AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3. No. 7 Agustus . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 520-525 Pelatihan Penggunaan NST (Nijmeegse Schoolbekwan Tes. Pada Guru PAUD Seila Rizkina1*. Armanila 2. Hasnah Siahaan3. Idzni Azhima4. Reny Khaerany Nisfiary5. Mesran6. Fatimah7 1,2,3,4,6,7 Fakultas Agama Islam. Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Al Washliyah. Medan. Indonesia 5Universitas Tjut Nyak Dhien. Medan. Indonesia Email: 1*seilarizkina@gmail. com, 2armanila88@gmail. com, 3hasnahsiahaan19@gmail. 4idzniazhima77@gmail. com, 5renynisfiary@gmail. com, 6mesranalfa@gmail. 7fatimahsitepu363@gmail. (* : Seila Rizkin. Abstrak Oe Memperhatikan mengenai kesiapan anak masuk sekolah dasar adalah salah satu hal yang penting bagi anak yang harus diperhatikan oleh guru dan orang tua, namun masih banyak guru yang belum memahami pentingnya hal tersebut. Kesiapan anak meliputi kesiapan belajar, kesiapan fisik, kemampuan sosial, kematangan emosional, kemampuan berfikir dan berkomunikasi. NST merupakan alat ukur yang mampu mengukur kesiapan siswa masuk sekolah. Metode yang digunakan adalah ceramah dan praktek langsung oleh para guru. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini guru menunjukan kemampuan untuk menggunakan alat ukur NST serta mampu menginterpretasikan alat tes dengan baik, sehingga NST digunakan untuk mengukur kesiapan siswa ditahun berjalan. Kata Kunci: Kesiapan Sekolah. Nijmeegse Schoolbekwan Test Abstract Oe To notice that children are ready for elementary school is one of the most important things for children that teachers and parents need to care about. But many teachers still don't understand the importance of it the child's readiness embraces the readiness to learn, physical readiness, social skills. Emotional maturity. The ability to think and communicate. Nijmeegse Schoolbekwan Test is a measuring tool that is able to measure students' readiness to enter school. The methods used are lectures and direct practice by teachers. As a result of this community service, the teacher demonstrated the ability to use the NST measuring instrument and was able to interpret the test instrument well, so that the NST was used to measure student readiness in the current Keywords: Student Readiness. Nijmeegse Schoolbekwan Test PENDAHULUAN Dapat memasukan anak kejenjang Pendidikan dasar adalah Impian setiap orang tua dan guru. Namun saat ini untuk dapat masuk sekolah dasar, siswa wajib menempuh Pendidikan untuk anak usia dini. Taman kanak-kanak dianggap mampu mempersiapkan mental anak untuk menghadapi jenjang Pendidikan selanjutnya. Setiap guru di Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini menginginkan siswanya untuk mampu dan siap untuk menghadapi tingkat pendidikan berikutnya. Berbagai upaya guru lakukan untuk dapat membantu siswa siap sekolah. Pemerintah Indonesia sudah mengatur usia tepat bagi anak sekolah dasar dimulai usia tujuh Hal ini berdasarkan Permendikbud tahun 2021 yang menjelaskan mengenai usia calon peserta didik kelas satu sekolah dasar harus memenuhi persyaratan usia tujuh tahun, atau paling rendah enam tahun pada satu Juli tahun berjalan. Namun pada kenyataannya prioritas peserta didik yang masuk sekolah dasar berusia tujuh tahun. Hal ini berkesesuaian dengan Permendikbud No. telahditetapkan usia masuk Taman Kanak-kanak (TK): Usia lima tahun atau paling rendah empat tahun (TK A) dan atau usia enam tahun atau paling rendah lima tahun (TK B). Janus & Gaskin . menyatakan bahwa istilah Aukesiapan sekolahAy adalah suatu proses pematangan neuron atau sistem saraf anak untuk mengembangkan berbagai keterampilan dasar yang dihasilkan dari rangsangan yang diterima anak. Siap sekolah berarti siap untuk belajar dan beradaptasi dengan metode Pendidikan pada level atau tingkatan tertentu. Hal tersebut dijelaskan oleh Kagan . , kesiapan untuk belajar sama seperti tingkat atau level perkembangan seorang individu untuk siap menerima pembelajaran secara spesifik. Secara khusus kesiapan sekolah Seila Rizkina | https://journal. id/index. php/amma | Page 520 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3. No. 7 Agustus . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 520-525 mencakup berbagai aspek seperti kesehatan dan kesejahteraan fisik anak, keterampilan sosial, kematangan emosi, pendekatan pembelajaran, perkembangan bahasa dan kognitif, serta keterampilan komunikasi (Janus, et al. , 2. Kemampuan spesifik yang harus dimiliki siswa seperti mampu duduk dengan tenag dikelas dan mampu merespon secara tepat instruksi guru menggambarkan kesiapan sekolah (Kagan M. Janus & Gaskin . , menambahkan kesiapan sekolah adalah kematangan yang menekankan pada kemampuan yang dibutuhkan anak dengan kebutuhan sekolah yang terdiri dari aspek kognitif, fisik, dan sosial. Kebutuhan yang diinginkan oleh sekolah antara lain bekerja bersama, mendengarkan guru, dan manfaat lain yang akan diperoleh selama aktivitas pendidikan yang disediakan sekolah (Janus, et al. , 2. Perbedaan fase perkembangan anak usia pra sekolah dengan anak sekolah dasar tentu sudah Tuntutan belajar dan tugas perkembangan yang dilalui oleh anak harus disesuaikan dengan kurikulum pendidikan sekolah dasar. Dunia bermain di usia prasekolah beralih ke dunia belajar formal yang terstruktur dan terorganisir (Hairina,2. hal ini yang menuntut anak harus siap secara fisik, psikologis dan mental. Perbedaan pola belajar, lingkungan belajar, jam belajar, waktu istirahat dan kegiatan lainnya tentu dapat sangat mempengaruhi kondisi psikologis seorang anak. Maka diperlukan tes untuk dapat mengetahui seberapa siap anak dalam menghadapi kegiatan sekolah ditingkat pendidikan selanjutnya. Beberapa tes sudah dikembangkan oleh para ahli untuk mengetahui kesiapan siswa untuk sekolah, salah satunya adalah NST (Nijmeegse Schoolbekwan Tes. Alat ukur ini secara efektif dapat menggambarkan keadaan siswa psikologis siswa untuk siap sekolah dasar. NST adalah alat tes yang dirancang oleh Prof. Monks. Drs. Rost and Drs. Coffie pada tahun 1978. Instrumen ini digunakan untuk mengukur kematangan terkait aspek perkembangan yang mendukung kesiapan anak memasuki jenjang SD. Alat tes ini cukup mudah digunakan oleh para guru di Sekolah. NST ini memiliki tujuan diantaranya . Mengetahui tingkat kematangan anak memasuki pendidikan tingkat Sekolah Dasar. Prognosis . terhadap prestasi sekolah anak di SD. Mengetahui kemampuan- kemampuan tertentu anak yang sudah/belum matang dan perlu latihan/ pembinaan/ pengembangan/ peningkatan. Sehingga tes ini sering dipakai oleh beberapa sekolah untuk mengukur kematangan calon siswa sekolah dasar (Supartini,2. Pada NST terdapat sepuluh sub tes yang harus dikerjakan oleh para siswa yaitu : . Halaman badut dan weker. kemampuan dalam pengamatan bentuk dan kemampuan membedakan . orm waarneming en onderscheidings vermoge. halaman buku. kemampuan motorik halus . halaman lilin dan jamur. kemampuan Pengertian tentang besar, jumlah, dan perbandingan . egrip voor grootte hoeveelheid en verhoudinge. halaman ikan. Pengamatan tajam . Tempat bunga. kemampuan berpikir kritis . ritische waarnemin. halaman Anak dan kereta boneka. halaman Anak ingatan . halaman anggur & sepeda. pengertian objek dan penilaian situasi . bject begripen situatieboordelin. Halaman Televisi. menirukan cerita . eergeven van een . halaman Kupu-kupu. menggambar orang . Di Indonesia penelitian mengenai kematangan siswa taman kanak-kanak, mengunakan NST sebagai instrumen pengukurannya (Setiawati. Alwi, dan Chairulfatah, 2011. Halimah dan Kawuryan,2010. Supartini, 2006. Sulistyaningsih, 2. Hasil yang digambarkan sudah cukup mumpuni sebagai acuan kesiapan anak masuk sekolah dasar. Data lapangan yang ditemukan pada saat survey lapangan oleh tim pengabdian Masyarakat, bahwa guru belum mengetahui ada metode untuk mengetahui kesiapan sekolah untuk anak paud ke jenjang sekolah dasar. Dari sepuluh guru yang ditemui pada saat survey dilapangan, hanya ada tiga guru yang familiar dengan adanya alat tes kesiapan sekolah menggunakan NST. Namun tidak pernah menggunakan NST secara langsung dikarenakan tidak memiliki akses atau tidak mahir menggunakan alat tes NST. Berdasarkan hasil wawancara dan temuan lapangan maka tim pengabdian Masyarakat tertarik untuk mengadakan pelatihan terpadu terhadap para guru untuk menggunakan NST sebagai Seila Rizkina | https://journal. id/index. php/amma | Page 521 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3. No. 7 Agustus . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 520-525 acuan untuk kesiapan sekolah pada anak PAUD kejenjang sekolah dasar. Tim pengabdian kepada masyarkat menyiapkan segala keperluan untuk melakukan pelatihan NST. METODE PELAKSANAAN Metode yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan ceramah dan Metode disesuaikan dengan materi dan tujuan dari setiap sesi pelatihan agar hasilnya sesuai dengan yang direncanakan. Metode ceramah dianggap efektif dikarenakan tim pengabdian masyarakat bisa menyampaikan materi secara verbal dengan memberikan pemahaman yang menyeluruh sehingga dapat diterima baik oleh peserta pelatihan. Selantjutnya metode praktek dilakukann sebagai Upaya memberikan pengalaman langsung kepada para peserta untuk mencoba menggunakan alat tes serta mampu menginterpretasi hasil dari tes tersebut. Table 1. Kegiatan Pelatihan NST Hari Ke1 Materi Siap Belajar Konsep siap belajar Factor mempengaruhi kesiapan Permasalahan kesiapan belajar bagi siswa Alat dan Bahan Pemateri Laptop dan LCD Seila Rizkina. NST Pengertian. Sejarah Alasan penggunan NST Cara NST Interpretasi NST Armanila. Psi Praktek penggunaan NST Evaluasi pelaksanaan NST NST. Laptop. ATK. LCD Hasnah Siahaan. Idzni Azhima. Dr. Lukman Nasution. MM Diskusi lanjutan megenai pelatihan ini masih terus dilakukan hingga satu bulan setelah pelatihan berlangsung terhadap para peserta menggunakan alat komunikasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Indikator keberhasilan dalam penelitian ini diukur dari perubahan pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan serta kemampuan untuk menginterpretasikan hasil dari NST. Berdasarkan dari jumlah peserta yang hadir sebanyak 16 orang. Dalam program pelatihan ini semua guru di TK dilibatkan. Seila Rizkina | https://journal. id/index. php/amma | Page 522 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3. No. 7 Agustus . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 520-525 Gambar 1. Pemberian Arahan Oleh Pemateri Pelatihan NST ini menunjukan hasil adanya perubahan pengetahuan pada para guru. Yang pada awalnya hanya tiga orang yang mengetahui, menjadi seluruh guru. Pada materi pengenalan konsep NST. Pada hari pertama, pemateri memberikan arahan mengenai konsep siap belajar. sebelum dimulai materi, peserta diminta untuk mengisi lembar kuesioner mengenai kesiapan belajar. Namun hanya 50 % dari peserta yang paham mengenai indicator-indikator dari kesiapan belajar. Setelah diberikan pemahaman mengenai materi Ausiap belajarAy peserta diberikan keusioner sebagai bahan acuan pemahaman peserta dengan hasil 100% pemahaman. Selanjutnya pada saat materi mengenai NST, hanya 30% peserta yang mengetahuinya, hal ini didapatkan dari hasil pretest sebelum pengarahan dari pemateri. Setelah materi diberikan banyak 90% peserta sudah memahami NST, hal ini didapatkan dari hasil psot test. Pada pelatihan ini peserta terlihat antusias, hal ini Nampak dari banyaknya pertanyaan yang muncul saat pemateri memberikan arahan. Antara lain pertanyaan mengenai seberapa pentingnya siap belajar untuk anak dibawah tujuh tahun. Pertanyaan lainnya adalah apakah kesiapan belajar pada anak akan mempengaruhi presetasi akademis dan nonakademis anak nantinya?. Pengenalan para peserta dengan beberapa sub test juga menjadi tantangan tersendiri, dikarenakan NST memiliki 10 sub test yang harus peserta kuasai, sehingga waktu belajar masih dirasa kurang, para peserta masih banyak yang berulang kali meminta pemateri untuk mengulang instruksi tes. Hal ini penting diperhatikan agar tidak salah dalam memberikan arahan pada para siswa Pada hari kedua pelaksanaan pelatihan para peserta diberikan form NST lengkap dengan instruksi kerja pada masing-masing tes, untuk mempermudah peserta pelatihan menggunakan NST. Peserta dibagi beberapa kelompok kecil. Masing-masing kelompok terdiri dari 2 guru dan 4 orang Dua guru sebagai peserta berperan sebagai fasilitator tes. Peserta pelatihan dan siswa sekolah Nampak antusias melakukan NST. Hasil praktek dihari kedua, para peserta secara keseluruhan sudah mampu menginstruksikan berbagai sub test, walaupun terkadang masih ada beberapa kali meminta pemateri mempraktekkan cara menginstruksikan dengan benar agar anak dengan mudah paham pada NST. Namun disisi lain para peserta kesulitan menangani anak-anak didik dikarenakan, anak masih sulit menyesuaikan dengan kegiatan tes, peserta kesulitan mengikuti ritme mood anak yang sering berubah-ubah. Beberapa subtest tidak selesai dikerjakan karena anak tidak ingin melanjutkan NST. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi peserta untuk mengatur waktu dan kondisi anak didik. Dalam sesi evaluasi peserta diminta untuk mengemukakan kesan dan kesulitan apa saja yang dihadapi dalam melakukan NST. Jawaban peserta rata masih kesulitan untuk menentukan interpretasi dari NST. Hal ini dikarenakan beberapa tes tidak selesai. Selanjutnya pemateri Seila Rizkina | https://journal. id/index. php/amma | Page 523 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3. No. 7 Agustus . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 520-525 memberikan tips dan trik bagaimana mengatur wajtu dan ritme anak. Sekaligus membantu mengarahkan cara interpretasi yang mudah dalam NST. Gambar 2. Pemateri dan Peserta Pelatihan Pelatihan penggunaan NST dilakukan untuk membantu guru mendeteksi kesiapan anak masuk sekolah dasar, pelatihan ini dianggap efektif untuk menambah pengetahuan dan pengalaman guru dalam memahami anak. Selajalan dengan beberapa penelitian sebelumnya Setiawati. Alwi, dan Chairulfatah, 2011. Halimah dan Kawuryan,2010. Supartini, 2006. Sulistyaningsih, 2. yang memperlihatkan adanya kegunaan nyata dari produk NST sehingga dapat memastikan kesiapan anak masuk sekolah. Disisi lain hasil analisis faktor NST mengindikasikan bahwa semua subtes dalam NST mengukur konstrak yang sama atau satu variabel satuan . nitary variabe. yaitu kematangan kognitif, sebab korelasi antar subtes menunjukkan korelasi yang signifikan (Afandi & Maryatai. Sehingga NST mumpuni dipakai oleh para guru di Taman Kanak-kanak untuk mengukur kematangan kognitif siswa. KESIMPULAN Berdasarkan keggiatan kepada masyarakat dengan pelatihan penggunaan NST terhadap guru di TK ABA 40 Disimpulkan bahwa, pengetahuan guru sebelum diadaakannya pelatihan mengenai NST sangat minim mengenai pentingnya tes kesiapan anak masuk sekolah dasar. Antusiasme dari para guru dan sisiwa dalam pelatihan ini memjadikan program ini berlajalan sesuai dengan rencana. Para guru sudah mampu menggunakan NST dengan baik dan mampu menginterpretasi hasil NST. Penggunaan NST akan dilakukan pada tahun ajaran ini di sekoah untuk memperlihatkan kesiapan anak masuk sekolah dasar. REFERENCES