang lebih tua merasa puas daripada perawat berumur relatif muda. Hal ini dasumsikan bahwa perawat yang lebih tua lebih bisa adaptasi, sementara perawat yang relatif muda mempunyai harapan yang ideal tentang dunia kerjanya. Sehingga apabila harapan dan realitanya terdapat kesenjangan atau ketidak seimbangan maka perawat tersebut mengalami ketidakpuasan. Mayoritas responden memiliki jenis kelamin perempuan sebanyak 34 responden . ,4%). Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Wiliana. Regina, dan Atnesia . yang berjudul AuHubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Ruang dengan Kepuasan Kerja Perawat di RSU Kabupaten TanggerangAy menunjukkan bahwa jenis kelamin mayoritas responden yaitu 34 responden perempuan . %)6. Sejarah perkembangan keperawatan dengan adanya perjuangan Florence Nightingale sehingga dunia keperawatan identik dengan pekerjaan seorang Profesi perawat masih sering dianggap hanya bisa dikerjakan oleh perempuan saja, hal inilah yang menyebabkan lebih banyak perawat perempuan daripada perawat laki-laki. Mayoritas responden pada penelitian ini berpendidikan D3 sebanyak 35 responden . ,2%). Perawat dengan pendidikan yang minimal D3 dan sudah memiliki Jurnal Ilmu Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. 1(Juni 2. Jurnal Ilmu-ilmu Kesehatan (JIIKES) ------------------------------- Volume 9 Nomor 1. Juni 2023 p-ISSN 2443-3128 e-ISSN 2828-5859 Surat Tanda Registrasi (STR) akan melakukan praktik keperawatan yang efektif dan efisien yang selanjutnya akan menghasilkan pelayanan kesehatan yang bermutu Pendidikan merupakan salah satu karakteristik demografi yang penting dipertimbangkan karena pendidikan dapat mempengaruhi persepsi seseorang terhadap sesuatu yang terjadi di dalam lingkungannya. Sebagaian besar responden memiliki lama bekerja lebih dari 5 tahun sebanyak 23 responden . ,9%) dan bekerja kurang dari 5 tahun sebanyak 13 responden . ,1%). Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Maryanto . yang berjudul AuHubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Ruang Kepuasan Kerja Perawat di Rumah Sakit Swasta di DemakAy menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki lama bekerja lebih dari 10 tahun. Seseorang yang bekerja dengan durasi lama akan memiliki pengalaman lebih banyak sehingga akan memudahkan praktik keperawatan yang efektif dibandingkan seseorang yang bekerja hanya sebentar7. Berdasarkan hasil penelitian, frekuensi terbanyak pada gaya kepemimpinan demokratis dengan kategori optimal sebanyak 26 responden . ,2%) dan kurang optimal sebanyak 10 responden . ,8%). Sehingga, gaya kepemimpinan demokratis frekuensi terbanyak adalah kategori optimal. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Maryanto . mengenai AuHubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan dengan Kepuasan Kerja Perawat di Rumah Sakit Swasta di DemakAy menunjukkan bahwa frekuensi terbanyak Hasil penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Maryanto . memiliki hasil yang sama yaitu gaya kepemimpinan demokratis sangat optimal jika diterapkan oleh kepala ruangan. Kepemimpinan yang demokratis ini memiliki kekuatan pada partisipasi aktif pada anggota kelompok. Setiap butir pernyataan kuesioner yang peneliti buat, peneliti setuju terhadap semua pernyataan. Begitupun perawat, dilihat dari jawaban kuesioner perawat menunjukkan bahwa perawat merasa gaya kepemimpinan demokratis lebih tepat untuk digunakan oleh kepala ruangan. Karena gaya kepemimpinan ini menunjukkan adanya kerja sama antara perawat dengan pimpinan. Berdasarkan teori, gaya kepemimpinan yang paling baik adalah gaya kepemimpinan demokratis, gaya yang demokratis merupakan kepemimpinan yang bersedia memberikan bimbingan yang efisien kepada bawahannya, bersedia mendengarkan pendapat, ide, saran dan kritikan dari bawahan . , sangat memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan bawahan, menindak bawahan yang Jurnal Ilmu Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. 1(Juni 2. Jurnal Ilmu-ilmu Kesehatan (JIIKES) ------------------------------- Volume 9 Nomor 1. Juni 2023 p-ISSN 2443-3128 e-ISSN 2828-5859 melanggar disiplin dengan pendekatan yang bersifat korektif dan edukatif. Mengkoordinasikan pekerjaan dari semua bawahan yang ada dalam sistem pelaksanaan kerja dengan penekanan rasa tanggung jawab dan kerja sama yang baik. Kepemimpinan yang demokratis ini memiliki kekuatan pada partisipasi aktif pada anggota kelompok8. Gaya kepemimpinan demokratis sangatlah dibutuhkan oleh perawat karena dengan gaya kepemimpinan ini perawat akan dilibatkan dalam menetukan suatu keputusan secara bersama. Sehingga perawat akan ikut berperan aktif dalam gaya kepemimpinan tersebut. Karena pemimpin menyarankan kepada anggota kelompok untuk mengemban keputusannya sendiri. Anggota kelompok diberikan kebebasan melakukan kegiatan dan berinteraksi satu sama lain, pemimpin hanya memberikan wawasan kepada anggota kelompok tentang tugas kelompok yang harus dikerjakan dan langkah yang harus diambil. Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya. Terdapat kordinasi pekerjaan pada semua bawahan dengan penekanan pada rasa tanggung jawab dan kerja sama yang baik. Gaya kepemimpinan demokratis sangat cocok diterapkan karena adanya kerjasama antara perawat dengan kepala ruangan. Perawat merasa lebih diayomi dan dibimbing dalam menyelesaikan tugasnya serta perawat juga merasa berperan karena selalu dilibatkan dalam pengambilan Kepemimpinan demokratis menitik beratkan masalah aktivitas setiap anggota kelompok yang semuanya terlibat aktif dalam penentuan sikap, pembuatan rencana-rencana dan pembuatan keputusan penerapan. Kepemimpinan demokratis menitik beratkan masalah aktivitas setiap anggota kelompok yang semuanya terlibat aktif dalam penentuan sikap, pembuatan rencana-rencana dan pembuatan keputusan KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa: Sebagian besar, gaya kepemimpinan demokratis yang optimal sebanyak 26 responden . ,2%). Terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan demokratis terhadap kepuasan kerja perawat di rumah sakit Dr. Bratanata Kota Jambi dengan nilai p-value = 0,000. DAFTAR PUSTAKA