PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Pendidikan Teologi Gembala sebagai Upaya dalam Membangun Gereja yang Sehat Lily Haryati Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala lilyharyati27@gmail. Abstract: The most important role of a pastor in this matter is serving the congregation. Threrefore the role of a pastor in shepherding is to lead and care for church members and preach the gospel. for the purpose of writing this scientific paper to review pastorsAo understanding of the benefits of theological education for pastors as church leaders. Through a qualitative method approach with a phenomenological strategy. The author conducted an interview technique to several sources with the aim of exploring their experiences while taking theological education and applying it in ministry. The author analyzes and presents descriptively, thus forming a conceptual framework as a reference for the shepherds. The result found that theological education was very beneficial for the ministry of pastors and the spiritual development of the congregation. An adequate theological education background will support and enable a pastor to be even more professional in carrying out his duties, and grow a healthy church. Keywords : Pastor. the benefits of theological education. healthy church Abstrak: Peran seorang gembala sidang dalam hal ini yang paling utama adalah melayani jemaat. Oleh sebab itu, peran seorang gembala dalam pengembalaan adalah memimpin dan memelihara anggota-anggota gereja serta memberitakan Injil. Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini untuk mengulas pemahaman gembala tentang manfaat pendidikan teologi bagi gembala sebagai pemimpin Melalui pendekatan metode kualitatif dengan strategi fenomenologi, penulis melakukan teknik wawancara kepada beberapa narasumber yang bertujuan menggali pengalaman mereka saat menempuh pendidikan teologi dan mengaplikasikannya dalam pelayanan. Penulis melakukan analisis dan menyajikan secara deskriptif, sehingga membentuk kerangka konseptual sebagai acuan bagi para Hasil yang ditemukan bahwa ternyata pendidikan teologi sangat bermanfaat bagi pelayanan gembala dan perkembangan rohani para jemaatnya. Latar belakang pendidikan teologi yang memadai akan mendukung dan memampukan seorang gembala menjadi lebih profesional lagi dalam menjalankan tugasnya, serta menumbuhkan gereja yang sehat. Kata kunci: Gembala sidang. manfaat pendidikan teologi. gereja yang sehat Pendahuluan Gereja yang sehat adalah gereja yang memperhatikan pendidikan teologi para Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam semua bidang kehidupan membuat semua orang dapat belajar menjadi cendekiawan, termasuk para jemaat Gembala jemaat sebagai cendekiawan gereja sekaligus juga sebagai teolog dituntut tidak hanya terampil dari segi penyampaian Firman Tuhan dalam gereja saja, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan semua jemaat. (Lase 2020. Gereja yang bertumbuh memerlukan seorang pelayan, dalam arti gembala sebagai pemimpin yang berperan penting dalam pelayanan yang diberikan oleh Tuhan kepadanya. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 AuAllah sang Pencipta pada hakikatnya adalah gembala, yaitu pelindung, pemelihara, atau penjaga umat-NyaAy. Mazmur 23:1 AuTUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ay Yehezkiel 34:31 AuKamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Ay Dalam kitab Perjanjian Baru. Yesus bukan hanya digambarkan sebagai Gembala Yang Baik, tetapi juga sebagai Gembala Yang Agung. Dengan kata lain, pengembalaan yang benar yang diterima sebagai tugas dari Allah dan karena itu harus dipertanggungjawabkan kepadaNya. Peranan gembala jemaat dalam pelayanan holistik adalah menentukan visi dan misi gereja, mendelegasikan tugas, memberi pertimbangan, pelayanan mimbar, menjaga kebutuhan dan persekutuan jemaat dengan Allah. (Kosta and Djadi 2. Disamping aspek penggembalaan, gembala sidang memiliki peran sebagai pendidik yang bertanggung jawab untuk mendidik, mengajar dan membawa jemaat Tuhan kepada pertumbuhan rohani yang maksimal dan menjadikan setiap jemaat mengerti nilai-nilai kehidupan, sehingga kehidupan bersama segenap anggota gereja dapat terpelihara dengan Melalui perannya sebagai pendidik, seorang gembala memelihara gereja dalam perdamaian dan kasih persatuan yang mengakibatkan jemaat semakin bertumbuh ke arah Yesus secara sempurna. Peran gembala sidang sebagai pendidik dalam pertumbuhan rohani jemaat, memiliki korelasi yang sangat signifikansi. Gembala sidang memiliki peran penting dalam memberikan pertumbuhan rohani kepada jemaat Tuhan. Gembala sidang memiliki peran sebagai pendidik, yakni mendidik, mengajar dan membimbing jemaat kepada pengenalan dan pertumbuhan rohani yang baik. Melalui Firman Tuhan yang diajarkan kepada jemaat, mereka semakin memahami dan hidup di dalamnya dengan efektif dan menjadi pelaku Firman Tuhan. Pertumbuhan rohani jemaat dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas jemaat Tuhan secara (Telaumbanua 2. Kadang kita mendengar seorang pejabat yang dalam sambutannya mengutip ayat Firman Tuhan atau menggunakan cerita Alkitab. Ini merupakan tantangan bagi gembala, bahwa di masyarakat sudah banyak yan mengetahui ajaran teologi. Sementara itu, dalam tugasnya di tengah jemaat, para gembala suka atau tidak suka bertemu dengan tiga macam publik dengan tiga macam orang yang berbeda dan dengan pikirannya masing-masing. Ketiganya adalah: akademi, gereja dan masyarakat luas. Masingmasing perlu disapa dengan pesan tentang Allah dan Yesus Kristus. (Dawa 2. Diharapkan dengan memiliki pendidikan teologi, gembala gereja ini dapat memenuhi tantangan perkembangan jaman saat ini. Namun masih adanya gembala sebagai pemimpin gereja yang belum pernah menempuh pendidikan khusus teologi. Artikel ini menganalisa pemahaman gembala tentang pendidikan teologi, dan menganalisa pemahaman gembala tentang manfaat pendidikan teologi. Teologi membahas fakta-fakta Alkitab secara urut dan tepat dengan prinsip-prinsip yang selaras. Pendidikan teologi adalah proses untuk mendewasakan dan menambah pengetahuan akan Allah. Tujuan pendidikan teologi untuk PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 menjawab pertanyaan tentang kebenaran dan nilai yang mempengaruhi perseorangan dalam keseluruhan sebagai satu pribadi. II. Metode Penelitian Adapun metode yang penulis pakai dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif dengan strategi fenomenologi, yang bertujuan menggali dan menggambarkan pengalaman secara mendalam dan menyeluruh tentang manfaat pendidikan teologi bagi gembala gereja, dengan cara wawancara secara langsung kepada 5 narasumber/informan yang penulis pilih. Dari jawaban wawancara tersebut diharapkan akan diperoleh data Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Proses dan makna lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di (Anon 2021. Di dalam menguraikan kajian penelitian fenomenologi, metode deskrptif digunakan dengan tujuan untuk menjelaskan perihal penelitian fenomenologi, sampai dalam tahap artikel penelitian tersebut layak dipublikasikan. Adapun yang akan menjadi lokus batasannya terbatas pada metode riset fenomenologi agama. Literatur yang mendukung guna memperdalam pendeskripsian terkait penelitian fenomenologi akan digunakan sebagai penunjang, guna memberi acuan yang relevan. Fenomenologi berasal dari bahasa Yunani dengan asal suku kata pahainomenon . ejala/ fenomen. Fenomenologi juga berarti ilmu pengetahuan . tentang apa yang tampak. Fenomenologi adalah sebuah disiplin ilmu dan studi inkuiri deskriptif yang meletakkan perhatiannya pada studi atas penampakan, akuisisi pengalaman, dan kesadaran. Singkatnya. Fenomenologi adalah studi mengenai pengalaman dan bagaimana pengalaman tersebut terbentuk. (Nugroho 2. Adapun tahap-tahap penelitian, sbb: Mengidentifikasi Masalah. Membuat Hipotesa. Studi Literature. Mengidentifikasi dan Menamai Variabel. Membuat Definisi Operasional. Memanipulasi dan Mengontrol Variabel. Menyusun Desain Penelitian. Mengidentifikasi dan Menyusun Alat Observasi dan Pengukuran. Penulis melakukan wawancara kepada 5 narasumber, dan juga wawancara kepada keluarga narasumber, sebagai konfirmasi atas jawaban dari hasil wawancara serta untuk menggali data kualitatif tentang pendidikan Wawancara yang dilakukan dalam penelitian fenomenologi agama biasanya bersifat terbuka, interaktif, nonformal, dan mengalir sesuai dengan perkembangan percakapan dengan i. Hasil dan Pembahasan Analisis Nilai Teologis Hasil Penelitian Dalam Perjanjian Baru. Tuhan Yesus dikatakan sebagai gembala. Dalam Injil Yohanes 10:11. Tuhan Yesus berkata bahwa Ia adalah gembala yang baik yang rela mengorbankan nyawa-Nya untuk domba-domba-Nya. Sebagai gembala yang baik. Yesus tidak mengendalikan domba-domba-Nya, melainkan memimpin mereka. Ia menyerahkan nyawa- PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Nya ganti domba-domba, penuh perhatian, kewaspadaan, dan kasih. Ciri khas Kristus selaku gembala yang baik adalah kesediaan-Nya untuk memberikan nyawa karena domba-Nya itu. Istilah gembala jemaat menunjuk pada jabatan dan tugas seorang pemimpin jemaat. Gembala sidang yang sejati memperhatikan jemaatnya, sedangkan gembala palsu hanya memikirkan kedudukan dan kepentingannya sendiri. Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, ketrampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara (Anon 2021. Teologi atau kadang disebut ilmu agama adalah wacana yang berdasarkan nalar mengenai agama, spiritualitas dan Tuhan. Dengan demikian, teologi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan beragama. Teologi meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan. (Anon 2021. Kata AugembalaAy dalam bahasa Yunani yaitu AupoimenAy. Istilah gembala dalam bahasa Ibrani disebut raAyah, yang artinya memelihara suatu kawanan atau kelompok binatang. Gembala Jemaat, istilah ini menunjukkan pada jabatan dan tugas seorang pemimpin jemaat. Istilah ini memiliki sinonim seperti Pastor atau Pendeta. Dalam buku Teologi Penggembalaan. Frederic Greeves menulis bahwa AuSemua manusia baik sebagai domba maupun sebagai gembala membutuhkan doktrin kristen dalam tingkat daripada yang diakui sekarang ini. Ay Maksud tersebut hanya ditemukan pada pendidikan teologi. yang sistematis, mendasar, berjenjang dan lengkap. Dipastikan kriteria seorang gembala jemaat harus berpendidikan minimal S1 Teologi. Data-data Pendukung Penelitian Penulis mengkhususkan penelitian kepada 5 orang Gembala Sidang Sinode JKI (Jemaat Kristen Indonesi. di Semarang. Karena para narasumber ini mulai merintis penggembalaan dari awal mendirikan gereja mereka masing-masing, serta mereka juga memperdalam pendidikan teologi di STTS (Sekolah Tinggi Teologi Sangkakal. Semarang, yaitu : Pdt. YDC - Gembala JKI IK. Pdt. EBN Ae Gembala JKI TVGC. Pdt. OM Ae Gembala JKI HS. Pdt. DAK Ae Gembala JKI OK. Pdt. KNS Ae Gembala JKI BP. Kelima gembala sidang tersebut memaparkan alasannya bersekolah di STT Sangkakala untuk menambah pengetahuan dan wawasan dalam menafsirkan firman Tuhan, sehingga tidak lagi menafsirkan alkitab secara sembarangan. Di sisi lain, beberapa alasan yang mendasar untuk studi di STT Sangkakala yaitu ingin menambah pengetahuan teologi yang sistematis, aplikatif dan implementatif. Harapannya dengan studi teologi secara formal dalam memperlengkapi diri untuk dapam melayani jemaat secara efektif dan efisien, guna menumbuhkan jemaat secara kuantitas maupun kualitas. Dalam perspektif kelima gembala sidang tersebut, sekolah teologi membantu untuk mengemas pelayanan secara efektif. Bukan hanya itu saja, dalam pembelajaran di Sekolah Teologi mampu mengajak untuk berpikir kreatif dan implementatif guna mendukung pelayanan yang efektif kepada jemaat. Di samping itu, di sekolah teologi mengenalkan PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 kontekstualisasi terkini yang relevan untuk mengemas pelayanan sesuai dengan situasi dan kondisi setiap jemaat local. Ada pendapat juga, bahwa dengan bersekolah teologi akan memberikan semangat belajar terkait pengembangan pelayanan melalui media sosial, sehingga dapat mengemas pelayanan secara efektif. Pandangan ini disampaikan oleh keempat gembala yang belum pernah sama sekali mengenyam Pendidikan teologi secara formal Kelima gembala sidang tersebut rela membayar dan menyisihkan waktu di tengah kepadatan aktivitas penggembalaan untuk menempuh Pendidikan teologi secara formal, dikarenakan ingin belajar dari para pengajar teologia. Di sisi lain, dapat menambah wawasan dan pengetahuan kekristenan. Di samping itu, atmosfir perkuliahan akan memberikan semangat belajar. Semangat belajar tersebut akan menambah pengetahuan dalam pengelolaan dan penatalayanan di jemaat. STT Sangkakala dipilih sebagai sekolah formal dalam melengkapi wawasan dan pengetahuan teologi dikarenakan institusi Pendidikan tersebut berafiliasi dengan Sinode Jemaat Kristen Indonesia, dimana satu organisasi dengan gereja yang digembalakan. Di sisi lain, dengan afiliasi yang sama dengan Sinode Jemaat Kristen Indonesia. STT Sangkakala mempunyai warna teologi dan pandangan pelayanan yang sama dengan gereja yang Kesamaan warna dan penatalayanan akan memberikan motivasi dan pengembangan yang baik dalam melayani jemaat. Selama menempuh studi di STT Sangkakala, kelima gembala sidang tersebut memaparkan bahwa kebutuhan ilmu, wawasan dan ketrampilan pelayanan sudah mencukupi penatalayanan gerejanya. Setelah bergabung dan belajar selama dua tahun studi di STT Sangkakala, kelima gembala sidang tersebut sudah puas dengan sajian perkuliahan, wawasan keilmuan teologis, dan menambah semangat melayani dalam jemaat. Dari hasil pemaparannya, kelima gembala sidang tersebut sudah tercukupi dan sudah puas dengan sajian Pendidikan di STT Sangkakala Kelima gembala sidang tersebut menyatakan bahwa pemahaman teologisnya mengalami perkembangan sejak perkuliahan di STT Sangkakala. Dari yang semula teologi hanya dipahami hanya sebagai ilmu tentang Tuhan, setelah perkuliahan semakin memahami bahwa teologi tidak hanya sebatas itu. Dengan mengikuti perkuliahan, pemahaman terkait dengan Pendidikan teologi mengalami pengembangan dan perluasan. Pendidikan teologi dapat menambah wawasan secara teori tentang teologi bagi penggembalaan. Yang lebih khusus dan mendalam gelar sarjana pendidikan teologi sangat penting di pemerintahan, saat gereja berkontribusi dengan pemerintah. Dalam pandangan kelima gembala. Pendidikan teologi bermanfaat melengkapi orang yang lahir baru, memiliki tujuan illahi dalam hidupnya, memberikan wawasan lebih luas, serta dapat menyeimbangkan ilmu pengetahuan yang lainnya, supaya lebih memberi manfaat bagi kesejahteraan umat manusia. Juga menambah pengetahuan dasar dalam pelayanan Di samping itu, ketika ada masalah yang tidak dapat terjawab, pengetahuan dari pendidikan teologi sangat membantu. Jadi belajar teologi itu penting untuk melengkapi. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 terutama untuk memberi pemahaman akan wahyu Tuhan. Menolong dalam pengajaran kepada jemaat, tidak salah dalam menafsir Firman. Ada hal-hal praktis yang menjadikan semakin cinta Firman, dan memiliki seni tersendiri dalam penyampaian Firman. Bagi jemaat, mereka lebih mudah menangkap dan mempraktekannya. Perihal manfaatnya, kelima gembala sidang tersebut sangat merasakan manfaat belajar di STT Sangkakala. Manfaat yang didapat seperti: menambah pengetahuan yang mendukung pelayanan, menerima impartasi rohani dari para dosen yang berdedikasi, menimba pengalaman dari rekan-rekan hamba Tuhan yang lainnya. Di samping itu, memperoleh pengetahuan baru dan bimbingan secara akademik, memperoleh sudut pandang yang baru dalam pelayanan dengan bertukar informasi antar mahasiswa sesama hamba Tuhan. Dari segi keluarga atau kerabat dekat dari kelima narasumber tersebut, mereka juga merasakan manfaat yang sama dengan apa yang dirasakan oleh gembala sidang yang studi Seorang istri dari gembala sidang yang melanjutkan studi di STT Sangkakala memaparkan, bahwa manfaat untuk suami yang sedang belajar adalah lebih diperlengkapi dalam hal pengetahuan, latar belakang, sejarah, dan masih banyak lagi, sehingga mempunyai dasar yang lebih kuat sebagai penyampai Firman Tuhan. Di sisi lain, manfaat belajar teologi untuk suami, supaya belajar lebih memahami jemaat dan cara mengatasi kesulitan-kesulitan Dari sisi manfaatnya, pihak keluarga merasakan bahwa suami jadi lebih bertanggung jawab sebagai Hamba Tuhan, lebih punya dasar yang kuat, lebih ditambah hikmatnya, sehingga makin bisa dipercaya, makin jadi berkat buat banyak orang. Keluarga yang lain menambahkan bahwa mereka dapat langsung tanya pada suami hal-hal apa saja yang berkaitan dengan ilmu teologi yang saya tidak mengerti atau memahami. Dalam pelayanan kepada jemaat, didapati ada beberapa jemaat yang kritis, dan suami dapat menjelaskan hal teologis secara lebih bagus. Di sisi lain, kalau suami sedang berkotbah ada hukum dan ilmu teologisnya kelihatan keren. Hal yang lebih berarti bagi keluarga para gembala sidang tersebut yaitu dapat mengajarkan untuk lebih mengenal kasih Tuhan dan membimbing bagaimana untuk meneliti Alkitab dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Itulah yang dirasakan oleh keluarga dan kerabat dekat dari para gembala sidang yang sedang menempuh studi di STT Sangkakala. Hal penting yang perlu diperhatikan khususnya para gembala saat ini, bahwa seorang gembala adalah pemelihara, penjaga, pelayan, pengajar, contoh dan teladan. Untuk menjadi seorang gembala yang baik, maka harus mempunyai kualifikasi yang baik. Kualifikasi ini sangat penting agar gembala mampu menngembalakan jemaat dengan benar dan sesuai dengan kehendak Tuhan seperti yang diajarkan dalam Firman Tuhan. Seorang gembala harus memiliki pengetahuan teologi melebihi jemaatnya. Tugas gembala yang terbilang cukup berat dalam merawat jemaat menuntut keahlian dan pengetahuan yang lebih. Seorang gembala perlu belajar teologi, tidak hanya dari pengalaman hidup saja. Pemahaman gembala tentang manfaat pendidikan teologi sangatlah penting. (Marisi 2. Seorang gembala jemaat dituntut untuk memiliki pendidikan formal dalam hal ini teologi, sehingga melalui pendidikan teologi PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 seorang gembala lebih mudah menangkal ajaran-ajaran yang salah yang sedang berkembang di era ini. (Lase 2020. Meskipun para gembala telah memerankan tugasnya sebagai pemimpin dalam proses penggembalaan umat, namun kepemimpinan gembala terkadang tidak berjalan sesuai kondisi dantuntutan zaman. Kondisi ini diantaranya dipaparkan oleh Derek J. Tidball dalam bukunya AuTeologi PengembalaanAy. (Yuliastomo and Weismann 2. Gembala haruslah orang yang pandai mengajar atau menjadi guru pada kategori ahli, seorang yang dianggap mampu mengajar sesuai dengan syarat-syarat mengajar dan mempunyai kompetensi mengajar. Gembala yang pandai mengajar tentu memiliki kapabilitas dan keahlian seorang guru. Bukan sekedar mampu, tetapi ahli mengajar dengan fokus pada pencapaian jemaat yang diajar. Seorang yang memenuhi syarat guru yaitu minimal memiliki level satu tingkat di atas level yang dipimpin. Syarat guru sekarang harus minimal memiliki ijazah S1, bagi tingkat Sekolah Dasar. Jika mempelajari maksudnya, seorang gembala yang adalah Pastor Teacher haruslah seorang yang memiliki kurikulum, materi pelajaran, metode penyajian dan program evaluasi, sehingga kegiatan belajar jemaat menjadi terencana, terarah, berjenjang dan memiliki tujuan dan hasil. Sehingga jemaat mengerti dan berubah, berkembang, maju dan merasakan manfaat dari pengajaran. Seorang Pastor Teacher yang memiliki Pendidikan Teologi S1 akan terlihat kemampuan menjawab tantangan kepemimpinan dan pendidikan, sehingga mampu menjadi pengajar, pengayom, pembimbing, konselor dan mampu menyesuaikan, menjawab tuntutan zaman, mampu mengimbangi perkembangan IPTEK terutama yang berkaitan dengan Seorang gembala seharusnya memiliki kompetensi yang baik ketika terjun ke dunia penggembalaan, supaya mengerti benar kebutuhan umat yang digembalakannya. Sehubungan dengan itu seorang gembala sidang diharuskan memiliki persyaratan-persyaratan tertentu yang akan dipakai untuk membina umat Allah, sebab sebagai gembala tidak hanya sekedar mengumpulkan jemaat, namun membimbing dan mengarahkan kepada kebenaran yang (Sihombing and Sarungallo 2. Di Indonesia pengakuan formal terhadap pendidikan teologi sebagai pendidikan keilmuan dituangkan dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0359/U/1996 tanggal 24 Desember 1996. Dalam keputusan itu, ilmu teologi diakui sebagai salah satu program studi dalam rangka program ilmu satra dan filsafat. Di situ ilmu teologi sejajar kedudukannya dengan ilmu-ilmu lain seperti ilmu sejarah, ilmu filsafat, ilmu religi, antropologi budaya, dan lain-lain. Namun, sekalipun keputusan ini dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tidak semua sekolah teologi di Indonesia berafiliasi di bawahnya, sebagian sekolah teologi secara formal berada di bawah Departemen Agama (Bimas Kristen Protesta. (Siallagan n. ) Diharapkan dengan mempunyai seorang gembala yang berpendidikan teologi, dapat menumbuhkan gereja yang sehat. Yang mampu beradaptasi dengan perkembangan jaman, sehingga dapat menjadi tubuh Kristus di bumi bagi kita yang percaya. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 IV. Kesimpulan Pendidikan teologi merupakan usaha untuk membawa Firman Tuhan ke dalam konteks kehidupan masa kini. Seorang gembala tidak mungkin dapat melakukannya jika tidak belajar teologi dengan baik dan memahami teologi dengan baik. Melalui pendidikan teologi, ia akan memiliki pemahaman yang benar. Saran praktis bagi STTS, perlu membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para gembala yang belum belajar teologi. Saran untuk gembala, supaya bagi yang belum pernah menempuh pendidikan teologi untuk meningkatkan diri dengan belajar dan mendalami pendidikan teologi. Gembala yang seorang Sarjana Teologi biasanya lebih cepat berinteraksi dengan ajaran yang baru ditemukan dan mampu menerapkannya pada jemaat yang dipimpinnya. Dari berbagai mata kuliah yang pernah diperoleh, maka baik berkotbah, memimpin atau kegiatan lain telah melalui pengkajian yang matang. Gembala Sidang sebagai seorang pemimpin gereja yang menggembalakan jemaat, mempunyai berbagai tugas yang sangat majemuk. Tugas gembala dalam gambaran Alkitab seperti harus merawat yang sakit atau terluka, memberi makan, menjaga, melindungi, mencari yang tersesat, menjadi orang tua, menjadi guru, dan banyak lainnya. Dalam tugas ini dibutuhkan banyak pengetahuan, keahlian, ketrampilan dan kesabaran. Latar belakang pendidikan teologi yang memadai akan mendukung dan memampukan seorang gembala menjadi lebih profesional lagi dalam menjalankan tugasnya. Referensi